Memek Saudara Tiri Entot Aja Yang Penting Enak

Memek Saudara Tiri Entot Aja Yang Penting Enak - Ceritaku ini dimulai, waktu saya SMA kelas 3, waktu itu saya baru sebulan tinggal sama ayah tiriku. Ibu menikah dengan orang ini karena karena nggak tahan hidup menjanda lama-lama. yang saya nggak sangka-sangka ternyata ayah tiriku punya 2 anak cewek yang keren dan sexy habis, yang satu sekolahnya sama denganku, namanya Dina dan yang satunya lagi sudah kuliah, namanya Riri. Si Dina cocok sekali kalau dijadikan bintang iklan obat pembentuk tubuh, nah kalau si Riri paling cocok untuk iklan BH sama suplemen payudara.


Sejak pertama saya tinggal, saya selalu berangan-angan bahwa dapat memiliki mereka, tapi angan-angan itu selalu buyar oleh berbagai hal. Dan siang ini kebetulan nggak ada orang di rumah selain saya dengan Dina, ini juga saya sedang kecapaian karena baru pulang sekolah. “Din! entar kalau ada perlu sama saya, saya ada di kamar,” teriakku dari kamar. saya mulai menyalakan komputerku dan karena saya sedang suntuk, saya mulai dech surfing ke situs-situs porno kesayanganku, tapi enggak lama kemudian Dina masuk ke kamar sambil bawa buku, kelihatannya dia mau tanya pelajaran. “Ben, kemaren kamu sudah nyatet Biologi belom, saya pinjem dong!” katanya dengan suara manja. Tanpa memperdulikan komputerku yang sedang memutar film bokep via internet, saya mengambilkan dia buku di rak bukuku yang jaraknya lumayan jauh dengan komputerku.

“Din..! nich bukunya, kemarenan saya sudah nyatet,” kataku.
Dina nggak memperhatikanku tapi malah memperhatikan film bokep yang sedang di komputerku.
“Din.. kamu bengong aja!” kataku pura-pura nggak tahu.
“Eh.. iya, Ben kamu nyetel apa tuh! saya bilangin bonyok loh!” kata Dina.
“Eeh… kamu barusan kan juga liat, saya tau kamu suka juga kan,” balas saya.
“Mending kita nonton sama-sama, tenang aja saya tutup mulut kok,” ajakku berusaha mencari peluang.
“Bener nich, kamu kagak bilang?” katanya ragu.
“Suwer dech!” kataku sambil mengambilkan dia kursi.

Dina mulai serius menonton tiap adegan, sedangkan saya serius untuk terus menatap tubuhnya.
“Din, sebelum ini kamu pernah nonton bokep kagak?” tanyaku.
“Pernah, noh saya punya VCD-nya,” jawabnya.
Wah gila juga nich cewek, diam-diam nakal juga.
“Kalau ML?” tanyaku lagi.
“Belom,” katanya, “Tapi… kalo sendiri sich sering.”
Wah makin berani saja saya, yang ada dalam pikiranku sekarang cuma ML sama dia. Bagaimana caranya si “Beni Junior” bisa puas, nggak peduli saudara tiri, yang penting nafsuku hilang.

Melihat dadanya yang naik-turun karena terangsang, saya jadi semakin terangsang, dan batang kemaluanku pun makin tambah tegang.
“Din, kamu terangsang yach, ampe napsu gitu nontonnya,” tanyaku memancing.
“Iya nic Ben, bentar yach saya ke kamar mandi dulu,” katanya.
“Eh… ngapain ke kamar mandi, nih liat!” kataku menunjuk ke arah celanaku.
“Kasihanilah si Beni kecil,” kataku.
“Pikiran kamu jangan yang nggak-nggak dech,” katanya sambil meninggalkan kamarku.
“Tenang aja, rumah kan lagi sepi, saya tutup mulut dech,” kataku memancing.

