Om Ngentot Memek Aku Dengan Penuh Nafsu

Om Ngentot Memek Aku Dengan Penuh Nafsu | Aku udah tiga tahun ikut dgn keluarga tante. Saat itu usiaku udah 17 tahun dan kakak ku Mbak Dinata yang usianya tiga tahun di atasku. Pada saat itulah aku pertama kali mengenal apa yang namanya seks.

Kejadiannya berawal dari suatu siang kira-kira setengah tahun setelah meninggalnya tante Rani. Saat itu sekolahku dipulangkan sebelum waktu biasanya. Semua murid dipulangkan pada jam 9 pagi karena guru-guru mengadakan rapat untuk persiapan ujian.

Aku yang selalu disiplin nggak pernah bermain sebelum pulang dan ganti pakaian. Begitu sekolah dibubarkan aku langsung pulang ke rumah yang jaraknya kira-kira 2 km dgn naik angkot.

Sampai di rumah aku heran karena pintu rumah nggak terkunci tetapi nggak ada orang. Padahal tadi pagi sebelum berangkat Mbak Dinata bilang kalau sekolahnya libur selama 6 hari karena minggu tenang.

Aku menduga pasti Mbak Dinata sedang belajar di kamar menjelang ujian yang akan diadakan minggu depan. Karena takut mengganggu Om yang mungkin sedang tidur aku berjalan pelan-pelan melintasi ruang tengah langsung ke kamarku dan Mbak Dinata yang ada bagian belakang.

Aku kaget saat mendengar suara mencurigakan terdengar dari kamarku yang setengah terbuka. Kudengar suara Mbak Dinata mengerang-ngerang disertai suara seperti berkecipak. dgn langkah mengendap-endap kudekati pintu kamarku dan mengintip melalui pintu yang setengah terbuka.

Astaga! Aku benar-benar kaget! Ternyata di kamarku ada Mbak Dinata dan Om. Yang lebih mengejutkan, pakaian keduanya udah berantakan. Saat itu pakaian bagian atas Mbak Dinata udah terbuka sama sekali, begitu pula dgn Om Darius.

Keduanya sedang bergumul di atas tempat tidur yang biasa kugunakan tidur dgn Mbak Dinata. Om cuma mengenakan sarung dan satu-satunya kain yang menutupi tubuh Mbak Dinata hanyalah celana dalam aja.

Apa yang kulihat benar-benar membuat hatiku tercekat. Kulihat Om dgn rakus meneteki toket Mbak Dinata kanan dan kiri berganti-ganti, sementara tangan Mbak Dinata meremas-remas rambut Om yang udah mulai memutih.

Kepala Mbak Dinata bergoyang-goyang sambil terus mengerang. Begitu pula dgn Om yang dgn lahap terus menetek kedua toket Mbak Dinata secara bergantian. Aku yang mengintip perbuatan mereka menjadi panas dingin dibuatnya.

Tubuhku gemetar dan lututku lemas. Hampir aja kepalaku terbentur daun pintu saat aku berusaha ngeliat apa yang mereka perbuat lebih jelas. Tak lama kemudian kulihat Om menarik satu-satunya pembungkus yang melekat di tubuh Mbak Dinata dan melemparkannya ke lantai.

Kini tubuh Mbak Dinata udah telanjang bulat di bawah dekapan tubuh Oomku yang kelihatan masih berotot walau usianya udah kepala lima. Erangan Mbak Dinata semakin keras saat kulihat wajah Om menyuruk ke selangkangan Mbak Dinata yang terbuka.

Tangan Mbak Dinata yang memegang kepala Om kulihat semakin kuat menekan ke arah kontol nya yang sedang diciumi Om. Aku yang baru kali ini ngeliat pemandangan seperti itu menjadi terangsang.

Aku membayangkan seolah-olah tubuhku yang sedang dientot Om. Kedua kaki Mbak Dinata melingkar di leher Om. Suara napas Om terdengar sangat keras seperti kerbau. Mbak Dinata semakin keras mengerang dan tubuhnya kulihat melonjak-lonjak saat kulihat wajah Om menggesek-gesek bagian selangkangan Mbak Dinata.

Beberapa saat kemudian tubuh Mbak Dinata mulai melemas dan terdiam. Kemudian kulihat Om melepas sarungnya. Dan astaga! Kulihat batang kemaluan Om yang sangat besar dan berwarna coklat kehitaman mengacung tegak menantang langit.

Om langsung mengangkangi wajah Mbak Dinata dan mengosek-ngosekan batang kontol nya yang dipeganginya ke wajah Mbak Dinata. Mbak Dinata yang masih lemas kulihat mulai memegang batang kemaluan Om dan menjulurkan lidahnya menjilati batang kemaluan itu.

Om pun kembali menyurukkan wajahnya ke arah selangkangan Mbak Dinata. Kini posisi mereka sungguh lucu. Mereka saling menjilati selangkangan lawan dgn posisi terbalik. Om yang mengangkangi wajah Mbak Dinata menjilati selangkangan Mbak Dinata yang telentang dgn lutut tertekuk dan paha terbuka.

Om Ngentot Memek Aku Dengan Penuh Nafsu

Tubuhku mulai meriang. memek ku terasa gatal seolah-olah membayangkan kalau memek ku sedang diciumi Om. Tanpa sadar tanganku bergerak ke arah memek ku sendiri dan mulai menggaruk-garuk.

Kejadian yang kulihat berikutnya membuat hatiku semakin mencelos. Setelah puas saling menciumi selangkangan masing-masing lawan, tubuh Om berbalik lagi sejajar dgn Mbak Dinata. Mereka saling berhadap-hadapan dgn tubuh Om menindih Mbak Dinata.

Kemudian kulihat Om menempatkan diri di antara kedua paha Mbak Dinata yang mengangkang. Lalu dgn memegang batang kontol nya Om menggosok-gosokkan ujung batang kontol nya ke selangkangan Mbak Dinata.

Kulihat kepala Mbak mendongak-dongak ke atas dgn kedua tangan meremas-remas toket nya sendiri saat Om mendorong pantatnya dan menekan ke arah selangkangan Mbak Dinata. Mereka terdiam beberapa saat ketika tubuh mereka pada bagian kemaluan saling lengket satu sama lain.

