Tubuh sepupuku montok dan nikmat ku setubuhi

Cerita seks sedarah - Aku seorang laki-laki berumur 29 tahun dan sudah berkeluarga dengan satu anak. Saat ini aku tinggal di daerah pinggiran kota dan berdekatan dengan kakak sepupu perempuanku.

Kakak sepupu perempuanku itu namanya Vivi, aku biasa memanggilnya mbak Vivi. Usainya sekitar 35 tahun dan sudah mempunyai 3 anak. mbak Vivi mempunyai badan sedikit besar tapi enak dilihat, kulitnya hitam manis dengan rambutnya yg dipotong pendek. mbak Vivi orangnya sangat terbuka, kita sering mengobrol tentang hal-hal sex.


Sebenarnya sudah dari dulu aku sangat terobsesi untuk bisa menikmati tubuh mbak Vivi meskipun dia terhitung masih saudara dekat, tapi entah kenapa keinginan itu tak bisa aku bendung bahkan kian hari semakin besar saja. Tapi semuanya itu hanya sebatas khayalan saja sebab untuk berterus terang, pada saat itu aku rasakan sangat tak mungkin.

Sebenarnya keluarga mbak Vivi pada saat itu sedang mengalami masalah sebab suaminya ternyata kawin lagi dan telah mempunyai anak, suaminya pun sangat jarang ada dirumah, hal itu aku ketahui dari mbak Vivi sendiri ketika dia mampir ketempat kerjaku untuk sekedar mengobrol.

Aku sangat suka cara berpakaian mbak Vivi, dia selalu memakai pakaian yg ngepas di badan hingga lekuk-lekuk tubuhnya sedikit tergambar, bentuk pantat dan payudaranya yg menonjol membuatku semakin tergila-gila.

Suatu ketika waktu mbak Vivi datang ketempatku, aku sedang sendiri sebab satu anak buahku sedang nagih sedangkan yg dua pergi ke proyek. Saat itu aku sedang iseng main komputer.

"Sendirian aja Cen, yg lain pada kemana?" Tanyanya sambil melangkah masuk lalu duduk tak begitu jauh dari tempatku.
"Iya nih Mbak, yg lain lagi pada keluar. Dari rumah apa dari mana Mbak?" Jawabku sambil melihatnya.

Saat itu mbak Vivi memakai baju semi kaos yg agak ketat sedangkan celana bahannya menempel ketat.

"Dari rumah, sengaja kesini, pusing dirumah melulu, lagi ngapain Cen?" Matanya memandang ke arah layar monitor komputer yg memainkan video clip musik, padahal sebelumnya aku sedang menonton BF.
"Lagi iseng aja Mbak," Aku melirik padanya, dan terlihat toket nya membusung sebab dia duduk dengan menyandarkan punggungnya di kursi.
"Eh Cen kalau komputer bisa nggak buat nyetel film vcd?" mbak Vivi bertanya.
"Ya bisa dong, apalagi film BF, bisa banget. Eh.. mbak Vivi udah pernah belum nonton BF," Kuberanikan diri memancing pembicaraan yg agak ngeres.
"Ya pernah dong, kemarin aku baru nonton di rumah Bu Bambang, dia punya banyak lho vcd BF, kadang-kadang aku pinjem buat distel di rumah, tapi aku kurang begitu suka yg dibuat-buatnya keterlaluan, aku sukanya yg apa adanya," Jawabnya.

Ternyata mbak Vivi doyan juga nonton BF, ini kesempatan buatku, untungnya aku punya banyak file porno di komputerku hasil dari ngedownload dari internet.

"Terus kalau habis nonton mbak Vivi kepengen gituan gimana?, kan suami mbak Vivi sekarang jarang di rumah," http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com "Ya pusing lah terus uring-uringan apalagi kalau inget suamiku lagi ngelonin yg lain makin panas aja, paling-paling ya usaha sendiri aja,"
"Usaha sendiri gimana Mbak?" Tanyaku pura-pura nggak ngerti.
"Ya usaha sendirilah dari pada nggak ada pelampiasan. Ah kamu pura-pura nggak tahu. Eh Cen kamu punya nggak film gituan,"

Ahirnya tanpa kutawari mbak Vivi malah meminta, ini yg aku tunggu-tunggu, nonton film porno bareng mbak Vivi pasti asik, adapun akhirnya bagaimana aku tak memikirkannya yg penting tahap awal terlalui.

