Bispak Kelojotan Ngelayanin Nafsu Seks Bapak

Bispak Kelojotan Ngelayanin Nafsu Seks Bapak | Didikan dan dorongan dari orang tuaku mampu menghantarkanku menjadi orang yg memiliki status sosial dan ekonomi lumayan dibandingkan keadaan keluargaku sebelumnya ketika saya masih kecil. Maklum kami berasal dari keluarga yg cukup bersahaja. saya selalu disuruh belajar dan belajar.

Kata mereka, bila ingin memperbaiki tingkat kehidupan maka kita harus giat belajar sehingga kelak setelah memiliki ilmu yg tinggi dan lulus dari perguruan tinggi, rejeki akan lebih mudah didapat.

Orang tuaku ada benarnya meskipun sekarang banyak sekali sarjana menganggur, kalah sama yg berani mengambil kesempatan apa saja biarpun nggak tinggi sekolahnya. Namun sesungguhnya ada kekurangannya juga.

Setelah menyandang gelar S1 di salah bidang keteknikan saya beruntung dengan amat mudahnya mendapatkan pekerjaan yg bergengsi. Namun seperti yg telah kusebutkan tadi, saya begitu terobsesi dengan isi otak belaka, namun nggak dalam hal kepandaian bergaul.

Lebih parah lagi dalam hal bergaul dengan cewek. Asli seperti layaknya murid tk bila dibandingkan dengan para cowok dewasa lainnya. Di samping memiliki masalah dalam psikologi, kelemahan lain yg juga kritis yg kuidap adalah masalah fisiologi.

saya lemah. saya terlalu acuh dan menganggap remeh masalah olah tubuh. Dampaknya adalah saya nggak memiliki kekuatan fisik yg prima yg seharusnya dimiliki oleh seorang cowok. Tubuhku memang nggak kerempeng, namun kurang berotot dan bertenaga, dan celakanya lagi untuk urusan sex saya nggak terlalu 'jantan'.

Bila ngeliat wanita cantik saya hanya sekadar ngiler saja tanpa berani bertindak lebih jauh, takut mengecewakan. Akhirnya saya hanya mampu dari ke hari membayangkan mereka saja. Selebihnya onani, itupun paling seminggu sekali, bila kantong sperma hku udah kurasa penuh.

Tapi biarlah, nggak semua yg kita inginkan di dunia bisa kita dapatkan, Tuhan telah sangat adil membagi karunia-Nya. Ada yg diberi kelebihan rejeki, ada yg diberi kelebihan penampilan fisik, dan ada yg diberi kelebihan kekuatan fisik.

Sesungguhnya semua itu tergantung juga dari cita-cita, tempaan hidup, ataupun keadaan yg kadang tak dapat dihindari atau dikehendaki sebenarnya. Mungkin semua orang ingin kaya, namun berhubung satu dan lain hal mereka nggak beruntung mendapatkannya.

Akan tetapi sebenarnya bila mereka pasrah dan mampu berpikir positif untuk menggali kelebihan-kelebihan dari kekurangan-kekurangannya (seperti setali dua uang, di satu sisi ada plus pasti di sisi lain ada minusnya), mereka akan menemukan keunggulan tersendiri yg mungkin nggak dimiliki oleh orang yg mereka anggap 'beruntung'.

Begitulah kehidupan, kebanyakan orang hanya mampu mendongak ke atas, selalu berkeluh kesah memprihatini diri sendiri atas kelebihan orang lain. Sementara saya saat ini memiliki pandangan lain, saya suka iri ngeliat para cowok perkasa yg akibat tempaan hidupnya yg berat justru membuat mereka memiliki kekuatan fisik yg prima, sekaligus memiliki pesona sex ual yg luar biasa bagi lawan jenis.

saya merasa bahwa kelebihan materiku paling hanya dapat menyilaukan mata wanita, tapi nggak benar-benar mampu membuat mereka bertekuk lutut. Mereka mudah dekat denganku karena statusku, namun saya merasa mereka nggak benar-benar di 'dekatku' setelah merasakan 'keintiman' denganku.

Sehingga pada suatu ketika saya menemukan metode yg kuanggap dapat memuaskan hasratku, meskipun nggak secara langsung namun ternyata luar biasa kenikmatan yg dapat kuraih, yaitu memuaskan diri dengan meminjam kemampuan orang lain.

