Memek Ku Lebih Enak Dientot Beramai Ramai Sekaligus

Memek Ku Lebih Enak Dientot Beramai Ramai Sekaligus | Aku Kania Cewek berusia 18 tahun. kawan-kawan mengatakan aku cantik, tinggi 170, kulit putih dengan rambut lurus sebahu. Aku termasuk populer diantara kawan-kawan, pokoknya gaul abis. Namun demikian aku masih mampu menjaga kesucianku sampai. Suatu saat aku dan enam orang kawan Susi (18), Nisa (19), Bobi (21), Daniel (21), Seno (22) dan Jefry (19).

menghabiskan liburan dengan menginap di villa keluarga Jefry di Puncak. Susi walaupun nggak terlalu tinggi (160) memiliki tubuh padat dengan kulit putih, sangat sexy apalagi dengan ukuran buah dada 36b-nya, Susi telah berpacaran cukup lama dengan Bobi.

Diantara kita bertiga Nisa yanng paling cantik, tubuhnya sangat proporsi nggak heran kalau sang pacar, Daniel, sangat tergila-gila dengannya. Sementara aku, Jefry dan Seno masih jomblo. Jefry yanng berdarah India sebenarnya suka sama aku, dia lumayan ganteng cuma saja bulu-bulu dadanya yanng lebat terkadang membuat aku ngeri, karenanya aku cuma menganggap dia nggak lebih dari sekedar teman.

Acara ke Puncak kita mulai dengan hang-out disalah satu kafe terkenal di kota kita. Larut malam baru tiba di Puncak dan langsung menyerbu kamar tidur, kita semua tidur dikamar lantai atas.

Udara dingin membuatku terbangun dan menyadari cuma Susi yanng ada sementara Nisa entah kemana. Rasa haus membuatku beranjak menuju dapur untuk mengambil minum. Sewaktu melewati kamar belakang dilantai bawah, telingaku menangkap suara orang yanng sedang bercakap-cakap.

Kuintip dari celah pintu yanng nggak tertutup rapat, ternyata Daniel dan Nisa. Niat menegur mereka aku urungkan, karena kulihat mereka sedang berciuman, awalnya kecupan-kecupan lembut yanng kemudian berubah menjadi lumatan-lumatan.

Keingintahuan akan kelanjutan adegan itu menahan langkahku menuju dapur. Adegan ciuman itu bertambah panas mereka saling memagut dan berguling-gulingan, lidah Daniel menjalar bagai bagai ular ketelinga dan leher sementara tangannya menyusup kedalam t-shirt meremas-remas buah dada yanng menyebabkan Nisa mendesah-desah, suaranya desahannya terdengar sangat sensual.

Disibakkannya t-shirt Nisa dan lidahnya menjalar dan meliuk-liuk di putingnya, menghisap dan meremas-remas buah dada Nisa. Setelah itu tangannya mulai merayap kebawah, mengelus-elus bagian sensitif yanng tertutup g-string.

Daniel berusaha membuka penutup terakhir itu, tapi sepertinya Nisa keberatan. Lama-lama ku dengar pembicaraan mereka. "Jangan Daniel" tolak Nisa. "Kenapa sayang" tanya Daniel. "Aku belum pernah. gituan" "Makanya dicoba sayang" bujuk Daniel.

"Takut Daniel" Nisa beralasan. "Ngga apa-apa kok" lanjut Daniel membujuk "Tapi Daniel" "Gini deh" , potong Daniel, "Aku cium aja, kalau kamu ngga suka kita berhenti" "Janji ya Daniel" sahut Nisa ingin meyakinkan.

"Janji" Daniel meyakinkan Nisa. Daniel nggak membuang-buang waktu, ia membuka t-shirt dan celana pendeknya dan kembali menikmati bukit kenikmatan Nisa yanng indah itu, perlahan mulutnya merayap makin kebawah.

kebawah. dan kebawah. Ia mengecup-ngecup gundukan diantara paha sekaligus menarik turun g-string Nisa. Dengan hati-hati Daniel membuka kedua paha Nisa dan mulai mengecup vagina nya disertai jilatan-jilatan.

Tubuh Nisa bergetar merasakan lidah Daniel. "Agghh. Daniel. oohh. enakk. Daniel" Mendengar desahan Nisa, Daniel semakin menjadi-jadi, ia bahkan menghisap-hisap vagina Nisa dan meremas-remas buah dada nya dengan liar.

Hentakan-hentakan birahi sepertinya telah menguasai Nisa, tubuhnya menggelinjang keras disertai desahan dan erangan yanng nggak berkeputusan, tangannya mengusap-usap dan menarik-narik rambut Daniel, seakan nggak ingin melepaskan kenikmatan yanng ia rasakan.

Nisa semakin membuka lebar kedua kakinya agar memudahkan mulut Daniel melahap vagina nya. Kepalanya mengeleng kekiri-kekanan, tangannya menggapai-gapai, semua yanng diraih dicengramnya kuat-kuat. Nisa sudah tenggelam dan setiap detik belalu semakin dalam ia menuju ke dasar lautan birahi.

Daniel tahu persis apa yanng harus dilakukan selanjutnya, ia membuka CDnya dan merangkak naik keatas tubuh Nisa. Mereka bergumul dalam ketelanjangan yanng berbalut birahi. Sesekali Daniel di atas sesekali dibawah disertai gerakan erotis pinggulnya, Nisa nggak tinggal diam ia melakukan juga yanng sama.

kontol mereka saling beradu, menggesek, dan menekan-nekan. ngeliat itu semua membuat degup jantung berdetak kencang dan bagian-bagian sensitif di tubuhku mengeras. Aku mulai terjangkit virus birahi mereka.

