Tukeran Istri Sama Boss Dapet Memek Bule

Tukeran Istri Sama Boss Dapet Memek Bule, Nama saya Malik, saya berumur 28 tahun, baru 3 (tiga) bulan bekerja di suatu perusahaan asing di Jakarta, atasan saya Mr. Patrix, berasal dari Amerika, kira-kira berumur 40 tahun. dlm waktu singkat Rix demikian teman-teman di kantor suka memanggilnya, telah sangat akrab dengan saya, karena kebetulan kami mempunyai hobi yang sama yaitu bermain golf. Perusahaan tempat kami bekerja adalah suatu perusahaan yang bergerak dlm bidang asuransi.


Menurut cerita-cerita teman-teman istri Patrix, yang berasal dari Amerika juga, sangat cantik dan badannya sangat sexy, seperti bintang film Hollywood. saya sendiri belum pernah bertemu secara langsung dengan istri Patrix, cuma melihat fotonya yang terletak di meja kerja Patrix. Suatu hari saya memasang foto saya berdua denga Listi istri saya, yang berasal dari B* dan berumur 25 tahun, di meja kerja saya. Pada waktu Patrix melihat foto itu, secara spontan dia memuji kecantikan Listi dan sejak saat itu pula saya mengamati kalau Patrix sering melirik ke foto itu, apabila kebetulan dia datang ke ruang kerja saya.

Suatu hari Patrix mengundang saya untuk makan malam di rumahnya, katanya untuk membahas suatu proyek, sekaligus untuk lebih mengenal istri masing-masing.
“Her, nanti malam datang ke rumah ya, ajak istrimu Listi juga, sekalian makan malam”.
“Lho, ada acara apa boss?”, kataku sok akrab.
“Ada proyek yang harus diomongin, sekalian biar istri saling kenal gitu”.
“Okelah!”, kataku.

Cerita swinger Tukeran Istri Sama Boss Dapet Memek Bule

Sesampainya di rumah, undangan itu saya sampaikan ke Listi. Pada mulanya Listi agak segan juga untuk pergi, karena menurutnya nanti agak susah untuk berkomunikasi dlm bahasa Inggris dengan mereka. Akan tetapi setelah kuyakinkan bahwa Patrix dan Istrinya sangat lancar berbahasa Indonesia, akhirnya Listi mau juga pergi.
“Ada apa sih Mas, kok mereka ngadain dinner segala?”.
“Tau, katanya sih, ada proyek apa.., yang mau didiskusikan”.
“Ooo.., gitu ya”, sambil tersenyum. Melihat dia tersenyum saya segera mencubit pipinya dengan gemas. Kalau melihat Listi, selalu gairahku timbul, soalnya dia itu sexy sekali. Rambutnya terurai panjang, dia selalu senam so.., punya badan ideal, dan ukurannya itu 34B yang padat kencang.
Pukul 19.30 kami sudah berada di apartemen Patrix. saya mengenakan kemeja, sementara Listi memakai stelan rok dan kemeja. Rambutnya dibiarkan tergerai tanpa hiasan apapun. Sesampai di Apertemen no.1009, saya segera menekan bel yang berada di depan pintu. Begitu pintu terbuka, terlihat seorang wanita bule berumur kira-kiar 32 tahun, yang sangat cantik, dengan tinggi sedang dan berbadan langsing, yang dengan suara medok menegur kami.
“Oh Malik dan Listi yah?, silakan.., masuk.., silakan duduk ya!, saya Anny istrinya Patrix”.
Ternyata Anny badannya sangat bagus, tinggi langsing, rambut panjang, dan lebih manis dibandingkan dengan fotonya di ruang kerja Patrix. Dengan agak tergagap, saya menyapanya.
“Hallo Mam.., kenalin, ini Listi istriku”.
Setelah Listi berkenalan dengan Anny, ia diajak untuk masuk ke dapur untuk menyiapkan makan malam, sementara Patrix mengajakku ke teras balkon apartemennya.
“Gini lho Her.., bulan depan akan ada proyek untuk mengerjakan iklan.., ini.., ini.., dsb. Berani nggak kamu ngerjakan iklan itu”.
“Kenapa nggak, rasanya perlengkapan kita cukup lengkap, tim kerja di kantor semua tenaga terlatih, ngeliat waktunya juga cukup. Berani!”.
saya excited sekali, baru kali itu diserahi tugas untuk mengkordinir pembuatan iklan skala besar.
Senyum Patrix segera mengembang, kemudian ia berdiri merapat ke sebelahku.
“Eh Her.., gimana Anny menurut penilaian kamu?”, sambil bisik-bisik.
“Ya.., amat cantik, seperti bintang film”, kataku dengan polos.
“sexy nggak?”.