Inilah sebagian kisah-kisahku dalam mendapatkan kepuasan sex ual tetapi nggak secara langsung melakukannya sendiri, alias kepuasan sekunder. Menyutradari Suatu pagi di hari Sabtu ketika sedang jalan-jalan cari angin untuk menumpas kejenuhan dan kepenatan kerja beberapa bulan ini saya mencoba rute ke arah pelabuhan yg selama ini belum pernah kucoba.

Memasuki tol dalam kota saya menuju arah pelabuhan Tanjung Priok. Rencanaku adalah ngeliat -lihat suasana pelabuhan. Mengamati kapal berlabuh atau berlayar, kesibukan bongkar muat, atau hal-hal lainnya yg benar-benar baru.

Kuparkir mobil di areal parkir lalu saya mendekati anjungan sambil bersedeku di pagar. Hawa semilir pelabuhan masih segar di pagi hari. Kesibukan pelabuhan udah mulai. Pertama kuamati kapal besar yg berlabuh.

Nampaknya kapal barang, karena lebih banyak barang yg turun ketimbang manusia. Tiba-tiba terlintas kilat sesuatu di kepalaku. Aha, kenapa nggak kucoba? Lalu mulai kuteliti satu per satu para kuli pelabuhan.

Ada beberapa yg tua, namun kebanyakan masih muda. Badan mereka rata-rata kekar berotot. Rata-rata berkulit gelap mungkin karena tertempa teriknya matahari pelabuhan selama bertahun-tahun. Tapi bagaimana caranya? saya sedang mendebat diriku sendiri.

Ah, macam mana mereka bisa menolak penawaranku. Lalu saya mencoba menyeleksi secara diam-diam, siapa diantara mereka yg hendak kupilih sebagai calonnya. yg tua? Sebenarnya nggak masalah, toh mereka nampaknya juga masih jantan.

yg muda, tentu saja memiliki peluang keberhasilan yg lebih besar untuk rencanaku nanti. Akhirnya kupilihlah yg agak tua, sekitar 50 tahunan, dengan pertimbangan yg tua lebih berpengalaman dan lebih mampu mengendalikan permainan.

Di samping itu itung-itung membantunya secara finansial, kasihan tua-tua masih banting tulang menjadi kuli. Nah sekarang tahapan selanjutnya adalah melobi dan merayu si Bapak agar bersedia menjadi aktor dalam permainan erotis ini.

"Pagi? " , sapaku mencoba ramah. "Pagi juga" , bapak ini agak terkejut dan grogi ketika disapa seorang perlente seperti diriku ini (hehe memuji diri sendiri) hingga menimbulkan sejuta pertanyaan baginya, tiba-tiba ada orang asing yg menyapanya.

"Boleh ngomong sebentar, 5 menit aja Pak". "o. Oh ya boleh, boleh, ada apa Den? ". "Panggil aja Prakosa, jangan pakai Dan-Den segala" , gurauku. Mencoba mencairkan ketegangan.

"Gini Pak, saya mau minta tolong tapi saya juga khawatir akan Bapak tolak mentah-mentah. " Bapak ini menunggu kalimatku selanjutnya, lalu nggak tahan akhirnya bertanya. "Pertolongan apa, Nak Prakosa? ".

"Istri Bapak ada di mana? Di kampung atau dibawa ke Jakarta sini? ". "Ah ya ditinggal di kampung saja Pak, susah kalau dibawa ke sini. Berat hidup di Jakarta Pak. " Oho, ada peluang nih.

"Lah berapa lama Bapak nggak ketemu istri? " , pancingku. "Sebulan, kadang lebih. Emang kenapa ya Nak? ". "Nggak kok, apakah Bapak nggak terlalu lama berpisah dari istri" , kukupas halus naluri dasar seorang manusia, khususnya cowok.

"Heh heh. Bapak tahulah maksud Nak Prakosa. Habis gimana yah, memang masalah makan jadi nomor satu bagi saya. Jadi harus berjauh-jauhan dari istri agar ada yg bisa dimakan. Daripada kumpul, kami mau makan apa? ".

"Okelah gini Pak, singkat kata aja ya, saya mau membantu Bapak untuk menyalurkan kekangenan Bapak kepada istri atau wanita tepatnya. " "Waduh, Bapak nggak punya duit lebih untuk begitu-begitu Nak. " "Oh nggak, nggak, Bapak nggak perlu mengeluarkan biaya. Nanti biarlah saya yg membiayai semua ini bahkan ada tips buat Bapak. Jadi tinggal Bapak bilang saja bersedia nanti sisanya biar saya yg urus. Gimana, mau nggak Pak? " Hampir saya kejedot rantai kapal yg besar-besar itu ketika si bapak akhirnya meng-aprove proposalku.