Daniel kemudian mengangkat tubuhnya yanng ditopang satu tangan, sementara tangan lain memegang kejantannya. Daniel mengarahkan peler nya keselah-selah paha Anggie. "Jangan Daniel, katanya cuma cium aja" sergah Nisa.

"Rileks An" bujuk Daniel, sambil mengosok-gosok ujung penis nya di vagina Nisa. "Tapi. Daniel. oohh. aahh" protes Nisa tenggelam dalam desahannya sendiri. "Nikmatin aja An" "Ehh. akkhh. mpphh" Nisa semakin mendesah "Gitu An. rileks. nanti lebih enak lagi" "He eh Daniel. eesshh" "Enak An. ? " "Ehh. enaakk Daniel" Aku benar-benar ternganga dibuatnya.

Seumur hidup belum pernah aku ngeliat milik pria yanng sebenarnya, apalagi adegan live seperti itu. nggak ada lagi protes apalagi penolakan cuma desahan kenikmatan Nisa yanng terdengar.

"Aku masukin ya An" pertanyaan yanng nggak membutuhkan jawaban. Daniel langsung menekan pinggulnya, ujung peler nya tenggelam dalam vagina Nisa. "Aakhh. Daniel. eengghh" erang Nisa cukup keras, membuat bulu-bulu ditubuhku meremang mendengarnya.

Daniel lebih merunduk lagi dengan sikut menahan badan, perlahan pinggulnya bergerak turun naik serta mulutnya dengan rakus melumat buah dada Nisa. "Teruss. Daniel. enak banget. ohh. isep yanng kerass sayangg" Nisa meracau.

"Aku suka sekali buah dada kamu An. mmhh" "Aku juga suka kamu isep Daniel. ahh" Nisa menyorongkan dadanya membuat Daniel bertambah mudah melumatnya. Bukan cuma Nisa yanng terayun-ayun gelombang birahi, aku yanng ngeliat semua itu turut hanyut dibuatnya.

Tanpa sadar aku mulai meremas-remas buah dada dan memainkan putingku sendiri, membuat mataku terpejam-pejam merasakan nikmatnya. Daniel tahu Nisa sudah pada situasi point of no return, ia merebahkan badannya menindih Nisa dan memeluknya seraya melumat mulut, leher dan telinga Nisa dan.

kulihat Daniel menekan pinggulnya, dapat kubayangkan bagaimana peler nya melesak masuk ke dalam rongga kenikmatan Nisa. "Auuw. Daniel. sakiitt" jerit Nisa. "Stop. stop Daniel" "Rileks An. supaya enak nanti" bujuk Daniel, sambil terus menekan lebih dalam lagi.

"Sakit Daniel. pleasee. jangan diterusin" Terlambat. seluruh peler Daniel telah terbenam di dalam rongga kenikmatan Nisa. Beberapa saat Daniel nggak bergerak, ia mengecup-ngecup leher, pundak dan akhirnya buah dada Nisa kembali jadi bulan-bulanan lidah dan mulutnya.

Perlakuan Daniel membuat birahi Nisa terusik kembali, ia mulai melenguh dan mendesah-desah, lama kelamaan semakin menjadi-jadi. Bagian belakang tubuh Daniel yanng mulai dari punggung, pinggang sampai buah pantatnya tak luput dari remasan-remasan tangan Nisa.

Daniel memahami sekali keadaan Nisa, pinggulnya mulai digerakan memutar perlahan sekali tapi mulutnya bertambah ganas melahap gundukan daging Nisa yanng dihiasi puting kecil kemerah-merahan. "Uhh. ohh. Daniel" desah kenikmatan Nisa, kakinya dibuka lebih melebar lagi.

Daniel nggak menyia-nyiakan kesempatan ini dipercepat ritme gerakan pinggulnya. "Agghh. ohh. terus Daniel" Nisa meracau merasakan peler Daniel yanng berputar-putar di vagina nya, kepalanya tengadah dengan mata terpejam, pinggulnya turut bergoyang.

Merasakan gerakannya mendapat respon Daniel nggak ragu lagi untuk menarik-memasukan penis nya. "Aaauugghh. sshh. Daniel. ohh. Daniel" Nisa tak kuasa lagi menahan luapan kenikmatan yanng keluar begitu saya dari mulutnya.

Pinggul Daniel yanng turun naik dan kaki Nisa yanng terbuka lebar membuat darahku berdesir, menimbulkan denyut-denyut di bagian sensitifku, kumasukan tangan kiri kebalik celana pendek dan cd.

Tubuhku bergetar begitu jari-jemariku meraba-raba vagina ku. "Ssshh. sshh" desisku tertahan manakala jari tengahku menyentuh bibir memek ku yanng sudah basah, sesaat life show Daniel dan Nisa terlupakan.

Kesadaranku kembali begitu mendengar pekikan Nisa. "Adduuhh. Daniel. nikmat sekalii" Nisa terbuai dalam birahinya yanng menggebu-gebu. "Nikmati An. nikmati sepuas-puasnya" "Ssshh. ahh. ohh. ennaak Daniel" "Punya kamu enaakk sekalii An. uugghh" "Ohh. Daniel. aku sayang kamu. sshh" desah Nisa seraya memeluk, pujian Daniel rupanya membuat Nisa lebih agresif, pantatnya bergoyang mengikuti irama hentakan-hentakan turun-naik pantat Daniel.

"Enaak An. terus goyang. uhh. eenngghh" merasakan goyangan Nisa Daniel semakin mempercepat hujaman-hujaman peler nya. "Ahh. aahh. Daniel. teruss. sayaang" pekik Nisa. Semakin liar keduanya bergumul, keringat kenikmatan membanjir menyelimuti tubuh mereka.

