Istri digangbang depan suami nonton malah horny

Saya memiliki istri , sebut aja Dian, yang merupakan wanita yang saya kenal di tempat saya berkuliah. Kami udah menikah sekitar satu tahunan. Dian merupakan istri yang sangat baik bagiku. Selain cantik, dia juga supel dan sangat perhatian padaku.


Satu-satunya sifat Dian yang membuat saya kurang nyaman adalah sifatnya yang genit. Saya udah tahu Dian memang sedikit genit sejak pertama saya mengenalnya.
Selain sering mengenakan baju seksi di depan siapa aja, Dian sering melontarkan candaan-candaan serta obrolan berbau porno ke teman-teman cowoknya, walaupun ada saya di sampingnya.
Selama ini memang nggak pernah terlalu berlebihan, namun mungkin karena sifat dasar saya yang sedikit kaku, saya menganggap istri saya cuma milik saya, dan saya sebenarnya kurang nyaman melihat istri saya dijadikan fantasi oleh cowok lain (saya tahu teman-teman cowok Dian pasti berfantasi tentang istri saya bila mendengar obrolan Dian).

Hal tersebut pernah saya bicarakan dengan istri saya, namun dia cuma tersenym dan berkata dia tahu batas, dan Dian justru mengatakan bahwa hal tersebut dia lakukan demi saya, dimana teman-teman saya menggamuni dirinya, hal tersebut seharusnya membuat saya bangga. istri saya juga mengakui bahwa dirinya sangat senang apabila dikagumi oleh cowok lain, namun berjanji nggak akan pernah membiarkan cowok lain bersikap kurang ajar pada dirinya. Karena istri saya udah mengaku seperti itu, saya berpikir untuk menuruti kemauannya.
Hal tersebut mungkin ada benarnya, namun saya nggak nyaman mengakuinya. Oleh karena itu saya cuma tersenyum dan mengatakan selama nggak berlebihan maka nggak apa-apa. Ditambah hal tersebut ditutupi oleh perhatian serta kasih sayang istri ku yang sangat dia perlihatkan padaku hingga saat ini. Saya juga yakin bahwa istri saya nggak pernah macam-macam, karena setiap saya tinggal kerja, istri saya tinggal di rumah bersama adik laki-laki saya, dan nyaris nggak pernah keluar sendiri.

Saya dan Dian masih sering berkumpul dengan teman-teman kuliah saya. Kami masih sering berbincang sambil minum-minum sedikit untuk bernostalgia. Setiap kali teman-teman saya datang, Dian selalu ikut menemani kami minum, dan selalu mengenakan pakaian yang seksi. Saya tau teman-teman saya sering mencuri pandang melihat istri ku.
Ditambah dengan obrolan-obrolan Dian yang genit, teman-teman saya semakin berani memancing obrlan yang menjurus sex ke istri ku. Karena nggak ingin dianggap kaku, saya cuma mengikuti suasana dan ikut bercanda, lagipula, walaupun saya tahu mereka berpikiran kotor ke istri ku, hingga saat ini mereka nggak melakukan hal yang terlalu kurang ajar.

Suatu siang teman-teman saya datang untuk berkumpul, namun mereka mengajak ada 3 orang cowok yang nggak saya kenal. Ketiga cowok tersebut berperawakan besar dan berkulit hitam dan tampak sedikit preman. Teman-teman saya mengatakan bahwa ketiga cowok itu merupakan teman mereka dan ingin ikut minum bersama. Walaupun saya kurang nyaman karena ketiga cowok itu tampak kurang sopan, namun saya nggak berani menolak mereka.
Kami kemudian duduk minum bersama selama beberapa waktu, kebetulan saat itu istri saya sedang keluar.
Mendadak salah seorang cowok tadi bertanya kepada saya "istri mu mana?"
Saya ingin menanyakan kenapa cowok yang nggak dikenal tersebut menanyakan istri saya, namun saya nggak berani, maka saya cuma menjawab bahwa istri saya sedang keluar sebentar.
Namun dia malah berkata "dengar-dengar istri mu seksi ya?" sambil tertawa.
Saya merasa jengkel, namun karena merasa kalah posisi saya cuma ikut tertawa sambil ikut bercanda.