"Banyak Mbak, mbak Vivi mau yg kaya gimana?" Aku menantangnya.
"Kalau ada sih yg pemainnya orang biasa-biasa aja yg bukan bintang film porno" Kata mbak Vivi seperti menawar.
"Wah kayaknya selera kita sama Mbak, justru yg yg biasa-biasa aja yg banyak, soalnya saya juga nggak suka yg terlalu dibikin-bikin," Kataku mengiyakan keinginannya.

Kemudian ku buka file film pornoku, aku pilih yg ku anggap bagus lalu ku jalankan di komputer. Terlihat di layar seorang wanita seumuran mbak Vivi dengan bentuk tubuh yg sepertinya juga sama sedang merayu lelaki muda. Setelah beberapa saat, dan film yg kustel semakin hot ku lihat mbak Vivi begitu menikmati. mbak Vivi menarik kursi yg didudukinnya agar lebih dekat ke layar monitor, yg berarti tubuh mbak Vivi juga semakin mendekat pada tubuh ku bahkan nyaris bersinggungan. Aku semakin menikmati keadaan yg terjadi meskipun saat itu aku tetap menunggu situasi ideal seperti yg aku impikan selama ini.

"Nah film seperti ini yg mbak Vivi Suka, eh.. Cen gedein dikit dong volumenya, nggak enak kalau nggak denger suaranya," Pinta mbak Vivi.

Aku menuruti keinginannya yg padahal keinginanku juga, semakin asyik rasanya kalau mendengar wanita mendesah-desah menikmati persetubuhan. Diluar hujan mulai turun hingga menambah semakin erotisnya saat itu.

"mbak Vivi, saya sudah nggak tahan nih," Akhirnya aku beranikan diri untuk memulai.

mbak Vivi tak menjawab hanya kulihat dia menarik nafas resah matanya tak lepas dari adegan yg terjadi di layar monitor.

"Enak kayaknya yah kalo lagi begituan aku diperlakukan seperti itu. Suami mbak Vivi sih nggak pernah deh kayak gitu, biasanya langsung tancap aja, sebentar lalu udahan, tinggal aku yg pusing sendiri," mbak Vivi berkata ngedumel, badannya selalu bergerak-gerak resah tak mau diam, mungkin hal itu berarti mbak Vivi sudah terkontaminasi hal-hal erotis seperti juga yg kualami akibat dari adegan-adegan penuh nafsu yg kita tonton.

Sampai pada akhirnya tanganku kujamahkan pada tangannya, kuremas pelan sambil menunggu reaksinya. Setelah aku tahu tidak ada penolakan, lalu tangannya kubimbing ke arah pangkal pahaku dan kuletakan diatas kontol ku dengan posisi telapak tangan mbak Vivi menghadap kebawah dalam keadaan seperti akan mencengkram kontol ku berharap mbak Vivi melakukannya sendiri. sebab tidak tahan, tanpa menunggu lagi akhirnya kuremas-remaskan tangan mbak Vivi pada kontol ku.

Tapi apa yg terjadi selanjutnya, mbak Vivi malah memasukan sendiri tangannya kedalam celanaku dan meraih isinya lalu meremas dan sesekali mengocok batang kontol ku, ku rasakan juga ibu jarinya kadang-kadang mengelus-elus kepala kontol ku terasa agak geli tapi semakin menambah tinggi libidoku. Dalam situasi seperti itu aku tak mau tinggal diam, ku tarik tubuh mbak Vivi agar semakin dekat hingga seperti berpelukan dengan posisi tubuh mbak Vivi agak miring didepan tubuhku, tanganku mulai meremas-remas toket nya dari luar bajunya. Setelah puas dari luar, kumasukan kebalik bajunya dan meremasnya meskipun masih tertutup BH.

