Ngentot Mama Dan Tante Keduanya Enak

Ngentot Mama Dan Tante Keduanya Enak - Aku orang yg mungkin punya kelainan, menyukai orang dari keluargaku sendiri. Aku anak tunggal, mungkin karena aku nggak pernah bertemu wanita lainlah yg membuatku demikian. udah semenjak SMP aku mengenal yg namanya bokep, semenjak itu pula aku selalu membayangkan mama ku sambil mengocok kontol di kamar mandi.


Ya, onani adalah kebiasaanku ketika pagi hari, akibat itulah aku mulai tumbuh kumis tipis. Tapi aku rajin mencukurnya. Dan aku pun tak jarang beronani ke celana dalam kotor mama ku, sambil sperma kutumpahkan di sana. Ya, kelainan inilah yg ada pada diriku. mama dan papa udah bercerai semenjak aku masih SD. mama ku sebagai orang tua tunggal mampu menghidupi kita berdua. papa telah menikah lagi dengan wanita lain, setahun sekali mengunjungiku. Saat umur 16 tahun aku sekolah di SMA X. Awalnya mama ku nggak setuju karena bakal jauh dari rumah. Namun karena dekat dengan rumah Tante Ani, akhirnya mama ku mengijinkanku.

Tante Ani adalah Tante ku, kakak dari mama ku. Umurnya sekarang sih 40-an. Seorang mama berjilbab besar. Ia ditinggal mati suaminya 3 tahun lalu. Dan sekarang hidup sendiri dengan dua orang anaknya, cewek semua. Tante Anilah yg menganjurkan agar aku menginap aja di rumahnya, jadi kalau hari sabtu dan minggu baru pulang. mama ku bisa mengunjungiku kapan aja. Usaha roti yg dikelolanya pun rasanya tak bisa dilepaskan. mama ku mempunyai usaha roti. Tanpa itu aku tak bisa sekolah. Sedangkan Tante Ani seorang PNS.

Aku udah tinggal hampir satu semester di rumah Tante Ani. mama ku menjengukku setiap 3 hari sekali, kadang juga 1 minggu sekali. Aku pulang setiap Sabtu dan Minggu. Kegiatanku selama di rumah Tante Ani, tentu aja membantunya mencuci piring, pakaian dan juga membersihkan rumah. Terus terang Tante Ani sangat menyukai hasil kerjaku. Menjaga Irma dan Yulita yg masih sekolah SD dan SMA juga membuatnya bangga punya ponakan seperti aku. Aku juga mengajari keduanya dalam masalah pelajaran yg sulit di sekolah. Tante Ani baru pulang jam 16:00. Namun ia udah sangat senang melihat hasil kerjaku membantunya.

Lalu bagaimana kebiasaanku onani, nggak berhenti juga. Kali ini aku membayangkan Tante ku sendiri. Melepas jilbabnya, lalu aku bayangkan ia memperlihatkan seluruh tubuhnya. Aku sebenarnya iseng juga. HPku ada kamera, dan aku gunakan untuk merekamnya ketika ia mandi. Dan selama ini nggak ketahuan, bahkan ketika aku onani aku sambil melihat video tersebut. Biasanya setelah onani aku sangat puas bisa membayangkannya.