nggak lama kemudian istri saya pulang. Melihat ada teman-teman saya, istri saya langsung menyapa. Teman-teman saya pun memperkenalkan istri saya ke ketiga cowok tadi. istri saya tampak kembali bersikap genit, ketika diperkenalkan, istri saya nggak cuma bersalaman, namun mencium pipi mereka bertiga, seakan-akan mereka teman lama.
istri saya kemudian berkata, "saya ganti baju dulu ya? biar ga gerah, nanti saya ikutan minum boleh ya" Kata istri ku dengan nada genit.
Saya melihat ketiga cowok tadi menatap istri saya dengan tatapan kurang ajar, perasaan saya menjadi nggak enak. Saya kemudian beralasan mau ke kamar mandi, walaupun sebenarnya saya menyusul istri saya yang sedang ganti baju.
Saya berkata kepada istri saya bahwa kali ini sebaiknya dia nggak ikut berkumpul, saya terus terang mengatakan padanya bahwa saya kurang nyaman dengan sikap ketiga cowok yang baru kami kenal itu, dan saya juga mengungkapkan sedikit kekuatiran saya.
Namun istri saya cuma tersenyum dan berkata, "ah mereka ga akan berani macam-macam ... Lagian kan ada suami ku tercinta disampingku yang menjaga saya" Kata Dian sambil mencium bibir saya.
Dipuji istri seperti itu, tentu aja membuat saya nggak dapat menolak. Akhirnya saya mengiyakan dan kembali ke ruang tamu terlebih dahulu dan berbincang bersama mereka.

nggak sampai lima menit istri saya menyusul ke ruang tamu. Ketika istri saya datang, semua cowok yang ada disana tampak terpaku. Hal tersebut dapat dipahami, karena istri saya rupanya berganti pakaian, dan saat itu mengenakan tank top berwarna putih dimana tali bra istri ku yang berwarna hitam terlihat jelas Dipadu dengan rok mini berwarna hitam yang. kulit putih istri ku tampak sangat mulus saat itu, bahkan saya sendiri kagum melihat penampilan istri ku saat itu.
Mendadak salah satu cowok ambon tersebut bersiul sambil berkata "nah kalo minum begini baru segar" sambil tertawa keras.
istri ku yang senang mendengar pujian tersebut cuma tersenyum genit dan duduk di sampingku. Menyadari mereka masih terpaku menatap tubuhnya, istri ku justru berkata,
"hayoo... pada ngeliatin apaan sih? yang mulus-mulus ini dah ada yang punya loooh, ya kan sayang" Kata istri ku sambil tertawa kecil sambil mencium pipiku.
Kami kemudian melanjutkan minum, namun saya melihat semua cowok yang ada disana nggak dapat mengalihkan pandangannya dari tubuh istri ku, ditambah istri ku terus melakukan kebiasaannya bersikap genit sambil melontarkan candaan berbau sex.

