Cewek Ini Tiap Ketemu Minta Ngentot

Cewek Ini Tiap Ketemu Minta Ngentot | Kulihat perempuan cantik itu melambaikan tangan di pinggir jalan. Kulirik jam di dashboard, lewat 20 menit dari jam 1 pagi dan sekarang juga bukan akhir pekan. Berbagai pikiran berkecamuk, namun kutepis sejenak sambil menepikan taksi yanng kukemudikan.

Dia membuka pintu kiri belakang dengan wajahnya yanng datar. gue melirik spion saat dia duduk. Kuperkirakan umurnya belum tiga puluh, tingginya sekitar 162 cm dengan berat sekitar 48 kg, tampak montok banget.

Pakaiannya biasa saja, bukan mencerminkan seorang wanita karir yanng baru pulang lembur. Dia cuma memakai celana jeans ketat dengan blus tipis yanng membuat payudara nya yanng cukup besar membayang indah.

Ah, lagipula ini kan Kemang. Tak banyak kantor di daerah ini kecuali kalau itu berupa rumah makan atau tempat hiburan. "Selamat malam. Mau kemana, bu? " sapaan standar.

"Hotel Muria ya, pak. " jawabnya datar. Pandangannya menerawang ke luar jendela. Kebetulan saat itu sedang gerimis, mungkin membuat hatinya galau. "Darimana tadi, bu? Kok jam segini belum pulang? " tanyaku basa basi sekaligus ingin memuaskan rasa penasaran yanng tadi kupendam.

". " dia diam saja sambil tetap memandang ke luar jendela. gue memutuskan untuk berhenti bicara. Mungkin dia sedang tak ingin diganggu. Tak lama kemudian, sampai juga di hotel Muria.

Dia membayar dengan memberikan uang tip empat ribu rupiah. "Terima kasih, bu. " jawabku sambil menerima uang itu. Tapi dia masih tetap diam, hanya mengangguk pelan sambil meninggalkan taksiku.

Tanda tanya masih tetap bergelayut di pikiranku. Dua hari setelah itu, di tempat yanng sama, perempuan yanng sama. " Selamat malam, bu. " senyumku mengembang, berusaha menyapanya ramah.

Pikiranku merasa bahwa dia meminta diantar ke tujuan yanng sama. "Hotel Muria ya, pak. " ujarnya sambil kembali memandang ke luar jendela. Kucoba menganalisis sendiri krn pikiranku semakin penasaran dengannya.

Dari logatnya, sepertinya dia bukan orang Jakarta. Ditambah fakta bahwa dia minta diantar ke Hotel Muria, semakin menguatkan hal tersebut. Cuma yanng masih menjadi tanda tanya, mau apa dia di Kemang pada dini hari? Kutengok sekilas tempat dia menunggu taksi, tak ada tanda-tanda klub malam atau tempat hiburan.

Hanya ada beberapa cafe yanng udah tutup dan sebuah rumah makan 24 jam, serta dua buah mini market. "Dari mana tadi, bu? " tanyaku dengan suara keras sehingga dia tak ada alasan untuk tidak menjawab.

Demi memuaskan rasa penasaran. "Oh, tadi. dari ketemu teman. " jawabnya singkat, masih menatap ke luar jendela meski kali ini tak gerimis. "Sepertinya saya tak ngeliat ada cafe yanng masih buka, bu. " "Di restoran fast food, pak. " "Oh begitu. Lalu temannya tadi udah pulang? " "Pulang duluan, pak, udah ditunggu istrinya. " jawabnya datar, kali ini diakhiri dengan embusan napas berat dan pandangannya beralih ke layar ponsel.

gue jadi tak enak sering melirik ke spion. Konsentrasi lalu kukerahkan pada kemudi saja. Esok harinya, bagaikan deja vu, kembali taksiku dihentikan olehnya, masih di tempat dan jam yanng sama.

Sebenarnya gue sengaja lewat tempat itu di jam yanng sama, ingin bertemu dengannya lagi. Masih ada beberapa hal yanng ingin kutanyakan padanya. "Malam, mbak. Hotel Muria? " gue beranikan diri memanggilnya ' mbak'.

tampak nya dia tidak keberatan. "Iya, pak. " jawabnya, kali ini dengan senyum. "Mbaknya bukan orang sini ya? Darimana, mbak? " "Semarang, pak. " "Mbaknya ke Jakarta dalam rangka apa? Cuma ketemu teman atau ada urusan lain, mbak? " tanyaku hati-hati.