“Lha.., ya.., jelas dong”.
“Umpama.., ini umpama saja loo.., kalo nanti saya pinjem istrimu dan saya pinjemin Anny untuk kamu gimana?”.
Mendenger permintaan seperti itu terus terang saya sangat kaget dan bingung, perasanku sangat shock dan tergoncang. Rasanya kok aneh sekali gitu. Sambil masih tersenyum-senyum, Patrix melanjutkan, “Nggak ada paksaan kok, saya jamin Listi dan Anny pasti suka, soalnya nanti.., udah deh pokoknya kalau kau setuju.., selanjutnya serahkan pada saya.., aman kok!”.
Membayangkan tampang dan badan Anny saya menjadi terangsang juga. Pikirku kapan lagi saya bisa menunggangi kuda putih? Paling-paling selama ini cuma bisa membayangkan saja pada saat menonton blue film. Tapi dilain pihak kalau membayangkan Listi hererjain si bule ini, yang pasti punya senjata yang besar, rasanya kok tidak tega juga. Tapi sebelum saya bisa menentukan sikap, Patrix telah melanjutkan dengan pertanyaan lagi, “Ngomong-ngomong Listi sukanya kalo making love style-nya gimana sih?”.
Tanpa saya sempat berpikir lagi, mulutku sudah ngomong duluan, “Dia tidak suka style yang aneh-aneh, maklum saja gadis pingitan dan pemalu, tapi kalau memek nya dijilatin, maka dia akan sangat terangsang!”.
“Wow.., saya justru pengin sekali mencium dan menjilati bagian memek , ada bau khas wanita terpancar dari situ.., itu membuat saya sangat terangsang!”, kata Patrix.

Cerita seks Tukeran Istri Sama Boss Dapet Memek Bule
“Kalau Anny sangat suka main di atas, doggy style dan yang jelas suka blow-job” lanjutnya.
Mendengar itu saya menjadi bernafsu juga, belum-belum sudah terasa ngilu di bagian bawahku membayangkan senjataku diisap mulut mungil Anny itu.

Kemudian lanjut Patrix meyakinkanku, “Oke deh.., enjoy aja nanti, biar saya yang atur. Ngomong-ngomong my wife udah tau rencana ini kok, dia itu orangnya selalu terbuka dlm soal sex .., jadi setuju aja”.
“Nanti minuman Listi saya kasih bubuk penghangat seherit, biar dia agak lebih berani.., Oke.., yaa!”, saya agak terkejut juga, apakah Patrix akan memberikan obat perangsang dan memperkosa Rina? Wah kalau begitu tidak rela saya. saya setuju asal Rina mendapat kepuasan juga. Melihat mimik mukaku yang ragu-ragu itu, Patrix cepat-cepat menambahkan, “Bukan obat bius atau ineks kok. Cuma pembangkit gairah aja”, kemudian dia menjelaskan selanjutnya, “Oke, nanti kamu duduk di sebelah Anny ya, Listi di sampingku”.
Selanjutnya acara makan malam berjalan lancar. Juga rencana Patrix.

Setelah makan malam selesai kelihatannya bubuk itu mulai bereaksi. Rina kelihatan agak gelisah, pada dahinya timbul keringat halus, duduknya kelihatan tidak tenang, soalnya kalau nafsunya lagi besar, dia agak gelisah dan keringatnya lebih banyak keluar. Melihat tanda-tanda itu, Patrix mengedipkan matanya pada saya dan berkata pada Listi, “Lis.., mari duduk di depan TV saja, lebih dingin di sana!”, dan tampa menunggu jawaban Listi, Patrix segera berdiri, menarik kursi Listi dan menggandengnya ke depan TV 29 inchi yang terletak di ruang tengah. saya ingin mengikuti mereka tapi Anny segera memegang tanganku. “Her, diliat aja dulu dari sini, ntar kita juga akan bergabung dengan mereka kok”. Memang dari ruang makan kami dapat dengan jelas menyaksikan tangan Patrix mulai bergerilya di pundak dan punggung Listi, memijit-mijit dan mengusap-usap halus. Sementara Listi kelihatan makin gelisah saja, badannya terlihat seherit menggeliat dan dari mulutnya terdengar desahan setiap kali tangan Patrix yang berdiri di belakangnya menyentuh dan memijit pundaknya.
Anny kemudian menarikku ke kursi panjang yang terletak di ruang makan.

