Cewek Manis Dientot Waktu Interview Kerja

Pada suatu waktu tanpa sepengetahuan ku, ternyata istri ku membeli sebuah butik disalah satu kawasan perdagangan di kota. Tapi butik itu rencananya akan diserahkan pada teman kuliahnya dulu untuk dikelola. Aku sangat marah karena tanpa seizinku, aku tidak tahu prospeknya dan yang pasti aku tidak tahu tempatnya. Dengan jengkel aku langsung menuju Malang untuk mengecek lokasi ruko yang menjadi butiknya. Sekitar jam 4 sore aku tiba di Malang dan berniat untuk langsung menuju alamat yang diberikan istri ku.


Akhirnya aku sampai di ruko tersebut, lokasinya cukup strategis dan melihat bangunanya aku taksir harganya jauh diatas harga beli istri ku. Mendadak rasa bersalah menyelimuti hatiku, ternyata keputusan istri ku sangat tepat membeli ruko berlantai 3 ini. Mendadak rolling door dibuka dari dalam dan terlihat wanita muda dengan wajah yang manis datang menghampiriku. Dari perkenalan itu aku mengetahui, namanya Rustina dan biasa dipanggil Tina, usianya saat itu 24 tahun, tinggi 168 cm dengan tubuh langsing yang terbungkus oleh kulit putih khas keturunan chineese, Dadanya 34B serta memiliki mata yang genit selaras dengan baju yang dipakainya berupa tank top putih dan celana pendek pink atau mungkin lebih tepat dibilang celana mini karena hampir 90% pahanya nampak mulus tanpa ada setitik noda pun yang menempel. Tak mau berlama-lama memandangi tubuh seksi teman istri ku, aku langsung memeriksa keadaan ruangan dan ternyata sangat memuaskan, tanpa terasa hari telah berganti sore. Aku putuskan untuk menginap diruko saja, karena dilantai 2 ada 1 kamar yang besar, sedangkan Tina tidur dikamar lantai 3.
Setelah mandi dan berganti baju, aku berniat mengajak Tina untuk mencari makan sambil bertanya-tanya tentang butik, tanpa berfikir aneh-aneh aku langsung menuju lantai 3. Semua kamar menyala tetapi semuanya juga tertutup, ada 4 kamar dimana kamar Tina ya? Tanyaku dalam hati. Kamar satu, dua dan tiga sudah aku buka dan masuki tapi Tina tidak aku temui, entah mengapa aku sempat ragu untuk masuk kamar yang ke tiga. Jujur aku sangat tertarik pada keseksian dan wajah chineesenya tapi aku tak mau bermain api dengan teman karib istri ku, entah seberapa dekat Tina dengan istri ku sampai-sampai butik ini diserahkan pada Tina untuk keseluruhan pengelolaanya. Aku berulang kali mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban, aku memaksa untuk masuk dan ternyata tidak ada dikamar hanya ada baju-baju yang berserakan diatas kasur. Tiba-tiba aku dikejutkan dengan suara HP yang ada disebelahku dan ternyata telpon dari nomer istri ku tapi anehnya namanya “HONEY”. Mendadak timbul kecurigaan dan penasaran dari hatiku, sempat ingin mengangkat telpon itu tapi takut istri ku jadi salah paham karena ini bukan HPku. Dua kali istri ku telpon tapi tetap tidak aku angkat, karena Tina tidak ada akupun berfikir untuk keluar tapi saat di depan pintu, HP itu berbunyi lagi dan itu adalah sms dari istri ku.
“sweety, jangan ngambek dong....suamiku baik kok dia pasti setuju dengan butik kita! Sms istri ku... setelah membaca sms ini aku semakin penasaran untuk membaca seluruh inboxnya terutama sms dari istri ku. Seperti disambar petir disiang bolong, semua smsnya adalah sms mesra dan yang paling membuatku terkejut ternyata Tina adalah pasangan lesbi istri ku. Mendadak tubuhku melunglai, badanku lemas dengan pikiran yang campur-aduk tak menentu. Aku bawa HP Tina dan keluar menuju kamarku, di dalam kamar aku terus mencoba berfikir positif dan mengatur nafas mencoba mendinginkan hati dan pikiranku. Setelah aku rasa cukup tenang aku sms istri ku dengan HP Tina, memancing dengan kata-kata mesra dan ternyata mendapatkan balasan yang jauh lebih mesra. Entah mengapa ada sensasi yang mendadak bergejolak di dadaku, mau apa tidak ya istri ku ber three some dengan Tina pikirku dalam hati. Aku lanjutkan smsan dengan istri ku....
“honey aq iri ma lu, bs dpetn swmi yg pfect...tipe cow kt kn sm, tp syangx aq blm dpt spt u! Smsku
(honey, aku iri dengan kamu, bisa mendapatkan suami yang perfect....tipe cowok kita kan sama, tapi sayangnya aku belum dapat yang seperti suamimu)
‘kita kan sudah berjanji untuk selalu berbagi, kalau kamu mau kamu boleh pinjem (selingkuh) suamiku.... sms istri ku
‘TAPI INGET YA?! Jangan sampai dia tahu tentang kita, rayu dia dan manjakan dia selama ada disitu pasti dia akan melirikmu. Pura-pura aja aku gak tahu! Sms istri ku lagi....