Mbak Dinata mulai merintih dan mengerang saat Om mulai memompa pantatnya maju-mundur dgn mantap. Kulihat pantat Mbak Dinata bergerak mengayun menyambut setiap dorongan pantat Om. Dan setiap kali tulang kemaluan Mbak Dinata dan Om beradu selalu terdengar seperti suara tepukan.

Suara deritan dipan tidurku pun semakin nyaring terdengar mengiringi irama gerakan mereka. Tubuh Mbak Dinata menggelepar-gelepar semakin liar. Kepalanya pun semakin liar bergerak ke kanan dan kekiri, mulutnya tak henti-hentinya mengerang.

Akhirya kudengar Mbak Dinata merintih panjang disertai tubuhnya yang tersentak-sentak, pantatnya terangkat menyambut dorongan pantat Om. Lalu beberapa detik kemudian tubuh Mbak Dinata mulai melemas, tangannya terlempar melebar ke samping kanan-kiri tubuhnya dan matanya terpejam.

Om lalu menarik pantatnya dan kulihat dari arah ku yang persis di samping kirinya, batang kemaluan Om yang hitam kecoklatan masih kencang. Kemudian Om menarik tubuh Mbak Dinata agar merangkak di kasur.

dgn bertumpu pada lututnya, Om menempatkan diri di belakang pantat Mbak Dinata yang menungging. Om memegang batang kontol nya dan mengarahkannya ke belahan pantat Mbak Dinata. Kulihat kepala Mbak Dinata terangkat saat Om mulai mendorong pantatnya.

Kembali kulihat pantat Om mengayun dari depan ke belakang dgn posisi Mbak Dinata merangkak dan Om berlutut di belakang pantat Mbak Dinata. Batang kemaluan Om kelihatan dari tempatku berdiri saat Om menarik pantatnya dan hilang dari penglihatanku saat ia mendorong pantatnya.

Aku yang mengintip menjadi nggak tahan lagi. Tanganku secara refleks mulai menyusup kedalam celana dalam memegang memek ku dan meremas-remasnya. memek ku mulai basah oleh cairan. Jari tangahku kutekankan pada daerah sensitifku dan kugerakkan memutar.

Kudengar Om mulai menggeram. Tangannya meremas toket Mbak Dinata yang berayun-ayun seirama dgn dorongan pantat Om yang menyodok-nyodok Mbak Dinata. Gerakan Om semakin cepat dan geramannya semakin keras.

Mbak Dinata pun mengimbangi gerakan ayunan pantat Om dgn memutar-mutar pantatnya. Gerakan mereka semakin liar. Derit dipan kayu pun kudengar semakin keras. Lalu keduanya merintih panjang. Tubuh keduanya yang menyatu mengejat-ngejat.

Kepala keduanya seolah-olah terhantam sesuatu hingga mendongak ke atas. Lalu tubuh Om ambruk dan menindih Mbak Dinata yang ambruk tengkurap di kasur. Aku pun merasa ada sesuatu yang meledakdi bawah perutku.

Tubuhku seperti melayang dan akhirnya aku merasa lemas. Aku yang takut ketahuan ngeliat perbuatan keduanya segera berjingkat-jingkat dan keluar rumah pergi ke rumah Rina sahabat paling eratku di kelas.

Aku baru pulang setelah jam 13. 30 saat aku biasa pulang. Sampai di rumah aku pura-pura bersikap seperti biasa. Aku bersikap seolah-olah nggak mengetahui perbuatan Mbak Dinata dan Om tadi pagi.

Selama beberapa hari itu pikiranku selalu terganggu dgn bayangan apa yang dilakukan Mbak Dinata dgn Oomku di kamarku ini. [Kegadisanku Direnggut Om] Aku udah mulai dapat melupakan kejadian yang kulihat antara Mbak Dinata dgn Oomku karena kesibukanku mempersiapkan ujian.

Begitu ujian selesai aku mendapatkan liburan sambil menunggu pengumuman. Saat itu waktuku lebih banyak kuluangkan di rumah membersihkan rumah dan menyetrika serta membantu Mbak Dinata memasak. Suatu hari, aku harus berada sendirian di rumah dgn Om.

Mbak Dinata mengikuti acara darma wisata ke Selecta yang diadakan sekolahnya sebagai acara perpisahan. Mbak Dinata udah berangkat saat pagi-pagi buta. Aku yang sedang libur harus menggantikan Mbak Dinata menyiapkan sarapan buat Om.

Setelah membuat minuman teh untukku dan satu cangkir khusus untuk Om aku segera menyapu halaman. Aku menyempatkan diri meminum tehku sebelum pergi ke kamar mandi. Teh yang kuminum rasanya agak lain, tapi aku nggak begitu curiga.

Saat mandi itulah aku merasa ada yang agak aneh dgn tubuhku. Tubuhku terasa panas dan jantungku berdebar-debar. Rasa aneh menyergapku. memek ku terasa berdenyut-denyut dan ada rasa aneh menyerbu diriku.

Tubuhku terasa gerah sekali. Kusiram seluruh tubuhku dgn air dingin agar rasa gerahku hilang. Apa yang kulakukan ternyata cukup menolong. Tubuhku merasa segar sekali. Lalu kigosok seluruh tubuhku dgn sabun.

Rasa aneh itu kembali menyerang diriku, apalagi saat aku menyabuni daerah selangkanganku yang baru mulai ditumbuhi rambut satu-satu. Aku merasa ada dorongan birahi yang begitu kencang. Aku nggak tahu mengapa ini terjadi.

Tiba-tiba anganku melayang pada apa yang kulihat beberapa hari yang lalu saat Mbak Dinata dan Om Marto bergumul di kamarku. Cepat-cepat kubuang pikiran itu jauh-jauh dan segera menyelesaikan acara mandi pagiku.

cuma dgn tubuh terbalut handuk, aku lari masuk kamarku. Aku selalu berganti pakaian di kamarku sambil mematut-matut diriku di depan cermin sambil mengamati seluruh tubuhku yang mulai berubah.

Bulu-bulu kemaluan udah mulai tumbuh di gundukan bukit memek ku. Dadaku yang dulu rata kini mulai tumbuh dgn puting yang sebesar kacang kedelai dgn warna merah muda. Pinggulku mulai tumbuh membesar.

