Kisah Ayu Jilbab, Renovasi Rumah Kost

Kisah Ayu Jilbab, Renovasi Rumah Kost - Kali ini saya menceritakan tentang renovasi rumah kostku.
kejadian ini sebenarnya belum terlalu lama, namun rasa shok membuatku nggak memungkinkan
untuk menuliskannya ke dalam cerita.



Ibu kost memberi pengumuman bahwa kira-kira seminggu lagi bbrp bagian di rumah kost
akan di renovasi. bbrp bagian itu antara lain atap dari kamar mandi yg bocor,
kanopi di tempat parkir.

Hari itu bbrp tukang bangunan sudah mulai berdatangan, kulihat ada 3 orang tukang dan
membawa berbagai macam peralatan. saya yg hari itu nggak ada jadwal pemotretan sedang duduk
santai di depan kamar, menikmati sarapan dan sebuah susu cokelat.

kusapa ramah para tukang ketika melewati kamarku.
"sudah mulai renovasi ya pak?" sapaku
"eh iya bu, hari ini pembongkaran atap kamar mandi, mungkin 3 hari selesai kalo cuacanya
mendukung." jawab tukang yg paling senior, kutebak dialah kepala tukang.

Tenang para pembaca, hari ini belum ada cerita yg asyik

ke esokan harinya, suamiku sudah bersiap berangkat ke kantor. sebagai istri yg baik saya
sudah menyiapkan kopi untuknya.
"sayang nanti mandi di bawah aja ya, atap kamar mandi atas sudah di bongkar abis." kata suamiku
"iya mas, nanti saya ada pemotretan jam 11." jawabku.
selanjutnya suami ku berpamitan berangkat dan saya mulai beres-beres kamar.

masih jam 9, buat tidur 1 jam lumayan nih, capek banget... batinku.
saking lelahnya saya sampai nggak mendengar alarm hpku. saya terkejut ketika bangun
jam menunjukkan pukul 10.10, kebiasaan burukku bangun telat semakin parah saja.

saya langsung mengambil dan mengenakan jilbabku, taklupa melihat penampilanku di cermin.
sebuah daster yg nggak menerawang, lengkap dengan cd dan bh, handuk dan jilbab.
lengkap! jadi pembaca gak usah berharap yg aneh-aneh dulu yaaaa...

saya bergegas ke kamar mandi bawah, huh... ternyata ibu kost lagi mandi sambil mencuci
pakaian di dalam kamar mandi, bakalan lama nih! saya menggerutu dalam hati.
saya beralih ke kamar mandi atas. para tukang itu masih di atas kamar mandi memasang kayu.

"pak maaf, saya mau pinjam kamar mandinya, bapak bapak bisa turun sebentar?" kataku sambil
sedikit berteriak.
mereka saling berpandangan, lalu mereka satu persatu turun dari atap kamar mandi.
"iya silahkan bu, kami istirahat saja dulu" jawab salah satu tukang.
saya langsung menutup pintu kamar mandi, namun kulihat bak mandi airnya kotor, maka saya berniat
mandi menggunakan shower.

saya mulai melepas satu persatu pakaianku, mataku juga terkena silaunya matahari yg sudah tinggi.
dalam hati saya berkata, wah sepertinya imajinasiku untuk mandi di langit terbuka terlampiaskan. hihi

ku hidupkan shower dan mandi dengan bergegas, namun saya mendengar langkah yg mendekati kamar mandi
ini, lalu kuintip dari lubang kunci.
ternyata salah seorang tukang sedang kemari namun langkahnya terhenti di meja sebelah pintu kamer mandi.
rupanya ia mengambil rokoknya yg ketinggalan, maka kulanjutkan mandiku.

matahari yg terik dan guyuran shower yg lebih tinggi dariku membuat saya nggak mungkin menoleh ke arah
atap. saya masih menikmati mandiku, menuangkan shampo lif***** dan menggosokkan ke rambutku.
tubuhku yg basah dan sedikit tertutup busa bisa menjadikan setiap pria BT (Birahi tinggi).

kuhidupkan shower dan kubilas rambutku, sambil sedikit meremas payudaraku dan menggosok selangkanganku,
saya bernyanyi pelan, na.. na.. na...

setelah badan dan rambutku kupastikan bersih dari busa, saya segera mengakhiri mandiku.
saya mengambil handuk digantungan, namun ketika hendak mengeringkan tubuhku saya melihat ada cairan putih
seperti shampo di payudaraku.
saya mencium bau cairan itu, tapi wanginya nggak seperti shampo yg kugunakan.
saya sendiri nggak berpikir jorok, kubilas kembali tubuhku dengan air shower.

