Vagina Kakak Dientot Adik Lalu Threesome Orang Lain

Vagina Kakak Dientot Adik Lalu Threesome Orang Lain | Namaku Asti, kali ini aku kembali menceritakan kisah sex-ku. Kejadian ini terjadi sekitar 2 tahun lalu, usiaku saat itu 27 tahun. Aku mulai mengenal dunia sex lewat pacarku waktu sma. Tapi aku nggak pernah melakukan hal-hal yang terlalu jauh dgn pacarku waktu itu.

Aku kehilangan keperawanan pada usia 24 tahun di tangan adik kandungku sendiri. Kejadian itu menjadikan aku gadis yang mudah terangsang, walaupun aku nggak pernah melakukan sex dgn sembarang orang, kecuali adikku itu.

Di saat aku nggak dapat menahan birahi sedangkan adikku nggak ada di rumah, aku pasti melakukan masturbasi dgn tangan, tapi nggak pernah dgn vibrator atau benda-benda lainnya.

Karenanya vagina ku masih memiliki bentuk seperti perawan. Bagi yang belum mengenal aku secara fisik, aku memiliki tinggi badan 160 cm ditunjang berat badan sekitar 48 kg, kulitku berwarna kuning langsat.

Rambut lurus milikku yang berwarna hitam dgn panjang sebahu menghiasi wajahku yang manis, awet muda dan tentunya seperti anak baik-baik. Ukuran buah dada ku juga nggak besar, bahkan termasuk kecil namun kencang.

Kejadian yang aku alami adalah sebuah kejadian yang nggak disengaja, tetapi membawa kenikmatan yang luar biasa. Saat itu hari Jumat, aku baru pulang dari kantor sekitar jam setengah 6 sore.

Aku pulang sendirian dgn menaiki mobil omprengan menuju rumahku di daerah Cibubur. Udara yang dingin dan awan yang mendung saat itu, membuat aku kuatir akan turun hujan deras.

Karena jalur terakhir yang dilewati omprengan tersebut masih cukup jauh dari rumahku, aku turun di jalan dan mengambil jalan pintas untuk sampai ke jalan raya, kemudian naik angkot dari situ.

Tapi sebelum sampai jalan raya, tiba-tiba hal aku kuatirkan terjadi, hujan turun sangat deras. "Aduh! Mana aku nggak bawa payung lagi. " keluhku. Karena bukan daerah pertokoan, maka aku nggak menemukan adanya tempat yang bisa digunakan untuk berteduh.

Aku sempat bingung, karena aku cuma menggunakan tas kerjaku yang bisa untuk menutup bagian kepalaku saja. Akhirnya di saat aku mencari-cari tempat berlindung dari hujan, aku ngeliat bangunan rumah yang sudah cukup tua, tapi bisa aku gunakan untuk berteduh, Aku berlari kecil ke rumah itu, sesampainya disitu aku berteduh di depan terasnya.

Hari itu aku memakai pakaian kemeja putih dan rok yang pendeknya sedikit di atas lutut berwarna hitam. Kemeja putihku yang nggak sempat terlindung dari guyuran hujan menjadi basah, braku tampak sedikit tembus.

Untung saja braku berwarna putih, jadi nggak terlalu kontras dgn kemejaku. Namun tetap saja aku tampak cukup sexy dgn pakaianku ini. Aku baru memperhatikan kalau nggak ada orang di daerah itu.

Padahal daerah perumahan ini biasanya cukup ramai oleh orang yang lalu lalang. "Mungkin karena hujan deras orang jadi malas keluar. " pikirku. Sambil menunggu hujan reda, aku mengisi waktu dgn browsing internet lewat hp-ku.

Sedang enak-enaknya ngeliat status teman-temanku di Facebook, tiba-tiba dari dalam rumah yang aku gunakan untuk berteduh, muncul seorang anak yang aku taksir umurnya masih sekitar 13-14 tahun.

Penampilannya lusuh dan nggak terurus, seperti anak jalanan. Anak itu tersenyum ramah kemudian menyapaku "Kehujanan ya Mbak. ? " "Iya nih Dik, mana makin deras saja hujannya. " jawabku sambil membalas senyumannya.

"Masuk aja ke dalam rumah Mbak. " dgn sopan anak itu mempersilahkan aku masuk. Aku sempat segan untuk mengikuti ajakannya, tapi setelah aku pikir-pikir udara diluar sangat dingin dan hujannya juga semakin bertambah besar.

Lagipula, aku juga nggak sempat berpikir yang aneh-aneh tentang anak ini. Akhirnya aku masuk juga mengikuti anak itu. Sesampainya di dalam, rumah itu ternyata kotor sekali dan sudah nggak terawat, nggak jauh berbeda dari penampakan luarnya.

Di dalamnya juga nggak ada perabotan sama sekali, sekilas yang aku lihat cuma ada tumpukan baju-baju kotor, botol-botol bekas dan gitar kecil yang bergeletakan begitu saja di bawah.

Ternyata anak itu nggak sendirian, aku ngeliat ada satu anak lagi yang sedang tidur-tiduran beralaskan lembaran-lembaran kardus bekas. melihat kedatanganku anak tadi langsung terbangun. Anak itu juga aku taksir usianya nggak jauh berbeda dgn yang pertama tadi.

Aku memperkenalkan diri ke mereka, kemudian aku tanya nama kedua anak tersebut. Anak yang mengajakku masuk mengaku bernama Jamal dan yang sedang tidur-tiduran tadi bernama Sandi. Kemudian Jamal mempersilahkanku duduk lesehan beralaskan lembaran-lembaran kardus yang tadi digunakan Sandi untuk tidur-tiduran.

Karena aku ngeliat kelakuan mereka berdua sopan dan ramah, aku mulai merasa nyaman untuk ikut bergabung dgn mereka. Aku membuka sepatu kerjaku, menaruh tasku dan ikut duduk bersama kedua anak itu di atas kardus.

