Nonok Istri Dientot Peler Adik Ipar Gede Banget

Nonok Istri Dientot Peler Adik Ipar Gede Banget - Namaku Namaku Wirna. Usiaku kini 23 tahun. saya udah menikah dengan Marko yg kini berusia 25 tahun, dan kini saya adalah seorang ibu muda, dengan seorang anak yg baru berusia 6 bulan yg kita beri nama Mike.

Sejak pacaran dan menikah sampai sekarang ini, suami ku sering berpergian ke luar negeri utk urusan pekerjaan. saya sendiri adalah wanita yg mendapat karunia wajah yg cantik, itu menurut teman temanku. saya memiliki rambut yg lurus dan panjang sampai sebahu. Tubuhku udah kembali ramping dan indah seperti pujian suami ku, meskipun saya baru melahirkan setengah tahun yg lalu. Mungkin hal itu karena saya rajin mengikuti senam aerobik, dan memang saya menjaga pola makan supaya badanku gak semakin melar, dan saya sedikit banyak bangga karenanya.

saya sendiri kagak bekerja di luar, karena suami ku memiliki penghasilan yg lebih dari cukup. Dan memang suami ku mau saya menjadi ibu rumah tangga yg baik aja, dengan tinggal di rumah utk merawat anak kita dengan baik. Kehidupan sex kita juga luar biasa. suami ku adalah lelaki perkasa di tempat tidur, dan saya sungguh menikmati kehidupanku ini. Kini kalau suami ku gak ada di rumah, saya cuma tinggal dengan anakku, juga pembantu kita yg kupanggil bi Inah, satpam kita yg bernama Bram, tukang kebun kita yg bernama pak Handi, dan juga sopir kita yg bernama Hikman. Di usiaku yg sekarang ini, nafsu sex saya tentu sedang tinggi tingginya. Ditinggal oleh suami ku bekerja seperti ini, kadang saya amat merindukan ngentot dgnnya. Demikian sekilas tentang keadaanku dan keluargaku.

Hari itu hari Sabtu. Siang hari itu, saya menerima telepon dan saya terkejut dengan berita yg aneh. saya mendapatkan hadiah sebuah mobil lewat undian sebuah produk. Dan seingatku, saya gak pernah mengikuti prosedur undian itu.

dengan santai saya berkata, “Pak, terserah bapak mau bicara apa, tapi saya gak akan pernah mentransfer uang apapun utk pajak atau yg lain”.

Dan orang itu berkata panjang lebar, “Ibu Wirna, kita memaklumi kalau ibu berhati hati, memang kita gak menyuruh ibu membayar apapun, karena pajak hadiah ditanggung oleh kita. kita akan mengantarkan hadiah itu langsung ke rumah ibu sekitar satu jam lagi. Gratis bu, gak dipungut biaya apapun. Ibu boleh mencobanya, kalau ternyata mobilnya bermasalah kita langsung mengganti dengan yg baru. Tapi itu kagak akan terjadi bu, karena kita udah melakukan…pemeriksaan terhadap mobil ini”.

Mendengar hal ini, saya cuma bisa mengangkat bahu dan berkata, “Ya terserah bapak. Maaf, dengan bapak siapa saya bicara?”.

Dan orang itu menjawab, “dengan bapak Dani. Ibu bisa menghubungi kita di nomer *** ****. saya mengiyakan aja dan kemudian memutus pembicaraan. Dalam hati saya merasa aneh, tapi ya kalau gratis, apa salahnya?

Kulihat sekarang ini adalah jam 1 siang. saya baru selesai makan siang, maka saya menyusui dan menidurkan anakku, supaya nanti ketika saya pergi saya gak begitu kuatir. Dan memang satu jam kemudian saya mendengar bel rumahku berbunyi, dan ketika saya keluar, saya melihat sebuah mobil Kijang Innova keluaran terbaru, dengan cat yg mulus mengkilap. Di belakangnya berhenti sebuah mobil Kijang pickup. Mungkin utk mereka yg mengantar mobilku ini pulang nanti. saya agak terkejut juga, berarti mungkin ini benar. Seseorang turun dari mobil pickup itu, sementara orang yg udah berdiri di depan pintu rumah menyapaku.

