Having Fun Sama Pantat Montok Janda Berjilbab

Having Fun Sama Pantat Montok Janda | pagi ini ketika di dalam bus menuju ke kantor saya duduk di sebelah cewek cantik dengan jilbab dengan tinggi 167 cm, umur sekitar 23 tahun, bertubuh montok, sexy dan berkulit putih.

Sebenarnya saya nggak perduli karena hobiku untuk tidur di bis sangat kuat namun hobi itu lenyap seketika ketika cewek berjilbab di sebelahku menarik tas dipangkuannya untuk mengambil hp-nya yg berdering. Sepasang paha montok tercetak jelas dari rok biru tua panjang nan ketat yg dipakainya.

Pemandangan itu cukup menarik sehingga menggugah seleraku menjadi bangkit. saya lantas mencari akal bagaimana memancing percakapan dan mencari informasi. Sepertinya udah alamnya ketika kita kepepet seringkali ada ide yg keluar. Saat itu setelah dia selesai menelefon tiba-tiba mulutku udah meluncur ucapan ,"Wachhh... hobinya sama juga yach !". Sejenak dia memandangku bingung, mungkin berpikir orang ini sok akrab banget sich."Hobi apaan ?" tanyanya. "Itu nitip absen", sahutku dan dia tertawa kecil. "Tau aja kamu. Dasar tukang nguping", sahutnya.Akhirnya obrolan bergulir.

Selama percakapan saya nggak menanyakan nama, pekerjaan maupun teleponnya, tapi lebih banyak cerita lucu. Sampai akhirnya dia ngomong "kamu lucu juga yach.., nggak kaya cowok yg laen.". "Maksud kamu ?" tanyaku lagi."Biasanya mereka baru ngobrol sebentar udah nanya nama terus minta nomor telepon." Setelah itu kami saling berkenalan. Perempuan muda berjilbab bernama Vanella. Obrolan terus berlanjut sampe dia turun di Thamrin dan saya terus ke kota.

Cerita seks Having Fun Sama Pantat Montok Janda

  • Dua hari kemudian saya bertemu dia lagi. Cewek manis berjilbab itu menghampiriku dan duduk disebelahku sambil bercerita bahwa teman-temannya penasaran karena dia hari itu punya banyak cerita konyol. Pagi itu kami menjadi lebih akrab. Sambil bercanda tiba-tiba dia berkata "Kamu pasti suka maen cewek yach, soalnya kamu jago ngobrol banget. Pasti banyak cewek di bis ini yg kamu pacarin." Sumpah mati saya kaget sekali denger omongan dia.
  • Kayanya maksud saya buat kencan ama dia udah ketauan. Akhirnya karena udah nanggung saya ceritain aja ke dia kalo saya udah beristri dan punya anak. Ech rupanya dia biasa aja, justru saya yg jadi kaget karena ternyata dia udah nggak perawan lagi karena pernah MBA waktu lulus sekolah dulu. Sekarang dia udah bercerai. Wuichhh, nggak nyangka banget kalo doi ternyata janda muda. Selanjutnya udah bisa ditebak. Obrolan udah lebih ringan arahnya. Akupun mulai memancing obrolan ke arah yg menjurus sex. Keakraban dan keterbukaan ke arah sex udah di depan mata.
  • Sampai suatu sore setelah dua bulan perkenalan, kami janjian pulang bareng. Hari itu dia mengenakan jilbab merah muda sewarna dengan hem dan rok panjangnya. Posisi duduk kami udah akrab dan menempel. Bahkan Vanella nggak sungkan lagi mencubit saya setiap dia menahan tawa atau nggak tahan saya goda.

Beberapa kali ketika dia mencubit saya tahan tangannya dan dia tampaknya nggak keberatan ketika akhirnya tangan kirinya saya tumpangkan di pahaku dan saya elus-elus lengannya yg tertutup hem lengan panjangnya sambil terus ngobrol. Akhirnya dia sadar dan berbisik, "Wachh, kok betah banget ngelus tanganku, entar lengan bajuku jadi kusut lho". "Habis gemes ngeliat muka manis kamu, apalagi bibir tipis kamu," sahutku sambil nyengir. "Dasar gila kamu," katanya sambil menyubit pahaku.Serrrrrr..., pahaku berdesir dan si junior langsung bergerak memanjang.

saya lihat bangku sekelilingku udah kosong sementara suasana gelap malam membuat suasana di dalam bis agak remang-remang. saya angkat tangan kirinya dan saya kecup lembut punggung jarinya. Janda muda berjilbab itu hanya tersenyum dan mempererat genggaman tangannya. Akhhhhh... udah ada lampu hijau pikirku. Akhirnya saya teruskan ciuman pada punggung jarinya menjadi gigitan kecil dan hisapan lembut dan kuat pada ujung jarinya. Tampaknya dia menikmati sensasi hisapan di jarinya.

