Abis Ngentot Mami Terus Ngentot Tante Kandung ku

Abis Ngentot Mami Terus Ngentot Tante Kandung ku | Liburan sekarang ini mungkin yg paling indah sepanjang hidupku. Bim nama samaran saya dan saya berasal dari keluarga yg cukup dari materi dan keluarga bahagia. Kejadiannya sekitar beberapa minggu yg lalu ketika mami ku datang ke Boston tempat aku menuntut ilmu. Tidak kusangka setelah hampir sekitar 9 bulan gak ketemu, penampilan nya semakin ok saja.


Bagaimana tidak, di usianya yg 40 tahun (aku sendiri 19 tahun) dgn ukuran vital 38C-29-36 ditunjang pula dgn kegiatan fitnes membuat badannya seperti gadis berusia 25 tahun. Nah faktor inilah yg membuat nafsu birahiku berkobar-kobar.

Setelah menginap 2 malam di apartemenku, mami mengajak untuk keluar kota menikmati alam indah pegunungan. Tanpa pikir-pikir lagi kita segera berkemas dan segera berangkat di pagi hari karena perjalanan ke sana memakan waktu sekitar 3 jam dgn mobil. Kalau hitung jarak sih seperti dari Jakarta ke Pangandaran. Sesampainya di sana kita segera mencari area perkemahan yg nyaman di dekat sungai. Setelah mendirikan tenda, aku bergegas mencari kayu bakar untuk memasak air dan untuk menghangatkan badan, maklumlah suhu di sini sekitar 5 derajat Celcius. mami ku sendiri segera menyiapkan peralatan memasak untuk keperluan makan malam.

Menjelang makan malam kita bercerita mengenai keadaan masing-masing. mami bercerita mengenai ayah kami yg sekarang sudah semakin sibuk dgn pekerjaannya dan juga adik saya (pria) lagi gila dgn hobinya balap mobil. Aku sadar bahwa setelah kepergianku untuk sekolah mami ku agak kesepian. Sambil bersantap mami ku banyak menanyakan hal-hal pribadi yg menyangkut kehidupanku dan aku jawab dgn jujur apa adanya.
Sambil meneguk beberapa gelas wine, mami bertanya, “Bim, kamu udah punya pacar belum di sini?”
Kaget juga mendengar pertanyaannya, “Kalo yg tetap sih yah..belum, tapi temen cewe sih banyak. Mau yg bule juga ada kok.” kataku sambil nyerocos.
mami tertawa mendengarnya dan aku dipeluknya erat. Entah kenapa kok tiba-tiba batang penis ku segera tegang, mungkin karena payudara mami ku yg besar itu mengganjal di dadaku atau juga karena cuaca yg cukup dingin. Beberapa saat kita bersenda gurau melepas rindu dan akhirnya kita memutuskan untuk tidur. mami segera terlelap di kantung tidurnya mungkin karena capek di dalam perjalan tadi siang. Sedangkan aku sulit tidur karena masih membayangkan bentuk tubuh mami ku dan juga batang penis ku belum turun. dgn susah payah, akhirnya aku tertidur juga.

Pagi harinya aku terbangun karena sinar matahari masuk ke tenda kami. Kutengok ke katung tidur mami ku, ternyata mami sudah tidak ada. Setelah sarapan seadanya aku ingin segera mandi di sungai. Jarak dari sungai ke tenda kami sekitar 100 meter. Dari kejauhan aku melihat seorang cewek sedang main air. Ternyata setelah aku dekati tidak lain adalah mami ku sendiri. Penasaran juga, aku semakin dekat sambil mengintip sedang apa sih mami. Tidak lama kemudian, mami membuka kaos putihnya dan juga celana pendeknya. Habis itu mami melihat sekitarnya memastikan tidak ada orang dan juga membuka BH-nya serta celana dalamnya, kemudian langsung terjun ke sungai. Menyaksikan pemandangan yg indah ini, batang penis ku kembali menegang bahkan lebih tegang dari kemarin malam. Tanpa disadari aku mengocok-ngocok batang penis ku sendiri sambil berkhayal aku sedang ML denga mami. Melihat pantatnya yg bulat menyembul dari permukaan air, semakin keras pula aku kocok batang penis ku.
Tidak tahan lagi, “Crooot… crottt… crot…” maniku keluar.