Belum sempat aku membalas, tiba-tiba Tina masuk kedalam kamarku sambil membawa sebungkus makanan. Dengan muka mendadak panik Tina bertanya dan meminta Hpnya yang tak sempat aku sembunyikan. Mendadak timbul ide dalam otak kotorku, aku berpura-pura marah padanya dan mengancam untuk menjual ruko ini serta menceraikan istri ku karena aku tahu Tina sangat menyayangi dan turut berbahagia saat istri ku bersnding denganku.
‘iya Mas, aku ngaku...kamu boleh menjual ruko ini dan menghukum aku tapi aku mohon jangan ceraikan my sweety! Kata Tina sambil memohon dan menangis
“di depanku aja kamu masih memanggilnya my sweety! Aku akan menelpon istri ku dan menceraikannya sekarang juga! Ancamku berpura-pura menelpon istri ku
Mendadak Tina mendorongku hingga jatuh ke kasur dan merebut HPku, aku sangat terkejut dengan reaksinya. sesaat kami saling memandang dan membisu tanpa kata, seakan kami berbincang dengan hati dan pandangan. Akupun membuka pembicaraan untuk membuat kesepakatan, Dia tetap kukuh akan melakukan apa saja asal aku tidak menceraikan istri ku. Jujur aku sangat kagum dengan cinta dan ketulusannya terhadap istri ku, yang kurasa tidak ada dalam diriku. Kamipun bertukar HP dan sepakat Tina menjadi selirku dan akan menuruti semua keinginanku.
“aku ingin, malam ini menjadi malam pertama kita” kataku pada Tina
‘tapi Mas,... aku.... kata Tina terkejut
“atau aku akan menceraaikan.... kataku
‘iya....iyaaaa.... tapi jangan sampai sweety tahu ya? Walau mengizinkan tapi pasti akan membuatnya terluka.... katanya masih saja memikirkan istri ku
Untuk pemanasan aku mengajak Tina ke Hug** Cafe dan meminum satu paket Civas sambil menikmati musik yang membahana. saat itulah aku menyadari bahwa sebenarnya Tina menyukaiku sejak dulu waktu masih kuliah, itu terucap dari mulutnya yang sedang mabuk. Benar juga kata orang, kalau mabuk dia akan berani berkata jujur! Pikirku dalam hati. Iseng-iseng aku mencari kenalan dan berbaur dengan para wanita malam yang ternyata sebagian besar adalah mahasiswi di kota Malang. Sempat aku bertukar PIN BB dengan mereka sebelum Tina menghampiri dan mengajakku berbulan madu. Aku mengiyakan saja ajakannya, lagian aku juga ingin cepat-cepat menikmati tubuh mantan pacar istri ku ini.
Sebentar saja aku sudah sampai di ruko dan begitu masuk aku langsung menyerang Tina dengan ciuman dan dekapan yang erat penuh hangat. Harum tubuhnya semakin menerbangkan nafsuku, aku cium setiap jengkal tubuhnya dari keningnya, kedua pipinya, bibirnya, lehernya, dadanya, perutnya hingga kedua paha mulusnya.
Emuah.........emuah....emuah. ...eeeemuach.....emuah.....emuac h........emuaaaaa.....E MUAACCHHH
Seakan tidak mau kalah dan mengimbangi nafsuku, Tina langsung membuka resleting celanaku dan menegeluarkan kontol ku dari dalam CD. Tangannya yang tidak mampu menggenggam penuh lingkar kontol ku tidak mengurangi hasrat terpendamnya. Dengan nafsunya Tina menggenggam kontol ku dengan kedua tangannya, mengelus, memijit dan mengocoknya maju mundur. Sungguh kami terbakar oleh birahi, akupun membuka seluruh pakaian Tina dan setelah itu melepaskan seluruh pakaianku sendiri. Dengan nafas memburu, Tina berjongkok dan langsung berkaraoke dengan kontol ku sebagai mikrofonnya. Nyanyaian malam lirih mulai terdengar mengisi ruang bawah ruko.
E....heeeem.......mmuah.... suara Tina bergumam menyanyikan nikmat dan hasrat.
OOUUUUHH...........UUUUUH......AHHHH HHHH....AH,...AH....AH..... suaraku parau menikmati emutan dan hisapan Tina.
Aku jambak rambut Tina untuk berpegangan sementara pinggulku bergoyang maju mundur membuat kontol ku keluar masuk semakin cepat dan dalam menjejali mulutnya. mulut perawannya benar-benar sempit dan membuatku kelojotan menahan geli dan nikmat.