Aku mengajak mereka berdua mengobrol, dari obrolan itu akhirnya aku tau, kalau rumah ini sudah lama kosong ditinggal penghuninya. Dan seperti dugaanku sebelumnya, keduanya adalah anak-anak jalanan.

Sebelumnya, mereka tinggal berpindah-pindah, mulai dari emperan toko sampai kolong jembatan. Sehingga ketika menemukan ada rumah kosong, mereka memanfaatkannya untuk tempat tinggal. "Pantas saja mereka bisa tinggal di dalam rumah ini seenaknya" kataku dalam hati.

Mereka juga nggak tinggal bersama dgn keluarganya, karena mereka nggak pernah tau siapa keluarga mereka. Mereka berdua masih berusia 14 tahun. Walaupun seharusnya mereka sudah duduk di bangku smp, namun keduanya mengaku nggak pernah merasakan bangku sekolah sejak kecil.

Karena menurut mereka, untuk mencari uang makan saja sudah sangat sulit. Mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari dgn cara mengamen di jalanan dan angkutan umum, walaupun terkadang mereka juga nggak jarang untuk mengemis.

Mereka juga bertanya kepadaku mulai dari dimana aku tinggal, tempat aku bekerja, sampai apakah sudah punya pacar atau belum. Setelah aku perhatikan, Jamal yang berambut keriting, memiliki muka bopengan khas anak jalanan, badannya yang kurus dipadu dgn kulitnya yang hitam legam karena terjemur sinar matahari, tinggi badannya lebih pendek dari aku, mungkin sekitar 150 cm.

Sedangkan si Sandi, nggak jauh berbeda dari temannya, tingginya sekitar 145 cm, kepalanya botak seperti tuyul, kulit hitam, wajahnya lebih buruk dari Jamal dan ditambah lagi giginya yang tonggos.

Selagi asyik mengobrol dgn mereka, aku sesekali menangkap mata Jamal dan Sandi berusaha mencuri-curi ngeliat ke arah pahaku maupun dadaku. Mungkin karena kemejaku yang tembus dan rokku yang sedikit terangkat karena duduk lesehan.

Tapi aku berpikir anak umur segitu memang sedang penasaran dgn lawan jenisnya. Apalagi anak jaman sekarang yang lebih cepat dewasa. Aku kemudian jadi teringat pengalamanku sex dgn adikku, makanya aku juga jadi agak horny dan berpikiran aneh-aneh.

Aku tiba-tiba nyeletuk "Hayo, kalian lagi pada lihat-lihat apa? Masih pada kecil udah lihat-lihat kayak gitu. " Mereka tersipu dan tertunduk malu. Mereka diam, nggak berani menjawab pertanyaanku.

"Emang kalian udah pada ngerti? Kok udah berani lihat-lihat ke tubuh Mbak sih? " lanjutku. "Udah ngerti dong Mbak! Soalnya Mbak Asti tuh orangnya manis, ditambah lagi bajunya tembus. kontol saya jadi ngaceng neh. " jawab Jamal dgn kata-katanya yang kasar tapi polos.

Aku juga bisa maklum karena dia anak jalanan, jadi pasti omongannya memang kasar seperti itu. Tapi gila juga, ini anak masih kecil, tapi udah berani-beraninya ngomong kayak gitu ke wanita yang lebih dewasa.

Tapi justru hal itu yang semakin menambah keisenganku. Terus aku meledek lagi ke mereka "Mbak gak percaya kalo itu-nya kalian udah bisa berdiri. Kan kalian berdua masih kecil. ? " Mungkin karena merasa tertantang dan nggak terima dibilang seperti itu, tiba-tiba Jamal berdiri di depanku lalu berkata "Kita taruhan aja ya Mbak. Kalo ternyata omongan Mbak yang benar, alias punya kita belum bisa berdiri, kita janji gak akan lihat-lihat tubuh Mbak lagi. Tapi kalo ternyata peler kita bisa berdiri, Mbak mau ngasih apa. ? " Gila juga anak ini membuat aku jadi benar-benar bingung mau jawab apa.

Akhirnya aku bilang "Gak tau ah. Mbak Asti bingung nih. ! Terserah kalian aja deh mau minta apa kalau kalian menang taruhan. " Lalu Jamal berbisik-bisik kepada Sandi.

Sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu yang nggak baik, karena aku ngeliat Jamal dan Sandi berdiskusi sambil tertawa tertahan. Setelah selesai berdiskusi, akhirnya Jamal berkata "Mbak Asti mau tau peler kita bisa ngaceng apa nggak kan? Berarti Mbak harus lihat peler kita berdua. Nah, kalo kita yang menang gimana kalo sebagai taruhannya kita juga gantian ngeliat vagina nya Mbak? " "Dasar bocah cabul. ! " umpatku dalam hati.

Terus terang aku kaget dgn permintaan mereka, aku nggak menyangka kalau Jamal akan bicara seperti itu. Tapi karena sudah telanjur bilang terserah sama mereka, makanya aku dgn nada malas-malasan bilang iya saja.

Kemudian Jamal yang masih berdiri didepanku mulai memelorotkan celana pendek dan juga celana dalamnya. Dan hal yang tadinya aku ragukan ternyata benar-benar terjadi. peler Jamal ternyata sudah mengacung tegak! Berarti aku cuma tinggal berharap kalau peler Sandi nggak akan berdiri.

melihat Jamal sudah membuka celananya, Sandi pun pelan-pelan juga mulai membuka celana pendeknya yang dekil, beserta celana dalamnya. Aku benar-benar merasa deg-degan, apalagi saat aku ngeliat peler Sandi justru lebih tegak dan lebih menantang dibanding punya Jamal.