Kuputuskan untuk tidak jadi mandi dan kembali ketenda. Setelah itu kulihat mami juga balik ke tenda dgn raut wajah yg segar kembali. Kita bergegas ganti pakaian karena ingin melihat beberapa acara di pusat perkemahan. Menjelang sore, kita kembali ke area tenda untuk istirahat. Aku segera mengambil handuk untuk pergi mandi, karena seharian ini aku memang belum mandi. Aku pamit dan mami berkata akan segera menyusulku ke sungai. Tentu saja aku kaget campur gembira. Setibanya di sana, ingin tahu juga rasanya mandi berbugil ria di alam terbuka. Kucopot kaos dan celana pendekku sekaligus celana dalamku. Pertama sih aku kedinginan, tapi setelah itu malah keasyikan sampai aku lupa kalau mami ku mau menyusul.
“Bim, kayaknya kamu asyik banget tuh,” tiba-tiba suara mami menyadarkan lamunanku.
Refleks aku menutupi batang penis ku yg sudah lama tegang. Aku sadar mukaku mungkin merah kuning hijau saat itu. Apalagi dia tanpa ragu-ragu membuka kaosnya dan rok mininya.
Terus katanya, “Boleh dong mami ikutan?”

Sambil terheran-heran kujawab, “Bo.. boleh kok…”
Segera mami masuk ke dalam air. Setelah membasahi badannya, mami segera melepas BH-nya diikuti celana dalamnya (mungkin mami menyadari bahwa tidak adil kalau cuma aku yg berbugil ria). Wah birahiku semakin tidak bisa diajak kompromi nih, begitu juga batang penis ku yg sudah mulai kram karena kelamaan tegang.
Kami bercanda siram-siraman, saling mengelitiki dan lainnya. Karena sebel dikitikin (aku paling geli soalnya), kupeluk erat mami ku dari belakang sampai mami tidak bisa bergerak. Ternyata tanpa disengaja, batang penis ku yg sudah tegang ini bersentuhan dgn pantatnya yg bulat (seperti punya bayi) itu.
mami bilang, “Udah dong Bim, mami sakit nih…. aduh apa nih yg nempel di pantat mami?”
Karena kaget bercampur malu, aku tarik mudur pantatku supaya batang penis ku tidak menyentuh pantatnya.