HEE....HEKKKKKK....HEKKKK.... suara becek bercampur tersedak menjadi sensasi tersendiri untukku.
Aku angkat tubuhnya keatas meja tulis dan membuka lebar-lebar pahanya, aku semakin penasaran dengan memek yang pernah dinikmati istri ku. dengan lidahku aku berkenalan dengan bibir memeknya yang sudah penuh lendir. Aku jilat memutari bibirnya, aku hisap dan gigit lembut dengan bibirku. Jembutnya yang gundul membuatku leluasa memainkan lidah, menari dan berlari di memeknya hingga akhirnya menyelam kedalam memeknya dan mengelus klitorisnya dengan ujung lidahku.
AAAAAHHH........OOO OOHH.....nikmat TT....MSSSSSSSSSS.....Tina suka banget! Erangan Tina memenuhi ruangan.
Tak ingin menurunkan tensi, aku mengambil inisiatif untuk segera menusukkan kontol ku kedalam memeknya. Aku taruh kedua kakinya di dadaku sambil mengganjal pantatnya dengan baju dan jaketku. Pelan-pelan aku menggesek-gesekan palkon ke memeknya. Menekanya sedikit demi sedikit berulang-ulang dan terus. Hingga akhirnya kontol ku mau dan mampu memenuhi ruang memeknya.
BLESSSSSSSS......BLEEESSSSSSSSSS....BLESSSSS SSSSSSSSS.....BLEEEESSSS
¾ kontolku mulai mengobok-obok memek beceknya, maju-mundur, keluar-masuk tanpa henti.
aahhh.........aa h....Mas.....maaasssssssssss sssss....periiiiiiiiihhh....biasanya aku pakai jari Mas.......aaaa.... gede banget kontol mu Mas!? Mulut Tina meracu tak menentu
Aku hentakkan kontol ku dengan kuat dan cepat, menyajikan suara yang sangat nikmat!
PLAK.....PLAk.........PLAK........PLA KK.....pantatnya terbentur pahaku terus-menerus.
5x sudah aku merasakan memeknya orgasme, setidaknya itu yang aku rasakan. Keringat semakin membasahi tubuh kami, memeknya mengalirkan lendir di lipatan pantatnya hingga menetes d meja. Sekitar 10 menit aku berada di posisi ini dan kurasakan kontol ku semakin berdenyut, semakin mengeras dan geliiiiiiiiiii. Aku teus menggenjot goyanganku, terus dan teruuuuuuuuuuuussssss
HHH....... .HHHH
CROT....CRTT............CR OOTTTT........
Berjuta sperma aku semprotkan kedalam memeknya hingga meluber keluar dari sela dinding memeknya disaat kontol ku mulai mengendur. Tubuhku dan kakiku lemas kehabisan tenaga ambruk menindih tubuh Tina.
Kurasakan tanganya memeluk erat tubuhku, mencium keningku sambil berkata “aku sangat menikmati kenikmatan ini Mas....” kembali mengejutkan aku, karena sikap dan kata-katanya sama dengan yang dilakukan istri ku setiap kali selesai ber ML ria. Satu lagi rahasia istri ku yang terungkap!
Setelah cukup tenaga kami berjalan menuju kamarku dalam keadaan bugil, karena pakaian kami entah berterbangan kemana! Karena lupa membeli makanan dan malas keluar lagi, kamipun memakan nasi bungkus yang tadi sore dibelinya.....satu bungkus berdua. Kami bermanja-manja, saling menyuapi dan entah siapa yang memulai, kami kembali beradu bibir, saling menghisap dan memilin lidah. Sementara tangan kami bergerilya kesana-kemari merangasang setiap inci tubuh kami.
Darah kami kembali mendidih sesaat setelah kami saling memainkan kemaluan dengan posisi 69, dia diatasku dan berkaraoke dengan kontol ku. Sementara aku mengocok memeknya dengan dua jariku sambil menggelitik dan menghisap paha putihnya.
AAAAHHHH......OOOHH.........YE AAHH
HMMMMMMMMMM.........nikmat....OOO
Erangan, desahan dan rintihan bersautan keluar dari mulut kami, melukiskan kenikmatan dan nafsu yang menaungi kebersamaan kami. Karena tidak tahan gelitikan jariku atas klitorisnya Tina berganti posisi dengan duduk diatasku dan langsung menancapkan kontol ku kedalam memeknya. kali ini memeknya sudah beradaptasi dan langsung menelan kontol ku dengan lahapnya, walau terasa menthok di dinding memeknya Tina terus menekan pantatnya kebawah dengan duduk merapat diperutku. Rasa nikmat dan geli bercampur rasa ngilu karena kontol ku bengkok tak mampu ditampung memeknya.
AAHHHH..............O OUUUHHHH....YESS
HEM.........AAA AA.........
Gumam Tina sambil menggoyangkan memeknya memutar dan keatas-bawah sambil mencengkeram dadaku untuk menopang tubuhnya. Sambil menikmati goyangannya aku meremas dan memainkan toketnya yang kenyal dan membulat. Putingnyapun tak luput dari jahilnya tanganku, aku putar-putar, aku pilin dan dengan gemas aku mencubitnya.
