Tante Girang Haus Sex Minta Dientot

Tante Girang Haus Sex Minta Dientot | Hari itu gua sedang sibuk menyelesaikan salah satu proyekku untuk sebuah perusahaan tekstil. Iseng-iseng untuk refreshing, gua buka e-mail, dan membalas e-mail yg masuk. Ada beberapa e-mail ucapan terimakasih dari mereka yg telah sukses mengikuti langkahku menggeluti bisnis wiraswasta ini.

Ada juga e-mail dari calon pelanggan meminta proposal. Juga ada beberapa e-mail joke dari teman-temanku. Sedang asyik-asyiknya membaca dan membalas e-mail, tiba-tiba HPku berbunyi. "yg. , sedang apa nih? gua kangen. " suara Monika pacarku terdengar di ujung sana.

"Hai Mon. , biasa sedang nyelesaiin kerjaan nih. Kamu masih kuliah ya? " "Iya. Lagi nunggu kelas berikutnya. Nanti malam jadi khan? " "Pasti donk. gua juga kangen banget sama kamu. " jawabku mesra.

"Iya deh. Udah dulu ya yg. Dosennya udah datang. Bye. " gua pun kemudian melanjutkan membalas e-mail. Setelah itu, kututup program e-mailku, dan akupun kembali mengerjakan proyekku.

Lagi-lagi hp-gua berbunyi. Kulihat di layar, ternyata tante Sonya menelponku. "Halo Rudi. , apa kabar sayang? " "Baik tante. " "Kamu kok udah beberapa hari ini nggak main ke sini? Sedang sibuk ya? " "Iya tante. " "Sombong ya. Mentang-mentang banyak proyek lupa sama tante. " "Nggak tante. Kan. " Belum sempat gua menyelesaikan perkataanku, tante Sonya sudah memotong pembicaraanku.

"Rudi. Tante punya teman. Dia katanya punya proyek buat kamu. Kamu hubungi dia hari ini ya. " "Baik tante. " Tante Sonyapun kemudian memberikan nama dan alamat serta nomor telepon temannya.

"Asal jangan lupa kamu harus ke sini besok. Tante sudah kengen. " "ok tante. Terimakasih ya. Besok pasti Rudi ke sana. Kangen juga sama tante yg sexy abis. " jawabku bercanda.

"Ih. Kamu nakal ya. Awas ya besok. " jawabnya sembari tertawa kecil. Memang gua sudah ketagihan berhubungan sex dengan tante Sonya. Semenjak bertemu saat membeli mobilnya dulu, seringkali kami tetap bertemu dan saling memuaskan birahi masing-masing.

Sebagai lelaki normal, siapa juga yg akan menolak diajak berselingkuh dengan tante secantik itu. sembari memegang secarik kertas berisi nama teman tante Sonya, akupun berpikir apakah gua masih punya waktu untuk menerima proyek baru lagi.

Sebab setelah proyek untuk perusahaan tekstil ini masih ada dua proyek lagi yg harus gua selesaikan. Tetapi kupikir gua terima saja, nanti kalau tidak bisa mengerjakannya sendiri, gua bisa minta tolong temanku yg dulu mengenalkanku pada bisnis ini untuk membantu.

Alternatif lain, gua bisa minta deadline yg agak panjang dari teman tante Sonya ini. Singkat cerita, sore itu gua segera bergegas menuju alamat sebuah gallery di kawasan Kemang.

Setelah mengutarakan maksud kedatanganku pada satpam yg membuka pintu, akupun memasukkan mobilku ke dallam pekarangan gallery yg luas itu. "Sore. Saya ingin bertemu dengan ibu Cindy. " "Oh. Ya silakan tunggu dulu ya Mas. Namanya siapa darimana? " jawab resepsionis di gallery itu.

"Rudi. Saya sudah punya janji kok" Resepsionis itupun kemudian menelepon, dan setelah itu berujar. "Mari Mas, saya antar ke dallam" Kamipun menuju ruang kantor ibu Cindy sembari melewati ruang gallery.