Dan ternyata nggak ia gubris, bahkan terus berjalan ke kamar mandi sambil tangan kanannya meremas-remas buah dadanya dan tangan kirinya menggosok-gosok kemaluannya, dan hal inilah yang membuatku nggak menyerah. Kukejar terus dia, dan sesaat sebelum masuk kamar mandi, kutarik tangannya, kupegang kepalanya lalu kemudian langsung kucium bibirnya. Sesaat ia menolak tapi kemudian ia pasrah, bahkan menikmati setiap permainan lidahku. “Kau akan saya berikan pengalaman yang paling memuaskan,” kataku, kemudian kembali melanjutkan menciumnya. Tangannya membuka baju sekolah yang masih kami kenakan dan juga ia membuka BH-nya dan meletakkan tanganku di atas dadanya, kekenyalan dadanya sangat berbeda dengan gadis lain yang pernah kusentuh.

Perlahan ia membuka roknya, celanaku dan celana dalamnya. “Kita ke dalam kamar yuk!” ajaknya setelah kami berdua sama-sama bugil, “Terserah kaulah,” kataku, “yang penting kau akan kupuaskan.” ga kusangka ia berani menarik kontol ku sambil berciuman, dan perlahan-lahan kami berjalan menuju kamarnya. “Ben, kamu tiduran dech, kita pake ’69′ mau nggak?” katanya sambil mendorongku ke kasurnya. Ia mulai menindihku, didekatkan memek nya ke mukaku sementara kontol ku diemutnya, saya mulai mencium-cium memek nya yang sudah basah itu, dan aroma kewanitaannya membuatku semakin bersemangat untuk langsung memainkan klitorisnya.

ga lama setelah kumasukkan lidahku, kutemukan klitorisnya lalu saya menghisap, menjilat dan kadang kumainkan dengan lidahku, sementara tanganku bermain di dadanya. ga lama kemudian ia melepaskan emutannya. “Jangan hentikan Ben… Ach… percepat Ben, saya mau keluar nich! ach… ach… aachh… Ben… saya ke.. luar,” katanya berbarengan dengan menyemprotnya cairan kental dari memek nya. Dan kemudian dia lemas dan tiduran di sebelahku.

“Din, sekali lagi yah, saya belum keluar nich,” pintaku.
“Bentar dulu yach, saya lagi capek nich,” jelasnya.
saya nggak peduli kata-katanya, kemudian saya mulai mendekati memek nya.
“Din, saya masukkin sekarang yach,” kataku sambil memasukkan kontol ku perlahan-lahan.
Kelihatannya Dina sedang nggak sadarkan diri, dia hanya terpejam coba untuk beristirahat. memek Dina masih sempit sekali, kontol ku dibuat cuma diam mematung di pintunya. Perlahan kubuka dengan tangan dan terus kucoba untuk memasukkannya, dan akhirnya berhasil kontol ku masuk setengahnya, kira-kira 7 cm.

“Jangan Ben… entar saya hamil!” katanya tanpa berontak.
“Kamu sudah mens belom?” tanyaku.
“sudah, baru kemaren, emang kenapa?” katanya.
sambil saya masukkan kontol ku yang setengah, saya jawab pertanyaannya,
“Kalau gitu kamu kagak bakal hamil.”
“Ach… ach… ahhh…! sakit Ben, a.. ach… ahhh, pelan-pelan, aaa… aaach… aachhh…!” katanya berteriak nikmat.
“Tenang aja cuma sebentar kok, Din mending doggy style dech!” kataku tanpa melepaskan kontol dan berusaha memutar tubuhnya.
Ia menuruti kata-kataku, lalu mulai kukeluar-masukkan kontol ku dalam memek nya dan kurasa ia pun mulai terangsang kembali, karena sekarang ia merespon gerakan keluar-masukku dengan menaik-turunkan pinggulnya.