Mendadak Tina ambruk diatas tubuhku, bersamaan dengan semprotan hangat dari dalam memeknya. dengan nafas terengah Tina menggigit dan menghisap dadaku, denyutan, hisapan dan himpitan memeknya begitu hebat memijat kontol ku.
Aku langsung membalikkan badanya dan berada diatasnya, dengan posisi push-up aku kembali mendominasi permainan. Aku genjot kontol ku keluar masuk, semakin cepat, terus, terus dan terus membuat Tina menjerit dan mengerang nikmat.
GGGGGGGGGGGH.......OOO OHHH.......NIKMAAAAA AAAAT........OOOHH...YESSSSSSSSSSS SSSS
Tubuh Tina menggelinjang dengan kaki dan tangan yang mengejang menahan hujan nikmat yang aku beri, jambakan dirambutku tidak mengurangi genjotanku bahkan aku semakin menghentakkan kuat-kuat. CROT...CROT...CROT...CROOT.....spermak u menyembur sejadi-jadinya tapi aku terus menggoyangnya, entah apa yang merasukiku walau sudah menyemprotkan sperma kontol ku masih tegak berdiri meskipun tidak sekeras sebelum muncrat. kontol ku masih cukup kuat untuk sekedar mengobok-obok memek Tina.
OUUUUUUUUUUUGGGGGGGGGHHHH.....AM PUUUUUUUUUUN MAS AKU GAK KUT......AAAHHAA
Kembali Tina mencakar dadaku bahkan kurasakan semakin kuat tapi itu tidak bertahan lama, dalam hitungan menit tangan Tina melunak. Cakaran berubah menjadi elusan lembut sejenak setelah semburan lendir yang keluar dari memeknya. orgasme yang langsung membuatnya terkulai lemas tak berdaya.
HEMm...kamu memang hebat, kamu telah menaklukkan aku.... Tina melenguh memujiku.
Aku memaksa terus menggoyang karena aku menebak Dia seperti istri ku dan aku benar, harus kuakui mereka pasangan yang hebat. Setelah itu kami masih memanjakan nafsu bahkan saat matahari terbit kami belum menyelesaikan ronde terakhir hingga pukul 06:44 kami akhirnya terkapar dan tertidur hingga menjelang sore. Kisahku di kota Apel belum usai, ini baru awal.....

2
Di hari ketiga keberadaanku di kota Apel, aku putuskan untuk refreshing karena aku mulai jenuh berada di ruko dan yang pasti karena ada Tina yang mulai bersikap sok menjadi istri ku. entah kemana, aku belum mempunyai tujuan sebagai langkah awal aku menginap di sebuah hotel SS untuk beistirahat. Tepat jam 16:00 alarm HPku berbunyi dan dengan malas aku menelepon layanan hotel untuk memesan makan. Tidak lama kemudian terdengar pintu kamarku diketuk tok...tok...tok...
“silahkan masuk! Jawabku sambil tiduran memainkan game di hp
‘maaf Pak....silahkan mengganti pakaian anda! Suara seorang wanita terdengar dibelakangku
“ganti apa? Jawabku heran, masa makan harus ganti baju....
“kamu bawa apa, mana makanannya?? Jawabku heran
‘maaf Pak, bukanya Bapak memesan pijat dan lulur? Jawabnya
“iya...tapi saya mau makan dulu! Jawabku buru-buru mengiyakan pertanyaanya karena aku tidak rela jika wanita yang di seragamnya bernama Dewi itu pergi dari kamarku.
‘sebentar Pak, saya tanyakan! Jawabnya sambil beranjak pergi
Dewi kembali dengan membawa makanan yang aku pesan walau sebenarnya itu bukan pekerjaanya. Begitu selesai makan aku langsung berganti pakaian yang dibawakan Dewi dan kembali ketempat tidur untuk dipijat dan di urut. Sekitar setengah jam Dewi memijatku, tidak ada pembicaraan yang berarti. Berbeda dengan hatiku yang berkata dan bertanya terus menerus, terutama tentang “apakah Dewi mau pijit plus+plus?! Atau tidak... dengan nekat akupun bertanya tapi dengan tegas Dewi mengaku tidak mau karena sudah bersuami, malah menawarkan temanya untuk menu plus+plus.
“aku maunya itu kamu?! Tanyaku sambil membalikkan badan dan meraih tangannya.
‘maaf Pak, saya benar-benar gak bisa!! Kalau mau saya akan memanggilkan teman saya untuk permintaan Bapak’ jawabnya kembali menolak dan menarik tangannya
“ya udah kalau gak mau!! Jangan panggil Bapak ya, panggil Adith saja.... pintaku!