Cerita Dewasa Incest Abis Ngentot Mami Terus Ngentot Tante Kandung ku

“Bim, Bim mami rasa tadi ada benda yg neken pantat mami. Barang kamu yah?” tanyanya.
dgn malunya, saya jawab, “Ngga tau tuh mam, mungkin daun kali.”
mami ku tertawa mendengarnya dan tiba-tiba tangannya sudah memegang batang penis ku.
“Nah, ini nih kayaknya yg mengganjal tadi,” katanya sambil mengelus-ngelus batang penis ku.
Aku tidak bisa bicara apa-apa, kecuali mengendurkan peganganku. Dielusnya batang penis ku dgn lembut sambil dikocok sekali-kali. Aku semakin tidak tahan dibuatnya. Kuciumi lehernya yg putih mulus dari belakang serta tanganku bergerilya ke payudaranya yg besar dan kenyal itu. Terdengar desahan keluar dari mulut mami ku. Rupanya mami juga sudah tidak kuat menahan nafsunya. Kuputar badannya sehingga kita berhadapan muka dan segera kukulum bibirnya yg sex i itu. mami juga membalas ciumanku dgn ganas pula, sehingga lidahku disedot ke dalam rongga mulutnya yg hangat itu. Tidak mau kalah, aku juga melakukan hal yg sama sampai kami kesulitan bernapas karena nafsunya. Air dingin sebatas leher sudah menjadi hangat sepertinya.
dgn tangan kiri menempel di pantatnya dan satu lagi meremas payudaranya, membuat keadaan semakin berkobar. Kubimbing tangannya menuju batu besar di tepi sungai, lalu kusuruh mami duduk di atasnya, sementara aku masih berada di dalam air. Kurentangkan kedua belah kakinya yg indah itu dan segera terlihat bukit yg ditumbuhi bulu-bulu halus serta goanya yg mulai terbuka. dgn insting seorang lelaki, aku jilat lubang vagina mami ku, tempat aku muncul di dunia ini 19 tahun yg lalu. Hal ini membuat mami semakin menekan-nekan kepalaku serta membelai rambutku.
“Ohhh Bim… enak banget… terusss… mami udah ngga tahan,” desahnya.
Kujulurkan lidahku semakin dalam dan semakin terasa pula cairan kecewekannya di lidahku yg terasa sangat nikmat.
“Ohhh yesss… oh yeh… mami keluaaarrr…” tiba-tiba badannya menegang.
Kujilati kembali badannya dari perutnya menuju lehernya hingga tiba di bibirnya. Sekarang badannya sudah berada di dalam air lagi sambil membelakangiku. Kulebarkan kakinya berlawanan arah dan kuisyaratkan untuk lebih membungkuk. dgn keadaan begitu, aku bisa memasukkan batang penis ku yg dari tadi sudah dgn sedikit leluasa.
Ternyata ML di air itu membuat lubang vagina menjadi serat dan agak sulit dimasuki. Susah payah juga, sedikit demi sedikit akhirnya amblas juga semuanya, 20 cm dgn diameter 4 cm punyaku.
“Oh mmmam, you are the best…,” bisikku.
“And you had the biggest dick inside me.” sahutnya sambil mengulum bibirku.
Mulailah ku entot, pertama perlahan-lahan, lama kelamaan semakin cepat sambil memutar-mutar batang penis ku di dalam lubang vagina nya seperti orang mengebor. Kadang aku sengaja agak keras sehingga perutku mendorong-dorong pantatnya. Hampir sekitar 20 menit, kami menikmati adegan ini dan sudah yg kedua kalinya mami ku mengalami orgasme.
Sambil merem melek, aku mendesah, “Mam aku udak mau keluar iih… akh… ahhh… crooottt… croottt… crot…”
Tidak tahan lagi aku tembakkan saja spermaku di dalam hampir sebanyak 6 kali tembakan. Dan kelihatan mami ku sangat menikmati pertemputan ini. Kami kembali berciuman seperti layaknya sepasang kekasih.
Sesudah itu, mami naik duluan ke atas dan kembali ke tenda sambil membawa bajunya tanpa mengenakannya terlebih dahulu. Sementara aku masih memikirkan apa yg baru saja aku lakukan.
Menjelang malam, kulihat mami ku sedang mempersiapkan makan malam untuk kami berdua. Sambil makan malam, kami kembali membahas apa yg terjadi tadi siang, dan tentu saja mami berpesan agar semua yg terjadi di sini cuma kami berdua yg mengetahuinya. Aku sih setuju banget. Setelah kenyang dan mencuci peralatan masak, kami kembali mengobrol sambil menikmati wine yg kami bawa. Mengingat besok sudah harus kembali ke kota, kami berdua sepakat untuk membuat kenangan yg tidak terlupakan.
Kembali kami berciuman mesra di samping api unggun sambil kami saling membukakan pakaian kami masing-masing. Udara dingin yg tadinya menyengat berubah menjadi kehangatan yg tiada tara. Tanpa disadari kami sudah telanjang bulat dan posisiku terlentang di tikar. Sambil berciuman tangan mami mengocok batang penis ku yg sudah mulai menegang, dilanjutkan dgn mejilati dadaku dan pentilku, turun menuju perut terus sampai ke jempol kaki. Dihisapnya jempol kakiku yg membuat aku melayang.