Cerita seks Ngentot Mama Dan Tante Keduanya Enak

Suatu malam Tante Ani sedang nonton tv. Tampak anak-anaknya udah tidur. Aku tak ada kerjaan lain, akhirnya ikutan nonton juga. Kebetulan saat itu tv-nya lagi main sinetron. Tante Ani kali ini seperti biasa memakai daster dan jilbabnya masih terjulur. Namun karena dasternya lengan pendek, aku jadi bisa melihat betapa bersih keteknya. Bahkan sekilas warna branya bisa terlihat ketika ia mengangkat ketiaknya. Warnanya hitam. Wajah Tante Ani masih mulus, dan ia tampak cantik malam itu. Di tengah heningnya suasana nonton tv tersebut, ia tiba-tiba menyeletukku,
"Kamu udah punya pacar Nan?"
Aku kaget dengan pertanyaanya, "Belum, Tante"
Ia mendesah, "Masa' belum, biasanya anak-anak SMA seumuran kamu itu udah punya lho"
"Beneran, suwer", kataku.
"ohh.. ya udah", katanya.
"Emang kenapa tanya begitu Tante?", tanyaku.
"Kamu jujur sama tante ya", katanya.
Aku jadi penasaran.
"Kamu sering onani ke celana dalam tante ya?", tanyanya.
Bagai tersamber geledek. Aku pun diam lama.
"Kamu koq berani…", katanya.
"Maaf Tante", kataku.
"Jangan ulangi lagi ya", katanya.
"Koq tante tau?", tanyaku.
"Ya tahulah, habis dicuci masih ada bercak putih. Kan tante ndak keputihan koq bisa ada itu, ya berarti ada pria yg iseng", katanya sambil tersenyum.
"Maaf Tante, habis....",
"Kenapa?"
"Jujur Kinan suka sama tante, tante orangnya baik, alim, cantik, sex i", kataku.
Mendengar itu tampak Tante Ani agak tersentak.
"Tapi aku Bibimu, kamu ndak boleh gitu. Lagian masih banyak cewek yg ada di luar sana. Aneh-aneh aja kamu ini, ntar aku pulangin ke Ibumu klo kamu nakal seperti ini", katanya mengancam.
"Terserah tante deh, Kinan udah jujur. Awalnya Kinan juga merasa aneh punya perasaan ini, tapi sering ketemu tante jadinya begini. Terus terang aku selalu membayangkan tante, kalau hal ini bikin tante marah atau nggak suka, Kinan akan nge-kost sendiri aja. Besok Kinan akan pergi", aku beranjak dari tempat dudukku.
"Kinan!?", kata Tante Ani.
Aku masuk ke kamarku. Dan menutup pintu. Aku lalu berbaring. Tampak Tante Ani mengejarku. Ia lalu mengetuk pintu.
"Kinan, buka pintunya!", kata Tante Ani.
"Bukan begitu Kinan, kamu harus tau aku ini bibimu, Bibimu, masa' kamu punya pikiran jorok seperti itu? Kinan....?"

Aku tak peduli. Aku tinggal tidur. Pagi hari aku bangun dan langsung mandi, karena hari ternyata udah siang. Selesai mandi tampak Tante Ani berada di sofa. Ia menatapku. Mungkin ia mau melihat apa aku benar-benar akan pergi dari tempat ini. Aku lalu masuk kamar.
"Kinan, tunggu!"
Aku berjalan mundur lagi.
"Sini! duduk dekat tante!", katanya.
Aku menurut.
"Maafkan soal tadi malam, aku tak bermaksud kasar kepadamu", kata Tante Ani.
"Terus terang perbuatanmu kemarin itu sungguh keterlaluan. Tapi setelah tante berpikir panjang, mungkin itu karena kamu baru masa puber. Maafkan tante. Kalau sampai Ibumu tau kamu nggak di sini, maka ia akan khawatir dan aku tak mau hal itu terjadi. Baiklah terserah kamu mau onani pake cd tante atau nggak, silakan asal kamu jangan pergi dari rumah ini." Lanjut Tante Ani.
Mendengar perkataan Tante Ani aku sedikit berbesar hati, dari perkataannya aku mengambil kesimpulan bahwa masih ada kesempatan untukku.
“Serius?" Tanyaku meyakinkan.
"Iya, Tante serius", kata Tante Ani.
"Sebenarnya, bukan onani sih yg Kinan inginkan, Tante!", kataku.
Tante Ani tersenyum. Ia menarik nafas dalam-dalam. Tampaknya ia memikirkan sesuatu.
"Baiklah, kamu boleh mencintai tante seperti pacar, kalau itu maumu. Tapi jangan yg aneh-aneh. Ini tante lakukan agar Ibumu nggak sedih", kata tante.
"Aneh-aneh gimana Tante?", tanyaku.
"Ya aneh-aneh", jawabnya.
"Nggak ngerti" Ujarku sambil menggeleng.
"Kamu udah onani masa ndak tau..?".
"Mengajak yg aneh-aneh sama tante, berbuat mesum." Tandas Tante Ani.
"Ooo..., itu toh.., siap Tante" kataku.
Aku tersenyum senang. Dan ya, hari itu dimulailah petualangan cintaku dengan Tante Ani.