“oya....tolong lulurin bagian depan! Pintaku
‘tapi....Pak...eh Mas....eh Adith....katanya gugup
“tenang aja aku gak akan memaksa kalau kamu tidak mau! Jawabku tegas
Berulang kali aku meminta dengan berbagai alasan akhirnya Dewi mau memijat bagian depan dan dadaku adalah yang pertama disentuhnya. Lembut jemarinya mulai mengurut dadaku, membuatku mulai terangsang. Aku pejamkan mata untuk meresapi setiap usapan tangannya sekaligus untuk membuatnya tidak gugup karena memang posisinya disebelah dadaku, begitu dekat untuk merasakan desahan nafasku yang terengah.
“suamimu pasti ganteng banget ya? Bisa membuatmu jatuh hati?! Tanyaku memancing
‘biasa mas, gantengan Mas.... jawabnya mulai terpancing
“kerja dimana? Kok kamu diijinkan kerja begini? Tanyaku
‘jadi TKI di malaysia Mas, suamiku gak tahu aku bekerja begini! Jawabnya mulai rileks dan membuka diri
“Wi...tolong urut pahaku ya? Yang sebelah kanan sering kram! Pintaku
“sudah berapa lama? Trus pulangnya? Tanyaku kembali
‘udah 2 tahun Mas, belum pernah pulang! Jawabnya
“beruntung banget ya suami kamu? Mendapat istri yang setia dan percaya penuh! Tanyaku memancingnya
‘bisa aja Mas! Jawabnya tersenyum
“kamu kan setia....apa kamu pernah meragukan suamimu? Kan jauh disana, 2tahun lagi....
“aku yang baru jauh selama 2 minggu aja sudah kepengen banget?! Tanyaku
Dewi hanya terdiam, pijitan tangannya mendadak tidak bertenaga lebih mirip sebuah elusan dan belaian di pahaku. tatapanya kosong seakan menerawang jauh ke Malaysia, sampai-sampai suaraku tidak terdengar olehnya. Aku coba memanfaatkan ini dengan membuka handuk yang membelit pinggangku beserta CDku hingga kontol ku mencuat keluar dan mengeras.
“Wi....Dewi.... kataku dengan nada keras sambil memegang tangan kanannya
“katanya kamu tadi tidak mau, tapi kenapa sekarang malah membuka handuk dan CDku?? Aku kembali bertanya
‘maaf Mas....aku...aku tidak membukanya! Kilah Dewi
“sudah terbukti masih saja mengelak! Kalau kamu tidak bertanggung jawab aku akan melaporkan ini ke manager hotel! Ancamku sambil memegangi tangannya
‘tapi....aku....... tanya Dewi gugup melihat dari dekat kontol ku yang kekar berotot
Aku langsung menarik tubuhnya keatas dadaku dan memeluknya dengan erat sekaligus agar Dewi tidak lari. Untuk mengantisipasi perlawananya aku segera membalikan badan dengan posisi Dewi dibawahku. Dan benar saja, Dewi mencoba mendorong tubuhku sambil mengancam akan berteriak. Dengan PeDe aku menyuruhnya berteriak tapi Dewi malah terdiam dan sesenggukan menangis. Dengan menindih dan memegangi kedua tangannya aku goyangkan pinggulku maju mundur, menggelitik selangkangan Dewi dengan kontol ku.
Karena kalah tenaga dan badan, aku tetap menguasai keadaan walau Dewi terus berusaha meronta dan menghimpit kontol ku dengan pahanya. Tapi itu semakin memudahkan aku menggesek dan merangsang pahanya dengan kontol yang aku gerak-gerakan. Aku ciumi lehernya dengan bertubi-tubi, lidahku meliuk menyusuri lembut kulitnya. Aku turunkan bibirku ke dadanya dan langsung melahap toketnya yang masih terbungkus rapat oleh baju seragam kerjanya. Kedua tanganku telah memegangi kedua tangannya, maka aku putuskan menggunakan mulutku untuk membuka kancing baju dan BHnya. Aku gigit sekuat-kuatnya baju Dewi dan aku tarik keatas dengan harapan kancingnya terlepas tapi ternyata malah membuat bajunya terkoyak. Sempat aku menghentikan gerakanku untuk beberapa saat, naamun setelah melihat toketnya yang nyembul dari bajunya yang sobek akupun meneruskan niatku dengan menggigit BHnya dan menariknya hingga talinya melar panjang dan terlepas.
Sekejap aku langsung menyerang toketnya dengan hisapan di putingnya, aku pilin-pilin dengan bibir dan aku kenyot-kenyot dengan kuat. Terdengar Dewi merintih kesakitan tapi berusaha menahanya karena takut ada yang mendengar dan dilaporkan manajernya yang pasti akan membuatnya dipecat. Melihat itu aku semakin bersemangat merangsangnya, aku tindih tubuhnya dengan tubuhku dan terus menciumi leher dan belakang telinganya dengan harapan tenaganya terkuras untuk menahan beban tubuhku. Tidak butuh waktu yang lama, sekitar 5 menit berselang nafasnya mulai tidak menentu dan tenaga ditangannya jauh berkurang dalam menolak cumbuanku. Matanya memejam tapi sudah tidak menangis, mulutnya bungkam menahan desahan dan terlihat kini putingnya semakin menonjol keluar. Akupun melepaskan tanganku dari tangannya dan langsung mengarahkan wajahku keselangkangannya, sementara kedua tanganku meremas kedua toketnya.
