Kisah Ayu Jilbab Masa Kuliah Si Binal

Kisah Ayu Jilbab Masa Kuliah Si Binal | Kisah cerita Ayu gadis manis berjilbab dan nakal. kali ini saya akan menceritakan kisahku selama KKN di semester akhir kuliahku. Cerita ini kembali saya yg sebagai sudut pandang utama.



Bersama 17 orang temanku, kami ditugaskan untuk KKN disalah satu daerah yg jauh dari ibu kota.
kami terdiri dari 8 orang wanita dan 9 orang pria. ke 8 wanita mendapat jatah tempat menginap di
rumah penduduk, sedangkan para pria tinggal di aula desa dan aula masjid.

saya bersama 3 orang teman wanita tinggal di rumah Pak Yatno yg berumur 45th. dirumah itu dihuni
bersama Bu Yatno 40th, dan 2 anak mereka Edi 16th dan Alin 5th.
Rumah Pak Yatno sendiri terdapat 3 buah kamar, 2 kamar di antaranya digunakan untuk mahasiswa yg
sedang KKN.
sungguh fasilitas dirumah ini sangat jauh jika dibandingkan dengan kondisi rumah atau kostku.

Kisah Ayu jilbab - KKN Masa Kuliah [part 1] istri nakal telanjang depan orang eksibisionis pamer dada

saya mencoba berkeliling rumah untuk melihat kondisi rumah ini. ternyata benar apa yg ku khawatirkan.
Dinding rumah masih terbuat dari papan kayu, berlubang disana sini.
kamar yg akan ku tempati juga tidak berpintu, melainkan hanya sebuah kelambu yg tentu saja tidak
bisa dikunci sehingga setiap waktu bisa saja orang masuk kedalam kamar tanpa ku ketahui.
parahnya lagi kamar mandi rumah ini terpisah dengan rumah utama. kamar mandi berada dihalaman belakang
dan tidak memiliki atap! tinggi dindingnya pun hanya sebatas leherku, sehingga dalam keadaan normal saya
bisa melihat sekeliling, yg lebih mengkhawatirkan kamar mandi ini juga tidak memiliki pintu,benar benar
seperti pemandian umum.

saya harus bersabar selama 1 bulan dalam kondisi ini. teman teman pun mengeluhkan kondisi ini.
banyak hal yg mendebarkan yg akan kuceritakan selanjutnya.

pada hari kedua tinggal di rumah ini, saya masih ragu untuk mandi di kamar mandi yg terbuka itu.
namun karena hari pertama saya tidak mandi, teman sekamarku Ita memaksaku untuk mandi.
"Ayu cepet mandi sana, bau banget tau badan mu!".
"eh ta, kalo saya entar di intip orang gimana?" elak ku
"udah gak ada orang disini, Pak Yatno dan Ibu sudah pergi ke sawah. anak anak juga udah berangkat sekolah,
tinggal kita berempat yg ada", Ita kemudian mendorong tubuhku agar saya segera pergi ke kamar mandi.

Kisah Ayu Jilbab Masa Kuliah Si Binal

akhirnya dalam keadaan pasrah saya pergi ke kamar mandi. ku intip sekeliling dan keadaan mmg lagi sepi.
saya mulai melepas pakaianku satu persatu, hanya menyisakan cd berenda ini saja.
saya kembali menatap sekeliling dan memastikan kondisinya aman.
saya kemudian memakai sarung pantai yg kubeli di bali dulu, mandi pertama di tempat asing seprti ini saya
tidak mau 100% bugil. mandi pun saya sambil merunduk agar tidak terlihat dari luar.

setelah mandi saya kembali menoleh sekeliling dan ternyata mmg tidak ada orang lain.
saya mulai meyakinkan diriku bahwa tidak ada yg akan mengintip disini.
kuletakkan juga pakaian kotorku di ember dan ku jemur sarung pantai ini.
saya menemui Ita dan dia hanya tertawa saja.
"gimana yu? ada yg ngintip gak?", candanya
saya sih hanya tersenyum saja.

hari demi hari berlalu, saya mulai akrab dengan warga desa ini. begitu juga dengan Pak Yatno dan Bu Yatno
yg sudah kuanggap sebagai orang tuaku sendiri. namun sifatku yg terlalu supel dan kurang waspada apabila
sudah mempercayai orang mulai menjadi bumerang.

