Slutty Annisa : Kangen Kontol Besar

Cerita dewasa bokep terpanas

Kangen Sejak malam itu tidak ada kabar apapun dari Aldi. Sepertinya dia memang bajingan yang hanya ingin memanfaatkanku untuk sex saja. untuk menghubungiku. Tetapi entah kenapa aku menunggu2 dia sms atau telfon. Aneh, padahal physically dia sama sekali bukan tipeku. Di sisi lain aku juga masih terlalu sakit hati buat make the first move - aku yakinkan saja diriku kalau aku tidak mau ketemu bajingan itu lagi seumur hidup. Entah kenapa akupun tidak cerita tentang pengalamanku dengan Aldi sama suamiku. Padahal aku ngentot sama laki2 siapapun juga pasti cerita kepada Tom - namanya juga kita menganut paham swinging lifestyle! Mungkin aku merasa terlalu hina untuk menceritakan ke Tom, bahwa aku membersihkan lubang pantat istrinya Aldi dengan lidahku. Aku takut se-toleran2nya suamiku, ia pun mungkin merasa jijik terhadapku. Kira2 empat hari berlalu tanpa kejadian apa2. Di kantor orang2 semakin memandangku dengan aneh. Pete juga mulai genit2 lagi denganku. Namun semua itu tidak terfikirkan olehku. Yang ada di kepalaku hanyalah kejadian malam itu… dan setiapkali aku memikirkannya memekku jadi basah dan aku harus pergi ke wc buat masturbasi. Hari rabu aku sampai 4 kali masturbasi! Menjelang akhir minggu aku rasnya ingin sekali menelfon Aldi. Malam harinya aku tidak bisa tidur. Tom mengajakku having sex, tapi aku menolak. Dengan menggerutu dia tertidur. Aku benar2 tidak bisa tidur. Akhirnya aku memain-mainkan memekku sambil sekali lagi aku membayangkan dientot oleh Aldi. Kangen rasanya; ingin sekali aku merasakan asinnya sperma Aldi sekali lagi. Nggak Tahan!!! Satu minggu pas berlalu tanpa ada kabar dari Aldi. Weekend berlalu tanpa kejadian yang seru. Dan hari Senin itu aku suntuk sekali karena harus lembur sampai jam 8 malam dengan tim-nya Emir yang tak henti2nya nyengir2 kaya’ anak SD setiap kali aku lewat depan cubicle mereka. Waktu berlalu pelan sekali. Akhirnya kerjaan kita selesai juga dan aku naik mobilku untuk pulang. Di jalan ku telpon kerumah. Sepertinya Tom juga belum pulang. Paling juga dia nyari ‘ayam’ karena gak aku kasih udah satu minggu ini. Dasar bule! Aku pun dapat ide nekat. Aku putar balik ke arah apartemennya Aldi. Sepanjang jalan ke arah apartmennya aku merinding membayangkan aku bakal diapakan olehnya. Aku pencet tombol bel apartemen. Terdengar suara langkah kaki. Aku senewen sekali. Sesosok wanita di usia akhir 20 tahun-an, yang memakai gaun mandi silk berwarna merah maroon membukakan pintuku. Terlihat cleavage-nya yang dalam dan puting susunya yang tercetak di bahan gaun. Rambutnya acak-acakan dan matanya terbuka sayu. Ia hanya memandangku dengan pouty lips-nya yang sexy abis – Nadya! Baru sekarang aku melihat dengan jelas wanita yang waktu itu kujilat habis2an lubang pantatnya yang penuh sperma! Kami hanya berpandangan. “Datang juga kamu akhirnya!” Lamunanku buyar mendengar suara Aldi memanggil dari dalam kamar. “Nadya, baby! Biarkan dia masuk!” Tanpa berkata apa2 Nadya mempersilahkan aku masuk. Baru sekarang aku bisa melihat Aldi. Ia melilitkan handuk di pinggangnya. Sepertinya ia baru saja habis mandi. “Aku pikir kamu nggak mau kesini lagi, say? Waktu itu manggil aku bajingan, ternyata doyan juga ya?” tanyanya dengan dingin. Aldi menghampiruku dan mencium mulutku. Ku julurkan lidahku sedalam mungkin. Aku benar2 kangen! Ia meremas2 pantat dan toketku dari luar baju kantorku. Terasa tonjolan kontolnya yang keras. Sementara itu Nadya hanya menundukkan kepalanya, seakan tidak sopan kalau menonton kita bercumbuan seperti itu. Aku benar2 terangsang making-out dengan Aldi didepan istrinya yang nerima saja kelakuan suaminya yang gila begitu. Aldi mendorong tubuhku untuk berjongkok. Aku sudah mengerti dan melepas handuknya sehingga batang kontolnya yang tegang mencuat ke atas. Aku sedot2 sebisaku sambil meraba2 otot paha dan pinggulnya yang kekar. Aku ingin ia cepat2 keluar di mulutku agar aku bisa merasakan spermanya yang nikmat itu. Namun setelah kira2 dua atau tiga menit ia mencabutnya dari mulutku. Kontolnya dirahkan ke mukaku sehingga muncrat membasahi mukaku. Aku berusaha menangkap sebagian spermanya dengan mulutku, namun hanya sedikit yang tertelan olehku. Tanpa ba-bi-bu, Aldi menjauh dariku dan duduk di sofa. “Sini Nad, bersihin!” perintahnya dengan santai. Istrinya pun datang dengan nurut. Tanpa mengatakan apa2 ia tiduran disamping Aldi dengan kepalanya di pangkuan Aldi. Sambil memandangku penuh birahi Nadya menjilat2 dan membersihkan kontolnya Aldi yang basah dengan spermanya. Aku iri sekali rasanya. Aku bangun untuk ikut menjilatnya, namun Nadya mendorongku agar menjauh dengan kakinya. Seakan2 ingin menikmatinya sendiri. “Di… Please aku butuh dientot!” rengekku, udah nggak ada rasa malu atau harga diri lagi… “Please dong… Entot aku!” Aldi hanya menatapku dingin dan berkata: “Kamu pulang dulu deh, Nissa. Aku lagi males ngentotin kamu. Udah! Pulang sana!” Untuk kedua kalinya aku diusir dari tempat itu. Namun aku tahu ini bukan yang terakhir. Kado dari Aldi Tanpa dipuaskan sama sekali aku pulang ke rumah. Tom malam itu tidak pulang. Sepertinya dia dapat perek yang bisa dientot olehnya. Lucky guy! Aku tidak ada pilihan lain selain masturbasi lagi sambil membayangkan dientot sama Aldi. Aku juga tidak bisa melupakan tatapan Nadya yang horny saat ia membersihkan kontol suaminya. Paginya sebelum aku berangkat kerja, Tom pun pulang. “Baby i missed u so much!” kataku sambil merangkulnya! Ia masih kesal namun aku paksa dia untuk mengentotku saat itu, disitu juga. Akhirnya aku pun keluar! Finally. Tapi sepertinya Tom tidak keluar banyak. Aku tidak tau perek bule siapa yang sekarang jalan2 dengan memek becek karena suamiku. Kegiatan pagi hariku di kantor benar2 membosankan. Aku diajak pergi lunch dengan Pete dan Mark (orang departemen Media) ke JW Marriot. Sepanjang lunch Pete meremes2 pahaku terus menerus. Aku biarkan, namun tidak aku tanggapi juga. Kira2 30 menit setelah lunch, aku dapat telfon dari resepsionis. Katanya ada orang mau ketemu dengan saya. Karena emang aku menunggu tamu orang dari production house, saya pun ke lobby. Betapa kagetnya diriku melihat Nadya duduk menunggku. Ia dandan benar2 seperti supermodel. Sendal berhak tinggi, rok super-mini, tank-top yang aku kira dipakainya tanpa bh dan dandanan yang cukup rapih. Namun kecantikannya benar luar biasa, sehingga ia tidak terlihat murahan sedikit pun. Aku juga baru menyadari betapa besar dan kencangnya kedua toketnya. Saat melihatku ia berdiri. Aku bingung harus berkata apa, untung aku dapat akal untuk membawa dia ke ruang meeting yang kosong – daripada jadi awkward dan orang2 mulai gossip aneh2 lagi! Aku tutup pintunya. Aku berbalik dan ternyata Nadya sudah duduk diatas meja. Sebelum aku sempat be tanya apa2, ia berkata: “Ada kado dari Aldi. Aku disuruh mengantarkannya ke kamu…” Aku baru sekali ini mendengar suaranya. Lembut, lemah, hampir seperti ABG. Aku tidak mengerti apa yang dimaksud olehnya. Tetapi tiba2 yang mengangkat kedua kakinya ke atas meja. Mengangkang selebar-lebarnya! Astaga! I can’t believe it! Nadya tidak memakai panties! Dari jarak 1 meter aku bisa mencium bau khas memek yang basah tercampur dengan bau peju! Benar saja… Ternyata memeknya Nadya sepertinya abis dientot dan dijadikan penampungan sperma! Sambil membuka lubang vaginanya dengan jarinya ia menatapku dengan sayu: “Kamu harus habisin katanya Aldi, kalau besok2 mau datang ke rumah lagi!” Aku tak tau lagi harus bagaimana? Aku merasa kotor sekali melakukannya namun aku juga terangsang tiada taranya! Aku langsung menyambar memeknya Nadya! Mulutku kutempelkan di bibir memeknya sambil aku sedot2 isi sperma yang ada. Hidungku bergesekan dengan klitorisnya! Iya, aku memang pelacur murahan yang gunanya hanya untuk menelan sperma! “Hmmmmgh….hmmmgh…” Nadya mengerang kecil… Tangannya menahan kepalaku agar menghisap lebih kuat lagi. Otot2 memeknya berkontraksi sehingga menekan keluar sperma di memeknya… “Ohhhh… Nadya… I love your pussy! Basah sekali sayang! Basah sekali!” Pahanya yang halus dan langsing menjepit kepalaku. Aku menjilat memeknya dari bawah ke atas, menjilat2 dari dekat lubang anusnya sampai ke klitorisnya… Nadya mengerang cukup keras. ”Oh my god…” kataku diantara jilatan, ”..banyak sekali spermanya! I can’t believe this!” Memang sepertinya sperma yang tertampung di dalam memek Nadya jauh lebih banyak daripada waktu terakhir saat aku ‘membersihkannya’. Ia membisikkan ke telingaku terengah2: “Kamu aneh ya, kok spermanya banyak begini?” Aku hanya menganggukkan kepala sambil terus menyedot cairan asin peju dari lubang kenikmatannya yang tiada habisnya. “… Karena… Ini… Sperma…kumpulan… dari 4 cowok yang berbeda… yang baru saja mengentotku sebelum aku kesini…” Aku seperti mau pingsan! Pelacur paling rendahan pun mungkin tidak akan melakukan ini! 4 orang! Tanpa menyentuh memekku pun aku orgasme! Bersamaan dengan Nadya yang membanjiri mulutku dengan asamnya cairan kewanitaanya! Dengan muka belepotan sperma aku terhempas di salah satu kursi ruang meeting. Nadya mencium bibirku dan lidahnya menjulur2 ke dalam mulutku menyedot2 sisa2 sperma yang ada dimulutku. Ia juga menjilat2 lelehan sperma yang mengalir ke daguku. Sepertinya lidahnya udah jago sekali dalam jilat-menjilat. Ia mencium keningku dengan penuh kasih sayang dan meninggalkanku di ruangan meeting itu tanpa berkata apa2. Sambil membersihkan mukaku aku bertanya2 pada diriku mengapa aku bisa jatuh serendah ini. Bersambung...



Kalo gak bisa klik linknya berarti harus aktifkan javascript buat donlot videonya (Cara mengaktifkan javascript)

Slutty Annisa kangen kontol gede, memek abg, istri selingkuh depan suami, dientot dari memek bool pake kontol panjang cerita bokep terbaru tahun ini dan terpanas, saat istri ngidam kontol, tante dientot rame, abg doyan seks, sex bebas istri, Slutty Annisa kangen kontol gede, memek abg, istri selingkuh depan suami, dientot dari memek bool pake kontol panjang cerita bokep terbaru tahun ini dan terpanas, saat istri ngidam kontol, tante dientot rame, abg doyan seks, sex bebas istri, Slutty Annisa kangen kontol gede, memek abg, istri selingkuh depan suami, dientot dari memek bool pake kontol panjang cerita bokep terbaru tahun ini dan terpanas, saat istri ngidam kontol, tante dientot rame, abg doyan seks, sex bebas istri, Slutty Annisa kangen kontol gede, memek abg, istri selingkuh depan suami, dientot dari memek bool pake kontol panjang cerita bokep terbaru tahun ini dan terpanas, saat istri ngidam kontol, tante dientot rame, abg doyan seks, sex bebas istri, Slutty Annisa kangen kontol gede, memek abg, istri selingkuh depan suami, dientot dari memek bool pake kontol panjang cerita bokep terbaru tahun ini dan terpanas, saat istri ngidam kontol, tante dientot rame, abg doyan seks, sex bebas istri, Slutty Annisa kangen kontol gede, memek abg, istri selingkuh depan suami, dientot dari memek bool pake kontol panjang cerita bokep terbaru tahun ini dan terpanas, saat istri ngidam kontol, tante dientot rame, abg doyan seks, sex bebas istri, Slutty Annisa kangen kontol gede, memek abg, istri selingkuh depan suami, dientot dari memek bool pake kontol panjang cerita bokep terbaru tahun ini dan terpanas, saat istri ngidam kontol, tante dientot rame, abg doyan seks, sex bebas istri, Slutty Annisa kangen kontol gede, memek abg, istri selingkuh depan suami, dientot dari memek bool pake kontol panjang cerita bokep terbaru tahun ini dan terpanas, saat istri ngidam kontol, tante dientot rame, abg doyan seks, sex bebas istri, Slutty Annisa kangen kontol gede, memek abg, istri selingkuh depan suami, dientot dari memek bool pake kontol panjang cerita bokep terbaru tahun ini dan terpanas, saat istri ngidam kontol, tante dientot rame, abg doyan seks, sex bebas istri,

Slutty Annisa : Clubbing!

Cerita Dewasa : Slutty Annisa - Clubbing!


Dua weekend yang lalu aku diajak oleh Tom, suamiku, pergi clubbing bersama teman2 bule-nya. Kita mulai dari jam 9 di Dragonfly, minum2 wne dengan sopan, terus pindah ke Vertigo setelah jam 11. Aku senang juga pindah ke sana, apalagi setelah tahu bahwa temanku Citra, bakal ada disana juga. Dimana ada si Citra, disitu pula ada ecstasy! Aku bukan junkie tulen, tapi kadang2 aku suka juga nelen pil gila tsb.
Sama juga seperti friday night itu! I really wanted to go crazy, dan ada E, udah pasti gila!

