Emang kamu gak suka susu aku?

Emang kamu gak suka susu aku - Perkenalkan namaku, Saputra, seorang karyawan perusahaan swasta. saya ingin bercerita tentang bagaimana awalnya ku menikmati sex dengan gadis berjilbab. Ada beberapa gadis yg sempat dekat denganku. Dulu, ketika SMU ada gadis Majelis Talim yg dekat denganku, saya memanggilnya Santi, tentunya dia berjilbab dan alim.

Namun begitu dekat denganku, dia merasa nyaman, mungkin baru pertama kali suka terhadap lawan jenis. Hari demi hari kami semakin dekat dan akhirnya kami pun berpacaran. Ada temannya yg tidak suka dengan hubungan kami yg semakin dekat, namun dia tetap dekat denganku dan tak menghiraukan apa kata temannya. Sedikit saja tentang dirinya, dia memiliki postur 165cm, beratnya saya tidak tahu, tapi waktu dia berada di atasku tidak terlalu berat juga (hehehe...), dengan pantat yg cukup menantang dan selalu buat ku tegang, ukuran payudaranya 36B (besar gak tuh?yg jelas waktu saya meremasnya, telapak tanganku hampir tidak muat). Ketika sekolah dia selalu menggunakan jilbab, walaupun tidak lebar juga sih, tapi dari dia berpakaian saja membuatku ingin bersikap ramah (rajin menjamah).

Seusai pulang sekolah saya biasa mengantarkan dia. Dia ku bonceng di belakangku dan tangannya memegang erat pinggangku. Dan,,astaga yg tak pernah terpikirkan olehku, dia memelukku erat seakan tak ingin terjatuh dan otomatis payudara 36B di balik jilbabnya itu menempel banget di punggungku. saya yg sedikit kaget dikejutkan oleh suaranya,
”kenapa yo?ko ga jalan?apa Santi harus duduk mundur lagi nih?”, kata dia.
Ya ampun, gadis alim berjilbab yg ku kenal adalah anggota dari Majelis Talim sekolahku itu ternyata dengan sengaja menempelkan dadanya pada punggungku.
”eh,..iya Saputra antar kamu pulang.gitu aja deh duduknya”, kataku sambil nyengir, ”nakal Saputra..”
dan akhirnya saya pun mengantarkannya sampai rumahnya. saya langsung memarkirkan kendaraanku di halaman rumahnya dan segara masuk ke dalam rumahnya yg ternyata dalam keadaan sepi.
”orang tua kamu kemana Sus?”,kataku
”lagi pergi kerumah nenek,tadi mama telpon waktu saya masih disekolah”,kata Santi padaku,
”owhh..bebas dong kita..”,kataku lagi,
”emang kenapa?”,dia bertanya padaku,
”ya gapapa,Cuma kan kita berdua aja sayang sekarang.”, saya menambahkan...
”Saputra mau minum apa?”,dia bertanya padaku,
”apa aja deh,yg penting itu buatan kamu..susu juga boleh,,hehehe”,sambil sedikit tersenyum nakal,
”susu Santi?”. saya melotot waktu Santi berkata seperti itu.
Dia pun mendekati saya, ”emang Saputra ga mau susu Santi ya?”.
Santi pacarku, seorang gadis SMA yg masih menggunakan seragamnya lengkap dengan jilbabnya segera rebah di sampingku.
”Saputra, Santi sayang Saputra”,dengan mata sayu dia mengatakan itu,
”Saputra juga sayang Santi”.