Akhirnya tanganku menelusup ke balik BH nya, kurasakan sesuatu yg empuk dan kenyal terpegang. Aku meremasnya dengan agak geregetan, kuremas-remas toket nya bergantian kiri dan kanan tak lupa pentilnya kupelintir-pelintir. Nafas mbak Vivi ku dengar semakin menderu sedangkan tangannya tetap meremas-remas kontol ku, tapi kontol ku sekarang sudah berada di luar sebab mbak Vivi telah melepas kancing dan menurunkan seleting celanaku.

"Cen kalau ada orang gimana?" mbak Vivi bertanya dengan terdengar agak khawatir.
"Tenang aja Mbak anak-anak paling cepet sore nanti baru pulang, udah gitu kan lagi hujan," Aku coba menentramkannya.
"Kita pindah ke kamar aja yuk!" mbak Vivi akhirnya mengajaku untuk pindah ke kamar yg terletak di ruangan sebelah, tempatku beristirahat kalau siang sedangkan kalau malam dipakai untuk tidur anak-anak.
"Ayo..!," Aku mengiyakan, lalu berdiri dan mengancingkan celanaku.

mbak Vivi berjalan duluan menuju kamar sedang aku mematikan film yg masih berlangsung dimana beberapa saat tadi sudah tidak menarik lagi sebab ada yg sesuatu yg lebih menarik yg aku lakukan bersama mbak Vivi. Tak kumatikan kompoter lalu kususul mbak Vivi ke kamar.

Sampai di kamar kulihat mbak Vivi sudah berbaring di atas kasur masih dengan bajunya. Kututup pintu lalu berjalan mendekatinya dan langsung ku peluk tubuhnya. Kucium bibirnya sambil lidahku kumasukan kedalam mulutnya lalu dihisapnya, kemudian gantian lidahnya ku hisap-hisap. Ciumanku kini kuarahkan kelehernya, kuciumi lehernya dan kupingnya tercium wangi farfum yg menguap dari tubunya.

"Ah.. Sshh..," mbak Vivi mendesis-desis ketika tangan kananku kumasukan kedalam celananya, lalu kuelus-elus belahan diantara pahanya yg kurasakan berbulu tapi tidak terlalu banyak. Jari tanganku menjepit-jepit dan mencubit-cubit kelentitnya kemudian kumasukan jariku kedalam lubang memek nya kuputar-putar dengan gerakan maju mundur.

Kulihat mbak Vivi semakin gelisah menahan nafsunya yg semakin tinggi terkadang keluar keluahan dari mulutnya seperti orang kesakitan tapi aku yakin itu sebab kenikmatan yg sedang dirasakannya.

"Ah.. Cen mbak Vivi suka nggak tahan kalau di pegang itunya aahh.. mbak Vivi buka aja celananya ya!" Kata mbak Vivi sambil membuka celana dengan cara mengangkat pantanya lalu menurunkan celananya, aku membantunya dengan menarik nya sampai terlepas dari kakinya, dan tampaklah sepasang kaki gempal dengan celana dalam warna merah mudanya yg masih melekat, menutupi setangkup daerah paling sensitifnya. Ku elus-elus kedua kaki mbak Vivi lalu kuciumi pahanya bergantian menuju ke atas ke arah selangkangannya. Tanganku berpindah-pindah antara mengelus paha mulusnya dan meremas kedua bongkahan pantatnya kenyal.

Ciumanku semakin mendekati memek nya yg masih ditutupi celana dalam. Sampai di pangkal pahanya lidahku kusapu-sapukan mengelilingi daerah sekitar kemaluannya, kuciumi permukaan memek nya dari atas celana dalamnya, kemudian pelan-pelan kutarik CD nya dari arah belakang, sedangkan bibir dan lidahku tetap menciumi daerah sekitar selangkangannya. Setelah CD mbak Vivi terlepas, tampaklah belahan memek nya yg dihiasi bulu-bulu yg tidak telalu tebal. Kupandangi sebentar, kuarahkan bibirku ke kemaluannya kuciumi dan kusapu-sapukan lidahku, sedangkan kelentitnya ku kenyot-kenyot dan kujepit dengan bibirku. Hidungku mencium aroma kemaluan mbak Vivi yg unik membuatku semakin bernafsu.

