Tubuhku Dinikmati 3 Saudara Ipar hingga mereka Crot didalem

Sejak Bapak meninggal tujuh tahun lalu dan Ibu meninggal enam tahun yang lalu, aku tinggal bersama kakak sulungku, Mbak Mira. Rumah orang tuaku terpaksa dijual. Uangnya kita bagi bertiga, Mbak Mira, Mbak Mona, dan aku, Mila.

Begitu lulus, aku pergi berduaan ke Sarangan bersama Anton, pacarku yang sekelas denganku. Ditempat rekreasi yang sejuk itulah aku memadu kasih dgn Anton. Entah bagaimana mulanya, setelah aku dicium dan diremas-remas toket ku, aku seperti terhipnotis dan terbuai dgn segala rayuannya, sehingga aku menuruti saja ketika Anton mengajakku memasuki kamar hotel di Sarangan, aku tidak menolaknya.

Bahkan ketika di dalam kamar tidur, Anton mulai kembali dgn cumbuannya dan remasan-remasan hangatnya sama toket dan seluruh badan ku yang cukup sexy ini, dan hal ini yang benar-benar membuatku tak berdaya dan diam saja saat Anton mulai melepas satu demi satu seluruh pakaian yang menempel dibadan ku, aku cuma bisa merasakan desah nafasku yang semakin tidak beraturan dan seluruh badan ku benar-benar di luar kendaliku. Saat tangan Anton semakin bergerak leluasa ke bagian-bagian sensitif badan ku, aku semakin pasrah dan menikmati seluruh kecupan hangat,remasan-remasan yang luar biasa nikmatnya, hingga akhirnya seluruh pertahananku jebol setelah kontol Anton dgn cepatnya masuk dan merenggut keperawananku dgn sekali hentakan saja. Namun semuanya tak kupikirkan terlalu lama sebab aku benar-benar sangat menikmatinya saat kontol Anton mulai bergerak maju-mundur, turun-naik, sehingga bikin lobang memek ku mengeluarkan cairan kenikmatan yang terasa hangat saat badan ku terhempas ke ranjang sebab puncak orgasme yang kurasakan saat itu. Lemas, mataku berat, dan akhirnya aku tertidur di dalam pelukan dada Anton kekasihku itu.

Noktah merah yang seharusnya kupersembahkan buat suamiku, akhirnya keberikan lebih awal kepada Anton, pacarku sekaligus calon suamiku kelak. Aku ingat persis Anton kembali melakukan persebadan an denganku hingga lebih dari tiga kali pada hari itu, aku benar-benar dibuat takluk dgn keperkasaan seksualnya.
"Tak udah memikirkan keperawanan. Jaman sudah maju, manusia tidak membutuhkan keperawanan, melainkan kesetiaan", kata Anton setelah berhasil mengambil keperawananku. Aku juga masih ingat persis ketika Anton memberiku uang Rp.100 ribu.
"Ini untuk beli jamu", katanya singkat. Hampir saja aku melempar uang itu ke wajahnya. Tetapi Anton keburu mencium pipiku, keningku dan tengkukku sehingga aku tidak bisa marah atas sikapnya tadi.

Benar dugaanku. Setelah peristiwa itu Anton tidak muncul-muncul. Hampir dua minggu aku menunggu, tak kelihatan juga batang hidungnya. Akhirnya aku memaksakan untuk datang ke rumahnya di jalan Borobudur. Betapa terkejutnya aku, ketika ibunya bilang Anton sudah berangkat ke Jakarta, untuk mengadu nasib di sana. Niat hati ingin menyampaikan masalah ini kepada ibunya bahwa aku dan Anton telah berbuat hal layaknya suami istri. Tetapi mulutku tidak bisa bersuara. Aku cuma menahan nafas dan mengehembuskannya dalam-dalam.

Saat paling membuatku berdebar-debar adalah saat aku tidak mengalami menstruasi. Aku kalut, Beberapa macam pil yang disebut orang-orang bisa untuk menggugurkan kandungan, kuminum. Tetapi, aku tetap terlambat datang bulan. Aku makin kalut. Apalagi aku harus hengkang dari rumah, sebab rumah kita sudah laku dijual. Aku harus ke Surabaya, tidak ada jalan lain.