Seketika itu juga saya beranikan diri mencium bibirnya,
”ccuuuuuppp,,,mmmmmmmmm....”,
Santi tidak membalas ciumanku, justru dia bergerak mundur,

Cerita Seks Emang kamu gak suka susu aku

”Santi belum pernah ciuman yo.Saputra mau ajari Santi?”.
satu hal lagi yg membuatku semakin nafsu terhadap gadis berjilbab didepanku ini, dia masih polos sekali. Dan akhirnya ku ajari dia berciuman, dwngan masih menggunakan seragam sekolah dan jilbabnya kami berciuman. awalnya dia suka mengigit lidahku. Namun akhirnya dia makin berani menyedot bibirku dalam-dalam, serta memainkan lidahnya di dalam rongga mulutku. Hingga akhirnya kamipun melakukan French Kiss yg begitu bernafsu. saya baru menyadari pacarku ini sangat bernafsu sekali saat dia mencium bibirku, melumatnya, menyedotnya juga. Dan tiap hari setiap ada kesempatan kami selalu berciuman, dan dia pun semakin berani menciumku..
”mmmmmm,,,,ssshshhhhhh,,,Saputraoo,,mmmmmmm” desahnya saat kami berciuman dan sungguh bikin saya nafsu.
Sore itu dirumahnya di ruang tamu rumahnya kami berciuman dengan penuh birahi. Sore itu dia yg menggunakan jilbab pink, kaos panjang ketat serta celana panjang katun ada dalam dekapanku menikmati ciumanku.
”mmmmm,,,cccruuuuuppppp....sssshhhhhh,,...aaahhhhhh...LSaputraoooo....”, dia mendesah ketika mulutku turun ke lehernya dan menyingkapkan jilbabnya serta mencium lehernya dengan penuh nafsu. Dia melingkarkan kedua tangannya ke belakang leherku dan menekannya ke lehernya yg sedang kunikmati.
”ccccccuuuuuuuuuppppppppppp.....mmmmmmmmmmhhhhhhh”, ku tinggalkan bekas cupang di lehernya hingga merah,
”aaaaaakkkkkkkhhhhhhhhh...ssssssfffffffffffffhhhhhh Leeeeoooooooo....”..
dia makin bernafsu ketika ku cium di bagian depan lehernya.
”mmmmmmhhhh,,Saputra maaaauuu ngaaa...paiiinn?”,
dia sedikit sadar ketika telapak tanganku sudah berada di depan dadanya dan agak sedikit menekan dadanya.
”aaaakkkkkhhhhhh........Leeeeeeoooooo”,dia mendesah ketika kutekan dan kuremas lembut dadanya.
”sakit yank?”, dia menggelengkan kepalanya.
Dalam hatiku bersorak gembira, tanda lampu hijau sudah kudapatkan darinya. saya semakin berani meremas dadanya. Itu semua kulakukan dengan masih berpakaian lengkap. Dan saya menikmati dadanya dari balik jilbabnya yg terjatuh ketika kucium lagi bibirnya. Dia semakin menikmati remasanku itu, terbukti dari tangannya yg berada di atas tanganku yg meremas tanganku, seolah dia tidak ingin hal itu berhenti. Dan sore itu pun kami melaluinya dengan ciuman juga remasan, tidak lupa ku tinggalkan bekas merah di leher di balik jilbab pinknya, yg menandakan gadis berjilbab ini sudah ku jamah.
”krrrrrriiiiiiiiiiiiiiinnnnnnngggggggggg...........”
wah, ada telpon tuh...next time lagi ya..Saputra sayang,,lagi apa?ke rumah Santi dunk….”
Itulah sms yg kuterima dari Santi, pacarku yg cantik berjilbab alim itu…
Dan sore itupun saya lasngsung ke rumah Santi. Dan sesampainya di rumahnya,ku ketuk pintunya dan Santi pun membukakannya untukku dan betapa terkejutnya diriku melihat pacarku ini yg sungguh cantik. Dia memakai jilbab pink kesukaannya, celana bahan warna putih yg membuat kakinya terlihat dari balik celananya itu karena sinar matahari sore itu, juga kaos lengan panjang yg menurutku cukup ketat sampai membuat dadanya yg 36B itu terlihat tercetak jelas dari balik kaosnya yg sedikit tertutup oleh jilbabnya.
“kamu cantik banget sayang….”
“kan kamu mau datang saying, jd Santi mau tampil cantik di depan kamu..”