"memek mbak Vivi wangi pake apa Mbak?" Tanyaku pada mbak Vivi.

mbak Vivi tak menjawab hanya desahan yg keluar dari mulutnya.

"Aahh.. Terus.. Ahh," mbak Vivi mencercercau dan bergerak-gerak sedikit liar, terkadang pantatnya dinaikan keatas hingga kepalaku ikut terangkat, tangannya meremas-remas rambutku, terkadang menekan kepalaku ke arah kemaluannya. Lidahku kini kutusuk-tusukkan kedalam memek nya yg sudah berlendir hingga semakin basah bercampur dengan air liurku. Jari tanganku mengelus-elus lubang duburnya lalu kumasukan juga ke dalam memek nya, kuputar-putar jariku dalam memek mbak Vivi lalu kugerakkan maju mundur. Terkadang kelentitnya kutarik dan kukenyot-kenyot.

"Enak nggak Mbak?" Tanyaku sambil wajahku tengadah untuk melihat wajahnya.

Mata mbak Vivi sedikit merem dan bibir bawahnya sedikit digigit.

"Heueuh enak banget Cen, mbak Vivi belum pernah diginiin sama suami mbak Vivi aahh.." Jawab mbak Vivi.

Sambil terus menciumi memek nya yg harum tanganku menulusup kebalik bajunya, kuangkat BH nya keatas toket nya. Kupegang dan kuremas-remas toket nya dan kupilin-pilin pentilnya bergantian.

"Cen buka dong bajunya!" Pinta mbak Vivi padaku.

Kuhentikan kegiatanku, kulepas semua yg menempel di tubuhku, sementara itu mbak Vivi juga melepas baju dan BH nya, dan sekarang aku dan mbak Vivi sudah sama-sama bugil. Kupeluk lagi mbak Vivi kuciumi bibirnya, kuremas-remas toket nya, kupermainkan memek nya dengan cara memilin-milin kelentitnya dan memasukan dan memutar-mutarkan jariku didalamnya. Sementara itu tangan mbak Vivi memegang, mengelus-elus dan terkadang mengocok kontol ku yg sudah tegang.

Kini mbak Vivi yg aktif bergerak diatas tubuhku sedangkan aku hanya telentang meresapi kenikmatan. Bibir dan lidahnya menciumi dan menjilati terkadang digigi-gigitnya puting susuku, lalu turun ke bawah dan akhirnya kontol ku ku dijadikan mainan. mbak Vivi mengocok kontol ku dengan cara memasuk dan mengeluarkan oleh mulutnya, lidahnya mengulas-ulas kepala kontol ku. Biji pelirkupun tak luput dikenyot-kenyotnya, sedangkan tanganku meremas-remas rambutnya.

"Mbak gedean mana punya saya sama punya suami mbak Vivi?" Tanyaku ingin tahu.
"Gedean punya kamu sedikit," Jawab mbak Vivi sambil tetep mempermainkan kontol ku.

Kemudian mbak Vivi bangkit dan mengangkang di atas tubuhku.

"mbak Vivi di atas yah..!" Pintanya.
"Memangnya kenapa kalau di atas, Mbak?" Tanyaku.
"Soalnya kalau di atas puas, kan yg banyak bergerak yg diatas makanya mbak Vivi bisa cepet sampai," mbak Vivi menjelaskan.

mbak Vivi mengatur posisinya dengan meletakan pantanya diatas kontol ku. Kedua kakinya dilipat sejajar pahaku lalu tangannya menuntun kontol ku dan meletakan kepala kontol ku di antara bibir memek nya dan persis ditengah lobang memek nya. Setelah dirasa pas perlahan-lahan mbak Vivi menekan pantatnya hingga kontol ku terbenam ke dalam memek nya, setelah sampai dasar nya pantatnya diayunkan naik turun dengan simultan. toket mbak Vivi ikut terayun-ayun sebab gerakan naik turunnya. toket mbak Vivi sudah agak kendor tapi masih terlihat indah dengan ukuran yg sesuai dengan tubuhnya, tanganku meremas-remasnya terkadang ku angkat badanku agar aku dapat mengulum putingnya dan menjilati buah dadanya.