Karena siang itu cukup panas, ditambah dengan efek minuman, tampak sekujur tubuh istri ku mulai berkeringat. Tampak beberapa kali istri ku menyeka keringat di dahinya.
Mendadak salah satu teman saya pindah duduk di sofa samping istri saya. istri saya cuma tersenyum genit sambil bertanya "iih mau ngapain deket-deket".
Teman saya menjawab, "enggak apa-apa, cuma penasaran, mbak Dian ternyata udah keringetan masih wangi".
Dipuji seperti itu istri saya tampak tersipu dan tertawa sambil mencubit lengan teman saya.
Mendadak salah satu cowok ambon tersebut berkata pada teman saya,
"Masa masih wangi? Coba gantian saya yang duduk sana ... saya jadi penasaran".
Tempat duduk teman saya tersebut kemudian digantikan oleh salah seorang cowok ambon tersebut. Namun mendadak cowok tersebut mendekati istri saya sambil menghirup aroma rambut panjang istri saya.
istri saya tampak sedikit terkejut, dan berusaha lebih mendekatkan tubuhnya ke arah saya.
"wah memang masih wangi ternyata ... jadi penasaran sama rambut lainnya" kata cowok tersebut.
istri saya mulai tampak salah tingkah namun masih berusaha tersenyum.
Saya merasa ini mulai kelewatan, namun belum sempat saya berbuat apa-apa, cowok ambon lainnya berkata kepada saya,
"Coba saya gantian duduknya sama kamu, saya juga jadi penasaran ... Kamu kan udah puas cium-cium istri mu"
Mendengar itu saya merasa tersinggung, istri saya juga tampaknya mulai sedikit kuatir, karena saya merasa genggaman istri saya di tangan saya sedikit menguat. Namun saya merasakan ada nada ancaman di kata-kata cowok tadi, dan karena nggak ingin ribut dan berakibat panjang, saya mengalah dan berdiri sambil memaksakan diri bercanda.
ketika saya beranjak, saya melihat istri saya sedikit kecewa, namun Dian masih berusaha nggak terlalu memperlihatkan kekakuannya, dan masih tersenyum pada mereka.

Akhirnya istri saya duduk diapit kedua cowok ambon tersebut. Awalnya kami masih minum sambil ngobrol seperti biasa. Mendadak salah seorang cowok tersebut mulai membelai-belai rambut istri saya, sementara cowok satunya seperti "nggak sengaja" menaruh tangannya di paha istri saya.
istri saya mulai tampak nggak nyaman, Dian memindahkan tangan mereka sambil masih berusaha bercanda.
"hayo .. mulai ya" kata istri ku.
Mereka nggak menjawab, melainkan cuma tersenyum menatap istri saya. Dian memandang saya seakan meminta pertolangan, namun saya juga nggak tahu harus berbuat apa.
Mendadak salah seorang cowok ambon tersebut berkata pada saya,
"eh, coba lah kau ambil tambah dulu minumannya ini, masih belum kerasa ini".
Mendengar itu istri saya langsung menyahuti,
"biar saya aja yang ambilkan minumannya ya" kata istri ku sambil beranjak berdiri.
Namun mereka menahan bahu istri ku sambil berkata,
"udah kau disini aja lah temani kita, sekali-sekali biar suami mu yang ambil.
istri ku nggak menjawab, namun raut wajah istri ku udah nggak dapat menutupi kekuatirannya.
Saya berpikir sebaiknya ini segera diakhiri, maka saya langsung beranjak untuk mengambil minuman dengan berharap semakin cepat mereka selesai minum semakin cepat mereka pulang.
Mendadak saya mendengar jeritan istri ku. Saya langsung berlari kembali ke ruang tamu.

Ketika saya tiba di ruang tamu, betapa terkejutnya saya.
Tampak kedua tangan istri saya terikat diatas oleh tank top yang sendiri yang udah terlepas hingga lengan. BH hitam istri ku terlihat dengan jelas. Kedua cowok ambon tersebut membuat kedua kaki istri ku terbuka, sedangkan cowok satunya dengan bebas melumat bibir istri ku sambil meremas kedua payudaranya.
Sementara teman-teman saya yang lain malah asyik melihat hal tersebut.

Saya langsung berteriak.
Mendadak salah satu cowok ambon tersebut mendatangi saya sambil mengeluarkan sebilah pisau yang mebuat saya langsung lemas.cowok tersebut membentak saya sambil berkata,
"udah, kau diam aja duduk disini ... istri mu sendiri yang dari tadi genit pengen ditiduri ... Daripada kalian berdua celaka, lebih baik kau perhatikan aja bagaimana kami memuaskan istri mu"

Perasaan saya bercampur baur, saya melihat istri ku udah berlinang air mata namun nggak dapat bersuara jelas karena bibirnya ditutup oleh cowok tersebut. Namun ancaman cowok tersebut membuat saya nggak berdaya, akhirnya mereka mendudukan saya tepat di depan istri saya sambil mengikat kedua tangan saya.