Cerita Seks Nonok Istri Dientot Peler Adik Ipar Gede Banget

“Bu Wirna? Saya Dani”, kata orang yg bernama Dani itu sambil mengulurkan tangannya.

saya menjabat tangannya dengan sedikit perasaan ragu dan menjawab “Wirna”.

Orang itu memang penampilannya rapi. Tapi wajahnya agak seram. saya mencoba membuang semua pikiran negatif. Dan kemudian orang satunya yg berpenampilan biasa biasa, yg juga berwajah biasa biasa, menjabat tanganku.

“Dito”, katanya.

saya menjabat tangannya dan menjawab, “Wirna”.

Setelah acara kenalan yg menurutku cuma formalitas ini, kita duduk di teras rumah, dan saya disodori formulir yg saya baca di bagian awal dan akhir aja, utk memastikan saya gak keluar uang apapun utk mendapatkan hadiah ini. Lalu Dani menawarkan padaku utk mencoba mobil itu, karena nantinya saya harus mengisi formulir utk memberikan ‘penilaian’ tentang kondisi mobil itu, sebelum acara serah terima surat kendaraan dilakukan. saya setuju aja, dan saya menerima kunci mobil itu dari Dani. saya masuk ke dalam mobil itu, joknya masih terbungkus plastik semua, baunya khas mobil baru. Dan dengan didampingi mereka, saya mulai mencoba mobil itu.

Semua baik baik aja, sampai tiba tiba di sebuah gang yg sepi di dekat rumahku, Dani yg duduk di kursi depan menarik handbrake. saya terkejut sekali, sampai lupa menginjak pedal kopling dan mesin mobil ini mati. saya menoleh kepada Dani, tapi belum sempat saya bertanya, dari belakang saya dibekap, oleh Dito tentunya. Kurasakan bau yg menyengat, dan gak lama kemudian semuanya gelap…

Perlahan saya mulai sadar. saya mengeluh perlahan, ketika saya gak bisa menggerakkan kedua tanganku yg terentang. Sakit rasanya. saya mulai mencoba mengerti apa yg terjadi pada diriku. Ternyata kedua pergelangan tanganku yg terentang ini, terikat erat pada semacam pilar di ruangan ini. Sedangkan saya sendiri terbaring di atas matras. yg membuatku tercekat, saya udah gak mengenakan apa apa lagi selain bra dan celana dalamku. Kakiku memang masih bebas, tapi apa artinya? saya kini udah gak berdaya dengan tangan yg terpasung seperti ini. saya memejamkan mata dan menggigit bibir, gak sanggup membayangkan apa yg akan terjadi padaku. saya mulai menyesali kebodohanku tadi, mengapa bisa terjebak dengan iming iming hadiah itu.

Tiba tiba pintu ruangan ini terbuka, lalu masuk seseorang yg membuatku ternganga gak percaya pada pengelihatanku.

“Hikman?”, seruku gak percaya.

“Halo Wirna… lama gak jumpa… bagaimana kabarnya?”, kata Hikman dengan senyum yg membuat hatiku dingin seperti disiram air es. saya takut sekali.

“Hikman… apa yg kamu lakukan ini? Ingat Hikman, saya ini kakak iparmu. Tolong lepaskan saya..”, saya mencoba menyadarkan Hikman walaupun saya tau ini mungkin sekali merupakan hal yg sia sia.

saya tau Hikman memang menginginkan saya sejak saya dikenalkan Marko pada keluarganya. Hikman adalah adik Marko yg kini berusia 24 tahun. Wajahnya memang cukup tampan. Dan sejak ia mengenalku, ia udah beberapa kali mencoba mendekatiku, tapi tentu aja saya gak memberinya respon. Suatu hari ketika saya berkunjung ke rumah Marko saat masih tinggal bersama keluarganya, Hikman nekat dan nyaris berhasil memperkosaku. Untung aja waktu itu kepulangan Marko menyelamatkanku, dan sejak itu saya tau saya harus menghindari orang ini. Tapi kini saya udah jatuh ke dalam tangannya. Tanpa sadar saya bergidik ngeri.