"Oh enak banget.. Aahh..," mbak Vivi mengerang-ngerang.

Kuimbangi gerakan mbak Vivi dengan mengangkat pantat apabila pantat mbak Vivi menekan pantatnya hingga rasanya kontol ku menyentuh dasar memek nya. Terkadang tubuh mbak Vivi tidur diatasku sambil tetap beggerakan pantanta. Mulutnya tak henti berdesis pelan. Setelah beberapa saat gerakan mbak Vivi semakin cepat dan tangannya mencengkram dadaku.

"Ahh.. mbak Vivi mau sampai sshh.. Aahh," Rupanya mbak Vivi sudah mau klimaks. Aku semakin semangat meremas-remas dan memilin-milin putingnya, sedangkan tanganku yg satunya menowel dan mencubiti kelentitnya. Dan Akhirnya,
"Aahh..!" mbak Vivi melenguh kenikmatan.

Tubuhnya mengejang diatas tubuhku dengan bibirnya melekat erat pada bibirku, kemudian perlahan-lahan tubuhnya melemah sampai akhirnya terdiam di atas tubuhku. Sedang kontol ku masih tertancap di memek nya. Kurasakan memek nya penuh cairan.

"Gimana Mbak..? Kita main lagi yah?" Aku mengajaknya untuk kembali ngentot sebab aku belum apa-apa.
"Nanti sebentar mbak Vivi masih cape," Jawabnya.

Lalu setelah mbak Vivi sedikit segar kita mulai ngentot lagi.

"Mbak, nungging ya Mbak!"

Aku meminta mbak Vivi untuk ngentot dalam posisi dimana aku di belakangnya tapi tidak benar-benar nungging. mbak Vivi tidur telungkup dengan pantat sedikit mendongak dengan di ganjal bantal. Dalam posisi ini selain kenikmatan dengan terbenamnya kontol ke dalam memek juga pantat montok mbak Vivi bisa puas aku nikmati.

Ku arahkan kontol ku ke memek nya, setelah pas kudorong pelan sampai mentok, lalu kuangkat, kemudian kuayunkan pantatku maju mundur. Saat itu posisi tubuhku berada di atas tubuh mbak Vivi dari arah belakang. Sambil memaju-mundurkan pantatku wajahku menciumi rambut mbak Vivi dan tanganku meremas-remas toket nya dari belakang. Terkadang jari tanganku mencolok-colok dan mengulas-ulas lubang anusnya. Setelah beberapa saat aku merasa sudah akan klimaks, kuminta Mbak Epi berbalik untuk memakai gaya konvensional.

"Mbak, balik dong saya mau sampai nih," Pintaku.
"Iya mbak Vivi juga mau sampai juga nih." Jawabnya.

Lalu mbak Vivi membalikan badannya kakinya mengangkang. Langsung saja kumasukan kontol ku ke dalam memek nya dan menggerak-gerakan pantatku kali ini dengan agak kasar.

"Aahh.. Ahh.. Kita keluarin bareng ya Cen," Kata mbak Vivi sambil mendesah-desah.
"mbak Vivi pilin-pilinin puting susu saya dong!" Aku memintanya.

sebab kenikmatan yg kudapat akan semakin maksimal apabila puting susuku dipilin-pilin.

mbak Vivi memilin-milin putingku dan tanganku pun meremas-remas toket nya. Bibirku dan bibir mbak Vivi saling berpagutan sambil saling sedot lidah, hingga akhirnya kurasakan sesuatu mendesak untuk di keluarkan yg di sertai kenikmatan tiada tara. Aku melihat mbak Vivi juga mengalami hal yg sama dengan ku.