"Daniel. tekan sayangg. uuhh. aku mau ke. kelu. aarrghh" erang Nisa. Daniel menekan pantatnya dalam-dalam dan tubuh keduanya pun mengejang. Gema erangan kenikmatan mereka memenuhi seantero kamar dan kemudian keduanya.

terkulai lemas. Dikamar aku gelisah mengingat-ingat kejadian yanng baru saja kulihat, bayang-bayang Daniel menyetubuhi Nisa begitu menguasai pikiranku. Tak kuasa aku menahan tanganku untuk kembali mengusap-usap seluruh bagian sensitif di tubuhku namun keberadaan Susi sangat mengganggu, menjelang ayam berkokok barulah mataku terpejam.

Dalam mimpi adegan itu muncul kembali cuma saja bukan Nisa yanng sedang disetubuhi Daniel tetapi diriku. Jam 10. 00 pagi harinya kita jalan-jalan menghirup udara puncak, sekalian membeli makanan dan cemilan sementara Susi dan Bobi menunggu villa.

Belum lagi 15 menit meninggalkan villa perutku tiba-tiba mulas, aku mencoba untuk bertahan, nggak berhasil, bergegas aku kembali ke villa. Selesai dari kamar mandi aku mencari Susi dan Bobi, rupanya mereka sedang di ruang tv dalam keadaan.

bugil. Lagi-lagi aku mendapat suguhan live show yanng spektakuler. Tubuh Susi setengah melonjor di sofa dengan kaki menapak kelantai, Bobi berlutut dilantai dengan badan berada diantara kedua kaki Susi, Mulutnya mengulum-ngulum vagina Susi, tak lama kemudian Bobi meletakan kedua tungkai kaki Susi dibahunya dan kembali menyantap segitiga venus yanng semakin terpampang dimukanya.

Tak ayal lagi Susi berkelojotan diperlakukan seperti itu. "Ssshh. sshh. aahh" desis Susi. "Oohh. Kel. nikmat sekalii. sayang" "Gigit. Kel. pleasee. gigitt" "Auuw. pelan sayang gigitnyaa" Melengkapi kenikmatan yanng sedang melanda dirinya satu tangan Susi mencengkram kepala Bobi, tangan lainnya meremas-remas buah dada 36b-nya sendiri serta memilin putingnya.

Beberapa saat kemudian mereka berganti posisi, Susi yanng berlutut di lantai, mulutnya mengulum peler Bobi, kepalanya turun naik, tangannya mengocok-ngocok batang kenikmatan itu, sekali-kali dijilatnya bagai menikmati es krim.

Cerita Sex Memek Ku Lebih Enak Dientot Beramai Ramai Sekaligus

Setiap gerakan kepala Susi sepertinya memberikan sensasi yanng luar biasa bagi Bobi. "Aaahh. aauugghh. teruss sayangg" desah Bobi. "Ohh. sayangg. enakk sekalii" Suara desahan dan erangan membuat Susi tambah bernafsu melumat peler Bobi.

"Ohh. Susii. ngga tahann. masukin sayangg" pinta Bobi. Susi menyudahi lumatannya dan beranjak keatas, berlutut disofa dengan pinggul Bobi berada diantara pahanya, tangannya menggapai batang kenikmatan Bobi, diarahkan kemulut vagina nya dan dibenamkan.

"Aaagghh" keduanya melenguh panjang merasakan kenikmatan gesekan pada bagian sensitif mereka masing-masing. Dengan kedua tangan berpangku pada pahanya Susi mulai menggerakan pinggulnya mundur maju, karuan saja Bobi me melihat -geliat merasakan batangnya diurut-urut oleh vagina Susi.

Sebaliknya, milik Bobi yanng menegang keras dirasakan oleh Susi mengoyak-ngoyak dinding dan lorong kenikmatannya. Suara desahan, desisan dan lenguhan saling bersaut manakala kedua insan itu sedang dirasuk kenikmatan duniawi.

Tontonan itu membuat aku nggak dapat menahan keinginanku untuk meraba-raba2 sekujur tubuhku, rasa gatal begitu merasuk kedalam memek ku. Kutinggalkan live show bergegas menuju kamar, kulampiaskan birahiku dengan mengesek-gesekan bantal di vagina ku.

Merasa nggak puas kusingkap rok miniku, kuselipkan tanganku kedalam cd-ku membelai-belai bulu-bulu tipis di permukaan vagina ku dan. akhirnya menyentuh klitorisku. "Aaahh. sshh. eehh" desahku merasakan nikmatnya elusan-elusanku sendiri, jariku merayap tak terkendali ke bibir memek ku, membuka belahannya dan bermain-main ditempat yanng mulai basah dengan cairan pelancar, manakala kenikmatan semakin membalut diriku tiba-tiba pintu terbuka.

Susi! masih dengan pakaian kusut menerobos masuk, untung aku masih memeluk bantal, sehingga kegiatan tanganku nggak tampak olehnya. "Ehh Kania. kok ada disini, bukannya tadi ikut yanng lain? " sapa Susi terkejut.

"Iya Si. balik lagi. perut mules" "Aku suruh Bobi beli obat ya" "Ngga usah Si. udah baikan kok" "Yakin Kania? " "Iya ngga apa-apa kok" jawabku meyakinkan Susi yanng kemudian kembali ke ruang tengah setelah mengambil yanng dibutuhkannya.

Sirna sudah birahiku karena rasa kaget. Malam harinya selesai makan kita semua berkumpul diruang tengah, Jefry langsung memutar vcd x-2. Adegan demi adegan di film mempengaruhi kita, terutama kawan-kawan pria, mereka kelihatan gelisah.