Mereka tampaknya ingin mempermalukan saya, karena mereka bertanya,
"jadi bagaimana, kau pilih kalian berdua celaka, atau pilih istri mu dinikmati oleh kami?"
Walaupun nggak berdaya, saya nggak menjawab.
Mereka kemudian kembali membentak saya,
"kalau kau nggak jawab, berarti kau mau celaka ya!!!"
Saya akhirnya memaksakan diri menjawab.
"pakai aja istri saya"

Mendengar itu mereka tertawa dan berkata,
"nah suami nya udah kasih ijin, kamu harus siap ngelayani kami ya" kata cowok tersebut sambil meremas payudara istri saya.

istri saya menatap saya sambil berlinang air mata, entah menyesal atau kecewa karena saya nggak sanggup memebelanya. Saya juga nggak tega melihat istri saya seperti itu, namun saya juga ada perasaan jengkel karena saya menganggap istri saya diperkosa dan saya dipermalukan seperti ini karena sifat genit istri ku sendiri.

Ketika bibir istri saya udah terlepas, istri saya mulai meronta.
"ampun jangan apa-apakan saya ... ampun" Suara istri saya terdengar bergetar.
Mereka tentu aja nggak peduli, mereka bahkan mengacam istri saya.
istri saya tampak sangat terpukul dan harus pasrah.

nggak butuh waktu lama, tubuh istri ku cuma tinggal ditutupi oleh celana dalam nya yang berwarna putih. Mereka menyuruh istri ku berpose di depan mereka. Teman-teman saya yang ternyata ikut merencanakan hal ini ikut mendekati tubuh istri ku.

Mereka kemudian membuka celana dalam istri ku. Kini bagian tubuh paling pribadi istri ku udah terlihat jelas oleh mereka. Mereka kemudian mulai memperkosa istri ku di depan mata saya.
Walaupun merasa marah dan terhina, namun saya nggak dapat menyembunyikan perasaan terangsang saya melihat tubuh istri ku dinikmati banyak cowok.

Cerita ngentot istri rame rame http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com/

Mereka tampaknya menyadari hal tersebut, mereka malah menertawakan saya.
Mereka kemudian ingin mempermalukan istri ku, dimana mereka beristirahat dan menyuruh istri ku mendekati saya untuk melayani saya.
"coba kita lihat gimana si Dian ini melayani suami nya setelah dipake rame-rame... hahaha"
"suami nya ternyata suka tuh istri nya dipake rame-rame, tuh telornya udah berdiri"
"Ayo Dian, kami kasih waktu kamu ngelayanin suami mu dulu 10 menit"

Saya sangat marah, namun nggak dapat menyembunyikan perasan nafsu saya.
Ketika tubuh telanjang istri saya mendekati saya, perasaan saya sangat bercampur aduk, ditambah karena tubuh saya terikat di kursi, maka saya nggak dapat bergerak.

Dian kemudian duduk diatas pangkuan saya dan memeluk saya. istri saya kemudian menangis sambil berbisik dengan suara bergetar di telinga saya.
"Maafkan saya sayang ... Maaf ... Semua salahku..."
"Jujur saya sangat sakit, namun saya tahu kau lebih sakit... saya nggak dapat menikmati ini sama sekali, percayalah, nggak ada yang dapat menyamai kamu ... Tapi jika dalam kondisi seperti ini kau dapat nafsu melihat istri mu seperti ini, maka saya akan berusaha menebusnya dengan melayanimu sayang"
Bisikan Dian terdengar bergetar menahan pedih dan terdengar tulus. Saya berlinang air mata melihat ketulusa istri saya, dan langsung memaafkan istri saya.