"mbak Vivi saya mau keluar..," Kataku.

"mbak Vivi juga mau keluar nih ," mbak Vivi menjawab.

Dan ahirnya sambil kuhujamkan kontol ku dengan keras kedalam memek mbak Vivi, spermaku keluar membasahi memek mbak Vivi. mbak Vivi juga sama denganku, kita saling berpagutan menuntaskan kenikmatan bersama-sama.

kita terdiam beberapa saat menikmati sisa kenikmatan, tubuhku masih berada di atas tubuh mbak Vivi, perlahan ku gulingkan tubuhku ke samping mbak Vivi. Ada rasa ngilu pada kontol ku ketika terlepas dari memek mbak Vivi.

"mbak Vivi puas banget Cen, sudah lama banget mbak Vivi nggak ngerasain yg seperti tadi.," mbak Vivi mengungkapkan kepuasannya.

"Saya juga Mbak, dan kalau nanti-nanti mbak Vivi kepengen lagi saya selalu siap," Aku menimpalinnya sambil tanganku meraba-raba toket nya.

"Eh, udah yu, nanti keburu ada yg datang," Kata mbak Vivi, dia bangkit dari tidur lalu meraih pakaiannya, mengenakannya lalu keluar menuju kamar mandi. Akupun berdiri, mengenakan pakaian lalu berjalan menuju kantorku, tak lama kemudian mbak Vivi menyusul gantian aku yg ke kamar mandi.

kita membicarakan tentang hal-hal lain beberapa saat, lalu anak buahku datang, mbak Vivi pamit pulang. Setelah kejadian itu, kita tak pernah membahasnya meskipun mbak Vivi tetap rutin datang ke kantorku. Sesungguhnya aku sangat ingin mengulanginya lagi tapi ada rasa segan untuk mengutarakannya ke mbak Vivi, aku pikir lebih baik menunggu saja. Baik Aku maupun mbak Vivi tak pernah menunjukan bahwa kita pernah ngentot, semua berlalu seperti terjadi apa-apa.

Sampai suatu malam, suami mbak Vivi datang ke rumahku untuk meminta tolong memperbaiki komputernya yg baru dibeli tidak bisa di operasikan mungkin sebab dimainin anak-anaknya. Lalu kita pergi ke rumahnya, ku chek komputernya dan ku bilang bahwa besok pagi saja memperbaikinya sebab harus diinstal ulang dan membutuhkan waktu agak lama, kebetulan besok aku tidak begitu sibuk. Waktu itu mbak Vivi memakai daster, membuat aku horny. mbak Vivi lalu nimbrung ngobrol beberapa saat kemudian aku pulang.

Besok paginya sekitar jam 7, setelah pamit dengan istiruku aku ke rumah mbak Vivi. Sesampainya di sana aku bertemu dengan suaminya mbak Vivi yg sudah bersiap-siap berangkat kerja, mbak Vivi sedang mandi ketika itu sedangkan anak-anaknya sudah berangkat sekolah diantar pembantunya. Setelah ngobrol beberapa saat suaminya lalu berangkat kerja dan aku langsung meperbaiki komputernya. mbak Vivi kemudian keluar dari kamarnya, rambutnya masi terlihat basah, menghampiriku lalu berbasa-basi sebentar lalu pergi ke ruangan lain, aku kembali konsentrasi ke komputer. Sebetulnya saat itu aku sangat berharap kejadian dulu bersama mbak Vivi dapat terulang kembali, tapi aku nggak berani untuk memulai.

Proses instal sedang komputer sedang berlangsung dan aku menunggunya sambil sesekali melihat layar TV. Tiba-tiba terdengar suara mbak Vivi memanggil dari ruang tamu.

