Teman Kampus Teman Tidur, Cerita Seks

Teman Kampus Teman Tidur, Cerita Seks - Sandra seorang gadis yg menarik dgn wajah yg cantik mulus. Tubuhnya langsing dgn pinggang yg ramping. Payudaranya montok, padat dan penuh. Sangat proporsional dgn tubuhnya sehingga sangat menggiurkan bagi banyak lelaki. Entah mengapa, Sandra tampaknya sangat memujaku.

Aku sendiri kurang menyukai sifatnya karena menurutku Sandra terlalu lincah dan aktif, dan lagi dia bukan tipe gadis yg kusukai. Tapi harus kuakui kalau secara fisik Sandra benar-benar membuatku terpesona. Teman-temanku berkata bahwa aku bodoh karena tidak menanggapi Sandra. Menurut mereka aku cukup tampan, apalagi orang tuaku tergolong berharta. Sandra pun berasal dari keluarga yg berkecukupan. Namun aku biasanya mengabaikan mereka untuk hal yg satu ini.

Malam hari sebelum berangkat ke luar negri, aku berjalan-jalan dgn motorku untuk melepas stres. Sampai lewat jam 11 malam aku berada di suatu taman kota, yg kebetulan sekali berada di dekat tempat tinggal Sandra. Dan anehnya, saat itu Sandra sendirian melintas di depan taman tersebut, seorang diri saja. Dia cuma memakai T-Shirt dan celana pendek. Dan begitu melihatku, dia langsung menegur dgn riangnya, "Hei, Zulman! ngapain lo di sini malem-malem gini? mau ngerampok ya?"
Aku cuma tersenyum sekilas, lalu menjawab, "Nggak.. Lagi ngilangin pusing. Lo sendiri ngapain?"
"Gue baru dari warung di sana, beli handyplast. Tangan gue luka. Nih, liat aja! Cuma luka kecil sih..." katanya sambil menunjukkan luka di tangannya.

Entah kenapa, aku merasa senang melihat luka di tangannya itu. Dan saat itu terlintas suatu pikiran di kepalaku. "Win, temenin gue jalan-jalan yuk, keliling-keliling aja..." Dia tertawa dan langsung setuju! Luar biasa, dia sama sekali tidak takut dan tidak curiga kalau aku punya niat jahat! Lalu dia naik ke motorku, dan aku pun tancap gas membawa dia pergi dari situ. Aku membawanya ke sebuah kawasan industri yg letaknya cukup jauh dari situ dan tempat ini memang sepi sekali. Maklum, tidak ada perumahan di sini, yg ada cuma bangunan pabrik dan sejenisnya.

Teman Kampus Teman Tidur, Cerita Seks

Dia nampak mulai curiga dan bertanya, "Zulman, kita mau kemana nih? Anterin gue balik aja deh, ya?"
Aku berhenti di sebuah bangunan tua di dekat situ dan menjawab, "Anterin pulang? Gue masih pengen sesuatu nih! Gue sebenernya suka ama lo, Win. Gue pusing, soalnya besok gue mau pergi ke luar negri!" (Aku tidak pernah menceritakan tentang rencana kepergianku pada teman-temanku, bahkan teman terdekatku sekalipun).
Sandra tampak kaget, "Ke luar negri? Ngapain Zulman?"
"Ada urusan. Makanya, gue bilang ke lo supaya gue nggak penasaran." jawabku munafik, padahal saat itu aku sangat menginginkan bisa menikmati badan Sandra.
  • Dan benar saja, nampaknya Sandra terjerat. Tidak lama setelah aku menebarkan jeratku, Sandra mulai terpengaruh dan dia menurut saja ketika kuajak dia ke samping bangunan tua itu. Bahkan bangunan itu pada siang hari hampir tidak pernah dikunjungi orang. cuma lampu jalan saja yg menerangi tempat itu.
  • Kemudian aku nekat memeluknya dan mencium bibirnya. Saat itu aku merasakan Sandra berusaha menolak, tapi aku terus memaksa sehingga akhirnya Sandra pun membalas pelukanku. Aku dapat mencium harum badan Sandra yg semakin merangsangku.
  • Aku pun dapat merasakan payudara Sandra yg kenyal dan hangat menekan dadaku dan benar-benar terasa nikmat. Sandra yg sudah terpengaruh nafsu bahkan diam saja ketika tangan kiriku meraba dan meremas pantatnya sementara tangan kananku menurunkan celana pendek yg dipakainya. Sementara lidahku beraksi di dalam mulutnya. Sandra ternyata masih kurang pengalaman dalam berciuman, dapat kurasakan caranya membalas ciumanku. Namun, apa peduliku? Aku cuma menginginkan tubuhnya. Besok aku akan pergi ke luar negeri.
Aku melepaskan ciumanku, dan kemudian membuka T-Shirtnya. Seiring dgn itu, kedua payudaranya yg kencang dan memenuhi BH putihnya (bahkan sangat penuh!) berguncang. Aku bertanya kepadanya sambil meremas gumpalan daging miliknya yg kiri, yg masih tertutup BH.
"Win, toket lo gede banget! Lo pake ukuran berapa sih?"
"Mhh.. gue... pake.. 34C, Zulman.." jawabnya.