Walaupun panjang kedua peler mereka cuma sekitar 11-12 cm, mungkin memang sesuai dgn anak seusianya, tapi tetap saja aku kalah taruhan. Sekarang tubuh mereka berdua cuma ditutupi oleh baju yang sudah lusuh dan kotor.

Aku sangat berharap mereka nggak jadi menagih 'janji' taruhanku. Tapi ternyata kenyataan berkata lain. "Sekarang giliran kita yang lihat vagina nya Mbak Asti. Karena Mbak kalah taruhan, dan harus nepatin janji ke kita. " sambil tersenyum nakal Jamal mengatakannya kepadaku.

Aku nggak bisa berkata apa-apa lagi selain bilang "Ya udah deh Mbak mengaku kalah. Sekarang kalian boleh lihat punya Mbak deh. Tapi kalian buka rok Mbak sendiri ya. ? " "Mbak Asti tiduran aja, biar kita lebih enak melihat vagina Mbak. " Sandi pun ikut ambil suara.

Mungkin karena aku juga sudah terangsang, makanya aku menurut saja. Aku berbaring di lembaran-lembaran kardus yang sudah lusuh itu. Jamal mulai memegang ujung rokku dan pelan-pelan menyingkapnya ke atas sampai batas pinggang.

Aku benar-benar merasa malu sekaligus terangsang karena kejadian ini. Aku memilih memejamkan kedua mataku saja, nggak lama kemudian aku merasakan ada tangan yang menarik celana dalamku ke bawah sampai batas mata kakiku.

Di tengah-tengah aku sedang memejamkan mata, aku mendengar salah satu dari mereka berbisik ke yang lain " vagina Mbak Asti bentuknya bagus. ! Masih rapet, botak lagi. Beda banget sama vagina cewek yang sering kita liat di majalah bekas ya! ? " "Sialan! Masa vagina ku dibandingkan dgn milik cewek di majalah murahan sih. ! " aku menggumam kesal.

Aku yang penasaran dgn yang mereka lakukan, memberanikan diri untuk membuka mata. Sungguh kejadian yang sangat membuatku deg-degan. Aku ngeliat kedua anak itu sedang ngeliat vagina ku dari jarak yang sangat dekat.

Cerita Sex Vagina Kakak Dientot Adik Lalu Threesome Orang Lain

Aku sangat malu, bagaimana nggak, vagina ku yang licin tanpa bulu sedang dilihat oleh dua orang anak, dimana mereka masih di bawah umur. Namun mungkin hal itu yang membuatnya menjadi sensasi tersendiri.

Aku kembali memejamkan mataku, tapi nggak berapa lama aku terpejam, aku merasakan ada tangan yang menyentuh bibir vagina ku, aku kaget dan terlonjak. Aku membuka mataku dan berteriak "Eh! Apa-apaan kamu Do! Kan Mbak bilang perjanjiannya kalian cuma melihat aja! Gak lebih kan. ? " kataku dgn nada tinggi karena marah.

"Tolong dong Mbak Asti, kita pengen banget ngerasain megang-megang vagina. Dikit aja kok! kita kali ini janji deh cuma megang aja. Boleh ya Mbak. ? " kata Sandi dgn nada memohon.

" ngeliat in vagina Mbak Asti bikin kita tambah konak sih. " timpal Jamal. Entah kenapa saat itu aku cuma bisa berkata "Ya udah. Tapi beneran ya cuma megang doang? Sebentar aja dan jangan minta macam-macam lagi. " Mendengar jawabanku, wajah mereka langsung tampak senang.

Tanpa berkata apa-apa lagi, mereka langsung berebut untuk menyentuh vagina ku, jari-jari mereka yang kasar dan kotor mengelus-ngelus bibir vagina ku. Aku mulai merasa terangsang, kakiku yang awalnya cuma lurus saja, pelan-pelan semakin aku lebarkan.

Sekarang kakiku sudah dalam posisi mengangkang, sehingga tangan-tangan mereka berdua dapat lebih leluasa. Sungguh pemandangan yang mengusik birahi, seorang wanita kantoran berparas manis dan imut, berkulit bersih, sedang dikerjai oleh dua orang anak jalanan yang berpenampilan kumal.

"Gitu dong Mbak, mulai nikmatin yah?. Asyik kan. ! " ejek Jamal. "Dijamin deh kita berdua pasti muasin Mbak Asti. " Sandi ikut menambahkan sambil terus mengelus-elus vagina ku.

"Sial! Sekarang aku benar-benar terangsang! " aku mengumpat diriku dalam hati yang mulai menerima rangsangan-rangsangan yang di berikan kedua anak ini. " vagina Mbak Asti masih rapet banget. ! Sandi pasti betah banget maenan vagina Mbak seharian. " puji Sandi yang nggak aku tanggapi.

Entah jari siapa yang mulai menempel mengikuti jalur belahan vagina ku dan tak lagi cuma sekedar menyentuh-nyentuh ataupun menggesek-gesek bibir vagina ku. Jari-jari mereka itu sesekali didesak-desakan masuk, sekaligus berulang kali mencari klitorisku dan memainkan jarinya disana.

Cukup lama dirangsang oleh kedua anak jalanan itu, vagina ku mulai terasa basah. Secara nggak sadar, aku mulai mengeluarkan lenguhan-lenguhan nikmat. Aku benar-benar sudah nggak ingin menghentikan perbuatan mereka, dan mereka sepertinya tau kalau aku sudah terangsang berat sehingga mereka semakin berbuat berani.

"Ouuhh. Aaah. Aahh. " aku merintih saat jari-jari mereka bermain semakin liar di dalam vagina ku. "Mbak Asti tadi gak mau, tapi begitu udah dipegang-pegang vagina nya malah keenakan. " ujar Jamal bernada meledek.