“Ach… a… aaa ach…” teriaknya.
“Sakit lagi Ben… a.. aa… ach…”
“Tahan aja, cuma sebentar kok,” kataku sambil terus bergoyang dan meremas-remas buah dadanya.
“Ben,. ach pengen… ach.. a… keluar lagi Ben…” katanya.
“Tunggu sebentar yach, saya juga pengen nich,” balasku.
“Cepetan Ben, enggak tahan nich,” katanya semakin menegang.
“A… ach… aaachhh…! yach kan keluar.”
“saya juga Say…” kataku semakin kencang menggenjot dan akhirnya setidaknya enam tekakan spermaku di dalam memek nya.

Kucabut kontol ku dan saya melihat seprei, apakah ada darahnya atau nggak? tapi tenyata nggak.
“Din kamu enggak perawan yach,” tanyaku.
“Iya Ben, dulu waktu lagi masturbasi nyodoknya kedaleman jadinya pecah dech,” jelasnya.
“Ben ingat loh, jangan bilang siapa-siapa, ini rahasia kita aja.””Oh tenang aja saya bisa dipercaya kok, asal lain kali kamu mau lagi.”
“Siapa sih yang bisa nolak ‘Beni Junior’,” katanya mesra.

Setelah saat itu setidaknya seminggu sekali saya selalu melakukan ML dengan Dina, terkadang saya yang memang sedang ingin atau terkadang juga Dina yang sering ketagihan, yang asyik sampai saat ini kami selalu bermain di rumah tanpa ada seorang pun yang tahu, kadang tengah malam saya ke kamar Dina atau sebaliknya, kadang juga saat siang pulang sekolah kalau nggak ada orang di rumah.

Kali ini kelihatannya Dina lagi ingin, sejak di sekolah ia terus menggodaku, bahkan ia sempat membisikkan kemauannya untuk ML siang ini di rumah, tapi malangnya siang ini ayah dan ibu sedang ada di rumah sehingga kami ga jadi melakukan ini. saya menjanjikan nanti malam akan main ke kamarnya, dan ia mengiyakan saja, katanya asal bisa ML denganku hari ini ia menurut saja kemauanku.

Ternyata sampai malan ayahku belum tidur juga, kelihatannya sedang asyik menonton pertandingan bola di TV, dan saya pun tidur-tiduran sambil menunggu ayahku tertidur, tapi malang malah saya yang tertidur duluan. Dalam mimpiku, saya sedang dikelitiki sesuatu dan berusaha saya tahan, tapi kemudian sesuatu menindihku hingga saya sesak napas dan kemudian terbangun.

“Dina! apa Ayah sudah tidur?” tanyaku melihat ternyata Dina yang menindihiku dengan keadaan telanjang.
“kamu mulai nakal Ben, dari tadi saya tunggu kamu, kamu nggak datang-datang juga. kamu tau, sekarang sudah jam dua, dan ayah sudah tidur sejak jam satu tadi,” katanya mesra sambil memegang kontol ku karena ternyata celana pendekku dan CD-ku sudah dibukanya.
“yang nakal tuh kamu, Bukannya permisi atau bangunin saya kek,” kataku.
“kamu nggak sadar yach, kamu kan sudah bangun, tuh liat sudah siap kok,” katanya sambil memperlihatkan kontol ku.
“saya emut yach.”
Emutanya kali ini terasa berbeda, terasa begitu menghisap dan kelaparan.
“Din jangan cepet-cepet dong, kasian ‘Beni Junior’ dong!”
“saya sudah kepengen berat Ben!” katanya lagi.
“Mending seperti biasa, kita pake posisi ’69′ dan kita sama-sama enak,” kataku sembil berputar tanpa melepaskan emutannya kemudian sambil terus diemut.
saya mulai menjilat-jilat memek nya yang sudah basah sambil tanganku memencet-mencet payudaranya yang semakin keras, terus kuhisap memek nya dan mulai kumasukkan lidahku untuk mencari-cari klitorisnya.