Mendengar kata kataku, Hikman cuma tertawa. Ia mendekatiku dan ‘krek…’. Hikman merenggut braku hingga tali talinya putus.

“Aduh…”, saya mengeluh perlahan, sedikit sakit rasanya pada bagian tubuhku yg tertekan tali braku saat ditarik Hikman. saya memejamkan mataku erat erat, malu sekali rasanya payudaraku terlihat oleh laki laki lain selain suami ku.

“Wirna… Wirna… kamu kira saya segoblok itu udah bersusah payah menjebakmu seperti ini dan melepaskan kamu begitu aja? Hahaha… saya belum gila, Wirna”, kata Hikman sambil menyeringai mengerikan saat saya menatapnya dengan marah bercampur takut.

“Hikman, kamu gila… lepaskan saya!!”, saya mulai panik dan membentaknya.

‘breeet… breeet’… seruanku dijawab Hikman dengan merenggut robek celana dalamku, hingga kini saya udah telanjang bulat.

saya menjerit kecil. Kini saya cuma bisa memandangi Hikman dengan jantung berdebar ketika ia mulai melucuti pakaiannya sendiri. Sesekali saya mencoba meronta, tapi gak ada hasil sama sekali karena saya benar benar gak bisa menggerakkan kedua tanganku yg terentang lebar. saya tau, nasib yg buruk akan segera menimpaku, dan perlahan saya mulai menangis.

“Lho sayang… kok nangis sih? Tenang aja, sebentar lagi kamu juga akan keenakan kok”, ejek Hikman yg udah bersiap di selangkanganku.

saya semakin ngeri, dengan suara gemetar saya memohon, “Hikman, tolong jangan begini… saya ini kakakmu… kakak iparmu… masa kamu tega berbuat begini padaku…”.

Hikman tertawa sinis dan berkata dengan suara kasar, “Diam Wirna. Kamu telah merendahkanku. Kamu selalu menolakku. Kamu gak pernah menghargai saya”.

saya sadar kalau saya memang selalu menjaga jarak dgnnya, karena saya merasa ia berbahaya. Dan kini memang semuanya terbukti kan?

Dan sambil merenggangkan kedua pahaku lebar lebar, Hikman melanjutkan, “Kamu gak pernah mau saya ajak pergi makan berdua. Kamu anggap saya gak layak pergi berdampingan bersamamu. Benar benar perempuan sombong! Karena itu sekarang rasakan pembalasanku!”.

Berkata begitu, Hikman menempelkan kepala peler nya ke bibir lobang nonok saya. saya makin panik dan berusaha menggerakkan pinggulku menghindari hunjaman peler Hikman saat Hikman mulai memajukan pinggulnya.

Berhasil, peler itu gak sampai melesak masuk menerobos lobang nonok saya.

Tapi rupanya Hikman marah dengan perbuatanku, ia menamparku dengan keras, hingga saya mengaduh dan menangis kesakitan.

“Jangan coba coba lagi Wirna, atau nanti kamu akan kuberikan pada dua kacungku di depan itu!”, ancam Hikman dengan suara yg mengerikan.

Mendengar hal itu saya langsung melemas dan pasrah, di sela tangisanku, saya cuma bisa mengumpat getir, “Kamu gila.. Hikman”.