Kata orang aku seksi dan menarik. Apalagi tinggi badanku udah mencapai 160 cm. Aku sendiri selalu betah berlama-lama di depan cermin dgn melenggak-lenggokkan tubuhku memandang dari segala sisi dan mengagumi tubuhku.

Aku sangat bangga dgn tubuhku. Baru aja aku mengunci pintu kamarku aku dikejutkan dgn pelukan tangan yang kokoh menyergapku. Aku nggak sempat menjerit karena tiba-tiba sosok yang memelukku langsung membekap mulutku dgn tangannya yang kokoh.

Belum hilang terkejutku, handuk yang melilit tubuhku ditarik seseorang dan jatuh teronggok ke lantai. Aku benar-benar bugil tanpa sehelai kainpun menutupi tubuhku. Kembali rasa aneh yang menyerangku semakin menggelora.

Ada dorongan hasrat yang menggebu-gebu dalam diriku. Aku tak mampu meronta dan menjerit! Tangan yang kokoh dan berbulu tetap membekap mulutku sementara tangan satu lagi memeluk tubuh telanjangku.

Mataku semakin nanar menerima perlakuan seperti itu. Apalagi kurasakan sentuhan kulit tubuh telanjang menempel hangat di punggungku. Pantatku yang telanjang terasa menekan suatu benda panjang melingkar dan keras di balik kain tipis.

Aku semakin tak mampu menahan gejolak liar yang mulai bangkit dalam diriku saat sapuan-sapuan lidah panas mulai menyerbu tengkukku. Aku menggelinjang kegelian dan melenguh. Lidah itu semakin liar bergerak menyusuri leherku.

pundakku. Lalu turun ke bawah ke sepanjang tulang punggungku. Aku semakin menggelinjang. Lidah itu terus merayap ke bawah dan pinggangku mulai dijilati. Kakiku serasa lemah tak bertenaga.

Aku cuma pasrah saat tubuhku didorong ke tempat tidurku dan dijatuhkan hingga aku tengkurap di tempat tidurku. Tubuhku lalu ditindih oleh sesosok tubuh yang sangat berat. Kakiku mulai memberontak liar karena geli.

Apalagi lidah itu dgn rakus mulai menjilati pinggulku. Pantatku terangkat saat mulut berkumis itu mulai menggigiti buah pantatku dgn gemas. Pantatku terangkat-angkat liar saat lidah panas itu mulai menyusup ke dalam celah-celah bongkahan pantatku dan mulai menjilati lubang anusku.

Cerita Sex Om Ngentot Memek Aku Dengan Penuh Nafsu

Aku benar-benar seperti terbang mengawang. Aku belum tahu siapa yang memelukku dari belakang dan menggerayangi seluruh tubuhku. Aku cuma bisa merasakan dengusan napas panas yang menghembus di bongkahan pantatku saat lidah itu mulai menjilati lubang anusku.

Aku tercekik kaget saat tubuhku dibalik hingga telentang telanjang bulat di kasurku. Ternyata orang yang sedari tadi menggumuliku adalah Om Darius, orang yang selama ini kuanggap sebagai pengganti orang tuaku.

Aku tak tak mampu berteriak karena mulutku langsung dibekap dgn bibirnya. Lidahku didorong dorong dan digelitik. Aku terangsang hebat. Apalagi sejak minum teh tadi tubuhku terasa agak aneh.

Seolah-olah ada dorongan menghentak-hentak yang menuntut pemenuhan. Tubuhku menggelinjang saat tangan kekar dan agak kasar mulai meraba dan meremas kedua toket ku yang baru mulai tumbuh.

Lalu kedua kakiku dipentangkan oleh Om Darius lebar-lebar, lalu Om menindih tubuhku yang udah telanjang bulat di antara kedua pahaku yang terkangkang. Aku merasa ada benda keras seperti tongkat yang menekan ketat ke bukit memek ku di balik kain sarung yang dikenakan Om.

Mulut dan lidah Om tak henti-hentinya menjilat dan melumat setiap jengkal bagian tubuhku. Dari mulutku, bibir Om bergeser menjilati seluruh batang leherku, kemudian turun ke dua belah toket ku.

Tubuhku semakin menggerinjal saat lidah dan mulut Om dgn rakusnya melumat kedua puting toket ku yang baru sebesar kacang kedelai. Disedotnya toket ku hingga hampir seluruhnya masuk ke dalam mulut Om Darius.

Aku sangat terangsang dan udah nggak mampu berpikir jernih. Ada sesuatu yang mulai menggelora dan mendesak-desak di perut bagian bawahku. Lidah Om terus merayap semakin ke bawah.

Perutku menjadi sasaran jilatan lidahnya. Tubuhku semakin menggelinjang hebat. Akal sehatku udah benar-benar hilang. Kobaran napsu udah menjeratku. Pantatku terangkat tanpa dapat kucegah saat lidah Om terus merayap dan menjliati gundukan bukit kemaluan di selangkanganku yang mulai ditumbuhi rambut-rambut halus.

Aku merasa kegelian yang amat sangat menggelitik selangkanganku. Tubuhku serasa mengawang di antara tempat kosong saat lidah Om mulai menyelusup ke dalam bukit memek ku dan menggelitik kelentitku.

Lubang memek ku semakin berdenyut-denyut tergesek gesek lidahnya yang panas. Aku cuma mampu menggigit bibirku sendiri menahan rasa geli yang menggelitik selangkanganku. Tubuhku semakin melayang dan seperti terkena aliran listrik yang maha dahsyat.

Aku tak mampu lagi menahan gelora napsu yang semakin mendesak di dalam perutku. Pantatku terangkat seperti menyongsong wajah Om yang menekan bukit memek ku. Lalu tubuhku seperti terhempas ke tempat kosong.

Aku merasakan ada sesuatu yang meledak di dalam perut bagian bawahku. Tubuhku menggelepar dan tanpa sadar kujepit kepala Om dgn kedua kakiku untuk menekannya lebih ketat menempel selangkanganku.

Belum sempat aku mengatur napas tiba-tiba mulutku udah disodori batang kemaluan Om Darius yang tanpa kutahu sejak kapan udah melepas sarungnya dan udah telanjang bulat mengangkangi wajahku.