“Bim, ini namanya mandi kucing.” terangnya.
“Aduh mam, enak banget, geli tapi enak.” sahutku gemetaran.
Kembali mami menjilati betisku, dengkulku dan terakhir buah batang penis ku dilahapnya. Dijilatinya satu persatu hingga mengkilap terkena sinar api unggun. Gilanya lidah mami sekali-kali menyapu lubang bool ku yg membuat aku semakin melayang. Tiba akhirnya, lidahnya menjilati kepala batang penis ku sebelum dimasukkan ke mulutnya yg hangat.
dgn sedikit menjulurkan kepalaku, bisa kulihat kepala mami ku naik turun sambil tangannya membelai-belai dadaku. Semakin cepat gairah, kepalanya naik turun sehingga membuatku mau orgasme.
Kubilang, “Mam kayaknya mauuu kkeelluuaarr nih.”
“Yah udah, keluarin aja yah di mulut.” katanya.
Tanpa ragu-ragu kusemprotkan semua spermaku di rongga mulutnya. Lalu terdengar bunyi, “Glek” seperti orang menelan air. Ternyata semua spermaku habis ditelannya tanpa setetes pun tersisa sambil terus menyedot-nyedot batang penis ku dgn rakusnya serasa buah batang penis ku ikut tersedot. Sesudah puas, mami bangkit dan mengambil 2 gelas wine untuk kami berdua, kemudian kami toast.
“Bim, mami sayang banget sama kamu.” katanya.
Tidak mau kalah kataku, “Bim juga sayang sama mami, sayang buanget,” kemudian disambutnya dgn ciuman mesra.
Akhirnya, kami tertidur kecapean tanpa sehelai benangpun di dalam kantong tidur yg sama.
Paginya, kami segera berbenah untuk segera kembali ke kota, karena sore harinya mami ku sudah harus kembali ke LA untuk menemui teman lamanya sebelum mami kembali ke Jakarta. Setibanya di kota aku kembali sibuk mengurus tiketnya dan dia juga sibuk membeli beberapa cindera mata. Sekitar jam 19:30, tibalah waktunya untuk mengantar mami ku ke airport. Terbersit kesedihan di matanya karena kami harus berpisah beberapa saat. Aku juga tidak tahan sebetulnya dgn perpisahan. Setelah boarding, kami mengobrol dulu sejenak, tapi tiba-tiba mami ku menarik tanganku menuju ke suatu tempat. Tempatnya agak pojok seingatku, itu adalah toilet khusus cewek. Setelah menunggu isyarat darinya, baru aku berani masuk dan ternyata kosong. Kami memilih salah satu kamar dan menguncinya dari dalam. Mungkin karena berada di negara yg bebas, aku sedikit tidak terlalu takut. mami ku mengulumku dgn ganasnya sambil membuka retsleting celana jeansku. Maka dgn mudah batang penis ku keluar karena sudah tegang dari tadi. Diciumnya dgn mesra sekali kepala batang penis ku berkali-kali yg kemudian dibenamkan dalam-dalam mulutnya.
Di sela-sela kulumannya sempatnya mami berpesan, “Bim, kalau mami ngga ada, jangan ML sembarangan yah! Pilih-pilih dulu and jangan lupa pake komdom. Buat ngga kena penyakit.”
Aku sih cuma bisa menganggukkan kepala saja, sebab lagi asyik. Semakin menggalak saja mami menghisapnya, sambil tangannya memainkan buah batang penis ku.
“Mam… aku udah mau keluar nihhh… ahhh… uuuhhh… crot… crooot…” kataku sambil menutup mulutku takut terdengar orang lain.
Kali ini mungkin terlalu banyak, sehingga sebagian dari spermaku mengalir keluar melalui bibirnya yg sex i. Diusapnya pakai tangannya kemudian dijilati kembali dgn lidah mungilnya.
Tiba-tiba, kenikmatan kami terganggu karena berita panggilan kepada para penumpang untuk segera naik ke pesawat. dgn tergesa-gesa aku menaikkan celanaku dan kami merapihkan baju masing-masing.
Sementara itu mami ku malah membuka celana dalam G-stringnya dan memberikannya kepadaku sambil berpesan, “Bim, kamu simpan ini, dan bawa balik ke Jakarta kalo kamu pulang nanti…”
Kaget bukan kepalng, aku terima dan aku masukkan ke dalam kantong celana jeansku.
“Ok Mam, aku janji deh.” sahutku sambil mencium keningnya.
Kami berlari menuju pintu masuk. Sempat-sempatnya aku memperhatikan pantat mami ku terguncang-guncang karena tanpa celana dalam dan dibungkus rok mini ketat. Di depan pintu aku mencium tangannya seperti hubungan normal mami dan anak. mami ku bergegas masuk sambil melambaikan tangannya, yg sementara itu aku masih berpikir, sepertinya ada yg janggal di bibir mami ku tadi. Pikir punya pikir ternyata itu bekas spermaku yg membentuk garis putih di atas bibir, seperti orang habis minum susu atau milkshake. Tapi sudah terlanjur masuk, jadi aku tidak sempat untuk memperingati mami supaya menghapusnya dgn tissue.
“Have a nice flight, Mom… see you Bim.” kembali aku bergumam.