Gallery tersebut indah sekali dengan banyaknya lukisan yg bagus-bagus diterpa lampu sorot sehingga menambah keindahannya. "Permisi Bu. Ini Mas Rudi" kata si resepsionis setelah kami memasuki ruangan kantor ibu Cindy.

Kuperhatikan ternyata ibu Cindy ini masih muda, mungkin sekitar 30 tahunan. Wajahnya cantik dan berkulit putih mulus. Saat itu dia memakai gaun dengan tali tipis di pundaknya, serta syal yg melingkar indah di lehernya yg jenjang.

Gaun itu terlihat gak sanggup menahan payudara nya yg membusung padat. Ditambah dengan gaun mininya yg memperlihatkan kakinya yg mulus, menambah darah mudaku bergejolak ngeliat nya. "Hai Rudi. Saya Cindy" Kurasakan tangannya yg lentik itu halus menjabat tanganku.

"Ayo silakan duduk. " katanya mempersilakanku duduk di sofa dallam ruangan kantornya. Ibu Cindypun kemudian duduk di seberangku. Kamipun berbincang basa-basi sebentar. Ternyata dia adalah teman fitness tante Sonya.

Tante Sonya telah bercerita banyak tentangku termasuk bisnisku. Kamipun kemudian berbincang lebih serius mengenai bisnisku. Untuk ngeliat penjelasanku yg menggunakan notebook, ibu Cindypun pindah duduk di sebelahku.

Tubuhnya menyebarkan wangi parfum yg lembut, menambah bergejolaknya nafsu kelelakianku. sembari berbincang, sesekali kulihat belahan payudara nya yg putih mulus tersembul dari gaunnya. Ingin rasanya kuremas payudara nya yg menggemaskan itu, tetapi gua tentu harus bersikap professional.

Singkat kata, ibu Cindy tertarik dan menyetujui harga yg kuminta. Iapun memintaku untuk menyiapkan kontrak kerja untuk disetujui bersama. "Tapi saya minta sedikit kelonggaran waktu ya Bu. Soalnya saya masih ada beberapa proyek yg harus diselesaikan" kataku.

Cerita Sex Tante Girang Haus Sex Minta Dientot

"Oh. Begitu ya. Berapa lama punya saya selesainya? " "Kira-kira satu bulan ya Bu. " "Ok deh. Nggak apa. " katanya "Oh ya kamu mau minum apa Rudi? " "Apa aja deh. " Ibu Cindy pun kemudian menelepon pembantunya dan meminta dua orange juice.

"Kamu masih kuliah ya Rudi" "Masih Bu. Tahap akhir" "Oh. Kamu jangan panggil saya Bu. Saya masih muda lho. Panggil saja tante" "Oh iya tante" Akupun terenyum dallam hati.

Persis pengalamanku dengan tante Sonya dulu yg tidak mau dipanggil ibu. Pembantu tante Cindy kemudian masuk menyajikan minuman. "Ayo diminum Rudi" kata tante Cindy saat si pembantu beranjak pergi.

Tante Cindy lalu bangkit mengikuti pembantunya kemudian menutup pintu ruang kantor dan menguncinya. Kembali tante Cindy duduk di sebelahku sembari meminum orange juicenya. Pahanya yg putih mulus terlihat begitu menggoda saat dia menumpangkan kakinya.

Akupun gak tahan untuk tidak ngeliat pemandangan indah itu. "Sedang lihat apa Rudi? " katanya sembari tersenyum manis. "Oh nggak kok tante. " "Ayo kamu sedang mikir yg jorok ya. " katanya lagi menggoda.

"Nggak kok tante. Cuma kagum aja. Habis tante cantik banget. " "Ih. Kamu genit juga ya. Pinter merayu" godanya lagi. Tangannya kemudian meraih tanganku dan diletakkannya di atas pahanya.

