Cewek Hypersex Toket Gede Minta Ngentot

Cewek Hypersex Toket Gede Minta Ngentot - Jam menunjukkan pukul 6 sore. Masih ada waktu banyak sebelum Ramon datang. kita belum pernah bertemu muka. kita cuma bertemu online selama ini di ruang chat. Alasannya, ya krn aku nggak tinggal di kota yang sama dengannya. Bakalan mahal jika ingin sering bertemu. Keinginan bertemu bukan cuma krn ingin saling kenal lebih dekat tapi juga krn semakin memanasnya pembicaraan kita.

Bisa ditebak.. pembicaraan kita udh melewati masa-masa bla bla bla.. dan berakhir dengan cyber sex. Bukan cuma sekedar chat sex tapi juga sex yang memuaskan, yah walaupun cuma di chat. Akhirnya setelah sekian lama, akulah yang memberanikan diri datang ke kota nya. Sekalian jalan-jalan. Dan malam ini, Ramon berjanji akan mengajakku makan malam bersama.

“Ting tong.. ting tong.. ting tong..”, tepat pukul 8 malam suara bel kamar hotelku berbunyi 3 kali. aku segera menghampiri pintu dan saat kubuka.., Ramon kulihat berdiri di depanku. Tampak gagah dan maskulin. Ternyata nggak jauh berbeda dari foto yang di kirimkannya ke emailku.

Sebaliknya, kulihat Ramon tertegun dengan apa yang kupakai malam ini. aku mengenakan gaun tipis krem sepaha dengan tali kecil di pundak. Matanya masih tertegun melihat bercak 2 bulatan BH 34C di dadaku dan g-string yang tembus pandang tersorot lampu di gang.

“Silakan masuk..” kataku sambil menarik tangannya dengan manja. cuma aja Ramon sepertinya nggak sabar dengan kedatanganku yang udh ditunggu-tunggunya. Tanganku ditariknya lembut, badanku dipeluknya dengan hangat. Hingga wajahku tepat berada di depan wajahnya. “aku kangen banget sama loe, sayang” ucapnya sambil berniat menciumku. aku berusaha menjauh, tapi tak kulepas dekapannya. Kututup bibirnya dengan telunjukku. “Eiitt.. sabar dong, Mon. Masak mau serobot aja sih. ” aku mengerling nakal padanya. Dan kuajak ke sofa di kamarku. Kubiarkan dia duduk di sana dan bukan di tempat tidur yang terbentang di depan kita.

Cewek Hypersex Toket Gede Minta Ngentot

“Mau minum apa? aku cuma punya bir dan coca cola kaleng,” ucapku seraya melangkah ke kulkas. “Bir aja, enak minum bir dengan wanita cantik seperti loe,” Ramon mulai sadar rupanya.. hingga bisa berbicara lebih banyak. aku tersenyum mendengar ucapannya. aku ambil bir buatnya dan coca cola buat aku sendiri. aku duduk di sebelah kanannya. Saat kuteguk minumanku, kaki kananku kusilakan di atas kaki kiriku. krn bajuku nggak seberapa panjang, terbuka deh pahaku. Walaupun Ramon juga sedang menegak minumannya, matanya nggak henti-hentinya melihat pahaku yang putih mulus.
“loe cantik sekali, Lura,” tangannya mulai berkelana. Kali ini mengusap-usap pahaku. Dan menggeser badannya. “loe juga ganteng,” bisikku manja di telinganya. Semakin nggak sabaran dia. Nafasnya kudengar udh nggak teratur. Kaleng birnya dan kaleng coca colaku ditaruhnya di atas meja kecil sebelahnya.

“aku kangenn banget sama loe. aku ingin telen loe.. Sar” gitu istilah Ramon jika ingin mulai main. Kecupan kecil mendarat di bibirku. aku balas dengan lembut. Kulihat matanya penuh dengan rasa kangen. Kecupannya berubah menjadi ciuman yang lebih bernafsu. Lidahnya bermain-main dengan penuh nafsu di mulutku diikuti dengan nafasnya yang tak tertahankan. Begitu lincahnya membuat aku pun mulai terangsang, kubalas juga dengan permainan lidahku di mulutnya. Kehangantan meliputi kita berdua. Duduk kita semakin mendekat. Tangan kanannya memelukku dg lembutnya. Tangan kirinya udh mulai berjalan lebih jauh di pahaku. “hmm.. hmm..” desahku seirama permainan lidah kita. Kulingkarkan kedua lenganku di lehernya. “aku kangen loe juga, Mon” di sela-sela permainan lidah kita.