Sandi sepertinya nggak mau lagi berebut dgn Jamal untuk menjamah vagina ku. Sekarang Sandi mulai memindahkan tangannya untuk menelusup kebalik kemejaku yang masih dalam keadaan tertutup. Aku vagina ik pelan saat tangan Sandi menemukan gundukan kembar di dadaku.

Rangsangan di tubuhku semakin menjadi-jadi. "Ah. kalian nakal bangett sih. " aku mendesah semakin kencang. Tangan Sandi kemudian mulai membuka satu-persatu kancing kemejaku. Dan setelah semuanya terbuka dia menariknya ke atas.

Tanpa aku sadari, akupun membantu dgn sedikit mengangkat punggungku dan meluruskan tanganku keatas sampai kemejaku lepas. Kemudian Sandi melanjutkan dgn melepas Bra-ku sebelum melemparnya entah kemana. "Wuih, teteknya Mbak mantep banget! Biar kecil tapi kenceng. ! " sahut Sandi sambil meremas buah dada ku dgn gemas.

Kini aku cuma tinggal memakai rok, yang sudah tersingkap dipinggangku. Sementara Jamal masih sibuk memainkan jari-jarinya di vagina ku. Kadang ia memainkan klitorisku, vagina ku pun makin basah karenanya.

Di saat bersamaan, Sandi mulai memilin-milin putingku, dirangsang seperti itu aku benar-benar sudah terangsang hebat. "Enak gak Mbak teteknya diisep kayak gini. ? Mmmh. Mmhh. " tanya Sandi sambil terus menyusu di dadaku.

"Aaah. i. iya-a. e-e-enakk. banget. " kataku tersengal-sengal. vagina dan buah dada ku sekarang sedang dipermainkan secara bersamaan oleh anak-anak kecil, tapi aku nggak berdaya karena nafsuku yang memuncak sehingga aku nggak mampu menolak perbuatan mereka.

Sandi fokus meremas-remas buah dada ku, nggak cuma diremas-remas tapi juga memuntir-muntir putingku. dgn leluasa Jamal menggesek-gesek bagian tubuh yang paling rahasia milikku itu. Hampir 5 menit kini liang vagina ku sudah becek dan menimbulkan bunyi kecipak karena gerakan jari-jari Jamal yang semakin terbiasa.

"Aaahh. jangan dilepas. " jeritku saat tangan Jamal mengangkat tangannya dari vagina ku yang sudah basah itu dan bergerak mengelus-elus paha dan meremas pantatku. Lalu dgn jarinya, Jamal menggerayangi lagi bibir vagina ku yang sudah terasa becek itu dan menggesek dgn cepat.

Aku melenguh penuh nikmat sambil meregangkan badanku, lalu tersentak hebat saat jari itu menusuk masuk dan menemukan klitorisku. Sambil menggigit bibir dan memejamkan mata, aku berusaha menahan orgasmeku.

Aku nggak pernah mengira bahwa diriku dapat dibuat hampir klimaks oleh seorang anak kecil. Jari Jamal bergerak semakin cepat menggesek-gesek bibir luar vagina ku dan kadang-kadang menekan-nekan klitorisku.

Kini Jamal mulai memasukan jarinya untuk membelah vagina ku. Jarinya mulai menusuk masuk, aku reflek mendesah ketika jemarinya ia desak masuk. Aku menatap lirih pada Jamal, aku cuma bisa pasrah saat Jamal mendesakkan jemarinya lagi ke dalam vagina ku.

Aku dapat merasakan bagaimana jari kecilnya itu seolah sebuah peler yang masuk dalam vagina ku, sedikit demi sedikit jari tengahnya itu masuk lebih dalam lagi, aku cuma bisa mengigit bibirku lebih keras lagi, sementara desahan-desahan pelan masih saja keluar dari mulutku.

"Em. Enak Jamal. Uh. " kataku membisik. Basahnya vagina ku oleh cairan cinta membuat Jamal kian mudah mengerjaiku, jarinya tertambat di dalam sebelum mulai bergerak naik turun.

Seolah ada peler yang sedang menyetubuhiku, kakiku menjadi begitu lemas, jarinya begitu cepat merangsangku. Sampai akhirnya akupun nggak kuat lagi untuk menahan rangsangan terus-menerus dan sepertinya aku sudah akan mencapai orgasme.

Tubuhku mengejang kuat dan tanganku mencengkeram ujung kardus. "Enak ya Mbak diginiin? " tanya Jamal. "Aaggh Jamal. ! Ssh. Enakk banget. Ouggh. Teruus Jamal. Jangan berhenti. Jamaln. ! Aaah. Mbak keluaar Jamal. " aku meneriakkan namanya saat hampir mencapai orgasme.

Pantatku sampai terangkat ke atas ketika akhirnya aku meraih orgasmeku. Aku merasa lemas, keringat bercucuran di tubuhku padahal saat itu udara cukup dingin. "Mbak Asti kok cepet banget keluarnya sih. ! ? vagina nya jadi becek gini. " ejek Jamal saat aku mencapai orgasmeku.

"Jamal. Aaah. Habisnya kamu. Hebat banget. Aah. Mbak gak bisa naha-an lama-a. " jawabku sambil terengah-engah. "Dod, gue udah ngebuat Mbak Asti ngecrot dong. ! Hahahahaha. " tawa nakal Jamal menggema di seluruh ruangan.

Mungkin karena lelah memainkan vagina ku, Jamal menghentikan gesekan tangannya. Tapi Sandi yang nggak mau kalah dgn temannya bukannya berhenti, dia malah mulai mengganti tangannya dgn bibirnya, dia menunduk, mendekatkan mukanya ke buah dada ku, dan sejurus kemudian puting sebelah kananku sudah dilumatnya.

Sedangkan buah dada ku yang kiri diremas-remas dgn oleh tangannya yang hitam. Pelan-pelan libidoku mulai bangkit lagi akibat rangsangan dari Sandi pada buah dada ku. Putingku kini sudah mancung dan mengeras.