"Kamu pengin ini kan? " sembari berkata begitu tante Cindy mendekatkan wajahnya dan mencium bibirku. gak kuat menahan nafsu yg sedari tadi telah bergolak, kubalas ciuman tante Cindy dengan penuh gairah.

sembari berciuman, kuremas dan kuusap pahanya yg mulus itu, sementara tanganku yg lain mengusap-usap rambutnya. "Ehh. " erang tante Cindy ketika tanganku menyentuh celana dalamnya yg telah basah.

Erangannya makin menjadi-jadi ketika tanganku menyibakkan celana dallam itu dan menemukan klitorisnya. Kuusap-usap klitoris tante cantik ini, dan cairan vagina nya semakin mengucur deras. "Ahh. Enak Rudi. Memang betul kata Sonya kamu hebat. Terus Rudi" erangnya lebih lanjut.

Sementara tanganku masih mengusap-usap vagina nya, akupun menciumi pundak putih tante Cindy. Kemudian kuturunkan tali gaunnya sehingga payudara nya terlihat meskipun masih terbungkus bh. Kuturunkan cup bh-nya dan payudara nya yg padat meloncat keluar seperti menantangku untuk menghisapnya.

Langsung kuterkam payudara kenyal itu dan kuisap serta kujilati putingnya yg berwarna merah muda. "Ahh. Yess. I like it. Oh god. " erangan tante Cindy semakin menjadi memenuhi ruangan kantor itu.

Terus kujilati puting yg semakin mengeras itu, dan tanganku yg satu masih terus memberikan kenikmatan pada klitorisnya. "Oh Rudi. Yes. Terus Rudi. Oh. God" racau tante Cindy merasakan nikmat yg kuberikan.

Setelah itu gua menghentikan sejenak aktifitasku. tampak wajah tante menampakkan kekecewaannya "Rudi. Do not stop please. Ayo terusin Rudi. " pintanya "Takut ketahuan tante. Emang nggak ada siapa-siapa nih? " kataku sembari menciumi wajahnya yg cantik.


Cerita seks Tante Girang Haus Sex Minta Dientot
  • "Nggak ada. Cuma pembantu sama satpam aja. Mereka juga nggak akan tahu. " "Suami tante? " "Nggak ada. Sedang ke luar negeri. Ayo Rudi. Puasin tante ya sayang. " katanya sembari mendorong kepalaku ke arah payudara nya yg montok itu.
  • Kuisap dan kukulum puting payudara tante Cindy. Bergantian kuhisap sepasang payudara nya. Tante Cindy kembali mengerang dan badannyapun menggeliat menahan nikmat. Setelah puas menikmati payudara montok tante Cindy, akupun mengangkat gaunnya sehingga terlihat celana dallam mininya yg sexy berenda.
  • Kulepas celana dallam itu, sehingga terlihat vagina nya yg bersih gak berbulu sedikitpun. Langsung kujilati dan kuciumi vagina tante Cindy, sehingga tubuhnya agak melonjak dari sofa. "Ahh. Rudi. Yes. Ohh. " erang tante Cindy.
  • sembari mengerang, tubuhnya terlihat sedikit melengkung ke belakang menahan nikmat. Tangannya terlihat meremas-remas payudara nya sendiri. Kubuka lebih lebar paha tante Cindy, dan kujilati dan kadang kugigit perlahan klitorisnya.
  • Sementara tanganku menggantikan tangannya untuk meremas-remas sepasang payudara nya yg kenyal itu. Ruangan semakin dipenuhi oleh erangan tante Cindy, dan juga bunyi sofa karena gerakan tubuhnya yg me melihat -geliat nikmat.
  • Tiba-tiba hp tante Cindy berbunyi. Kamipun gak mempedulikannya dan gua terus memberikan kenikmatan oral pada tante yg cantik ini. Tetapi bunyi hp terus berbunyi. "Shit. ! " maki tante Cindy.
"Sebentar ya Rudi. " Tante Cindy pun bangkit dari sofa dan berjalan ke meja kerjanya. Diraihnya hp dan dijawabnya dengan nada kesal. "Ya. Ada apa? " "gua baik-baik aja dear. , sedang sibuk untuk pameran minggu depan" jawabnya sembari kembali duduk di sofa.