“makasih sayang…”
Dan kami pun masuk langsung ke ruang kluarganya dimana biasanya keluarganya kumpul. Di situ saya baru tau dia memilik kakak perempuan juga yg tak kalah cantik dengannya,dan pastinya berjilbab juga. Karena Santi ini hidup di lingkungan yg taat agama, terbukti di sekolahnya dia adalah anggota dari Majelis Talim dimana saya dan dia bersekolah.
Sore itu adalah malam minggu dan saya pun tak mau melewatkannya begitu saja. saya ingin berdua dengan kekasihku yg cantik ini dibalut jilbab pink kesukaannya.
“papa mama kemana saying.?”
“Lagi pergi ke luar kota sayang ma mba Leni juga. Ga tau ada urusan apa.”
“owhh…”
Akhirnya dari sore itu kami melewatkan dengan jalan-jalan memutari kota, sempat nongkrong sebentar di alun-alun kota dan saya juga mengajaknya nonton di bioskop di kotaku. Dan dalam kami nonton film mataku tak pernah lepas dari dadanya yg montok di balik jilbabnya itu. Dan saat film berjalan saya memeluknya dan dia merebahkan kepalanya di bahuku dan serta merta tercium wangi rambutnya yg baru dikeramas. Dan ketika ia mangangkat wajahnya segera kucium bibirnya yg lembut itu.
“mmmmhhhhhhh…”
Dia menyambut ciumanku itu dengan penuh nafsu. Kami beradu lidah dan juga bibir kami basah.
‘mmmmmhhhhh…sssshshhhhhhhh”
Hanya kata-kata itu yg keluar dari mulutnya. Dan tanganku pun tak mau tinggal diam.karena ku merangkul dirinya dengan leluasa tanganku dapat meraih dada sebelah kanannya. Ku usap lembut dadanya itu, sampai Santi pun mendesah. saya angkat jilbabnya sedikit agar tak ketahuan orang juga. Untungnya yg menonton saat itu hanya sedikit, jd saya lebih leluasa menjamah dadanya yg indah itu.
‘mmmmhhhh…aaahahhhhhhh sayyyyaaaaaannngggggg……ennnaaaaaaakkkkkk”
Tanganku berusaha masukke dalam kaosnya karena ku ketahui ternyata kaosnya itu berleher rendah. Kuusap dada atasnya itu. Pelan-pelan ku masukkan tanganku ke dalam kaosnya. Dia agak bergerak sedikit demi membuatku leluasa menjamah dadanya. Dan segera keremas lembut dadanya itu dari balik branya.
“aaahhhhhhhhhhhhhhhhh….sssssssssshhhhhhhhhhhh” desahya perlahan.
Lalu tiba-tiba dia berdiri dan bukannya marah, dia menarik tanganku,,
“kita pulang aja..”
Dan tanpa berkata lagi kuikuti dia..
Dan sepanjang perjalanan dia terus menempelkan dadanya ke punggungku sampai tarasa empuk sekali. Dia pun memelukku erat. Dan situasi itu ku manfaatkan. Tangannya kutarik dan kuletakkan dia atas celanaku. Dan betapa kagetnya dia sampai tanpa sadar dia meremas kontolku yg sudah cukup tagang itu.
“aakkkkkhhhhh….Saputra nakal ya.”
Dia sekarang meremas dengan lembut. “punya Saputra gede ya”
Dan akhirnya kami pun sampai dirumahnya. Segera pintu gerbang dikunci dan kami masuk rumahnya dan kami kunci. Dia segara mendekapku dan menciumku penuh dengan nafsu. Bibirnya melumat habis bibirku. Tapi untungnya tidak dimakannya,,hehehe. Angannya merangkul kepalaku dan menekannya seakan tak mau terlepas. Akupun tak mau tinggal diam, ku balas ciumannya itu dengan penuh nafsu juga dan lidah kami pun saling bertaut.