“Jangan Mas....jangaannnnn.....aku gak muuuu........ katanya sambil memukul dan menjambak rambutku.
Aku tidak menghiraukan penolakannya dan fokus pada pangkal pahanya dengan menjilat paha mulusnya serta menggaruk-garuk CDnya dengan gigiku. Aku gigit dengan bibirku daan aku masukkan lidahku dari celah tepian CDnya, terus....terus.......teruuuuuuuuuuus tanpa henti, bahkan mempercepat gerakan bibirku. Kini tangannya tidak lagi menjambak rambutku berganti membelai dan meremas manja, pahanya tidak lagi menghimpit kepalaku tapi terbuka lebar, lenguhan dan desahan lembut tidak mampu disembunyikannya saat CD putihnya terasa asin dan semakin becek.
Dengan gemes aku tarik CDnya hingga sobek dan terbukalah memek jablay-nya dengan rerumputan yang lebat menghitam. Aku hisap dan jilati memek Dewi tanpa ragu, tetsan lendir asin dan jembutnya yang menggelitik bibirku tak mengurangi nafsuku. Jari telunjukku menyusul lidahku memasuki memeknya dan aku langsung arahkan ke klitorisnya yang imut.
AHH..........MAA AASS..KOOOKKK.....
KOK ENAAAK BANGET YHHH........AKU.....ENAAAK....
AAKU SUKA MASS..........AKU MAUUUUU......
Dewi semakin terbawa oleh badai orgasme yang melandanya, tangannya semakin inten mengelus dan membelai punggungku. Aku mulai kocokkan jariku kedalam memeknya, maju-mundur pelan dan teratur, semakin dalam dan semakin cepatt........
AH......AH....AH....AH .....AH.......
Gerakan dan desahan kami semakin berpadu saling mengisi dan melengkapi, layaknya sedang bercinta dengan suaminya. Aku beranikan diri untuk berposisi 69, awalnya Dewi menolak dan enggan menyentuh kontol ku apalagi menyepongnya tapi kali ini aku tidak memaksanya namun terus menempelkan kontol ku ke wajahnya sambil terus mengocok memeknya dengan jari dan lidah.
HAAA....EEPPPPPP.....HMMMMMMM........MMMMMMMM..... mendadak Dewi melumat palkonku dengan kuat, menggelitik dan memasukkanya semakin dalam.
Rasa geli, nikmat, ngilu dan panas menyatu dikontol ku, apalagi saat jari-jari Dewi mulai mengelus dan mengocok pangkal kontol ku yang memang tersisa diluar mulutnya.
‘UHUKKK....UHUUUUUKK.....AH...AH....AH.... ....MASUKIN AJA MAS, AKU SUDAH GAK KUAT NIH!? Dewi merengek meminta dientot, penolakan dan tangisan di awal pergumulan seakan sirna terkubur nikmat.
Dewi meminta posisi diatasku dan aku iyakan saja, dengan duduk mengangkang Dewi naik keatasku dan memasukkan kontol ku kedalam memeknya. walau sempit dan sulit Dewi terus menekan memeknya kebawah, kadang dengan goyangan pantat memutarr dan sesekali maju-mundur. Aku pejamkan mataku menikmati sensasi goyangannya, sementara tanganku menahan toketnya yang bergelantungan diatas wajahku.
Ahhhh....gede....aaah....panjaaaang......aaa aaaaa.....enak banget Mas, kontol mu benar-benar hebat. Kata Dewi sambil terengah mencari nafas.
‘memek kamu juga nikmat,....kataku memuji
Hingga malam menjelang kami masih bergulat dengan nikmat, tubuhku seperti remuk kecapean tapi belum juga ada tanda-tanda akan keluiar padahal dewi sudah orgasme sampai 3 kali.
“ayo Mas....kocok yang kuat! Dewi berganti posisi merangkak dan menungging, pertama-tama aku gesek-gesekkan palkon ke memek dan sekitarnya, keluar masuk mempermainkan klitorisnya.
AAAAAHHH...........AAA AGGH....
Bersamaan dengan erangannya, kontol ku memasuki memek Dewi sedalam-dalamnya !
BLESS..BLEES.....BLEEASSSSS.... BLESSS.........HHHH....OU
Hisapan, himpitan dan pijitan lembut dari dinding memeknya kurasakan disekujur tubuhku, benar-benar mantap!! Pinggulnya sangat kenyal dan sintal, membuat pahaku bergetar hebat! Aku yang sebenarnya masih capek, semakin tidak berdaya bibuatnya.