Ngentot dgn tante

Saat itu aku baru saja pulang kuliah, langsung saja kumasuk ke kamar. Ketika baru sampai di depan pintu kamar, samar-samar kudengar tante sedang bicara dgn temannya di telpon. Aku orangnya memang suka jahil, kucoba menguping dari balik pintu yg memang sedikit terbuka. Kudengar tante mau mengadakan pesta sex di rumah ini pada hari Sabtu. Aku gembira sekali mendengarnya. Untuk memastikan berita itu, langsung saja aku masuk ke kamar tante. Setelah selesai telpon, tante kaget melihatku sudah masuk ke kamarnya.
“Lho Bim, Kamu udah pulang rupanya. Kamu ada perlu ama Tante, ya..?” katanya.
Aku langsung saja to the point, “Tante, Bim mau nanya.., boleh khan..?” kataku.
“Boleh aja keponakanku sayang, Kamu mau nanya apa..?” sambungnya sambil menyubit pipiku.
“Tapi sebelumnya Bim minta maaf Tante, soalnya Bim tadi nggak sengaja nguping pembicaraan Tante di telpon.”
“Aduhh.. Kamu nakal ya Bim, awas nanti Aku bilangin ama mami Kamu lho. Tapi.. Oke dech nggak apa-apa. Terus apa yg mau Kamu tanyakan, ayo bilang..!” katanya agak jengkel.
“Bim tadi dengar Tante ama teman Tante mau ngadain pesta sex disini, benar itu Tante..?” kataku pelan.
“Idihhh.. jorok ach Kamu. Masak Tante mau ngadain pesta sex disini, itu nggak benar Bim.”
“Tapi tadi Bim dengar sendiri Tante bicara ama teman Tante, please donk Tante, jangan bohongin Bim. Nanti Bim bilangin ama Om kalau Tante mau ngadain pesta disini.” kataku agak mengancam.
“Apaaa..! Aduhhh.., Bim, please jangan bilang ama Om Kamu. Iya dech Tante ngaku.” katanya agak memohon.
“Nah, khan ketahuan Tante bohongin Bim.” kataku senang.
“Terus Kamu mau apa kalau Tante ngadain pesta..?” katanya penasaran.
“Gini Tante, anuuu.., anuuu.., Bim.., pengen… anuuu…”
“Anu apa sih Bim..? Ngomong donk terus terang..!” katanya tambah penasaran.
“Boleh nggak, Bim ikutan pestanya Tante..?”

Aduh tante melotot lagi sambil berkata, “Udah, ah, Kamu ini kayak orang kurang kerjaan aja.”
Terus kurayu lagi, “Yaaaa… Tante.. ya.. please..!”
“Tapi ini khan untuk orang dewasa lagi, Kamu ngaco dech. Lagian khan Kamu masih kecil.” katanya agak kesal.
“Tapi Tante, Bim khan udah gede, masak nggak boleh ikut. Kalau nggak percaya, Tante boleh lihat punya Bim..!”
Lalu kulepaskan celana dan CD-ku. Lalu terlihatlah batang penis ku yg lumayan besar, kira-kira panjangnya 17 cm dgn diameter 10 cm.
Tante kaget sekali melihat ulahku lalu, “Wowww.., Bim sayang.., punya Kamu besar dan panjang sekali. Punya Kamu lebih besar dari Om Kamu. Hhhmmm.., boleh nggak Tante pegang kepala yg besar itu Sayang..?” katanya dgn genit.
“Tante boleh ngobok-ngobok kontolku, tapi Tante harus ngijinin Bim ikut pesta nanti..!” kataku agak mengancam.
“Ya dech, Bim nanti boleh ikut. Tapi Tante mau nanya ama kamu, Bim udah pernah nge sex belom..?” tanyanya.
Lalu kukatakan saja kalau aku belum pernah melakukan sex dgn cewek, tapi kalau raba sana, raba sini, cium sana, cium sini sih aku pernah melakukannya.
“Mau nggak Tante ajarin..?” katanya dgn genit.
Aku cuma terdiam. Lalu tiba-tiba tante meletakkan tangannya di pahaku. Aku begitu terkejut.
“Kenapa Kamu terkejut..? Tante cuma memegang paha Kamu aja kok..!”
Kemudian tante mengambil tanganku, lalu dia mulai menciumi tanganku. Aku merasakan barangku mulai bangun.
Tanteku mulai menciumi leherku, kemudian bibirku dilumat juga. Dia masukkan lidahnya ke dalam mulutku, tanpa kusadari aku mengulum lidahnya. Nafasnya mulai tidak beraturan kudengar. Sementara kami asyik berciuman, tangannya mulai meraba-raba batang penis ku. Dia meremas-remas pelan. Aku pun jadi mulai berani. Kumasuki tanganku ke dalam bajunya untuk meraba payudaranya. Kumasukkan tanganku ke dalam bra-nya, terus kuremas-remas.
“Aaahhh…” dia mulai mendesah.
Tidak lama aku disuruh duduk di tepi ranjang, sementara tante melepaskan bajunya step-by-step. Mataku tidak berkedip sedetik pun. Aku tidak mau melepaskan pemandangan yg indah itu dari mataku. Kelihatan bra-nya yg berwarna hitam transparan, sehingga payudaranya yg putih dgn putingnya yg merah kecoklatan samar terlihat. CD-nya ternyata berwarna hitam transparan berenda. Kulihat belahan memek nya yg tidak ada bulunya itu. Lalu dia melepaskan bra-nya, payudaranya yg lumayan besar itu seperti loncat keluar dan mulai berayun-ayun, membuatku tambah tegang saja. Kemudian dia melepaskan CD-nya. Kelihatan memek nya begitu menarik, agak kecoklatan warnanya. Lalu tante jalan menghampiriku yg duduk di tepi ranjang.