“mmmmhhhh scccccuuuuppppp …..ccruupppppp sssshhhhhhh aaaahhhhhh”
Desahnya yg semakin membuatku nafsu. Dan tanganku mulai membelai kepalanya yg masih tertutup jilbab itu dan turun hingga ke lehernya dengan mengangkat jilbabnya sedikit dan peerlahan masuk kedalam kaosnya dan membelai lembut dadanya. Ku remas lembut dadanya itu dan dia makin mendesah merasakan nikmat yg belum pernah dia rasakan sebelumnya.
“aaahhhhhh Saputraoooo…enneaaaaaaakkkk….”
“Saputra,,,male mini Santi pengen merasakan nikmatnya sex . Santi cuma tahu dari teman Santi yg pernah nge sex, katanya nikmat banget. Santi pengen Saputra..”
“Lho, emang Santi selama ini gimana?”
“ga gimana-gimana, Cuma Santi tahan aja kalo lagi pengan banget. Waktu Saputra remas dada Santi itu, begitu Saputra pulang pas Santi ganti baju, celana dalem Santi basah sayang..”
“kalo sekarang..??” sambil tanganku meremas memeknya dari luar celananya..
“aaakkhhhhhhhhh…Saputra nakal. Saputra lihat sendiri aja..”
Senyumnya begitu mengisyaratkan bahwa pacarku yg alim ini sudah mengijinkan diriku untuk menikmati tubuhnya. Dan matanya betul-betul penuh dengan nafsu.
"Saputra ko bengong?"
“gapapa ko Sus…”
“Saputra…”
“knapa Santi sayang…”
“Santi pengan tau kemaluan cowo,,punya Saputra”
Kaget sekali waktu ku dengar dia berkata begitu.
“ayo dunk Saputra sayang…”
Seorang gadis berjilbab di depanku yg tak lain pacarku sendiri, yg ku kenal sangat alim saat ini sedang bernafsu didepanku dan ingin sekali tahu kontolku.
“hmm,,Santi buka sendiri ya…”
:oke deh..”
Dia begitu senang ketika kuijinkan melihat kontolku. Segera dia berjongkok di depanku dan tanganny membuka celanaku.
“ikkhhhhh….”
“kenapa Sus?”
“nongol di atas cd tititnya…”
Dia begitu polos sampai dia menyebutnya dengan titit. Dia makin mebuka celanaku dan akhirnya menyisakan celana dalamku saja. Dia mengusap kontolku dari luar celana dalamku.
“Saputra,,tititnya gede banget”
Padahal ga gede-gede banget sih, panjangnya Cuma 15cm dan diameternya cuma 4cm aja. Tapi mungkin baru pertama kali dia melihat kontol itu seperti apa, dia bilang besar.
“aaakkkkkkhhhhh…..” saya begitu menikmati sentuhannya..
Dia pun akhirnya membuka celana dalamku. Dan dia melirikku ke arahku dan tersenyum nakal di depan kontolku.
“titit Saputra item, beurat,,,hehehehe.
“pegang dong sayang..”
Dia pun memegang kontolku dengan tangan mungilnya. Dan sungguh pemandangan yg indah. Pacarku yg alim berjilbab ini sekarang sedang menggenggam kontolku dengan masih berpakaian lengkap dengan jilbabnya. Da mulai mengaocok-ngocok kontolku.
“Saputra..titit Saputra tambah gede” dengan tetap mengocoknya.
“itu namanya kontol Santi sayang…coba bilang”
"hmmm..Santi mau emut kontol Saputra boleh?"
“boleh sayang….”
Dia mulai mengecup kontolku dengan lembut dan menjilat ujung kontolku.
“mmmmmmhhhh,,,ssssllluuururrrrrrrppppppp…aaaaahhhhhh”
“asin Saputra,,hehehehe…….”