PLAK.....PLAAAKKK.....PL AA
ZLB.........ZLEB.......ZLEEEEEB BBB...............
Sambil agak berjongkok aku meremas toketnya yang semakin keras, aku jepit dan pijit putingnya sambil terus menggoyangnya dengan cepat dan keras membuat toketnya bergoyang dengan hebatnya. Putingnya memberikan sensasi nikmat dan sakit yang bersamaan, membuat Dewi berulangkali terjatuh dari posisinya.
Hhhahhh.........ahhh.. ..ahhhh....ah...aaaaahh, aku hak kuat lagi Mas, cepat selesaikan goyanganmu! Desahan dan katanya mesra
“iya sayng....ini hampir muncrat, semprotin diluar atau di dalam???? Bisikku
Lebih cepat...cepaattt....lebih lagi....lagi.......lagi dan lagi aku menggoyangnya semakin cepat dan tanpa henti. Belum sempat Dewi menjawab, kontol ku sudah menyemprotkan sperma kedalam memek imutnya..
CROT. CROT. CROT
Mendadak tubuh Dewi lemas dan ambruk ke kasur begitu juga denganku yang ambruk diatas tubuh Dewi. Peluh dan keluh terucap dari mulut Dewi, apalagi semprotan spermaku kedalam memeknya kian membuatnya takut. apalagi suaminya ada di Malaysia, bagaimana kalau Dia hamil?!
“kalau kamu hamil, aku akan bertanggung jawab kok! Bisikku
‘tapi..... jawabnya dengan ragu
“aku akui, aku sudah salah terhadapmu....aku akan bertanggung jawab! Kataku sambil mencium lehernya yang penuh keringat
“kerja aja di butikku, jangan kerja disini lagi. Aku gak mau ada Adith lain yang memperkosamu.... pintaku
‘istri mu?! Tanya Dewi sambil membalikkan badan
“kalau kamu hamil, kamu harus mau menjadi yang kedua! Jawabku sambil mendekap erat tubuhnya.
Malam itu aku mengantar Dewi pulang dan aku putuskan untuk kembali ke Butik keesokan harinya untuk membahas rencana pengelolaan butik dengan Tina. KISAHKU DI KOTA APEL, MASIH BELUM USAI.....

3
Hangat mentari menyambutku pagi itu, udara segar semmakin membuatku segar dan bugar...
Tenagaku yang disedot Dewi sudah kembali,.......
Sekitar pukul 08:30 aku lajukan mobilku menuju butik, dimana Tina menungguku untuk membahas rencana penjualan dan pengelolaan butik. Hanya butuh waktu 20 menit, aku sudah berada di depan butik. Seperti yang aku duga, butik itu masih tertutup rapat dan dengan kunci cadangan aku masuk kedalam mendapati Tina masih telanjang bulat di dalam bedcover merahnya. Dengan iseng aku mem bugil i diriku sendiri dan masuk kedalam bedcover dan memeluknya dengan erat. Walau sempat terkejut, Tina langsung membalas pelukanku dengan ciuman dan elusan di kontol . Seakan sudah berpisah begitu lama, 1 hari membuatnya sangat merindukan kontol jumboku.
Setelah beberapa saat menyibukkan diri dengan oral dan blowjob, kami langsung berML ria dengan penuh nafsu. kontol ku langsung menyibak memek sempitnya dan mencetak sebuah lubang bulat yang memanjang kedalam memek Tina. ZLEB....ZLEEEEE...........ZLEE ....PLAK.......PLAAAAA....PLKK....PL AAKKKKK.......AAH...AH....AH......AH .......AH......AAH....
Suara becek di memek Tina mengalun mesra beriring dengan desahan manja yang tertahan dan menggairahkan. Genjotan dan hentakan kontol ku mengguncang tubuh bohaynya, toketnya bergoyang kesana-kemari seperti bola voley. Hampir satu jam aku memanjakan memeknya dan aku akhiri dengan memandikanya dengan hangat spermaku. benar-benar pagi yang cerah dan indah untukku.
Setelah membersihkan diri dan berpakaian rapi, aku dan Tina menuju rumah Dewi untuk acara perkenalan dan sekaligus memintanya menjadi asisten Tina. Dewi sangat senang bertemu lagi denganku karena aku menepati janji yang semalam. Dan sebelum berlarut-larut, aku mencoba untuk fear tentang hubunganku dengan Dewi serta sebaliknya. Karena sudah terjadi dan atas nama Cinta, mereka menerima penjelasanku dengan baik. Hor.....teriakku dalam hati. Dalam pembicaraan itu, kami menyepakati untuk memfokuskan pemasaran butik ke arah ABG dan mahasiswi yang kebetulan tempat kostnya tersebar disekitar butik. Dan sebagai langkah awal adalah melakukan perekrutan karyawati, yang mana untuk urusan ini adalah tanggung jawabku. Seperti halnya Dewi, aku akan menggunakan momen ini untuk mencari wanita-wanita cantik, sexy dan yang pasti mau aku kelonin. Hahahahahaaaa....