Kita berangkat bersama tiga orang temennya Tom: Shane, Robert, atau Rob dan Aldi, orang Indo. Shane dan Robert berbadan besar selyaknya bule dan masih single. Well, shane sebenarnya punya girlfriend, tapi ia tinggal di Bangkok (paling juga local prostitute disana lah, pikirku selalu). Sedangkan Aldi seperti cowok indonesia rata2. Udah married. Mukanya cukup keren namun badannya tegap tapi biasa aja.
Sampai di Vertigo, aku langsung meninggalkan cowok2 itu untuk mencari si Citra. Ternyata dia udah asiknya goyang2 sendiri dipojokan bersama laki2 yang tidak kukenal. Aku diberinya sebutir E olehnya yg langsung kutelan diam2, dan aku langsung pamit untuk kembali ke Tom dkk. Belum terasa apa2 aku terus dancing2 sensual di depan cowok2 bule tadi. Aku tahu mereka memperhatikan badanku yg terbalut tube-dress putih yg menyala karena UV-light di Vertigo. Terutama Aldi sepertinya cukup horny memperhatikan liuk-liukan tubuhku. Ia terus menerus memandangiku dengan tatapan yang tajam. Walaupun aku tidak tertarik secara fisik dengannya, aku sengaja mau teasing dia dengan berciuman dengan Tom yg bernafsu sambil menatap matanya dalam2. Ia hanya menatapku dengan dingin.

Tak lama kemudian inex di badanku mulai ‘on’! Aku sudah tidak peduli apa2 dan naik ke meja kita. Aku goyang tanpa malu. Shane juga naik ke atas meja dan kita bikin pertunjukan hebat selama (aku kira2) 1 jam lebih.
Aku keringatan tak karuan dan tubuhku benar2 cape. Efek E juga sudah mulai buyar. Aku terduduk di sofa dan memejamkan mata sebentar. Karena efek obat gila-ku aku dapt melihat pola2 yg aneh di kegelapan mataku. Saat aku dengan lemas membuka mataku kembali, aku melihat di kejauhan Shane sudah hook-up dengan cewek di bar, Robert entah dimana. Dan Tom juga sedang tertawa2 dengan cewek yang baru ditemui-nya. Aldi ada di sebelahku, duduk di sofa corner yg cukup redup. Aku menghadap ke arahnya dan bengong melihat jendolan kontolnya di jeans-nya. Ia mengusap pipiku.
Aku tidak bisa berhenti melihat ke selangkangan Aldi. Sepertinya kontolnya udah keras sekali. Tanpa sepatah katapun ia menarik badanku ke dekatnya. Dibuka kakiku dengan kasarnya. Aku terkejut sekali. Jari2nya yang kasar menyusup ke balik dress-ku. Terus, terus naik menyusup dari samping panties-ku ke liang memekku. Dengan kasar jempolnya dimasukkan ke dalam memekku dan telunjuknya mengorek2 lubang pantatku. Ia tersenyum dingin.
Aku melirik ke arah Tom. Ia sedang tidak melihat ke arahku.
“Please stop, nanti ada yg lihat!” pintaku. Aldi mencabut jari dan jempolnya dan memasukkan keduanya ke dalam mulutku. Entah kenapa aku mengulum jari2nya. Ia tertawa merendahkan. Seakan2 aku seorang perek yg senang kalau dibayar hanya Rp.5000,-.
Tidak banyak yang kuingat dari malam itu. Paginya aku terbangun disebelah Tom, yg sepertinya mengentotku waktuku sedang tidur lelap. Aku langsung bangun dan mandi. Kepalaku masih terasa berat sekali waktu ada bunyi sms di hp-ku.
Aku baca, dan cukup kaget juga: “Datang ke apartemenku besok malam!,” tertulis alamat di bilangan kuningan. “Jangan lupa pakai baju yang sexy. -Aldi-”

Lubang pantat Nadya
Seharian aku nggak bisa konsentrasi di kantor. Sepertinya pada saat ini separuh kantorku sudah diceritakan sama Emir dan Michael, kalau aku seorang ‘bispak’. Tapi aku tidak memikirkan hal itu. Yang ada di benakku hanyalah ‘date’-ku sama Aldi yang ia bikin sepihak. Aku dari pagi udah siap2 dengan lingerie yg sexy di bawah baju kantorku dan terasa memekku semakin sore semakin basah. Akhirnya kerjaanku pun selesai dan aku meluncur ke alamatnya Aldi. Apartement-nya cukup megah, namun terlihat bahwa masih baru dan masih kosong penghuninya. Aku pun naik lift ke lantai 22. Di dalam lift aku memasukkan tanganku ke dalam rok mini-ku. Gila! Udah banjir pasti udah keliatan noda basah cairan memek dari luar panties-ku!
Pelan2 ku ketok pintu apartment. Sejenak tidak ada yang menjawab dan akupun berniat untuk kabur saja. Ternyata terdengar suara dari dalam: “Anissa! Silahkan masuk! Dan kunci pintunya!”
Sialan. There’s no escape now! Aku beranikan diriku dan membuka pintu. Di dalam semuanya gelap. Kamar2 pun masih cukup kosong. Sepertinya si Aldi baru pindahan kesini! Aku mengikuti lorong menuju kamar tidur. Disna kulihat seorang wanita berbadan tinggi dengan rambut coklat panjang terurai telungkup di atas tempat tidur yang besar. Ia telanjang bulat, tanpa sehelai benang pun. Dan sepertinya ia sedang tidur atau sedang tidak sadar. Di belakangnya, bersender di tembok, Aldi duduk dengan santai. Ia sepertinya sedang high dan terlihat ia sedang menyiapkan strip cocaine di atas meja kaca disamping tempat tidur.
“Ah, akhirnya kamu datang!” sapanya. “Perkenalkan, ini istriku Nadya. Sayang dia udah gak sadar. Kamu sih telat datangnya! Cantik nggak dia?” Aku hanya mengangguk. Ia menghirup strip cocaine-nya dengan hidungnya. Ia menikmati rasanya sejenak. “Kamu mau juga?” ia menawarkan strip berikutnya untukku. Sudah lama sekali aku tidak ‘neken’ cocaine. Abis mahal juga sih! Aku mengangguk dan mendekati meja. Aku duduk di lantai dan menghirup habis strip buatku. Rasanya langsung naik ke kepala. Enak sekali. Aku terasa seperti melayang. Aku tersenyum nakal ke arah Aldi sambil menjilat bibirku. Aldi menarik badanku ke atas kasur dan mencium bibirku… Ia menjulurkan lidahnya yang hangat kedalam mulutku. Aku hanya melenguh.
“Mau lagi?” tanyanya sambil meremas2 buah dadaku. Aku mengangguk. Ia sisihkan lagi satu baris buatku dia atas meja kaca. Tapi, waktu aku mau bergerak untuk menghirup bubuk tersebut kepalaku didorongnya dengan kasar! Aku bingung.
“Sebentar dulu! Kamu kok nggak mikirin tuan rumah sih. Kamu nggak kasihan tuh sama si Nadya?” ia menunjuk ke arah bagian pantat Nadya. Aku baru melihat bahwa di sekitar lubang pantatnya menggenang sperma banyak sekali. “Sana! Kamu bersihin dulu. Baru kamu boleh neken lagi!”
Antara rasa jijik dan pengen dapat bubuk setan itu sekali lagi aku benar2 bingung. Dengan iri aku melihat Aldi menghirup cocaine yang tadinya untukku.
”Ayo, say, jangan malu2!” katanya sambil tertawa mengejek.
Namun sepertinya aku udah nggak bisa mikir panjang. Aku naik ke atas tempat tidur dan pelan2 membuka pahanya Nadya. Banyak sekali sperma yang keluar dari lubang pantatnya. Aku melihat sekali lagi ke Aldi. Ia hanya tersenyum. Aku menundukkan kepalaku sambil membayangkan bagaimana Aldi tadi mengentot pantat istrinya sampai ia muncrat di dalam duburnya yang sempit. Bau khas yang tajam menusuk hidungku. Aku mulai menjulurkan lidahku dan dengan sedikit ragu2 mulai menjilat sperma yang ada di sekitar lubang pantat wanita tersebut. Gila! Aku sudah benar2 gila! Nggak tahu kenapa sepertinya aku sangat terangsang melakukan ini.
Tidak lama kemudian aku mulai menjilat tanpa ragu2. Nadya benar2 cewek yang cantik. Pantatnya indah sekali. Penuh dan sekel. Aku benar2 jadi buas menelan semua spermanya Aldi yang kental itu. Aldi hanya memandangku dengan dingin: “Ayo, say, di dalam pantatnya masih banyak kok!” Aku merasa kotor sekali… Menjilati sperma laki2 yang aku hampir tidak kenal dari lubang pantat istrinya…. Entah kenapa memekku berdenyut2 pengen dientot. Aku semakin gila menjilatinya. Aku tusukkan lidahku ke dalam lubang pantatnya Nadya yang licin. Benar saja! Di dalam lubangnya masih ada banyak lagi spermanya Aldi! Aku membuka lubangnya dengan jari2ku dan keluar meleleh peju yang banyak yang langsung kutelan. Aku dengar Nadya melenguh dalam tidurnya dan mengencangkan otot anusnya.
Lidahku terasa terjepit dan aku tusukkan lebh dalam lagi, hingga wajahku menempel ke buah pantatnya yang berlendir. Aku memainkan memekku dari luar baju, aku tidak bisa menghentikan permainan ini. Aku menempelkan bibirku seperti french-kissing lubang pantatnya Nadya. Spermanya Aldi mengalir tanpa hentinya kedalam mulutku!
”Please give me some coke!” rengekku sambil mendongakkan wajahku. Aku baru sadar kalau Aldi sedang memrekam semuanya dengan handycam yang dia sembunyikan sebelumnya. Aku sudah tidak perduli.
”You can do better, babe! Ayo terusin!” paksanya sambil mengeluarkan kontolnya yang udah tegang. Aku menjulurkan lidahku dan menusukkannya ke dalam pantatnya Nadya sambil tetap melihat nakal ke kamera. Aku memutar2 lidahku di sekitar otot anusnya.
”Please…” rengekku.
Aldi hanya tersenyum. Sambil terus merekam adegan tadi, ia membuka sekantong cocaine dan menaburkannya ke atas batang kontolnya yang ia basahkan dengan ludahnya. Aku langsung melahap kontolnya dengan mulutku. Rasanya nikmat sekali! Aku menyepongnya dengan keras. Aku maju-mundurkan kepalaku sampai terasa kontolnya di tenggorokanku.
”Mpppppppphhhhhh….” aku hanya melenguh… benar2 high….
Aku mengokoknya sekuat tenaga dan tidak lama kemudian spermanya muncrat kedalam tenggorokanku. Aku tersedak, namun Aldi menahan kepalaku. Aku terbatuk2, hampir kehabisan udara.
Aldi hanya memandangku dengan dingin.
”Bajingan kamu!” umpatku sambil terbatuk2. Aldi hanya tersenyum.
”Ya udah pergi sana!”
Aku bingung. Mungkin karena aku masih high banget, tapi mungkin juga karena aku tidak pernah diperlakukan sekasar ini.
”Udah keluar sana! Pulang ke suamimu!”
”Bajingan!” umpatku sambil menangis. Dengan muka yang masih basah oleh spermanya aku berlari keluar apartemennya Aldi. Belum pernah aku diperlakukan serendah itu.




Kalo gak bisa klik linknya berarti harus aktifkan javascript buat donlot videonya (Cara mengaktifkan javascript)



Slutty Annisa Clubbing lobang pantat dientot kontol memek lobang istri Slutty Annisa Clubbing lobang pantat dientot kontol memek lobang istri Slutty Annisa Clubbing lobang pantat dientot kontol memek lobang istriSlutty Annisa Clubbing lobang pantat dientot kontol memek lobang istri

Slutty Annisa : Pesan nyasar, bikin lembur

Slutty Annisa : Pesan nyasar, bikin lembur



Setelah kejadian di pesta kantor, Pete belaga seolah2 tidak terjadi apa2. Aku kesel. Enak aja dia bisa ngentotin memekku tanpa ada tanda2 terima kasih sedikit pun! Aku berkali2 mencoba mengajak ngomong bos-ku soal kejadian malam itu, namun ia selalu mengelak. Nggak usah ngobrol berdua, satu ruangan pun dengan aku sendiri, Pete langsung mencari alasan untuk pergi! Aku benar2 gemes dan kesal melihat tingkahnya.
Sekali waktu aku balik dari lunch lebih cepat daripada teman2 yang lain. Tidak ada siapa2 di satu lantai kantor kami, kecuali satu atau dua orang yang sedang asik chatting YM di cubicle mereka.
Waktu aku melewati ruangan Pete, sepertinya ia pun belum balik dari lunch. Aku tersenyum sendiri. “isengin ah!” kataku dalam hati! Pelan2 aku masuk ke dalam ruangannya. Aku tutup pintu, agar tidak ada yang bisa melihat ke dalam. Sambil nyengir jahil aku membuka g-string renda yang aku pakai hari itu dan kuletakkan diatas laptopnya Pete yang ada di atas mejanya. Aku tertawa sendiri. “Kalau dia tetap ‘gak ingat’ juga sama malam itu sih keterlaluan!” tawaku dalam hati. Tetapi aku terdiam. Sepertinya ada yang masih kurang - surprise-ku kaya’nya belum perfect!
Aku mengambil kembali g-string-ku dan mengangkang sedikit. Sambil sedikit jongkok aku gesek2 celana dalamku di permukaan memekku yang basah berlendir. Sialan, aku jadi konak!
Setelah cukup basah, aku cium g-string tersebut…. Hmmm… Benar2 bau memek! Hahaha! Terdengar orang2 yang kembali dari lunch. Cepat2 aku taro g-string-ku diatas laptop si bos, terus aku kabur.
Aku benar2 tidak sabar menunggu reaksinya Pete. Ngebayangin dia mencium2 g-string yang bekas aku pakai saja bikin aku horny sekali.
Sejam kemudian telah kuperhatikan dari cubicle, bahwa bos-ku telah mondar-mandir keluar-masuk ruangan berkali2. Kok mukanya ‘lempeng’ aja ya? Aku benar2 bingung. Apa dia nggak lihat? Sepertinya nggak mungkin deh! Aku semakin kesal dan frustrasi.
Hariku berlalu seperti biasa. Jam menunjukkan pukul enam sore. Aku siap-siap untuk pulang, waktu Emir, seorang Junior Art Director yang jauh lebih muda dariku menghampiriku.
“Nissa, loe udah mau balik?”
“Iya. Udah kelar semua kerjan gue. Mo balik ah!” jawabku. Aneh. Jarang sekali si Emir mengajak aku ngobrol, “Loe mau nebeng gue?”
“Nggak.”

Tetapi, bukannya menyudahi small-talknya Emir hanya terdiam sambil nyengir2 di hadapanku. Matanya memperhatikan belahan rok mini-ku yang cukup berani.
“Nis, loe di kantor gak pernah kedinginan ya?” Aku terdiam.
“Maksud loe?”
“Iya, aneh aja. Orang lain bilang AC kantor kita terlalu dingin… Kok elo malah pake buka2 celana dalam loe segala sih?”