Batang kontol nya yang besar, hitam panjang dan terlihat mengkilat mengacung di depan wajahku seperti hendak menggebukku kalau aku menolak menciuminya. dgn rasa jijik aku terpaksa menjulurkan lidahku dan mulai menjilati ujung topi bajanya yang mengkilat.

Aku hampir muntah saat lidahku menyentuh cairan lendir yang sedikit keluar dari lubang kemaluan Om. Namun jepitan kedua paha Om di sisi wajahku nggak memberiku kesempatan lain.

Aku cuma mampu pasrah dgn tetap menjilati batang kemaluan Om. Lalu dgn paksa Om membuka mulutku dan menjejalkan batang kontol nya ke dalam mulutku. Aku menjadi gelagapan karena susah bernapas.

Batang kontol nya yang besar memenuhi mulutku yang masih kecil. Kudengar Om menggumam tanpa jelas apa yang diucapkannya. Pantatnya digerak-gerakannya hingga batang kontol nya yang masuk ke dalam mulutku mulai bergerak keluar masuk di dalam mulutku.

Aku hampir tersedak saat ujung kemaluan Om menyentuh-nyentuh kerongkonganku. Aku cuma mampu melotot karena hampir tersedak. Tanpa sadar kedua tanganku mencengkeram pantat Om Darius. Setelah puas "mengerjai" mulutku dgn batang kontol nya, Om menggeser tubuhnya dan menindihku lagi dgn posisi sejajar.

Kedua pahaku dikuaknya dan dgn tangannya, dicucukannya batang kontol nya ke arah bukit memek ku. Aku merasa geli saat ujung kemaluan Om mulai menggesek-gesek pintu lubang memek ku yang udah basah.

Dari rasa geli dan nikmat, tiba-tiba aku merasa perih di selangkanganku saat Om mulai menurunkan pantatnya sehingga batang kontol nya mulai menerobos ke dalam lubang memek ku yang masih perawan.

Aku merintih kesakitan dan air mataku mulai mengalir. Aku tersadar akan bahaya! Namun terlambat. Om yang udah sangat bernafsu udah nggak mungkin mau berhenti. Ia cuma sejenak menghentikan gerakannya.

Ia merayuku dan mengatakan kalau sakitku cuma sebentar dan berganti rasa nikmat yang nggak terkira. Om menarik pantatnya ke atas hingga batang kontol nya yang terjepit di dalam lubang memek ku tertarik keluar.

Gesekan batang kontol nya yang besar di dalam dinding lubang memek ku menimbulkan rasa nikmat seperti apa yang dikatakannya. Aku mulai dapat menikmati rasa nikmat itu. Ini mungkin karena pengaruh teh yang kuminum sehingga aku benar-benar belum sadar akan bahaya yang kuhadapi.

Yang kuinginkan cuma satu yaitu menuntaskan gejolak yang meledak-ledak dalam diriku. Aku kembali merintih kesakitan saat Om mulai menekan pantatnya lagi yang membuat batang kontol nya menerobos lebih dalam ke dalam lubang memek ku.

Lagi-lagi Om membisikiku kalau rasa sakit itu akan hilang dgn sendirinya. Ia menarik lagi pantatnya. Benar. Rasa sakit itu berganti nikmat saat batang kontol nya ditarik keluar hingga cuma ujung kepalanya aja yang masih terjepit dalam lubang memek ku.

Lubang memek ku yang udah sangat licin sangat membantu pergerakan batang kemaluan Om dalam jepitan lubang memek ku. Detik-detik berlalu dan sedikit-demi sedikit batang kemaluan Om meneronos semakin dalam ke dalam lubang memek ku.

Om terus menarik dan mendorong pantatnya dgn pelan dan teratur. Hingga suatu saat aku menggigit bibirku keras-keras saat selangkanganku terasa perih sekali. Selangkanganku terasa robek saat Om menekan pantatnya hingga batang kontol nya hampir masuk separuh ke dalam lubang memek ku.

Aku sempat menjerit menahan sakit yang amat sangat di selangkanganku. Om segera menghentikan gerakannya dan memberiku kesempatan untuk bernapas. Aku merasa lega saat Om menghentikan gerakannya. Kini aku dapat merasakan lubang memek ku seperti terganjal benda keras dan hangat.

Benda itu berdenyut-denyut dalam jepitan lubang memek ku. Kembali rasa sakit yang tadi menyentakku berangsur mulai hilang tergantikan rasa nikmat saat batang kemaluan Om yang semakin lancar mulai bergerak lagi keluar masuk dalam jepitan lubang memek ku.

Rasa nikmat terus meningkat sehingga tanpa sadar aku menggoyangkan pantatku untuk segera meraih kenikmatan yang lebih banyak lagi. Aku seperti gila. Rasa sakit itu udah benar-benar hilang tergantikan rasa nikmat yang benar-benar memabukkan.

Om semakin bersemangat mengayunkan pantatnya menghunjamkan batang kontol nya. Empat kali mendorong lalu didiamkan dan diputar kemudian ditarik lagi. Tanpa sadar pantatku terangkat saat Om menarik pantatnya. Berkali-kali Om mengulang gerakannya hingga perutku terasa kejang.

Tubuhku mulai melayang. Tanganku semakin kuat mencengkeram punggung Om untuk mencoba menahan kenikmatan yang mulai menerjangku. Om semakin kuat mengayunkan pantatnya diiringi geramannya yang kudengar bergemuruh di telingaku.

Mataku semakin membeliak menahan desakan yang kian dahsyat di perut bagian bawahku. Aku hampir menjerit saat ada sesuatu yang kurasa pecah di dalam sana. Namun bibir Om yang tiba-tiba melumat bibirku menghentikan teriakanku.