Dari kursi panjang tersebut, dapat terlihat langsung seluruh aktivitas yang terjadi di ruang tengah, kami kemudian duduk di kursi panjang tersebut. Terlihat tindakan Patrix semakin berani, dari belakang tangannya dengan trampil mulai melepaskan kancing kemeja batik Listi hingga kancing terakhir. BH Listi segera menyembul, menyembunyikan dua bukit mungil kebanggaanku dibalik balutannya. Kelihatan mata Listi terpejam, badannya terlihat lunglai lemas, saya menduga-duga, “Apakah Listi telah diberi obat tidur, atau obat perangsang oleh Patrix?, atau apakah Listi pingsan atau sedang terbuai menikmati permainan tangan Patrix?”. Listi tampaknya pasrah seakan-akan tidak menyadari keadaan sekitarnya. Timbul juga perasaan cemburu berbarengan dengan gairah menerpaku, melihat Listi seakan-akan menyambut setiap belaian dan usapan Patrix herulitnya dan ciuman nafsu Patrixpun disambutnya dengan gairah.

Melihat apa yang tengah diperbuat oleh si bule terhadap istriku, maka karena merasa kepalang tanggung, saya juga tidak mau rugi, segera kualihkan perhatianku pada istri Patrix yang sedang duduk di sampingku. Niat untuk merasakan kuda putih segera akan terwujud dan tanganku pun segera menyelusup ke dlm rok Anny, terasa bukit kemaluannya sudah basah, mungkin juga telah muncul gairahnya melihat suaminya sedang mengerjai wanita mungil. Dengan perlahan jemariku mulai membuka pintu masuk ke lorong kewanitaannya, dengan lembut jari tengahku menekan clitorisnya.

Desahan lembut keluar dari mulut Anny yang mungil itu, “aahh.., aaghh.., aagghh”, badannya mengejang, sementara tangannya meremas-remas payudaranya sendiri.

Sementara itu di ruang sebelah, Patrix telah meningkatkan aksinya terhadap Listi, terlihat Listi telah dibuat polos oleh Patrix dan terbaring lunglai di sofa. Badan Listi yang ramping mulus dengan buah dadanya tidak terlalu besar, tetapi padat berisi, perutnya yang rata dan kedua bongkahan pantatnya yang terlihat mulus menggairahkan serta gundukan kecil yang membukit yang ditutupi oleh rambut-rambut halus yang terletak diantara kedua paha atasnya terbuka dengan jelas seakan-akan siap menerima serangan-serangan selanjutnya dari Patrix.

Kemudian Patrix menarik Listi berdiri, dengan Patrix tetap di belakangnya, kedua tangan Patrix menjelajahi seluruh lekuk dan ngarai istriku itu. saya sempat melihat ekspresi wajah Listi, yang dengan matanya yang setengah terpejam dan dahinya agak berkerut seakan-akan sedang menahan suatu kenyerian yang melanda seluruh badannya dengan mulutnya yang mungil setengah terbuka, menunjukan Listi menikmati benar permainan dari Patrix terhadap badannya itu, apalagi ketika jemari Patrix berada di semak-semak kewanitaannya, sementara tangan lain Patrix meremas-remas puting susunya, terlihat seluruh badan Listi yang bersandar lemas pada badan Patrix, bergetar dengan hebat.

Saat itu juga tangan Anny telah membuka zipper celana panjangku, dan bagaikan orang kelaparan terus berusaha melepas celanaku tersebut. Untuk memudahkan aksinya saya berdiri di hadapannya, dengan melepaskan bajuku sendiri. Setelah Anny selesai dengan celanaku, gilirannya dia kutelanjangi. Wow.., kulit badannya mulus seputih susu, payudaranya padat dan kencang, dengan putingnya yang berwarna coklat muda telah mengeras, yang terlihat telah mencuat ke depan dengan kencang. saya menyadari, kalau diadu besarnya senjataku dengan Patrix, tentu saya kalah jauh dan kalau saya langsung main tusuk saja, tentu Anny tidak akan merasa puas, jadi cara permainanku harus memakai teknik yang lain dari lain. Maka sebagai permulaan kutelusuri dadanya, turun ke perutnya yang rata hingga tiba di lembah diantara kedua pahanya mulus dan mulai menjilat-jilat bibir kemaluannya dengan lidahku.