Selanjutnya aku membaringkannya dan membuka celananya, dan dia memakai celana dalam putih tipis! Dapat kulihat bayangan bulu kemaluannya. Tidak lebat, memang. Aku sangat penasaran, maka aku pun melepaskan celana dalamnya. Sandra merapatkan kedua kakinya, untuk menutupi lubang rahasianya. Semakin penasaran akan keindahan tubuhnya, aku terakhir kali membuka BH-nya. Kedua daging kembar yg kenyal tersebut seperti melompat ketika BH-nya benar-benar terlepas. Besar dan indah sekali. Akan sangat nikmat bila tanganku meremas, mencengkram dan menggenggam gumpalan daging itu.

Sebelum aku beraksi lebih jauh, Sandra memotong, "Lo juga buka dong, Zulman! Masa gue aja nih..."Aku turuti permintaannya. Dalam sekejap aku pun bertelanjang bulat di hadapannya. Batang penisku sudah menegang keras sejak tadi. Ukuranku tidaklah panjang, kurang lebih 15 cm. Tapi diameternya cukup besar jika dibandingkan dgn milik teman-temanku. Sandra menyeletuk, "Baru kali ini gue liat punya cowok langsung lho, Zulman".
Aku bertanya, "Lo belum penah main sama orang?"
"Belum.. Gue biasanya onani aja kok"

Aku tak bertanya lebih lanjut. Langsung saja kuraih Sandra dalam pelukanku, dan kuelus sebelah payudaranya dgn tangan kananku. Oh.. Nikmat sekali. Kenyal, padat dan aku bisa merasakan dagingnya yg begitu empuk! Sementara Sandra mengeluarkan suara desahan pelan. Aku mengambil posisi duduk, sementara kupangku Sandra berhadapan denganku. Tangan kananku masih mengelus-elus sebelah payudaranya, sementara mulutku meraih puting yg menonjol dari payudara lainnya. Putingnya berwarna merah, sedikit tua. Kusedot dgn sangat kuat sehingga Sandra terpekik kecil. "Uhhh... Zulman, Lo nyusu ganas banget sihh.. Lo sedot sampe semua isi toket gue keluar juga, nggak bakal ada air susunya..." komentar Sandra sambil meringis. Di bawah, penisku bersentuhan dgn bibir vaginanya. Hangat dan basah di sana. Aku bisa merasakan pula bulu kemaluannya pada penisku. Sedikit demi sedikit kugerakkan tubuhku agar alat sanggama kami saling bergesek. "Ah... enak sekali rasanya..."

Selang kemudian Sandra lepas kontrol, sehingga dia berbisik di telingaku, "Uh.. Zulman, jangan dielus aja dong, remes toket gue... gue nggak tahan kalo cuma digituin doang!"
"Ah, Lo isep dulu kontol gue deh, Win. Mau kan?"
Sandra mengangguk dan kepalanya menunduk di antara selangkanganku. Kemudian tak lama kurasakan hangat, basah dan geli luar biasa pada penisku. Sandra telah mengulum penisku. Rasanya luar biasa. Aku cuma bisa memegang rambutnya dan merasakan sejuta nikmat pada penisku. Terkadang Sandra menjilat atau menggigit dgn lembut batang penisku sehingga tubuhku bergetar keenakan. Sementara tangannya memijat halus kedua biji penisku. Tak cuma itu, bahkan Sandra juga mengulum kedua biji penisku itu. Dia menyedot dan memainkan lidahnya, membuatku seperti terbang.

Akhirnya merasakan penisku berdenyut-denyut, sehingga aku menghentikan Sandra dan membaringkannya. Aku di atas dan dia di bawah. Tanganku memegang tangannya. Kugesek-gesekkan batang penisku dgn bibir vagina dan klirotisnya sehingga Sandra mengerang merasakan nikmat. Kedua payudaranya berguncang-guncang pelan seirama dgn gerakanku. Gerakanku semakin cepat, dan kurasakan vagina Sandra sangat basah serta mengeluarkan banyak cairan. Sandra bahkan menjerit pelan.

"Win, gue masukin ya?"
Sandra diam saja. Diam artinya setuju kan? Maka aku pun siap tancap, aku mengambil posisi kesukaanku. Aku duduk di bawah sementara dia kupangku, kubuka liang vaginanya dgn kedua jariku, dan kududukkan dia di atasku. Perlahan penisku masuk ke dalam vaginanya. Sebelum selesai, kupaksa dia turun sehingga Sandra mengerang. Penisku seluruhnya berada dalam kehangatan genggaman vaginanya. Ohh.. enak luar biasa di dalamnya. Panas, sempit, dan berdenyut!