“enak banget Santi syang…”
Dan akhirnya dia mulai belajar mengoral kontolku. Dengan penuh nafsu dia terus menjilat, mengulum, mengocok kontolku seakan dia mendapat mainan baru. Dan maki hari dia makin mahir memainkan kontolku. Dan tak tahu kenapa dia suka sekali mengoral kontolku. Dia pernah berkata padaku dia ga bias tidur kalo sahari saja tidak mengoral kontolku. Dia pun suka sekali meminum pejuku yg dia sendiri keluarkan menggunakan mulutnya. Kami pun pernah melakukannya di toilet sekolah. Saat itu dia sms mengatakan dia horny dan ingin mgoral kontolku dan mngajakku ke toilet.akupun segera mnyusulnya ketika dia sudah duluan ke toilet.
Dan di dalam toilet itu dia segera membuka celanakku dan dengan penuh nafsu dia menjilat, mengulum, mngocok kontolku hingga akhirnya akupun klimaks dimulutnya. Itu semua dilakukan tanpa melepaskan jilbabnya itu dan hebatnya lagi, cairan spermaku tak pernah mengotori jilbabnya itu karena selalu ditelannya habis…
“aaakakkkkkkhhhhhhh,,,ccrooootttt,,,,ccrrrtoooooooootttttt”
Pejuku akhirnya keluar di dalam mulutnya…….agi nih....
saya dan Santi makin mesra. Hampir tiap hari dia minta jatah jus peju padaku. Dan seringnya di sekolah dia selalu merajuk padaku agar mau diemut olehnya. Pernah pada suatu hari dia sangat bernafsu sekali menyedot kontolku hingga saya mau tak mau keluar sampe 2x olehnya, dia bilang kalo kontolku enak sekali dan kalo satu hari saja dia tidak minum peju dari kontolku, dia sangat pusing.

Malam minggu itu saya dirumahnya namun seluruh keluarganya ada semua dirumah. Kami berdua duduk di taman belakang rumahnya dan malam itu dia memakai rok panjang dan kaos putih panjang sampai bra hitamnya sedikit menerawang dan saya sempat memperhatikannya.
“Saputra suka tete Santi ya.?”
Dia sadar ketika kuperhatikan dadanya.
“suka banget sayang, apalagi tete kamu gede gitu, enak banget buat diemutin”
Walaupun tertutup dengan jilbab pink kesukaannya, namun tetap saja dadanya begitu menonjol di balik jilbabnya itu. Di taman itu kurangkul dirinya dan tangan kananku ada disamping tubuhnya. Perlahan kususupkan tangan kananku ke balik jilbabnya itu dan sedikit kuremas.
“Saputra,,nanti ketahuan sama mama.”
“kan mereka di dalam..”
“mmmmhhh…sssshhhhhhhhh,,kerasan dikit Saputra”
“enaaaaakkkkkk……aaahhhhhh”
Dia mulai mendesah tanda dia mulai terangsang..
“sus……” suara mamanya memanggil Santi. Kami terkejut dan segera kami membenahi diri.
"ganggu aja ni nyokapnya" umpatku dalam hati..
“mama sama papa pergi dulu. Kamu kalo mau pergi jangan lupa pintunya dikunci, mba Desi bawa kunci ko tadi. Saputra, jagain anak tante ya”
“iya tante.”
Setelah orang tuanya pergi, Santi segara mengunci pintunya.
“Saputra sayang, sekarang kita bebas. Katanya tadi mau nenen ya.”
“hmm,,Saputra sayang, Santi kangen ma kontol Saputra nih…”
“ia sayang…ukkkhhhhh.” Dia berkata sambil meraba selangkanganku yg tentunya si kontol uda ngaceng.
“Saputra uda ngaceng ya?”, “kangen ma mulut Santi ya?” dia tersenyum nakal sambil membuka resleting celanaku.
“hmmm,,,,shhhh…Saputra. Santi jd pengen nih…” sambil mengocok-ngocok lembut kontolku di genggamannya.
“aaahhhhhh….Saputra kontolnya gede banget sih…Santi jd pengen coba masukin ke punya Santi nih.”