Laki-laki mah di mana-mana sebenarnya sama saja, sulit menolak penawaran menggiurkan seperti ini. saya udah bergairah duluan ketika membayangkan bakal ada adegan panas antara 'Beauty and the beast'.

Permainan kontras yg mampu melecut gairahku. Kuputuskan segera mengontak sang pemeran wanita pagi-pagi supaya nggak keburu dibooking orang. Begitu mendapat konfirmasi atas kesediaannya untuk menyediakan waktunya malam ini, maka bergegas pula kukontak sebuah hotel kelas sedang.

yg penting tempatnya agak terlindung dari keramaian. Si bapak akan kujemput duluan sore-sore dari tempat kerjanya sesuai janjiku untuk mengurus semuanya. Sementara pemeran wanita akan datang sendiri tanpa perlu dijemput.

saya biasa membeli tabloid-tabloid panas yg banyak tersedia di ibukota. saya suka memelihara gairahku akan wanita dengan berlangganan membeli filem bokep, tabloid atau majalah panas yg berisi info mengenai esek-esek di ibukota.

Dengan seringnya berlangganan membeli tabloid semacam itu, saya jadi banyak mendapatkan informasi mengenai agen-agen yg menyediakan wanita untuk melayani syahwat para lelaki/wanita. Jam 20. 00 saya dan si bapak telah berada di dalam kamar hotel setelah makan malam, kami mengobrol berbagai hal sambil menunggu kedatangan wanita cantik pesananku.

Tentu saja tarif sekelas dia lumayan mahal, di atas rata-rata tarif wanita panggilan lainnya. Tapi biarlah, fantasi kadang meminta ongkos besar. Tit. tit. , hp-ku berbunyi, kuangkat.

"Yes dear, dah nyampe? ". "Udah di bawah Mas, di kamar berapa? " , terdengar suara riang. Professional sekali. Semua dilayani dengan riang asal sesuai tarif. "316, ke kiri dari lift ya. " "ok Mas. " Kulihat si bapak agak grogi juga, kutenangkan bahwa semua ini dilandasi alasan komersial belaka.

Cerita Sex Bispak Kelojotan Ngelayanin Nafsu Seks Bapak

Jadi nggak perlu takut akan ditolak. Siapa tahu malah si wanita setelah malam ini akan menjadi ketagihan kataku. Kan malah lebih enak nanti-nanti dapet layanan rutin gratisan dari si Mbak, gurauku.

Banyak kok wanita yg menginginkan sex sejati, yg benar-benar mampu membuat si wanita terkapar dalam orgasme sejati. Dan itu nggak ada kaitannya dengan siapa bapak, tetapi apa yg bapak dapat lakukan untuk memuaskan si wanita.

Si bapak mulai kendor ketegangannya. Ting. tong. , Kubuka pintu kamar. "Hai" , salamnya. "Hai juga, sendiri apa dianter? " , kutanya basa basi. "Dianter demit apa, hehehe" , cair sekali suasananya.

Semoga semuanya berjalan lancar. Ini semua demi kepentinganku, menyalurkan hasrat sex ualku yg lagi menuntut. Kuamati dandanannya cukup berkelas, bahkan nggak nampak norak bak pelacur kelas jalanan, maklum eks model.

Memang yg kupilih adalah eks model untuk memastikan kualitas kecantikannya. Sebenarnya banyak juga yg cantik-cantik yg bukan model, tetapi daripada seperti memilih kucing dalam karung mendingan cari kepastian aja deh.

Kulit putih mulus, tinggi langsing dengan dada menjulang, hidung mancung dan wajah oval. Klop sebagai the beauty. Dia sempat agak kaget ketika ada orang lain di situ, Bapak itu, yg duduk di kursi pojok ruangan.

Bapak itu anteng saja dan nggak menatap sama sekali sang aktris. "Rinda, ehm sori ya kita perlu bicara sebentar" , saya mulai menceritakan semuanya sejak masalahku sampai hasratku yg dapat dipenuhi melalui cara ini.

"Tenang aja Mas, no problem, it is all about money, Dear. But it is better when he could make me satisfied. Who knows. " saya lega sekali, malah dia mulai menatap bapak itu dengan tatapan tajam dan mengundang.

Kudekati si bapak dan memberitahukan bahwa wanitanya oke-oke saja malah penasaran ingin menikmati tubuhnya. Si Bapak mulai bangkit dan berani menatap Si Wanita. saya duduk di pojok dan mempersilakan keduanya melakukan adegan sesuai dengan inovasi mereka sendiri.