****

Selesailah UAS semester 1. Besoknya libur panjang. Aku ijin ke mama ku untuk beberapa hari di rumah Tante Ani karena ada yg harus dikerjakan. Irma dan Yulita ikut berlibur bersama sekolahnya. Jadi aku dan Tante Ani berduaan aja di rumah. Dan hari itu hari sabtu, harusnya aku pulang hari itu menengok mama ku. Namun aku urungkan niat. Tampak Tante Ani memasak di dapur. Aku peluk dia dari belakang, kucium wangi tubuhnya.
"Masak apa say?", kataku.
"Masak sayur lodeh", jawabnya.
"Kayaknya enak?" pujiku.
kita lalu sarapan. Tak ada obrolan berarti. Setelah sarapan kita beres- rumah. Setelah itu kita capek, aku bersandar di sofa. Dan Tante Ani juga duduk disitu. kita menonton tv, aku membiarkan Tante Ani bersandar di dadaku. Aku kali ini agak sedikit berani. Perlahan aku meraba payudaranya. Awalnya tanganku ditepis, lalu aku pun merabanya lagi. Kali ini malah dibiarkan. Kugesek-gesek bongkahan empuk itu, dan kurasakan puting mengeras dari branya yg tebal dan daster itu. Berikutnya, aku pelorotkan sedikit celanaku, dan kontol kupun muncul.
"Ih.., Kinan, apa-apaan sih?", tanyanya.
"Ndak ngapa-ngapain koq Tante.. ", Elakku.
"Itu koq dikeluarin?", tanyanya lagi.
"Kinan udah lama ndak onani Tante, pingin onani sambil memegang tante, nggak apa-apa ya Tante, sebentar aja udah kepalang tanggung nih" Rajukku.
Tante ku menelan ludah melihat kontol ku yg mengacung dan keras.
"Kalo saya nggak boleh ngocokin sendiri ya udah tante aja yg ngocokin", Kejarku sedikit bercanda.
"Ya kalau kamu maksa baiklah, sini tante kocokin aja", katanya mengejutkan.

Mulanya aku nggak percaya, tapi ia amati sex ama barang ajaib itu. Perlahan-lahan ia pegang dengan jemarinya yg halus itu. Lalu perlahan-lahan ia kocok dengan lembut sampai helm-ku mengeras. nggak cuma itu, buah pelerku diremas-remas juga. Ohhh....nikmat sekali, apalagi yg melakukannya Tante ku sendiri. Aku mulai meraba toketnya. Ia tak protes.
"tante boleh ya buka bajunya?", Pintaku.
"Eh..., ee..., i...iya", katanya tergagap.
Ia membuka dasternya dan jilbabnya.
"Tapi Jilbabnya nanti aja Tante", kataku.
Ia heran, tapi tak peduli. Ia kembali lagi mengurut tongkolku. Aku pun makin bergairah setelah melihat bra-nya dan cd-nya yg berwarna hitam tipis itu. Aku mencium bau harum, lalu mulai mencium bibirnya., kita benar-benar berpanggutan, ia masih mengocok kontol ku dan aku meremas toketnya yg besar. kita benar-benar berciuman, saling menjilat lidah kita. Lalu aku pun membuka pengait bra-nya menampakkan sepasang buah dada yg besar menggantung. Putingnya coklat, keras dan kencang. Aku menggigit-gigit toket itu, lalu menyusunya.
"Oh..., kinan..., ahh...., ahhh...., terus nak, oohh..., ayo netek ke tetek tante ya…", katanya merancau. Ia ternyata udah haus sex.