namun cairan itu kembali berjatuhan dari atas, kali ini semakin banyak. bbrp mengenai wajahku,
punggung dan payudaraku juga ketetesan cairan putih itu. baunya pun sama menyengatnya dengan cairan
putih yg sudah kubilas tadi.
batinku, masa ini tahi burung? tapi kok banyak banget...
saya memalingkan mukaku ke atas, betapa terkejutnya saya.

ini memang tahi burung, tapi burungnya pak tukang!!! ternyata sedari tadi mereka berada di atap
kamar mandi dan menjadikanku objek masturbasi, live!
saya panik, berarti sedari tadi saya mandi dan saya nggak tau kalo mereka rame-rame mengintipku!

saya langsung menghidupkan shower dan segera membilas sperma yg memenuhi badanku. dan saya terburu-
buru mengenakan handuk. tanpa mengenakan daster, bh, cd dan jilbab saya langsung berusaha membuka
pintu dan berlari ke kamar, saya takut diperkosa 3 tukang bangunan ini.
namun entah karena panik saya menjadi kesulitan untuk membuka engsel pengunci pintu.
saya sudah berusaha menggesernya tapi tetap nggak bisa. saya melihat ke atas 3 tukang itu masih memperhatikanku.

"pak, tolong dong, engsel pintunya macet". kataku sambil mengiba.
tak kusangka mereka bertiga langsung serempak turun dari tembok dan seketika berada di sampingku.
tukang-tukang itu berebut membantuku untuk membuka engsel, namun posisi mereka mengelilingiku,
saya semakin panik, saya berada dalam kamar mandi bersama 3 tukang!

tukang yg paling muda bersuha menarik engsel pintu, namun 2 tukang yg lain malah meng'grepe-grepe' tubuhku
hingga handukku terlepas.
tubuhku yg telanjang bulat langsung terekspose, tukang sebelah kiriku langsung mencaplok payudaraku dan
tangannya meremas payudaraku yg lain. tukang sebelah kanan langsung jongkok menciumi pantatku.
sedangkan seorang lagi masih dengan 'bodoh'nya berusaha membuka pintu.
apakah nasibku sang istri berjilbab ini akan diperkosa oleh tukang bangunan?!?!?!

namun saya beruntung, pintu kamar mandi telah berhasil dibuka. saya dengan sigap melocat keluar dan berlari
BUGIL ke arah kamar, untung saja keadaan kost sedang sepi.
saya langsung menutup pintu dan mengunci kamar, mengambil handuk cadangan dan mengelap tubuhku.
di depan cermin saya berkata sendiri, ayu kamu hampir di perkosa tukang-tukang itu.
segera saya mengambil BB dan berniat menghubungi suamiku.
namun saya melihat dari cermin bercak putih itu masih tersisa di rambutku.

saya mengambilnya dengan jari telunjuk, melihatnya sebentar ketika meleleh di jariku,
dan memasukkan ke dalam mulutku. hmm... enak!
sambil tetap menggigit jariku terlihat di cermin senyum nakal dari seorang istri setia,

Kisah Ayu Jilbab, Renovasi Rumah Kost, cerita seks, sex dewasa, kisah ayu jilbab istri binal, istri nakal eksibisionis
Kisah Ayu Jilbab, Renovasi Rumah Kost


entah kenapa sejak saat itu nafsu dan kelakuanku menjadi sedikit 'liar'.
mungkin sudah kodratnya seorang wanita memiliki sifat sedikit 'bitchy', walaupun saya berjilbab saya
juga merasakan hal tersebut.

saya nggak menceritakan kejadian terkunci di kamar mandi bersama tiga tukang kepada suamiku, saya takut
kalau seandainya dia marah.

kejadian ini adalah keesokan hari setelah cerita sebelumnya.
pagi pagi sekali para tukang itu sudah sampai di kostku dan memulai pekerjaannya.
posisiku saat itu sedang mencuci baju di kamar mandi atas, tentu saja renovasi kamar mandi
belum selesai sehingga kamar mandi atas masih tanpa atap, malah sekarang pintu kamar mandi
juga dilepas untuk diganti dengan pintu dari bahan seng.

pakaianku walaupun sedang di kost tentu saja pakaian sopan dan tetap memakai jilbab.
sebuah pakaian rumahan berupa gamis panjang hingga ke matakaki berwarna hijau dan jilbab putih
sederhana. rasanya sudah cukup untuk menutupi tubuh padatku, walaupun didalamnya saya nggak
mengenakan bh namun saya masih tetap menggunakan cd ku.

oh ya, gara-gara peristiwa dengan para tukang kemarin, libidoku tiba-tiba meningkat drastis
dan malamnya saya memperkosa suamiku. hehehe...