Sandra mulai bergerak naik turun di hadapanku. Akh... penisku geli luar biasa. Sandra pun merintih-rintih sambil bergerak. Kedua tangannya bertopang pada bahuku, sementara kedua payudaranya tepat berada di depan wajahku. Bayangkan, kedua daging kenikmatan tersebut melonjak-lonjak di hadapanku. Aku tidak dapat menahan diri, kemudian tangan kananku meraup miliknya yg kiri, kucubit dan kupuntir puting susunya dgn telunjuk dan jempolku. Sementara lidahku menjilati puting susu, areola dan permukaan payudaranya yg lain. Cairan dari vagina Sandra menimbulkan bunyi berkecipak pada persenggamaan kami. Sekali lagi aku mengulum puting susunya dan menyedot sekuat yg kubisa. Kali ini membuat puting susu Sandra tertarik kencang karena gerakan Sandra yg naik turun sementara aku menarik puting susunya.

Sandra mengaduh, "Aduuh... kalo gini ca..caranya, ukh... isi toket gue... ekh.. bisa brojol.. ah... keluar... ekh... ah... nanti puting gue.. ukh.. ah bisa putussh.."
Mendengar perkataan Sandra tersebut semakin memompa nafsuku. Bahkan saat itu juga terlintas di kepalaku untuk melakukan sesuatu yg luar biasa. Aku tiba-tiba saja mengambil kendali persenggamaan tersebut. Kugenggam, kuremas dan kutarik kedua payudara Sandra ke arahku sehingga posisiku terlentang dan Sandra menindihku! Sekali lagi Sandra mengaduh-aduh dgn kekasaranku tadi. Selanjutnya, dgn masih menggunakan kedua payudaranya sebagai peganganku, aku mendorong Sandra sehingga dia terlentang dgn keras. Kali ini aku yg menindihnya. Pinggangku kugerakkan naik turun dgn kasar dan keras sehingga seakan-akan penisku berusaha mendobrak jebol vaginanya. Kali ini Sandra menjerit cukup keras! Tak sampai disitu, kuraih badan Sandra dan kupeluk dgn tangan kiriku. Tangan kananku menggenggam dan memeras payudara kirinya dgn kuat, seperti memeras santan. Aku bisa merasakan isi dari payudaranya di genggamanku.

Teman Kampus Teman Tidur, Cerita Seks, cerita seks dewasa, ngentot teman kampus memek sempit, cerita dewasa, kisah sex terbaru, bacaan seru dewasa
Teman Kampus Teman Tidur, Cerita Seks

"Adduhh, Zulman! Lo bisa hancurin toket gue... aduh.. aduh... lepasin dong!"
Aku tidak mempedulikannya. Bahkan aku menggigit bagian bawah payudaranya yg sebelah lagi. Aku berusaha menggigit setiap inci dari payudara tersebut. Tangan kananku pun semakin buas. Bukan cuma memeras, tapi juga menarik dan seakan berusaha mencabut daging kenyal tersebut dari badan Sandra. Aku semakin kasar sehingga Sandra menjerit-jerit, dan akhirnya pingsan. cuma beberapa saat setelah Sandra pingsan, penisku berdenyut-denyut dan memuntahkan cairan nikmat ke dalam rahim Sandra. Aku terkulai lemas dan menindih badan Sandra yg telah pingsan. Pinggangku terasa amat pegal dan selangkanganku sedikit ngilu. Tapi aku merasa puas karena tanganku terasa enak. Tanganku telah beroperasi sebebasnya dan sepuasnya pada payudara Sandra. Penisku masih berada di dalam rahimnya, terasa panas.

Kemudian kucabut penisku dan aku memakai bajuku. Kutinggalkan Sandra yg pingsan dalam keadaan telanjang bulat. Sebelum pergi, aku menyentil puting susunya. Besok pagi aku akan berangkat ke luar negri. Biar saja Sandra menyesali apa yg terjadi. Toh, aku tidak peduli. cuma saja aku akan terus mengingat kenikmatan yg kuperoleh saat itu.

Teman Kampus Teman Tidur, Cerita Seks, cerita seks dewasa, ngentot teman kampus memek sempit, cerita dewasa, kisah sex terbaru, bacaan seru dewasa
Teman Kampus Teman Tidur, Cerita Seks
Teman Kampus Teman Tidur, Cerita Seks, cerita sex , Teman Kampus Teman Tidur, Cerita Seks, cerita seks dewasa, ngentot teman kampus memek sempit, cerita dewasa, kisah sex terbaru, bacaan seru dewasa, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Teman Kampus Teman Tidur, Cerita Seks


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/