Hikman cuma tertawa dan saya cuma bisa membiarkan kepala peler Hikman menemukan bibir lobang nonok saya, dan sesaat kemudian saya mengerang kesakitan saat lobang nonok saya tertembus oleh batang peler Hikman.

saya mulai menangis saat Hikman memompa lobang nonok saya. Walaupun saya udah pernah melahirkan, tapi berkat senam dan ramuan khusus, lobang nonok saya kembali menyempit. Konsekuensinya, kini saya merasa kesakitan karena lobang nonok saya dipompa peler Hikman yg cukup besar.

saya memalingkan mukaku supaya gak melihat wajah Hikman yg kesenangan karena berhasil mendapatkan tubuhku. Ia meremasi kedua payudaraku dengan gemas, seolah melampiaskan segala nafsunya yg gak kesampaian utk menikmati tubuhku sejak dulu. Sedangkan saya sendiri cuma bisa terus menggeliat kesakitan.

“Wirna… punyamu enaak”, erang Hikman dengan tatapan penuh gairah padaku sambil terus ngentot nonok aku.

mau saya menamparnya, tapi kedua tanganku gak bisa kugerakkan. saya cuma bisa merelakan lobang nonok saya ditembusi oleh laki laki yg harusnya memperlakukanku sebagai kakak iparnya. Tapi Hikman memang udah kesetanan, ia mulai mencumbuiku dengan sangat bernafsu. Bibirku dilumatnya dengan ganas, sementara kedua payudaraku diremasnya dengan kuat.

Perlahan saya mulai terangsang karena perbuatan adik iparku ini, rasa terhina karena diperkosa mulai berganti dengan rasa nikmat yg melanda selangkanganku dan juga sekujur tubuhku.

Rupanya nonok saya udah mampu beradaptasi dengan ukuran peler Hikman yg tadinya terasa begitu menyesakkan. saya malu sekali, mau rasanya saya menyembunyikan wajahku yg terasa panas ini. Tapi tentu aja hal itu gak bisa kulakukan, maka saya cuma bisa pasrah namun mati matian berusaha menahan diri supaya gak kelihatan menikmati hal ini.

Tapi sayangnya, tubuhku terlalu jujur, perlahan tanpa mampu kucegah, pinggangku terangkat saat saya menahan nikmat yg luar biasa. Kurasakan peler Hikman melesak begitu dalam ketika ia menghunjamkan kuat kuat kedalam lobang nonok saya, membuatku menggeliat keenakan seperti cacing kepanasan.

Hikman tertawa sinis dan mulai menghinaku, “Ternyata kamu menikmati punyaku juga Wirna. Makanya kamu jadi cewek jangan sok suci.. hahaha.. kalau udah kemasukan gini, toh kamu keenakan juga..”.

Sambil menghinaku Hikman terus memompa lobang nonok saya dengan gencar. saya udah gak tau apa yg harus kulakukan, karena perlahan tapi pasti saya sedang diantar menuju orgasme.

“Hikman… oohh… sudaah… ampuuun… ennngghh”, saya mulai mengerang dan melenguh.

“Kenapa Wirna? Enak ya?”, ejek Hikman dan malah makin gencar memompa lobang nonok saya.

“Kamu…”, saya gak bisa menjawab, tubuhku menggigil, selangkanganku serasa akan meledak.

saya terus mengerang dan melenguh, sampai akhirnya saya mengejang hebat, kepalaku terlempar ke sana kemari karena saya menggelepar dihantam badai orgasme ini.

“Oh Wirna… kamu cantik sekali kalau seperti ini”, desah Hikman yg gak menunjukkan tanda tanda akan orgasme, sementara saya sendiri sedang menderita dalam kenikmatan orgasme yg berkepanjangan ini, dan nikmatnya selangkanganku yg terus dipompa Hikman semakin menjadi jadi.

Namun rasa ngilu mulai menghampiri lobang nonok saya, dan makin lama rasa itu makin menderaku.

saya udah gak kuat lagi, dan berteriak “Hikman… aaaaah… hentikaaaan… amppuuuun…”.