Tak ingin terkesan ingin tahu urusan orang, meskipun kenyataannya memang begitu. "Iya, cuma ingin bertemu teman saya itu. Eh, sebetulnya pacar sih, pak, bukan teman. " gue mencoba menggali ingatanku.

Kalau tak salah kemarin dia bilang bahwa 'temannya' itu udah ditunggu istrinya. Apakah. "Temannya, eh pacarnya itu, udah punya istri ya, mbak? " Oke, ini udah keterlaluan dan gue tak tersinggung jika dia minta turun.

Tapi nyatanya tidak, dia masih tetap tenang di jok belakang taksiku. "Iya, pak. Kami udah berhubungan dari lama. Rumah tangga mereka bermasalah dan katanya mereka akan segera bercerai. Tapi entah, sampai sekarang masih seperti ini. Pertemuan-pertemuan kami tak diketahui istrinya, pak. " "Mbak bahagia dengan hubungan itu? " Entah kenapa gue malah bertanya hal seperti ini.

Rasanya ingin menampar mukaku sendiri. "Sebenarnya sih enggak, pak. Saya udah menyakiti banyak orang, termasuk diri saya sendiri. Namun rupanya ada satu sisi saya yanng bahagia krn bisa bersama dengan orang yanng saya cintai, meski tak bisa memilikinya dengan utuh. " Sampai di lobby Hotel Muria, dia menyerahkan sejumlah uang.

"Pak, ini malam terakhir saya di Jakarta. Besok saya pulang. Terima kasih udah menjadi teman mengobrol saya dua hari ini. Saya sangat menghargainya, pak. " dengan mata berkaca-kaca.

" Iya, sama-sama, mbak. " kukira dia akan langsung turun seperti biasanya, tapi ternyata. " Pak, " dia memanggil. " Iya, mbak. " kupandangi wajahnya yanng cantik, juga tubuhnya yanng sintal.

" Emm, boleh saya minta tolong? " tanyanya. " Silahkan, mbak. Kalau memang bisa, pasti saya bantu. " " Bapak nggak keburu pulang kan? " Kulirik jam di dashboard, jam 2 lewat 5 menit.

udah larut, istriku pasti udah menunggu di rumah. " Nggak, mbak. Memangnya kenapa? " tapi demi cewek ini, gue rela menundanya. " Bapak mau menemani saya? " tanyanya lirih, campuran antara rasa marah dan takut.

gue tak langsung menjawab, kucoba untuk mencerna perkataannya. " Menemani gimana. Mbak? " kutanya balik. gue butuh kepastian. Apa ini sesuai dengan bayanganku? Tidak menjawab, cewek itu malah menyeberangkan tangannya melewati pinggulku untuk meraih setelan jok tempat gue duduk.

Jok itu langsung bergerak ke bawah dengan gue tergolek di atasnya. Dan yanng kurasakan berikutnya adalah bibir basah cewek itu yanng langsung mencium mulutku dan melumatnya rakus.

Uh. uh. uh. gue tergagap sesaat, sebelum akhirnya gue membalas lumatannya. Kami saling memagut melepas birahi. Bisa kurasakan lidahnya yanng runcing menyeruak masuk ke rongga mulutku. Dan reflekku adalah segera menghisap dan mencucupnya.

Nikmat sekali rasanya saat lidah itu menari-nari di mulutku. Bau harum perempuan itu juga menyergap hidungku. Beginikah rasanya bau badan cewek macam ini? Bau alami tanpa parfum sebagaimana yanng sering dipakai istriku.

Bau seorang cewek muda yanng selama 3 hari ini sanggup membuatku penasaran. Bau yanng bisa langsung menggebrak libidoku, sehingga nafsu birahiku lepas dengan liarnya saat ini. Sambil melumat, jari-jari lentik perempuan itu juga merambah tubuhku.

Dengan lincah dia melepasi kancing-kancing kemejaku. Kemudian kurasakan remasan jari halus pada tonjolan kontol ku. Uuiihh. tak tertahankan rasanya. gue menggelinjang. Menggeliat-geliat hingga pantatku naik-turun di jok yanng sedang gue duduki.

Sekali lagi gue merasa edan. gue digeluti seorang cewek muda cantik yanng bahkan namanya saja gue tak tahu! Bibir manis perempuan itu terus melumatku, dan gue menyambutnya dengan penuh kerelaan total.

Akulah yanng sesungguhnya menantikan kesempatan macam ini dalam banyak khayalan-khayalan erotikku. Tangan gemetar. Lututku gemetar. Kepalaku terasa panas. Darah yanng naik ke kepalaku membuat wajahku seakan bengap.