Kududukkan Anny kembali di sofa, dengan kedua kakinya berada di pundakku. Sasaranku adalah memek nya yang telah basah. Lidahku segera menari-nari di permukaan dan di dlm lubang memek nya. Menjilati clitorisnya dan mempermainkannya sesekali. Kontan saja Anny berteriak-teriak keenakan dengan suara keras, ” Ooohh.., oohh.., sshh.., sshh”. Sementara tangannya menekan mukaku ke memek nya dan badannya menggeliat-geliat. Tanganku terus melakukan gerakan meremas-remas di sekitar payudaranya. Pada saat bersamaan suara Listi terdengar di telingaku saat ia mendesah-desah, “Oooh.., aagghh!”, diikuti dengan suara seperti orang berdecak-decak. Tak tahu apa yang diperbuat Patrix pada istriku, sehingga dia bisa berdesah seperti itu. Listi sekarang telah telentang di atas sofa, dengan kedua kakinya terjulur ke lantai dan Patrix sedang berjongkok diantara kedua paha Listi yang sudah terpentang dengan lebar, kepalanya terbenam diantara kedua paha Listi yang mulus. Bisa kubayangkan mulut dan lidah Patrix sedang mengaduk-aduk kemaluan Listi yang mungil itu. Terlihat badan Listi menggeliat-geliat dan kedua tangannya mencengkeram rambut Patrix dengan kuat.

saya sendiri makin sibuk menjilati memek Anny yang badannya terus menggerinjal-gerinjal keenakan dan dari mulutnya terdengar erangan, “Ahh.., yaa.., yaa.., jilatin.., Ummhh”. Desahan-desahan nafsu yang semakin menegangkan otot-otot kontol ku. “Aahh.., Her.., akuu.., aakkuu.., oohh.., hh!”, dengan sekali hentakan keras pinggul Anny menekan ke mukaku, kedua pahanya menjepit kepalaku dengan kuat dan badannya menegang terguncang-guncang dengan hebat dan diikuti dengan cairan hangat yang merembes di dinding memek nya pun semakin deras, saat ia mencapai organsme. badannya yang telah basah oleh keringat tergolek lemas penuh kepuasan di sofa. Tangannya mengusap-usap lembut dadaku yang juga penuh keringat, dengan tatapan yang sayu mengundangku untuk bertindak lebih jauh.

Ketika saya menengok ke arah Patrix dan istriku, rupanya mereka telah berganti posisi. Listi kini telentang di sofa dengan kedua kakinya terlihat menjulur di lantai dan pantatnya terletak pada tepi sofa, punggung Listi bersandar pada sandaran sofa, sehingga dia bisa melihat dengan jelas bagian bawah badannya yang sedang menjadi sasaran tembak Patrix. Patrix mengambil posisi berjongkok di lantai diantara kedua paha Listi yang telah terpentang lebar. saya merasa sangat terkejut juga melihat senjata Patrix yang terletak diantara kedua pahanya yang berbulu pirang itu, kontol nya terlihat sangat besar kurang lebih panjangnya 20 cm dengan lingkaran yang kurang lebih 6 cm dan pada bagian kepala kontol nya membulat besar bagaikan topi baja tentara saja.

Terlihat Patrix memegang kontol raksasanya itu, serta di usap-usapkannya di belahan bibir kemaluan Listi yang sudah seherit terbuka, terlihat Listi dengan mata yang terbelalak melihat ke arah senjata Patrix yang dahsyat itu, sedang menempel pada bibir memek nya.

Kedua tangan Listi kelihatan mencoba menahan badan Patrix dan badan Listi terlihat agak melengkung, pantatnya dicoba ditarik ke atas untuk mengurangi tekanan kontol raksasa Patrix pada bibir memek nya, akan tetapi dengan tangan kanannya tetap menahan pantat Listi dan tangan kirinya tetap menuntun kontol nya agar tetap berada pada bibir kemaluan Listi, sambil mencium telinga kiri Listi, terdengar Patrix berkata perlahan, “Lis.., maaf yaa.., saya mau masukkan sekarang.., boleh?”, terlihat kepala Listi cuma menggeleng-geleng kekiri kekanan saja, entah apa yang mau heratakannya, dengan pandangannya yang sayu menatap ke arah kemaluannya yang sedang didesak oleh kontol raksasa Patrix itu dan mulutnya terkatup rapat seakan-akan menahan kengiluan.

