Enak Juga Ngentot Nonok Mama Teman

Enak Juga Ngentot Nonok Mama Teman - Aku adalah seorang siswa SMU, nama aku adalah Rama dan aku saat ini berumur 18 tahun. aku punya seorang teman, bisa dikatakan dia merupakan teman aku yang terbaik, karena hampir setiap hari kita selalu bersama.

aku memang sering main ke rumahnya dan tentu saja, aku sering berjumpa dgn mamanya. dpt dikatakan mamanya saat ini kira-kira berusia 36 tahun, tetapi tubuhnya terlihat bagaikan seorang cewek yang berusia 20 tahunan. Yah montok dan padat sekali dan aku memanggil mamanya Tante Hesty. Tentu saja aku sering melakukan onani dgn mengkhayalkan mama kawanku ini.

Suatu hari, kita bersama teman-teman sekolah lainnya akan melaksanakan pesta barbeque dan tempat kita berkumpul merupakan rumah dari kawanku ini. Karena masih menunggu teman kita yang belum hadir, maka aku bermain di rumah kawanku ini dgn permainan dadu dgn yang lainnya. Mungkin karena kebetulan aku melempar dadunya terlalu kuat, maka dadu itu jatuh ke arah kamar mama temanku.

Lalu dgn malas dan ogah-ogahan, aku bangkit untuk mengambil dadunya. Tetapi saat akan mengambil dadunya, aku melihat suatu pemandangan yang membuat aku sangat terangsang.