Cerita seks Om Ngentot Memek Aku Dengan Penuh Nafsu
  • Om melumat dgn rakus kedua belah bibirku. Aku merasa tubuhku seolah-olah terhempas di awan. Tubuhku mengejat-ngejat saat aku mencapai puncak pendakian yang melelahkan. Om yang bibirnya masih melumat bibirku pun mulai berkelojotan di atas perutku.
  • Lalu ia menggeram dgn dahsyat. Dan akhirnya kurasakan ada semburan cairan hangat yang memancar dari batang kemaluan Om yang terjepit dalam lubang memek ku. Batang kontol nya berkedut-kedut dalam jepitan lubang memek ku.
  • Tubuh Om masih bergerak dgn liar selama beberapa saat lalu ambruk menindihku. Napas ku cuma tinggal satu-satu. Napas Om pun kudengar menggemuruh di telingaku. Air mataku mengalir saat kusadari segalanya telah terlambat bagiku.
  • Kegadisanku telah terenggut oleh Om. Orang yang selama ini kuanggap sebagai pengganti ayahku. Lalu dgn lembut Om mengusap air mataku dan berjanji akan menyayangiku sepanjang sisa hidupnya.
  • Aku menjadi agak terhibur dgn perkataannya. _ _ Sejak kegadisanku hilang, aku menjadi pendiam. Keceriaan yang selama ini menjadi ciri khasku seolah-olah hilang sirna. Aku menjadi sangat berubah.
  • Selangkanganku masih terasa sakit hingga beberapa hari setelah kejadian itu. Mbak Dinata yang selama ini sangat memperhatikanku sangat heran ngeliat perubahan yang terjadi pada diriku. Akhirnya aku mengaku terus terang kepada Mbak Dinata tentang kejadian yang menimpaku.
  • Ia cuma menghela napas merasa prihatin akan musibah yang kualami. Kira-kira satu bulan sejak aku dinodai Oomku, Mbak Dinata minta pamit kepadaku dan juga Oomku. Mbak Dinata setelah lulus smk diterima bekerja di sebuah perusahaan swasta di daerah Malang dan pindah ke Malang.
  • Sehingga sejak saat itu aku yang baru masuk smu harus tinggal berdua aja dgn Om. Suatu hari, kira-kira seminggu sejak kepergian Mbak Dinata, saat itu aku sedang mencuci pakaianku dan pakaian Om.
  • Hari itu sekolahku libur karena tanggal merah jadi aku bersih-bersih rumah. Om seperti biasanya merapikan tanaman di halaman depan yang udah mulai tumbuh nggak teratur. Setelah kuselesaikan cucianku dan kujemur, aku berniat mandi.
  • Baru aja mau menutup pintu kamar mandi, tiba-tiba tangan Om mengganjal pintu kamar mandi dan menyerobot masuk. Aku nggak sempat berteriak karena tiba-tiba Om udah memelukku. Tubuhnya yang cuma tertutup celana kolor dan udah basah penuh keringat memelukku erat-erat.
Aku nggak berani berteriak karena diancam kalau nggak mau melayani nafsunya aku akan diusir dari rumah itu dan nggak dibiayai sekolahku. Aku merasa takut sekali dgn ancamannya hingga dgn air mata yang kutahan aku pasrah akan apa yang dilakukan Om padaku.

Tangan Om dgn cekatan melucuti dasterku, bra-ku lalu celana dalamku hingga aku benar-benar bugil. Tanpa membuang waktu Om segera melepas kolornya dan telanjang bulat. Batang kontol nya yang berwarna hitam kecoklatan masih mengkerut dan menggantung lunglai.

Kemudian Om duduk di tepi bak mandi keramik dgn kaki yang terbuka. Ditariknya tubuh telanjangku ke dalam pelukannya dan dilumatnya bibirku dgn rakusnya. Mulutku masih tertutup saat lidah Om mulai mencoba menerobos masuk ke dalam mulutku.

Karena nggak tahan dgn sapuan-sapuan lidahnya yang mendesak-desak bibirku, akhirnya bibirku pun terbuka. Om segera menyusupkan lidahnya ke dalam mulutku dan mendorong-dorong lidahku. Mula-mula aku diam aja, namun lama-kelamaan aku jadi terangsang juga.

Apalagi batang kemaluan Om yang tadinya mengkerut perlahan-lahan mulai mengembang dan mengganjal perutku. Aku mulai bereaksi. Lidahku tanpa sadar membalas dorongan lidah Om. Tubuhku mulai menggerinjal dalam pelukan Om saat tangan Om mulai menggerayangi buah pantatku.

Tangan Om dgn gemas meremas dan memijat buah pantatku lalu ditariknya tubuhku hingga semakin ketat lengket dalam pelukannya. Setelah puas memainkan lidahnya dalam mulutku, tangan Om menekan kepalaku hingga aku disuruhnya berlutut di depan selangkangannya.

Batang kontol nya yang udah keras nampak mengacung tegak di depan wajahku. Ditariknya wajahku ke selangkangannya dan disuruhnya mulutku menciumi batang kontol nya itu. dgn agak risi aku terpaksa membuka mulutku dan mulai menciumi batang kontol nya yang udah mengeluarkan sedikit cairan.

Kepalaku didorong maju mundur oleh tangan Om yang mencengkeram rambutku hingga batang kontol nya mulai bergeser keluar masuk dalam mulutku. Kerongkonganku tersodok-sodok ujung kepala kemaluan Om yang keluar masuk dalam mulutku.

Kudengar napas Om mulai menggebu. Batang kontol nya semakin mengeras dalam kuluman mulutku. Mungkin karena tak tahan, Om segera menarik tubuhku agar berdiri lalu mendudukanku di sisi bak mandi.

Mulutnya segera mencecar toket ku kanan dan kiri silih berganti. Aku menggelinjang hebat manakala mulut Om dgn rakusnya mempermainkan kedua puting toket ku. Tangan Om pun tak tinggal diam.

Tangannya mulai merayap ke selangkanganku yang terbuka lebar dan mulai meremas gundukan bukit memek ku. Aku sampai megap-megap mendapat rangsangan seperti itu. Aku semakin tersiksa oleh gejolak nafsu.

Mulut Om lalu merayap menyusuri perutku dan mulai menjilati gundukan bukit memek ku. Dikuakkanya kedua bibir memek ku dgn jari-jarinya lalu disusupkannya lidahnya ke dalam lubang memek ku. Tubuhku yang duduk di sisi bak mandi hampir aja terjatuh karena menggelinjang saat lidah Om mulai menggesek-gesek dinding lubang memek ku.

Tanpa sadar tanganku mencengkeram rambut Om dan menekankan kepalanya agar lebih ketat menekan bukit memek ku. Aku semakin blingsatan menahan rangsangan yang diberikan Om di selangkanganku. Tanpa sadar mulutku mendesis-desis dan dudukku bergeser tak karuan.