Kaget saya mendengar hal itu, namun senang juga. Karena selama ini saya memang ingin sekali ngentot dengan pacarku ini, tapi selalu ku tahan karena kuingin dia sendiri yg memintanya. Dan akhirnya saat ini dia memintanya padaku.
“Santi mau kontol Saputra masuk ke memek Santi?”
“iya sayang,,Santi mau ngerasain kontol Saputra di memek Santi. Di mulut Santi aja enak, apalagi di mulut memek Santi.” Sambil tetap mengocok kontolku Santi berbicara seperti itu.
Dan ini kesempatan bagiku untuk menikmati seorang akhwat, anggota Majelis Talim di sekolahku yg dalam berpemanpilan selalu berjilbab rapih.
“mmmmmmhhhhh……aaaaauuummmmhhhh…sssssshhhhhhhh.eeeeellllmmmm”
Dia mulai menjilati kontolku dari mulai kepalanya hingga batangnya yg berurat itu..
“aaaahhhhhhhhh suss…..nikmat banget sayang…..”
“mmmmmhhhhhhhhh……..”
Pemandangan yg sunggguh menggairahkan di depanku dimana pacarku yg alim berjilbab ini sedang mengulum kontolku dengan penuh nafsu. Kepalanya naik turun mangeluar masukkan kontolku ke dalam mulutnya, hingga menimbulkan suara berdecak-decak.
“cccckkkkkk…clllloookkk….cclllluuuupppp…sssslluuuurrrrrpprpppp…aaaahhhhhh”
“Saputraoo,,,,sssslsuuuuurrrrrrrrrrrrpppppppp…eeeeellllllllllllllmmmmmmm…enak..”
Dia yg madih berpakaian lengkap itu segara ku tarik ke atas dan langsung berhadapan denganku dan langsung ku lumat habis bibirnya..
“mmmmmmhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh…………………”
“aaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh…….Saputraooooooommmmmmmmmmm…”
Kami saling lumat dan lidahku bertaut dengan lidahnya hingga kami melakukan yg kata orang,French Kiss yg begitu hot dan penuh nafsu. Tanganku tak tinggal diam, ku usap lembut dadanya yg sudah mengeras tanda Santi sudah tarangsang berat.
“mmmmhhhhhhh…..” desahnya tertahan oleh mulutku.
Ku angkat kaosnya dari bagian bawah dan kususupkan tanganku ke dalam kaosnya menuju bra hitamnya. Ku angkat bra hitam itu ke atas hingga akhirnya tanganku langsung bersentuhan dengan dadanya yg kenyal itu dan ternyata putting susunya pun sudah menegang. Langsung kuremas lembut dadanya itu dan memainkan putting susunya. Awalnya ku remas dada kirinya sambil memilin putting susunya dengan jari ibu dan telunjukku. Dia mendesah makin tak karuan, nafasnya kini menjadi berat karena rangsangan yg pacarku terima dariku.
“leeoooo…berenti.”
saya kaget takut dia marah atau bahkan teriak. Namun dugaanku salah, dia mengangkat kaosnya dan melepasnya tanpa melepas jilbabnya.
“Santi selalu berjilbab dan Santi ga mau lepas jilbab Santi ya Saputra.kan Saputra selalu liat Santi pake jilbab.”
saya yg mendengar hal itu makin terangsang karena di depanku kini,Santi gadis SMA yg selalu memakai jilbab dalam kesehariannya, mau bertelanjang dada di hadapanku. Dan dia pun melepas bra hitamnya.
“Saputra jangan diliatin, Santi malu..hmmmmm,,katanya mau nenen…??!!!”
Segera ku peluk tubuhnya erat-erat seakan ku tak mau melepasnya dan kulumat lagi bibir mungilnya itu. Tanganku kini leluasa menjamah dadanya yg tanpa penghalang lagi. Ku remas dadanya kirinya dan putingnya ku pilin mesra.