Hingga akhirnya Ramon tak tahan, dan dengan perlahan namun pasti Ramon membuka gaunku tanpa mengurangi kehangatan kita. Sekarang tinggal bra tanpa tali dan g-string putihku. Kulihat matanya terpukau dengan pemandangan di depannya. “Bikin loe tambah kepingin, ya Mon,” kerlingku nakal. “Iya, sayang..” jawabnya sambil tangannya mulai menjelajahi lipatan gunungku. Dielusnya, dipandangnya, dielusnya lagi dan dikecupnya bra aku. Ahh.. lembutnya. “Kita ga jadi makan malam, Mon?” tanyaku mangingatkan. “Ga laper aku, aku lebih laper loe..” senyumnya.

Sambil perlahan berdiri, aku tarik tangannya. Dengan isyarat mataku, Ramon tau aku minta dia berpindah ke tempat tidur. Kudorong dia, mengisyaratkan supaya dia berbaring di tempat tidur. Kubiarkan dia bertanya-tanya dalam hati. Dengan pakaian yang lengkap kubiarkan dia berbaring. aku naik juga ke tempat tidur, dengan cuma mengenakan bra dan g-string. aku naik ke atasnya. Kucium lembut bibirnya. Perlahan aku buka kancing kemejanya. Dibantunya aku dengan sedikit mengangkat badannya, hingga aku bisa melepaskan kemejanya dengan mudah. Di hadapanku sekarang terbentang dada bidangnya. Kucium perlahan dadanya. Kujilat-jilat putingnya, yang kiri .. yang kanan. aku tak tau apa yang dirasakannya. Yang kutahu tangannya mengelus-elus lembut rambutku. “Lura.. enak sayang..” lidahku meneruskan perjalanannya. Sedikit ke bawah, jilatanku semakin membuatnya semakin gemas mengusap-usap rambutku. Perutnya pun tak lepas dari jilatanku. “loe pintar ya..” bisiknya tertahan.

Hingga ke bawah perut. Masih ada celana panjang yang menutup gerakan-gerakan tak karuan dibaliknya. Ada onggokan yang ingin segera terlepaskan. aku lirik Ramon, dan matanya memintaku untuk membebaskan. aku menggeleng nakal.. “Ngga, ah.. sabar dong..” aku lanjutkan lagi kecupanku. aku kecup tonjolan itu. Cup..cup..cup.. aku tersenyum lebar, sewaktu kulihat matanya memohon dengan sangat.
“Tunggu ya.. aku pingin kecup dari luar dulu.” aku kecup lagi. aku masukan tonjolan itu di mulutku. “Lura nakal ya.. buka dong, sayang. aku ngga tahan, nih” Akhirnya kubuka ikat pinggangnya. Dan resletingnya. Kulirik lagi, matanya udh semakin memohon. Akhirnya kubuka celana panjangnya. Terpikir lagi keinginan untuk mengganggunya. Kubiarkan CD nya. Kukecup lagi tonjolannya yang udh semakin besar itu. Ahh.. kalo mau jujur, aku juga udh nggak tahan melihatnya. Ingin kutelan rasanya. Tapi aku ingin mengganggunya juga.. hehe.. aku masukan tonjolan itu ke mulutku. Kukulum perlahan. Ahh.. gerakannya semakin tak karuan. “Lura.. buka sayang, bukaa..”

aku buka juga akhirnya. WOW.. besaarr sekalii.. aku tak percaya mataku. Dengan tak sabar kupegang batang besar itu. aku usap-usap. “Suka sayang?” tanya Ramon. “Suka banget. Punyamu besar banget, Mon” aku jilat-jilat pinggirannya. Dari atas ke bawah, aku balik lagi dari bawah ke atas. Sesekali kurasakan gerakannya yang semakin tak henti. “Enakk sayangg.. teruuss..” pintanya. Kujilat belahannya. Lidahku bermain-main di sana. Membuat gerakan nakal. Semakin cepat, seirama kocokan tanganku yang juga semakin cepat. aku masukan kepalanya ke mulutku. aku sedot seperti makan es krim. Sesekali lidahku bermain di belahannya.