Perutku mulai mengejang menahan desakan gejolak yang meledak-ledak. Tubuhku terasa mulai mengawang dan pandangan mataku nanar. Akhirnya dgn diiringi rintihan panjang aku mencapai orgasmeku. Belum sempat aku mengatur napas tiba-tiba Om udah berdiri di hadapanku.

Batang kontol nya yang keras dicocokkan ke bibir memek ku dan digesek-gesekkannya ujung kepala kontol nya ke bibir memek ku yang udah basah dan licin. Aku menggelinjang lagi saat benda hangat itu mulai menerobos masuk ke dalam bibir memek ku.

Bibir Om Darius dgn rakusnya mulai melumat bibirku sambil mendorong pantatnya hingga batang kontol nya semakin melesak ke dalam jepitan bibir memek ku. Aku masih duduk di bibir bak mandi sementara Om Darius menggenjot lubang memek ku sambil berdiri.

Mungkin karena kesulitan bergerak, dicabutnya batang kontol nya dari jepitan bibir memek ku. Tubuhku lalu diturunkan dari bibir bak mandi dan dibaliknya hingga aku berdiri dgn tangan bertumpu bak mandi.

Lalu Om menempatkan diri di belakangku dan mulai mencoba memasukan batang kontol nya ke dalam bibir memek ku dari celah bongkahan pantatku. Punggungku didorong Om agar sedikit membungkuk hingga setengah menungging.

Dipentangkanya kedua kakiku lebar-lebar lalu dicucukannya batang kontol nya ke gundukan bukit memek ku. Setelah arahnya tepat, Om mulai mendorong pantatnya hingga kembali batang kontol nya menerobos masuk dalam jepitan bibir memek ku.

Kembali aku mulai merasa ada suatu benda hangat menyeruak ke dalam lubang memek ku. Dinding-dinding lubang kemaluanka serasa dikilik-kilik. Batang kemaluan Om yang terjepit ketat dalam lubang memek ku berdenyut-denyut.

Om yang napasnya mulai memburu semakin kuat mengayunkan pantatnya maju mundur hingga gesekan batang kontol nya pada dinding lubang memek ku semakin cepat. Pinggulku yang dipegang Om terasa agak sakit karena jari-jari Om mulai mencengkeram.

Pinggulku ditarik dan didorong oleh tangan kuat Om seiring dgn ayunan pantatnya. Tubuhku mulai terhentak dan aku mulai limbung. Kembali aku merasa melayang karena desakan gejolak yang meledak-ledak.

Om semakin kuat mengayunkan pantatnya dan napasnya semakin menderu. Pantatku yang ditarik dan didorong Om maju mundur semakin cepat bergerak. Cengkeraman jari-jari Om semakin terasa di pinggulku.

Gerakan ayunan pantat Om semakin tak terkendali. Tak lama kemudian aku kembali mencapai orgasmeku. Om pun kukira mencapai puncak kenikmatannya karena aku merasa ada semburan cairan hangat yang menyemprot dari batang kemaluan Om ke dalam lubang memek ku dgn diiringi geraman yang keluar dari mulut Om.

Om tetap membiarkan batang kontol nya terjepit dalam lubang memek ku selama beberapa saat. Napasnya yang mulai teratur terasa hangat menerpa kulit pipiku. Tulang kontol nya menekan kuat di bukit buah pantatku.

Aku merasa sedikit geli karena rambut kemaluan Om menempel ketat dan menggesek buah pantatku. Batang kemaluan Om yang masih keras terasa berdenyut-denyut dalam jepitan lubang memek ku. Setelah menyemprotkan sisa-sisa sperma nya batang itu mulai mengendur dan terlepas dgn sendirinya.

Tubuhku udah terasa lemas tak bertenaga. Aku cuma memejamkan mata karena lemas dan malu karena untuk kedua kalinya aku berhasil digagahi Oomku sendiri. Aku membiarkan aja saat Om memandikanku seperti bayi.

Tangannya yang kokoh menyabuni seluruh lekuk tubuhku. Tubuhku kembali menggerinjal saat tangannya yang kokoh mulai menyabuni toket ku yang baru mulai tumbuh. Putingku yang mencuat dipermainkannya dgn gemas.

Tubuhku semakin menggelinjang saat tangannya mulai menyentuh perutku lalu meluncur turun dan mulai menyabuni gundukan bukit memek ku yang baru mulai ditumbuhi rambut satu-satu. Jari-jarinya menyisir celah sempit di tengah gundukan bukit memek ku dan berlama-lama menyabuni daerah itu.

Aku tak berani memandang Om saat ia mengangsurkan sabun ke tanganku dan menyuruhku menyabuninya. dgn agak kaku tanganku mulai menyabuni punggung Om yang kekar. Tanganku bergerak hingga seluruh punggung Om kugosok merata dgn sabun.

Lalu Om membalikkan tubuhnya menghadapku. Tangannya mengelus-elus kedua toket ku sementara aku disuruhnya menyabuni tubuh bagian depannya. Tanganku bergerak dari dada terus turun ke arah perut.

Napas Om mulai memburu saat tanganku yang dilumuri busa sabun mulai menggosok bagian bawah perutnya. Batang kontol nya yang tadi kendur udah mulai mengembang. Tanganku yang agak ragu dipegang Om dan diarahkan untuk menyabuni daerah kemaluan Om.

Rambut kontol nya sangat lebat tumbuh di pangkal batang kontol nya yang mulai berdiri setengah tegak dan mengeras. Lucu sekali kelihatannya seperti pistol namun "gombyok". Ya! Kelihatannya seperti peler ! Seperti pistol tapi lebat ditumbuhi rambut atau gombyok! Om yang udah mulai terangsang segera menyuruhku menyelesaikan acara saling memandikan.

cuma dgn berbalut handuk, tubuhku yang masih agak basah ditariknya dari kamar mandi dan diseret masuk ke kamar Om. Om pun cuma mengenakan kolornya yang tadi dipakainya hingga batang kontol nya yang udah setengah keras terlihat membusung di balik kolor seragamnya.

Baru aja pintu ditutup, tubuhku udah langsung disergapnya. Diloloskannya handuk yang melilit tubuhku hingga aku telanjang bulat. Om segera melepas kolornya dan bugil dihadapanku. Mulut Om segera menyergap bibirku dan melumatnya dgn rakus.