Dan semakin kesini, semakin gue tidak bisa mencabut persetujuan atas ajakan 'temani saya dulu ini'. " Kita turun yuk, pak. Kita masuk dulu. " cewek itu menghentikan lumatannya dan mengajakku memasuki hotel.

Mobil segera kuputar ke palataran parkir dan kutinggalkan disana. Setengah berlari, kubuntuti cewek itu masuk ke dalam kamarnya. Begitu masuk, kudengar telpon berdering, rupanya dari front office hotel.

" Bapak mau minum apa, " tanya cewek itu, telepon berada dalam genggamannya. " Tidak usah, " gue udah tak sabar ingin merasakan badan sintalnya, tidak ada waktu untuk minum-minum.

" Atau makan mungkin? " dia kembali bertanya. " Tidak usah repot-repot. " gue kembali menolak. Ayo cepat, kita main, setelah itu gue segera pulang biar istriku tidak curiga.

Tapi keliatan nya keinginanku itu memang harus ditunda dulu. " Sebentar ya, pak. Saya ke kamar mandi dulu. udah kebelet dari tadi. " pamit cewek itu sambil buru-buru masuk ke kamar kecil yanng tersedia di dalam kamar.

Mengangguk mengiyakan, gue segera mencopoti seluruh bajuku saat cewek itu sibuk di dalam. Tak menunggu lama, gue udah telanjang bulat. badan tuaku yanng berlemak keliatan menyedihkan, tapi tidak dengan burungku.

Meski udah lebih 50 tahun, tapi kontol ku itu masih bisa berdiri tegak. Begitu besar dan panjang. Dengan benda inilah gue dulu menaklukkan puluhan cewek sebelum akhirnya gue takluk pada istriku yanng sekarang.

cewek itu tampak malu-malu saat ngeliat ku udah telentang telanjang di atas ranjang. Padahal tadi dia yanng mengajak, dan dia juga yanng paling agresif saat di mobil.

Dia menatapku dengan ekor matanya, kemudian tersenyum. " udah nggak sabar ya, pak? " tanyanya. " Untuk orang secantik, mbak. Siapapun pasti tak sabar. " jawabku diplomatis sambil memamerkan kontol ku yanng udah tegang penuh.

Dengan ujungnya, kupanggil dia untuk mendekat. " Ayo, mbak, sini. " cewek itu mengangguk dan berjalan menghampiri. gue bisa merasakan betapa sangat terangsang seluruh syaraf-syaraf libidoku. gue, laki-laki tua gendut yanng udah lama tidak main dengan perempuan lain selain istrku, hari ini dengan edannya berada di kamar hotel dengan seorang cewek muda cantik yanng bertubuh padat sentosa, yanng umurnya bahkan belum setengah dari umurku.

Sungguh sangat beruntung sekali. cewek itu menjatuhkan tubuhnya ke ranjang, tepat di sisiku. Serta merta gue langsung menyambutnya dengan dekapan dan rengkuhan hangat. Kulingkarkan tanganku yanng keriput di payudara nya yanng besar.

Dia cuma tertawa saat gue meremas dan mengelus-elusnya pelan dari luar baju. gue udah tidak ingat lagi akan keberadaan anak istriku di rumah, bayangan mereka seakan lenyap.

Cerita Sex Cewek Ini Tiap Ketemu Minta Ngentot

yanng ada sekarang adalah gue benar-benar tenggelam dalam pesona dahsyatnya penyelewengan singkat, yanng pasti akan dipenuhi kenikmatan dan gelinjangan dahsyat. Apalagi mengingat lawan mainku yanng sangat cantik dan sex i.

" Pak, bantu saya melupakan sakit hati saya ya? " bisik cewek itu mesra. " Saya yakin, meski bapak udah berumur, bapak bisa muasin saya. " dia memegang kontol ku dan mulai mengocoknya pelan.

" Gede banget, pak. Nggak salah saya milih bapak. " ujarnya. Telingaku merasakan seperti tersiram air sejuk pegunungan, berbunga-bunga mendengar pujian macam itu. gue bagai dilempar ke masa 25 tahun yanng lalu, saat gue masih muda dan gagah.

Semua cewek yanng kutiduri pasti akan bilang begitu. " Sesuai permintaan, mbak, akan kupuaskan mbak malam ini. " sahutku sambil membalik dan menindih tubuhnya. Langsung kulahap mulutnya yanng tipis kemerahan dan kulumat dengan penuh nafsu hingga membuat dia gelagapan kesulitan bernafas.