Film masih setengah main Susi dan Bobi menghilang, tak lama kemudian disusul oleh Nisa dan Daniel. Tinggal aku, Seno dan Jefry, kita duduk dilantai bersandar pada sofa, aku di tengah.

ngeliat adegan film yanng bertambah panas membuat birahiku terusik. Rasa gatal menyeruak di vagina ku mengelitik sekujur tubuh dan setiap detik berlalu semakin memuncak saja, aku jadi salah tingkah.

Seno yanng pertama ngeliat kegelisahanku. "Kenapa Kania, gelisah banget horny ya" tegurnya bercanda. "Ngga lagi, ngaco kamu Seno" sanggahku. "Kalau horny bilang aja Kania. hehehe. kan ada kita-kita" Jefry menimpali.

"Rese nih berdua, nonton aja tuh" sanggahku lagi menahan malu. Seno nggak begitu saja menerima sanggahanku, diantara kita ia paling tinggi jam terbangnya sudah tentu ia tahu persis apa yanng sedang aku rasakan.

Seno nggak menyia-nyiakannya, bahuku dipeluknya seperti biasa ia lakukan, seakan tanpa tendensi apa-apa. "Santai Kania, kalau horny enjoy aja, gak usah malu. itu artinya kamu normal" bisik Seno sambil meremas pundakku.

Remasan dan terpaan nafas Seno saat berbisik menyebabkan semua bulu-bulu di tubuhku meremang, tanpa terasa tanganku meremas ujung rok. Seno menarik tanganku meletakan dipahanya ditekan sambil diremasnya, tak ayal lagi tanganku jadi meremas pahanya.

"Remas aja paha aku Kania daripada rok" bisik Seno lagi. Kalau sedang bercanda jangankan paha, pantatnya yanng geboy saja kadang aku remas tanpa rasa apapun, kali ini merasakan paha Seno dalam remasanku membuat darahku berdesir keras.

"Ngga usah malu Kania, santai aja" lanjutnya lagi. Entah karena bujukannya atau aku sendiri yanng menginginkan, nggak jelas, yanng pasti tanganku nggak beranjak dari pahanya dan setiap ada adegan yanng wow kuremas pahanya.

Merasa mendapat angin, Seno melepaskan rangkulannya dan memindahkan tangannya di atas pahaku, awalnya masih dekat dengkul lama kelamaan makin naik, setiap gerakan tangannya membuatku merinding. Entah bagaimana mulainya tanpa kusadari tangan Seno sudah berada dipaha dalamku, tangannya mengelus-elus dengan halus, ingin menepis, tapi, rasa geli-geli enak yanng timbul begitu kuatnya, membuatku membiarkan kenakalan tangan Seno yanng semakin menjadi-jadi.

"Kania gue suka deh liat leher sama pundak kamu" bisik Seno seraya mengecup pundakku. Aku yanng sudah terbuai elusannya karuan saja tambah menjadi-jadi dengan kecupannya itu. "Jangan Seno" namun aku berusaha menolak.

"Kenapa Kania, cuma pundak aja kan" tanpa perduli penolakanku Seno tetap saja mengecup, bahkan semakin naik keleher, disini aku nggak lagi berusaha jaim. "Seno. ahh" desahku tak tertahan lagi.

"Enjoy aja Kania" bisik Seno lagi, sambil mengecup dan menjilat daun telingaku. "Ohh Seno" aku sudah nggak mampu lagi menahan, semua rasa yanng terpendam sejak ngeliat live show dan film, perlahan merayapi lagi tubuhku.

Aku cuma mampu tengadah merasakan kenikmatan mulut Seno di leher dan telingaku. Jefry yanng sedari tadi asik nonton ngeliat ku seperti itu nggak tinggal diam, ia pun mulai turut melakukan hal yanng sama.

Pundak, leher dan telinga sebelah kiriku jadi sasaran mulutnya. ngeliat aku sudah pasrah mereka semakin agresif. Tangan Seno semakin naik hingga akhirnya menyentuh vagina ku yanng masih terbalut cd.

Elusan-elusan di vagina ku, remasan Jefry di buah dada ku dan kehangatan mulut mereka dileherku membuat magma birahiku menggelegak sejadi-jadinya. "Agghh. Seno. Jefry. ohh. sshh" desahanku bertambah keras.

Jefry menyingkap tang-top dan braku bukit kenyal 34b-ku menyembul, langsung dilahapnya dengan rakus. Seno juga beraksi memasukan tangannya kedalam cd meraba-raba vagina ku yanng sudah basah oleh cairan pelicin.

Aku jadi tak terkendali dengan serangan mereka tubuhku bergelinjang keras. "Emmhh. aahh. ohh. aagghh" desahanku berganti menjadi erangan-erangan. Mereka melucuti seluruh penutup tubuhku, tubuh polosku dibaringkan dilantai beralas karpet dan mereka pun kembali menjarahnya.

Jefry melumat bibirku dengan bernafsu lidahnya menerobos kedalam rongga mulutku, lidah kita saling beraut, mengait dan menghisap dengan liarnya. Sementara Seno menjilat-jilat pahaku lama kelamaan semakin naik.

naik. dan akhirnya sampai di vagina ku, lidahnya bergerak-gerak liar di klitorisku, bersamaan dengan itu Jefry pun sudah melumat buah dada ku, putingku yanng kemerah-merahan jadi bulan-bulanan bibir dan lidahnya.