Ia menatapku sambil menyengir.
“Gue, gak tau, loe ngomong apa, Mir!” kataku, dan melangkah pergi dari cubicle-ku. Tiba2 tangan Emir menngkap lenganku.
“Anissa… Jangan pergi gitu dong, say. Gue tadi nemuin barang di ruangan si bos. Kalau gue gak tahu ini barang punya siapa, kan harusnya gue kasih ke bagian HRD. Tapi gue takutnya ntar jadi bikin masalah…”
Sambil mendekatkan mulutnya ke telingaku ia berkata, sedikit bisik2: “Dan gue yakin, loe orang yang nggak suka masalah, kan?”

Aku hanya menunduk mengalah: “Loe mau apa, Mir?”
“Gue? Oh, gue maksud loe? Enggak. Gue gak mau apa2 kok, Nis. Lagi pengen ngobrol aja sama loe. Gue harus begadang nih ngerjain layout buat client gue. Loe mau nemenin gue kan?” Aku hanya mengangguk. Kalau aku tidak menurut sama Emir, mungkin dia bisa merepotkan posisiku di kantor.
Akhirnya aku ikut ke cubiclenya Emir. Disana orang2 mulai pulang satu per satu. Aku duduk disebelahnya, pura2 memperhatikan apa yang Emir kerjakan di layar macintosh-nya.
Jam menunjukkan jam 8. Aku sudah menelfon suamiku, untuk memberitahukan aku ada kerja lembur. Dia sudah biasa. Emir dari tadi hanya sibuk dengan layoutnya, sama sekali tidak memperhatikan aku ada disana.
Jam 9. Di kantor tinggal ada Emir dan Michael, anak magang yang disuruh ikut lembur sama Emir. Michael, yang duduk di cubicle seberang, adalah anak keturunan chinese yang sedikit tambun. Lampu-lampu sudah redup. AC sudah dimatikan. Dan satu2nya cahaya adalah layar2 komputer dan lampu2 gedung2 tinggi diluar.
“Eh, udah malam ya?” tanya si Emir dengan nada dibuat2. “Gue sampai lupa ada elo, Nis!”
Aku benar2 kesal! Maunya apa sih ini orang?
“Ya udah deh. Loe kan mau pulang… Mendingan loe mulai deh. Gue biasanya lama lho keluarnya…”
Aku hanya terdiam. Gila ini orang.
“Eh, Nissa, loe denger gak sih gue ngomong? Ayo jongkok depan gue. Mulai loe!”
Kasar sekali orang ini. Aku malu dan terhina. Anak kecil ini, yang biasanya secara hierarchy kantor dibawah aku, menyuruh2ku seperti pelacur murahan.
“Hei, bengong lu! Buruan!”
“Mir… Masih ada Michael…”
“Trus emang kenapa? Oh, loe kasian sama dia? Iya juga sih, anak magang kasihan kalo kita suruh kerja rodi mlulu. Dia kan pengen belajar juga.” Emir memanggil Michael ke tempat kita. Aku rasanya mau pingsan. Hina sekali diriku…

“Mike, duduk sini loe! Loe liatin ya! Kalo loe nanti udah jadi pegawai disini loe boleh juga diisep sama si Anissa… Nis! Jangan bengong loe! Cepetan! Gue masih banyak kerjaan nih!”
Aku merasa seperti di mimpi (nightmare mungkin ya?) saat aku jongkok di depan Emir. Aku membuka resleting celana jeansnya dan aku keluarkan kontolnya yang hitam. Cukup panjang juga buat orang Indonesia, cuma kurang lebar kalau menurut seleraku. Aku buka mulutku lebar2 dan memasukkan seluruh batangnya ke dalam mulutku. Aku menyepongnya sekuat tenaga… Maju, mundur, maju, mundur… Dibantu dengan lidahku yang menari2 di bagian bawah batangnya. Aku berharap ia cepat2 menyemburkan spermanya ke dalam mulutku, agar aku bisa cepat pulang. Tangan Emir meremas2 toketku dari luar baju. Pasti terasa olehnya putingku yang mengeras. Tetapi si brengsek ini hanya terus ngobrol sama si Michael, mengomentari layoutnya. Si Mike sepertinya sulit untuk konsentrasi!
‘Dicuekin’ seperti itu aku merasa semakin tertantang. Tanpa kusadari aku mengocok kontolnya semakin cepat, semakin dalam… Sekali2 terasa mentok di tenggorokanku. Terdengar suara kecipak2 yang benar2 jorok! Tanpa kusadari aku memainkan klitorisku. Tanganku yang kiri menumpu badanku yang sedang jongkok, sedangkan yang kanan menggosok2 memekku yang sudah benar2 licin.
“Wah, bos,” sahut Michael ke Emir, “liat tuh dia memeknya kebuka banget!”
“Eh, loe! Lagi gue ajarin ngelay-out, perhatiin dong! Dasar anak magang! Susah deh emang kalo udah ada pelacur yang di kantor! Jadi gak ada yg bisa konsentrasi.”

Aku sudah bodo amat. Memekku terasa menegang dan berdenyut2. Tanganku yang tadinya hanya memainkan klitoris, kini aku sumpel dalam2 ke liang memekku. Seperti orang yang lagi dientot, aku merasa memekku mencengkram jari2ku. Dan tidak lama kemudian aku orgasme!
“Ummmmmmpff!” Aku tidak bisa teriak karena kontolnya Emir yang menyumbat tenggorokanku.
“Sialan ini perek!” umpat Emir. “Belom gue suruh udah keluar! Paling males gue ngewe sama cewek yang memeknya udah keseringan dientot.”

Emir menampar pipiku yang masih saja menghisap2 kontolnya.
“Bangun loe! Nggak enak banget disepong sama loe! Sini nungging di meja! Buang waktu gue aja loe!”

Aku udah seperti orang dungu mengikutinya. Aku menungging dengan badan atasku terlungkup di atas meja kantor yang dingin.
Aku melihat Michael yang memegang2 kontolnya dari luar celana. Mukanya sudah merah sekali.
Emir mengangkat rok mini-ku.
“Wah, udah ngira gue! Lihat nih pantat. Udah sering dipake juga nih.” Dengan kasarnya ia menusukkan jarinya ke dalam anus-ku. Aku menjerit kecil. Tapi, iya, memang. Siapa saja yang telah melihat bentuk lobang pantatku pasti bakal tahu, kalau aku sering sekali disodomi. Terutama oleh Tom, suamiku.

Aku merasa penuh sekali, dengan dua jari Emir yang keluar masuk lubang pantatku.
“Please… udahan dong!” rengekku.
“Dasar perek. Mikirin diri sendiri aja loe!” Jari2nya ditarik keluar. Terasa udara dingin di sekiar lubang pantatku yang sekarang terbuka menganga. Tetapi anusku tidak lama kosong. Terasa ujung kontolnya Emir menusuk dengan kasar, membuka lebih lebar lagi lubang pantaku.

“Aghhhhhh…. Entot pantat gue, Mir!”
“Diem lu! Pelacur! Pasti gaji loe gede karena suka ngentot sama si bule deh! Perek!” Sambil memaki2ku emir memukul-mukul buah pantatku. Aku hanya memaju-mundurkan pantatku, agar ia cepat keuar. Untuk menghilangkan rasa nyeri di pantatku aku gesek2 klitorisku lagi. Aku merasa hina sekali. Ternyata aku terangsang juga ‘diperkosa’ seperti ini.

“Perek bule loe, Nis! Ini bakal gue certain ke semua nak di kantor biar loe tahu rasa dientot sama satu kantor! Agghhhhhhh…..”
Emir menegang dan terasa kontolnya mengeluarkan sperma ke dalam lubang pantatku. Akupun keluar sekali lagi. Biarpun orgasmeku tidak sehebat sebelumnya, aku mengerang cukup keras. Hangat terasa cairan spermanya yang langsung mengalir keluar lagi, seiring dengan dicabutnya kontol yang panjang itu.
Aku lelah sekali. Terdiam aku di posisi nunggingku, sambil memain-mainkan memekku yang memar, serta sperma yang menetes ke laintai. “Perek!” sahut Emir. Ia meludah kearah lubang pantatku. Sepertinya ia punya dendam terhadapku. Aneh, padahal aku jarang sekali bicara dengannya.
Masih lemas sekali terdengar olehku bisik2 anata Michael dan Emir.
“Terserah loe, Mike! Loe mau keluarin dimana kek! Emang gue peduli?” katanya sambil tertawa. Aku menoleh kebelakang dan kulihat Michael sedang mengocok kontolnya yang kecil namun sudah tegang sekali. Ia mengarahkan kontolnya kearah lubang pantatku. Aku hanya memejamkan mata. Terasa cipratan spermanya mengenai lubang pantatku yang terbuka menganga.




Kalo gak bisa klik linknya berarti harus aktifkan javascript buat donlot videonya (Cara mengaktifkan javascript)


Slutty Annisa Pesan nyasar, bikin lembur, mengocok kontolnya di lubang pantatku elus klitoris memek di entot

Slutty Annisa : Office Party

Slutty Annisa : Office Party


Cerita dewasa ini bermula dari dua bulan yang lalu aku memulai affair dengan bos-ku di kantor. Sebenarnya Peter atau Pete bukan bos-ku langsung melainkan bos departemen client-service di advertising agency dimana aku bekerja. Awalnya aku kesel banget sama kelakuannya yang sok merintah-merintah siapa saja kalau dia lagi kesel. Tetapi suatu malam, waktu kita abis merayakan masuknya new business ke agency kami, kita satu team pergi ke Wwwok! di Kemang buat sedikit minum2. Mungkin karena bos-ku stress banget setelah dua atau tiga minggu kerja non-stop, dia sedikit keterlaluan maboknya. Anak2 kantor seperti biasa cuma ketawa2 saja liat tingkahnya yang tidak bisa berhenti ngajak orang ngobrol kalau sudah mabok. Tapi tidak ada yang menyadari bahwa dia selalu mencoba untuk merayuku. Dari mulai matanya yang tidak bisa lepas dari cleavage-ku saat berbicara denganku, sampai dengan tangannya yang terkadang mengelus buah pantatku dari luar rok ketatku. Waktu ia pergi ke toilet pun aku bisa merasakan ereksinya bergesek dengan pahaku. Jujur aku jadi horny juga, dan terpikir olehku untuk ke kamar kecil untuk membuka g-string-ku yang sudah lepek banget.

Setelah anak2 yang lain mulai bubar, aku menawarkan untuk mengantar Pete pulang, mengingat keadaannya yang sedemikian parahnya. Dia setuju, dan kami pun menuju pelataran parkir. Waktu itu sudah hampir pagi, jadi tinggal ada mas2 penjaga parkiran aja yang ada di dekat mobil-ku. Pete tidak berhenti juga nyerocos sambil mabok, padahal jalan saja sudah susah dan harus bertumpu di bahuku. Kadang2 ia jahilnya datang dan meremas toketku dari luar tank-top yang aku pakai waktu itu. Tukang parkir yang menunggu dekat mobilku tertegun melihat nipple-ku keluar dari bungkusnya karena tertarik sama tangan si pemabok. Aku hanya tersenyum nakal saja. Aku paling suka kalau bikin cowok tersipu2 dengan badanku!
Aku menyalakan mobil dan langsung cabut. Tukang parkir tidak kubayar – enak aja, kan udah liat toket gratis! Baru sampai Jalan Prapanca, bos-ku melepas seatbelt-nya. Aku pertama bingung. Dia ternyata membenamkan mukanya di selangkangan aku, sambil menarik rokku ke atas! Aku hampir menabrakkan mobilku ke trotoar. I was horny as hell! Sambil terus ngoceh, si bos menjilat pahaku… makin lama makin ke atas… ”Pete, please stop it!” kataku sambil memijit-mijit memekku yang basah dengan merapatkan pahaku. Tetapi dia tidak memperdulikanku! Terus, naik, naik, naik, sampai dekat sekali dengan memekku yang basah… ”I can smell your wet cunt, Anissa!”

Ia meregangkan pahaku dan menarik g-string-ku sampai putus di pinggulku. Aku meregangkan pahaku, terasa mukanya dengan bulu-bulu jenggot pedek yang kasar dibenamkan di antara pahaku. Lidahnya menjulur-julur kedalam memekku yang benar2 sudah banjir! Tapi, karena aku harus menyetir mobilku, aku sulit sekali terus mengangkangkan pahaku seperti yang ku mau, sehingga, permainannya terputus2. Aku kesel banget!

Untung kami tidak lama kemudian sampai di rumahnya. Mobil aku parkir di jalanan di depan rumahnya. Saat aku hendak membuka pintuku, ia berkata: ”Babe, sorry, but you can’t come in. My wife’s at home and it would be… you know….” Sialan! Umpatku dalam hati. Udah dibikin horny gini, sekarang aku gak boleh masuk ke rumahnya! Aku sudah benar2 butuh dientot banget. Aku tidak akan bisa nunggu sampai rumah untuk dientot sama suamiku. Akhirnya aku nyerah deh!

Aku menghadap ke jendela samping sebelah kanan, dan menunggingkan pantatku ke arah si Pete. Dia sedikit bingung sepertinya. Tetapi aku angkat rokku keatas dan terpampanglah vagina dan lubang pantaku yang sudah basah dari cairan memekku yang banjir.
”Just fuck me Pete. Stick your dick up my pussy! Please!” desahku. Aku tetap duduk menyamping sambil menunggingkan pantatku ke arahnya. Aku sudah masa boso kalau ada orang yang mungkin bisa memergoki kita. Aku hanya ingin memekku diisi kontol bos-ku yang keras itu. Sambil menunggu kontolnya menyusup ke memekku, aku memainkan klitorisku dengan jari2ku, sambil membuka lebar lubang kenikmatanku.
Aku mendengar resletingnya dibuka dan tak lama kemudian, kontol raksasanya Pete masuk dengan satu sentakan ke dalam memekku yang super-licin.

”Ooohhhh god!” gumamku, namun bos-ku hanya mengeram sambil mengeluar masukkan kontolnya dengan kasar sekali. Terasa panjangnya… setiap urat-urat yang ada di kontolnya. Seakan membuat memekku semakin lebar. Tidak lama kemudian kontolnya menegang keras dan berdenyut-denyut. ”Keluarin di dalam, Pete… fill me up with your cum, baby!” aku meracau tidak jelas. Terasa semburan demi semburan memenuhi rahimku, mengalir keluar dan meleleh ke pahaku. Bos-ku langsung mencabut kontolnya. Terdengar bunyi ’plop’. Si bajingan itu langsung menutup resleting celananya dan keluar dari mobilku, meninggalkanku dengan memek penuh dengan spermanya dalam posisi menungging seperti pelacur. Aku melihat bagaimana ia sempoyongan masuk ke dalam rumahnya.