Ia benar benar perkasa seperti suami ku, cuma aja suami ku lebih pengertian, membiarkanku beristirahat kala saya mengalami orgasme. Sedangkan Hikman sama sekali gak memperdulikan keadaanku, ia cuma mencari kenikmatannya sendiri.

saya makin menderita dalam kenikmatan ini, rasanya tulang tulang di dalam tubuhku terlepas semua dari sambungannya, sementara tubuhku meliuk liuk dan menggelepar terhempas badai orgasme yg terus menerus ini. Entah cairan cintaku udah membanjir berapa banyak, saya mulai pening dan gak mampu mengerang lagi. dengan kejam Hikman terus memompa lobang nonok saya, sampai akhirnya ruangan ini rasanya berputar, semuanya gelap…

Ketika saya mulai sadar, kurasakan kedua puting susuku seperti ada yg mengulum dan menyedoti dengan kuat. nonok saya masih terasa sedikit sakit, tapi udah gak terasa sesak, artinya Hikman udah selesai memompa lobang nonok saya. Becek sekali rasanya lobang nonok saya, saya tau si brengsek itu pasti mengeluarkan spermanya di dalam sana. Untungnya saya sedang dalam masa kagak subur, jadi saya gak perlu takut hamil. Tapi kini saya sadar, ada dua orang sekaligus yg mengulum puting susuku, yg berarti ada orang lain selain Hikman. Dan saya mulai mengenali mereka berdua ini, bahkan Hikman bukan salah satu dari mereka. Ternyata Dani dan Dito yg kini sedang menyusu pada kedua payudaraku.

“Jangaaaan”, saya menjerit ngeri.

saya gak bisa berbuat apa apa, kedua tanganku yg terentang ini gak bisa kugerakkan sedikitpun, sementara mereka berdua dengan santai meneruskan perbuatan mereka.

“Lepaskan saya… Hikman kamu bajingaaaan…”, saya mengumpat dalam keputus asaanku.

Dan kudengar tawa yg membuatku bergidik ngeri. Kemudian saya melihat Hikman masuk, dan memegang handycam.

Ia merekamku! Merekamku yg sedang pasrah gak berdaya saat kedua puting susuku disedot oleh kedua kacungnya.

“Biadab kamu Hikman… Kamu kan udah janji..”, saya langsung terdiam.

Bajingan ini memang gak pernah berjanji apa apa.

“Kenapa Wirna? Kok diam? Apa saya salah? saya memang gak pernah berjanji kalau kamu gak akan kuberikan pada mereka bukan? Hahahaha…”, Hikman tertawa dengan memuakkan.

saya cuma bisa menangis. Habislah saya, saya udah dalam cengkeraman Hikman sepenuhnya. Entah seperti apa nasibku di hari hari berikutnya. Sementara kedua kacung Hikman ini tertawa senang, dan mereka kembali mencucup kedua puting susuku dengan bersemangat, gak lupa tentunya mereka juga meremasi payudaraku.

Beberapa saat kemudian, dengan gaya yg menjijikkan, mereka membuka mulut mereka yg penuh air susuku ke arah kamera.

“Wow.. air susu Wirna”, kata Hikman sambil menyorot mulut kedua kacungnya.

Kedua orang itu menelan air susuku.

“Bagaimana rasanya Dani? Dito? Enak kagak?”, tanya Hikman penasaran.

“Gurih abis bos, susu amoy gini”, kata Dani.

“Lebih enak dari susu sapi”, sambung Dito.

Kurang ajar sekali mereka ini. Dan Hikman kelihatannya penasaran, lalu ia menaruh handycamnya.

“saya juga mau coba”, gumannya.

Ia mendekati payudaraku, dan setelah memberikan beberapa jilatan yg membuatku mau gak mau merasa terangsang, tiba tiba ia udah mencucup puting susuku. Beberapa sedotan dilakukannya, sementara saya cuma bisa mendesah keenakan.

“Bos, susunya diremas”, kata Dani.

“Bisa tambah banyak keluarnya”, Dito menyambung.