Patrix, tanpa menunggu lebih lama lagi, segera menekan kontol nya ke dlm lubang memek Listi yang telah basah itu, biarpun kedua tangan Listi tetap mencoba menahan tekanan badan Patrix. Mungkin, entah karena tusukan kontol Patrix yang terlalu cepat atau karena ukuran kontol nya yang over size, langsung saja Listi berteriak kecil, “Aduuh.., pelan-pelan.., sakit nih”, terdengar keluhan dari mulutnya dengan wajah yang agak meringis, mungkin menahan rasa kesakitan. Kedua kaki Listi yang mengangkang itu terlihat menggelinjang. Kepala kontol Patrix yang besar itu telah terbenam sebagian di dlm kemaluan Listi, kedua bibir kemaluannya menjepit dengan erat kepala kontol Patrix, sehingga belahan kemaluan Listi terlihat terkuak membungkus dengan ketat kepala kontol Patrix itu. Kedua bibir kemaluan Listi tertekan masuk begitu juga clitoris Listi turut tertarik ke dlm akibat besarnya kemaluan Patrix.
Patrix menghentikan tekanan kontol nya, sambil mulutnya mengguman, “Maaf.., Lis.., saya sudah menyakitimu.., maaf yaa.., Lis!”.
“aagghh.., jangan teerrlalu diipaksakan.., yaahh.., saayaa meerasa.., aakan.., terbelah.., niih.., sakiitt.., jangan.., diiterusiinn”.
Listi mencoba menjawab dengan badannya terus menggeliat-geliat, sambil merangkulkan kedua tangannya di pungung Patrix.
“Lis.., saya mau masukkan lagi.., yaa.., dan tolong katakan yaa.., kalau Listi masih merasa sakit”, sahut Patrix dan tanpa menunggu jawaban Listi, segera saja Patrix melanjutkan penyelaman kontol nya ke dlm lubang memek Listi yang tertunda itu, tetapi sekarang dilakukannya dengan lebih pelan pelan.
Ketika kepala kontol nya telah terbenam seluruhnya di dlm lobang memek Listi, terlihat muka Listi meringis, tetapi sekarang tidak terdengar keluhan dari mulutnya lagi cuma kedua bibirnya terkatup erat dengan bibir bawahnya terlihat menggetar.
Terdengar Patrix bertanya lagi, “Lis.., sakit.., yaa?”, Listi cuma menggeleng-gelengkan kepalanya, sambil kedua tangannya meremas bahu Patrix dan Patrix segera kembali menekan kontol nya lebih dlm, masuk ke dlm lobang memek Listi.

Secara pelahan-lahan tapi pasti, kontol raksasa itu menguak dan menerobos masuk ke dlm sarangnya. Ketika kontol Patrix telah terbenam hampir setengah di dlm lubang memek Listi, terlihat Listi telah pasrah saja dan sekarang kedua tangannya tidak lagi menolak badan Patrix, akan tetapi sekarang kedua tangannya mencengkeram dengan kuat pada tepi sofa. Patrix menekan lebih dlm lagi, kembali terlihat wajah Listi meringis menahan sakit dan nikmat, kedua pahanya terlihat menggeletar, tetapi karena Listi tidak mengeluh maka Patrix meneruskan saja tusukan kontol nya dan tiba-tiba saja,

 “Blees”, Patrix menekan seluruh berat badannya dan pantatnya menghentak dengan kuat ke depan memepetin pinggul Listi rapat-rapat pada sofa.
Pada saat yang bersamaan terdengar keluhan panjang dari mulut Listi, “Aduuh”, sambil kedua tangannya mencengkeram tepi sofa dengan kuat dan badannya melengkung ke depan serta kedua kakinya terangkat ke atas menahan tekanan kontol Patrix di dlm kemaluannya. Patrix mendiamkan kontol nya terbenam di dlm lubang memek Listi sejenak, agar tidak menambah sakit Listi sambil bertanya lagi, “Lis.., sakit.., yaa? Tahan herit yaa, sebentar lagi akan terasa nikmat!”, Listi dengan mata terpejam cuma menggelengkan kepalanya seherit seraya mendesah panjang, “aagghh.., kit!”, lalu Patrix mencium wajah Listi dan melumat bibirnya dengan ganas. Terlihat pantat Patrix bergerak dengan cepat naik turun, sambil badannya mendekap badan mungil Listi dlm pelukannya.