Kumasukkan tanganku ke blusnya. Saat kuremas buah dada nya, cewek itu mendesah lirih sambil mencakari tubuhku, dia menekan bibirnya agar lebih kulumat lagi. Segera kusedot lidahnya. Sekaligus juga air liurnya.

Semakin basah, gue jadi semakin bergairah. Mulutnya seperti kujadikan tempat minumku. Sungguh, gue sangat menikmati kegilaan ini. Setelah seperempat abad berlalu, akhirnya gue merasakannya kembali. Tanganku tidak kualihkan, sambil terus melumat bibirnya, gue juga tak henti meremasi kedua susunya yanng kurasa sangat padat dan kencang.

Seperti milik perawan saja layaknya. Atau kalaupun tidak perawan, minimal dia masih belum pernah punya anak. gue bisa membedakannya. Tak puas cuma dengan tangan, segera gue singkap blus yanng dipakainya ke atas.

Juga bh merah kekecilan yanng membungkusnya. Saat benda itu udah terburai keluar, gue memandanginya sejenak, mengagumi betapa kencang buah dada itu meski ukurannya begitu besar. Kulit permukaannya tampak mulus dan licin, keliatan bersinar di kamar yanng tidak begitu terang ini, bagai dua bulatan semangka yanng ditempeli puting merah keras.

ngeliat nya membuatku tak tahan. gue segera menunduk dan mengganti usapan tanganku dengan bibir. Kujemput buah dada bulat itu penuh nafsu. Kujilat dan kusedot putingnya habis-habisan. Di permukaannya yanng halus dan licin, kutinggalkan banyak cupang kemerahan.

Sementara remasan tanganku yanng masih menyertai, membuat benda yanng aslinya berwarna putih itu, berubah menjadi kemerahan. Tapi bagiku, jadi keliatan makin indah. "Aagh. Sssh. Ough. " pemiliknya yanng tidak mampu melawan cuma bisa menggelinjang sambil merintih-rintih saat saraf-saraf erotisnya yanng sensitif terus kurangsang.

"Auw, ampun, pak. geli! Arggh. " desahnya penuh nikmat. Tanganku yanng tidak bisa diam kini turun untuk meraih celana jeansnya. Kulepas kancingnya dengan cepat dan kubuka resluitingnya tidak sabar.

Dengan jari-jariku yanng besar dan kasar, kudorong benda itu hingga merosot ke bawah, sampai ke mata kaki. Setelah mengusap-usap sebentar pahanya yanng putih mulus, merasakan betapa halus dan licinnya benda itu, gue kemudian merogoh celana dalamnya.

Aiihh. tak terperikan kenikmatan yanng kurasakan saat bisa meraba memek nya yanng licin tanpa rambut. Bisa kupastikan kalau benda itu masih begitu sempit. Membayangkannya saja udah membuatku tak mampu menahan getaran jiwa dan ragaku, apalagi pas merasakannya nanti, bisa-bisa gue kejang duluan.

Dengan jari-jari kasarku, terus kuraba permukaannya yanng makin lama terasa semakin basah. Sasaranku adalah kelentitnya, saat udah kutemukan bulatan mungil kaku itu, langsung gue menjepit dan menyerangnya bertubi-tubi.

"Auuoogghs. " cewek itu vagina ik panjang saat menerimanya. Tubuhnya langsung melengkung dengan cengkeraman jarinya di kontol ku terasa semakin erat. gue sampai kesakitan. Segera kubalas dengan menusukkan jari-jariku ke lubang vagina nya dan mengocok cepat disana.

Ayo, sekarang siapa yanng nggak tahan! Menggelinjang keenakan, badan cewek itu terbanting keras ke ranjang, lepas dari pelukanku. Menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan, dia merintih-rintih merasakan ujung-ujung jariku yanng terus bermain di lubang memek nya.

Cairan birahinya yanng keluar semakin banyak, kuusapkan-usapkan ke permukanya, kuratakan sebagai pelumas untuk memudahkan kocokan jari-jariku. Sementara bibir dan tanganku yanng nganggur, kugunakan untuk kembali menyerang puting susunya dengan menghisap dan melumatnya rakus.

" Oogh. ampun, pak. geli banget! gue nggak tahan. ampun. aah. hentikan. " dia menghiba, tapi tidak kupedulikan. Terus kuserang dan kugumuli badan sintalnya. gue udah terlanjur bergairah, nanggung kalau harus berhenti sekarang.