Aku mengumpat. Tapi apa boleh buat? Tidak lama kemudian, aku menurunkan rok-ku dan memacu mobilku ke arah rumahku sendiri. Sepanjang jalan sperma bos-ku terus mengalir keluar dari lubang vaginaku. Di setiap lampu merah aku masukkan jariku ke dalam liang memekku dan kubersihkan sisa2 spermanya dari jariku dengan menghisap2 jariku sampai bersih. Aku membayangkan sedang menyepong kontolnya si Pete yang gede itu.
Tom, suamiku membukakan pintu rumah. Rupanya dia sudah tertidur.
”Wow! What happened to you? You’re a mess! Are you okay, baby?” sepertinya ia sedikit khawatir melihat penampilanku.

”Nggak apa2 kok, baby! Aku cuma abis dipake sama bos-ku,” jawabku nakal sambil berjalan ke kamar tidur kami sambil mengayunkan pinggul, ”I’ll tell you all about it, while you fuck my ass ’til I cum… You wanna do that?”



Kalo gak bisa klik linknya berarti harus aktifkan javascript buat donlot videonya (Cara mengaktifkan javascript)

Nina Disetubuhi Laki laki Lain Saat Suami Pergi

Nina Disetubuhi Laki laki Lain Saat Suami Pergi


Cerita dewasa panas ini tentang nina istri yang disetubuhi laki-laki lain saat suami pergi, Beban pekerjaan dan dan pikiran yang sumpek membuat Rahmat (45), yang menjabat sebagai kepala jawatan di sebuah daerah Kabupaten yang cukup maju, memutuskan untuk mengajak Nina (35), istrinya bersama dua anak mereka Riki dan Riko, kembar berusia 10 tahun, berlibur ke daerah wisata di luar kota selama sepekan. Dua hari menginap di hotel N di kawasan wisata pantai membuat keluarga Rahmat sejenak melupakan hiruk pikuk kota. Di sana setiap hari mereka menghabiskan waktu bersama, berenang, latihan diving, dan mengabadikan kegembiraan mereka sekeluarga menggunakan kamera foto dan handycam. Tapi di hari ketiga, Nina merasa kecapaian dan tidak ikut suami dan dua anaknya bepergian. Ia memilih diam di kamar hotel untuk istirahat. Pagi-pagi benar, Rahmat, dan Riko-Riki berangkat untuk menikmati indahnya pulau-pulau kecil di sekitar kawasan wisata itu yang harus ditempuh dengan menyeberang perahu boat selama setengah hari

“Ya sudah mama tinggal saja di hotel, istirahat.. paling besok kita sudah balik,” kata Rahmat saat hendak berangkat.

Ia mengerti benar stamina istrinya kurang fit kalau harus menyeberang menggunakan boat. Riko dan Riki mencium pipi mamanya sebelum pergi. Hotel N tempat mereka menginap jauh dari pemukiman penduduk. Tempatnya memang sangat nyaman untuk berlibur menghilangkan suntuk, dengan rindang pepohonan di sekitar hotel dan panorama pantai yang berpasir putih. Hanya saja, keluarga Rahmat datang ke sana saat bukan musim libur, dan suasana hotel memang sedang sepi tamu. Ini juga yang membuat pengelola hotel memperlakukan keluarga Rahmat secara spesial agar mau menginap lebih lama di sana. Sebab mereka menyewa dua kamar, satu untuk mereka dan satunya untuk anak-anak. Nina bangun sekitar pukul 11 siang, badannya sudah lebih segar dengan istirahat yang cukup. Ia lalu mandi dan menyantap sarapan yang diantar sedari pagi.

Nina tergolong wanita cantik yang di usia ke 35 tubuhnya semakin menggairahkan dari segi seksual. Payudaranya 36D dan tubuh tinggi montok berisi dengan pantat yang seksi dibalut kulit putih bersih. Banyak yang bilang wajah dan perawakan Nina mirip artis Mona Ratuliu. Setelah menikmati sarapannya, Nina mencoba rileks di sofa menonton televisi. Nina mengenakan kaos oblong putih dan celana pendek longgar agar lebih nyaman. Tayangan kuliner di televisi hampir membuat Nina yang berbaring di sofa terlelap lagi, tapi ketukan pintu kamar menyadarkannya. Salman (40) dan Rusdi (28), dua orang petugas Hotel itu berdiri di muka pintu saat Nina membukanya.

“Maaf mengganggu bu,” kata Salman ramah. Rusdi berdiri di belakang Salman.

“Oh nggak apa.. ada apa ya?,” tanya Nina.

“Tadi pagi kami dipesan pak Rahmat, disuruh memeriksa kemari, katanya ada gangguan kerusakan di shower dan saluran pembuangannya?,” jawab Salman.

Salman lalu mengenalkan diri kalau ia dan Rusdi adalah petugas hotel yang bertanggungjawab jika ada keluhan kerusakan fasilitas hotel.

“Ehm.., oh iya. Tadi sempat ke sini ya? Maaf ya saya bangunnya siangan.. ayo silahkan masuk pak,” Nina baru ingat tadi pagi sempat ngomel-ngomel karena kerusakan di kamar mandi hotel.

Nina menyilakan dua petugas hotel itu masuk. Tak disangka saat itulah niat bejat dua petugas hotel dan kesempatan yang tersedia di saat Nina seorang diri, membuat Nina diperkosa di kamar sewaan keluarganya.

**********************

Pengakuan Nina:

Rahmat, suami Nina bersama anak mereka, Riko dan Riki kembali ke Hotel N dua hari kemudian setelah menikmati keindahan pulau-pulau kecil di seberang kawasan pariwisata itu. Malam hari setelah Riko dan Riki masuk ke kamar mereka dan tidur, Rahmat mencari tahu apa penyebab istrinya bermuram muka sejak mereka kembali ke Hotel.

“Mama masih sakit ya?, kok diam terus dari tadi,” tanyanya pada Nina.

“Nggak papa, mama sudah sehat. Tapi selama papa dan anak-anak pergi….,” Nina tak melanjutkan ceritanya. Ia tengkurap di ranjang dengan raut sedih, sementara Rahmat dengan sabar menunggu jawaban istrinya itu.

“Ayo teruskan mama, ada apa sebenarnya?,” Rahmat penasaran.

“Mama diperkosa pa…mama diperkosa oleh dua petugas hotel ini…dan sekarang mereka sudah kabur,” isak Nina menjadi-jadi.

Nina pun bercerita bagaimana dua petugas hotel itu datang ke kamar untuk memperbaiki shower. Namun saat kamar tertutup, mereka meringkus Nina dan mengikatnya. Mulutnya disumpal kain dan matanya juga ditutup ikatan sapu tangan. Lalu, mereka memperkosa Nina berkali-kali.

“Apa..??,” Rahmat terkejut bukan main mendengar istri tercintanya digauli secara paksa oleh dua petugas hotel. Ia berusaha menghibur Nina agar tidak trauma, dan berjanji segera melaporkan kejadian itu ke kantor polisi esok harinya.

*********************

Rekaman Handycam

Rahmat sangat terpukul mendengar cerita istrinya. Setelah menenangkan Nina dan membiarkan ia terlelap, Rahmat kemudian keluar kamar hotel menuju tepian pantai untuk menyepi sambil merencanakan melaporkan masalah tersebut esok paginya. Tapi, sebelum keluar kamar Rahmat menemukan handycam milik Riko, anaknya tergeletak di dekat pintu kamar hotel. Handycam itu tidak dibawa ketika Rahmat bersama dua anaknya melancong ke pulau–pulau kecil dua hari lalu. Ia lalu memungut handycam itu dan membawanya keluar. Di tepi pantai yang sepi itu, Rahmat melamun panjang memikirkan nasib keluarganya. Pergi berlibur untuk melepaskan beban dari himpitan kerja dan hiruk pikuk kota, justru membawa problem yang sangat berat dan aib. Tangannya iseng menghidupkan handycam untuk mengambil gambar bintang di langit malam itu. Namun niat ia urungkan karena pita kaset ternyata penuh. Penasaran, Rahmat kemudian merewind kaset dan memutarnya untuk melihat isinya. Mata Rahmat terbelalak saat rekaman handycam tertayang di LCD handycam. Ternyata isinya adalah adegan pemerkosaan yang menimpa Nina, istrinya. Nina dalam keadaan terikat, masing-masing tangannya diikat di pojok sisi ranjang membuat posisi Nina terlentang dengan kaki terbuka. Ia hanya mengenakan celana dalam dan bra berwarna biru muda, sementara mata dan mulutnya tertutup erat dengan ikatan sapu tangan. Tubuh Nina yang putih mulus meronta-ronta di atas ranjang seolah menuntut dilepaskan. Suaranya hanya ehmmm…ehmmm… seperti berteriak, tapi tak bisa lepas karena mulutnya tersumbat.

“Ha.. ha.. ha.. ini dia.. tante girang yang sudah nggak tahan di atas ranjang,” suara seorang pria terdengar dalam rekaman itu.

Rahmat mengenal suara itu, ya suara itu tak lain dari Rusdi, bujangan petugas hotel. Nampaknya ia yang memegang handycam dan mengambil gambar Nina di ranjang.

“Eng.. ing.. eng… ini dia gigolonya…,” kata Rusdi, di saat yang sama muncul gambar Salman petugas hotel lainnya.

Salman hanya menggunakan kolor putih, di baliknya nampa penisnya yang mulai menonjol tegang. Salman menyeringai di kamera sambil lidahnya menjilati bibir sendiri seakan hendak menyantap makanan lezat.

Salman naik ke ranjang di mana Nina terikat. Ia berlutut di antara kaki Nina sambil tanganya mulai mengusapi kaki mulus Nina. Nina memberontak meronta-ronta, teriakan tertahan terdengar keras.

“Eit.. eit… percuma tante… lebih baik tante nikmati saja, ketimbang melawan ntar malah sakit lho.. he..he..he..,” ejek Salman dengan seringai mesumnya.

Salman terus meraba Nina mulai dari kaki, paha, perut, dan kini tangannya mulai menjalar ke payudara Nina yang masih terbungkus bra. Nina terus meronta berusaha melawan, tetapi percuma karena ikatan di tangan dan kakinya sangat kuat menggunakan tali plastik jemuran, semakin kuat ia meronta justru membuatnya semakin sakit pada pergelangannya.

“Kurang aj”, pikir Rahmat saat menyaksikan adegan itu di handycam, tubuhnya bergetar menahan amarah.

Rasanya ia ingin sekali menemukan petugas hotel itu dan menghajarnya habis-habisan. Rahmat melanjutkan menyaksikan adegan di LCD handycam, kini tangan Salman mencabik paksa bra istrinya itu hinga tanggal. Payudara montok Nina sampai tergoncang-goncang. Pemandangan itu membuat Salman makin bernafsu dan seketika bibirnya mulai menjelajahi payudara Nina, bergantian, satu dihisap satu diremas-remas.

“Ehmmhhkk… ehmhkkk…jangan!!” Nina terus meronta berusaha melawan, tapi Salman tak peduli dan terus melakukan aksinya menikmati payudara wanita cantik itu.

“Eihh.. tenang aja tante.. nanti juga wenak..,” kata Salman sambil tanganya memberi kode ke kamera agar mendekat.

“Waduh.. ini bayi tua lagi netek nih…, cucu mamah gede sih,” suara Rusdi terdengar dalam rekaman, sementara adegan itu diclose-up, nampak jelas bagaimana lidah Salman bermain di putting susu Nina, sesekali dihisap dengan keras, lalu dijilati lagi pelan perlahan.

Handycam di tangan Rusdi juga merekam jelas bagaimana putting susu Nina perlahan-lahan mengeras setelah menerima jilatan dan hisapan Salman.

Handycam kemudian diarahkan Rusdi ke bagian bawah, merekam tangan kiri Salman yang mulai menggerayangi CD Nina. Gambar kkembali diclose-up, pinggul Nina bergerak kencang berusaha menghindari sentuhan Salman, namun percuma. Jemari-jemari kekar Salman mulai menyusup ke balik CD dan menggelitik klitoris Nina, sementara di bagian atas yang tak terekam kamera bisa dipastikan Salman makin bergairah menghisapi susu Nina. Rusdi menjauh dan mengambil gambar utuh. Salman bergerak membuka penutup mata Nina, lalu ia mencabik CD Nina dan menjilatinya beberapa kali.

“Ha.. ha.. ha.. sudah kubilang, tante pasti suka. Ini buktinya cairan memeknya sudah mulai netes. Makanya jangan melawan ya,” Salman menghisap celana dalam Nina di bagian tengah yang ada bercak basahnya, lalu menghempasnya ke arah kamera.

Rusdi mengclose-up wajah Nina. Mata Nina melotot marah dan mulutnya yang masih tertutup ikatan sapu tangan mengeluarkan suara tertahan seperti membentak protes.

“Waduh.. si tante makin galak makin seksi nih.. ayo embat aja kang.., ntar gantian kita.., ” suara Rusdi menyemangati Salman.

“Santai aja Rud.. makin galak makin asyik rasanya. Sekarang kita lihat masih galak nggak kalau itilnya diisapin…. Ayo ke siniin kameranya biar lebih jelas gambarnya,”

Salman meremas susu Nina dan menjawil dagunya, Nina semakin marah, lalu Salam mengarahkan kepalanya ke selangkangan Nina. Handycam di tangan Rusdi mendekat ke selangkangan Nina. Jemari Salman membelai-belai vagina Nina yang sudah telanjang penuh, sementara Nina tetap berusaha melawan dan meronta-ronta. Bibir vagina Nina direngkah dua jemari Salman hingga terbuka, warnanya merah muda dan mulai basah lantaran klitorisnya dimainkan jemari Salman.

“Ini itil namanya frend.. makin digosok, tante makin kenikmatan… nggak tahan.. ha ha ha…,”suara Salman bergairah, sementara gambar di LCD menunjukkan jempolnya menekan dan menguyak klitoris Nina.

Bibir Salman kemudian mendekat ke vagina Nina, lidahnya mulai menjulur menjilati klitorisnya. Telapak tangannya menekan bagian atas vagina Nina yang ditumbuhi bulu halus tercukur rapi.

“Hmmm.. sedep bener nih tante. Wangi…nggak ada bau terasinya memeknya nih, ga kaya *****-***** di gang itu…he he. Rud kau suting mukanya tante pas aku mainin itilnya ya..,” Salman kembali menjilati vagina Nina, kali ini sambil dihisap-hisap.

Rusdi mereka ekspresi Nina. Matanya kini terpejam dan mulutnya yang tersumpal masih berusaha teriak, namun tubuhnya sudah lemah tak mampu meronta lagi. Tenaga Nina sudah terkuras karena berusaha melawan ikatan di tangan dan kaki.