Tak butuh waktu lama untuk aku udah menelanjanginya selama ia menikmati sensasi rangsangan di toketnya. Lalu perlahan aku cium perutnya, ia merebahkan diri ke sofa yg empuk dan panas itu. Kini kulebarkan kedua pahanya. Tampak rambut yg tipis menghiasi memek nya, ohh. ternyata ia rajin mencukur. Aku pun menyapunya, kujilati apa yg bisa dijilat di tempat itu. Ia meremas kepalaku, rambutku dijambaknya, dan kedua pahanya mengapitku erat, aku tak berhenti. bahkan klitorisnya kusapu, kuhisap, kulumat, dan kugigit-gigit gemas. Lidahku menyeruak ke dalam lubangnya.
"Ahhh..., Kinan jangan, aaahhh...., geli..., aarggh...., …tante keluar...., aaahh.." desahan panjang membuatku tersentak.
Saat itulah ia terkencing-kencing, aku menghindar. Tampak sofa banjir dengan air orgasmenya. Nafasnya tersengal-sengal. Aku belum disepong nih, pikirku. Segera aku menempatkan pahaku di antara kepalanya. Ia mengerti yg kuinginkan. Dengan mata setengah terbuka karena kenikmatan orgasme ia pun menjilati kepala kontol ku. Ia mengurut kontol ku sampai ke pangkal jadi tampak kontol ku mengeras hebat dan ia keluar masukkan kepala kontol ku hingga separuh ke mulutnya. Ia lakukan itu sambil menyedotnya. Sesekali ia menjilati ujung lubang kencing, ia putar-putar lidahnya di sana.
"Udah Tante, aku mau masukin Tante..", kataku.
Ia mengerti. Dibukanya pahanya. tampak memek itu sangat basah dan becek, Aku bersiap di atas, gaya misionari. Ia masih pakai kerudungnya, lalu aku lepas kerudung itu, tampaklah rambutnya yg sedikit berombak, yg aku tak pernah melihatnya kecuali dari videoku itu. Kini wanita ini pasrah dan menginginkanku.
"Cepat masukin Kinan, tante udah nggak tahan nih", katanya.
"baiklah Tante, tapi kira-kira kita sekarang ngapain Tante?"
"ayolah kinan, entotin Bibimu ini"

Bleess.., kontolku pun tenggelam di dalam memek Tante Ani, ia mengunci kakinya ke pinggangku. Ia menaikkan pantatnya, membuat punyaku semakin tenggelam di dalam memeknya. Perutnya yg rata itu membuatku bernafsu dan aku goyang akhirnya. Jemari kita saling menyatu. Tante ku tak mau lepas dariku, memeknya seperti meremas kontol ku, dan aku menggerakkan maju mundur. Oh nggak, aku mau keluar rasanya, baru padahal baru sebentar.
"Tante, ndak kuat nih..., ahh...., ahh... ", kataku
"Keluarin nggak apa-apa, aaahh...", katanya.
Dan…, Crooott, ku hujamkan batangku sekuat tenaga hingga spermaku pun tumpah ruah di dalam memek Tante Ani. Tante ku sampai tersentak merasakannya, ia membelalak sambil mengerutkan dahinya. Ia melirik ke bawah sana. Ia meraba dengan jemarinya pangkal kontol ku yg masuk penuh. Lama kita diam, Tante ku memejamkan matanya, menikmati setetes-demi-setetes sperma yg membasahi rahimnya setelah 3 tahun nggak pernah dibasahi. Aku tak mencabut punyaku sampai kontol ku mengecil sendiri. Aku lalu menarik tubuh Tante ku dan kupangku. Ia memelukku, dada kita menyatu dan aku menciumi bibirnya.
"Kinan, ....kita tak boleh begini harusnya", katanya.
"Tapi aku cinta tante", kataku.
"Tapi baiklah, asal kamu dapat menjaga rahasia agar nggak ada orang lain yg tau, tante pasti akan melayani kamu", katanya.

Aku meremas toketnya lagi, kita berpanggutan. Lama aku begitu, hingga punyaku mengeras lagi. Kali ini aku suruh dia nungging. Ku tusuk Tante Ani dari belakang, pantatnya yg besar bahenol bergetar-getar saat menerima hentakanku. Akhirnya Tante Ani meminta ganti posisi, kali ini Tante Ani berada di atas tubuhku. Gerakan naik turunnya membuat buah dadanya yg besar menggantung bergoyang-goyang mengikuti gerakan tubuhnya yg kemudian ku jamah dengan tanganku dan ku remas-remas. Persetubuhan saat itu berakhir dengan saling mengejangnya tubuhku dan tubuh Tante Ani, saling peluk dengan erat dengan bibir kita saling berpagutan liar, dan sesaat kemudian tubuh ku dan tubuh Tante Ani melemah.