Cerita seks Memek Ku Lebih Enak Dientot Beramai Ramai Sekaligus
  • Diperlakukan seperti itu membuatku kehilangan kesadaran, tubuhku bagai terbang diawang- awang, terlena dibawah kenikmatan hisapan-hisapan mereka. Bahkan aku mulai berani punggung Jefry kuremas-remas, kujambak rambutnya dan merengek-rengek meminta mereka untuk nggak berhenti melakukannya.
  • "Aaahh. Seno. Jefry. teruss. sshh. enakk sekalii" "Nikmatin Kania. nanti bakal lebih lagi" bisik Jefry seraya menjilat dalam-dalam telingaku. Mendengar kata lebih lagi aku seperti tersihir, menjadi hiperaktif pinggul kuangkat-angkat, ingin Seno melakukan lebih dari sekedar menjilat, ia memahami, disantapnya vagina ku dengan menyedot-nyedot gundukan daging yanng semakin basah oleh ludahnya dan cairanku.
  • nggak berapa lama kemudian aku merasakan kenikmatan itu semakin memuncak, tubuhku menegang, kupeluk Jefry yanng sedang menikmati puting susu dengan kuatnya. "Aaagghh. Seno. Jefry. akuu. oohh" jeritku keras, dan merasakan hentak-hentakan kenikmatan didalam vagina ku.
  • Tubuhku melemas. lungai. Seno dan Jefry menyudahi hidangan pembukanya, dibiarkan tubuhku beristirahat dalam kepolosan, sambil memejamkan mata kuingat-ingat apa yanng baru saja kualami. Permainan Jefry di buah dada dan Seno di vagina ku yanng menyebarkan kenikmatan yanng belum pernah kualami sebelumnya, dan hal itu telah kembali menimbulkan getar-getar birahi diseluruh tubuhku.
  • Aku semakin tenggelam saja dalam bayang-bayang yanng menghanyutkan, dan tiba-tiba kurasakan hembusan nafas ditelingaku dan rasa nggak asing lagi. hangat basah. Ahh. bibir dan lidah Jefry mulai lagi, tapi kali ini tubuhku seperti di gelitiki ribuan semut, ternyata Jefry sudah polos dan bulu-bulu lebat di tangan dan dadanya menggelitiki tubuhku.
  • Begitupun Seno sudah bugil, ia membuka kedua pahaku lebar-lebar dengan kepala sudah berada diantaranya. Mataku terpejam, aku sadar betul apa yanng akan terjadi, kali ini mereka akan menjadikan tubuhku sebagai hidangan utama.
  • Ada rasa kuatir dan takut tapi juga menantikan kelanjutannya dengan berdebar. Begitu kurasakan mulut Seno yanng berpengalaman mulai beraksi. hilang sudah rasa kekuatiran dan ketakutanku. Gairahku bangkit merasakan lidah Seno menjalar dibibir memek ku, ditambah lagi Jefry yanng dengan lahapnya menghisap-hisap putingku membuat tubuhku me melihat -geliat merasakan geli dan nikmat dikedua titik sensitif tubuhku.
  • "Aaahh. Seno. Jefry. nngghh. aaghh" rintihku tak tertahankan lagi. Seno kemudian mengganjal pinggulku dengan bantal sofa sehingga pantatku menjadi terangkat, lalu kembali lidahnya bermain di memek ku.
  • Kali ini ujung lidahnya sampai masuk kedalam liang kenikmatanku, bergerak-gerak liar diantara memek dan bool, seluruh tubuhku bagai tersengat aliran listrik aku hilang kendali. Aku merintih, mendesah bahkan menjerit-jerit merasakan kenikmatan yanng tiada taranya.
  • Lalu kurasakan sesuatu yanng hangat keras berada dibibirku. peler Jefry! Aku mengeleng-gelengkan kepala menolak keinginannya, tapi Jefry nggak menggubrisnya ia malah manahan kepalaku dengan tangannya agar nggak bergerak.
"Jilat. Kania" perintahnya tegas. Aku nggak lagi bisa menolak, kujilat batangnya yanng besar dan sudah keras membatu itu, Jefry mendesah-desah merasakan jilatanku. "Aaahh. Kania. jilat terus. nngghh" desah Jefry.

"Jilat kepalanya Kania" aku menuruti permintaannya yanng tak mungkin kutolak. Lama kelamaan aku mulai terbiasa dan dapat merasakan juga enaknya menjilat-jilat batang penis itu, lidahku berputar dikepala kontol nya membuat Jefry mendesis desis.

"Ssshh. nikmat sekali Kania. isep sayang. isep" pintanya diselah-selah desisannya. Aku tak tahu harus berbuat bagaimana, kuikuti saja apa yg pernah kulihat di film, kepala peler nya pertama-tama kumasukan kedalam mulut, Jefry meringis.

"Jangan pake gigi Kania. isep aja" protesnya, kucoba lagi, kali ini Jefry mendesis nikmat. "Ya. gitu sayang. sshh. enak. Kania" ngeliat Jefry saat itu membuatku turut larut dalam kenikmatannya, apalagi ketika sebagian peler nya melesak masuk menyentuh langit-langit mulutku, belum lagi kenakalan lidah Seno yanng tiada henti-hentinya menggerayangi setiap sudut memek ku.

Aku semakin terombang-ambing dalam gelombang samudra birahi yanng melanda tubuhku, aku bahkan nggak malu lagi mengocok-ngocok peler Jefry yanng separuhnya berada dalam mulutku. Beberapa saat kemudian Jefry mempercepat gerakan pinggulnya dan menekan lebih dalam penis nya, tanganku tak mampu menahan laju masuknya kedalam mulutku.

Aku menjadi gelagapan, ku geleng-gelengkan kepalaku hendak melepaskan benda panjang itu tapi malah berakibat sebaliknya, gelengan kepalaku membuat kontol nya seperti dikocok-kocok. Jefry bertambah beringas mengeluar-masukan batangnya dan.