"Cen, kesini deh."
"Ada apa Mbak?' Sahutku, kemudian berjalan ke arah ruang tamu. Ku lihat mbak Vivi sedang duduk di sofa sambil membaca majalah, dia memakai kaus dan kain membalut bagian bawah tubuhnya, lalu aku menghampirinya.
"Komputernya sudah selesai belum?," Dia bertanya.
"Belum masih lama Mbak, kenapa Mbak?"
"Sini deh!" Dia memintaku duduk di sampingnya. Lalu aku duduk di sampingnya tercium wangi sabun dari tubuhnya.
"mbak Vivi kepengen nih1" Akhirnya waktunya datang juga, aku faham keinginan mbak Vivi untuk ngentot.
"Disini?, nanti kalau pembantu mbak Vivi pulang gimana?"
"Nggak, dia pulangnya jam 10,"

Setelah mendengar jawabannya langsung ku peluk tubuh mbak Vivi, ku cium bibirnya dan kita saling berpagutan, sedang tanganku kumasukan ke dalam bajunya dan ternyata mbak Vivi tidak memakai BH. Kuremas-remas toket nya. Tangan mbak Vivi masuk ke dalam celanaku dan mempermainkan kontol ku.

"Mbak, kaosnya di lepas ya!," Pintaku.
Cara menikmati tubuh dan memek kakak sepupu yang nikmat, pantat naik turun di kontol ku menghujam memek tanpa ampun, incest memek, largest Asian sex stroies
klik foto untuk memperbesar gambar


mbak Vivi langsung melepas kausnya sedang kan aku, kuturunkan celanaku sebatas paha hingga kontol ku yg mulai tegang keluar. Aku tidak berani melepas pakaian.

"Mbak nungging dong" Aku memintanya.
"Nungging gimana? Dia bertanya untuk memastikan posisinya.

Aku atur posisi badan mbak Vivi, lututnya menempel di lantai sedangkan badannya di atas sofa. Setelah posisinya kurasa enak, ku angkat kain yg menutupi bagian bawah tubuhnya dan ternyata dia juga tidak memakai CD. Mulai kuarahkan ke lobang memek nya, ku tekan pantatku lalu ku ayun. Sambil mengayunkan pantat, kuciumi tengkuk dan rambutnya, sedang tanganku dua-duanya meremas toket nya. Dari mulutnya ku dengar desis perlahan.

"Cen mbak Vivi di atas yah!' Dia meminta mengubah posisi. Aku lalu duduk bersandar di atas Sofa, tubuh mbak Vivi naik ke atas tubuhku, tangannya membimbing kontol ku ke arah lubang memek nya. Di gerakannya pantatnya naik turun dan kuimbangi dengan gerakan pantatku menekan keatas apabila pantatnya menekan ke bawah.

Bibir mbak Vivi melumat dengan rakus bibirku, sedangkan tanganku meremas-remas bongkahan pantatnya. Terkadang kuciumi toket nya dan kukenyot-kenyot pentilnya, kepalanya menengadah keatas.

Beberapa saat kemudian,

"mbak Vivi mau keluar aahh!!" Dia berbisik ketelingaku sambil menggerakan pantatnya semakin cepat.

Aku pun merasakan hal yg sama lalu kuminta mbak Vivi untuk memilin-milin pentil susuku. Aku semakin bergairah mengimbangi gerakan yg di lakukan mbak Vivi. Kuciumi lagi toket nya sambil di remas-remas.

Akhirnya, saatnya tiba, mbak Vivi menekan memek nya sedemikian rupa dan akupun menekan pantatku sampai kontol ku serasa mentok. Tubuhku dan Tubuh mbak Vivi berpelukan erat dengan mulut saling berpagutan. Spermaku keluar membanjiri memek nya. Sampai beberapa saat kita tetap saling berpelukan menikmati sisa kenikmatan.
Tubuh sepupuku montok dan nikmat ku setubuhi
Tubuh sepupuku montok dan nikmat ku setubuhi, cerita sex , Tubuh sepupuku montok dan nikmat ku setubuhi, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Tubuh sepupuku montok dan nikmat ku setubuhi


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/