aku melihat Tante Hesty hanya memakai celana dalamnya saja, langsung saja penis aku terbangun dan aku segera berjalan keluar sambil berusaha menenangkan diri. Sambil bermain dadu kembali, aku mengkhayalkan bentuk tubuh Tante Hesty yang membuatku sangat terangsang. Tetapi sesaat kemudian, Tante Hesty keluar dari kamarnya. dgn serempak, kita memanggilnya dgn panggilan Tante, tetapi aku tidak berani untuk menatapnya, yah mungkin karena aku malu dan agak sedikit takut mengingat kejadian tadi. Karena temanku sudah memanggil, maka kita menyudahi permainan dadu kita dan kita mulai bergerak ke luar rumah. Sesaat sampai di luar rumah, aku melihat Tante Hesty sedang berdiri sambil memandang ke arahku, lalu dia menyuruhku untuk menemaninya ke rumahnya yang lain untuk sekedar mengambil barang bekas. dgn gugup aku menjawab dgn jawaban "Ya", lalu Tante Hesty mengambil kunci rumahnya dan kita pun berangkat. Sambil mengikutinya dari belakang, aku memperhatikan goyangan pinggulnya dan tentu saja saat ini aku sudah sangat ingin melakukan masturbasi, tetapi karena belum memiliki kesempatan, maka aku diam saja sambil mengkhayalkan sedang ngentot dgn Tante Hesty. Sesampainya di rumah tersebut, aku melihat rumah tersebut sudah lama tidak dihuni, mungkin saja karena Tante Hesty baru saja pindah ke rumah baru. Kemudian kita pun masuk ke dalam. dgn hati-hati aku memperhatikan sekeliling rumah tersebut. Memang agak berdebu tetapi masih terlihat kalau rumah tersebut rapi. Sesampainya di ruang tengah rumah tersebut, Tante Hesty bertanya kepadaku, "Apa yang kamu lihat waktu kamu mengambil dadu yang terjatuh itu tadi..?" dgn terkejut aku menjawab, "aku tidak melihat apa-apa, Tante..." Lalu Tante Hesty berkata, "Kamu jangan bohong, nanti aku laporkan bahwa kamu berbuat yang tidak senonoh pada Tante.." dgn terbata-bata, aku menjawab bahwa aku melihat Tante sedang ganti baju, tetapi aku tidak melihatnya dgn jelas. Lalu Tante Hesty bertanya lagi, "Apakah kamu ingin melihatnya sekali lagi..?" Seperti mendapat durian runtuh, maka aku menjawab, "Kalo Tante Hesty mengijinkan, aku mau Tante." Sesaat Tante Hesty diam, lalu dia menyuruh aku untuk mendekat. dgn hati-hati, maka aku mendekat padanya, lalu Tante Hesty menarik tangan aku dan mencium bibir aku. Tentu saja aku balas dgn ciuman kembali, sedangkan kedua tangan aku diam saja karena sesungguhnya aku dalam keadaan yang sangat tegang. Berbeda dgn tangan Tante Hesty, tangannya mulai memegang kejantanan aku dan satunya lagi mulai meremas pantat aku. Kemudian Tante Hesty mulai membuka resluiting celana aku dan mulai mengocok penis aku. aku merasakan kenikmatan karena tangan Tante Hesty sangat lembut dan sangat berpengalaman. Karena terbawa perasaan nikmatnya, mata aku mulai tertutup dan mulai menikmati permainan Tante Hesty. Belum berlangsung lama permainan kita, Tante Hesty menghentikan permainannya, tentu saja hal ini membuat aku keheranan. Lalu aku mulai berani menatapnya dan aku bertanya kepadanya, "Tante, bolehkah aku memegang payudara Tante..?" Sambil sedikit tersenyum, Tante Hesty berkata, "Terserah kamu sayang..." Lalu tangan aku mulai meraba payudara Tante, tetapi aku merabanya dari luar saja karena masih tertutup oleh baju dah BH-nya. Karena merasa kurang puas, maka aku bertanya lagi, "Tante, bolekah aku membuka baju tante..?" dgn sedikit kesal, Tante Hesty menjawab, "Kamu boleh melakukan semua yang ingin kamu lakukan, tubuh aku sekarang ini adalah milikmu sepenuhnya." dgn terbata-bata aku menjawab, "Terima kasih Tante..." Lalu Tante Hesty berkata lagi, "Panggil aku Hesty saja, tidak usah lagi sebutkan Tantenya." Lalu aku