“Tante buka baju Kamu yaaa.., Bim..?” katanya genit.
Aku cuma mengangguk. Setelah aku telanjang total, tante langsung jongkok di depanku dan menyuruhku membuka kaki lebar-lebar. kontol ku yg sudah tegang itu tepat di depan wajahnya. Lalu dia mulai menjilati kakiku mulai dari jempol kakiku dan yg lainnya. Dia naik ke betisku yg berbulu lebat, persis hutan di Kalimantan. Kemudian dia naik lagi ke pahaku, dielusnya dan dijilatinya, setelah itu dia berpindah ke lubang anusku yg juga dicium dan dijilatinya. Tidak cuma itu, ternyata dia memasukkan jari tengahnya ke lubang anusku. Ohh.., nikmatnya. Lalu dia mulai mengelus-elus kontol ku dan tangan satunya memijat-mijat biji kontol ku.
“Aaahhh..!” aku mengerang kenikmatan.

Kemudian dia memasukkan kontol ku ke mulutnya, dia hisap kontol ku, terus diemut-emutnya senjata kejantananku. Dia gerakkan kepalanya naik-turun dgn kontol ku masih di dalam mulutnya. Terasa kontol saya menyentuh tenggorokannya dan masih terus dia tekan. Masih dia tekan terus sampai bibirnya menyentuh badanku. Semua batang kontol ku ditelan oleh tanteku, lidahnya menjilat bagian bawah kontol ku dan bibirnya dibesar-kecilkan, sebuah rasa yg tidak pernah kubayangkan. kontol ku kemudian dikeluar-masukkan, tapi tetap masuk seluruhnya ke tenggorokannya.
Setelah beberapa lama dihisap dan dikeluar-masukkan, terasa batang kontol ku sudah mau mengeluarkan cairan.
Sambil memeras biji penis ku dan tangan yg satu lagi dimasukkannya ke dalam lubang bool ku, kubilang sama tante, “Tante.., Aku mau keluar, ohhh..!”
Dia keluarkan kontol ku dan bilang, “Go on come in My mouth. I want to taste and drink your cum, Bim. Hhhmmm…”
kontol ku dimasukkan lagi, dan sekarang dia memasukkan dgn lebih dalam dan dihisap lebih keras lagi. Setelah beberapa kali keluar masuk, kukeluarkan spermaku di dalam mulut tante, dan langsung ke dalam tenggorokannya. Terasa tengorokannya mengecil dan jari di lubang bool ku lebih ditekan ke dalam lagi sampai semuanya masuk. Aku benar-benar merasakan nikmat yg sulit dikatakan.
Perlahan-lahan dia mengeluarkan batang kontol ku sambil berkata, “Punya Kamu enak Bim.., Tante suka,” katanya, “Sekarang giliran Kamu yaaahhh..!” pintanya.
Kemudian dia berbaring di tempat tidur dan kakinya dikangkanginya lebar-lebar. Tante menyuruhku menjilat memek nya yg kelihatan sudah basah. Baru pertama kali itu kulihat memek secara langsung. dgn agak ragu-ragu, kupegang bibir memek nya.
“Jangan malu-malu..!” katanya.
Kugosok-gosok tanganku di bibir vagina nya itu. Mmmhhh.., dia mulai mengerang. Lama-lama klitorisnya mulai mengeras dan menebal.
“Kamu jilat dong..!” pintanya.
Kemudian aku menunduk dan mulai menjilati memek nya yg sudah merah itu.
“Mmmhhh.., enak juga..” kupikir.
Aku semakin bersemangat menjilati memek tanteku sendiri. Sedang asyik-asyiknya aku menjilati memek , tiba-tiba badan tanteku mengejang.
Desahannya semakin keras, “Aaahhh.., aaahhh..!”
Lalu muncratlah air maninya dari lubang senggamanya banyak sekali. Langsung saja kutelan habis cairan itu. Mmmhhh.., enak juga rasanya.
Kemudian dia bilang, “Ohhh.., God.. bener-bener hebat Kamu Bim.. lemes Tante.. nggak kuat lagi dech untuk berdiri.., ohhh…!”
Lalu dgn perlahan kutarik kedua kakinya ke tepi ranjang, kubuka pahanya lebar-lebar dan kujatuhkan kakinya ke lantai. memek nya sekarang sudah terbuka agak lebar. Nampaknya dia masih terbayang-bayang atas peristiwa tadi dan belum sadar atas apa yg kulakukan sekarang padanya. Begitu tante sadar, kontol ku sudah menempel di bibir vagina nya.
“Tante, Bim udah nggak tahan nich..!” kataku memohon.
Dia mengangguk lemas, lalu, “Ohhh..!” dia cuma bisa menjerit tertahan.
Lalu selanjutnya aku tak tahu bagaimana cara memasukkan kontol ku ke dalam memek nya. Lubangnya agak kecil dan rapat. Tiba-tiba kurasakan tangan tante memegang kontol ku dan membimbing senjataku ke liang kenikmatannya.
“Tekan disini Bim..! Pelan-pelan yaaa.., punya Kamu gede buanget sih..!” katanya sambil tersenyum.
Lalu dgn perlahan dia membantuku memasukkan kontol ku ke dalam lubang vagina nya. Belum sampai setengah bagian yg masuk, dia sudah menjerit kesakitan.
“Aaa.., sakit… oohhh.., pelan-pelan Bim, aduhhh..!” tangan kirinya masih menggenggam batang penis ku, menahan laju masuknya agar tidak terlalu keras.
Sementara tangan kanannya meremas-remas rambutku. Aku merasakan kontol ku diurut-urut di dalam liang kenikmatannya. Aku berusaha untuk memasukkan lebih dalam lagi, tapi tangan tante membuat kontol ku susah untuk memasukkan lebih dalam lagi.
Aku menarik tangannya dari kontol ku, lalu kupegang erat-erat pinggulnya. Kemudian kudorong kontol ku masuk sedikit lagi.