Keduanya duduk di tepian ranjang. Sengaja tadi si Bapak nggak kusuruh mandi dulu, badannya masih berkilau-kilau berkeringat meskipun udah agak lama terkena ac kamar hotel. Biarlah mereka yg memutuskan untuk mandi atau nggak.

Si Bapak masih canggung, Si Wanita yg membimbing. Dipegangnya tangan Si Bapak lalu ditimpakan di pangkuannya sambil diiringi dengan lembut tatapan merayu seorang wanita. Badannya mencondong sehingga tetek sebelahnya yg gede itu telah berkenalan dengan lengan Si Bapak yg kokoh.

Nah, Harimau udah menggeliat mulai terpancing dari tidurnya. Direngkuhnya pundak Rinda. Dibelai-belai, dan tangan satunya mulai mengusap-usap paha. Rinda menggelinjang karena tangan kasar itu sangat efektif meraba ujung-ujung sarafnya.

Rinda sedang mencoba dunia baru. Dunia bawah tanah yg nggak pernah ditengok sebelumnya. Rasa penasaran membangkitkan gairahnya. Roknya berbelah tinggi, hingga ketika duduk pahanya udah terpampang telanjang sampai pangkal.

Si Bapak yg bibirnya hitam kasar mendekat menuju pipi. Nafas nampak mulai memburu dan bertekanan, otot-otot mukanya mulai bangkit menonjol dan mengeras. Pemandangan erotis yg luar biasa ini ditangkap oleh mata Rinda sangat mengkilik-kilik nurani kewanitaannya.

Ingin ia melayani dan memuaskannya. Naluri bawaan setiap wanita. saya ikut mulai menghangat. Ketika Rinda mulai membuka kancing baju batik lusuh Si Bapak satu-persatu dari ujung atas, bibir hitam dan tebal Si Bapak sedang mulai menyapu-nyapu pipi mulus Rinda.

Pipi Rinda merona hangat dialiri darah yg terpacu oleh jantung yg meningkat detaknya. Permainan semakin meningkat dengan mulai naiknya usapan telapak lebar dan kasar Si Bapak menuju pangkal paha.

Rinda meremang. Tubuhnya menjadi makin merapat, teteknya ingin mendapatkan tekanan-tekanan yg lebih kuat dari tubuh si laki-laki perkasa. Setengah kesadarannya mulai meninggalkan dirinya. Ia ingin semua tubuhnya dirajam tangan-tangan kasar itu.

Dibelai-belainya lengan-lengan Si Bapak, menyelami betapa perkasanya lelaki ini. Darahnya berpacu kencang. Mukanya semakin merona merah memberitakan tentang hasrat. Ciuman-ciuman menjilat berpindah ke arah leher di belakang telinga Rinda, lenguhan-lenguhan kecil menjadi tak terbendung.

Semuanya dari dalam dirinya ingin keluar bebas. saya spanning. Tak sedetikpun kulewatkan adegan real bokep di depan mataku. Tangan kiri Rinda mulai menjemput pangkal paha Si Bapak dan mulai mengusap-usap kelelakiannya.

Kadang diselingi dengan menekan-nekan. Si Bapak mulai melenguh-lenguh juga. Otot-otot wajahnya semakin tegas dan menebal. Lalu menggulati dengan penuh tubuh Rinda, merengkuh kuat. Yes, luar biasa. Kaki kiri Rinda udah menumpang di atas paha kiri Si Bapak.

Mereka mulai berpagutan sambil duduk di tepian ranjang, bibir hitam tebal berbau rokok lisong melawan bibir mungil mulus merah merekah milik Rinda. Sensasional sekali. Adegan ciuman dan saling melumat berlangsung, berpagut beradu lidah.

Dua kutub dunia sedang berpadu di kamar hotel ini. Karena berasal dari dua kutub ekstrim maka tarikannya luar biasa kuat. Sedotan-sedotan kuat mengiringi permainan pemanasan. Kuasa birahi mulai menancapkan kukunya pada dua makhluk yg sedang bercumbu ini.

Rinda nggak tahan dan sekarang mulai penuh mengangkangi dengan duduk di atas pangkuan Si Bapak. Punggungnya dijamah dan diusap-usap sampai batas leher belakang dengan tangan-tangan tua namun masih kekar dan berotot itu.