“aaaaahhhhhhhhhhhhhhhh Leeeeoooooooo…………”
Ciumanku turun ke lehernya dan ku tinggalkan bekas merah yg cukup lebar disitu. Dan ku makin turun ke dadanya. Kujilati dada atasnya sementara tangan kananku tak berhenti meremas dada kirinya. Dia makin mendesah tak karuan dan kedua tangannya menekan kepalaku hingga terbenam di kedua dadanya yg putih mulus itu. Tak kusangka malam minggu ini ku dapat sesuatu yg sangat mengasyikkan. Ciumanku kini menuju dada kanannya, pertama-tama kujilati bagian luar dadanya melingkar dan ku tinggalkan bekas merah juga disitu. Santi makin mendesah hebat ketika putting susunya kusenggol dengan lidahku.
“aaaaaaaakkkkkkkkkkkkhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh………………….”
“Leeeeeeeeeeeeooooooooooooooooo eeennnnaaaaaaaaaaaaakkkkkkkk……….”
Dan saya pun tak tinggal diam, segera ku emut kuat-kuat putingnya itu dan dia semakin menjerit merasakan nikmat yg tak pernah dia rasa sebelumnya. Dan akupun melanjutkan aksiku. Dari dada kanannya mulutku berpindah dan begitu seterusnya hingga ciumanku turun ke perutnya sedikit menggelitik hingga dia merasa geli. Tanganku mengelus-elus pahanya dari luar rok panjangnya itu dan sedikit demi sedikt kusingkapkan roknya ke atas dan kuraba betisnya yg mulus itu dari ujung kakinya. Dan tanganku makin ke atas hingga pahanya yg mulus itu dapat kurasakan dengan tanganku. Roknya sudah tersingkap hingga ke perutnya dan menampakkan pahanya yg mulus itu serta celana dalam krem yg tampaknya sudah lembab juga.
“mmmmmmmmmmmmhhhhhhh……ssssssssssssssssssssshhhhhhhhhhh aaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh Leeeeeeeeeeeoooooooooooo……………..”
Desahnya saat ku sentuh lembut memeknya dari luar celana dalamnya yg sudah lembab itu. saya mencium bau khas dari cairan cinta yg selalu kluar dari memek. Dan akupun menciumnya.
“aaaaaaaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh………….”
“ccuuuuppppp cccuupppppppp mmmuaaccccccchhhhhhhhh……..”
“aaaaaaakkkhhhh aaaakkkkkkhhhhhhhhhhhh Leeeeeeeeooooooooo Santi mau pipiiiiiisssss niiiiiihhhhhhhhh…..aaaaaaaaaaaakkkkkkkkhhhhhhhhh…..”
Itulah orgasme pertama Santi. Celana dalamnya kini basah oleh cairan orgasmenya sendiri yg pertama kalinya ia rasakan.
“Saputra,,,tadi enak banget..basah y memek Santi.?”
“iya Sus, celana dalam kamu juga jd basah banget nih. Saputra buka ya”
Dia mengangkat pantatnya dan waaahhhhh jembutnya tercukur rapi.
“Saputra kenapa?suka memek Santi ya?bulunya Santi cukur rutin ko, jd ga lebat.”
“memek kamu indah banget say…hmmmmmmm…………….”
saya pun berdiri melihat pacarku ini. Sungguh indah sekali apa yg saya lihat ini, seorang gadis berjilbab kini hanya jilbabnya yg masih rapi. Sementara dadanya sudah terbuka dan kemaluannya pun sudah disajikan untukku yg pacarnya ini. Akupun tersenyum melihat wajah cantik pacarku ini. Dia ikut berdiri dan sedikit terpaku didepanku.
“ikkkkhhhh….Saputra jahat. Masa Santi udah telanjang, Saputra belum sih…?”