Bulan kedua aku lewati dgn mengurung diri di kamar di ruman Mbak Mira, kakak sulungku. D rumah ini tinggal juga suaminya, Mas Santo, dan anak tunggalnya Sarma, yang masih balita. Selain itu pula ada pula Mas Mika, adik Mas Santo, yang hingga kini masih hidup membujang.

Sebulan dirumah Mbak Mira, aku sudah tidak bisa menyembunyikan diri lagi. Ketika Mbak Mira tidur aku mengutarakan permasalahanku ini kepada Mas Santo, dan berharap dia bisa memeberikan jalan keluar terbaik bagi diriku.
"Besok kamu ikut aku. Kita harus menggugurkan anak haram itu", kata Mas Santo, "Dan Mbak Mira tidak perlu tahu musibah ini", tambahnya. "Kamu masih punya uang simpanan?", katanya.
"Satu juta", jawabku singkat.
"Besok pagi kita ambil, kekurangan uangnya biar aku yang tanggung", kata Mas Santo.

Keesokan pagi harinya aku dibawa ke dokter yang ada dikawasan lokalisasi di Surabaya. Di tempat yang tidak terlalu luas itu, kandunganku digugurkan. "Biayanya Rp. 1,6 juta, itu belum termasuk biaya kamar, biaya perawatan, dan obat-obatan. Siapkan saja uang sekitar Rp. 2 juta", kata dokter yang merawatku kepada Mas Santo.

Aku memandangi Mas Santo untuk meminta reaksi atas ucapannya tadi malam. "Ya, Dok. Ini kita membawa uang Rp. 1 juta, nanti saya akan ambil uang di ATM untuk melengkapi seluruh biayanya", kata Mas Santo kepada dokter yang akan menggugurkan kandunganku, sembari melirikku. Lega rasanya aku dibantu kakak iparku. Dibenakku aku punya harapan untuk kuliah kembali, agar jadi ‘orang’. Uang Rp. 1 juta kuserahkan, dan dalam waktu sepuluh menit aku sudah tidak sadarkan diri. Ketika aku bangun, aku telah berada di ruangan yang sama sekali tidak aku kenal. Ada seorang perawat disini. "Jangan banyak bergerak dahulu ya jeng", kata perawat itu yang kira-kira berusia 40 tahun. dia kemudian menyeka keringatku dan meneyelimuti badan ku dgn baju putih.

Tak lama kemudian Mas Santo datang dan membawa buah-buahan untukku. Aku tersenyum kepadanya. Diapun membalas senyumku. Diusapnya rambutku, dan diciumnya keningku.
"Sus, meski kita menggugurkan kandungannya, tetapi kita ingin tetap menikah. kita cuma merasa belum siap saja. Saya ingin Mila menjadi istri kedua", kata Mas Santo kepada perawat itu, tanpa meminta persetujuanku kalau aku pura-pura jadi WIL-nya.
Sehari kemudian aku pulang. Tetapi aku tidak diijinkan untuk pulang ke rumah Mbak Mira oleh Mas Santo, Aku justru dibawanya kesebuah hotel. "Kenapa disini, Mas?" tanyaku.
"Kamu masih kelihatan pucat. Jangan pulang dulu, kamu tidur disini sekitar 3 sampai 4 hari dulu, nanti baru pulang. Lagian Mas Santo sudah bilang ke Mbak Mira, bahwa kamu balik sementara ke Bandung untuk keperluan menjenguk saudara", katanya. Aku mengikuti saja sarannya tersebut.

Hari-hari pertama Mas Santo bersikap sopan kepadaku, Dia tampak mengasihiku. Tetapi, pada hari kedua, Mas Santo mulai berubah, setelah berbaringan di sebelah badan ku, Mas Santo secara mengejutkan memintaku untuk memegang ’senjatanya’.
"Aku nggak kuat, Mila. Tolong kamu pegang-pegang kontol ku sampai ‘keluar’, agar kepalaku tidak pusing. Mbakyumu sedang mestruasi. Jadi aku tidak melakukan hubungan badan selama dua hari ini, biasanya kita melakukannya setiap hari", begitu kata Mas Santo beralasan kepadaku.