Kedua toket ku segera menjadi bulan-bulanan remasan tangannya hingga tubuhku menggelinjang dalam dekapannya. Tanganku segera dibimbing Om dan dipegangkannya ke batang kontol nya yang udah semakin mengembang.

Bibir Om yang rakus meulai bergeser turun dari bibirku ke dagu, lidahnya menjilat-jilat daguku terus turun ke leherku hingga aku semakin menggelinjang karena kumisnya yang pendek dan kasar menggaruk-garuk batang leherku.

Aku semakin mendesis karena kini bibir Om udah mulai melumat kedua puting toket ku kanan dan kiri secara bergantian. Tanganku secara tak sadar bergerak mengurut dan meremas peler Om.

Napas Om pun semakin menderu dan semakin keras menghembus di kedua toket ku. Jilatannya semakin liar di seluruh bukit toket ku tanpa terlewatkan sejengkalpun. Batang kemaluan Om yang semakin keras mulai berdenyut-denyut dalam genggaman tanganku.

Sementara tangan Om mulai bergerak liar menyusuri penggungku dan turun ke bawah lalu berhenti di kedua pantatku dan meremas-remas kedua buah pantatku dgn gemasnya. Aku sangat terangsang.

Ya. Mungkin daerah kelemahanku adalah pada buah pantatku dan pada kedua puting toket ku. Tubuhku udah mulai mengawang dan udah pasrah bersandar dalam pelukan Om. Mengetahui kalau tubuhku udah tersandar sepenuhnya dalam pelukannya, Om segera mendorong tubuhku ke kasurnya hingga aku berbaring telentang.

Ditindihnya tubuh telanjangku oleh tubuh kekar Om. Dibentangkannya kedua kakiku lebar-lebar dan aku kembali digumuli Oomku. Lidah Om kembali menyerbu bibirku lalu bergeser ke leherku. peler Om yang udah sangat keras mengganjal di perut bagian bawahku.

Rambut kontol nya yang gombyok sangat terasa menggesek-gesek perutku menimbulkan rasa geli. Lidah Om menjilat-jilat seluruh batang leherku hingga aku mendesis-desis kegelian. Tubuhku semakin menggelinjang menahan geli saat lidahnya mulai bergeser turun dan menyapu-nyapu sekeliling bukit toket ku di sekitar putingku.

Tubuhku semakin menggerinjal saat lidah Om yang panas mulai menyapu-nyapu puting toket ku. Tubuhku serasa semakin melayang. Lidah Om terus bergeser ke bawah. Pusarku dijilatnya dgn rakus lalu lidahnya mulai bergerak turun ke perut bagian bawahku.

Otot-otot perutku terasa seperti ditarik-tarik saat bibir Om menyedot-nyedot daerah sekitar perut bagian bawahku di atas pangkal pahaku. Geli sekali rasanya, apalagi kumisnya yang pendek dan kasar menyeruduk-nyeruduk kulit perutku yang halus.

Om lalu membalik tubuhnya. Wajahnya menghadap selangkanganku sementara peler nya dihadapkan ke wajahku. Diturunkannya pantatnya hingga batang kontol nya menempel bibirku. Dibimbingnya peler nya ke mulutku. Aku tahu aku harus membuka mulutku menyambut peler Om yang dijejalkan ke dalam mulutku.

dgn terpaksa aku mulai mengulum peler Om dan menjilati seluruh ujung topi bajanya yang mengkilat. Tubuhku terhentak saat mulut Om mulai melumat bibir memek ku. Kedua tangannya menarik kedua bibir lubang memek ku dan membukanya lebar-lebar lalu lidahnya yang panas didorong keluar masuk kedalam lubang memek ku.

Aku semakin mendesis-desis menahan nikmat. Napas Om yang semakin menggebu sangat terasa meniup-niup lubang memek ku yang terbuka lebar. Tanpa sadar pantatku terangkat ke atas seolah menyambut dorongan lidah Om yang menggesek-gesek kelentitku.

Gerakan lidahnya yang liar seolah membuatku semakin gila. Tanpa dapat kucegah lagi, mulutku merintih dan mendesis menahan gejolak kenikmatan yang meledak-ledak. Batang kemaluan Om yang menyumpal mulutku tak mampu menahan desisan yang keluar dari mulutku.

Mataku kembali nanar. Perutku terasa kejang. Dorongan gejolak liar yang mendesak di perut bagian bawahku udah hampir tak dapat kutahan lagi. Lalu dgn diiringi rintihan panjang tubuhku menggelepar dan berkelojotan seperti ayam disembelih.

Tubuhku lalu melayang dan terhempas di tempat kosong. Akhirnya tubuhku terdiam beberapa saat. Aku telah mencapai orgasme yang ke sekian di pagi itu. Tubuhku terasa lemas tak bertenaga.

Aku cuma pasrah saat Om yang telah mencabut batang kontol nya dari kuluman mulutku bangkit dan duduk di sisi pembaringan mengangkat tubuhku dan mendudukanku di pangkuannya. Tubuhku dihadapkannya ke dirinya dan kakiku dipentangkannya hingga aku terduduk mengangkang dipangkuannya dgn saling berhadapan.

Kemudian tangan Om mengarahkan batang kontol nya ke celah bukit kemaluan di selangkanganku. Bless! Aku terhenyak saat pantatku diturunkan dan ada suatu benda keras dan hangat mengganjal di lubang memek ku.

Om Ngentot Memek Aku Dengan Penuh Nafsu, cerita seks dewasa, bacaan porno, kisah sex sedarah, ngentot sedarah
Om Ngentot Memek Aku Dengan Penuh Nafsu

Nikmat sekali rasanya. Seluruh dinding lubang memek ku terasa berdenyut-denyut. Kelentitiku yang udah membengkak tergesek nikmat pada pangkal batang kemaluan Om. Lain sekali rasanya bersetubuh dgn posisi begini.

Aku merasa sangat terangsang! Kelentitku serasa tergesek penuh pada batang kemaluan Om. dgn dibantu kedua tangan Om yang menyangga kedua buah pantatku tubuhku bergerak naik turun di pangkuan Om.

toket ku yang baru tumbuh bergetar bergoyang-goyang seiring dgn naik turunnya tubuhku di pangkuan Om. Batang kemaluan Om yang menancap ketat dalam jepitan lubang memek ku terasa menggesek nikmat seluruh dinding lubang memek ku yang terus berdenyut-denyut meremas apa aja yang menyumpalnya.