Mendadak mereka membentak kami,
"Hei, udah ga usah main sandiwara, waktu kalian ga banyak!!"

istri saya kemudian mulai membuka seluruh baju saya dan menciumi tubuh saya.
Ketika saya udah telanjang, mereka kemudian menertawakan kemaluan saya.
"wah liat suami nya, telornya kecil, ga heran istri nya gatel seperti itu... hahaha"

Saya sangat malu, karena memang kemaluan saya nggak sebesar mereka. Mendadak istri saya berdiri dan berkata kepada mereka sambil bergetar,
"tolong cukup, jangan hina lagi suami saya ... saya udah mau melayani kalian, ini semua kesalahanku, tolong jangan lagi meremehkan suami saya" kata istri saya.
Medengar itu saya semakin terharu, karena di tengah penderitaannya, istri saya masih memikirkan saya, walaupun saya juga malu karena justru istri saya yang lebih berani membela saya.

Mendengar itu, tampaknya pemikiran mereka sama dengan saya, mereka justru menghina saya,
"wah suami kok berlindung di belakang istri .. hahahaha..."
"ya udah karena kamu mau ngelayani kami, sini dulu kamu, jangan kamu melayani suami kamu dulu."


istri saya tampak enggan melepas pelukannya dari tubuh saya, namun mereka langsung menarik tubuh istri saya.
mendadak mereka membuat kursi saya terlentang, hingga kepala saya menghadap keatas, kemudian mereka mengentot istri saya tepat diatas kepala saya.
"coba kamu perhatikan gimana memek istri kamu itu nantinya jadi longgar kena telor kami... hahaha"

setelah tampak puas, mereka kemudian menggendong istri saya hingga memek istri saya tepat diatas kepala saya.
"sekarang coba kamu cium memek istri kamu yang udah penuh sperma kami ini... hahaha"

Saya merasa sangat jijik, istri saya tampaknya juga nggak mau saya diperlakukan seperti itu.
"tolong jangan, jangan begitukan suami saya."
Namun mereka menjawab,
"kalau suami kamu udah nggak mau cium memek mu, berarti dia udah jijik dengan istri nya sendiri, yang udah bekas pakai... hahaha..."
istri saya yang mendengar itu tampak sakit hati. Karena kasihan melihat istri saya, maka saya akhirnya berkata,
"saya nggak jijik... itu istri saya"
Mendengar perkataan saya, tampak istri saya semakin menangis, namun mereka justru tertawa.
"hahaha, ternyata suami nya suka sperma cowok... udah kasih aja"

Mereka kemudian mendudukan istri saya diatas kepala saya. memek istri saya tepat berada di hidung dan mulut saya. Selama ini yang membuat saya bangga adalah bagaimana istri saya yang sangat pandai merawat memek nya, baik melalui obat-obatan maupun olah raga, hal tersebut menurutnya sekaligus pengabdiannya pada saya.
Namun kini, saya benar-benar merasa ingin muntah saat mencium memek istri saya. Bau memek istri saya sangat menyengat, ditambah lelehan sperma dari cowok tersebut. Namun karena nggak ingin menyakiti istri saya, maka saya memaksakan diri untuk mencium memek nya.

Setelah itu mereka masih terus menggilir istri saya hingga malam. Namun sebelum mereka pergi, mereka sempat mengambil foto-foto telanjang istri saya, dimana mereka mengatakan akan menggunakan foto-foto tersebut untuk memaksa mengentot istri saya lain waktu.

Mereka kemudian meninggalkan kami sambil tertawa puas.

Ketika mereka pergi, tampak istri ku berjalan tertatih-tatih ke arahku, dan membuka ikatan saya.
Setelah saya terlepas, saya nggak tahu harus berkata apa. istri saya menatap saya, dan mendadak bersujud di hadapan saya. Dan kemudian berkata sambil menangis.

"Semua ini salahku .... maafkan saya...
saya udah nggak pantas jadi istri mu ...
saya rela kau ceraikan...
Bahkan saya rela kau siksa terlebih dahulu sebelum kau ceraikan saya...
Maafkan saya... Tapi cuma kamu yang kusayang...
saya rela mati saat ini untuk menebus kesalahanku"

Melihat itu, saya menjadi nggak tega, dan memeluknya.
Saya berkata, bahwa dia masih pantas menjadi istri ku, dan semua ini juga kesalahanku yang nggak berani membela istri ku sendiri.
istri ku menangis dan memelukku. Malam itu kami tidur tanpa melepaskan pelukan.