“Aduhhh.., sakittt.., ohhhh.. ssshhh.. aaacchhh..” kembali tante mengerang dan meronta.
Aku juga merasakan kenikmatan yg luar biasa, tak sabar lagi kupegang erat-erat pinggulnya supaya dia berhenti meronta, lalu kudorong sekuatnya batang penis ku ke dalam lagi. Kembali tante menjerit dan meronta dgn buasnya.

Aku berhenti sejenak, menunggu dia tenang dulu lalu, “Lho kok berhenti, ayo goyang lagi donk Bim..,” dia sudah bisa tersenyum sekarang.

cerita dewasa incest Abis Ngentot Mami Terus Ngentot Tante Kandung ku, incest sex ngentot mama ngewe tante, memek mami dientot, cerita seks lobang bool tante
Abis Ngentot Mami Terus Ngentot Tante Kandung ku

Lalu aku menggoyang kontol ku keluar masuk di dalam liang kenikmatannya. Tante terus membimbingku dgn menggerakkan pinggulnya seirama dgn goyanganku.
Lama juga kami bertahan di posisi seperti itu. Kulihat dia cuma mendesis, sambil memejamkan mata. Tiba-tiba kurasakan bibir vagina nya menjepit kontol ku dgn sangat kuat, tubuh tante mulai menggelinjang, nafasnya mulai tak karuan dan tangannya meremas-remas payudaranya sendiri.

“Ohhh.., ohhh.., Tante udah mo keluar nich.., ssshhh.. aaahhh..” goyangan pinggulnya sekarang sudah tidak beraturan, “Kamu masih lama nggak, Bim..? Kita keluarin bareng-bareng aja yuk.. aaahhh..!”

Tidak menjawab, aku semakin mempercepat goyanganku.
“Aaahhh.., Tante keluar Bim..! Ohhh ennaakkk..!” dia mengelinjang dgn hebat, kurasakan cairan hangat keluar membasahi pahaku.

Aku semakin bersemangat ngentot. Aku juga merasa bahwa aku juga akan keluar tidak lama lagi.

Dan akhirnya, “Ahhh.., ssshhh.. ohhh..!” kusemprotkan cairanku ke dalam liang kecewekannya.
Lalu kucabut kontol ku dan terduduk di lantai.

“Kamu hebat..! Sudah lama Tante nggak pernah klimaks.., oohhh..!” katanya girang.
“Ohhh.., Bim cape.., Tante!” kataku sambil tersenyum kelelahan.