menjawab, "Ya, Tante.., eh, maksud aku Hesty." Permainan terus berlanjut, aku mulai membuka kancing baju Tante Hesty. Terlihatlah dua bukit kembar yang indah sekali, mungkin ukurannya sekitar 36A. Lalu aku mulai meremas dan mencium payudara Tante Hesty dan Tante Hesty mulai merasakan kenikmatan dan mengeluarkan suara desahan. "Uuhhh... ahhh..," aku mulai membuka ikatan BH-nya dan menyembullah payudaranya. dgn liar bibir aku mulai menghisap payudara yang di sebelah kanan, sedangkan tangan aku meremas dgn keras payudaranya yang di sebelah kiri. aku terus menghisap puting payudara Tante Hesty kurang lebih 5 menit lamanya. Kemudian aku melepaskannya dan aku melihat putingnya sudah berwarna kemerah-merahan agak hitam. Kemudian Tante Hesty mulai turun dan berjongkok di hadapan penis aku. dgn cepat dia menurunkan celana jeans aku sekaligus dgn celana dalam aku, lalu dia pun membuka mulutnya dan memasukkan penis aku ke mulutnya. Hal ini membuat aku terkejut, kemudian Tante Hesty mulai menghisap penis aku dan memainkannya di dalam mulutnya yang membuat aku lupa diri. Tangan aku mulai menjambak rambut Tante Hesty dan kaki aku mulai menjinjit karena aku merasakan kenikmatan yang hebat. Kurang lebih 10 menit kemudian, aku merasakan ada yang mendesak keluar seperti saat aku sedang melakukan masturbasi dan aku mulai mengerang, "Aduh, Hesty... aku sampai nih, uh... uhhh... uuuhhh..." Dan Tante Hesty mulai mempercepat permainannya dan akhirnya aku mengeluarkan cairan sperma aku di dalam mulutnya Tante Hesty. aku merasakan Tante Hesty menghisap habis seluruh sperma aku dan menelannya. Dalam sisa-sisa kenikmatan, aku melihat Tante Hesty bangkit dan mencium bibir aku, yang tentu saja aku balas dgn ciuman yang hangat dan liar. Hanya dalam hitungan beberapa detik, Tante Hesty menekan kepala aku dan aku pun mengerti apa yang diinginkan Tante Hesty. aku mulai berjongkok dan Tante Hesty berganti posisi dgn tubuhnya bersandar pada dinding rumah. dgn perlahan aku menurunkan celana Tante, lalu aku melihat CD warna biru langitnya Tante Hesty dgn segunduk daging yang menonjol di antara kakinya, selain itu aku juga melihat CD-nya mulai basah oleh cairan kemaluannya. Tante Hesty berkata kepada aku, "Rama, cepat dong... Tante sudah nggak tahan nih..." dgn tenang aku menjawab, "Iya Hesty..," dan aku mulai memeloroti CD-nya. aku melihat rambut kemaluan Tante Hesty yang sungguh subur tetapi terawat dgn rapi. Sejujurnya, aku sungguh tidak menyangka keindahan alat kelamin cewek ini berbeda dgn yang pernah aku lihat di film-film blue bahkan sangat berbeda. dgn perlahan-lahan aku mulai menyapu kemaluan Tante Hesty dgn lidah aku. Sesudah rambut kemaluannya basah oleh air liur aku, aku mulai memasukkan lidah aku di antara kemaluannya dan aku menemukan sebuah bijian kecil. dgn lidah aku, aku mulai menjilati biji tersebut, hal ini membuat Tante Hesty mengerang keenakan. "Rama.. terus.. Tante merasa nikmat sekali.. ah... ah... uhhh..." desahnya. Karena merasakan Tante Hesty yang mulai terangsang, maka aku mempercepat jilatan aku pada bijian tersebut kurang lebih 6 menit Tante Hesty menjerit sambil memegang dan menjambak rambut aku. "Uhhh... Tante sampai nihhh... ayo terus Rama... ah... ehmmm... nikmat sekali." Lalu aku melepaskan permainan lidah aku dan aku melanjutkan dgn tangan aku yang mulai menggosok dan mengocok kemaluan Tante Hesty karena aku merasa jijik untuk menghisap air vagina cewek tetapi dgn cepat Tante menarik kepalaku dan mengarahkannya kembali ke kemaluannya. Karena ingin memuaskan Tante Hesty, maka aku mulai memainkan lidah aku di kemaluan Tante Hesty. Akhirnya Tante mengejang dan berteriak, "Ahh...