Dia pun melucuti bajuku dan kini saya telanjang di hadapannya dengan kontolku yg menggantung. Dia pun segera membuka roknya dan akhirnya hanya jilbabnyalah satu-satunya yg tersisa di tubuhnya. Dia memelukku dan mencium bibirku lagi serta melumatnya dengan penuh nafsu. Tanganku mulai menjelajahi dadanya dan meremasnya juga dengan penuh gairah. Dia makin mendesah merasakan nafsunya sudah mulai naik lagi. Dan saya merebahkan dia di sofa ruang keluarganya dan kujamah tubuhnya tak henti-henti. Dia makin menggeliat dan mendesah-desah tak karuan saat tanganku mulai menyentuh memeknya dan mengelusnya. Dia makin meranggangkan kakinya saat kucoba mencari itilnya.
“aaaakkkkkkkkhhhhhhhhhhhhhhh………..”
Dia menyentakkan tubuhnya saat kutemukan itilnya dan kuelus-elus lembut. saya memainkan itilnya dengan jariku dan Santi pun mendesah makin keras. Untungnya rumahnya agak besar, jd kalaupun dia menjerit agak keras tetangga tak akan mendengarnya karena tembok rumahnya cukup tinggi.
“aaaakkkkkhhhhh,,,,aaakkkkkhhhhh Saputraooooooo aaaakkkkhhhhh…..”
Ku lumat puting susunya dan tanganku tak henti-hentinya memainkan memeknya hingga kini memeknya makin basah dan becek. Dia terus mendesah-desah merasakan nikmat yg begitu nikmatnya bagi dirinya yg mungkin baru pertama kalinya dia rasakan itu.
“Leeeeeooooooooo….aaaakhhhhh aaaakkkhhhhhh akkkkhhhhhh…..”
Kini mulutku ada di depan memeknya dan lidahku mulai menjilat-jilat memeknya itu juga memainkannya di bibir memeknya. Dia menjerit-jerit penuh gairah hingga membuatku makin bernafsu. saya terus menjilati memeknya itu dan jariku mngusap-usao itilnya yg makin tegang itu.
“ssslllllluuuuuuuurrrrrrrrrppppppppp aaaaaaakkkkkkkkkkkhhhhhhhhh…..”
“Leeeeeeooooooooooooooooo aaaaaaaaaakkkhhh aaakkhhhhh aaakkkhhhh….”
Dia makin tak karuan desahnya dan ….
“Saputraoooooooooooooooooooooooooooooooo aaaaaaaaaakkkkkkkkh Santi ga tahan…”
Dia makin mendekati puncaknya dan akupun makin bernafsu memainkan lidahku di memeknya ini. Hingga satu saat,,,
“Leeeeeeooooooooooooo sus kllluuuuuuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrr.."
Terasa olehku cairan asin gurih kluar dari memeknya yg legit itu. Cukup banyak juga..
“aaakkkhhhhh akkkkhhhhh cccrrruuuuuuuttttttt ccrrruuuutttt aaahhhhhhh…”
Dia begitu menikmati orgasmenya yg kedua hingga bibirku basah terkena cairan cintanya.
“aaaakkkkhhh Saputraoooooo,….ennaaaaakkkkkk banggeeeeeeetttt sayang…..”
“Santi suka ya.?”
“suka banget Saputra,,enak banget neh…akkkhhhh Saputraooooo…mmmuuaaacccchhhhhh…”
“makasih ya Saputra sayang….”
“sama-sama Santi….
Seketika saja dia langsung mendorongku jatuh di sofa dan segera mengulumm kontolku yg masih lemas itu dan tak ayal kontolku jd tegang..
“akkkkhhhhhh…..”
‘suuusss,,,,pintunya ko dikunci?” itu teriak kakaknya, Desi.
Kami langsung membenahi diri dan saya pun pura-pura ke kamar kecil.
‘siaaaallll banget dah tu kakaknya,,,,terpaksa tunggu kesempatan lain dah…
Emang kamu gak suka susu aku?
Emang kamu gak suka susu aku?, cerita sex , cerita seks Emang kamu gak suka susu aku, cerita dewasa, sex ngentot memek cewek sexy, cerita bokep terbaru, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Emang kamu gak suka susu aku?


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/