Kami tidak lama kemudian tertidur dalam posisi kaki tante melingkar di pinggangku sambil memeluk dan berciuman. Aku sudah tidak ingat jam berapa kami tertidur. yg kutahu, ada yg membersihkan kontol ku dgn lap basah tapi hangat. Ternyata tante yg membersihkan kontol ku dan dia sudah terlihat bersih lagi. Setelah selesai membersihkan kontol ku, dia langsung menjilatinya lagi. dgn tetap semangat, kontol ku dihisap dan dimasukkan ke dalam mulutnya. yg ini terasa lebih dalam dan lebih enak, mungkin posisi mulut lebih cocok dibandingkan waktu aku berdiri.

dgn cepat batang keperkasaanku menjadi keras lagi dan dia bilang, “Bim, sekarang Kamu kerjain Tante dari belakang ya..!”

Dia kemudian membelakangiku, pantat serta memek nya terlihat merekah dan basah, tapi bekas-bekas spermaku sudah tidak ada. Sebelum kumasukkan kontol ku, kujilat dulu bibir memek nya dan lubang bool tante. Tercium bau sabun di kedua lubang tante dan sangat bersih. Cairan dari memek nya mulai membasahi bibir vagina nya, ditambah dgn ludahku. Di ujung penis ku terlihat cairan menetes dari lubang kepala kejantananku. Kuarahkan batang penis ku ke lubang memek nya dan menekan ke dalam dgn pelan-pelan sambil merasakan gesekan daging kami berdua. Suara becek terdengar dari kontol ku dan memek nya, dan cukup lama aku memompanya dgn posisi ini.

Tante kemudian berdiri dan bersandar ke dinding di atas tempat tidur sambil membuka pahanya lebar-lebar. Satu dari kakinya diangkat ke atas. Dari bawah, vagina nya terlihat sangat merah dan basah.

“Ayo masukin lagi sekarang, Bim..!” pintanya tak sabar.
Aku dgn senang hati berdiri dan memasukkan kontol ku ke memek nya. dgn posisi ini, kumasuk-keluarkan kontol ku. Setiap kali aku mendorong batang kontol ku ke memek nya, badan tante membentur dinding.

Sambil memelukku dan sambil berciuman, dia bilang, “Bim, Tante mo keluar nich..!”
Kemudian kurasakan lubang senggamanya diperkecil dan memijat batang keperkasaanku dan bersamaan kami keluar dan orgasme. Aku masih bisa juga keluar, walaupun tadi sudah keluar dua kali. Dan yg kali ini sama enaknya.

Kami terus rebahan di kasur sambil berpelukan. Kepala tante di dadaku dan tangannya memainkan kontol ku yg masih basah oleh sperma dan cairan memek nya. dgn nakal tante menaruh jari-jarinya ke wajahku dan mengusap ke seluruh wajahku. Bau sperma dan memek nya menempel di wajahku. Dia tertawa waktu aku pura-pura mau muntah. Untuk membalasnya, kuraba-raba memek nya yg masih banyak sisa spermaku dan seluruh telapak tanganku basah oleh sperma dan cairan dia. Pelan-pelan kutaruh di wajahnya, dan wajahnya kuolesi dgn cairan itu. Dia tidak mengeluh tapi justru jari-jariku dijilat satu persatu.

Setelah jari dan tanganku bersih, dia mulai menjilati wajahku, semua bekas sperma dan cairannya dibersihkan dgn lidahnya.

Selesai dgn kerjaannya, dia bilang, “Bim, sekarang giliran Kamu yaahh..!”
Wow, tidak disangka aku harus menjilat spermaku sendiri. Karena tidak punya pilihan, aku mulai menjilati cairan di wajahnya, dimulai dari bibirnya sambil kukulum keras-keras. Nafas tante terasa naik lagi dan tangannya mulai memainkan kontol ku. Tidak disangka kalau aku bisa juga membersihkan wajahnya dan menjilat spermaku sendiri.
Tanganku diarahkan ke memek nya dan digosok-gosokkan ke klit-nya. Kami saling memegang kira-kira 30 menit. Terus kami berdua mandi untuk membersihkan badan kami.
Abis Ngentot Mami Terus Ngentot Tante Kandung ku
Abis Ngentot Mami Terus Ngentot Tante Kandung ku, cerita sex , cerita dewasa incest Abis Ngentot Mami Terus Ngentot Tante Kandung ku, incest sex ngentot mama ngewe tante, memek mami dientot, cerita seks lobang bool tante, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Abis Ngentot Mami Terus Ngentot Tante Kandung ku


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/