“Aach… achhh…” desahnya ketika kutemukan klitorisnya.
“Ben! kamu pinter banget nemuin itilku, a.. achhh.. ahh..”
“kamu juga makin pinter ngulum ‘Beni’ kecil,” kataku lagi.
“Ben, kali ini kita nggak usah banyak-banyak yach, aa.. achh..” katanya sambil mendesah.
“Cukup sekali aja nembaknya, taaapi… sa.. ma.. ss.. sa… ma… maaa ac… ach…” katanya sambil menikmati jilatanku.
“Tapi Ben saya.. ma.. u.. keluar nich! Ach.. a… aaahh…” katanya sambil menegang kemudian mengeluarkan cairan dari memek nya.

“Kayaknya kamu harus dua kali dech!” kataku sambil merubah posisi.
“Ya sudah dech, tapi sekarang kamu masukin yach,” katanya lagi.
“Bersiaplah akan saya masukkan ini sekarang,” kataku sambil mengarahkan kontol ku ke memek nya.
“Siap-siap yach!”
“Ayo dech,” katanya.
“Ach… a… ahhh…” desahnya ketika kumasukkan kontol ku.
“Pelan-pelan dong!”
“Inikan sudah pelan Din,” kataku sambil mulai bergoyang.
“Din, kamu sudah terangsang lagi belon?” tanyaku.
“Bentar lagi Ben,” katanya mulai menggoyangkan pantatnya untuk mengimbangiku, dan kemudian dia menarik kepalaku dan memitaku untuk sambil menciumnya.

“sambil bercumbu dong Ben!”
Tanpa disuruh dua kali saya langsung mncumbunya, dan saya betul-betul menikmati permainan lidahnya yang semakin mahir.
“Din kamu sudah punya pacar belom?” tanyaku.”saya sudah tapi baru abis putus,” katanya sambil mendesah.
“Ben pacar saya itu enggak tau loh soal benginian, cuma kamu loh yang beginian sama saya.”
“Ach yang bener?” tanyaku lagi sambil mempercepat goyangan.
“Ach.. be.. ner.. kok Ben, a.. aaa… ach.. achhh,” katanya terputus-putus.
“Tahan aja, atau kamu mau udahan?” kataku menggoda.
“Jangan udahan dong, saya baru kamu bikin terangsang lagi, kan kagak enak kalau udahan, achh… aaa… ahhh… saya percepat yach Ben,” katanya.

Kemudian mempercepat gerakan pinggulnya.
“Kamu sudah ngerti gimana enaknya, bentar lagi kayaknya saya bakal keluar dech,” kataku menyadari bahwa sepermaku sudah mengumpul di ujung.
“Achh… ach… bentar lagi nih.”
“Tahan Ben!” katanya sambil mengeluarkan kontol ku dari memek nya dan kemudian menggulumnya sambil tanganya mamainkan klitorisnya.
“saya juga Ben, bantu saya cari klitorisku dong!” katanya menarik tanganku ke memek nya.
sambil kontol ku terus dihisapnya kumainkan klitorisnya dengan tanganku dan…
“Achh… a… achh… achhh… ahhh…” desahku sambil menembakkan spermaku dalam mulutnya.
“saya juga Ben…” katanya sambil menjepit tanganku dalam memek nya.
“Ach… ah… aaa.. ach…” desahnya.

“saya tidur di sini yach, nanti bangunin saya jam lima sebelum ayah bagun,” katanya sambil menutup mata dan kemudian tertidur, di sampingku.
Tepat jam lima pagi saya bangun dan membangunkanya, kemudian ia bergegas ke kamar madi dan mempersiapkan diri untuk sekolah, begitu juga dengan saya. yang aneh siang ini nggak seperti biasanya Dina nggak pulang bersamaku karena ia ada les privat, sedangkan di rumah cuma ada kak Riri, dan anehnya siang-siang begini kak Riri di rumah memakai kaos ketat dan rok mini seperti sedang menunggu sesuatu.