ahhh... auuu... ehmmm... aku sampai.. terus Rama... uhh... ahhh... aahhh..." aku merasakan ada cairan yang keluar dari kemaluan Tante, maka aku menghisap seluruh cairan tersebut sampai kering dan kemudian aku menelannya. Karena melihat Tante Hesty sedang merasakan sisa-sisa kenikmatannya maka aku bangkit dan mencium bibirnya, sedangkan tangan aku meremas payudaranya. Lalu Tante Hesty membuka matanya dan tersenyum nakal sambil berkata, "Rama, kamu kurang ajar sekali, bahkan dgn mama kawan baikmu pun kamu berani berbuat begitu." dgn terkejut aku berkata, "Tapi Tante, aku tidak bermaksud begitu, kan tante yang..." Belum selesai aku berkata Tante Hesty memotongnya dan berkata, "aku tahu kamu tidak bermaksud begitu tapi kamu sudah melakukannya jadi ya… nggak apa-apa deh... tante suka dgn permainan kamu. Lain kali kamu harus melakukannya dgn Tante lagi. Kalo tidak.. Tante akan laporkan kamu sama yang lainnya!" Lalu aku tersenyum dan berkata, "Tante nakal sekali, aku sampai terkejut, tapi Tante jangan khawatir, lain kali aku akan melayani Tante lagi, aku janji Hesty." "Kamu harus ingat janji kamu yah... sekarang kita harus berpakaian kembali, lalu kamu kembali ke teman kamu... kan kamu mau barbeque kan..?"kata Tante Hesty kemudian yang sempat membuatku terkejut seperti sadar kembali kalau kita sudah meninggalkan acara pesta. dgn cepat aku mulai membetulkan pakaian aku dan merapikan rambut aku sambil bertanya kepada Tante Hesty, "Tante.., kita sudah pergi berapa lama sih..? Kalo ketahuan gimana, Tante..?" dgn tenang Tante menjawab, "Kamu jangan khawatir, Tante akan mengaturnya supaya aman." Lalu kita pun kembali ke rumah Tante Hesty yang baru meskipun dalan hatiku masih ada sedikit keraguan. Sesampainya disana, Tante berkata bahwa kita membongkar seluruh rumah untuk mencari kunci lemarinya sehingga memerlukan waktu setengah jam. Sambil bernafas lega, aku menoleh ke arah Tante Hesty dan melihatnya tertawa, sungguh menggoda sekali. Beginilah awal kisahku dgn Tante Hesty yang merupakan mama dari kawan baikku. Di pesta barbeque bersama temanku, aku merasa sangat tidak tenang bahkan terasa ada yang ingin dikeluarkan. Akhirnya aku pun melakukan masturbasi di kamar mandi, tentu saja sambil mengkhayalkan Tante Hesty. Dalam hati aku tentu saja sangat ingin untuk melakukannya dgn Tante Hesty, tetapi yah... Hari ini sudah lewat 2 minggu sejak kejadian di malam pesta barbeque itu. aku sendiri sudah tidak sabar dan frekuensi onani aku malah semakin meningkat, bahkan bisa tiga kali dalam satu hari. Tetapi siang harinya, ketika baru pulang dari sekolah, sesampai di rumah dan duduk di kursi sambil melepas sepatu, aku menggerutu,