Tak selang lama kemudian terlihat badan Listi bergetar dengan hebat dari mulutnya terdengar keluhan panjang, “Aaduuh.., oohh.., sshh.., sshh”, kedua kaki Listi bergetar dengan hebat, melingkar dengan ketat pada pantat Patrix, Listi mengalami orgasme yang hebat dan berkepanjangan. Selang sesaat badan Listi terkulai lemas dengan kedua kakinya tetap melingkar pada pantat Patrix yang masih tetap berayun-ayun itu.
aah, suatu pemandangan yang sangat erotis sekali, suatu pertarungan yang diam-diam yang diikuti oleh penaklukan disatu pihak dan penyerahan total dilain pihak.
“Her.., ayo saya mau kamu”, suara Anny penuh gairah di telingaku. Kuletakkan kaki Anny sama dengan posisi tadi, cuma saja kini senjataku yang akan masuk ke memek nya. Duh, rasanya kemaluan Anny masih rapet saja, saya merasakan adanya jepitan dari dinding memek Anny pada saat kontol ku hendak menerobos masuk.
“Anny.., kok masih rapet yahh”. Maka dengan seherit tenaga kuserudukkan saja rudalku itu menerobos liang memek nya. “Aagghh”, mata Anny terpejam, sementara bibirnya digigit. Tapi ekspresi yang terpancar adalah ekspresi kepuasan. saya mulai mendorong-dorongkan kontol ku dengan gerakan keluar masuk di liang memek nya. Diiringi erangan dan desahan Anny setiap saya menyodokkan kontol ku, melihat itu saya semakin bersemangat dan makin kupercepat gerakan itu. Bisa kurasakan bahwa liang kemaluannya semakin licin oleh pelumas memek nya.
“Ahh.., ahh”, Anny makin keras teriakannya.

“Ayo Her.., terus”.
“Enakk.., eemm.., mm!”.
badannya sekali lagi mengejang, diiringi leguhan panjang, “Uuhh..hh..” “Anny.., boleh di dlm.., yaah”, saya perlu bertanya pada dia, mengingat saya bisa saja sewaktu-waktu keluar.

“mm..”.
Kaki Anny kemudian menjepit pinggangku dengan erat, sementara saya semakin mempercepat gerakan sodokan kontol ku di dlm lobang memek nya. Anny juga menikmati remasan tanganku di buah dadanya.
“Nih.., Anny.., terima yaa”.

Dengan satu sodokan keras, saya dorong pinggulku kuat-kuat, sambil kedua tanganku memeluk badan Anny dengan erat dan kontol ku terbenam seluruhnya di dlm lobang memek nya dan saat bersamaan cairan maniku menyembur keluar dengan deras di dlm lubang memek Anny. Badanku tehentak-hentak merasakan kenikmatan orgasme di atas badan Anny, sementara cairan hangat maniku masih terus memenuhi rongga memek Anny, tiba-tiba badan Anny bergetar dengan hebat dan kedua pahanya menjepit dengan kuat pinggul saya diikuti keluhan panjang keluar dari mulutnya, “..aagghh.., hhm!”, saat bersamaan Anny juga mengalami orgasme dengan dahsyat.

Setelah melewati suatu fase kenikmatan yang hebat, kami berdua terkulai lemas dengan masih berpelukan erat satu sama lain. Dari pancaran sinar mata kami, terlihat suatu perasaan nikmat dan puas akan apa yang baru kami alami. saya kemudian mencabut senjataku yang masih berlepotan dan mendekatkannya ke muka Anny. Dengan isyarat agar ia menjilati senjataku hingga bersih. Ia pun menurut. Lidahnya yang hangat menjilati kontol ku hingga bersih. “Ahh..”. Dengan kepuasan yang tiada taranya saya merebahkan diri di samping Anny.