“Siang Ben! baru pulang? Dina mana?” tanyanya.
“Dina lagi les, katanya bakal pulang sore,” kataku, “Loh kak sendiri kapan pulang? katanya dari Solo yach?”
“saya pulang tadi malem jam tigaan,” katanya.
“Ben, tadi malam kamu teriak sendirian di kamar ada apa?”
Wah gawat sepertinya kak Riri dengar desahannya Dina tadi malam.
“Ach nggak kok, cuma ngigo,” kataku sambil berlalu ke kamar.
“Ben!” panggilnya, “Temenin kak nonton VCD dong, kak males nich nonton sendirian,” katanya dari kamarnya.
“Bentar!” kataku sambil berjalan menuju kamarnya, “Ada film apa kak?” tanyaku sesampai di kamarnya.
“Liat aja, nanti juga tau,” katanya lagi.
“kak lagi nungguin seseorang yach?” tanyaku.
“kak, lagi nungguin kamu kok,” katanya datar, “Tuh liat filmnya sudah mulai.”

Memek Saudara Tiri Entot Aja Yang Penting Enak, cerita seks, sex dewasa cerita ngentot bokep saudara
Memek Saudara Tiri Entot Aja Yang Penting Enak [click to enlarge]

“Loh inikan…?” kataku melihat film bokep yang diputarnya dan tanpa meneruskan kata-kataku karena melihat ia mendekatiku. Kemudian ia mulai mencium bibirku.
“kak tau kok yang semalam,” katanya, “Kamu mau enggak ngelayanin saya, saya lebih pengalaman dech dari Dina.”
Wah pucuk di cinta ulam tiba, yang satu pergi datang yang lain.
“kak, saya kan adik yang berbakti, masak nolak sich,” godaku sambil tangan kananku mulai masuk ke dalam rok mininya menggosok-gosok memek nya, sedangkan tangan kiriku masuk ke kausnya dan memencet-mencet payudaranya yang super besar.
“Kamu pinter dech, tapi sayang kamu nakal, pinter cari kesempatan,” katanya menghentikan ciumannya dan melepaskan tanganku dari dada dan memek nya.
“kak mau ngapain, kan lagi asyik?” tanyaku.”Kamu kagak sabaran yach, kak buka baju dulu terus kau juga, biar asikkan?” katanya sambil membuka bajunya.

saya juga ga mau ketinggalan, saya mulai membuka bajuku sampai pada akhirnya kami berdua telanjang bulat.
“Tubuh kak bagus banget,” kataku memperhatikan tubuhnya dari atas sampai ujung kaki, benar-benar nggak ada cacat, putih mulus dan sekal.
Ia langsung mencumbuku dan tangan kanannya memegang kontol ku, dan mengarahkan ke memek nya sambil berdiri.
“saya sudah enggak tahan Ben,” katanya.
Kuhalangi kontol ku dengan tangan kananku lalu kumainkan memek nya dengan tangan kiriku.
“Nanti dulu ach, beginikan lebih asik.”
“Ach… kamu nakal Ben! pantes si Dina mau,” katanya mesra.

“Ben…! kak…! lagi dimana kalian?” terdengar suara Dina memanggil dari luar.
“Hari ini guru lesnya nggak masuk jadi saya dipulangin, kalian lagi dimana sich?” tanyanya sekali lagi.
“Masuk aja Din, kita lagi pesta nich,” kata kak Riri.
“kak! Entar kalau Dina tau gimana?” tanyaku.
“Ben jangan panggil kak, panggil aja Riri,” katanya dan ketika itu saya melihat Dina di pintu kamar sedang membuka baju.
“Rir, saya ikut yach!” pinta Dina sambil memainkan memek nya.
“Ben kamu kuat nggak?” tanya Riri.
“Tenang aja saya kuat kok, lagian kasian tuch Dina sudah terangsang,” kataku.
“Din cepet sinih emut ‘Beni Junior’,” ajakku.