Maka Hikman menyedot puting susuku sambil meremasi payudaraku. saya sedikit menggeliat kesakitan. Ia terus melakukannya sampai puas, sementara saya cuma bisa menggigil menahan nikmat.

“Susu yg enak, Wirna”, kata Hikman dengan nada puas.

“Nanti saya minta lagi”, sambungnya sambil kembali mengambil handycamnya.

“Lanjutkan”, perintah Hikman pada Dani dan Dito.

Mereka berdua yg udah melepaskan semua baju mereka hingga telanjang bulat selagi menunggu Hikman mencicipi susuku. Mereka tentu aja kembali mengerubutiku dengan kesenangan.

Handycam itu kembali merekamku. Kini Dani dan Dito berniat memuaskan diri mereka sendiri, bisa terlihat dari mereka mengocok peler mereka sendiri utk makin menegangkan ereksi peler mereka. Melihat ukuran peler mereka berdua ini, saya makin ngeri. Baik panjang maupun diameternya semuanya lebih dari ukuran milik Hikman.

saya berusaha mematikan semua perasaanku. Kini saya digumuli oleh dua kacung si Hikman. Kedua pahaku dilebarkan oleh Dani. saya masih terlalu lemas utk mencoba menghindar.

Akibatnya, bless… kembali lobang nonok saya tertusuk oleh sebatang peler .

saya menggigit bibir, menahan segala perasaan malu dan sakit ini, air mataku terus mengalir. Handycam yg dipegang Hikman terus menyorot ke arah nonok saya yg sedang dipompa oleh Dani. Mukaku rasanya panas sekali membayangkan saya sedang membintangi film porno amatir ini.

Perlahan Hikman mengarahkan sorotan handycamnya ke arah tubuhku bagian atas, dan sempat berhenti agak lama ketika menyorot kedua payudaraku. Dito sempat meremasi kedua payudaraku dan semua itu disorot oleh Hikman. Sementara itu tubuhku harus terus menggeliat karena menerima rangsangan dua orang sekaligus. lobang nonok saya dipompa dengan gencar oleh Dani sementara kedua payudaraku diremas dengan gemas oleh Dito. saya sendiri antara mendesah keenakan dan merintih kesakitan. lobang nonok saya masih belum beradaptasi sepenuhnya dengan ukuran peler Dani, tapi udah mendatangkan nikmat yg membuatku serasa melayang.

“udah… hentikaaan…”, saya mengerang dan mulai menggelepar, karena kurasakan lobang nonok saya kembali ngilu dipompa segencar itu.

Dani sendiri kelihatannya udah akan berejakulasi, tubuhnya bergetar hebat saat ngentot nonok aku, dan gak lama kemudian ia mengerang panjang dan meneriakkan namaku, “Ooouuuhhh… bu Wirna…”.

Tubuhnya berkelojotan di atasku, dan kurasakan peler nya berdenyut keras di dalam sana. Beberapa semprotan air mani kurasakan membasahi lobang nonok saya, dan Hikman segera bergerak ke tempat yg bagus utk menyorotan handycamnya ke arah nonok saya. Kurasakan Dani mencabut peler nya perlahan, dan Hikman terus menyorot daerah nonok saya, saya malu sekali. Gejolak yg sempat membuatku hampir orgasme kini mereda. Tapi gilanya, si Dito langsung bersiap menggilirku, ia udah mengarahkan peler nya ke lobang nonok saya. saya memang gak bisa apa apa, cuma bisa menggigit bibir saat kurasakan lobang nonok saya tertusuk oleh peler nya Dito. cuma aja sekarang rasanya gak begitu sakit, dan setelah beberapa genjotan, Hikman menyorot mukaku, karena si Dani udah menempelkan peler nya ke mulutku.