Sebenarnya kami hanya membutuhkan 5 karyawati, tapi aku akali dengan 3 orang karyawati fulltime dan 2 orang shift siang dan 2 orang shift malam. Dengan penuh semangat aku berputar-putar menempelkan pamflet lowongan dan kartu nama dengan iming-iming gaji yang lumayan gede dibandingkan gaji karyawati swalayan atau toko. Dalam waktu 5 hari jumlah pelamar mencapai 38 orang, sangat menggiurkan kontol ku. Sangat sulit menyaring 38 wanita menjadi 12 orang untuk wawancara. Ini Cuma akal-akalanku saja untuk PDKT, pelayan diwawancar mungkin Cuma di butik ini, hehehehee....
Wanita pertama yang akan aku wawancarai adalah Indah Lidyawati, usia 26 tahun, orang lokal Malang, janda, 165 cm, kulit putih, sexy, bohay dan seperinya ukuran BH nya 35C. Akupun meneleponya dan memintanya untuk datang ke butik untuk wawancara. Siang itu sekitar jam 13:30 Indah datang sendiri ke butik dan sebagai tuan rumah yang baik aku menyuruhnya masuk langsung ke lantai 3 dimana semua koleksi baju sexy masih berjajar. Setelah berbasa-basi cukup lama dan sudah rileks aku mulai bertanya diluar pekerjaan.
“seberapa besar kamu menginginkan pekerjaan inI?!! Tanyaku
‘saya sangat butuh pekerjaan ini Mas, dengan bekerja di dekat rumah saya bisa merawat ibu! Jawabnya serius
“apa yang akan kamu lakukan untuk mendapatkan ini? Seberapa yakin kamu akan diterima disini? Tanyaku sambil
‘aku akan melakukan apapun! Aku yakin 100%. Jawabnya spontan
“aku suka keyakinanmu, aku percaya kamu mau melakukan apapun... kataku sambil aku remas pundaknya dari belakang.
Indah tidak berkata apa-apa seakan lidahnya membeku, sebeku tubuhnya yang tak bergerak walau sudah kusentuh. Perlahan tanganku membelai rambut panjangnya, aku elus pipinya dan aku turunkan ke lehernya yang putih, aku raba, aku elus serta aku gelitikin dengan ujung jariku. Mendadak Indah berrdiri dari tempat duduknya, berbalik dengan pandangan tajam kearahku. Digenggamnya kedua telapak tanganku untuk kemudian diarahkanya ke dua bulatan kenyal yang ada di dadanya sambil menutup matanya. Dengan sinyal yang diberikan, aku langsung meresponnya dengan mendaratkan bibirku ke bibirnya, aku cium, aku hisap dan aku raba bibir sensualnya dengan ujung lidahku layaknya sebuah percikan kenikmatan yang langsung membuat birahinya menyala.
Indah bergerak mundur dan kemudian duduk diatas meja, melepaskan kancing bajunya satu persatu sambil tetap menghisap dan memilin lidahku dengan lidahnya. Sungguh lebih dari yang kuharapkan, entah berapa tahun Dia menjanda, entah seberapa besar nafsu yang ditahannya, Indah begitu buas mencumbuku dan dia terlihat sangat ahli dalam bercinta. Bibirnya, lidahnya, tangannya serta matanya bergerak aktif memanjakan nafsuku. Dengan tak kalah buas aku melahap togenya yang begitu kenyal dan bulat, aku lumat putingnya dan tarik-tarik dengan gigitan bibirku.
AHHH...OOHH....OH........My GOD, nikmat...........

Cerita dewasa Interview seks ngentot memek pencari kerja ku sodok kontol besar masuk ke rahim sperma
Klik foto untuk memperbesar gambar

Indah melenguh menikmati rangsanganku dengan tangan sibuk membuka kaos dan celanaku. Dan begitu celanaku melorot kontol jumboku melesat diselangkanganya yang langsung disambut dengan pijatan pahanya. Oohh....Indah membuatku mendesah pasrah! Didorongnya tubuhku kebelakang dan langsung berjongkok di depan kontol ku.
‘memekku muat apa gak, kontol Mas gede banget! Ucapnya tertegun melihat kontol ku yang gede dan berotot kekar dan kasar.
“pelan-pelan pasti muat sayaaaang,....kamu akan puas!! Kataku sambil membelai rambutnya.
Tanpa berkata-kata lagi, Indah memasukkan palkon kedalam mulutnya bahkan memaksakan kontol ku agar masuk lebih dalam. Lidahnya mulai menggelitik dan mengelus kontol ku, sementara aku hanya bisa merem-melek menikmati permainannya.
Cewek Manis Dientot Waktu Interview Kerja
Cewek Manis Dientot Waktu Interview Kerja, cerita sex , Cewek Manis Dientot Waktu Interview Kerja seks, memek dipake dikantor, cerita hot, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Cewek Manis Dientot Waktu Interview Kerja


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/