Blusnya yanng udah berantakan memudahkanku untuk merangsek ke ketiaknya. Kujilat dan kusedoti kulit mulus yanng bersih tanpa bulu itu. Dia nampak sekali menikmatinya, tampak dari rintihannya yanng semakin keras dan bertubi-tubi.

Sementara jari-jariku terus menusuki lubang vagina nya, menggelitik dinding-dindingnya yanng penuh saraf birahi dengan tanpa henti. Membuat cewek berkulit putih itu serasa kelenger penuh kenikmatan. Dan tak terbendung lagi, cairan birahinya mengalir semakin deras.

yanng semula satu jari, kini disusul lagi jari lainnya. Dua jari kini masuk, dan mengocok semakin cepat. Kenikmatan yanng kuberikan pada cewek itu semakin bertambah. Dengan pengalamanku, gue tahu persis dimana titik-titik kelemahan seorang cewek.

Jari-jariku kuarahkan ke g-spotnya. Dan tak ayal lagi, dengan jilatan di ketiak dan kobokan jari-jari di lubang vagina nya, gue bisa menggiring cewek cantik itu sampai titik dimana dia tidak mampu lagi membendung orgasmenya.

Saat rasa itu datang, perempuan itu merangsek balik kepadaku. Dengan terkejang-kejang, dia menjatuhkan tubuhnya yanng sintal ke atas tubuhku. Segera kuraih kepalanya dan kuremasi rambutnya yanng panjang.

Dengan sayang kupeluk tubuhnya yanng montok itu erat-erat dan kuhunjamkan jariku dalam-dalam ke lubang vagina nya, seperti ingin menyumbat celah sempit itu agar cairannya tidak sampai tumpah keluar membasahi sprei.

" Aarrggh. " menjerit keenakan, cewek itu menarik apa saja yanng bisa ia raih. Bantalan ranjang teraduk, selimut tempat tidur terangkat lepas dan terlempar ke lantai. Sementara kakinya menghentak-hentak menahan kedutan vagina nya saat memuntahkan air mani.

Cairan memek seorang perempuan yanng berupa cairan bening yanng memancar keluar dari dalam vagina nya. Paha nya yanng putih mulus menjepit tanganku, sementara pantatnya yanng bulat terangkat-angkat menjemput kocokan tanganku yanng mulai memelan.

Dia keliatan sedang menanggung kegatalan birahi yanng amat sangat. Kuusap keringat yanng mengucur deras di mata, pipi dan bibirnya, lalu kukecup dia sekali lagi, panjang dan mesra.

Kusibakkan rambutnya yanng tergerai basah untuk mengurangi gerahnya di kamar yanng ber ac ini. Kuelus bulatan buah dada nya, sambil kusisir rambutnya yanng awut-awutan dengan jari-jariku. Sementara di bawah, kuperhatikan cairan cintanya merembes keluar dari celah-celah bibir vagina nya.