Namun besoknya, kami kembali dihadapkan dengan kenyataan, dimana foto telanjang istri ku udah dimiliki mereka dan istri ku harus siap melayani mereka kapan aja.
Kami bertukar pikiran mencari jalan keluar.
istri ku mengusulkan untuk lapor polisi, namun saya kurang setuju, karena saya tahu dia sebenarnya malu, dan saya juga malu bila semakin banyak yang mengetahui hal ini.
istri ku juga mengatakan dia rela foto telanjang dirinya tersebar yang penting saya nggak sakit lagi harus merelakan istri nya dinikmati cowok lain. Namun saya juga menolak ide itu.
istri saya juga kembali mengusulkan agar saya meninggalkan dirinya, namun hal tersebut nggak pernah terbersit di benak saya, karena saya tahu dan udah melihat sendiri bagaimana pengorbanan istri saya bagi saya, hal tersebut membuat saya semakin mencintai istri saya bagaimanapun kondisinya. Ditambah saya menyadari saya juga salah dalam hal ini karena kurang berani membela istri saya.

Akhirnya saya memutuskan untuk berjalan seperti biasa, dan merelakan tubuh istri saya dijadikan pemuas cowok lain. istri saya awalnya ragu, namun setelah saya meyakinkan bahwa itu jalan terbaik, dan saya sangat mencintainya, maka istri saya akhirnya menyetujui.

Sejak saat itu, istri saya udah dijadikan pemuas nafsu seks teman-teman saya. Awalnya saya masih berat untuk menerima, namun lama kelamaan saya mulai bisa menerima. Ditambah walaupun harus melayani berbagai cowok, sikap dan perhatian istri saya kepada saya nggak berubah, bahkan istri saya tampak semakin mengabdi pada saya.
istri saya awalnya tampak udah nggak percaya diri dan udah nggak pantas lagi berhubungan badan dengan saya. Bahkan ketika kami berhubungan badan, istri saya berusaha sangat melayani saya, namun dia selalu berusaha mencegah saya untuk mencium vaginya. Menurutnya memek nya udah nggak pantas untuk saya cium. Bahkan dia mengatakan rela apabila saya menganggap dia cuma sebagai pemuas dan pelayannya sehari-hari, dan rela apabila saya memiliki wanita lain.
Namun perkataan istri saya membuat saya semakin mencintainya.
Lama-kelamaan saya justru terangsang melihat tubuh istri saya dijadikan pemuas cowok lain. Saya tentu aja nggak mau mengakui hal tersebut, namun tampaknya istri saya menyadarinya. Dia kemudian menanyakan hal tersebut kepada saya.
Ketika saya mengiyakan, istri saya tampak sedikit sedih karena mengira saya menganggap dia sebagai wanita murahan, namun dia berkata pantas untuk dianggap seperti itu.
Tapi saya menjelaskan padanya bahwa saya nggak menganggap dirinya seperti itu, namun mengakui bahwa saya sedikit memahami perkataannya dulu, dimana saya seharusnya bangga banyak yang tertarik pada istri nya, dan saya yakin akan cintanya.
Mendengar itu istri saya tersenyum dan berkata, "apabila dalam kondisi permasalahan kita seperti ini saya dapat menyenangkanmu, maka saya akan melakukannya dengan senang hati".

Sejak itu istri saya melayani teman-teman saya dengan nggak malu-malu lagi. Bahkan terkesan istri ku seperti perempuan binal yang justru ingin dipuaskan.
Melihat itu, teman-teman saya semakin menganggap istri saya sebagai perempuan murahan. Mereka memanggil teman-teman cowok mereka lainnya untuk menikmati tubuh istri saya.
Semakin lama semakin banyak cowok yang menjadikan istri ku sebagai pemuas mereka.