Cerita seks Vagina Kakak Dientot Adik Lalu Threesome Orang Lain
  • Tangan Sandi terus meremas-remas buah dada ku, terlihat nya ia begitu menyukai bentuk buah dada ku itu yang termasuk kecil ukurannya. Ia menghisap buah dada ku bergantian, kanan dan kiri.
  • Sandi menjilati seluruh permukaannya sambil masih terus meremas-remas puting buah dada ku. "Ouh. Do. terus. jilatin putiiniinngg Mbak. ouh. " desahku sambil mengigit bibirku menahan gejolak didadaku.
  • Aku terkejut sesaat, ketika kurasakan tangan Jamal mulai mengelus-elus kedua pahaku. dgn leluasa Jamal menjelajahi setiap jengkal pahaku yang mulus itu tanpa penolakan, kulit pahaku yang lembut terasa hangat dalam usapan tangan kasar Jamal.
  • Karena belaian-belaian yang dilakukannya ini membuat aku semakin menggelinjang karena birahiku sudah mulai muncul lagi. "Wah pahanya Mbak Asti mulus banget deh. " Jamal mulai memuji kemulusan pahaku.
  • Sementara Sandi masih sibuk mengulum dan meremas putingku Jamal secara tiba-tiba berkata padaku "Mbak Asti sekarang saatnya Jamal nyicipin vagina Mbak yah. " Tanpa aku sempat menjawab, Jamal mulai menjilati vagina ku dgn lidahnya.
  • Aroma khas dari vagina ku membuat Jamal semakin bernafsu menjilatinya. vagina ku pasti begitu harum karena aku rawat dgn baik, Jamal pun semakin bernafsu karenanya. Tubuhku yang berpeluh keringat sama sekali nggak berbau, malah aroma wangi semakin kuat tercium oleh Jamal dan Sandi seakan-akan keringatku wangi.
  • Semakin berkeringat, tubuhku semakin wangi menggoda, nafsu mereka semakin meloncat tinggi sehingga Sandi pun mencumbui dan menjilati buah dada dan vagina ku. "Mbaak, enakk banget rasa. Slurpp. vagina nyaa. Slurrpp. Slurpp. " puji Jamal sambil terus menjilati vagina ku.
  • Sementara itu Sandi masih tampak asyik menjilati dan mengisap puting susuku. Sambil meremas buah dada ku dgn keras, sesekali Sandi juga menggigit dan menarik puting susuku dgn giginya, sehingga aku merasa kesakitan sekaligus nikmat.
  • Namun ketika Sandi mendengar Jamal menikmati sekali menjilat vagina ku, Sandi pun nggak mau ketinggalan untuk merasakan cairan cinta yang terus menerus keluar dari vagina ku. Sandi kemudian ikut ambil bagian untuk menjilati vagina ku.
  • Sekarang lidah mereka berdua menempel di pinggiran vagina ku, seolah berlomba merangsangku. Sambil terus menjilati vagina ku, tangan mereka mengelus-elus kedua pahaku, mereka terus berusaha merangsangku lebih dan lebih lagi.
Aku semakin dibuat tak berdaya dgn kenikmatan yang mereka berikan, rasanya seluruh klitorisku ditekan-tekan dgn rasa nikmat yang berbeda dari sentuhan jemari. Lidah mereka yang menyelusur mulai dari pahaku hingga ke bibir vagina membuat tubuhku kian sensitif terbakar kenikmatan birahi yang tak tertahan, aku mendesah-desah nikmat.

"Sedap banget ya Jamal! Mana wangi lagi! vagina Mbak Asti emang nikmat. " kata Sandi kepada Jamal sambil melanjutkan mengecup dan menjilati bibir vagina ku. "Huehehe. bener kan Do? Enak banget kan rasanya. ! ? vagina Mbak Asti sampe banjir kayak gini. Ternyata Mbak juga napsu yah! ? Jamal suka banget sama vagina Mbak. Hhmhh. Sslluurrpp. cairannya juga manis! " Jamal mengakhiri kata-katanya dgn menghirup lendir vagina ku.

Sesaat kemudian, aku ngeliat Jamal melepas celana dalamku yang masih ada di ujung kakiku, kemudian menurunkan rokku hingga aku sekarang sudah bugil tanpa sehelai benangpun. Setelah selesai, Jamal menyuruh agar Sandi menyingkir dari vagina ku.

"Minggir dulu sana, gue pengen ngentot nih. ! Kita kasih liat ke Mbak Asti biar masih kecil kita bisa bikin dia lebih puas. ! " kata Jamal.

Sandi pun menuruti saja apa yang dikatakan oleh Jamal. Jamal mengambil posisi duduk dgn kedua lututnya tepat ditengah-tengah kedua pahaku yang mengangkang. Dia memegang peler nya dan menempelkannya di bibir vagina ku.

Dia mulai menggesekannya di bibir vagina ku, aku melenguh lagi dan aku seperti tersadar saat aku rasakan Jamal mulai berusaha mendorong peler nya masuk ke dalam vagina ku.

"Mbak Asti mau kan nikmatin peler Jamal? " tanya Jamal yang sekarang sudah dikuasai hawa nafsu. "Jangan dimasukin Jamal. Mbak gak mau! " kataku bernada memohon. "Jamal udah gak tahan pengen ngentotin Mbak Asti. " kata Jamal yang tetap memaksa memasukkan peler nya ke dalam vagina ku.

Tapi walaupun mulutku berusaha mencegah, tapi tubuhku nggak berusaha menghindar saat Jamal kembali berusaha mendorongnya. Akhirnya bagian kepala peler Jamal berhasil menyeruak ke dalam vagina ku. "Pelan-pelan ya. Auughh. Aaah. " aku mendesah.