"selamat pagi bu ayu, lagi nyuci nih?" sapa salah seorang tukang.
"iya pak, cucian lagi numpuk nih. pekerjaannya sudah mau di mulai ya pak?" sapaku balik
"iya bu ayu, kalo bisa bu ayu nyucinya di lorong sini saja, biar kami bisa melanjutkan pekerjaan".
"baik pak, boleh minta tolong di angkatkan cucian saya pak". tanganku yg penuh sabun tentu saja
licin apabila untuk mengangkat bak cucian yg penuh ini.
"baik bu, permisi". salah seorang tukang kemudian mengangkat bak cucianku dan meletakkan di
lorong rumah kost ku.

setelah meletakkan bak itu, si tukang mengambil sesuatu dari bak cucianku.
sambil mengangkatnya tinggi-tinggi, tukang itu berteriak "36C coy!" tentu saja saya terkejut.
ternyata tukang itu mengangkat bh ku yg lupa untuk ku sembunyikan.
langsung saja 2 rekan tukang yg lainnya tanpa dikomando menjawab "woooowww".
mukaku langsung memerah dan menunduk malu.
tukang itu kembali berkata "pantesan kelihatan gede banget bu".
"apanya pak?" sahutku
"ya itu, susunya ibu. hehehe" jawabnya sambil tersenyum mesum
mukaku semakin memerah, sialan batinku.

saya kemudian melanjutkan mengucek cucianku, namun tak kusangka ketika saya memandang ke arah kamar mandi,
3 orang tukang itu sedang berganti pakaian dan ketika itu mereka bertiga sedang telanjang bulat.
kamar mandi tanpa pintu itu benar-benar membuatku salah tingkah.
pandanganku yg sedang terpana dengan ukuran penis ketiga tukang itu dipergoki oleh salah seorang
tukang.
"bu, ibu ngeliat apa bu?"
"hah? eh enggak kok pak. saya nyariin sikat nih". kata ku coba mengelak
"ah ibu, gak papa kalo cuma ngliat bu". kata-kata itu malah membuatku melanjutkan pandangan
ke arah penis 3 tukang itu. ya ampun, gede banget. kata ku dalam batin tentu saja.

namun entah saya sadar atau nggak, tiba-tiba saya berkata "pak, bapak-bapak kan tadi sudah liat ukuran
bh saya, sekarang gantian donk bapak-bapak ngukur punya bapak", mereka tampak terkejut, namun langsung
tertawa bersamaan.
salah seorang tukang kemudian keluar kamar mandi dan mengambil penggaris siku yg biasa digunakan
oleh para tukang.

"bu, gak asyik kalo kita yg ngukur, ibu donk yg ngukur sini" kata tukang itu.
bagai terhipnotis saya menghampiri 3 tukang bangunan ke dalam kamar mandi.
saya mulai berjongkok dan mengambil penggaris itu dan kemudian mengukur satu persatu penis mereka.

apakah istri setia dan berjilbab pantas melakukan hal ini? namun nafsu alam bawah sadarku ternyata
lebih kuat. tanganku yg masih belepotan busa sabun menggenggam penis salah satu tukang dan
tanganku yg lain mengukur menggunakan penggaris.

deg... deg... bapak yg paling senior ini ukurannya 17cm.

kemudian saya beralih ke tukang yg paling muda.
deg... deg... lumayan juga, 15cm.

cerita dewasa terpanas terbaru http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/

dan terakhir tukang yg mengangkat bhku tadi.
deg... deg... "16 senti pak" kataku.
tukang itu menyahuti "maaf bu, itu belum nganceng. minta tolong di kocok sebentar donk...".
apa? meng-handjob penis orang lain selain suamiku?
yah,,, nafsuku kembali menang. saya menuruti untuk mengocok penisnya.
ternyata benar, penisnya kembali membengkak. "18 senti ya pak?" tanyaku sedikit nggak percaya
saya kemudian menggeser penggaris itu, luar biasa diameternya 4.5 senti batinku.

kulihat 2 tukang yg lain mulai mengocok penis mereka masing-masing.
kali ini saya kembali ketakutan kalo nanti saya di perkosa.
saya meninggalkan tukang bangunan itu dengan muka merah. melanjutkan acara mencuci bajuku.