Cewek Hypersex Toket Gede Minta Ngentot, cerita seks, bacaan dewasa kisah sex cewek seksi, cerita dewasa toket gede
Cewek Hypersex Toket Gede Minta Ngentot

“Aghh.. enakk..” aku semakin menjadi-jadi mendengar erangannya. Kubuka bra aku. Biar gerakanku semakin lepas. Kusentuh buah dadaku dengan penisnya. Kuputar-putar penisnya mengelilingi dadaku. Melingkari bongkahanku dan putingku. yang kiri.. yang kanan.. ahh.. enaknya. Kumasukan lagi ke mulutku, kali ini lebih dalam. Hampir menyentuh ujung mulutku. Aghh.. sedapnya.

aku sedoott lebih lama. “srrpp.. srpp..” aku mainkan juga lidahku di dalam sana. Kuempot sampe terdengar suaraku sendiri. “Aghh.. enak sayang. Enak banget. loe pinterr.. terus sayang..” erangnya. Kulepas lagi.. kali ini tanganku yang bermain. Kukocok perlahan, perlahan dan akhirnya lebih cepat. Matanya terpejam menahan gejolak yang ada. Kutahu.. pasti dia nggak mau keluar sekarang. Hehe.. dasar cowok. aku mau kerjain lagi ahh..

Kulepas batangnya. Ramon terkaget-kaget. “Kok udahan, sayang. aku belum puas nih..” aku cuma tersernyum. aku kecup bibirnya dan memintanya untuk berlutut di ujung tempat tidur. Gantian aku yang merebahkan tubuhku di hadapannya.
“Mainkan penismu, Mon.. kocok-kocok sendiri ya. aku suka liat cowok mengocok penisnya. ” Dia mengerti maksudku. aku memang suka bangeett. Hadiahnya, aku juga mau beronani di hadapannya. aku pejamkan mataku.. tanganku bergerilya di tubuhku. Tangan kiri dan kananku bermain di dadaku. Ahh.. enaknya sentuhanku sendiri. aku basahi jari telunjuk tangan kananku dengan memasukkan ke mulutku. Kubuka mataku, ingin kuliat apa yang sedang Ramon perbuat. Ah gantengnya. Dengan penis yang udh membesar, dikocok-kocoknya terus batangnya. Bikin aku semakin terangsang.

cerita seks Cewek Hypersex Toket Gede Minta Ngentot
aku masukan jariku perlahan ke mulutku.. kukulum jariku..kusedot. Kunikmati getaran yang ada. “Ehmm..mhhmm..” sambil mendesah-desah, badanku kugoyangkan. Kubasahi putingku dg jariku. Kulingkari putingku, sambil kulirik Ramon dengan lirikan nakal. “loe nakal, yaa..” sahut Ramon sambil mengocok penisnya. Matanya memancarkan kesenangan sekaligus, kelaparannya.. Kubasahi lagi sebelah buah dadaku. Kulingkari lagi.. “Uuughh.. ” erangku menahan sensasi.
Kemudian tangan kananku turun ke bawah.. ke perutku.. “Ughhghh..” badanku kuangkat sedikit ke atas. “Terus sayang..” Ramon tak tahan lagi menunggu jalannya tanganku. Kuturunkan lagi. Ke atas g-stringku. Kugosok-gosok perlahan. Sambil mendesah..”mmhhmm..ehmm..” Kuselipkan satu jari ke baliknya. “Aghh..”.. kurasakan vagina aku udh basah. Semakin mudahnya aku memainkan jariku di sana. “Kasih liat dong sayang..” Ramon memohon supaya aku membuka g-stringku. aku semakin menjadi-jadi.. “Sabar dong, Mon..” sambil jariku kumasukan ke vagina aku..”AGGgghh..” oh nikmatnya.. tangan kiriku semakin gencarnya meremas-remas buah dadaku. Gerakan badanku semakin tak karuan. Bergoyang ke sana kemari.