Jamal kembali mendorongnya sampai peler nya sudah masuk setengahnya. "Enakk banget Jamal. Ayo Jamal. terus Jamal. " pintaku yang semakin merasa nikmat. "Mbak sudah gak tahan lagi! Masukinn semuannyyaa. Aahh. " aku mulai nggak tahan dgn rangsangan yang datang.

Mendengar aku yang sudah terangsang berat, dia mendorong sekuat tenaga sampai akhirnya peler nya masuk semua ke dalam vagina ku. Badan Jamal semakin menegang dan mengejang keras disertai lolongan ketika peler nya berhasil menembus ke dalam liang vagina ku yang masih sempit tersebut.

Setelah berhasil menanamkan seluruh batang peler nya di dalam lubang vagina ku, Jamal mulai menggenjotnya mulai dgn irama perlahan-lahan hingga cepat. "Uuh. Aanjing. ! Enak bener ngentot sama Mbak Asti. Aaah. " Kata Jamal bersemangat.

Lendir pun mulai mengalir dari sela-sela vagina ku yang sedang disusupi peler anak itu. Rintihanku pun semakin teratur dan berirama mengikuti irama gerakan Jamal. Pelan-pelan Jamal mulai mengeluarkan peler nya sampai ujung, kemudian mendorongnya lagi.

Lama-lama aku semakin merasa nikmat. Dan sekarang aku merasakan nikmat yang teramat sangat, ketika peler Jamal terus keluar masuk di vagina ku. "Gimana rasanya dientot sama Jamal Mbak? Enak kan? Gak usah pura-pura gak mau lah. ! " tanya Jamal melecehkan aku.

Namun dilecehkan seperti itu bukan membuat aku marah, tapi malah membuat aku semakin terangsang. "Aah. Aahh. terus Jamal. nikmat banget! Ouugh. Enakk. " aku mendesah nikmat. "Gimana rasanya ngentot sama Mbak Asti Jamal? " tanya Sandi, yang dari tadi cuma melongo saja, dgn nada penasaran.

"Nikmat banget Do. ! Sempit. ! Enakk! " jawab Jamal saat tengah ngentot vagina ku. "Jamal. Aah. Aaahh! " desahku pasrah. "Aduh enak banget Do. Bener-bener bikin ketagihan nih. ! Kapan lagi bisa ngentot cewek kantoraan. ! " lanjut Jamal yang sepertinya sengaja membuat Sandi iri.

Saat itu aku sudah nggak perduli lagi dgn siapa dan dimana aku disetubuhi. Aku sudah pasrah dan sudah nggak merasa seperti wanita baik-baik. Kedua anak ini memang sudah merendahkan derajatku.

"Aah, vagina Mbak Asti emang enak! Sempit dan seret banget. Aaahh Mbak. " desah Jamal semakin kencang. Sementara aku ngeliat Sandi malah asyik menonton kita. Jamal semakin cepat mengocok peler nya di vagina ku.

Dia menekan peler nya semakin dalam dan semakin cepat. Tapi saat kukira Sandi cuma ingin menonton saja, ternyata ia nggak mau ketinggalan, peler nya menggantung tegak di hadapanku.

peler Sandi membuatku terbelalak, peler itu sudah begitu tegak dan lebih panjang dari ketika pertama kali aku ngeliat nya, meski tetap saja nggak terlalu panjang dan tebal.

"Mbak Asti, kocokin peler Sandi dong. " Sandi memintaku mengocok peler nya. Aku yang sudah terangsang mengikuti saja apa mau Sandi. Sementara aku sedang mengocok-ngocokan peler nya dalam dekapan tanganku yang halus, ternyata buah dada ku masih menjadi mainan Sandi.

buah dada ku diremasnya berulang-ulang sambil memainkan putingnya, menarik-narik semaunya membuatku merintih sakit bercampur nikmat diantara peler Sandi. nggak lama kemudian Sandi mengarahkan kepalaku ke arah peler nya dan berkata "Cukup Mbak pake tangannya. Sekarang sepongin peler Sandi ya Mbak. " Ternyata nggak cukup puas dgn cuma dikocok oleh tanganku, Sandi menyuruhku untuk menghisap peler nya.

Kemudian aku membuka mulutku, dgn bantuan tanganku aku menarik peler Sandi dan mulai menjilatinya dari bagian kepala hingga buah zakarnya. Aku terus melanjutkan dgn mengecup kembali kepala peler nya dan memakai ujung lidahku untuk menggelikitiknya.

Kemudian lidahku turun menjalari permukaan benda itu, sesekali kugesekkan pada wajahku yang halus, kubuat peler nya basah oleh liurku. Bibirku lalu turun lagi ke pangkalnya yang belum ditumbuhi bulu-bulu sama sekali, buah zakarnya kujilati dan yang lainnya kupijat dalam genggaman tanganku.

"Cepat dong Mbak isepin peler Sandi. Jangan cuman dijilat-jilat aja. " perintah Sandi kepadaku. Sandi kemudian memintaku untuk menghisap peler nya yang sudah basah dgn air liurku, aku mulai memasukkan peler nya itu ke mulutku.

Kuemut perlahan dan terus memijati buah zakarnya. Sesekali pula ia menarik peler nya dari mulutku, dan memintaku menggunakan lidahku lagi untuk membelai seluruh batang peler nya. Sesekali aku menghisap buah zakarnya yang membuat Sandi melayang nikmat, sebelum kembali harus menikmati peler itu dalam mulutku.

Akhirnya peler Sandi aku kulum semua karena ukurannya yang nggak terlalu panjang, sesuai dgn mulutku yang mungil. Aku terus menghisap peler itu dgn nikmat dan lidahku yang basah dan panas itu terus menjilati dgn cepat.