Cerita seks Bispak Kelojotan Ngelayanin Nafsu Seks Bapak
  • Rinda merinding sehingga bulu kuduknya meremang. Urat-urat tuanya yg menonjol yg sedang menggarap punggung Rinda membangkitkan kesan visual yg luar biasa. Adegan dilanjutkan dengan saling kulum kembali dan kedua lidah berlawanan jenis itu saling menggenjot dan berpagut.
  • Kecipak-kecipak bunyi ludah menyemangati keduanya. Rasa jijik telah musnah dirontokkan oleh birahi yg menyeruak paksa. Libido mengambil kendali. Si Bapak mengamati Rinda yg telah mulai banyak memejamkan mata dalam penghayatan.
  • Rinda udah dalam kekuasaannya. Si Bapak masih memegang kendali. Belum terlarut, pengalaman dan usia membuatnya menang angin. Adu mulut disudahi dengan menurunnya serangan Si Bapak menuju tetek-tetek Rinda.
  • Kepala Rinda mulai terayun-ayun ke belakang dengan mata yg sayu-sayu mengawang. Rambut ikalnya yg sepanjang bahu terburai dari ikatannya. Kaki-kaki putih langsingnya kokoh mengapit dan udah nampak tegang.
  • Dari samping saya dapat ngeliat bagian depan Rinda telah ditelanjangi, tetek-teteknya telah dikupas keluar dari Bra-nya sehingga tetek-teteknya malah kelihatan tambah mencuat karena tersangga oleh Bra-nya yg masih menggantung kencang.
  • Tetek-teteknya luar biasa mulus dan kencang, putingnya mengeras merah tua, dan sekarang sedang disedot-sedot rakus oleh Si Bapak. "Enak Neng? " , pertanyaan yg nggak perlu diajukan.
  • Rinda udah mulai menggelepar pasrah. Semua sarafnya telah bersedia untuk meneruskan penjelajahan. "Eehhm. Ehh. " , hanya lenguhan-lenguhan Rinda yg keluar sebagai tanda penerimaan yg nggak dibuat-buat.
  • Sensitivitas kewanitaannya telah terangsang sempurna. Pantatnya ditekan-tekankan di atas gundukan kelelakian Si Bapak yg telah menjulang karena vegynya kini telah ikut mulai gatal dan geli karena dipengaruhi hormon syahwatnya.
  • Pergerakan olah asmara merangkak dengan irama yg mengalir alami. Lalu tiba-tiba tangan kiri Si Bapak menyelinap dari belakang pantat Rinda, masuk ke dalam cd-nya dan menjangkau liang kewanitaan Rinda.
  • Si Bapak ahli mengaparkan wanita agar semakin tenggelam dalam kuasa nafsunya sendiri. Semua dirangsangnya maka wanita akan mabuk birahi. Semakin liar Rinda menggolek-golekkan kepalanya. "Oohh yess. Arrgghh. Fuck me. Ooh my old man. " , rintihan-rintihan erotis menggema di ruangan.
Si Bapak mengangkat Rinda dengan entengnya (biasanya mengangkat beras sekwintal, Rinda paling 55 Kg). Lalu direbahkannya telentang di ranjang. cd Rinda dilolosi. Rok dan bajunya masih dibiarkan belum dilepas.

Roknya disingkap. Nampak di depan matanya sebuah keindahan dunia. Selangkangan yg bersih mulus dilengkapi dengan rambut-rambut kemaluan yg dipotong rapi. Di tengah-tengahnya bersemayam lubang kenikmatan berwarna merah dadu.

Si Bapak terpana. " memek kayak Neng ini bagus benget ya, indah sekali dan wangi. Bapak ingin melahapnya Neng. Boleh ya Neng? ". Tanpa persetujuan Rinda lalu dengan rakusnya mulut Si Bapak mulai mencomot vegy Rinda.

"Bapak akan menjilati nonok Neng sampai luber yaah. " , Rinda mengangguk dan memohon. Si Bapak menguakkan paha-paha putih Rinda lebar-lebar lalu menenggelamkan kepalanya di antara keduanya.

Bau wangi vegy yg terawat Rinda menyergap hidungnya. "Wangi sekali nonok Neng, oohh sedapnya. " "Ooggh yess. Fuckkerrh. Ssucck mmee. " , pantatnya terangkat-angkat ketika mulut Si Bapak mengulum bibir vegy Rinda.

Lidahnya mulai dimainkan keluar-masuk di liang kenikmatan Rinda. Kadang melesak dalam-dalam dalam rangka memburu dan mencari itil, bila ketemu terus disodok-sodokkan sampai membikin gila Rinda. Tangan Rinda terbang kian kemari, mencengkeram kepala Si Bapak agar menekan lebih kuat, menjambaki rambut sendiri, lalu lurus mencengkeram sprei kuat-kuat.