saya sempat menanyakan perasaan dan kondisi istri ku, dan dia menjawab sambil tersenyum, bahwa selama saya senang, maka dia juga dapat menikmatinya.
saya sedikit cemburu, namun dia mengatakan, walaupun banyak cowok mengentotnya, namun dia nggak pernah merasakan kenikmatan selain daripadaku, dan cintanya cuma untukku.
Mendengar itu saya semakin menikmati kehidupan seperti ini.

nggak jarang mereka nggak cuma menikmati istri ku di rumah kami, namun juga membawa keluar istri ku pergi keluar kota. Sering kali istri ku baru pulang 2-3 hari. Ketika pulang, istri ku tampak bahagia, dan selalu menceritakan apa yang dilakukannya saat jauh dari saya, dan bahkan selalu memberikan foto-foto saat dirinya sedang disetubuhi, karena menurutnya hal tersebut dapat membuat saya senang ... dan nyatanya memang demikian.

Entah kenapa, masalah tersebut membuat saya semakin maju. Karir saya melonjak, karena saya merasa memiliki kehidupan sex yang memuaskan, dimana cowok-cowok lain harus mengantri untuk menikmati tubuh istri saya, namun istri saya selalu mau memuaskan saya.
Beberapa teman kerja saya ternyata juga udah ada yang pernah mencicipi tubuh istri saya, namun saya udah nggak memperdulikan penilain orang, karena saya menganggap, inilah hidup yang harus saya jalani, dan saya juga merasakan kenikmatan, dan istri saya juga merasakan kenikmatan.
Hal tersebut membuat saya fokus kerja, dan karir saya naik cukup drastis. istri saya juga tampak selalu senang, dan bahkan terkesan menikmati di entot dengan cowok-cowok tersebut. Namun saya udah nggak cemburu karena saya tahu cintanya padaku, dan bahkan saya ikut senang bila istri ku juga dapat menikmati.

Suatu hari, saya nggak sengaja menemukan sebuah buku, yang ternyata buku harian istri ku. Di buku itu tertuang semua perasaan istri ku.

Ternyata istri ku merasakan sangat terangsang dengan hebat saat memek nya melayani cowok lain.
Ternyata nggak jarang cowok-cowok yang mengentot istri ku bersikap kasar. Bahkan ternyata istri ku pernah dijual di sebuah bar untuk menjadi pelayan dimana dia harus melayani semua tamu sambil telanjang, tetapi istri ku malah sangat terangsang dan menikmatinya.
Bahkan tanpa sepengetahuanku, istri ku diam-diam melayani bos saya serta klien-klien saya, agar karir saya semakin bagus.
istri ku bahkan harus meminta obat ke dokter langganan kami agar nggak hamil karena mereka selalu menumpah kan peju nya kedalam memek istri ku, bahkan untuk mencoba khasiat obatnya istri ku pun di entot dan disirami sperma rahimnya oleh dokterku saat saya meunggu di ruang tunggu.

Cara mengatasi istri genit libido tinggi dengan di gangbang, saya menikmati melihat istri di entot rame-rame, istri haus sex, minta banyak kontol masuk memek
Klik foto untuk memperbesar gambar

Pada suatu siang ketika saya pulang, saya melihat istri saya sedang disetubuhi beramai-ramai oleh anak-anak SMA, yang nggak lain adalah teman-teman adik saya sendiri. Yang membuat saya tersenyum adalah adik saya ternyata ikut mengentot istri saya. Rupanya adik saya dan teman-temannya mengetahui kebinalan istri ku, dan dia ingin ikut mencicipi tubuh istri saya.

Tampak Dian berusaha menahan nikmat. istri ku benar-benar udah nggak malu lagi. Ditambah kini adik iparnya sendiri yang tinggal serumah selalu minta di entot. kami selalu mengentot istri ku beramai ramai dirumah sampai sekarang ini dan istriku pun sangat menikmati permainan ini.
Istri digangbang depan suami nonton malah horny
Istri digangbang depan suami nonton malah horny, cerita sex , Istri digangbang depan suami nonton malah horny, nafsu liat istri ngentot orang lain, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Istri digangbang depan suami nonton malah horny


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/