“Wirna, ayo kulum”, perintah Hikman.

saya cuma bisa menurut, toh saya udah gak ada gunanya lagi membantah. Daripada saya mendapat tamparan atau siksaan lain, saya lebih baik mengikuti kemauan bedebah ini. Perlahan kubuka mulutku, dan peler Dani yg masih belepotan sperma dan cairan cintaku, menerjang masuk ke dalam mulutku. Rasanya amis dan asin, membuatku mau muntah. Tapi saya berusaha gak memikirkan rasanya, dan mau cepat menyelesaikan tugasku. saya terus mengulum peler si Dani ini, kubersihkan cepat cepat dan kutelan semua sisa spermanya dan cairan cintaku sendiri. Dani yg udah gak tahan mengerang panjang dan menarik peler nya dari mulutku.

Penderitaanku belum selesai.

“Buka mulutmu, Wirna”, perintah Hikman sambil menyorotkan handycamnya ke mulutku.

“Perlahan!”, perintahnya lagi.

saya mulai membuka mulutku perlahan, dan Hikman terus menyorot mulutku.

“Bagus”, katanya dengan puas.

saya malu sekali, pasti saya terlihat layaknya seorang wanita nakal dalam handycam itu. gak lama kemudian tubuhku terguncang guncang, rupanya Dito mulai menikmati lobang nonok saya. dengan bersemangat ia mengentot lobang nonok saya, sementara saya gak tau bagaimana sekarang raut wajahku saat menahan malu dan nikmat dan disorot oleh handycam milik Hikman. Panas sekali wajahku rasanya, untungya Hikman kemudian ganti menyorot tubuhku bagian bawah. Kini saya tinggal memusatkan perhatianku pada si Dito.

Diam diam saya melakukan gerakan kegel, sejenis gerakan menahan buang air kecil, sambil pura pura merintih keenakan, supaya Dito cepat ejakulasi dan semua ini segera berakhir. Sesuai harapanku, gak lama kemudian Dito yg terangsang habis habisan, melolong lolong dan meneriakkan namaku.

“Aaaaarrrrghh… Bu Wirna…”, jeritnya dan kemudian ia menarik peler nya, tentu aja setelah di dalam sana lobang nonok saya dibasahi air maninya.

Hikman dengan giat terus menyorot lobang nonok saya yg tentunya gak mampu menampung sperma kedua pemerkosaku ini. Jari tangannya ditusukkan ke lobang nonok saya mengorek sisa sperma Dani dan Dito. Dito sendiri segera beranjak ke arah wajahku, saya tau ia hendak menagih jatah servis oral dariku.

Seperti tadi, Hikman yg buru buru mengarahkan handycamnya ke wajahku memberikan instruksi instruksi padaku hingga membuatku kembali terlihat seperti pelacur. Tapi saya cuma bisa menurutinya, walaupun dengan hati pedih.

Setelah semua selesai, Hikman mematikan handycamnya.

“Hikman, udah, lepaskan saya… please”, saya memohon.

Tapi Hikman gak menjawab, malah ia dengan bernafsu melihat ke arah payudaraku.

saya langsung tersadar dan teringat keinginan Hikman tadi, yaitu mau merasakan air susuku lagi.

Dan memang benar, Hikman segera melumat puting susuku, ia menyedot susuku sepuas puasnya. saya mendesah keenakan, memang rasanya nikmat sekaligus amat merangsangku. saya menggigit bibir, apalagi Dani ikutan melakukan hal yg sama pada puting susuku yg sebelah. Kini dua orang dewasa menyusu pada kedua payudaraku seperti bayi, dan saya cuma bisa memejamkan mata berharap mereka segera selesai.

saya melamunkan suami ku… maafkan saya Marko… saya bahkan sempat orgasme ketika diperkosa adikmu…

gak terasa sampai si Dito juga udah puas menyusu, dan akhirnya ikatanku dilepaskan. Lega rasanya, walaupun terasa sakit pada bekas ikatan di kedua pergelangan tanganku. saya duduk dan mengurut kedua pergelangan tanganku, dan saya memandang Hikman dengan benci sekaligus takut, karena dengan rekaman handycam itu, ia pasti akan menggunakannya utk mengancamku agar menurutinya kelak kalau ia menginginkan tubuhku lagi. Ia tersenyum dengan penuh kemenangan ketika bersama dua kacungnya melihat hasil rekaman film porno tadi.