Begitu berulang-ulang dan bergantian. Kaki-kaki langsing putihnya telah menumpang di atas pundak Si Bapak berkelojot-kelojot. "Giillaa. Ennaakkh. Baanngeet. Teruss. Paakk. Ayyoohh. " , hentakan-hentakan pantatnya naik turun menandakan nafsunya sedang memuncak luar biasa.

Dan yg lebih luar biasa permainan pemanasan telah berlangsung setengah jam lebih. saya menelan ludah dan melotot. Kukeluarkan penis ku dan kukocok. Lalu si Bapak menghentikan permainan lidahnya.

Bajunya dilepas, celananya, cd-nya, dan jreenng, penis hitamnya telah mencuat tegak berkilau-kilau, luar biasa besar dan panjang. Made in nature. Alam yg menciptakannya. saya iri hati. Lalu si Bapak menaiki ranjang, disorongkannya penis supernya ke mulut Rinda, Rinda menyongsong nafsu.

Tersedak. Lalu mulai menjilatinya. Meludah. Mulai menjilati kembali. Ketika batang udah mengkilat lalu bless, dimasukkan ke mulutnya. Monyong mulutnya menampung lingga segede itu. Tegar dan kokoh. Tangan kiri Bapak menjangkau ke belakang, mencari vegy Rinda.

Lalu dicolokkannya. Dengan jari tengahnya lalu vegy Rinda yg telah agak kuyup dikocok-kocok. Rinda menjerit-jerit. "Buussyeett. Arrghh. Aadduhh. Aaghh. Aahh " , Rinda mulai menggila kembali. Kedua lubang Rinda disenggamai bersamaan.

Mulut dan vegy-nya. "Ayyoo neengg. Teruss. Aahh. Ahh. " , Si Bapak rupanya udah mulai fly juga. Dimajumundurkan penis nya sehingga mulut Rinda termonyong-monyong. "Seddott. Seddott. Neng. ".

Fantasi dikulum bidadari menerbangkan jiwanya menuju kesempurnaan kenikmatan yg dirasakan oleh saraf-saraf alat senggamanya. Kekuasaan virtual bahwa telah mampu menindih dan akan menyetubuhi seorang bidadari dari negeri awang-awang telah menghantar birahinya melampaui batas kesadaran.

Ekstase. Osilasi pantatnya semakin akseleratif, kepala Rinda terpental-pental maju mundur. Dan crroott. Crroott luar biasa sperma h yg diproduksinya. "Oohh neenngg. Tellan. Teellaan. peju hh. Baappaak. Yaagghh" , sambil terhentak-hentak kelojotan Si Bapak mengangkat kepala Rinda dan menekan penis nya agar nggak lepas dari mulut Rinda.

Rinda gelagapan tetapi menikmati menyeruput sperma h yg banjir di mulutnya. Menjilat-jilat lalu menelannya. saya belum keluar, pegel sedari tegang terus belum ada hasil. saya masih menginginkan adegan senggama kelamin vs.

Kelamin. Lalu robohlah sosok tua Si Bapak menggelosor di samping Rinda setelah nyaris 1 jam permainan berlangsung. Menelentang menatap langit-langit kamar, nafas ngos-ngosan dengan dada kembang kempis.

Rinda belum klimaks. Rinda melap mulutnya lalu menuju toilet. Beberapa menit kemudian dia keluar dengan bertelanjang. Menghampiri Si Bapak, mengangkanginya, lalu mulai mengocok batang penis Si Bapak.

Memanasi Si Bapak, dia ingin ikut dituntaskan. Penyelesaian atas dirinya adalah keharusan. Si Bapak semakin terpana, tubuh yg begitu indah menginginkan dirinya. Putih bak salju, lembut dan mulus.

Badan ramping, tinggi, tetek besar, perut rata, pinggang kecil, pantat padat montok, usia masih belia. Tiada cacat atas dirinya. Alangkah merasa beruntungnya Si Bapak. udah menikmati tubuh bidadari seindah ini masih dibayar pula.

Seumur-umur nggak pernah terbayangkan sama sekali bakal dianugerahi keajaiban seperti ini. penis Si Bapak diusap-usapkan ke bibir vegynya. Dia ingin disetubuhi dengan sempurna, vegynya ingin dimasuki. Mereka berdua telanjang kini.