Cerita panas dewasa terlengkap http://cerita-dewasa-terpanas.blogspot.com/

hari itu saya bangun siang karena badanku demam, sedangkan teman teman sudah berangkat ke tempat tugas masing masing.
hanya ada saya dan Pak Yatno yg tinggal dirumah. kulihat pak Yatno sedang mencuci cangkulnya di sumur.
ku sapa pak Yatno, "gak kesawah pak, sudah jam 10 ini".
"eh nak ayu, katanya lagi sakit ya? bapak sudah kesawah tadi pagi. ini pulang trus mau pergi ke kecamatan
untuk beli pupuk". sambil beliat tetap mencuci cangkulnya.
"saya permisi mandi dulu pak" sambil saya melewatinya.

sebenarnya dadaku berdebar debar juga karena kamar mandi ini tidak berpintu, namun saya yakin Pak Yatno tidak
akan berbuat macam macam.
namun kali ini saya tidak membawa sarung pantai yg biasa kugunakan untuk melapisi tubuhku.
dengan kata lain saya harus mandi dalam keadaan telanjang bulat.
sambil merunduk saya melepaskan semua pakaianku, namun hatiku berkata saya harus melihat keluar untuk meyakinkan
apa yg sedang diakukan oleh Pak Yatno.

kulihat beliau sudah selesai membersihkan cangkul. lalu beranjak mengambil bak cuci, kemudian melepaskan
satu persatu pakaiannya. dadaku berdesir ketika Pak Yatno mulai melepas celananya, ternyata beliau
tidak memakai CD dan wow! saya melihat batang penisnya yg hitam berurat sedang sangat tegang.
penis itu sedang mencuat keatas dan terayun ayun mengikuti gerakan pak Yatno.
ketika beliau mendekati cangkulnya, saya bisa memastikan bahwa ukuran penis pak Yatno sama besar dengan
gagang cangkul miliknya. degub jantungku semakin keras ketika ia mengambil sarung di jemuran dan dipakainya,
lalu pak Yatno berjalan ke arahku, ke arah pintu kamar mandi.

saya segera menyudahi kegiatan mengintipku, lalu mengambil gayung dan menyiramkan air ke sekujur tubuhku, berharap
agar pak Yatno tau kalau saya sedang mandi dan tidak lagi berjalan ke arahku.

Kisah Ayu Jilbab Masa Kuliah Si Binal
"nak Ayu, bapak minta tolong ambilkan sabun cuci di pojok".
"eh iya pak, sebentar". jawabku
saya menoleh ke arah pintu kamar mandi, kulihat tidak ada pak Yatno disana. maka kuyakinkan diri bahwa pak Yatno
tidak bisa melihatku. posisiku sendiri saat ini merapat ke dinding yg tidak terlihat dari arah Pak Yanto,
namun posisi sabun cucinya berada di sudut lain dari kamar mandi. tanpa berpikir panjang saya mengambil sabun cuci
itu. ketika saya membalikkan badan, ternyata pak Yatno sudah berdiri di samping kamar mandi, dan tentu saja
melihatku dalam keadaan bugil, apalagi tubuhku yg basah semakin membuat setiap pria pasti terangsang.

pak Yatno langsung melotot melihat keadaanku, reflek saya menutupkan tangan kiriku ke vagina dan tangan kanan
yg memegang sabun cuci ke arah payudaraku.
sambil saya berjalan mendekati pak Yatno, tanganku tetap berusaha menutupi kemaluanku. namun ketika saya menyerahkan
sabun cuci ini, terpaksa saya melepas kan payudara ku dan menjadikan putingku terlihat bebas.
"ini pak sabun cucinya", kata kataku membuyarkan tatapan 'khusuk' dari pak Yatno.
"oh iya nak, maaf bapak tidak sengaja".
"iya pak" saya langsung merapat ke dinding agar tidak terlihat lagi.

saya mendengar pak Yatno berjalan menjauhiku, dan ketika ku intip beliau sedang melarutkan sabun dan merendam cuciannya.
namun yg lucu, setelah itu pak Yatno mengangkat sarungnya dan beronani menggunakan sabun cuci sebagai pelumas.
akupun keheranan dan tertawa pelan membayangkan hal itu.
sabun cuci di tangan aja panas, gimana kalo dipake jadi pelumas buat onani?! namun hal itu hanya kukatakan dalam
batinku.

setelah selesai mandi, saya segera berganti pakaian di kamar. dan gara gara kejadian ini, kewaspadaanku ketika mandi
seketika luntur, saya semakin cuek saja. semakin tidak takut kalo ada yg berusaha mengintip.

esok harinya, teman teman ku berencana untuk pergi ke sumber mata air. karena hari ini mmg hari minggu dan
tidak ada kegiatan di desa. namun karena saya masih tidak enak badan, saya tetap berada di rumah bersama bu Yatno dan
Alin, putri mereka yg paling kecil. sedangkan pak Yatno mengajak Edi pergi kepasar untuk mencari bibit jagung.