Wajahnya yg dihiasi jilbab itu tampak sendu terlihat cantik sekali. Dan akhirnya dia menyender ke samping pundakku. Ketika bis memasuki jalan tol, aktivitas kami meningkat. Tangan kananku udah mengusap payudaranya yg putih berukuran 34C dari luar kemeja merah mudanya.

Terasa padat dan kenyal. Lalu perlahan jemariku membuka kancing kemejanya satu persatu dan menyusup kedalam BH miliknya. Putingnya semakin lama semakin mengeras dan terasa bertambah panjang beberapa mili. Sementara itu tangannya juga nggak tinggal diam mulai mengelus-ngelus penisku dari luar. Setelah beberapa menit kemudian tiba-tiba sikapnya berubah menjadi liar dan agresif.

Dia tarik ritsletingku dan terus merogoh dan meremas penisku yg udah tegang. Tanganku yg di dada ditarik dan diarah kan ke selangkangannya. saya nggak dapat berbuat banyak karena posisinya nggak menguntungkan sehingga hanya bisa mengelus paha dari luar rok panjangnya aja. Aktifitas kami terhenti kala hampir tiba di tujuan. Dan dengan nafas yg masih tersengal-sengal menahan birahi kami merapikan pakaian masing-masing. Turun dari bis saya bilang mau anter dia sampai dekat rumahnya.

saya tau kita bakal melewati pinggir jalan tol. Daerah itu sepi dan saya udah merencanakan untuk menyalurkan hasratku di daerah itu. Tampaknya janda muda berjilbab itu juga memiliki hasrat yg sama. Ketika berjalan, tangan kirikuku merangkul sambil mengelus payudaranya dari luar hem merah muda lengan panjang yg dikenakannya.

Dan ketika kita melewati jalan yg sepi tersebut secepat kilat tangan kananku meraih kepalanya yg dibalut jilbab merah muda model modis dan langsung mencium dan melumat bibir tipisnya itu. Dengan cepat pula cewek berjilbab itu menyambut bibirku, menghisap dan menyedotnya. Tangannya langsung beraksi menurunkan ritsleting celanaku dan saya sendiri langsung mengangkat rok panjang model ketat miliknya. Rrrretttttt... saya tarik kasar cdnya..., jariku langsung menyelusup masuk ke vaginanya terasa hangat dan licin. Rupanya dia sangat terangsang sejak di bis tadi

. Di tengah deru nafasnya Vanella berdesah "Ayo mas... masukin aja... saya kepengen banget nech. Hhhhhh...". "Sebentar sayang", sahutku, "Kita cari tempat yg aman." saya tarik dia melewati pagar pengaman tol dan ditengah rimbun pohon saya senderkan dia dan setelah menarik rok panjang model ketatnya itu sampai sepinggang Lalu buru-buru kuloloskan celana dalamnya kemudian kuangkat kaki kanannya. Sengaja celana dalamnya kusangkutkan di pergelangan kakai kanan yg kuangkat itu biar celana dalamnya nggak kotor menyentuh tanah.

Dengan bernafsu saya buka celanaku dan megarahkan penisku ke vaginanya tapi cukup sulit juga. Akhirnya dia menuntun penisku memasuki vaginanya. ?Emmhhh...!?, kepala janda muda berjilbab merah muda itu mendongak sembari melenguh tatkala ujung penisku mulai penetrasi kedalam vaginanya. Luar biasa, itulah sensasi yg saya rasakan ketika penisku mulai menyeruak memasuki vaginanya yg udah dibasahi cairan nafsu.

Ditengah deru mobil yg melintasi jalan tol saya memompa pantatku dengan gerakan pelan dan menghentak pada saat mencapai pangkal penisku. Vanella menyambut dengan menggigit pundakku setiap saya menghentak penisku masuk kedalam vaginanya. "Ooochhhh... auchhhh... Masssss... oochhh...", desahnya. Birahi dan ketegangan bercampur aduk dalam hatiku ketika terdengar suara orang melintasi jalan dibalik pagar. Namun lokasi kami cukup aman karena gelapnya malam dan terlindung pohon yg cukup lebat.