"Kamu sendiri gimana di Kuala Lumpur? " sembari berkata begitu tangan tante Cindy meraih kepalaku yg masih berjongkok di depan sofa dan mendorong ke arah tubuhnya. Akupun mengerti kemauannya.

Kembali kusibakkan gaunnya dan mulutku kembali menciumi dan menghisapi bibir vagina nya. Kemudian kutelusuri vagina nya dengan lidahku, untuk kemudian kuhisap-hisap kembali klitorisnya. "Iya dear. Hmm. Udah dulu ya. gua banyak kerjaan nih. I love you. " sembari berbicara tangannya mengusap-usap rambutku.

Kulihat tante Cindy menggigit bibirnya sendiri menahan erangannya, agar suaminya di ujung telepon tidak curiga. "Iya. Nggak apa. gua bisa jaga diri kok. Ok. Bye dear. " setelah menutup hp-nya, erangan tante Cindy yg tadi terpaksa ditahannya langsung meledak.

"Oh. God. Terus Rudi. Yes. " Semakin cepat kujilati klitoris tante Cindy. "Ahh. Rudi. Kamu hebat. gua keluar Rudi. Ohh. my godd. " Tubuh tante Cindy mengelinjang hebat dan cairan vagina nya semakin mengucur banyak.

Terus kuhisap dan kuciumi vagina indah tante Cindy yg cantik ini, sampai tubuhnyapun lemas terhempas di atas sofa. Kuraih tisu di atas meja dan kubersihkan mulutku dari cairan nikmat tante Cindy.

Kemudian kuhabiskan sisa orange juiceku, dan kuambil dan kuberikan orange juicenya. "Minum dulu tante" kataku. "Thank you Rudi. , aduh belum pernah tante orgasme kayak tadi. Kamu benar-benar laki-laki Rudi. " Lalu diteguknya orange juicenya sampai habis.

"Sekarang giliran kamu ya. " katanya Dimintanya gua berdiri di depannya. Tante Cindy yg masih duduk di sofa lalu membuka celana panjangku. gua pun membuka kemejaku, dan gak lama akupun tinggal bercelana dallam di depannya.

"Kata Sonya punyamu besar ya Rudi" katanya sembari tersenyum menggoda. Tangannya kemudian menanggalkan celana dalamku, dan peler gua yg memang lumayan besar itupun mencuat keluar dengan gagahnya sampai hampir mengenai wajahnya yg cantik.

"Oh. God. , besar banget Rudi. , I like it. " katanya sembari mengelus-elus peler gua dengan jemari tangannya yg lentik. sembari mengocok perlahan peler gua, wajah tante Cindy mendekat dan gak lama lidahnya telah menjilati batang peler gua.

"Ah. Tante. " erangku ketika kepala peler gua dijilatinya. sembari menjilati kepala peler gua, tante Cindy meremas-remas buah zakarku sembari matanya menatapku nakal menggoda. Kemudian dibukanya mulut mungilnya dan dikulumnya peler gua.

Rasa nikmat menjalar ke seluruh tubuhku ketika tante Cindy menggerakkan kepalanya maju mundur menghisapi peler gua. Kuremas-remas kepalanya sembari merasakan kehangatan mulut tante muda yg cantik ini.

tampak tante Cindy begitu menikmati peler gua. Dihisap, dijilati dan diremasnya peler gua dengan penuh gairah. Sesekali gumaman nikmat terdengar dari mulutnya saat dia mengulum peler gua.

Sedangkan erangankupun semakin keras terdengar memenuhi ruangan kantor gallery itu. "Now. Please fuck me Rudi. gua pengin ngerasain peler mu yg gede itu. " katanya sembari bangkit berdiri.