“Ehmmhh.. ehmmmhhpp.,” suara Nina melemas juga, rontanya justru menjadi gemulai membuat Salman makin nafsu menghisap vaginanya. Jilatan-jilatan lidah Salman di vagina Nina membuat pikirannya bercabang. Ia mulai merasakan kenikmatan yang tak mungkin dihindari, secara naluriah ia jelas sangat menikmatinya, namun secara moral, bagaimanapun ini perkosaan, apakah pantas ia menikmatinya?

“Ehmm.. kenapa tante? Nikmat ya?,” suara Rusdi bertanya sambil wajah Nina di close-up. Nina melotot sambil berusaha mengangkat kepalanya, ia berusaha berteriak lagi, memprotes gambarnya direkam Rusdi.

Rahmat semakin marah melihat adegan itu. Dalam hatinya ia menaruh dendam kesumat pada Salman dan Rusdi yang mengerjai istrinya. Tapi adegan demi adegan yang dilihatnya di layar LCD handycam juga membuatnya semakin penasaran.

Rusdi tiba-tiba melepaskan sapu tangan penutup bibir Nina. Tapi Nina justru terpejam dan tak mengeluarkan sepatah kata pun, apalagi teriakan.

“Ayo tante.. mau marah apa? Mau ngomong apa.. ayo teriak lagi?,” suara Rusdi meledek Nina.

“Ehmm.. jangan… amphuunnn.. jangan disuting… amphunnn,” suara Nina memelas dengan nafas yang mulai berat dan mulai terangsang.

“Ampun kenapa tante..?,” suara Rusdi kembali menggoda.

“Akhhss.. amphuunnnn… oughhh… mmpphh..,” mata Nina kembali terpejam, tubuhnya bergetar seperti menahan birahi yang memuncak. Dari LCD handycam, Rahmat bisa menandai ciri-ciri wajah istrinya mulai dilanda gairah seksual.

Di bagian bawah Salman terus menjilati vagina Nina, Rusdi mengarahkan kameranya di bawah. Kepala Salman seakan terbenam di selangkangan Nina, saat di close-up nampak vagina Nina sudah sangat basah dan cairannya terus dijilati dan dihisap Salman. Pinggulnya bergoyang mengikuti irama jilatan Salman.

“Oughh.. ampphhhuuunnn… akhhsss..,” suara Nina terdengar.

“Nih suting nih.. nah lihat nih.. tante udah nggak tahan mau dientotin nih..,” kata Salman sambil jemarinya membuka bibir vagina Nina.

Handycam Rusdi mengclose-up vagina Nina yang terkuak oleh jemari Salman. Terlihat jelas dinding vagina Nina berkedut-kedut dan nampak dibaluri lendir birahinya sendiri. Salman masih menahan vagina Nina dengan jarinya, lalu penis Salman terekam di kamera sudah tegang mengacung dan mulai mendekati bibir vagina Nina.

“Eh Rud.. kau rekam yang lengkap ya.. aku entotin dulu nih tante, ntar kalau aku cabut kontolku.. kau close-up lagi memeknya ya…biar kau lihat bagaimana kalau nih tante puas.. ha ha..,” Salman menyeringai.

Salman mengambil posisi tepat di tengah kaki Nina, dan perlahan menuntut penisnya ke bibir vagina Nina.

“Amphhuunn.. tolong lepaskan saya.. jangan.. tolong jangan lakukan” Nina memelas pasrah, seolah sadar sesaat lagi ia akan disetubuhi pria lain yang bukan suaminya.

“Nah.. begitu dong.. yang halus.. jangan marah marah kayak tadi hah..!! Ayo sekarang mau apa, mau dilepas?. Rud turuti tante ini, lepas ikatan kakinya Rud, cepat…,” Salman tetap pada posisi siap menindih Nina, ujung penisnya sudah menyentuh bibir vagina Nina yang merekah.

“Akhhss.. jangan pak.. amphun.. jangan..,” Nina memelas sejadi-jadinya dengan suara parau saat merasakan benda hangat menempel di bibir vaginanya.

Rusdi merekam semuanya sambil melepas ikatan di kaki Nina. Dari posisi itu nampak jelas penis Salman sudah menempel di bibir vagina Nina.

“Sudah siap tanthee.. ouh.. sudah siap kubawa ke alam nikmathhh.. ahh..,” Salman menindih tubuh Nina dan memegang kedua pipi Nina agar wajah Nina menghadap ke wajahnya. Pinggulnya mulai ditekan membuat kepala penisnya menembus bibir vagina Nina.

“Ngghhh… amphuunnn.. jangahhnnn…tolong janganhhh… engghhhmmm… ouuhhhhggghhh… akhhhssss,” suara Nina yang memelas berubah menjadi desahan tak tertahan saat Salman mulai memasukkan penis ke vaginanya dan mulai memompa keluar masuk.

Rahmat melihat bagaimana tubuh mulus istrinya menggelinjang setiap sentakan pinggul Salman terjadi. Nina mendesah tak karuan ditindih tubuh Salman yang kekar. Perawakan Salman agak pendek, penisnya juga lebih pendek dari milik Rahmat. Tapi penis hitam Salman jauh lebih gemuk dan lebih tegar dari milik Rahmat. Rusdi mengclose-up bagian yang sedang intim itu. Bibir vagina Nina sampai monyong-monyong didera penis Salman. Salman menghentak pinggulnya semakin cepat semakin keras.

“Akhhss… ouhhh.. ahhhh… sssttt…ughhh…,” Nina terpejam sambil mendesah menahan nikmat, ia tak sadar wajahnya yang bersemu kemerahan karena terangsang sedang diclose-up oleh Rusdi.

Rusdi kemudian menjauh mengambil gambar lengkap. LCD handycam yang dilihat Rahmat menampakkan bagaimana kaki mulus Nina kini justru merangkul pinggul Salman yang semakin cepat memacunya, nafasnya terdengar keras memburu. Desahan Nina juga makin keras, dan kepalanya bergerak ke kanan-kiri.

“Ougghhh… argghhh… huh… nikmat sekalih tubuhmuuhh tannteehhh… ouhhh.. aaahhhhhkkkk…ouhhh nikhhhmmaaathhhh….,” Salman mencabut penisnya dan berlutut di hadapan Nina dengan kepala menengadah dan tubuh bergetar, sesaat kemudian penisnya menyemburkan sperma sampai ke perut Nina. Salman mencapai puncaknya.

“Waduh.. akang ini belum apa-apa tuh udah ngecrot kemana-mana maninya.., sini gantian.. biar saya ambil alih memuskan si tante” Rusdi bergegas naik ranjang menggantikan posisi Salman.

Rekaman di handycam sempat goyang menampilkan gambar lantai, cermin rias, dan langit-langit kamar. Kini Salman yang merekam gambar, sementara Rusdi sudah bugil menindih tubuh Nina. Penis Rusdi sangat kekar, panjang dan besar. Kotak-kotak kekar di perut Rusdi menggambarkan keperkasaan, ia memang perenang tangguh di kawasan wisata itu.

“Sudahhh… amphuunnn… jangan lagihh.. amphunnnhhh…,” pinggul Nina bergerak ingin menghindari penis Rusdi yang sudah mengarah ke vaginanya, tapi percuma karena kedua tangannya masih terikat membuat posisinya tertahan terlentang.

“Tenang tante sayang.. kan masih tanggung tadi.. sekarang saya kasih biar tante puas..,” Rusdi tiba-tiba menindih Nina, ia melumat bibir ranum Nina, meremas susunya, dan mulai menggenjot penisnya keluar masuk ke vagina wanita cantik beranak dua itu. Nina mulai mendesah, gerakan Rusdi membuat ia kembali terangsang hebat setelah puncak klimaksnya hampir sampai bersama Salman tadi. Rahmat melihat dari layar LCD bagaimana istrinya mulai hilang kontrol dan tak menyadari sedang berhubungan intim dengan lelaki lain yang memperkosanya. Nina terpejam dengan bibir terus dilumat Rusdi, malah Nina nampak membalas lumatan-lumatan Rusdi, nafas mereka sama-sama memburu bercampur desahan.

“Goyang yang keras Rud.. si tante dah mau sampai puncak tuh…,” suara Salman terdengar

Sementara gambar di close-up ke wajah Nina dan Rusdi yang berpagutan bibir. Rusdi menggocok semakin kencang, kaki Nina merangkul pinggul Rusdi seolah ingin hantaman yang lebih sempurna di vaginanya. Dalam hati Rahmat bercampur berbagai macam perasaan, marah, cemburu, sedih, juga terangsang sampai tangannya bergetar memegangi handycam itu

“Oughh… ghimmana tanntehhh… enakkhhhss…??,” Rusdi melepas pagutannya dan terus menggenjot Nina sambil mengeluarkan obrolan nakal

Nampak ludah mereka saling bertaut ketika bibir mereka berpisah. Nina semakin lepas kendali di saat puncak kenikmatan nyaris dirasakannya di bawah himpitan tubuh Rusdi yang kekar.

“Gimana tanthee… jawabbbhhh aghhh…,”

“Ngghhhmm ahhsss….,” Nina mendesis. Rusdi menggenjotnya lebih keras, dan terus meluncurkan pertanyaan mengejek pada Nina.

“Akhhss.. amphunnn… ahhhsss enakhhhmaaass.. sssttt..,”

“Apa tanthe??? Yang keras bilang…,”

“Ughhh… ssstnnikkhhmmmaatt… ssshhh aaahhh… ihhh…,”

“Enakh digoyanghhh… ayo bilang…,” Rusdi terus memancing Nina.

Nina menggelinjang kenikmatan dengan nafas semakin berat memburu. Peluh mereka bercampur menetes. Nina dapat merasakan urat-urat penis Rusdi yang menonjol itu bergesekan dengan dinding vaginanya. Benda panjang itu demikian keras dan perkasa hingga mampu memabukkanya dalam birahi, sebuah sensasi yang belum pernah dia dapatkan dari suaminya sekalipun.

“Apanya yang nikmat tantehh? Apanya hah? Omong yang jelas!”

“Ssttt.. ahhgg.. konthhh… tholll… assttt oughhh…,” Nina menjawab refleks di luar kendalinya.

“Yahhkk begithuu tannthee… akhhhsss… nihhhh.. ouh…memekmu juga enakhh loh” Rusdi semakin liar menggenjot Nina.

Kini kaki kanan Nina diangkat ke bahunya lalu dengan posisi itu Nina kembali dihajarnya. Ia terus menyetubuhi wanita itu sambil tangan satunya meremasi payudaranya yang montok.

“Hajar terus Di!” terdengar suara Salman yang sedang mengambil gambar menyemangati temannya.

“Tanhtee enakhh diapainnn hahh..??,” Rusdi memacu penisnya semakin cepat, ia mulai merasakan kedutan dari dinding vagina Nina menandakan Nina hampir klimaks.

Salman mengclose up lagi wajah Nina yang terpejam, sementara Rusdi menggenjot Nina sambil terus bertanya nakal. Salman berusaha melepaskan ikatan tangan Nina sambil terus merekam pertempuran ranjang itu.

“Aghh.. dihennntoothhinnhh aaakhhsss… ahhh. Amphunnnn uhhh enthooottt… akhhhsss ouhhh.. sssttt enghhhmmm,”desah Nina.

“Diperkosa ini tanthee.. enakhss diperkosaaa..??,”

“Yeahhh… akhhsss eeehhhnnn…naaakkhhh.. perkohhssaa…aahhhsss…,” Nina menceracau mengukuti pertanyaan Rusdi.

Tangan Nina yang sudah lepas dari ikatan bukannya mendorong tubuh Rusdi tapi justru merangkul leher Rusdi dan meremasi rambut Rusdi dari belakang. Dari LCD handycam di tangannya, Rahmat melihat istrinya sudah mencapai klimaksnya, suara Nina terdengar sangat menggairahkan saat itu. Tanpa sadar penis Rahmat mulai tegang, sungguh tak disangka, istrinya terlihat begitu menikmati hubungan badan dengan pria pemerkosanya dibanding dengan dirinya. Sungguh sebuah ironi tapi tanpa anehnya Rahmat malah terangsang menyaksikan rekaman perkosaan istrinya itu

“Ayooo.. tante.. ahhh.. ayohh…,” Rusdi juga hampir mencapai klimaks, secara maksimal tenaganya dipacu menggoyang Nina.

Tubuh Nina mulai bergetar hebat dan kakinya seperti kejang merangkul pinggul Rusdi yang terus bergoyang di atas tubuhnya.

“Akkhsss.. ahhhh… ammphuuunnnnhhhh… ssttttt akkhhhsssss…. Mmmmphhhmmmm… emmphhhhpppp,” pertahanan Nina akhirnya bobol, tubuhnya seakan kejang, tangannya menarik rambut Rusdi, dan kepalanya terangkat meraih wajah pria itu. Saat klimaksnya membludak, Nina justru melumat bibir Rusdi, memeluk Rusdi kuat-kuat, melepaskan kedutan-kedutan nikmatnya.

“Akhhh… ouhh.. yeahhh.. yeahhhh… ouhhh… yeaaahhhhh…,” Rusdi melenguh kejang melepas lumatan Nina. Rusdi juga mencapai klimaksnya sambil memeluk erat tubuh Nina, mereka berpelukan erat dan saling menekan kenikmatan di vital mereka secara bersamaan, lalu lemas beberapa saat kemudian.

Salman mengclose-up bagian vital itu, perlahan Rusdi mencabut penisnya. Air sperma Rusdi terhujam di dalam vagina Nina perlahan menembus keluar meleles di bibir vagina Nina. Rusdi berbaring di sisi Nina, sementara Salman mengangkangkan kaki Nina dan menguak vagina Nina dengan tangan kirinya, tanga kanannya mereka close up vagina Nina. Rahmat melihat vagina Nina masih berkedut-kedut. Selanjutnya tampak kamera diatur sedemikian rupa sehingga mengarah ke tengah ranjang, kemudian Salman nampak di layar menghampiri Nina. Kini kedua pria itu menggarap Nina secara threesome, Rusdi duduk selonjoran sambil bersandar pada kepala ranjang dengan penisnya dikulum oleh Nina, sementara dari belakangnya Salman menyetubuhinya daalam posisi doggie. Sesekali tangan Salman menepuk pantat Nina yang semok itu. Tiap sodokan penisnya mendorong keluar sperma Rusdi meleleh di bibir vagina wanita itu. Gambar di handycam kemudian terputus dan menampakkan Nina yang tertidur pulas di ranjang, bugil tanpa ikatan, pada bibirnya masih berbekas cipratan sperma.

“Ya beginilah kondisi nyonya sombong yang sudah kami perkosa sampai puas.. diperkosa malah kenikmatan dia sampe tidur ngorok ha.. ha.. ha..,” suara Salman terdengar.

“Ini dia film bokep made in Indonesia asli, tidak ada rekayasa dalam pembuatan film ini” suara Rusdi menimpali.