Akhirnya kubuka g-stringku. Kuturunkan perlahan. Sampai di lututku..”Bukain dong, Mon..” dengan cepat ditariknya g-stringku. “Ngga tahan ya..” kerlingku lagi. Kubuka pahaku lebar-lebar. Biar Ramon bisa melihat lebih jelas. Kumasukkan jari telunjuk kananku ke vagina aku. “Aaagghh..nikmat..” maju mundur.. pelan-pelan. Kunikmati sensasi yang ada. vagina aku semakin basah. Kutambahkan jariku, kali ini 2 jari. “Aghh.. ” kugoyangkan badanku. Ketika jariku keluar, kuarahkan badanku ke jari. Ketika kumasukan kumundurkan badanku. Semakin licinn.. semakin dalamm.. semakin menggila kumasukan jarikuu.. “Oghh..Oghh..”
Tangan kiriku berpindah. Kugunakan jari kiriku memainkan klitorisku. “aghh.. ” semakin lama semakin tak terbendung lagi.. kugerak-gerakkan terus jariku. Keluar masuk. Keluar masuk. Semakin cepat. Akhirnya.. “Ahh..” aku tak tahan lagii.. becek deh. Basah. Becek. aku lemas.. Di ujung sana, Ramon tersenyum puas melihat pemandangan tadi. “loe cantik sekali, sayang.. aku suka melihatnya.” Ramon mendekatkan wajahnya ke wajahku.

“Masih mau aku?” tanyaku. “Mau dong sayang..” kita berciuman lagi. Penisnya yang besar, terasa di belahan pahaku. Kadang terasa menyenggol vagina aku. Ciumannya yang lembut sangat menyentuh. Lidahnya mencari-cari lidahku. Ramon tau sekali menghidupkan gariahku kembali. Nakal dia, di awal-awal chat kita, dia menyelidiki apa yang aku suka. Kini badan kita yang tanpa benang sehelaipun saling berpelukan dalam kehangatan. “mmhh..hmm.” desahku merasakan lembut ciumannya. Ciuman Ramon berpindah ke leherku, dijilatnya leherku, yang semakin membuat aku terangsang.
“Ramonn..”
“Ya sayang..”
Jilatannya semakin turun, ke dadaku.. ke buah dadaku. “Aghh..” kurasakan buah dada kiriku basah oleh jilatannya. Sementara yang kanan diremas-remas olehnya. “Enak, Monn..” dijilatnya yang kanan, dan yang kiri diremas-remasnya.
“Monn.. teruss.. turun Mon..” Mukanya terangkat..
“Sabar dong sayang..” gantian lirikan nakalnya menggangguku.
“loe jahatt.. ” ujarku sambil mengelus-elus kepalanya.
Jilatannya semakin turun. Perutku kena gilirannya. Diputar-putar lidahnya di pusarku. “Aghh..” semakin turun lagi. Dibukanya pahaku lebih lebar. Jarinya membuka vagina aku. Kurasakan klitorisku dijilatnya lembut.. “Ughh.. enak Monn..” Dikulumnya hangat. Semakin lama semakin cepat. “Monn.. enakk..” bukan lagi klitorisku yang dijilatnya. Semakin ke bawah.. vagina aku dibukanya dengan kedua jarinya. Supaya lidahnya bisa masuk leluasa..”Oughh.. ennaakk .. Monn..” pantatku melonjak-lonjak kenikmatan.
Dimasukkan lagi lidahnya lebih dalam, bikin aku semakin tak kuasa menahan gerakan pinggulku. “Enak Monn.. ohh..oh.. enak Monn..” Ramon semakin bernafsu mendengar eranganku. Sodokan lidahnya semakin menjadi-jadi. Biarpun badanku tak bisa diam, Ramon tak perduli.. “Ramonn.. enak bangett..teruuss” pantatku sedikit diangkatnya. Sekarang bukan cuma vagina aku yang dijilat tapi juga lubang anusku. Dijilatinya memutar lubang anusku. Sensasinya berbeda sekali. Jilatannya kembali ke vagina aku. Dengan posisi vagina aku agak di atas, dimasukannya vagina aku ke dalam mulutnya. aku kaget sekali tapi enakk.. “Ramonn.. loe apain vagina aku..” Ramon tak menggubris, semakin dilahapnya vagina aku. Diisep, dijilat, trus diisep lagi .. disedotnya klitorisku dengan sedotan yang wowww.. aku ga tau lagi apa perasaanku yang ada aku menjeritt.. “Agghh.. Ramonn..” kurasakan cairan hangat keluar dari vagina aku. Gilaa.. lemes aku.