Ingin rasanya aku menolak, tetapi bagaimana lagi? Mas Santo telah begitu berbaik hati kepadaku. Kupikir tidak ada salahnya aku melakukannya sekali ini untuk membalas kebaikan-kebaikan Mas Sancaku kepadaku selama ini, khususnya saat-saat seperti ini. dgn malu-malu aku melakukan apa yang dimintanya, Kulihat kontol Mas Santo masih tertidur, panjangnya lumayanlah, aku mulai mengusap-usap batang kontol Mas Santo secara lembut. Sedikit demi sedikit aku mulai melihat reaksinya, kontol Mas Santo sedikit demi sedikit mulai mengembang dan membesar, tanganku merasakan kontol nya yang bergerak-gerak hingga akhirnya tidak bisa bergerak lagi, sebab seluruh batang kontol nya telah tegang dgn sangat kerasnya.

Mas Santo kulihat memejamkan matanya menikmati permainan ini, aku semakin berani untuk memain-mainkan kontol nya, kuusap, kugosok-gosok dgn jariku dan terakhir aku mulai mengocok-ngocok kontol Mas Santo secara turun naik, kulihat badan Mas Santo kadang-kadang menggeliat merasakan kenikamatan ini, sampai akhirnya tiba-tiba badan Mas Santo tiba-tiba mengejang, kontol nya terasa panas sekali, kulihat kepala kontol nya kini berubah warnanya menjadi sangat merah sekali dan berdenyut-denyut.

Tiba-tiba Mas Santo memejamkan matanya sangat erat, bibirnya seperti menggigit menahan sesuatu yang amat luar biasa, tidak lebih dalam hitungan dua detik, tiba-tiba aku melihat cairan kental menyemprot deras keluar dari batang kontol nya Mas Santo, cairan peju nya muncrat banyak sekali seiring dgn itu badan nya berkelejat-kelejat sampai pada akhirnya peju nya habis, badan nya jatuh lunglai dan kulihat wajah Mas Santo tersenyum puas. Perlahan-lahan aku membersihkan badan Mas Santo yang belepotan peju nya, kubersihkan dgn perlahan-lahan sambil memijat-mijat badan Mas Santo, hingga akhirnya Mas Santo tertidur di ranjangku.

Di hari kedua aku benar-benar tidak mampu menolak permintaannya, saat aku sedang mandi tiba-tiba pintu kamar mandiku diketok oleh Mas Santo, ketika kubukakan, tiba-tiba Mas Santo menerkamku dgn buasnya. "Kalau kamu tidak melayaniku, maka kasus pengguguran ini akan kuberitahukan kepada Mbak Mira", ancamnya.
Maka, aku tidak mampu menolak keinginannya ini, Semalaman itu aku harus melayani Mas Santo ronde demi ronde. Sejak saat itu aku semakin tidak punya keberanian untuk menolak keinginan Mas Santo untuk mencicipi kehangatan badan ku yang masih sintal, dan rapatnya lobang memek ku, sebab aku memang belum pernah melahirkan. Perbuatannya ini tidak cuma dilakukan di hotel saja, tetapi sudah mulai berani dilakukan di rumah Mbak Mira, Hampir Setiap tengah malam menjelang pukul 3 pagi, Mas Santo selalu mengendap-endap menuju kamarku dan mengetuk kamar tidurku untuk meminta jatah ngentot nya, sebab aku takut suatu waktu akan ketahuan akibat Mas Santo mengetuk pintuku maka aku setiap tidur tidak pernah mengunci kamar tidurku.