"bu, gak pengen nyobain penis kami tah?" goda salah satu tukang itu
kurang ajar banget. sambil menunduk saya membatin.

saya merasa vaginaku sudah sangat basah, dan hal itu menjadikan cd yg kugunakan sudah nggak nyaman lagi.
"bapak bapak", saya memanggil para tukang itu, tentu saja mereka menoleh ke arahku.
dengan masih duduk di kursi kecil yg biasa digunakan untuk mencuci, saya merogoh gamisku dari bawah.
mungkin tukang tukang itu bertanya tanya apa yg akan kulakukan, hingga gamisku tersingkap sampai lutut,
memperlihatkan betisku yg putih.
jreng! dengan erotisnya saya menarik perlahan-lahan celana dalam ku hingga terlepas melewati kakiku.
saya tetap berusaha agar para tukang itu nggak dapat melihat vaginaku dengan posisi saya duduk menyamping.
so bitch!

tukang tukang itu masih melongo, seakan nggak percaya apa yg mereka lihat. saya tersenyum saja dan memasukkan
cdku ke dalam cucianku.
namun ketika selanjutnya pandanganku mengarah kedepan, persis di depanku sang empunya kamar sedang memandangiku
dari kaca hitam kamarnya. saya bisa menyasikkan pandangan nafsunya yg seolah-olah menelanjangiku.

hah, berarti ketika saya melepas cdku tadi, tanpa sengaja saya menghadap kepada bapak itu???
berarti dia bisa melihat vaginaku juga?!
saya langsung merubah posisi hingga membelakangi kamar bapak itu. saya langsung melanjutkan acara mencuciku
dengan penuh rasa malu, menyesal, namun seru

para tukang itu pun melanjutkan pekerjaannya memasang atap kamar mandi sambil melihatku sesekali,
kemudian saya membilas semua cucianku di kamar mandi bawah dan menjemurnya.
saya sedikit takut kalau sampai tetangga kost ku dan para tukang itu mengadukan kenakalanku hari ini ke suamiku.
apakah sebaiknya saya melakukan sesuatu untuk membungkam mereka???

**

sedangkan kali ini sudut pandang utama dari saya, suami Ayu. saya benar-benar khawatir
seandainya istriku berubah menjadi eksib dan liar seperti itu, terutama karena istriku
yg ku kenal alim dan berjilbab. entah pengaruh dari mana yg diterima istriku.

saya Rifky. sudah menikah hampir setahun dengan Ayu.
tentu saja saya sangat menyayanginya, namun saya masih belum tahu 'hobi tersembunyi' dari istriku.
saya sempat berbincang dengan salah seorang tukang bangunan, mereka berkata kalo ini mungkin hari
terakhir pengerjaan. atap kamar mandi sudah di pasang, pintu kamar mandi juga sudah dipasang.
namun ibu kost meminta salah seorang tukang untuk membenahi tempat jemuran baju.

hari itu adalah hari sabtu, saya sedang libur dan ayu juga sedang nggak ada job.
tetangga kamarku hanya ada pak Edi yg kamarnya paling dekat dengan kamar mandi.

"mas, baju yg kotor mana aja, sekalian tak cuci." istriku membangunkan ku.
akupun menunjuk bbrp pakaian di belakang pintu.
dengan mata masih 5 watt saya melihat istriku, Ayu sedang melepas seluruh pakaiannya yg barusan
ia gunakan ketika tidur, lalu mengambil sebuah kaus berwarna kuning.
kaus itu memiliki lengan sepanjang siku dan panjangnya hingga separuh paha istriku.
saya hendak memprotesnya karena di dalam kaos itu istriku nggak mengenakan bh ataupun cd lagi.
namun kulihat ia mengambil sarung pantai dan jilbab lalu mengenakan keduanya.

maka kuurungkan niatku untuk menegur istriku, kurasa pakaian itu sudah cukup.
kemudian istriku keluar kamar dan pergi ke kamar mandi atas untuk mulai mencuci.