Tapi Ramon ngga mau menunggu lama lagi. Ditindihnya tubuhku. Dibukanya pahaku. Didekatkannya batangnya ke lubang vagina aku. Digesek-gesek.. “ouhh..” dimasukkannya perlahan-lahan .. “Aahh..” rintihku. Kupejamkan mataku menikmati. Oughh.. nikmatnya. Sedikit demi sedikit batangnya menembus lebih dalam. “Achh.. enakk..teruss Monn..” Ramon menggerak-gerakkan badannya. Didorongnya perlahan.. “AAagghh.. yang cepat Mon.. yang keras.. ” pintaku. Gerakannya berubah cepat. Dorongannya pun semakin keras, hingga badanku ikut terdorong. “Ooohh enakk.. teruuss..” penisnya terasa nikmat.
“Enak sayangg..?” .
“Iya.. teruss Monn..”
aku semakin menggila, kakiku kuangkat dan kulipat mengelilingi pinggangnya. Kujepit lama tatkala Ramon mendorong masuk. “Ohh..” Gerakannya bukan cuma semakin keras tapi juga semakin cepat. Tubuhku juga semakin cepat bergerak mengikuti iramanya. “Aghh.. Sar, vagina loe enakk..” kali ini bukan cuma eranganku, tapi juga erangannya. “Punyamu juga enak, sayangg..”

Tak disangka, Ramon mencabut penisnya dan mengubah posisiku ke doggy style. Sleebb.. penisnya menembus vagina aku yang basah kuyub. “Oughh.. ennaakk sayangg..” kuputar-putar pantatku mengimbangi permainannya.
“Lura.. gila kamuu..”
“.. teruuss masukin vagina aku. Yang keras Monn..” Ramon semakin mengganas, erangannya pun tak kalah ganas..”Agghh.. vagina loe Sar..enakk.. enak ngentot sama loe sayangg..aghh..” kata-katanya udh tak beraturan. Badannya terus bergerak. Mendorong penisnya yang uenakk banget. Dikecupnya tengkuk aku, diremasnya buah dadaku. Semakin membuatku ke puncak kenikmatan..
“Monn.. aku mau keluaar..”
“Tunggu sayangg.. tahan bentarr..” gerakannya semakin cepat dan semakin liar “Aghh..” erangannya semakin tak karuan. Semakin cepat, semakin liar.. aku semakin tak tahan..
“Monn.. ” bersamaan.. jeritanku berpadu dengan jeritan keras Ramon.. “Achh.. aku keluar sayangg.. achh..” kurasakan cairan hangat membasahi vagina aku berpadu dengan cairanku.
Lemasnya lemasnya..

Tubuh Ramon memeluk erat tubuhku yang menjatuhkan diri ke tempat tidur. aku balikkan badanku. Kupeluk dia dengan hangat dan senyum yang memuaskan..
“Makasih sayang. loe udh memuaskan aku.” Andi mengecup keningku.
“Ternyata loe seperti yang aku bayangkan. Cantik dan liar di tempat tidur. aku sayang loe, Sar”. Kamipun berpelukan, lupa akan janji kita malam itu, untuk merayakan pertemuan kita dengan makan malam bersama. Lagipula udh jam 1 dini hari. Tak kusangka selama itu kita bermain.

Cewek Hypersex Toket Gede Minta Ngentot, cerita seks, bacaan dewasa kisah sex cewek seksi, cerita dewasa toket gede, cerita porno , Cewek Hypersex Toket Gede Minta Ngentot, cerita seks, bacaan dewasa kisah sex cewek seksi, cerita dewasa toket gede
Cewek Hypersex Toket Gede Minta Ngentot
Cewek Hypersex Toket Gede Minta Ngentot, cerita sex , Cewek Hypersex Toket Gede Minta Ngentot, cerita seks, bacaan dewasa kisah sex cewek seksi, cerita dewasa toket gede, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Cewek Hypersex Toket Gede Minta Ngentot


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/