"Uuggh. Mbak jago banget ngisepnya. ! " teriak Sandi menikmati setiap hisapan dan jilatanku pada peler nya. Kulihat ekspresi Sandi meringis dan merem-melek waktu peler nya kumain-mainkan di dalam mulutku.

Kujilati memutar kepala peler nya sehingga memberinya kehangatan sekaligus sensasi luar biasa. Semakin kuemut benda itu semakin keras. Aku memasukkan mulutku lebih dalam lagi sampai kepala peler nya menyentuh langit-langit tenggorokanku.

"Sluurrp. Suka gak Do. Mbak isepin. Sluurrpp. kayak gini. ? Sluurp. " tanyaku sambil terus menghisap peler nya. "Ough enak banget Mbak. " Sandi mengomentari apa yang kulakukan dgn peler nya.

Sandi terlihat semakin menikmati, ia terus menyodok-nyodokan peler nya, aku berusaha menggunakan tanganku menahan pinggulnya namun aku tak berdaya, Sandi masih terus berusaha menyodok-nyodokan peler nya. Di saat aku sedang sibuk mengulum peler Sandi, tiba-tiba Jamal berkata "Aahh Mbak, aku mao keluar. " Aku yang kaget melepas kulumanku pada Sandi dan berteriak "Jangan keluar di dalem Jamal. ! keluarinnya di luar aja. Mbaak gaak mau ha. " aku berusaha membujuk Jamal di tengah kenikmatan yang melanda kita berdua.

Namun belum sempat aku menyelesaikan kata 'hamil', aku merasakan ada cairan yang menyemprot sangat banyak di dalam dinding vagina dan dirahimku. "Aagh. Enak banget Mbak. ! " Jamal melenguh panjang.

Berkali-kali Jamal memuncratkan peju nya memenuhi cekungan liang vagina ku. Ia membiarkan batang peler nya tertancap dalam vagina ku beberapa saat sambil meresapi sisa orgasme hingga tuntas. Sebelum akhirnya dia lemas dan peler nya tercabut dari vagina ku.

Jamal kini terbaring di sampingku karena kelelahan akibat pergumulan tadi. melihat Jamal yang sudah terkapar, aku melanjutkan mengulum peler Sandi dgn posisi duduk. Sapuan lidah dan hisapanku membuat Sandi semakin terbang ke awang-awang dan makin mempercepat gerakan pinggulnya yang tepat berada di depan wajahku.

Sesekali aku tersedak karena Sandi 'menyetubuhi' mulutku. "Aaah. sedot terus Mbak! " ceracaunya menikmati hisapan peler nya di mulutku. Setelah beberapa lama kuhisap, benda itu mulai berdenyut-denyut, sepertinya mau keluar.

Aku semakin gencar memaju-mundurkan kepalaku mengemut benda itu. Sandi semakin merintih keenakan dibuatnya, tanpa disadarinya pinggulnya juga bergerak maju-mundur semakin cepat di mulutku. "Aahh. sh. hhmmh. Sandi keluarr Mbaakk. ! " desahnya dgn tubuh menggeliat.

Anak itu mendesah dan menumpahkan peju nya di rongga mulutku. Aku yang merasakan semburan dahsyat di mulutku tersentak dan kaget, cairan itu begitu banyak dan kental, serta berbau nggak sedap.

Aku sebenarnya ingin menarik mulutku dari peler Sandi dan memuntahkan peju nya. Namun pegangan tangan Sandi pada kepalaku keras sekali, sehingga dgn terpaksa aku menelan sebagian besar cairan putih kental itu.

Kulirikan mataku ke atas ngeliat Sandi merintih sambil mendongak ke atas. "Oohh. Enak Mbak. Telen terus air mani Sandio Mbaakk. Iyahh. Enak! " Sandi melenguh keenakan sambil mengeluarkan isi peler nya sampai benda itu menyusut di mulutku.

nggak jauh berbeda dgn kondisi Jamal, Sandi pun ambruk dalam posisi duduk. Wajahnya tampak lelah tapi puas, badannya juga sudah bermandikan keringat. Sementara aku yang cukup lelah melayani dua anak ini, beristirahat sejenak dan mengambil posisi tidur di sebelah Jamal.

Namun karena aku belum merasakan orgasme lagi masih merasa 'gantung'. Aku menunggu inisiatif Sandi melanjutkan pekerjaan Jamal untuk menyetubuhiku, tapi Sandi ternyata malah diam saja. Mungkin ia masih dalam kondisi lemas karena peju nya keluar sangat banyak di mulutku.

Aku yang dilanda birahi tinggi jadi nggak sabar. Aku bangun dari tidurku, dan mencium bibir Sandi dgn penuh nafsu hingga bibirnya basah. Tanpa diperintah, lidah Sandi menari-nari di bibirku.

Lidah itu kemudian menjulur ke dalam mulutku. Aku yang nggak perduli dgn bau mulut Sandi yang nggak sedap, malah membuka mulutku dgn lebar dan membalas mengisap lidah Sandi dgn penuh gairah.

cerita seks Vagina Kakak Dientot Adik Lalu Threesome Orang Lain, kisah dewasa ngentot vagina kakak dientot adik kandung, threesome vagina kakak dientot sexy
Vagina Kakak Dientot Adik Lalu Threesome Orang Lain

Sandi merangkul leherku dan mulutnya benar-benar beradu dgn mulut milikku. Air liur kita saling bertukar. Aku menelan liur Sandi sementara Sandi menelan liurku penuh selera. kita saling berpagutan dalam posisi duduk selama kurang lebih 10 menit.

Merasa sudah cukup untuk membangkitkan gairah Sandi kembali, aku dorong Sandi yang dalam posisi duduk sampai Sandi terjatuh dalam posisi terlentang. Aku duduk di atas paha Sandi, dan memegang peler nya yang masih dalam keadaan tegang kemudian mengarahkan ke vagina ku yang masih belepotan peju Jamal dan bercampur dgn cairan pelumas vagina ku.