"Aaagghh. nikmatt. Kania. aku. kkeelluaarr" jerit Jefry, sperma nya menyembur-nyembur keras didalam mulutku membuatku tersedak, sebagian meluncur ke tenggorokanku sebagian lagi tercecer keluar dari mulutku. Aku sampai terbatuk-batuk dan meludah-ludah membuang sisa yanng masih ada dimulutku.

Seno nggak kuhiraukan aku langsung duduk bersandar menutup dadaku dengan bantal sofa. "Gila Jefry. kira-kira dong" celetukku sambil bersungut-sungut. "Sorry Kania. ngga tahan. abis isepan kamu enak banget" jawab Jefry dengan tersenyum.

"Udah Kania jangan marah, kamu masih baru nanti lama lama juga bakal suka" sela Seno seraya mengambilkan aku minum dan membersihkan sisa sperma dari mulutku. Seno benar, aku sebenarnya tadi menikmati sekali, apalagi ngeliat mimik Jefry saat akan keluar cuma saja semburannya yanng membuatku kaget.

Seno membujuk dan memelukku dengan lembut sehingga kekesalanku segera surut. Dikecupnya keningku, hidungku dan bibirku. Kelembutan perlakuannya membuatku lupa dengan kejadian tadi. Kecupan dibibir berubah menjadi lumatan-lumatan yanng semakin memanas kita pun saling memagut, lidah Seno menerobos mulutku meliuk-liuk bagai ular, aku terpancing untuk membalasnya.

Ohh. sungguh luar biasa permainan lidahnya, leher dan telingaku kembali menjadi sasarannya membuatku sulit menahan desahan-desahan kenikmatan yanng begitu saja meluncur keluar dari mulutku. Seno merebahkan tubuhku kembali dilantai beralas karpet, kali ini dadaku dilahapnya puting yanng satu dihisap-hisap satunya lagi dipilin-pilin oleh jari-jarinya.

Dari dada kiriku tangannya melesat turun ke vagina ku, dielus-elusnya kelentit dan bibir memek ku. Tubuhku langsung me melihat -geliat merasakan kenakalan jari-jari Seno. "Ooohh. mmppff. ngghh. sshh" desisku tak tertahan.

"Teruss. Seno. aakkhh" Aku menjadi lebih menggila waktu Seno mulai memainkan lagi lidahnya di memek ku, seakan kurang lengkap kenikmatan yanng kurasakan, kedua tanganku meremas-remas buah dada ku sendiri.

"Ssshh. nikmat Seno. mmpphh" desahanku semakin menjadi-jadi. Tak lama kemudian Seno merayap naik keatas tubuhku, aku berdebar menanti apa yanng akan terjadi. Seno membuka lebih lebar kedua kakiku, dan kemudian kurasakan ujung peler nya menyentuh mulut vagina ku yanng sudah basah oleh cairan cinta.

"Aauugghh. Seno. pelann" jeritku lirih, saat kepala peler nya melesak masuk kedalam rongga memek ku. Seno menghentikan dorongannya, sesaat ia mendiamkan kepala kontol nya dalam kehangatan liang vagina ku.

Kemudian-masih sebatas ujungnya-secara perlahan ia mulai memundur-majukannya. Sesuatu yanng aneh segera saja menjalar dari gesekan itu keseluruh tubuhku. Rasa geli, enak dan entah apalagi berbaur ditubuhku membuat pinggulku me melihat -geliat mengikuti tusukan-tusukan Seno.

"Ooohh. Seno. sshh. aahh. enakk Seno" desahku lirih. Aku benar-benar tenggelam dalam kenikmatan yanng luar biasa akibat gesekan-gesekan di mulut vagina ku. Mataku terpejam-pejam kadang kugigit bibir bawahku seraya mendesis.

"Enak. Kania" tanya Seno berbisik. "He ehh Seno. oohh enakk. Seno. sshh" "Nikmatin Kania. nanti lebih enak lagi" bisiknya lagi. "Ooohh. Seno. ngghh" Seno terus mengayunkan pinggulnya turun-naik-tetap sebatas ujung peler nya-dengan ritme yanng semakin cepat.

Selagi aku terayun-ayun dalam buaian birahi, tiba-tiba Seno menekan peler nya lebih dalam membelah vagina ku. "Auuhh. sakitt Seno" jeritku saat peler nya merobek selaput daraku, rasanya seperti tersayat silet, Seno menghentikan tekanannya.

"Pertama sedikit sakit Kania. nanti juga hilang kok sakitnya" bisik Seno seraya menjilat dan menghisap telingaku. Entah bujukannya atau karena geliat liar lidahnya, yanng pasti aku mulai merasakan nikmatnya milik Seno yanng keras dan hangat didalam rongga memek ku.

Seno kemudian menekan lebih dalam lagi, membenamkan seluruh penis nya dan mengeluar-masukannya. Gesekan peler nya dirongga vagina ku menimbulkan sensasi yanng luar biasa! Setiap tusukan dan tarikannya membuatku menggelepar-gelepar.

"Ssshh. ohh. ahh. enakk Seno. empphh" desahku tak tertahan. "Ohh. Kania. enak banget punya kamu. oohh" puji Seno diantara lenguhannya. "Agghh. terus Seno. teruss" aku meracau tak karuan merasakan nikmatnya hujaman-hujaman peler Seno di memek ku.

Peluh-peluh birahi mulai menetes membasahi tubuh. Jeritan, desahan dan lenguhan mewarnai pergumulan kita. Menit demi menit peler Seno menebar kenikmatan ditubuhku. Magma birahi semakin menggelegak sampai akhirnya tubuhku tak lagi mampu menahan letupannya.