Tanpa menolak Dina langsung datang mengemut kontol ku.
“Mending kita tiduran, biar saya dapet memek mu,” kataku pada Riri.
“Ayo dech!” katanya kemudian mengambil posisi.
Riri meletakkan memek nya di atas kepalaku, dan kepalanya menghadap memek Dina yang sedang mengemut kontol ku.
“Din, saya maenin memek mu,” katanya.
Tanpa menunggu jawaban dari Dina ia langsung bermain di memek nya.Permainan ini berlangsung lama sampai akhirnya Riri menegangkan pahanya, dan… “Ach… a… aaach… saya keluar…” katanya sambil menyemprotkan cairan di memek nya.

“Sekarang ganti Dina yach,” kataku.
Kemudian saya bangun dan mengarahkan kontol ku ke memek nya dan masuk perlahan-lahan.
“Ach… aach…” desah Dina.
“Kamu curang, Dina kamu masukin, kok saya nggak?” katanya.
“Abis kamu keluar duluan, tapi tenang aja, nanti abis Dina keluar kamu saya masukin, yang penting kamu merangsang dirimu sendiri,” kataku.
“yang cepet dong goyangnya!” keluh Dina.
Kupercepat goyanganku, dan dia mengimbanginya juga.
“Kak, ach… entar lagi gant… a… ach.. gantian yach, saya.. mau keluar ach… aaa… a… ach….!” desahnya, kemudian lemas dan tertidur ga berdaya.

“Ayo Ben tunggu apa lagi!” kata Riri sambil mengangkang mampersilakan kontol ku untuk mencoblosnya.
“saya sudah terangsang lagi.”
Tanpa menunggu lama saya langsung mencoblosnya dan mencumbunya.
“Gimana enak kontol ku ini?” tanyaku.
“kontol kamu kepanjangan,” katanya, “tapi enak!”.

“Kayaknya kau nggak lama lagi dech,” kataku.
“Sama, saya juga enggak lama lagi,” katanya, “Kita keluarin sama-sama yach!” terangnya.
“Di luar apa di dalem?” tanyaku lagi.
“Ach… a… aach… di.. dalem… aja…” katanya nggak jelas karena sambil mendesah.
“Maksudku, ah.. ach.. di dalem aja… aah… ach… bentar lagi…”
“saya… keluar… ach… achhh… ahhh…” desahku sambil menembakkan spermaku.
“Ach… aach… saya… ach.. juga…” katanya sambil menegang dan saya merasakan cairan membasahi kontol ku dalam memek nya.

Akhirnya kami bertiga tertidur di lantai dan kami bangun pada saat bersamaan.
“Ben saya mandi dulu yach, sudah sore nich.”
“saya juga ach,” kataku.
“Ben, Din, lain kali lagi yach,” pinta Riri.
“Itu bisa diatur, asal lagi kosong kayak gini, ya nggak Ben!” kata Dina.
“Kapan aja kalian mau saya siap,” kataku.
“Kalau gitu kalian jangan mandi dulu, kita main lagi yuk!” kata Riri mulai memegang kontol ku.

Akhirnya kami main lagi sampai malam dan kebetulan ayah dan ibu telepon dan mengatakan bahwa mereka pulangnya besok pagi, jadi kami lebih bebas bermain, lagi dan lagi. Kemudian hari selanjutya kami sering bermain saat situasi seperti ini, kadang tengah malam hanya dengan Riri atau hanya Dina. Oh bapak tiri, ternyata selain harta banyak, kamu juga punya dua anak yang siap menemaniku kapan saja, ohh nikmatnya hidup ini.

Memek Saudara Tiri Entot Aja Yang Penting Enak, cerita seks, sex dewasa cerita ngentot bokep saudara
Memek Saudara Tiri Entot Aja Yang Penting Enak
Memek Saudara Tiri Entot Aja Yang Penting Enak, cerita sex , Memek Saudara Tiri Entot Aja Yang Penting Enak, cerita seks, sex dewasa cerita ngentot bokep saudara, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Memek Saudara Tiri Entot Aja Yang Penting Enak


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/