"Aduh, hari ini kok panas sekali..." Tetapi tiba-tiba aku mendengar pembantu aku berteriak, "Mas Rama ada telpon tuh..!" Lalu sambil malas-malasan aku bangkit dan mengambil telepon sambil menjawab, "Halo..?" "Ini Rama yah..?" tanya orang lawan bicara aku. aku jawab, "Iya, disana siapa yah..?" "Kamu udah lupa yah ama aku..?" dgn logat memancing. Karena merasa dipermainkan, aku mulai emosi dan menjawab, "Disana siapa sih kalo nggak mo bilang lagi aku tutup teleponnya nih..!""Kok marah sih..? Nanti tante laporkan kamu lho dan nggak tante kasih kamu kenikmatan lagi." kata lawan bicara aku lagi. Mendengar kata-katanya yang terakhir tadi, aku jadi teringat dgn kejadian beberapa hari yang lalu dan aku langsung menjawab lagi, "Oh, ini Tante Hesty yah..? Sori Tante gua lagi nggak mood nih... Tante sih main-main aja..." Lalu Tante Hesty berkata "Nggak mood yah..? Jadi sama Tante juga nggak mood dong..? Tadinya Tante mo ajak kamu ke rumah Tante nih, abisnya lagi sepi nih… tapi nggak jadi deh.." dgn cepat aku memotong, "Bentar dulu Tante, kalo Tante sih gua jadi mood lagi nih, emang teman aku (maksudnya anak Tante Hesty yang menjadi teman baik aku) nggak ada di rumah yah..?" "Kamu tenang aja deh... pokoknya dari sekarang (saat itu jam 12:30) sampe nanti sore jam 5 kita aman deh… jadi datang nggak..?" tanya Tante Hesty. Tentu saja aku menjawab, "Jadi dong Tante.. bentar lagi aku kesana Tante, Tante tunggu yah..!" Setelah itu, aku segera menutup teleponnya seperti tidak ingin menyia-nyiakan waktu. Kemudian aku segera berlari ke kamar dan ganti baju, terus segera keluar rumah menuju rumah Tante Hesty, karena dari rumahku ke rumah Tante Hesty memerlukan waktu sekitar 15 menit jalan kaki. Karena ingin cepat tiba disana, maka aku naik angkot (angkutan umum perkotaan) saja. Sesampainya di rumah Tante Hesty, aku segera memutar ke belakang karena lewat pintu samping rumah Tante Hesty lebih aman dan sepi. Kemudian dgn perlahan aku mengetuk pintu dan terdengar Tante Hesty menjawab, "Iya, bentar..." lalu Tante Hesty membuka pintu dan mempersilakan aku masuk.Di depan aku, Tante Hesty berpakaian kaos oblong dan celana pendek putih. Berpenampilan seperti itu tentu saja sama dgn menampakkan BH dan CD-nya yang berwarna hitam secara sengaja kepada aku. Dalam pikiran aku mungkin Tante Hesty sengaja membuat aku terangsang, tetapi aku berusaha tetap tenang, yah.. stay cool deh pokoknya. Setelah itu, Tante Hesty menyuruh aku mengikutinya dan aku pun berjalan. Tetapi begitu melihat pinggulnya yang bergoyang, aku tidak tahan lagi, segera aku menarik Tante Hesty dan menciumnya. Tante Hesty pun segera membalas ciumanku dan tangan aku segera bergerak untuk membuka bajunya. Bersamaan dgn itu, Tante Hesty berkata, "Jangan di sini dong sayang..!" "Dimana Tante..?" tanya aku. "Di kamar Tante aja..." kata Tante Hesty. Lalu aku pun segera menarik tangan Tante Hesty dan berkata, "Jadi, tunggu apa lagi Tante..?" Setelah sampai di kamar Tante Hesty, aku segera Sementara itu tangan aku segera bergerak aktif untuk meremas buah dada Tante Hesty. Tiba-tiba Tante Hesty mendorongku dan dgn terkejut aku bangkit, tetapi kemudian Tante Hesty segera menarikku dan naik di atas tubuhku sehingga posisi aku sekarang adalah Tante Hesty di atas tubuh aku. aku segera membuka baju Tante Hesty sehingga tampaklah buah dadanya yang masih dibungkus oleh BH hitamnya. Saat itu Tante Hesty menunduk sehingga sekarang buah dadanya tampak di depan mataku dgn sangat jelas. Untuk menghemat waktu dan karena memang aku juga sudah sangat terangsang, maka aku segera melumat payudara Tante Hesty dan melepas BH hitamnya. "Aduh enak sekali, ahhh... uh... sttt..." desahnya yang menandakan Tante Hesty sudah terangsang. Karena sudah terangsang maka Tante Hesty segera melepas baju dan celana aku, sehingga aku hanya tinggal memakai CD saja. Kemudian aku berguling ke samping sehingga posisi aku sekarang di atas Tante Hesty, lalu aku segera merangkak turun dan melepas celananya sehingga tampaklah pemandangan di depan wajah aku sebuah surga kenikmatan yang masih terbungkus oleh kain hitam. Tanpa menunggu aba-aba darinya, aku langsung melepaskan CD-nya Tante Hesty dan tampaklah kemaluan Tante Hesty yang terawat dgn rapi. Sungguh sangat indah dan berbeda dgn yang pertama kali aku lihat dulu. dgn perlahan aku menjilati permukaan vaginanya dan Tante Hesty pun segera mengerang. "Aduh, nikmat sekali... sungguh... geli tapi... ahhh... uhhh... terus Rama..." Segera aku menaikkan permainan aku sehingga tidak lama kemudian Tante Hesty pun menjerit, "Aduh aku sampai Rama... segera keluar... ahhh..." Lalu aku segera menghisap bijian di kemaluan Tante Hesty sehingga saat cairan kemaluan Tante Hesty keluar, segera aku hisap habis dan menelannya. Dalam sisa kenikmatannya, Tante Hesty berkata, "Rama... biarkan Tante Hesty istirahat yah..? Nanti Tante Hesty baru melanjutkannya kembali." aku segera menjawab, "Iya Tante..." Setelah beristirahat 15 menit, Tante Hesty mulai bangkit dan segera melepas CD aku. Tampaklah penis aku yang masih dalam posisi setengah tiang. Tante Hesty segera memasukkannya ke dalam mulutnya dan menjilatinya.