Kini kami menyaksikan bagaimana Patrix sedang mempermainkan Listi, yang terlihat badan mungilnya telah lemas tak berdaya hererjain Patrix, yang terlihat masih tetap perkasa saja. Gerakan Patrix terlihat mulai sangat kasar, hilang sudah lemah lembut yang pernah dia perlihatkan. Mulai saat ini Patrix mengerjai Listi dengan sangat brutal dan kasar. Listi benar-benar dipergunakan sebagai objek sex -nya. Saya sangat takut kalau-kalau Patrix menyakiti Listi, tetapi dilihat dari ekspressi muka dan gerakan Listi ternyata tidak terlihat tanda-tanda penolakan dari pihak Listi atas apa yang dilakukan oleh Patrix terhadapnya.

Patrix mencabut kontol nya, kemudian dia duduk di sofa dan menarik Listi berjongkok diantara kedua kakinya, kepala Listi ditariknya ke arah perutnya dan memasukkan kontol nya ke dlm mulut Listi sambil memegang belakang kepala Listi, dia membantu kepala Listi bergerak ke depan ke belakang, sehingga kontol nya terkocok di dlm mulut Listi. Kelihatan Listi telah lemas dan pasrah, sehingga cuma bisa menuruti apa yang diingini oleh Patrix, hal ini dilakukan Patrix kurang lebih 5 menit lamanya.

Patrix kemudian berdiri dan mengangkat Listi, sambil berdiri Patrix memeluk badan Listi erat-erat. Kelihatan badan Listi terkulai lemas dlm pelukan Patrix yang ketat itu. badan Listi digendong sambil kedua kaki Listi melingkar pada perut Patrix dan langsung Patrix memasukkan kontol nya ke dlm kemaluan Listi. Ini dilakukannya sambil berdiri.

Badan Listi terlihat tersentak ke atas ketika kontol raksasa Patrix menerobos masuk ke dlm lobang memek nya dari mulutnya terdengar keluhan, “aagghh!”, Listi terlihat seperti anak kecil dlm gendongan Patrix. Kaki Listi terlihat merangkul pinggang Patrix, sedangkan berat badannya disanggah oleh kontol Patrix. Patrix berusaha memompa sambil berdiri dan sekaligus mencium Listi. Pantat Listi terlihat merekah dan tiba-tiba Patrix memasukkan jarinya ke lubang pantat Listi. “Ooohh!”. Mendapat serangan yang demikian serunya dari Patrix, badan Listi terlihat menggeliat-geliat dlm gendongan Patrix. Suatu pemandangan yang sangat sexy.

Ketika Patrix merasa capai, Listi diturunkan dan Patrix duduk pada sofa. Listi diangkat dan didudukan pada pangkuannya dengan kedua kaki Listi terkangkang di samping paha Patrix dan Patrix memasukkan kontol nya ke dlm lobang memek Listi dari bawah. Dari ruang sebelah saya bisa melihat kontol raksasa Patrix memaksa masuk ke dlm lobang memek Listi yang kecil dan ketat itu. memek nya menjadi sangat lebar dan kontol Patrix menyentuh paha Listi. Kedua tangan Patrix memegang pinggang Listi dan membantu Listi memompa kontol Patrix secara teratur, setiap kali kontol Patrix masuk, terlihat memek nya ikut masuk ke dlm dan cairan putih terbentuk di pinggir bibir memek nya. Ketika kontol nya keluar, terlihat memek nya mengembang dan menjepit kontol Patrix. Mereka melakukan posisi ini cukup lama.

Kemudian Patrix mendorong Listi tertelungkup pada sofa dengan pantat Listi agak menungging ke atas dan kedua lututnya bertumpu di lantai. Patrix akan bermain doggy style. Ini sebenarnya adalah posisi yang paling disukai oleh Listi. Dari belakang pantat Listi, Patrix menempatkan kontol nya diantara belahan pantat Listi dan mendorong kontol nya masuk ke dlm lubang memek Listi dari belakang dengan sangat keras dan dlm, semua kontol nya amblas ke dlm memek Listi. Jari jempol tangan kiri Patrix dimasukkan ke dlm lubang pantat. Listi setengah berteriak, “aagghh!”, badannya meliuk-liuk mendapat serangan Patrix yang dahsyat itu. Badan Listi dicoba ditarik ke depan, tapi Patrix tidak mau melepaskan, kontol nya tetap bersarang dlm lobang memek Listi dan mengikuti arah badan Listi bergerak.