"Seno. oohh. tekan Seno. agghh. nikmat sekali Seno" jeritan dan erangan panjang terlepas dari mulutku. Tubuhku mengejang, kupeluk Seno erat-erat, magma birahiku meledak, mengeluarkan cairan kenikmatan yanng membanjiri relung-relung vagina ku.

Tubuhku terkulai lemas, tapi itu nggak berlangsung lama. Beberapa menit kemudian Seno mulai lagi memacu gairahku, hisapan dan remasan didadaku serta pinggulnya yanng berputar kembali membangkitkan birahiku.

Lagi-lagi tubuhku dibuat mengelepar-gelepar terayun dalam kenikmatan duniawi. Tubuhku dibolak-balik bagai daging panggang, setiap posisi memberikan sensasi yanng berbeda. Entah berapa kali vagina ku berdenyut-denyut mencapai klimaks tapi Seno sepertinya belum ingin berhenti menjarah tubuhku.

Selagi posisiku di atas Seno, Jefry yanng sedari tadi cuma menonton serta merta menghampiri kita, dengan berlutut ia memelukku dari belakang. Leherku dipagutnya seraya kedua tangannya memainkan toket ku.

Apalagi ketika tangannya mulai bermain-main diklitorisku membuatku menjadi tambah meradang. Kutengadahkan kepalaku bersandar pada pundak Jefry, mulutku yanng tak henti-hentinya mengeluarkan desahan dan lenguhan langsung dilumatnya. Pagutan Jefry kubalas, kita saling melumat, menghisap dan bertukar lidah.

Pinggulku semakin bergoyang berputar, mundur dan maju dengan liarnya. Aku begitu menginginkan peler Seno mengaduk-aduk seluruh isi rongga vagina ku yanng meminta lebih dan lebih lagi. "Aaargghh. Kania. enak banget. terus Kania. goyang terus" erang Seno.

Erangan Seno membuat gejolak birahiku semakin menjadi-jadi, kuremas toket ku sendiri yanng ditinggalkan tangan Jefry. Ohh aku sungguh menikmati semua ini. Jefry yanng merasa kurang puas meminta merubah posisi.

Seno duduk disofa dengan kaki menjulur dilantai, Akupun merangkak kearah penis nya. "Isep Kania" pinta Seno, segera kulumat peler nya dengan rakus. "Ooohh. enak Kania. isep terus" Bersamaan dengan itu kurasakan Jefry menggesek-gesek bibir memek ku dengan kepala peler nya.

Tubuhku bergetar hebat, saat penis Jefry-yanng satu setengah kali lebih besar dari milik Seno-dengan perlahan menyeruak menembus bibir memek ku dan terbenam didalamnya. Tusukan-tusukan peler Jefry serasa membakar tubuh, birahiku kembali menggeliat keras.

Aku menjadi sangat binal merasakan sensasi erotis dua batang peler didalam tubuhku. penis Seno kulumat dengan sangat bernafsu. Kesadaranku hilang sudah naluriku yanng menuntun melakukan semua itu.

"Kania. terus Kania. gue ngga tahan lagi. Aaarrgghh" erang Seno. Aku tahu Seno akan segera menumpahkan cairan kenikmatannya dimulutku, aku lebih siap kali ini. Selang berapa saat kurasakan semburan-semburan hangat air mani Seno.

"Aaagghh. nikmat banget Kania. isep teruss. telan Kania" jerit Seno, lagi-lagi naluriku menuntun agar aku mengikuti permintaan Seno, kuhisap peler ya yanng menyemburkan cairan hangat dan. kutelan cairan itu.

Aneh! Entah karena rasanya, atau sensasi sexual karena ngeliat Seno yanng mencapai klimaks, yanng pasti aku sangat menyukai cairan itu. Kulumat terus itu hingga tetes terakhir dan benda keras itu mengecil.

lemas. Seno beranjak meninggalkan aku dan Jefry, sepeninggal Seno aku merasa ada yanng kurang. Ahh. ternyata dikerjai dua pria jauh lebih mengasikkan buatku. Namun hujaman-hujaman kontol Jefry yanng begitu bernafsu dalam posisi doggy dapat membuatku kembali merintih-rintih.

Apalagi ditambah dengan elusan-elusan Ibu jarinya dibool ku. Bukan cuma itu, setelah diludahi Jefry bahkan memasukan Ibu jarinya ke lubang bool ku. Sodokan-sodokan di vagina ku dan Ibu jarinya dilubang anus membuatku mengerang-erang.

"Ssshh. engghh. yanng keras Jefry. mmpphh" "Enak banget Jefry. aahh. oohh" Mendengar eranganku Jefry tambah bersemangat mengentot kedua lubang memek ku, Ibu jarinya kurasakan tambah dalam menembus bool ku, membuatku tambah lupa daratan.

Sedang asiknya menikmati, Jefry mencabut peler dan Ibu jarinya. "Jefryi. kenapa dicabutt" protesku. "Masukin lagi Jefry. pleasee" pintaku menghiba. Sebagai jawaban aku cuma merasakan ludah Jefry berceceran di lubang bool ku, tapi kali ini lebih banyak.

Cerita seks gangbang, Memek Ku Lebih Enak Dientot Beramai Ramai Sekaligus, abg pesta sex, memek ku lebih enak dientot, cerita threesome bispak, perek ngentot ramean, cewek dientot rame, kisah dewasa porno
Memek Ku Lebih Enak Dientot Beramai Ramai Sekaligus

Aku masih belum mengerti apa yanng akan dilakukannya. Saat Andi mulai menggosok kepala penis nya dilubang anus baru aku sadar apa yanng akan dilakukannya. "Jefryi. pleasee. jangan disitu" aku menghiba meminta Jefry jangan melakukannya.