Yang membuatku semakin tertekan adalah tiba-tiba pada suatu hari badan ku serasa terindih sesuatu, ketika aku membuka mataku alangkah kagetnya aku, sebab yang menindih badan ku adalah Mas Mika, adik Mas Santo, aku ingin berteriak, tetapi Mas Mika menutup mulutku sambil mengancamku. "Awas, kamu tidak perlu berteriak, Jika tidak saya akan melaporkan perselingkuhan kamu dgn Mas Santo kepada Mbak Mira. Aku telah mengetahui kejadian ini sejak minggu lalu, lalu apa salahnya jika kamu melakukannya kepadaku juga", ancamnya.
Sejak saat itu aku menilai Mas Mika sama bejatnya dgn Mas Santo. Hingga mulai saat itu hampir setiap hari aku melayani dua pria. Antara pukul 11 malam sampai dgn pukul 2.30 pagi aku melayani Mas Mika, dan Antara pukul 3 pagi sampai dgn pukup 4 pagi aku harus kembali ngentot dgn Mas Santo. badan ku benar-benar sebagai pelampiasan nafsu kedua saudara-saudara iparku.

Bahkan menurutku Mas Mika adalah orang paling bejat didunia ini, ia bahkan menceritakan perselingkuhan kita kepada Mas Sanwani yang tinggal di kota. Ketika suatu saat Mas Sanwani menginap di rumah Mbak Mira berkaitan dgn tugas kantornya. Dia tidak tidak sungkan-sungkan masuk kekamar tidurku malam hari bersama dgn Mas Mika untuk kembali merasakan kehangatan memek ku, malah pernah suatu kali ketiganya tiba-tiba berkumpul di kamarku dan ngewek bareng sekaligus benar-benar menguras seluruh tenagaku, hingga aku pernah pingsan menahan kenikmatan yang datang bertubi-tubi tanpa hentinya dari ketiga saudara iparku yang menggilir aku secara bergantian. Hingga akhirnya puncak dari seluruh kenikmatan tersebut adalah kelelahan yang luar biasa, aku KO!

Diperawanin pacar lalu dientot saudara ipar bergiliran, seks cerita cewek perawan
Klik foto untuk memperbesar gambar

Lebih lagi ketika suatu saat Mbak Mira pada siang hari datang ke kamarku dan menemukan celana dalam suaminya ada di kamarku. Aku sangat yakin Mbak Mira mengetahui kalu suaminya sering masuk ke kamarku. Mbak Mira cuma diam saja. Dia cuma melemparkan celana dalam suaminya itu kewajahku. Dan, sejak itulah Mbak Mira jarang mengajakku bicara. Ketika kuceritakan kejadian ini kepada Mas Santo, Diluar dugaan di berkata, "Mila, Mbak Mira sudah tidak kuat lagi melayani nafsuku, pernah kusampaikan aku punya pacar seorang janda muda, dia diam-diam saja", kata Mas Santo.

Aku tercenung. Napasku terasa berhenti di tenggorokan. Kasihan Mbak Mira. Tetapi siapa yang menaruh rasa belas kasihan kepadaku? Aku telah melayani nafsu seks ketiga saudara iparku. Ingin rasanya aku lari minggat dari rumah Mbak Mira, Tetapi kemana aku harus menetap? aku tidak ingin menjadi seorang Wanita Tuna Susila, dan aku sudah tidak memiliki uang pula untuk menyambung hidup jika aku minggat.
Sampai akhirnya sedikit demi sedikit keberanianku benar-benar hilang sama-sekali, dan hingga sampai ini aku masih harus tetap melayani nafsu seks ketiga lelaki iparku.

Tubuhku Dinikmati 3 Saudara Ipar hingga mereka Crot didalem, cerita seks, sex dewasa, cerita porno, novel seks,Tubuhku Dinikmati 3 Saudara Ipar hingga mereka Crot didalem, cerita seks, sex dewasa, cerita porno, novel seks
Tubuhku Dinikmati 3 Saudara Ipar hingga mereka Crot didalem
Tubuhku Dinikmati 3 Saudara Ipar hingga mereka Crot didalem, cerita sex , Tubuhku Dinikmati 3 Saudara Ipar hingga mereka Crot didalem, cerita seks, sex dewasa, cerita porno, novel seks, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Tubuhku Dinikmati 3 Saudara Ipar hingga mereka Crot didalem


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/