******
Hari ini Irma dan Yulita pulang ke rumah. Nanti siang kita akan menjemput mereka di sekolah. Setelah itu aku akan pergi dari rumah Tante Ani tercinta. Hari itu tante sedang berdandan siap untuk pergi.
"tante..", kataku.
"Ada apa sayang", katanya.
"Jilatin dong", kataku sambil memelorotkan celanaku.
Tante Ani cuma tersenyum, tanpa bicara apa-apa lagi, Tante Ani berlutut sambil mengulum kontol ku. Aku memaju mundurkan pantatku sambil rambutnya kuremas-remas.
"Ohhh, Tante Anii, ooohh..., aku mau keluar Bii…!!", Erangku.
Dan muncratlah semuanya di dalam mulutnya. Ia lalu menjilati spermaku, dihabiskannya dan ditelannya.
"udah ah, pagi-pagi koq udah ginian. Nanti kamu pulang lho jangan lupa", katanya.
"Rasanya ndak ingin pulang aku", kataku.
"Hush ndak boleh gitu. Kan setelah ini kita masih bisa bersama lagi", katanya.
Ia masih mengurut-urut kontol ku, lalu ia jilati sisa-sisa sperma yg masih melekat di ujung lubangnya.

****

mama ku sangat kangen padaku. Ketika aku datang ia langsung memelukku. Saking kangennya aku mau makan dimanapun ia bakal mentraktirku.
"Kamu mau apa sekarang Kinan? mama bakal ngasih deh", katanya. yg bener?
"Masa' sih?", tanyaku.
"Iya, mau makan di restoran mana mama akan kasih, soalnya mama kangen sama anak mama ini", katanya sambil memelukku. Dadanya yg besar serasa sesak di perutku. Aku lebih tinggi darinya.
"Kalau permintaan yg lain gimana?", tanyaku.
"Apa?", tanyanya.
"Semisal kepingin tidur sama mama telanjang gitu?", tanyaku sambil tersenyum.
mama ku tampak sedikit kaget dan mengerutkan dahi.
"Sekarang?", tanyanya.
"Iyalah", kataku.
Ia lalu mengunci pintu lalu melepaskan bajunya satu per satu.
"Ayo, katanya mau tidur ama mama telanjang?", tanyanya menantang.

Entah mama ku gila atau nggak, tapi aku nurut aja. Aku juga telanjang sama seperti beliau. kita pun tidur di kamarku. mama ku tidur miring dihadapanku. Tatapan mata kita penuh arti, disatu sisi ia kangen, di sisi lain aku berdebar-debar. Aku baru kali ini melihat lagi tubuh moleknya mama ku tanpa sehelai benang pun. Aku menelan ludah sampai mama ku mendengarnya. Dadanya besar, putingnya coklat, rambut di memek nya tampak lebat. Tapi ketiaknya mulus.
"Boleh Kinan meluk mama?", tanyaku.
"Ya bolehlah, kenapa emangnya?", tanyanya.
"Ah, nggak apa-apa mah", kataku. Akupun memeluknya. Dadanya menempel di dadaku. dahi kita bersentuhan, kontol ku menempel di perutnya. Rasa hangat yg kurasakan.
"Kamu udah dewasa ya Kinan", katanya. "mama kangen sekali"
"Kinan juga", kataku.
Aku perlahan-lahan menempelkan bibirku ke bibirnya. kita berciuman. Kumulai berani membelai punggungnya, lalu meremas bongkahan pantatnya. Kontolku udah tegang sekali, kuyakin mama juga merasakannya. Apa mama nggak tau hal ini? kita berciuman, dan saling berpanggutan.
"Udah kinan, koq kita malah ginian siih?", tanya mama.
"Tapi kinan kepingin mah", kataku.
mama ku terdiam sesaat, tampaknya ia berpikir keras.
"mama lama ndak beginian, Kinan ndak keberatan jadi partner sex mama? udah terlanjur begini", katanya.
"Ya ndaklah, kinan udah lama juga kepingin ngentotin mama sendiri"
mama tersenyum, tanpa babibu, kita langsung mengulum satu sama lain. Nafas mama memburu, ia tak ingat siapa aku lagi, aku juga demikian. Aku udah tak tahan untuk bisa menyusu kepadanya. Bibirku pun menancap di puting susunya. Kuhisap kuat-kuat sambil kumainkan dengan lidahku.
"Ohh...., iya nak, begitu seperti kamu bayi dulu...., aahhh, kata mama ku.