saya mengambil remot tv dan mengarahkan chanel untuk melihat sport 7.
selang 15 menit, rasanya saya pengen pipis.
saya beranjak meninggalkan pulau kapuk dan berjalan kearah kamar mandi.
tak kulihat istriku di kamar mandi lantai 2, berarti dia mencuci pakaian di kamar mandi
lantai 1. namun setelah kuhampiri, kamar mandi lantai 1 pintunya masih terbuka, menandakan
kamar mandi itu sedang nggak dipergunakan.
saya semakin penasaran, saya memasuki kamar mandi lantai 1, dan mengintip sekeliling dari
jendela kaca.

ternyata istriku sedang mencuci di halaman belakang, cukup dekat dengan tempat jemuran.
kulihat disana ada seorang tukang dan pak Edi yg sedang push up, mungkin dia sedang berolahraga.
saya mendengar cukup jelas percakapan kedua orang itu bersama istriku.

Pak Edi: "Pak Rifky kerja ya bu?"
Ayu: "Ada tuh pak dikamar, masih tidur kayaknya"

kulihat pakaian istriku masih utuh seperti dia ketika meninggalkan kamar.
namun saya sedikit khawatir karena saya ingat kalau istriku nggak mengenakan bh dan cd ditubuhnya.
namun tetap saja menjadi sangat khawatir karena nggak ada orang lain di kost selain kami berempat.

Pak Tukang: "bu ayu, boleh nitip nyucikan gak, baju saya sudah kotor nih."
Ayu: "silahkan pak, sayang nih busa nya masih banyak. saya juga sudah selesai nyuci nih, tinggal bilas".

kemudian tukang itu mendekati Ayu dan melepaskan kaosnya.
kulihat istriku sangat terpana dengan tubuh atletis tukang itu.

Pak Edi: "bu saya titip juga ya".
pak Edi pun tak ketinggalan untuk melepaskan kaosnya yg penuh keringat.

ayu menerima 2 baju 2 pria itu sambil tak lepas memandangi tubuh mereka.
perasaan cemburu mulai menjangkiti hatiku, namun saya tetap mengintip saja apa yg akan terjadi.

Ayu: "Bapak-bapak, gak sekalian celananya juga?"

saya terkejut dengan kata-kata istriku yg sungguh berani itu.
kedua orang pria itu pun saling berpandangan dan mereka tersenyum saja mendengar 'pancingan' istriku.

pertama pak tukang melepaskan celana dan ia nggak mengenakan apa-apa lagi.
saya sangat terkejut dengan ukuran batangnya, padahal saya merasa punyaku sudah besar dan bisa
membuat istriku multi orgasme tiap rondenya, namun saya tiba-tiba minder melihat ukuran milik
tukang itu. saya semakin cemas kalo membayangkan bagaimana seandainya istriku merasakan milik orang itu.

Pak Edi pun nggak ketinggalan, ia melepas celana boxer nya, kali ini dua buah penis ukuran ekstra
besar sedang bergoyang di depan istriku. tentu saja yg membuatku semakin cemburu adalah istriku
terpana melihat keduanya.
dua orang pria nakal itupun tertawa saja dengan aksi mereka.

Pak Edi: "bu, boleh gak kami beronani di depan ibu sekarang?"
Pak Tukang: "wah iya bu, saya sudah gak tahan nih. boleh ya?"

ISTRIKU MENGANGGUK!!!

rasanya hatiku semakin sakit, semakin cemburu, namun saya semakin penasaran apa yg akan terjadi.
dua pria itu langsung mendekat dan duduk didepan istriku, mungkin hanya berjarak 2 meter.
mereka beronani di depan istriku, dan istriku menyaksikannya LIVE!

kulihat muka Ayu memerah dan tak berkedip menyaksikan adegan erotis itu, namun perhatikan juga
nafasnya semakin berat, mungkin istriku juga terbawa nafsu!

Pak Edi: "bu ayu, boleh dibuka gak itu sarung pantainya, biar kami lebih cepet keluarnya"

istriku menoleh ke belakang, memperhatikan kedalam rumah kost, dan setelah memastikan bahwa nggak
ada yg mengintip, istriku kemudian berdiri dan melepas sarung pantainya!!
Pak tukang dan pak Edi semakin semangat dan semakin cepat mengocok penisnya. pandangan istriku
pun semakin nanar melihatnya.

kemudian istriku kembali duduk, saya berteriak dalam hati "ayu jangan duduk lagi!"
betul saja, pak tukang dan pak edi langsung bertriak,,, woooooow...