Listi benar-benar dlm keadaan yang sangat nikmat, desahan sudah berubah menjadi erangan dan erangan sudah berubah menjadi teriakan, “Ooohhmm.., aaduhh!”. Patrix mencapai payudara Listi dan mulai meremas-remasnya. Tak lama kemudian badan Listi bergetar lagi, kedua tangannya mencengkeram dengan kuat pada sofa, dari mulutnya terdengar, “Aahh.., aahh.., sshh.., sshh!”. Listi mencapai orgasme lagi, saat bersamaan Patrix mendorong habis pantatnya sehingga pinggulnya menempel ketat pada bongkahan pantat Listi, kontol nya terbenam seluruhnya ke dlm kemaluan Listi dari belakang. Sementara badan Listi bergetar-getar dlm orgasmenya, Patrix sambil tetap menekan rapat-rapat kontol nya ke dlm lobang memek Listi, pinggulnya membuat gerakan-gerakan memutar sehingga kontol nya yang berada di dlm lubang memek Listi ikut berputar-putar mengebor liang memek Listi sampai ke sudut-sudutnya.

Setelah badan Listi agak tenang, Patrix mencabut kontol nya dan menjilat memek Listi dari belakang. memek Listi dibersihkan oleh lidah Patrix. Kemudian badan Listi dibalikkannya dan direbahkan di sofa. Patrix memasukkan kontol nya dari atas, sekarang tangan Listi ikut aktif membantu memasukkan kontol Patrix ke memek nya. Kaki Listi diangkat dan dilingkarkan ke pinggang Patrix. Patrix terus menerus memompa memek Listi. Badan Listi yang langsing tenggelam ditutupi oleh badan Patrix, yang terlihat oleh saya cuma pantat dan lubang memek yang sudah diisi oleh kontol Patrix.

Kadang-kadang terlihat tangan Listi meraba dan meremas pantat Patrix, sekali-kali jarinya di masukkan ke dlm lubang pantat Patrix. Gerakan pantat Patrix bertambah cepat dan ganas memompa dan terlihat kontol nya yang besar itu dengan cepat keluar masuk di dlm lubang memek Listi, tiba-tiba, “Ooohh.., oohh!”, dengan erangan yang cukup keras dan diikuti oleh badannya yang terlonjak-lonjak, Patrix menekan habis pantatnya dlm-dlm, mememetin pinggul Listi ke sofa, sehingga kontol nya terbenam habis ke dlm lobang memek Listi, pantat Patrix terkedut-kedut sementara kontol nya menyemprotkan spermanya di dlm memek Listi, sambil kedua tangannya mendekap badan Listi erat-erat. Dari mulut Listi terdengar suara keluhan, “Sssh.., sshh.., hhmm.., hhmm!”, menyambut semprotan cairan panas di dlm liang memek nya.
Tukeran Istri Sama Boss Dapet Memek Bule, cerita seks, sex dewasa, bacaan novel porno erotis, memek istri
Klik foto untuk memperbesar gambar

Setelah berpelukan dengan erat selama 5 menit, Patrix kemudian merebahkan diri di atas badan Listi yang tergeletak di sofa, tanpa melepaskan kontol nya dari memek Listi. Listi melihat ke saya dan memberikan tanda bahwa yang satu ini sangat nikmat. saya tidak bisa melihat ekspresi Patrix karena terhalang olah badan Listi. yang jelas dari sela-sela selangkangan Listi mengalir cairan mani. Kemudian Listi pun seperti kebiasaan kami membersihkan kontol Patrix dengan mulutnya, itu membuat Patrix mengelinjang keenakan. Malam itu kami pulang menjelang subuh, dengan perasaan yang tidak terlupakan. Kami masih sempat bermain 2 ronde lagi dengan pasangan itu

Tukeran Istri Sama Boss lubang Memek Bule, cerita seks, sex dewasa istri swinger, bacaan novel porno erotis, memek istri, Tukeran Istri Sama Boss Dapet Memek Bule, cerita seks, sex dewasa, bacaan novel porno erotis, memek istri
Tukeran Istri Sama Boss Dapet Memek Bule
Tukeran Istri Sama Boss Dapet Memek Bule, cerita sex , Tukeran Istri Sama Boss Dapet Memek Bule, cerita seks, sex dewasa, bacaan novel porno erotis, memek istri, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Tukeran Istri Sama Boss Dapet Memek Bule


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/