Tubuhku terasa menggigil bergetar saat mulut Om tak tinggal diam. Mulut Om dgn rakusnya melumat kedua puting toket ku bergantian. Mulutnya menyedot toket ku sepenuhnya. Gerakanku menjadi kian liar.

Desakan gejolak birahi semakin mendesak. Aku mempercepat gerakanku naik turun dgn diselingi sedikit memutar saat seluruh batang kemaluan Om masuk hingga ke pangkalnya ke dalam jepitan lubang memek ku.

Karena tak tahan lagi tanpa sadar kudorong tubuh Om hingga terbaring telentang di kasur dgn kedua kaki menjuntai ke lantai. Tubuhku yang tadi di pangku Om menjadi duduk seperti seorang joki yang sedang naik kuda balap berpacu dalam birahi dgn menduduki Om yang berbaring telentang.

Gerakanku kian bebas. dgn tangan bertumpu pada dada Om yang bidang aku terus menggerakan pantatku memutar dan maju mundur. Kelentitiku kian ketat tergesek batang kemaluan Om. Tanga Om yang memegang kedua pantatku semakin ketat mencengkeram dan membantu mempercepat gerakanku.

Aku merasa tubuhku kembali mulai mengawang. Gerakanku kian tak terkendali. Mataku mulai membeliak dan mulutku menceracau tak karuan. Puncak pendakian kian dekat. Kian dekat. Dan akhirnya dgn merintih panjang tubuhku berkejat-kejat seperti sedang terkena aliran listrik.

Lubang memek ku berdenyut-denyut saat ada sesuatu yang pecah di dalam sana. Tubuhku berkejat-kejat beberapa saat lalu ambruk di atas perut Om. Aku benar-benar tak bertenaga. Ya akibat peler Om aku mencapai orgasme yang kesekian kalinya.

Luar biasa Om ku ini. Walaupun udah tua namun mampu membuat aku yang masih abg begini bertekuk lutut. Om yang rupanya belum mencapai orgasme segera membalikkan tubuhku dgn tanpa melepaskan batang kontol nya yang masih menancap dalam jepitan lubang memek ku.

Sekarang tubuhku yang telentang gantian digenjot Om. Aku yang udah tak bertenaga cuma pasrah. Om dgn semangat juang terus menggenjot selangkanganku dgn tusukan-tusukan batang peler nya. peler nya tanpa ampun menghajar lubang memek ku.

Om Ngentot Memek Aku Dengan Penuh Nafsu, cerita seks incest, dientot om memek aku, pemuas nafsu om, memek aku dan memek kakak
Om Ngentot Memek Aku Dengan Penuh Nafsu

Perlahan-lahan napsuku mulai bangkit lagi menerima tusukan-tusukan peler Om. dgn sisa-sisa tenaga yang masih ada aku berusaha menyambut setiap tusukan peler dgn menggoyangkan pantatku ke kanan dan kiri.

Napas Om semakin memburu dan terdengar menggemuruh menghembus ke toket ku yang dilumat bibir rakus Om. Genjotan Om semakin kuat dan bertubi-tubi. Desakan gejolak yang mendesak dalam tubuhku semakin menguat.

Aku udah hampir tak kuat lagi menahan desakan itu. Tubuhku kembali mengejang. Pantatku terangkat dan dgn merintih panjang aku mencapai puncak pendakian yang sangat melelahkan. Tubuhku terhempas di tempat kosong dan pandangan mataku makin nanar.

Aku merasa betapa di saat-saat itu tubuh Om yang menindih perutku mulai bergetar. Mulutnya menggeram dahsyat dan pantatnya menekan kuat-kuat menghunjamkan peler nya ke dalam jepitan lubang memek ku.

Tubuh Om berkejat-kejat lalu aku merasa ada semprotan cairan hangat menyiram di dalam lubang memek ku. Ada rasa berdesir menyergapku saat semprotan itu menyembur ke liang rahimku. Tubuh Om tersentak-sentak lalu ambruk di atas perutku.

Sungguh melelahkan pergumulan di pagi itu. Akhirnya aku tertidur karena terlalu lelah. Pagi itu Om benar-benar melampiaskan seluruh hasratnya pada tubuhku. Dari pagi hingga malam aku nggak dibiarkannya mengenakan pakaian utuh.

Aku disetubuhi berkali-kali hari itu hingga selangkanganku terasa ngilu karena digenjot Om. Sejak kepergian Mbak Dinata aku menjadi pelampiasan napsu Om. Minimal satu kali dalam satu minggu Om pasti minta jatah dariku.

Selama tiga tahun aku menjadi budak napsu peler Om hingga aku lulus smu. Tiga tahun aku harus menjalani kehidupan sebagai sasaran tembak peler Om. Ternyata hal seperti itu dialami juga oleh Mbak Dinata.

Dia bercerita kalau dulu pertama kali diperawani Om dirinya nggak sadar. Untuk selanjutnya ia juga diancam nggak akan dibiayai sekolah dan diusir kalau nggak mau memenuhi keinginan Om.

Lalu setelah aku lulus, atas kebaikan Mbak Dinata aku kuliah di salah satu pts di kota Solo. Untuk menambah biaya karena nggak ingin terlalu memberatkan Mbak Dinata aku terjun ke dunia pelacuran.


***

memek aku, memek kakak, dientot Om, cerita incest sex, ngentot Om

Om Ngentot Memek Aku Dengan Penuh Nafsu cerita seks dewasa, memek aku, memek kakak, dientot Om, cerita incest sex, ngentot Om cerita dewasa terbaru istri binal nakal , memek aku, memek kakak, dientot Om, cerita incest sex, ngentot Om, cerita seks dewasa
Om Ngentot Memek Aku Dengan Penuh Nafsu
Om Ngentot Memek Aku Dengan Penuh Nafsu, cerita sex , Om Ngentot Memek Aku Dengan Penuh Nafsu, cerita seks dewasa, bacaan porno, kisah sex sedarah, ngentot sedarah, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Om Ngentot Memek Aku Dengan Penuh Nafsu


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/