Jefry nggak menggubris, tetap saja digosok-gosokannya, ada rasa geli-geli enak kala ia melakukan hal itu. Dibantu dengan sodokan jarinya di memek ku hilang sudah protesku. Tiba-tiba kurasakan kepala kontol nya sudah menembus bool ku.

Perlahan namun pasti, sedikit demi sedikit batang kenikmatannya membelah bool ku dan tenggelam habis didalamnya. "Aduhh sakitt Jefry. akhh. ! " keluhku pasrah karena rasanya mustahil menghentikan Jefry.

"Rileks Kania. seperti tadi, nanti juga hilang sakitnya" bujuknya seraya mencium punggung dan satu tangannya lagi mengelus-elus klitorisku. Separuh tubuhku yanng tengkurap disofa sedikit membantuku, dengan begitu memudahkan aku untuk mencengram dan mengigit bantal sofa untuk mengurangi rasa sakit.

Berangsur-angsur rasa sakit itu hilang, aku bahkan mulai menyukai batang keras Jefry yanng menyodok-nyodok bool ku. Perlahan-lahan perasaan nikmat mulai menjalar disekujur tubuhku. "Aaahh. aauuhh. oohh Jefry" erang-erangan birahiku mewarnai setiap sodokan penis Jefry yanng besar itu.

Jefry dengan buasnya menghentak-hentakan pinggulnya. Semakin keras Jefry menghujamkan peler ya semakin aku terbuai dalam kenikmatan. Seno yanng sudah pulih dari istirahatnya nggak ingin cuma menonton, ia kembali bergabung.

Membayangkan akan dijarah lagi oleh mereka menaikan tensi gairahku. Atas inisiatif Seno kita pindah kekamar tidur, jantungku berdebar-debar menanti permainan mereka. Seno merebahkan diri terlentang ditempat tidur dengan kepala beralas bantal, tubuhku ditarik menindihinya.

Sambil melumat mulutku yanng segera kubalas dengan bernafsu-ia membuka lebar kedua pahaku dan langsung menancapkan kontol nya kedalam vagina ku. Jefry yanng berada dibelakang membuka belahan pantatku dan meludahi lubang bool ku.

Menyadari apa yanng akan mereka lakukan menimbulkan getaran birahi yanng tak terkendali ditubuhku. Sensasi sexual yanng luar bisa hebat kurasakan saat peler mereka yanng keras mengaduk-aduk rongga vagina dan bool ku.

Hentakan-hentakan milik mereka dikedua lubang memek ku memberi kenikmatan yanng tak terperikan. Jefry yanng sudah lelah berlutut meminta merubah posisi, ia mengambil posisi tiduran, tubuhku terlentang diatasnya, peler nya tetap berada didalam bool ku.

Seno langsung membuka lebar-lebar kakiku dan menghujamkan peler nya di memek ku yanng terpampang menganga. Posisi ini membuatku semakin menggila, karena bukan cuma kedua lubang memek ku yanng digarap mereka tapi juga buah dada ku.

Jefry dengan mudahnya memagut leherku dan satu tangannya meremas toket ku, Seno melengkapinya dengan menghisap puting toket ku satunya. Aku sudah nggak mampu lagi menahan deraan kenikmatan demi kenikmatan yanng menghantam sekujur tubuhku.

Hantaman-hantaman Seno yanng semakin buas dibarengi sodokan Jefry, sungguh tak terperikan rasanya. Hingga akhirnya kurasakan sesuatu didalam vagina ku akan meledak, keliaranku menjadi-jadi. "Aaagghh. ouuhh. Seno. Jefry. tekaann" jerit dan erangku tak karuan.

Dan tak berapa lama kemudian tubuhku serasa melayang, kucengram pinggul Seno kuat-kuat, kutarik agar batangnya menghujam keras di memek ku, seketika semuanya menjadi gelap pekat. Jeritanku, lenguhan dan erangan mereka menjadi satu.

"Aduuhh. Seno. Jefry. nikmat sekalii" "Aaarrghh. enakk bangeett" Keduanya menekan dalam-dalam kontol mereka, cairan hangat menyembur hampir bersamaan dikedua lubang memek ku. Tubuhku bergetar keras didera kenikmatan yanng amat sangat dahsyat, tubuhku mengejang berbarengan dengan hentakan-hentakan di vagina ku dan akhirnya kita.

terkulai lemas. Sepanjang malam tak henti-hentinya kita ngentot beramai ramai merasakan kenikmatan demi kenikmatan sampai akhirnya tubuh kita nggak lagi mampu genjot kelamin kita. kita terhempas kedalam mimpi dengan senyum kepuasan.

Dihari-hari berikutnya bukan cuma Jefry dan Seno yanng memberikan kepuasan, tapi juga pria-pria lain yanng aku sukai. Tapi aku nggak pernah bisa meraih kenikmatan bila cuma dengan satu pria.

aku baru akan mencapai kepuasan bila dientot gangbang ramean oleh dua atau tiga pria sekaligus.
Memek Ku Lebih Enak Dientot Beramai Ramai Sekaligus
Memek Ku Lebih Enak Dientot Beramai Ramai Sekaligus, cerita sex , Cerita seks gangbang, Memek Ku Lebih Enak Dientot Beramai Ramai Sekaligus, abg pesta sex, memek ku lebih enak dientot, cerita threesome bispak, perek ngentot ramean, cewek dientot rame, kisah dewasa porno, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Memek Ku Lebih Enak Dientot Beramai Ramai Sekaligus


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/