Rusdi dan Salman terus mengeksplore tubuh telanjang Nina sambil berkomentar. Dari komentar mereka Rahmat tahu kalau mereka nekad memperkosa Nina karena Nina menyinggung perasaan mereka. Waktu hendak membenahi shower dan kamar mandi, Nina sempat melontarkan kata-kata menyuruh mereka berdua cepat selesaikan pekerjaannya karena Nina tak tahan bau badan mereka. Tangan Rahmat luruh dan handycam hampir jatuh. Pikirannya kacau setelah melihat rekaman pemerkosaan terhadapa istrinya itu. Bukankah Nina akhirnya menikmati juga?, bagaimana mungkin ini dilaporkan ke polisi?, akan lebih menjadi aib jika nantinya dua pelakunya membeberkan ini suka sama suka. Rahmat berteriak sejadi-jadinya, lalu kembali ke kamar hotel. Setelah memastikan anak-anak sudah tidur lelap, ia menggauli Nina secara brutal membayangkan memperkosa istrinya sendiri.




Kalo gak bisa klik linknya berarti harus aktifkan javascript buat donlot videonya (Cara mengaktifkan javascript)

Memek istriku dientot kontol besar didepanku

Memek istriku dientot kontol besar didepanku


Cerita dewasa ini bermula dengan sesampainya di rumah setelah terbang sana terbang sini di beberapa kota masih di Pulau Jawa maupun di Pulau Kalimantan dan Sulawesi selama 7 minggu ini untuk urusan bisnis kayu dan hasil-hasil bumi lainnya, tubuhku mulai dilanda letih dan penat luar biasa. Namun secara psikologis justru sebaliknya, aku mulai dapat merasakan suasana rileks dan tentram. Merasa at home dan ingin selekasnya menemui mantan kekasihku, sang isteri tercinta. Hal ini cukup membantu keseimbangan diriku sehingga tidak membuatku dilanda senewen.

Karena penerbangan yang kuambil adalah sore jam 6 dari Surabaya, maka masih sore pula sekitar jam 7.30 aku sudah mendarat dan lalu setengah jam kemudian dengan menggunakan jasa taksi aku sudah menginjakkan kaki di halaman rumahku di bilangan Slipi. Lalu lintas tidak macet karena ini hari Minggu.

Dari luar ruang tamu nampak terang disinari lampu, berarti isteriku ada di rumah. Di rumah kami tinggal 4 orang saja. Aku yang berusia 38, isteriku 31, pembantu laki-laki 52, dan pembantu wanita 44. Oh ya, setelah 9 tahun menikah kami belum dikarunia anak. Jadi semakin menjadi-jadilah diriku menghabiskan waktu mengurus bisnis karena belum ada urusan lain yang memerlukan perhatianku. Syukurlah selama ini bisnisku lancar-lancar saja demikian pula perkawinan kami.

Ketika hendak kupencet bel kuurungkan siapa tahu pintu tidak dikunci. Tadi gerbang depan dibukakan oleh pembantu wanitaku karena kebetulan dia pas lagi mau keluar untuk membuang sampah. Setelahnya dia kembali ke kamarnya yang terletak di samping kiri bangunan utama. Pembantu-pembantuku kubuatkan kamar di luar. Ukuran rumahku cukup besar dengan masih ditambah tanah yang lumayan luas yang kubuat menjadi taman hampir mengelilingi bangunan rumah kecuali sisi kiri karena kepotong kamar-kamar pembantu dan jalan samping. Dari gerbang depan ke pintu kira-kira mencapai 25 meter.

Benar, pintu tidak dikunci dan aku masuk dengan senyap demi membikin isteriku kaget. Aku suka sekali dengan permainan kaget-kagetan begini. Biasanya isteriku suka terpekik lalu menghambur ke pelukanku dan dibarengi dengan ciuman bertubi-tubi. Itulah santapan rohaniku. Dan itu sering terjadi karena aku sering bepergian dalam waktu lama pula, rekorku pernah sampai 3 bulan baru pulang. Pada awal perkawinan kami tidaklah demikian, namun 5 tahun belakangan ini yah begitulah. Dampaknya adalah kehidupan seks kami mulai menurun drastis frekuensinya maupun kualitasnya.

Kali ini aku menangkap suasana lain. Memang biasanya sebelum pulang aku memberitahukan isteriku bahwa dalam 2 sampai 5 hari bakal pulang. Sengaja kali ini aku tidak memberitahu agar lebih dahsyat pekikan-pekikan kangen isteriku itu. Di ruang tamu TV menyala agak keras. Lalu aku menuju dapur mengendap-endap siapa tahu isteriku di sana dan sekalian mau mengambil air putih. Tidak ada. Ah mungkin lagi tidur barangkali di kamar pikirku. Kuletakkan tas koperku di atas meja makan lalu aku mengambil sebotol air dingin di kulkas. Kuletakkan pantatku di atas kursi sambil minum. Kuambil sebatang rokok lalu kunyalakan. Ada sekitar 5 menit kunikmati asap-asap racun itu sebelum akhirnya kuputuskan untuk naik ke lantai 2 di mana kamar tidur kami berada.

Pelan-pelan kunaiki tangga. Pelan sekali kubuka pintu, namun hanya seukuran setengah kepala. Aku ingin mengintip kegiatan isteriku di kamar spesial kami. Apakah lagi lelap dengan pose yang aduhai. Ataukah lagi mematut diri di cermin. Ataukah lagi.. Upss!! Berdebar jantungku.

Dalam keremangan lampu kamar (kamar lampuku bisa disetel tingkat keterangannya sedemikian rupa) kulihat ada 2 manusia. Jelas salah satu sosoknya adalah isteriku, mana mungkin aku pangling. Dia lagi mengangkangi seseorang. Posisi kepalanya nampak seperti di sekitar kemaluan lawannya. Perasaanku mulai dilanda kekacauan. Sulit kudefinisikan. Marah. Kaget. Bingung. Bahkan penasaran. Apa yang sedang berlangsung di depan mataku ini? Kepala isteriku nampak naik turun dengan teratur dengan ditingkahi suara-suara lenguhan tertahan seorang pria yang menjemput kenikmatan seksual. Mungkin saking asiknya mereka berolah asmara terkuaknya pintu tidak mereka sadari.

Tiba-tiba perasaan aneh menjalari diriku. Darahku berdesir pelan dan makin kencang. Rasa penasaranku sudah mulai dicampuraduki dengan gairah kelelakianku yang membangkit. Ini lebih dahsyat ketimbang menonton film-film bokep terpanas sekalipun. Kesadaran diriku juga lenyap entah kemana bahwa yang di depan mataku adalah isteriku dengan pria yang pasti bukan diriku. Sekarang aku lebih ingin menyaksikan adegan ini sampai tuntas. Kontolku mulai mengejang. Posisi mereka mulai berbalik. Isteriku mengambil posisi di bawah sementara lawannya ganti di atasnya. Persis sama seperti tadi hanya saja sekarang kelihatannya memek isteriku yang dijadikan sasaran. Aku semakin ngaceng.

“Ohh.. Sshh…” suara desisan isteriku berulang-ulang.

Telaten sekali si pria (aku sudah menangkap sosok lawannya dengan jelas adalah pria) sehingga isteriku mulai bergerak meliuk-liuk dan menengadahkan kepalanya berkali-kali.

“Uuhh.. Eehhss.. Teruss jilatthh.. Pak Minnh.. Ahh.. Uffh..”.

Plong rasa dadaku demi akhirnya menemukan identitas sang pelaku pria. Mr. Karmin pembantu priaku yang tua itu. Wah.. Wah.. Pantesan tadi aku agak mengenali sosoknya. Belum sempat aku banyak berpikir kesadaranku disedot kembali oleh suara-suara kesetanan isteriku dari hasil kerja persetubuhan itu.

“Yyaahh.. Teruss.. Teruss.. Aahh.. Tusukk.. Tuussuukkhin liidaahhmu Pak.. Yaahh beegittu.. Oohh..”

Semakin binal kepala isteriku tergolek sana sini. Nampaknya dia sudah berada di awang-awang kenikmatan. Aku juga semakin dilanda gairah sehingga tanpa sadar tanganku mulai meremas-remas burungku sendiri.

“Ahh…”

Ah isteriku akhirnya jebol juga. Aku tahu itu. Tapi nampaknya Pak Karmin masih meneruskan aktivitasnya. Sebentar kemudian kaki isteriku diangkatnya ke kedua bahunya yang bidang dan kekar itu (meskipun sudah tua tapi tubuh pembantuku masih gagah akibat pekerjaannya yang secara fisik membutuhkan kekuatan). Dimainkan jari-jarinya di liang memek isteriku. Lenguhan-lenguhan isteriku kembali terdengar. Semakin kencang kocokan jari Pak Karmin pada memek isteriku. Dengan menggelinjang mengangkat-ngangkat paha isteriku kembali dibuat mabuk kepayang. Akhirnya kulihat batang kemaluan Mr. Karmin sudah diarahkan ke lobang kemaluan isteriku. Busseett gede juga nih punya si tua bangka. Semakin menggelegak gairahku ketika membayangkan bagaimana memek isteriku akan dihujami oleh benda sebesar itu.

Bless. Masuk. Gleg ludahku tertelan.

“Oohh.. Eyaahh.. Eenaakk.. Paakk..”.

Pelan-pelan dipompanya memek isteriku dengan godam si Mr. Karmin. Mulai menggila kembali goyangan pantat isteriku melayani rangsekan-rangsekan si batang besar itu.

“Geennjoott.. Yaahh.. Genjoott.. Oohh.. Ennakk Banngeett.. Oohh..”

Aku menyaksikkan tubuh isteriku terhentak-hentak naik turun akibat sodokan-sodokan yang bertenaga itu. Tangan Mr. Karmin tak tinggal diam menyenggamai buah dada isteriku yang telah menjulang tegak. Wuuhh gila, dahsyat sekali pemandangan yang kusaksikan ini. Setelah hampir 10 menit diangkatlah tubuh isteriku dan dibalikkannya menjadi posisi menungging.

Gaya anjing rupanya dikenal juga oleh Si Tua ini. Kembali liang memek isteriku dihunjam dari arah belakang. Konsistensi gerakan kontol yang maju mundur itu beserta lenguhan-lenguhan isteriku semakin mengobarkan hasratku.

“Ahh.. Aahh.. Ssooddooghh.. Kuaatt.. Kuat.. Paakkhh, oohh.. Giillaa..”

Pompaan Mr. Karmin semakin lama dibuat semakin bertenaga dan semakin cepat.

“Oo hh.. Yaa.. Beggiittuu.. Teruss.. Paakkhh..”

Kupikir bakalan selesai eh ternyata isteriku sekarang disuruh berdiri, Mr. Karmin menyetubuhinya sambil berdiri. Tanpa sadar aku menoleh ke lantai bawah ternyata si Pembantu Wanita memergokiku sedang mengintip. Karena jengah atau bagaimana Mrs. Karmin merona mukanya lalu menyingkir ke belakang dengan tergesa. Pembantuku adalah suami isteri.

“Yaahh.. Terruuss.. Mauuhh.. Keelluaarr.. Nihh Paakkh..”
“Aku sebentar laggii.. Juuggaa.. Ibbuu..”
“Baarrenng.. Yaahh.. Paakkh.. Ohh.. Ohh.. Yaahh.. Uuddaahh”

Sambil mengejang-ngejang keduanya melepas energi terakhir dan terbesar yang disertai ledakan kenikmatan luar biasa. Mr. Karmin akhirnya jebol juga pertahanannya. Begitu adegan selesai aku dengan perlahan sekali menutup pintunya. Kuturuni perlahan tangga menuju dapur kembali. Celanaku masih padat mnggembung tak terkira. Aku senewen ingin menuntaskan hasratku.

Ketika sampai dapur kulihat Mrs. Karmin sedang duduk termangu. Kami saling menatap dalam keadaan bingung dan resah. Kudekati dia ketika mulai terisak-isak meneteskan air mata, ingin kutenangkan hatinya. Mungkin kejadian tadi telah berulang kali berlangsung selama aku tidak di rumah.

“Sudah sering kejadianya Mbok?” tanyaku. Dia mengangguk.
“Maafkan isteriku yah”

Entah kenapa tiba-tiba mata kami bertatapan kembali. Selama ini dia tidak berani menatapku. Kali ini mungkin dia sedang kesepian dan masygul hatinya.

“Ayo ke kamarmu Mbok.”

Hasratku masih tinggi dan harus dituntaskan. Kami saat ini sedang masuk dalam situasi kejiwaan yang membutuhkan pertolongan satu sama lain. Plus gairah buatku. Ketika sampai kamarnya yang agak sempit itu, kusuruh dia duduk di ranjang. Kupegang tangannya dan kuelus. Sosok wanita ini sebenarnya tidak terlalu buruk. Kulit terang meskipun tidak semulus isteriku tapi lumayan bersih. Tinggi sedang dan hebatnya perut tidak terlalu melambung. Tetek cukup besar setelah kusadari saat ini. Dia selalu memakai kebaya dan kain.

Kepalanya ditimpakan di dadaku. Meskipun dia lebih tua dari aku namun dalam kondisi begini dia memerlukan kekuatan dari dada laki-laki. Kubiarkan meskipun dibarengi aroma bumbu dapur. Tapi tidak terlalu menyengat. Rambutnya otomatis megenai hidungku. Bau minyak rambut Pomade menyergap hidungku. Kucium-kucium dan kuendus-kuendus. Kujalari menuju ke telinga. Diam saja. Ke lehernya. Malah terdengar ketawa kegelian. Mulai kuusap lengannya. Semakin erat dia mendesakkan tubuhnya ke diriku. Sambil mengusap lengan kanannya naik turun sengaja kurenggangkan jariku sehingga menyentuh tipis teteknya. Terus kuulang sampai akhirnya kepalanya mulai bergoyang. Lalu kuelus langsung teteknya. Gemas aku. Dia mulai mendesah. Kuremas-remas lembut. Mulai melenguh. Kubaringkan. Menurut saja. Kubuka bagian dada dari kebayanya. Memang besar miliknya. Kuning agak pucat warnanya. Kuhisap-hisap. Menegak-negak kepalanya.

“Ehhmm.. Eehhf..”

Kusingkap kainnya dan kuelus pahanya.

“Ehh.. Ehhshs..”

Kuselusupkan tanganku jauh menuju pangkal pahanya. Kuusap-usap gundukannya.

“Ehhss.. Ehhss.. Oohh…” tergolek kanan kiri kepalanya.

Kutindih dia dengan mengangkangkan kakinya. Mulai kuselusuri dari tetek sampai leher kanan kiri dengan lidahku.

“Oohh.. Paakk.. Oohh..”

Kurenggut bibirnya yang tebal dengan bibirku. Kumasukkan lidahku menjangkau lidahnya. Pada mulanya pasif. Lalu dia mulai mengerti dan kami saling beradu lidah dan ludah. Berkecipak suara kuluman kami. Kutekan-tekan bagian bawah diriku sehingga tonjolan burungku menggesek wilayah memeknya. Mengerinjal pantatnya.