Pak Tukang: "bu Ayu, gak pake cd ya? saya barusan lihat rambut vagina ibu!"
Pak Edi: "iya bu, saya juga ngliat"

istriku langsung saja menutupkan pahanya, sehingga sekarang vagina istriku nggak terlihat oleh mereka lagi.
raut muka mereka tampak kecewa. istriku pun melanjutkan mencucinya, dan berpura-pura mencueki mereka.

namun tentu saja kaos yg panjangnya separuh paha ketika berdiri, namun ketika istriku duduk kaos itu
tertarik hingga pangkal paha istriku.
seorang istri memakai jilbab, kenapa sifatnya begini?
saya kemudian mengeluarkan penisku yg sudah tegang, perlahan-lahan mengurutnya.

pak tukang dan pak Edi masih berusaha mencari celah untuk mendapatkan pandangan yg lebih bebas lagi.
paha istriku pun sudah terpampang jelas di depan mereka, sungguh pemandangan yg sangat erotis apa lagi
istriku tetap memakai jilbabnya.

istriku kemudian beranjak dari kursi kecilnya dan berjalan ke arah keran air, memulai membilas cucian itu.
posisinya kali ini istriku membelakangi tukang dan pak edi yg masih semangat mengocok dan istriku
memulai membilasnya dan membungkuk!

walaupun saya nggak melihatnya langsung, namun dari ekspresi 2 pria itu yg melotot dan semakin cepat
mengocoknya, saya membayangkan kalo mereka sedang melihat gundukan vagina istriku dari belakang.
akupun juga mulai mengocok penisku semakin cepat. saya nggak menyangka istriku memiliki sifat
eksibisionis dan flasher seperti itu.

cerita dewasa terpanas terlengkap http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/

semakin lama adegan istriku semakin erotis.
sekarang ia mengangkat cucian yg sudah diperas itu ke jemuran baju.
namun posisi tali jemuran yg agak tinggi menjadikan istriku harus sedikit berjinjit.
bagian bawah kaos istrikupun semakin terangkat. kali ini bulatan pantatnya terlihat jelas.
kemudian istriku merubah posisinya dan berhadapan dengan 2 orang itu plus saya yg mengintip dari kamar mandi.

ketika istriku menaruh baju nya di jemuran, ia juga harus berjinjit dan astaga!
kaosnya kali ini tertarik hingga melewati selangkangannya! akibanya rambut vagina dan belahan vagina
istriku juga terlihat bebas. 2 orang pria itu semakin cepat mengocoknya, namun ternyata saya yg duluan
ejakulasi dibandingkan mereka. saya langsung lemas dan terduduk di kloset, dengan napas yg masih tersenggal2
saya berusaha berdiri dan mengintip lagi.

namun kali ini saya benar-benar shock!
ketika istriku masih fokus untuk menjemur baju, pak edi dan pak tukang berjalan ke arah istriku.
mereka kemudian mengapit istriku dari depan dan belakang.
memasukkan penis mereka ke selangkangan istriku. istriku akan di double penetration!!!

namun dengan nakalnya istriku tiba-tiba menggoyangkan penggulnya maju mundur secara kilat dan cepat.
dan 2 pria itu orgasme!!! saya masih tak percaya apa yg sedang diperbuat istriku.
namun istriku terlihat tertawa saja dan melepaskan pelukan mereka.
kemudian istriku menggunakan kembali sarung pantainya dan berjalan memasuki rumah.
saya pun samar-samar melihat bercak putih divagina dan pantat istriku.
saya kemudian bergegas kembali ke kamar dan pura-pura tertidur. namun saya masih memikirkannya,
apakah 2 penis raksasa itu benar-benar memasuki vagina dan anus istriku???
membayangkan hal tsb penisku kembali tegang. apakah saya harus menanyakan hal itu ke istriku???

Kisah Ayu Jilbab, Renovasi Rumah Kost, cerita seks, sex dewasa, kisah ayu jilbab istri binal, istri nakal eksibisionis, Kisah Ayu Jilbab, Renovasi Rumah Kost, cerita seks, sex dewasa, kisah ayu jilbab istri binal, istri nakal eksibisionis
Kisah Ayu Jilbab, Renovasi Rumah Kost
Kisah Ayu Jilbab, Renovasi Rumah Kost, cerita sex , Kisah Ayu Jilbab, Renovasi Rumah Kost, cerita seks, sex dewasa, kisah ayu jilbab istri binal, istri nakal eksibisionis, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Kisah Ayu Jilbab, Renovasi Rumah Kost


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/