Enak Juga Ngentot Nonok Mama Teman, cerita seks dewasa, sex bokep, bacaan porno kisah nonok mama teman dientot kontol gede

Di dalam mulut Tante Hesty, kemaluanku segera mengeras hingga dalam posisi yang siap tempur. Tante Hesty sungguh sangat berpengalaman dalam menjilati kejantanan pria yang dgn cara menghisap dan kadang-kadang mengigitnya dgn perlahan. Hal ini membuatku sangat terangsang. Karena sudah tidak tahan lagi, maka aku segera menarik tubuh Tante Hesty ke atas dan dan membalikkannya. "Tante Hesty, aku sudah tidak tahan lagi, sekarang aku masukkan yah Tante..?" tanya aku yang sudah merasa sangat terangsang. Tante Hesty menjawab, "Terserah kamu Rama.., tapi hati-hati yah soalnya punya tante udah lama nih nggak digunakan.." dgn pelan dan hati-hati aku mengarahkan kepala penis aku ke dalam lubang kemaluan Tante. Kepala penis aku mulai menyentuh bibir kemaluan Tante Hesty, lalu aku menekannya sehingga kepala penis aku sudah terbenam ke dalamnya. Tante Hesty segera menjerit, "Aduh... sakit sekali... pelan-pelan Rama... "Tetapi aku sudah tidak perduli lagi, aku segera melanjutkan aksi aku dgn menekan kemaluaan aku lebih dalam lagi dan kepala penis aku juga mulai terasa perih karena ini adalah pertama kali aku melakukan hubungan intim. aku tetap menekan batang penis aku sehingga tidak lama kemudian, seluruh penis aku sudah terbenam dalam kemaluan Tante Hesty. Tante Hesty lalu mengerang, "Aduh sakit sekali... biarkan tetap di dalam Rama, aduh... ahhh... ehmmm... uh..." Setelah terdiam hampir 5 menit, aku segera menggoyang pinggul aku dgn naik turun secara berirama dan Tante Hesty pun mengimbanginya dgn goyangan pinggulnya yang membuat aku merasa sangat keenakan. Tante Hesty tiba-tiba mengerang secara tidak jelas, "Aduh... sakit sekali, tapi enak sekali, terus Rama..." aku sudah tidak memperdulikan Tante Hesty dan hanya terus memacu penis aku untuk mencapai kenikmatan. Tidak lama kemudian, setelah 8 menit, aku mendengar Tante Hesty menjerit kembali, "Aduh... aku sampai Rama... akan segera keluar nih..." aku menjawabnya, "Sebentar lagi Hesty, sebentar lagi... aku juga hampir sampai nih..." Tidak lama, Tante Hesty tiba-tiba mengejang dan aku merasakan ada cairan hangat di dalam kemaluan Tante Hesty dan Tante Hesty mengerang lagi, "Aduh... ahhh... aku sampai Rama... nikmat sekali..." Tidak sampai disitu, selang beberapa detik, aku merasa juga ada yang mendesak keluar dari penis aku dan akan segera meledak. Rupanya aku juga telah mencapai kenikmatan dunia dan aku menjerit, "aku sampai Tante eh... ahhh... nikmat sekali" Lalu aku segera jatuh dan berbaring di samping tubuh Tante Hesty sambil merasakan sisa kenikmatan yang telah kita capai berdua. Setelah beristirahat, kita melakukannya lagi 3 kali dalam tempo yang cepat. Tante Hesty dan aku sama-sama mencapai puncak kenikmatan 3 kali. Setelah mandi dan pikiran kita sudah tidak terpengaruh nafsu lagi, Tante Hesty berkata padaku, "Tante Hesty minta maaf Rama... tadi Tante Hesty telah merenggut keperjakaan kamu... sungguh Tante Hesty minta maaf.." Tetapi aku segera berkata, "Tidak apa-apa Tante, aku rela kok menyerahkannya pada Tante, sungguh aku sangat menyukai permainan tadi. Tapi Tante Hesty harus janji kalo Tante Hesty lain kali harus memberikan kenikmatan yang sama lagi kepadaku..!" Sambil tersenyum, Tante Hesty berkata, "Iya... Tante sangat senang dgn permainan tadi, Tante janji, Tante bersedia melayani kamu lagi, tapi kamu juga harus membuat Tante merasa keenakan seperti tadi.." dan aku mengiyakannya. Hubungan kita hampir berlangsung selama 2 tahun, tetapi kita melakukannya dgn cara-cara yang tradisional. aku maupun Tante Hesty tidak menyukai gaya-gaya yang terlalu berani seperti gaya anjing maupun yang lainnya. Hubungan kita sekarang meskipun belum diputuskan berakhir, tetapi kita hampir tidak pernah berjumpa lagi, karena aku sudah melanjutkan kuliah di luar kota yang tentu saja dgn anaknya Tante Hesty. Hubungan aku dgn Tante Hesty sampai sekarang tetap menjadi rahasia kecil kita. Jika aku liburan dan pulang ke kampung halaman aku, Tante Hesty selalu meminta bagiannya dan aku pun dgn senang hati melayaninya.

Enak Juga Ngentot Nonok Mama Teman, cerita seks dewasa, sex bokep, bacaan porno kisah nonok mama teman dientot kontol gede
Enak Juga Ngentot Nonok Mama Teman
Enak Juga Ngentot Nonok Mama Teman, cerita sex , Enak Juga Ngentot Nonok Mama Teman, cerita seks dewasa, sex bokep, bacaan porno kisah nonok mama teman dientot kontol gede, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Enak Juga Ngentot Nonok Mama Teman


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/