“Esshh.. Ehhss.. Oohh…” desahnya berulang-ulang.

Kami berdiri untuk melepas baju masing-masing setelah kubisikkan keinginanku. Kuamati dari ujung rambut sampai kaki. Keteknya dibiarkan berbulu, ah sensasional sekali. Baru kali ini kulihat wanita membiarkan keteknya berbulu. Isteriku licin sekali. Jembut mememknya lebat sekali dan cenderung tidak rapi. Luar biasa. Karena hasratku yang sudah tinggi sejak tadi langsung kugumul

Dia dan menjatuhkannya di ranjang. Kujilati kembali mulai dari kening, leher, pipi, tetek, ketek (di sini aku berlama-lama karena penasaran sekali dengan rasa bulunya), perut dan memeknya. Kumainkan lidahku memutari labia mayoranya.

“Oohh.. Paakk.. Ohh..”

Dipegangi kepalaku dan ditekan-tekannya sesuai keinginannya. Kumasuki klitorisnya dengan lidahku. Aku tidak jijik kali ini. Hasratku yang menggila telah mengalahkan kebiasaanku selama ini.

“Esshh.. Ahhss.. Esshh.. Oohh.. Mmass..”

Dia memanggilku Mas berarti kesadarannya mulai kaca balau. Kuremas pantatnya sebelum akhirnya kujebloskan kontolku ke memeknya yang telah banjir bandang itu. Kupompa maju mundur tanpa tergesa. Yang penting bertenaga dan merangsek ke dalam. Menggeliat-geliat kayak cacing kepanasan si Mrs. Karmin ini. Semakin dikangkangkan pahanya. Kupegang ujung telapak kakinya sambil aku terus menyodokinya.

“Yaahh.. Teruss.. Yangg dalaam .. Masshh.. Ohh.. Ennaakk banngeetts.. Shh.”

Kubaringkin miring lalu kulipat kaki kanannya ke depan dan kuhujami memeknya dari belakang. Kami bersetubuh dalam posisi berbaring miring (kebayangkan?). Kuubah posisi menjadi dog-style. Namun dia telungkup sehingga tingkat penetrasinya lebih maksimal. Benturan-benturan dengan pantatnya yang bulat membuatku gemas. Kugenjot sedalam-dalamnya memeknya yang rimbun itu.

“Yaahhss.. Ehhssh.. Oohhs…” begitu terus erangnya sambil membeliak-beliak.

Akhirnya setelah 23 menit kami menegang bersama dan mencurahkan cairan masing-masing berleleran di dalam memeknya. Cairan miliknya sampai tumpah ruang merembes keluar memeknya, punyaku juga demikian saking tidak tertampungya semprotan maniku.

Kubiarkan kontolku masih terbenam sambil aku tetap menindihnya. Aku jilatin lagi leher dan pipinya sampai kontolku sudah lemas tak berdaya. Tanganku masih aktif bergerilya mengusapi buah kembarnya yang masih mengencang. Kujilat-jilat dan kuhisap-hisap. Keringat kami campur aduk membanjiri spreinya yang sudah agak kusam itu.

****

Sejak saat itu bila aku pulang dari bepergian maka aku mengunjungi Mrs. Karmin terlebih dahulu untuk bersetubuh di kamarnya baru masuk rumah setelah maniku terhambur ke memeknya yang mudah basah itu. Malah boleh dikata sudah tidak pernah lagi menggauli isteriku sendiri.

Suatu kali Mr. Karmin memergokinya ketika mau ambil rokok, namun aku cuek saja kepalang lagi hot, tapi dia mafhum saja. Toh ibaratnya kami seperti tukar pasangan. Pernah terbersit di kepalaku untuk melakukan sex party berempat. Tapi gagasan itu belum terlaksana, karena aku masih merasa risih kalau rame-rame begitu.




Kalo gak bisa klik linknya berarti harus aktifkan javascript buat donlot videonya (Cara mengaktifkan javascript)



kontol besar ngentot istri selingkuh

Threesome dengan istriku yang sexy

cerita bokep ini berawal dari ketahuannya aku sama istriku tentang aku punya seorang kekasih tanpa sepengetahuannya, pacarku ini berkulit agak kecoklatan tapi manis dan imut serta supel, sebut saja namanya dea. dea saat itu masih berumur 19 tahun dan aku sudah berumur 36 tahun serta istriku berumur 25 tahun. Dea dan istriku dulunya bertema akrab karena aku mengenalkan dea ke istriku sebagai teman kerja di kantor. Istriku percaya pada kebohongan aku itu dan dea pun terhadap istriku sangat pandai merahasiakan perselingkuhan ku dengannya. beberapa bulan berjalan, istriku mulai curiga dengan hubungan aku dengan dea. Istriku mulai melarang aku berjalan dengan dea dan mulai cemburu serta membenci dea. Hubungan gelap ini kami jalani antara aku dan dea, namun perhatiaan ku pada istriku terus bertambah untuk menutupi aib ku dengan dea di luar rumah. Perselingkuhan ku dengan dea tanpa terasa berjalan selama 2 tahun. Kadang aku membohongi istriku dengan alasan tugas ke luar kota padahal aku dan dea pergi menginap di sebuah hotel di kota itu juga. Dea aku setubuhi dari sejak kami pacaran 2 bulan pada saat itu usia dea baru hampir 18 tahun dan kegadisan dea aku renggut dengan janji aku akan menikahinya sebagai istri ke 2 bagiku. Dea mau menerima untuk jadi istri ke 2 ku tapi istriku tidak mau menerima kalau aku menikah lagi dengan wanita manapun. Padahal istriku telah di vonis oleh dokter ahli kandungan bahwa tidak bisa memberikan aku keturunan karena ada kelainan pada rahimnya. Istriku minta cerai dariku apabila aku menikah lagi dengan wanita lain. Aku sangat mencintai istri ku, istriku cantik, putih dengan ukuran dada 36 A dan bening serta sangat mulus sekali. Fisik dea dengan istriku jauh sekali berbeda sementara dea tinggi cuma 155cm sementara istriku 168cm, dea punya ukuran dada 32A sementara istriku 36A dan dea berkulit agak kecoklatan sementara istriku putih bening dan sangat mulus sekali.
Tiga tahun berjalan perselingkuhan ini ku jalani akirnya ketahuan juga dan aku mengakui ke istri ku tentang semua itu, akirnya istri marah besar dan lari ke orang tua aku di kota yang jauh jaraknya dari tempat tinggal kami. Selama istriku minggat dari rumah aku dan dea merasa bebas dan leluasa dan aku jarang pulang ke rumah karena aku dan dea hampir setiap hari nginap di hotel berduaan dan bermain sex sepuasnya.
sebulan kemudian aku ke kota J menjemput istriku di tempat orang tua ku dan istriku mau pulang ke rumah apabila aku memutuskan hubungan aku dengan dea, aku berjanji pada istriku untuk meninggalkan dea dan mengakiri semua perselingkuhan itu. akirnya istriku pulang kerumah bersama aku dan anak angkat kami yang berusia 2.5 tahun. Namun, sesampainya di kota tempat kami tinggal aku dan dea tetap lanjut seperti biasanya dan pertengkaran dalam rumah tanggapun terjadi lagi. 1 minggu sudah kami pulang kerumah dan akirnya istriku mengizinkan hubungan kami dengan catatan aku tidak mneceraikan istri ku dan mampu berbuat adil. Hari pertama istriku mengizinkan aku untuk menikahi dea saat itu kami bertiga menginap di hotel sebuah hotel mewah di kotaku dan malam itu setelah pembicaraan dan permasalahan tentang aku dan dea selesai kami tidur bersama. Istriku menyuruh aku tidur di tengah antara dea dan istriku. malam itu karena sudah sebulan lebih istri ku tidak ML dengan ku dia meminta untuk bersetubuh dengan aku padahal dea tidur disamping aku. Aku memenuhi keinginan istriku tersebut untuk bersetubuh dengan istriku, aku mencium leher jenjang istriku dan istriku mulai mendesah dan meraba daerah selangkangan ku. Aku mulai melumat bibir mungil istriku dan kami saling berciuman selama 5 menit dan nafsu istriku mulai tidak terkendali dan mulai melepaskan pakaian ku. Sementara itu dea yang pura pura tidur disamping kami mulai gelisah dan memutar posisi tidurnya membelakangi kami. Aku mulai mencium dan melumat buah dada istriku dan tangan ku bermain di klitoris istriku, sementara itu tangan istriku mulai masuk kedalam celana pendek ku yang terbuat dari bahan kaos dan mengocok ngocok batang kontol ku. Kenikmatan yang teramat sangat mulai aku rasakan namun sesekali aku mencuri pandang pada dea yang pura pura tidur disamping kami. Aku mulai tidak sabar dan sekali tarik dengan tarikan yang pasti dan profesional aku melepaskan celana dalam istriku dan setalah itu istriku juga melepas celana dalam ku. Kami melepaskan baju masing masing dan kami mulai berbugil ria berdua sementara dea masih pura pura tidur disamping kami. setelah lama saling cium dan raba aku mulai mengarahkan batang kontolku ke belahan merekah memek istriku, dengan tegap dan yakin kontolku mulai mearmbah masuk kedalam vagina istriku dan istriku mendesah saking terasa enaknya. Sekitar 20 kali kocokan istri meminta rubah posisi dengan posisi dia diatas dan kami merobah posisi seperti yang diminta istriku. Pada saat istriku di duduk di atas selangkangan ku dengan bebas di mengerak gerakan pantanya naik turun dan maju mundur. Lima menit kemudian istriku mencapai klimaks sementara aku hanya diam dan bertahan di posisi bawah. Kembali istriku mengoyang pantatnya maju mundur di atas selangkangan ku, namun kali ini dia lakukan sambil menarik dea.

Aku kaget sekali saat istriku menarik dea dan istriku mengajak dea untuk bergabung bersama tapi dea menolak karena ragu dan malu sebab kali ini ada istriku. Istriku menyuruhku untuk merayu dea dan aku merayu dea untuk bergabung dan akirnya dea mau juga karena dari awal dea sebenarnya juga sudah terangsangan karena mendengar rintihan dan desahan kami berdua. Sambil bertahan di posisi bawah di genjot istriku aku mencium bibir dea dan meraba dada dea, dea mulai tidak terkendali dan dia tanpa menghiraukan lagi istriku akirnya menikmati lumatan bibirku di bibirnya. Dea menurut saja saat aku mulai melepaskan pakaianya satu persatu dan akirnya bugil juga. Sementara itu istriku masih sibuk dengan jobnya menggenjot kemaluanku didalam memeknya. Akirnya istriku klimaks lagi untuk yang kedua kalinya. Setelah puas menggenjot aku, istriku mulai melepaskan batang kontolku yang tertanam dalam vagina, setelah itu dia pindah kesampingku. Istriku menarik wajah dea dan mencium kening dan pipi dea serta sesekali meraba dada dea yang mungil. Istriku menyuruh dea tidur telentang sambil mengangkang. Setelah dea telentang di tempat tidur, istriku menyuruh aku menyetubuhi dea. Aku bertanya ragu pada istriku..."serius nih sayang???"" Istriku menjawab,..."iya, serius...lakukanlah sayang, lebih baik aku melihat papa bersetubuh dari pada papa bohong.." kata istriku. Dengan gerakan penuh nafsu aku ambil posisi untuk menyetubuhi dea, aku mulai berada di atas dea sementara dea menelentang menunggu gempuran ku di bawah badanku. Aku mulai mencium lagi bibir dea dan setalah itu turun ke bagian dada dea yang mungil serta menciumi perut dea. Sementara itu istriku sibuk mengocok ngocok kontol ku, selang beberapa menit akirnya aku siap untuk menguhujamkan batang kotolku ke memek dea. Istri ku memegangi kontolku dan mengarahknnya ke memek dea. Tangan istriku tetap memegang batang kontolku dan mengesek gesekanya ke memek dea.Dea mendesah mendapatkan kenikmatan yang tiada duanya Beberapa lama kemudian istriku mulai mendorongkan pantaku ke bawah sambil memegang kontolku dan mengarahkannya lagi ke memek dea. sedikit demi sedikit batang kontol ku mulai masuk ke memek dea yang sudah sangat basah itu tapi tangan istriku masih tetap memegangi batang kontolku untuk menuntun kontol ini masuk ke memek dea. Akirnya setelah amblas semua batang kontolku masuk ke memek dea istriku menciumi punggungku dan tengkuk ku. sesekali istriku juga menciumi pipi dan kening dea. Namun karena sangat nafsunya, dea meraih kepala istriku dan mencium bibir istriku, akirnya mereka berdua bercium dengan sangat mesra sekali dengan penuh nafsu. Sementara itu aku tetap saja terus mengocok ngocok batang kontolku ke dalam memek dea. 5 menit kemudian dea mencapai puncaknya, sambil memeluk tubuh istriku dea klimaks dan aku makin memeprcepat kocokan kontolku kedalam memek dea. beberapa kocokan kemudian aku merasakan ada yang minta keluar dari batang kontolku, aku menanyakan pada dea...mau dikeluarin dimana sayang, diluar apa didalam??" tanyaku pada dea. Istriku menjawab, keluarin aja di dalam pa.." kata istriku. Dea juga mejawab pertanyaan ku..."terserah abang mau keluarin dimana...dea mau aja deh.." katanya. Aku langsung raih tubuh istri dan ku lumat dada besar istriku sekuatnya sementara itu batang kontolku menyemburkan air maniku di dalam memek dea.