Aku terus mengulum dan meremas payudaranya bergantian. Aku hisap kuat-kuat seolah-olah di dalam dadanya itu masih ada ASI, entah itu ASI atau nggak, tampaknya aku mengeluarkan sesuatu dari putingnya, rasanya agak manis dan asam. Kemudian beliau nggak tinggal diam begitu aja, punyaku diremas-remas dan diurut-urut. Merasa keenakan dengan hal ini, aku sedikit berani untuk memasukkan jemari tanganku ke lubang memek nya yg jarang ditumbuhi bulu itu. Hangat. Itulah tempatku dulu keluar, dan sekarang ini aku bakal menikmatinya. Tanganku aku masuk dan keluarkan, sehingga seolah-olah malah tampak seperti mengocok sesuatu. Lama sekali aku menyusu sambil mengoyak memek nya dengan jemariku. Ia pun cuma mengeluh ah dan uh aja.

Aku lalu bangun, lalu duduk di atas dadanya. Buah pelerku menyentuh perutnya bagian atas. Dan punyaku tegak mengacung ke wajahnya. Punyaku panjang, dan menyentuh bibirnya, seolah-olah ia faham maksudku. Ia meremas tokednya, lalu dikempitnya batangku itu. Ohh...nikmatnya. Hangat sekali, apalagi ditambah ia menjilati lubang kencingku. Ia terus memijat-mijat dadanya, sementara kepala kontol ku dijilati. Aku terangsang sekali, tetesan sedikit mani keluar dari lubang kencingku. Beliau melihat wajahku.
"Waah...., kinan jadi anak nakal sekarang ya, gituin mama", katanya.
"Habis mama mau sih", kataku.
"Minggir dulu sayang", katanya.
Aku mengerti lalu minggir ke samping. Kini aku berlutut, dan beliau langsung dengan rakusnya mengulum separuh kontol ku. Kepalanya maju mundur memompa kontol ku. Ohh...nggak, enak banget. Lidahnya menari-nari di kepala kontol ku, seolah-olah tak mau lepas dari situ. Aku berkali-kali berkata, "Ohh..mom, fuck mom, fuck! enak banget...ahh...."
"udah, udah mah, Kinan malah keluar nanti klo sampai begini", kataku.

mama ku menghentikan aktivitasnya. Sekarang aku serasa lemas, tapi kemudian jadi bersemangat ketika beliau balik badan menungging.
"Kinan, tolong, masukkan ya?! Ayo…, masukkan punyamu itu nak", katanya.
Tanpa babibu langsung aku bergerak maju mundur. Tapi tampaknya mama tak ingin berlama-lama begini, ia sepertinya udah mau keluar, tampak ia menggoyang sendiri pinggulnya. Punyaku serasa diremas-remas, ohh..., nikmatnya. Kalau begini terus aku bakal segera ngecrot. Aku tahan sekuat tenaga agar jangan keluar dulu, nunggu beliau keluar dulu.
"Ohh..., nggak mah, ahh...., nggak tahan..., Kinan ndak tahan, terlalu nikmat", kataku.
"Tenang Kinan, mama mau kelua..., aaahh..., ooohh..., ….aaahh", jeritan panjang mama ku sambil pantatnya bergetar menandakan ia telah orgasme, kontol ku serasa dijepit oleh daging yg kenyal. Aku meremas tokednya, sambil terus maju-mundur, dan akupun tak sanggup lagi.
"mah aku juga mau keluar mah, keluarinnya di luar apa di dalem mah..?", tanyaku.
"Di dalam aja, nggak apa-apa", katanya.
Croot.., crooott…, crooott…, spermaku nyembur banyak sekali di dalam memek mama. mama ku lemas tengkurap, sambil pantatnya masih menungging, membiarkan kontol ku mendapatkan sensasi kenikmatan. kontol ku sangat ngilu, ketika aku cabut dari lubang itu. Cairan kental putih mengalir dari lubang yg aku semproti tadi. Mengalir ke paha, lalu jatuh di sprei. Aku lalu berbaring di sebelah mama ku.