Si Bapak di bawah, Rinda mengangkang dan sedang mengocok. Tangan Si Bapak merengkuh tetek-teteknya, meremas-remas, memilin-milin putingnya, lalu mengenyot-ngenyotnya. Rinda masih panas, tetapi dia masih belum diklimakskan.

Vegynya meneteskan cairan-cairan, nampak lebih kuyup dari sebelumnya. Dibangkit-bangkitkan kembali gairah lelaki tua di bawahnya. Dan tanpa menunggu lama penis Si Bapak mulai dialiri darah kembali sehingga mulai meregang.

Rinda senang. Semakin ditekuninya kocok-kocokannya. Dijilatinya tetek-tetek Si Bapak. Tangannya kadang mengelus pangkal penis , area penuh saraf, Si Bapak mulai mendengus. Direngkuhnya agar Rinda mendekat, dikulum puting-puting teteknya, lalu mereka berpagutan kembali.

Tangan-tangan berotot Si Bapak bergeser meremas-remas pantat montok Rinda. Diusap-usapnya bibir vegy Rinda, lalu diselipkan jari tengah kedua tangannya melesak ke lubang vegy Rinda. Rinda menjerit. Ketegangan penis Si Bapak telah sempurna kembali, Rinda menuntunnya menuju lubang miliknya.

Diusap-usapkan terlebih dahulu memutari sekeliling bibir vegynya. Rinda terpekik-pekik dan meregang-regang. Lalu dijebloskannya penis itu pelan dan pasti. "Ehhg. Egghh. " , pantatnya naik turun, maju mundur, mengebor seluruh titik-titik kenikmatannya.

Matanya terpejam dengan bibir yg menganga dan mendesah-desah histeris. Pantatnya diputar-putar, mencari persinggungan penis dengan saraf di dalam lubangnya yg paling sensitif. Bila ketemu lalu dia terpekik dan dipercepat kocokannya.

Si Bapak terbawa gairah kembali sehingga pantatnya pun ikut diputar dan digoyang-goyangkan. Membikin Rinda semakin gila. Berhubung Si Bapak telah sempat orgasme maka permainan ini akan memakan waktu lama.

Hal ini bakal menyenangkan dan memuaskan Rinda sampai titik darah penghabisan. Rinda terus mengocok-ngocokkan vegynya. Kepalanya bergoyang dan tergolek-golek liar ke kanan-kiri. Desahannya semakin keras. "Auh. Auh. Emmfh. " , keringat di punggungnya mengalir deras.

Mukanya berleleran peluh. Rinda masih butuh waktu. Gesekan-gesekan vegynya dinikmati detik demi detik. Bibir-bibirnya digigitnya sendiri. Dia ingin berlama-lama memanjakan vegynya mendapatkan desakan-desakan penis perkasa. Dia nggak ingin cepat berlalu, dia menahan diri.

Vegynya berkedut, dia pelankan genjotannya. Bila udah agak rileks dimulakannya lagi gesekan vegy-nya. Dia ingin menikmati semalaman memek nya dijajah penis langka milik Pak Tua ini. Dia nggak ingin kehilangan kesempatan.

Cerita seks, Bispak Kelojotan Ngelayanin Nafsu Seks Bapak, cerita dewasa bispak kelojotan ngelayanin nafsu, kisah bokep terbaru, bacaan porno sex
Bispak Kelojotan Ngelayanin Nafsu Seks Bapak

udah setengah jam dia memanjakan vegy-nya. Lalu tiba-tiba Rinda menghentikan kocokannya dan meregang, kepalanya melengkung dengan tangan mencengkeram dada Si Bapak kuat-kuat, badannya menggigil lalu menyentak-nyentak. Orgasmenya telah tiba.

"Ehh. Ugghh. Ehhmm. Ohh. Oohh. Oogghh" , lolongnya dan. Crott. Croott cairan menyemprot dari lubang vegynya. Seperti air kencing mengalir deras keluar. Jari-jari Si Bapak segera menyapu cairan itu dan menjilatinya.

Dia ingin menikmati cairan kewanitaan Rinda. Seperti apa rasa cairan seorang bidadari. "Enak nih sperma h Neng. " Si Bapak belum orgasme, lalu dengan cepat bangkit dan ditunggingkan Rinda.

Dengan amat nafsu disodoknya vegy Rinda dari belakang. "Ohh. Neng. Ooh. Oohh. Oohh. Neengg" , Si Bapak meracau histeris sambil memacu penis nya menembusi vegy dengan cepat dan bertenaga.