Jadi aku sekarang sedang berada dalam posisi 'Woman On Top'. Aku mulai mendorong pantatku ke bawah setelah ujung peler Sandi tepat di mulut vagina ku. "Aah Sandi. " aku mulai mendesah.

peler nya Sandi agak susah masuk, karena walaupun badannya lebih pendek dari Jamal, tapi peler nya ternyata masih lebih besar dari punya Jamal. Kemudian Sandi membantu dgn mendorong pantatnya sendiri ke atas, dan akhirnya peler Sandi masuk seluruhnya ke vagina ku.

Aku mulai naik turun diatas tubuh Sandi, dan tangan Sandi pun secara naluriah mulai meremas lagi buah dada ku yang bergoyang-goyang karena hentakan tubuhku. "Aaah Do. Mbak ngerasa enakk banget. Aahh. " aku nggak tahan untuk nggak mendesah.

Sampai sekitar 15 menit di dalam posisi itu, aku ngeliat d0odo sudah mulai mempercepat dorongan pantatnya ke atas. Sepertinya Doodo sudah akan mencapai orgasme untuk kedua kalinya.

Akupun nggak mau kalah, aku bergerak semakin cepat biar dapat mencapai orgasme bersamaan. "Mbak. ah Sandi mau keluar laagi Mbaak. " Sandi setengah berteriak. "Tahan sebentar lagi Doo. ! Mbak juga bentarr lagi keluar. Aagh. " aku makin merasa nikmat.

Tak lama kemudian, akhirnya tubuh Sandi pun mengejang keras. Dan akhirnya "crott croot. " lagi-lagi rahimku ditembak banyak peju tapi kali ini milik Sandi. Akupun merasakan orgasme untuk yang kedua kalinya.

Badanku lemas dan jatuh di atas tubuh Sandi, dgn peler nya masih di dalam vagina ku. Aku melirik ke samping, ternyata Jamal tertidur pulas karena lelah. "Dasar anak-anak! Udah keenakan tinggal tidur deh. " bathinku.

Setelah agak kuat aku bangun dari atas tubuh Sandi. Aku mengambil tasku dan meraih tissue basah dari dalamnya. Aku membersihkan vagina dan pahaku yang sudah banjir dgn peju kedua anak itu dgn tissue itu.

Aku mengambil dan memakai kembali celana dalam dan rokku yang berserakan, kemudian aku meraih bra dan kemejaku yang sudah lumayan kering. Setelah berpakaian lengkap aku pun berpamitan.

"Sandi, Mbak Asti pulang dulu ya. Tolong sampaikan ke Jamal nanti. " karena Jamal masih tertidur pulas, maka aku cuma berpamitan dgn Sandi. Sandi mengiyakan dgn wajah kecewa.

Mungkin dia merasa nggak akan pernah mengalami situasi seperti ini lagi. Tapi siapa yang akan pernah tau? Namun satu hal yang pasti, baik bagi Sandi maupun Jamal, mereka nggak akan pernah bisa melupakan pengalaman yang didapatnya dariku.

Pengalaman itu pasti akan menjadi kesan tersendiri dalam kehidupan mereka berdua. "Makasih ya Mbak Asti udah ngebolehin kita berdua nyicipin badan Mbak yang nikmat. hehehe. " kata Sandi dgn kurang ajar.

Aku cuma menjawab dgn anggukan kepala saja. Ada rasa sesal, benci sekaligus kepuasan tersendiri di dalam diriku. Kemudian aku bergegas berjalan ke luar rumah, ternyata hujan masih belum reda, walaupun cuma tinggal gerimis kecil saja.

Namun aku harus memberanikan diri untuk pulang, kalau nggak pasti nanti kedua anak itu minta yang aneh-aneh lagi. Kemudian aku setengah berlari menuju ke arah jalan raya sambil menutupi kepalaku dgn tas.

nggak berapa lama setelah sampai di jalan raya, angkot yang menuju rumahku sedang lewat. Di dalam angkot aku ngeliat ke jam tanganku, dan waktu sudah menunjukkan pukul 9 kurang.

nggak terasa sudah lama sekali aku menghabiskan waktu di rumah itu. Aku juga ngeliat hp-ku sudah ada banyak miscall dan sms dari pacar serta ibuku. Ternyata selagi aku ngentot threesome dgn Jamal dan Sandi, aku nggak tau kalau hp-ku bergetar, mungkin saking aku menikmatinya.

Aku membalas sms mereka dan menjelaskan bahwa tadi aku sempat berteduh dahulu sambil menunggu hujan reda, dan aku nggak berani membalas sms atau mengangkat telepon dari mereka karena takut dijahati.

Moga-moga saja mereka berdua nggak curiga, karena nggak biasanya aku belum pulang sampai jam 9 tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Sesampainya di rumah aku langsung mandi untuk membersihkan diriku.

Selagi mandi sebenarnya aku menyesali, kenapa harus kedua anak jalanan itu yang memuaskan birahiku. Itulah pertama kalinya aku bersetubuh dgn orang lain selain adikku. Aku juga bersyukur, ternyata aku nggak hamil dari perbuatanku dgn anak-anak jalanan itu.

Lain kali aku akan menceritakan pengalaman-pengalamanku yang nggak kalah mendebarkan.
Vagina Kakak Dientot Adik Lalu Threesome Orang Lain
Vagina Kakak Dientot Adik Lalu Threesome Orang Lain, cerita sex , cerita seks Vagina Kakak Dientot Adik Lalu Threesome Orang Lain, kisah dewasa ngentot vagina kakak dientot adik kandung, threesome vagina kakak dientot sexy, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Vagina Kakak Dientot Adik Lalu Threesome Orang Lain


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/