*****

Aku terbangun. Sendirian di kamarku. Ternyata udah pagi. Aku mendapati diriku telanjang dan tampak bekas bau sperma tercium di mana-mana. Aku pun segera membersihkan diriku. Aku berjalan ke kamar mandi, dan eits...ternyata ada mama di sana. Ia tampak sedang duduk di pinggir bak mandi melihat cermin. Rambutnya yg lurus itu menutupi dadanya. Perutnya sedikit buncit, tampak ia menopang kaki kanannya di atas kaki kirinya, posisi yg sangat sex i. Aku duduk di sampingnya.
"mama cantik?", tanyanya.
"Iyalah, cantik", jawabku.
Ia tersenyum kepadaku.
"Tadi malam luar biasa", katanya.
"Kamu udah pernah begituan?"
Aku menggeleng.
"Bohong ah", katanya.
"Beneran", bohong sih.
"Baguslah kalau mama jadi yg pertama bagimu", katanya.
Aku tak konsentrasi dengan kata-kata mama ku, fokus ke dadanya dan memek nya itu. Aku pun mengelus-elus pahanya.
"udah mandi mah?", tanyaku.
Ia menggeleng.
"Mandi bareng yuk!?", katanya.
Aku mengangguk.

Shower pun dinyalakan. kita berdua berdiri berhadapan. Air membasahi kita berdua, lebih tepatnya kita nggak mandi, tapi bercumbu. Aku menciumi keningnya, lalu memijat toketnya yg berukuran 36C itu. mama ku lebih tepatnya membelaiku, mengalirkan air ke pundak, bahu, perut dan membersihkan senjataku. mama ku berbalik, dan aku meremas dadanya dari belakang, sambil kuciumi lehernya, lalu kita berpanggutan. Tangan kiriku bergerak ke bawah dan menggelitiki klitorisnya, kontol ku mulai tegang lagi. Ia pun mematikan shower. Ia mengambil sabun cair, dioleskannya sabun itu ke dadaku. Aku pun berbbuat demikian, jadilah kita saling menyabun. Ku putar-putar dan kupijat-pijat dadanya. Putingnya sangat keras, aku lalu digosok-gosok bagian kontol ku, total kita cuma menggosok bagian sensitif kita aja, yaitu toket, memek , dan kontol . Bahkan ketika air mengguyur lagi pun, kita cuma membersihkan tiga tempat itu aja. Setelah itu?

Ngentot Mama Dan Tante Keduanya Enak, cerita seks, sex sedarah, incest, cerita bokep terbaru tiap hari update
Klik untuk memperbesar

Aku menggendong mama ku, kuangkat kaki kannannya, lalu aku sedikit membungkuk dan kumasukkan kontol ku ke memek nya. Bleess.., sambil aku dorong ke depan, aku konsentrasi kepada belahan tokednya yg aduhai. Kutekan pinggulnya, aku dan dirinya saling mengulum bibir. Aku bergerak maju mundur dengan sangat cepat. Beliau tampak menggoyangkan kepalanya kiri dan kanan, sambil memeluk leherku.
"Kinan...., oh..., ahhh...., terus....., ouch..., aaww.. .", katanya.
"Oh..., mah..., ah....ahhhh...., nikmat banget.... ", kataku.

Lalu aku berubah posisi, kini mama ku aku baringkan di lantai kamar mandi. Aku lalu menindihnya dari atas. Pinggulku bergoyang dan kakinya mengunci pinggulku. Oww..., nikmat sekali dadanya naik turun. Sensasinya luar biasa. Ia memeluk leherku, sambil mengerutkan dahi. matanya sayu menatapku seolah-olah mengisyaratkan ini terlalu enak nak, jangan dihentikan. Jeritan-jeritan kenikmatannya lebih dari jeritan biasa. Ia bahkan hampir menangis karena terlalu nikmat. Ia lalu menggeleng-geleng saat-saat orgasme mau datang. Pinggulnya ia tekan kuat-kuat dan aku pun loss seluruh tenagaku dalam sebuah tembakan dahsyat ke rahimnya. kita terkulai di kamar mandi dan duduk bersandar di pinggir bak mandi. Punyaku lemas sekarang, cairan putih tampak keluar dari lubang kencingnya. mama ku menyentuhnya dengan jari telunjuknya. Lalu ia menariknya, seperti keju yg baru aja dipanggang. Aku lalu memeluknya erat.

Ngentot Mama Dan Tante Keduanya Enak, cerita seks, sex sedarah, incest, cerita bokep terbaru tiap hari update
Ngentot Mama Dan Tante Keduanya Enak
Ngentot Mama Dan Tante Keduanya Enak, cerita sex , Ngentot Mama Dan Tante Keduanya Enak, cerita seks, sex sedarah, incest, cerita bokep terbaru tiap hari update, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Ngentot Mama Dan Tante Keduanya Enak


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/