Saat aku lagi keluar, istriku membantu menambah kenikmatan dengan menekankan pantatku sekuatnya ke selangkangan dea dan kontolku makin dalam masuk ke dalam memek dea dan air maniku pun semakin jauh masuk di dalam rahim dea. setelah puas menembakkan air maniku ke dalam memek dea kami bertiga berciuman dan saling membelai dengan mesra. Istriku berkata pada dea, "kakak sengaja menyuruh abang menyetubuhi dea, biar nanti kakak ga cemburu lagi sama dea dan begitu juga dea nanti setelah menikah sama abang" kata istriku. setelah selasai kami masuk kekamar mandi bertiga untuk mencuci kemaluan masing masing. Dikamar mandi kami bercanda ria bersama dan dea bersama istriku sibuk membersihkan batang kontolku dengan sabun. Setelah bersih istriku menyuruh dea jongkok mengulum kontolku lagi dan istriku sibuk mencium dada dan bibir ku. Setelah itu mereka berdua bergantian posisi, sekarang istriku yang mengulum kontolku dan aku sibuk melumat dada mungil dea. Akirnya batang kontolku keras lagi, kedua wanita ku juga sudah mulai naik lagi naik nafsunya. Aku mengangkat tubuh dea ke wastafel biar agak tingi dan memudahkan aku memasukkan kontolku ke memek dea, sementara itu istri memegangi batang kontolku sambil menuntun kontolku yang panjang dan besar ini untuk masuk kedalam memek dea. Sekitar 20 kocokan aku melepaskan batang kontolku dari memek dea dan sekarang giliran istriku yang aku entot memeknya dengan posisi yang sama aku lakukan ke dea. Sementara aku sibuk megocokkan kontolku ke memek isktriku dea juga sibuk memelukku dari belakang sambil menciumi leher dan bibirku. Beberapa menit kemudian kontolku mulai ingin menyemprotkan sperma dari sarangyan. Kucabut kontolku dan ku suruh istriku duduk jongkok berdua dea dan sementara itu aku sibuk mengocok ngocok batang kontolku pakai tangan sambil ku arahkan batang kontol ku ke muka dea dan istriku. Saat spermaku keluar, dea dan istriku membukakan mulut untuk menanti semprotan spermaku ke mulut mereka....sperma ku keluar kental sekali dan ku semprotkan sebahagian kemulut istriku dan sebahagian lagi ke mulut dea. Mereka menelan sperma ku dan istriku mengocok ngocok kontolku ku kemulut dea. Dea melumat kontolku yang dikocok istriku itu dan sisa sisa sperma yang masih ada habis dimasukin kedalam mulut dea. Akirnya kami mencuci lagi kemaluan masing masing. Setelah puas bercinta bertiga kami tidur bertiga dan aku tidur di tengah antara dea dan istriku sambil bugil sampai pagi. Paginya kami lakukan lagi bersetubuh di atas tempat tidur. Sampai saat ini kami sering melakukan persetubuhan tersebut bertiga, kalau ada kesempatan kami pasti melakukannya baik di hotel, dirumah aku atau di tempat kos dea. Hal ini sudah berjalan 4 bulan sementara istriku mendesak aku supaya secepatnya menikahi dea karena istriku ga mau dea hamil sebelum aku menikahinya.


Threesome dengan istriku yang sexy


Kalo gak bisa klik linknya berarti harus aktifkan javascript buat donlot videonya (Cara mengaktifkan javascript)

Istriku suka ngentot orang lain #bagian 5

memek istriku Pukul 15.37, Selasa

Dengan sigap pula dia copot celana dalamnya sendiri dan langsung naik ke sofa. Lelaki itu ditumpakinya. Tangan kirinya meraih kontolnya, diarahkan langsung ke lubang vaginanya. Dia belum pernah bersanggama dengan suaminya di sofa ini. Tetapi beberapa kali dia pernah lihat gambar porno, pasangan yang bersanggama di sofa macam ini. Dia coba tirukan. Sementara sang lelaki menyambut dengan pelukan di pinggang sambil menempatkan ke arah yang tepat.
Ujung kontol itu telah menyentuh bibir memek istriku. Kegatalan amat sangat datang pada kemaluannya. Pantatnya menggoyang yang langsung diimbangi oleh pantat sang lelaki. Yang satu menekan-nekan yang lain mendorong-dorong. Gelombang ke gatel an memek dan kepala kontol dari kemaluan masing-masing menderas. Masing-masing mau cepat menembusi dan melahap. Uhh ..kontol ini kelewat besar, begitu batin istriku, sementara ahh.. vagina ini demikian sempitnya, begitu pikiran sang lelaki. Tentu saja benar. Yang selama ini menembusi adalah kontol suaminya yang ukurannya paling cuma setengahnya. Belum pernah vagina ini menerima kontol sebesar itu. Istriku berteriak histeris. Ada sedikt rasa sakit yang menyertai nikmat luar biasa ini. Tapi sang lelaki sudah tak akan pernah mundur lagi. Dengan tambahan dorongan dari bawah akhirnya kontolnya terbenam. Seluruh batangan besar dan panjang itu bulat-bulat telah ditelan oleh kemaluan istriku.
Sekarang istriku merasai, betapa setiap mili dinding dalam kemaluannya mencengkeram erat batangan bulat panjang itu. Rasanya nggak ada celah longgar. Setiap saraf-saraf vaginanya merasakan sentuhan batang itu, yang menyebabkan reaksi bergelombang datang. Setiap sarafnya seakan ingin melumat batang itu.
Dan yang dirasakan lelaki itu adalah vagina istriku mengempot-empot. Seakan menghisap-hisap dan memerasi kontolnya yang menimbulkan kenikmatan luar biasa. Dan reaksinya langsung mencaplok susu istriku dengan sepenuh nafsu. Menggigiti putingnya dengan buas, sebelah kanan dan kiri ber-ganti-ganti.
Paduan gelitik kontol pada vaginanya dan gigitan bibir lelaki asing itu pada susunya sungguh merupakan sensasi kenikmatan yang luar biasa. Istriku kini menjerit-jerit kenikmatan. Tak ada lagi rasa kawatir didengar orang. Nafasnya demikian memburu. Pantatnya meliuk mengebor-ebor. Dan sang tamu tidak lagi mau menahan dengan diam. Diangkatnya pantat istriku naik, kemudian diturunkan, naik lagi, kemudian turun. Demikian ber-kali-kali. Gesekkan antara kontol dan vagina saat naik turun itu membuat keduanya semakin histeris. Dan berikutnya dengan tenaganya sendiri istriku mempercepat naik turun pantatnya disebabkan kegatalan vaginanya yang nggak lagi tertahan. Dan nampaklah istriku yang menunggangi lelaki asing tamunya, melakukan kocokkan kontol tamu dengan vaginanya seperti berpacu. Makin cepat, makin cepat, makin cepat. Suara teriakkan kenikmatan istriku diseling desahan sang lelaki menjadi simponi erotik yang pasti akan merangsang siapapun yang mendengarnya.

*****

Pukul 16.00, Selasa
Pada kesempatan inilah, untuk yang pertama kali istriku mengalami apa yang sering dia dengar, orgasme. Saat-saat menjelang orgasmenya datang, sebagai sesuatu yang baru pertama kali dia rasakan seumur hidupnya dia merasakan rangsangan gatal yang amat sangat yang disusul perasaan se-akan mau kencing pada vaginanya akibat dari gosokkan dengan kontol besar itu. Rasa itu sungguh tak terperikan. Perasaan macam itu membuat fisiknya demikian kuat. Kocokkan pompa yang menguras tenaga itu dia lakukan dengan kecepatan yang semakin tinggi.
Disertai hentakkan pada saat kemaluannya menelan kontol besar tamu asing itu agar ujungnya lebih mentok ke mulut rahimnya, yang dibarengi dengan teriakan nikmat yang histeris di-ulang-ulang hingga .. akhirnya.. sampailah. Bendungan itu jebol. Orgasme itu datang. Seperti air bah yang lepas. Ketegangan yang semula berada di puncak yang sangat tinggi langsung turun hingga ke dasarnya. Seperti beban berat yang berhasil dilepasnya. Kocokkannya memelan, memelan dan berhenti. Pelukannya melemas. Kucuran keringatnya membasahi tubuhnya dan tubuh sang tamu. Kepalanya disenderkan pada bahu lelaki itu.
Sang tamu ini sungguh lelaki yang memahami. Dia terima kelelahan istriku. Dia ikut berhenti. Dia beri kesempatan. Dia sabar. Dielusnya kepala istriku, diciuminya lehernya dengan lembut. Dijilatinya keringat istriku. Sementara kontolnya dibiarkan terbenam dalam vagina istriku. ‘Oohh ..’, terdengar lenguh istriku sambil sedikit menggeser wajahnya tenggelam keleher lelakinya. Nampaknya istrikupun ingin kontol gede itu tetap di dalam vaginanya. Keadaan menjadi hening, tanpa desahan atau rintihan kecuali nafas-nafas panjang dengan sebentar ter-engah. Dunia sekelilingnya juga seakan ingin diam sesaat..

*****

Pukul 16.14, Selasa
‘Mass ..’, ‘heehh..?!’, ‘..ennaakk.. puass ..?’, ‘..Hheehh..’, ‘..Oocchh..’, terdengar bisikan-bisikan tanpa diikuti gerakan-gerakan.
‘Aku belum pernah lho, seperti ini .., ..aku heran sendiri ..’, istriku ngomong. ‘..hhee..eehh’, sahut lelaki itu masih enggan-enggan. ‘ Baru sekarang aku merasai orgasme’.
‘Bener lho, mas. Aku koq bisa mengulum kontol, menjilati spermamu ..hhoocchh .., kalau suamiku tahu ..’..’Ternyata nikmat banget .. Hhoocchh ..hheecchh ..’, terdengar tarikan nafas panjang.
‘Mass .., mmaass .., capai yaa ..?!, ‘.. Nggaakk .. belumm, khan aku belum keluar lagi ..’, ‘ ..koq kuat banget sih .., nihh masih gede dan kaku dalam nonokku ..’, ‘Khan madduu ..’, tentu kelakar, ‘Iyaa bener-benerr ..’, masih dalam saling berbisik. Istriku mencium gregetan leher lelaki itu. ‘..uuhh ..’, entah lenguh siapa lagi .. Diam, hening lagi untuk beberapa saat..
‘Belum keluar ya mass, .. Mau dikeluarin ..??, dimana ..??’, istriku bertanya. Pertanyaan itu memancing kerut dahi tamunya sesaat ..tetapi dia bisa menjawab ..,’Bagaimana kalau di mulut kamu ..?’, bisik-bisik, ‘woo, mauu ..’, tanpa pikir lama-lama pelan-pelan istriku bangkit, kemaluannya melepas kontol sang tamu yang masih tetap tegak ngaceng dan mengkilat-kilat basah hingga batangnya yang disebabkan cairan yang keluar dari vagina istriku. Dia ingin memberikan layanan terbaik bagi tamunya ini .., dia ingin mendengar dan melihat bagaimana tamunya ini merintih dan mengerang-erang merasakan kenikmatan dan mendapatkan kepuasan puncaknya.
Sang tamu mengambil posisi berdiri dengan kontolnya yang ngaceng menantang ke depan, disusul istriku jongkok pada lututnya dan langsung meraih kontol itu untuk di-emotnya.
Kali ini istriku tidak nampak ber-emosi, mungkin sedang surut sesudah orgasmenya tadi. Tetapi sang tamu dengan mendongakkan kepalanya kini mengerang. Tangannya meraih kepala istriku, direngkuhnya kemudian didorong kedepan agar kontolnya lebih dalam lagi dikuluman mulut istriku. Dan istriku mengikuti. Gerakan memompa. Lelaki itu memaju-mundurkan bokongnya, mengerang sambil makin keras meremasi rambut istriku. Tentu terasa pedas bagi istriku. Tetapi suara erangan lelaki itu membuat istriku pelan-pelan timbul kembali ke-asyikannya. Dia mainkan mulutnya. Terkadang dia lepas kulumannya dan menjilat-jilat batangnya. Juga dia isepin buah zakarnya. Di titik ini nampak kelemahan lelaki itu. Setiap jilatan di zakarnya dia se-akan memohon dan mengemis, ‘Terus .. tolong, terruss..oohh mmbbaakk.. enakk bangett ..terruuss..’.
Zakar tamunya ini terus dia isepin dan jilatin. Dan benar .., tak begitu lama lelaki asing ini mengeluarkan teriakan histeris yang ditunggunya ..’..mau keluarr.. oohh mau keluarr ..keluarr, mbbaakk.. Isepp.. kontolku..isepp’, sembari menjambak rambut istriku diarahkan ujung kontolnya ke mulutnya dan ..sserr..crot..crot..crott ..muncratlah sperma segar panas langsung ke mulut istriku.
Dan mulut istriku yang sudah menganga sejak tadi siap menerima semua puncratan sperma tamunya. Tak ada setetespun yang lepas dari mulutnya. Masih dalam keadaan crot crot, mulut istriku sudah mencaplok ujung kontolnya untuk memastikan bahwa tak setetespun akan tersia-sia ke tempat lain. Wajahnya yang merem melek nampak menikmati cairan hangat di mulutnya itu. Nampak pula dia mulai mengecap-ecap kemudian menelan berliter cairan yang keluar dari kontol lelaki asing itu.
Selepas itu baru dua insan ini merasakan kelelahannya. Keduanya terduduk. Sang tamu bersender kembali ke sofa, dan istriku tidak bangun dari lantai menyandarkan tubuh dan kepalanya pada kaki-kaki lelaki itu.

*****

Pukul 16.26, Selasa
Sesudah beberapa saat istriku bangkit. ‘Tak bikinkan kopi ya, .. Capuchino mau ..?’, ‘Apa tuh ..’. Rupanya tamu ini benar-benar dari klas kumuh, dia nggak ngerti nama minuman tadi. Tetapi istriku tak lagi menghiraukan, dia ambil celana dalam dan kulotnya, dia pakai dan beranjak ke-dapur.
Di dapur kini istriku merasakan bibir kemaluannya agak pedih-pedih. Tentu karena kontol yang kelewat gede dari tamu asingnya itu. Sendirian dia tersenyum. Puas. Petualangan yang baru dilewati sungguh ‘eksaiting’. Sambil mengambil cangkir dan kopi dia mikir, biar kutahan lelaki itu. Biar dia nginep. Pulang esok sore, begitu pikirnya. Mumpung. Aku mau lagi, lebih lagi. Aku pengin telanjang bulat semua. Biar kuajak saja ke kamar tidurku. Di kamar dimana aku dan suamiku tidur. Rasanya penyelewengan dan pengkhianatan yang makin tinggi kwalitasnya akan semakin nikmat. Masih adakah cinta pada suaminya.., sesudah penyelewengan ini ..? Jangan tanya cinta .., itu hal yang lain. Urusan cinta suami tak perlu diragukan. Ini tidak lebih dari urusan libido. Urusan orgasme yang memang dengan suami nggak pernah bisa diraih. Ahh ..dia benar

Bersambung...

Istriku suka ngentot orang lain bagian 5

Kalo gak bisa klik linknya berarti harus aktifkan javascript buat donlot videonya (Cara mengaktifkan javascript)

Istriku suka ngentot orang lain #bagian 1
Istriku suka ngentot orang lain #bagian 2
Istriku suka ngentot orang lain #bagian 3
Istriku suka ngentot orang lain #bagian 4
Istriku suka ngentot orang lain #bagian 5




istriku entot orang lain depan rumah, didepan ku istri selingkuh, istri punya idaman lain, vagina istri dilihat orang memeknya ngempot kontol besar orang, bool istri di sodok, pantat nungging istri memek keluar penju orang, istri selingkuh depan suami, sambil memek mainin puting susu toket gede istri tete istri dihisap orang istri binal ngentot kontol panjang kelihatan suami, istriku entot orang lain depan rumah, didepan ku istri selingkuh, istri punya idaman lain, vagina istri dilihat orang memeknya ngempot kontol besar orang, bool istri di sodok, pantat nungging istri memek keluar penju orang, istri selingkuh depan suami, sambil memek mainin puting susu toket gede istri tete istri dihisap orang istri binal ngentot kontol panjang kelihatan suami
Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/