Berkecipak-kecipak suara vegy Rinda dihajar penis Si Bapak yg masih kokoh dan tegang itu. Tangan kekarnya kadang menepuk pantat bahenol dan padat Rinda sampai merah kulitnya, Rinda meringis-ringis antara nikmat dan perih.

Penderitaan kadang diserap wanita sebagai bagian dari kenikmatan. Terlebih secara bersamaan dirinya sedang tenggelam dalam birahi. Adonan yg menimbulkan kenikmatan ekstra. "Aauughh. Aaugghh. Eehhmggh. " , Rinda mulai bergairah kembali.

Vegynya berdenyut-denyut menyekap penis Si Bapak sehingga dari mulut Si Bapak mencerocos erang-erangan kenikmatan. "Emmppoott. Neengghh. Ennaakk. Bbanngeet. Adduuhh. Heehghh. " , semakin liar sodokan Si Bapak, sampai pantat Rinda merah-merah karena hantaman-hantaman paha Si Bapak.

penis diayun untuk menyodok sedalam-dalamnya. Keduanya tercerai dari kesadaran kembali. Erangan dan ceracau terlontar di luar kendali akal. saya mulai mendaki dan kupercepat kocokan tanganku, saya masih duduk dengan resleting terbuka.

Lalu kulihat dengan kasar Rinda ditelentangkan dan diangkat satu kakinya yg kanan dan dipegangi. Lurus ke atas. Didekatkan penis nya kembali, dengan tubuh tegak sejajar kaki kanan Rinda, Si Bapak memajukan dan menghujamkan penis nya lalu mulai mengayuh kembali.

Keduanya berpacu kembali, berliter-liter keringat telah membanjir keluar dari tubuh keduanya sampai sprei basah kuyup. Tetek-tetek Rinda tergoncang-goncang hebat. Si Bapak rupanya telah gemas dan geram dalam luapan birahi yg lebih mendera dari permainan pertama.

Hunjaman-hunjaman penis nya kuat dan menyentak. Rinda entah telah berada di mana saat ini, mungkin dia udah lenyap tenggelam di dasar samudera kenikmatan purba. Matanya hanya membeliak-beliak dengan erangan-erangan yg udah semakin menghilang.

Kenikmatan paling puncak telah tinggal sejengkal. Dan. "Oohggh. Aaghh. Eegh. Eeghh. Eeghh. Maauuhh. Nyampaihh. Neenngghh. " Rinda nggak sempat menanggapi lagi karena dia udah melampaui batas kesadaran, kenikmatan kali ini yg dia rasakan udah tak terukur.

Kata-kata udah lenyap tak bermakna. Lalu keduanya bersamaan nyaring berteriak. "Aahh! ". Keduanya melengkungkan tubuh masing-masing ingin saling memasuki, Si Bapak mencoba menembuskan penis nya sampai ke tempat terdalam milik Rinda, Rinda ingin mencakup seluruh milih Si Bapak.

Keduanya melipat dan saling mengatupkan dirinya dengan kuat-kuat ingin berpadu tak teruraikan. Orgasme sempurna telah dilampaui. Mereka menggelepar. Diam membisu masih meringkuk dan berpadu. saya juga keluar udah, sambil duduk di kursi.

Pengalaman luar biasa yg pernah kualami. Kontras membuat kekuatan tak terkira. Kami lalu tertidur. Kira-kira jam 5 pagi saya terbangun karena terganggu suara berisik, rupanya kedua makhluk di depanku sedang memacu birahi kembali.

Kulihat Rinda sedang mengangkangi kembali Si Bapak, dengan posisi membelakangi. Rinda telah menemukan sang pemuas nafsunya. Dia seolah ingin menghabiskan hidupnya disenggamai Si Bapak tua sang kuli pelabuhan yg kekar dan kokoh itu.

saya yakin mereka pasti akan sering bertemu setelah malam ini. saya senang karena Si Bapak bakal nggak kesepian di ibukota ini bila sedang dilanda birahi. Epilog Sejak menikmati adegan Si Bapak dengan Eks Model itu membuatku keranjingan untuk mencoba mengadakan kembali acara-acara begini namun dengan aktor dan aktris yg berbeda.

Bispak Kelojotan Ngelayanin Nafsu Seks Bapak
Bispak Kelojotan Ngelayanin Nafsu Seks Bapak, cerita sex , Cerita seks, Bispak Kelojotan Ngelayanin Nafsu Seks Bapak, cerita dewasa bispak kelojotan ngelayanin nafsu, kisah bokep terbaru, bacaan porno sex, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Bispak Kelojotan Ngelayanin Nafsu Seks Bapak


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/