Dia pun kemudian berbalik membelakangiku. Kuciumi lagi pundaknya dan kuremas payudara nya. Kemudian tante Cindy memposisikan dirinya sehingga dia menungging di atas sofa tamu. Kusibakkan gaunnya dan kuarahkan peler gua ke liang vagina nya.

"Oh. God. " erangnya ketika kepala peler gua mulai masuk menyesaki liang vagina nya yg sempit. Kudorong tubuhku sehingga peler kupun masuk lebih dallam, dan mulai kupompa vagina tante muda ini.

"Ahh. Yes. Fuck me. Fuck me. Yes. Yes. " erang tante Cindy setengah menjerit. payudara nya terlihat bergoyang-goyang menggemaskan karena gerakan tubuhnya. Jepitan vagina sempit tante Cindy terasa begitu nikmat di sepanjang peler gua.

sembari memompa tubuhnya, sesekali kuremas payudara nya yg menggantung menggemaskan. Setelah beberapa menit kami bersetubuh dengan doggy-style, akupun kemudian duduk di sofa. Tante Cindy segera menaiki tubuhku dan kami kembali bersetubuh dengan duduk saling berhadapan.

Dengan posisi ini, gua leluasa untuk kembali menikmati payudara nya yg montok itu. Tante Cindy menaik-turunkan tubuhnya di pangkuanku, dan tanganku meremas-remas pantatnya yg bulat dan padat.

Cerita ngentot, Tante Girang Haus Sex Minta Dientot, kisah dewasa porno Tante girang haus sex, cari tante girang dientot, cerita seks terbaru, tante giriang haus sex
Tante Girang Haus Sex Minta Dientot

"Rudi. Rudi. gua hampir keluar lagi Rudi. Oh. God. " erang tante cantik ini. gua lalu kembali menghisapi payudara nya sembari tanganku mendekap erat punggungnya. sembari tanganku yg lain memegang erat pantatnya, gua lalu menggenjot cepat peler gua dallam liang vagina nya.

"Ahh. Ahh. God. God. Ahh. " jerit tante Cindy mendapatkan orgasme nya yg kedua. Butir keringat terlihat mengalir membasahi wajahnya yg cantik dan sebagian menetes ke payudara nya yg indah.

Akupun terus menggenjot tubuhnya dan gak lama akupun merasa akan segera menyemburkan peju ku dallam liang vagina nya. "Hmmhh. " erangku tertahan saat orgasme, karena mulutku masih menghisapi payudara tante Cindy.

Banyak sekali peju ku yg menyembur ke dallam vagina tante Cindy. Mungkin karena gua begitu terangsang ngeliat wajahnya yg cantik serta bodynya yg sexy. Setelah itu akupun melepaskan dekapan eratku di tubuh tante cantik pemilik gallery ini.

Tubuhnyapun rubuh lemas di samping tubuhku. "Tante puas banget Rudi. Belum pernah dapat yg seperti tadi dari suami tante" "Rudi juga puas banget tante. Tante cantik banget sih" "Ih. Kamu bisa aja" jawabnya sembari mencubit tanganku.

Kami pun beristirahat beberapa saat, sebelum gua pamit pulang karena ada janji dengan pacarku. gua pun berjanji akan mengirim draft surat kontraknya lewat e-mail sesegera mungkin. "Jangan lewat e-mail Rudi. Kamu bawa aja sendiri. Mumpung suamiku belum pulang. gua tunggu ya. " katanya sembari tersenyum manis.

Tante Girang Haus Sex Minta Dientot
Tante Girang Haus Sex Minta Dientot , cerita sex , Cerita ngentot, Tante Girang Haus Sex Minta Dientot, kisah dewasa porno Tante girang haus sex, cari tante girang dientot, cerita seks terbaru, tante giriang haus sex, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Tante Girang Haus Sex Minta Dientot


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/