Bahkan mungkin orang yg berjalan itu nggak akan berpikir ada sepasang manusia yg cukup gila untuk ber cinta di pinggir jalan tol tersebut. "Gantian mas... saya cape", katanya. saya lantas duduk menyandar dan perempuan muda berjilbab merah muda itu memegang rok panjang yg kusingkap tadi agar nggak jatuh kebawah. Kemudian Vanella mulai berjongkok mengarahkan vaginanya.

Ketika penisku kembali menyeruak diantara daging lembut vaginanya yg udah licin, sensasi itu kembali menerpa diriku. Sambil memegang bahuku, dia mulai menekan pantatnya dan menggerakan pinggulnya dengan cara menggesek perlahan, maju mundur sambil sesekali memutar. Kenikmatan itu kembali mendera dan semakin tinggi intensitasnya ketika saya membantu dengan menekan keatas pinggulku sambil menarik pantatnya.

Having Fun Sama Pantat Montok Janda, cerita seks ngentot janda, cerita janda berjilbab, cerita dewasa, kisah sex dewasa ngentot cewek berjilbab
Having Fun Sama Pantat Montok Janda

Desahan suaranya makin keras setiap kali kemaluan kami bergesekan, "uchhhhh... ssshhh... uchhhhh...". Mataku sendiri terpejam menikmati rasa yg tercipta dari pergesekan bulu kemaluan kami sambil terus menggerakkan pinggul mengimbangi gerakannya. "Terus sayang... ayo terus", desahku. Keringat udah membasahi punggungnya dan gerakan kami udah mulai melambat namun tekanan semakin ditingkatkan untuk mengimbangi rasa nikmat yg menjalar disekujur tubuh kami dan terus bergerak ke arah pinggul kami, berkumpul dan berpusar di ujung kemaluan kami.

Berdenyut dan ujung penisku mulai siap meledak, sementara perempuan berjilbab ini mulai mengerang sambil menjepitkan vaginanya lebih keras lagi. "Hegghhhhhh... hhhegghhhh... heghhh... terus mas... entot... entot terussss... mas... yachhh... disitu... terus... terussss... ooocchhhhhhh"

Dengan desahan panjang sambil mendongakkan kepalanya yg terbungkus jilbab, Vanella menekan dan menjepit keras penisku sementara vaginanya terus berdenyut-denyut. ?Mass...mmhh...oouuccchh...?, pekiknya tertahan sembari menundukkan kepalanya yg berjilbab itu tatkala mencapai puncaknya.

saya hanya bisa terdiam sambil memeluk tubuhnya menunggu dia selesai orgasme. Ketika jepitannya mulai mengendur saya langsung bereaksi meneruskan rasa yg tertunda itu, tanpa basa basi rasa nikmat itu mulai menerjang kembali, berkumpul dan meledak menyemburkan cairan kenikmatanku ke dalam vaginanya. saya sodokan penisku sambil menekan pinggulnya sementara kakiku mengejang menikmati aliran rasa yg menerjang keluar dari tubuhku itu.

Setelah beristirahat beberapa menit kami saling memandang... akhirnya tersenyum dan tertawa."Kamu memang bener-bener gila, tapi jujur saya sangat menyukai bercinta dengan cara seperti ini. saya belum pernah senikmat ini bercinta." akunya. "He.. he.. he.. sama donk", kataku sambil mengecup bibir sang janda muda berjilbab yg tipis itu sementara penis ku mulai mengendur di dalam vaginanya. Setelah itu kami merapikan pakaian masing dan berjanji untuk mengarungi kenikmatan seks ini untuk hari-hari mendatang.

Having Fun Sama Pantat Montok Janda, cerita seks ngentot janda, cerita sex, cerita janda berjilbab, cerita dewasa, kisah sex dewasa ngentot cewek berjilbab
Having Fun Sama Pantat Montok Janda Berjilbab
Having Fun Sama Pantat Montok Janda Berjilbab, cerita sex , Having Fun Sama Pantat Montok Janda, cerita seks ngentot janda, cerita janda berjilbab, cerita dewasa, kisah sex dewasa ngentot cewek berjilbab, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Having Fun Sama Pantat Montok Janda Berjilbab


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/