Setelah teman teman ku berangkat, saya pun hendak mandi. namun saya bertemu Alin, dia menyapaku.
"mbak Ayu mau kemana?" tanyanya
"mbak Ayu mau mandi, ikut?" ajak ku.
"Buuuuuk, Alin mandi sama mbak Ayu yaaaa?" kata Alin sambil menoleh ke arah bu Yatno
"iya, gak boleh nakal ya," bu yatno mengijinkan. saya kemudian berjalan bersama Alin ke kamar mandi.

karena yg di hadapan ku hanya anak kecil berumur 5th, saya langsung saja melepaskan seluruh pakaianku.
lalu saya melepaskan seluruh pakaian Alin. sambil bercanda dengan Alin saya mengguyurkan air yg segar ini ke
tubuhku.
namun gara gara hal itu juga pakaian ganti yg kugantung menjadi basah.
"duh Aliiin, pakaian mbak jadi basah semua niiih...!" saya berpura pura marah padanya.
dia malah ketawa aja, huh dasar anak kecil.

lalu alin ku suruh untuk mengambilkan bak cuci ku di dekat sumur.
ia menuruti dan saya merendam semua bajuku, menyisakan sebuah handuk dan ku ambil untuk mengeringkan tubuh Alin.
selanjutnya saya melanjutkan mandi, menyiramkan beberapa gayung lagi.
betapa terkejutnya saya karena Alin ikut merendam handuk itu ke dalam bak. tentu saja handuk itu telah basah dan
tidak dapat lagi kugunakan untuk mengeringkan tubuhku.

"bagaimana ini, sekarang tidak ada apa apa lagi yg bisa kugunakan untuk menutupi tubuhku", gumamku cemas.
kalo Alin sih gak masalah karena dia masih umur 5 th. sedangkan saya ini yg sudah berusia 21 tahun?
apa saya harus berlari bugil ke dalam rumah??

ku lihat sekeliling sepi, dan setahuku hanya bu Yatno yg ada di dalam rumah.
lalu ku gendong alin dan langsung berlari kedalam rumah.
saya berharap tidak ada yg akan melihatku bugil seperti ini, kalo ada yg melihat berarti itu rejekinya

takkusangka ternyata Pak Yatno dan Edi sudah ada di dalam rumah, bukan hanya itu saja. ternyata juga ada pak
RT dan stafnya. kami semua sama sama kaget, mereka kaget melihatku bugil, sedangkan saya kaget kalo ada banyak
orang di dalam rumah.
tiba tiba Alin turun dari gendonganku, mengakibatkan tidak ada lagi yg menutupi tubuh bugilku di depan orang orang.
kulihat mereka tidak berkedip memandangku, tentu saja karena yg mereka lihat adalah seorang gadis PERAWAN,
yg CANTIK dan kesehariannya BERJILBAB! BUGIL! di depan mereka.
tubuh yg kesehariannya kututupi, sekarang ku obral saja sebagai pemandangan indah laki laki.

kulit kuninglangsat badanku yg telanjang dan BASAH!, vaginaku yg tidak tertutupi rambut sehelaipun,
payudaraku yg menggantung tanpa sehelaipun penutup!

seketika pria pria itu berkata "wwwwohhhh" menatapku kagum sekaligus bernafsu.
saya langsung berlari memasuki kamar, membongkar tasku dan mengambil baju.
posisiku ketika itu sedang nungging dan tiba tiba Alin masuk kekamarku, tentu saja kelambu yg jadi
penutup kamarku terbuka, memperlihatkan pantat dan vaginaku yg sedang merekah akibat saya nungging.

saya kalut dan tidak memperdulikan Alin, saya langsung memakai bajuku.
debar jantungku masih kencang, saya masih shock!
saya langsung merebahkan tubuhku di kasur, rasanya badan ini semakin demam saja.

langsung kutarik selimut dan kututupi seluruh tubuhku.

hingga tak terasa saya tertidur sampai pukul 5 sore. Ita membangunkanku.
"Yu bangun! tidur terus". saya membatin, enak aja. gak tau apa yg udah terjadi seharian ini!

"Yu temen temen rencananya mau ke kota, ikut gak? sekalian beli kebutuhan harian nih". ajaknya.
"eh, ikut ikut!" saya berharap bisa refreshing sehingga melupakan kejadian hari ini.

hampir pukul 6 sore, kami bersiap siap ke kota. kami meminjam mobil angkutan desa yg biasa digunakan
untuk transportasi umum.

malam ini saya menggunakan baju kaos bergaris garis dan jilbab pink.

Kisah Ayu Jilbab Masa Kuliah Si Binal, cerita seks eksibisionis, istri binal, cerita sex ayu jilbab, Kisah Ayu Jilbab Masa Kuliah Si Binal, cerita seks eksibisionis, istri binal, cerita sex ayu jilbab
Kisah Ayu Jilbab Masa Kuliah Si Binal
Kisah Ayu Jilbab Masa Kuliah Si Binal, cerita sex , Kisah Ayu Jilbab Masa Kuliah Si Binal, cerita seks eksibisionis, istri binal, cerita sex ayu jilbab, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Kisah Ayu Jilbab Masa Kuliah Si Binal


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/