Cerita Dewasa ngentot Nonok Istri Dientot Peler Adik Ipar Gede Banget cerita nonok istri dientot peler adik, kisah sex terbaru nonok istri dientot peler adik
Nonok Istri Dientot Peler Adik Ipar Gede Banget

saya malu sekali, dan saya mencari cari pakaian luarku yg ternyata berserakan gak jauh dari tempat saya digangbang tadi.

“udah puas kalian?”, bentakku dengan jengkel dan menahan tangis.

saya memakai pakaianku tanpa bra dan celana dalam. Keduanya memang udah gak bisa saya pakai karena tadi direnggut paksa dari tubuhku hingga robek. Mereka tertawa tawa dan beberapa saat lamanya mereka menonton rekaman pemerkosaan terhadap diriku, kemudian Hikman mematikan handycamnya. Ia menghampiriku dan tiba tiba melumat bibirku.

saya menarik wajahku ke belakang utk melepaskan diri dari ciumannya, lalu saya menamparnya, keras sekali.

“Bajingan kamu Hikman! Kamu tega sekali melakukan ini semua… sekarang antarkan saya pulang!”, kataku lirih, sambil menangis.

Hikman mengelus pipinya yg baru kutampar keras itu dan memandangku dengan aneh. saya bergidik ditatap oleh Hikman seperti itu. Lalu Hikman melangkah ke arah luar diikuti oleh kedua kacungnya. saya mengikuti mereka, dan dengan tegang saya masuk ke dalam mobil Kijang Innova pembawa petaka itu. saya duduk di kursi penumpang depan, Hikman yg menyetir, sementara Dani dan Dito duduk di belakang.

Dalam perjalanan, kita semua diam, sedangkan saya sendiri dalam ketegangan yg luar biasa, karena saya berada semobil dengan para pemerkosaku. Tapi untungnya mereka gak melecehkanku lebih lanjut, dan mobil sialan ini mengarah ke rumahku.

Ketika saya turun dari mobil, saya mendengar Hikman berkata, “Wirna, sampai ketemu lagi, kapan kapan kita main main lagi ya”.

dengan muak saya membanting pintu mobil, dan saya segera masuk ke dalam rumah sambil menahan tangis.

saya segera melihat anakku. Agak lega melihatnya masih tertidur pulas.

saya segera mandi dan keramas, membersihkan tubuhku yg udah ternoda oleh adik iparku yg bejat itu, yg tega menyerahkanku pada dua kacungnya. saya memang rindu bermain cinta, tapi itu adalah dengan suami ku sendiri, bukan dengan Hikman, bukan dengan mereka ini. Apalagi diperkosa seperti tadi, sakit sekali hatiku rasanya. Tanpa sadar saya kembali menangis.

saya tau hari ini adalah hari pertama saya mengalami penghinaan seperti ini, dan ini bukan hari terakhir.

Terbukti dua hari kemudian, saya mendapat kiriman DVD dari Hikman, yg berisi rekaman pemerkosaan terhadap diriku oleh dua kacungnya itu, dengan sebuah surat bertuliskan “Wirna, lain kali kita bermain tanpa ikatan pada kedua tanganmu… kamu pasti akan lebih menikmatinya”
Nonok Istri Dientot Peler Adik Ipar Gede Banget
Nonok Istri Dientot Peler Adik Ipar Gede Banget, cerita sex , Cerita Dewasa ngentot Nonok Istri Dientot Peler Adik Ipar Gede Banget cerita nonok istri dientot peler adik, kisah sex terbaru nonok istri dientot peler adik, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Nonok Istri Dientot Peler Adik Ipar Gede Banget


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/