Cerita seks Cewek Ini Tiap Ketemu Minta Ngentot
  • Melenguh puas, cewek itu menyandarkan tubuhnya dengan mesra di dadaku. Hawa dingin ac dengan cepat meredakan orgasmenya, membuatnya kembali bisa bernafas normal dan berpikir jernih. " Ahh, bapak hebat banget, bisa ngantar saya cuma dengan tangan. Sepertinya malam ini saya bakal puas sekali. " bisiknya lirih.
  • Kukecup bibirnya yanng mungil sebagai jawaban. Dia menyambut ciumanku dan sekali lagi kami berpagutan mesra. " Saya ambilkan minum dulu ya. " kataku sambil beranjak dari tempat tidur.
  • Dia sempat menggenggam sebentar batang kontol ku yanng masih ngaceng berat sebelum menepikan tubuhnya, memberi jalan bagiku. Dengan badan telanjang, gue melangkah menuju kulkas kecil di sudut kamar.
  • " Air putih atau soft drink? " tawarku. " Air putih aja, " dia menjawab dengan nafas masih sedikit ngos-ngosan. toket nya yanng putih tampak semakin mengkilap krn keringat yanng menempel di permukaannya.
  • Kuberikan air putih dingin di tanganku kepadanya. Dia meminumnya sedikit sebelum menyerahkannya kembali kepadaku. Kuhabiskan sisanya dan kutaruh gelas yanng udah kosong di meja. Lalu kembali gue naik ke tempat tidur.
  • cewek itu diam saja saat gue mulai menciumi dan mengusel-uselkan hidung ke tubuhnya. Kuciumi perut, pinggul dan buah dada nya. Dia tidak merespon, hanya nafas panjangnya saja yanng terdengar.
  • Mungkin dia masih kelelahan akibat orgasmenya barusan, dan sekarang masih berusaha untuk mengumpulkan tenaganya kembali. Tidak apa, gue bisa mengerti. gue terus menciumi buah dada nya yanng bulat sempurna itu, kuhisap dan kujilati keringat yanng mengalir di permukaannya sampai benda itu menjadi bersih.
  • Sementara putingnya yanng merah mencuat, kugelitik dan kucucup berkali-kali dengan lidahku. cewek itu mulai sedikit mendesah, tapi masih tampak pasrah. Bahkan saat tanganku mulai merabai paha dan selangkangannya, dia tetap tidak melawan.
  • " Mbak capek ya, bagaimana kalau kita berhenti dulu? " tanyaku. Tidak enak juga menggumuli perempuan yanng diam seperti ini. Kayak main sama gedebok pisang aja. " Eh, nggak. Nggak, pak. Terusin aja. Saya udah lewat kok capeknya. Ini juga udah mulai terangsang. " cewek itu tersenyum kepadaku.
  • " Beneran? " kuelus rambutnya yanng panjang sepinggang. " Saya cuma mikir, tadi kok bisa nikmat banget ya, apa sensasi selingkuh memang seperti ini? Bapak belum ngapa-apain, cuma pake tangan, tapi saya udah kelabakan seperti ini. " dia mengulurkan tangannya dan menggenggam kontol ku.
" yanng ini, pasti bakal lebih hebat dong. " gumamnya sambil meremas-remasnya pelan. " Pastinya, " gue tertawa menggoda. Dia ikut tertawa. " Jadi tak sabar saya, pak. Ayo, pak, cepat entot saya. " cewek itu meminta.

gue mengangguk, " Saya juga udah tak sabar mbak pengen ngerasaain badan mbak yanng montok ini. " sambil kujawil puting susunya. " Ahh, montok apanya, pak. Buktinya, pacar saya ninggalin saya. " katanya, wajahnya tiba-tiba tampak sendu.

Mungkin teringat peristiwa yanng baru dialaminya. " Ah, maaf, mbak. " gue buru-buru minta maaf. gue tidak ingin merusak suasana mesra ini. jgn sampai gara-gara teringat sama pacarnya, dia jadi mengurungkan perselingkuhan ini.

gue udah telanjur bergairah, bisa gila gue kalau diputus sekarang. " Tidak apa-apa, bukan salah bapak kok. Malah saya terima kasih banget krn bapak udah mau nemani saya. Siapa tahu dengan kenikmatan yanng bapak berikan, saya jadi bisa melupakan bajingan itu! " dia mengepalkan tangannya erat-erat, keliatan geregetan.

Tapi didalamnya masih ada kontol ku. " Auw! " tentu saja gue langsung menjerit keras-keras. " p-pelan-pelan, mbak. Sakit! " rintihku. cewek itu langsung melepaskan genggaman tangannya, " Ah, m-maaf, pak. Saya nggak sengaja. " dia memandangi dan membolak-balik batang kontol ku, memeriksanya kalau-kalau ada yanng terluka.

Setelah tahu tidak apa-apa, kami saling berpandangan dan tertawa berbarengan. " Ayo, pak. Katanya mau ngentotin saya, " cewek itu berkata genit. " Eh, i-iya, mbak. " mengangguk senang, gue segera menelanjangi cewek cantik itu.

Celana jeansnya yanng sedari tadi masih separoh di kaki, kutarik hingga lepas. Juga blus serta kutang mungilnya, hingga kami sama-sama bugil. gue lalu rebah diantara pahanya dan menelusupkan kepala ke celah selangkangannya.

Dengan cepat lidah kasarku kembali menjilati lubang memek nya. " Auw, pak. Ampunn. " cewek itu langsung merintih dan menggelinjang. Pelan-pelan nafsunya kembali terpancing. Lidahku yanng terus menusuk-nusuk lubang vagina nya membuat dia merasakan kegatalan yanng amat sangat.

" s-udah, pak. Cepat entot saya. jgn siksa saya seperti ini! " pintanya memelas. Tanpa dia sadari, tangannya telah menyambar kepalaku dan jari-jarinya meremasi kembali rambutku yanng udah acak-acakan sambil mengerang dan mendesah-desah menikmati rangsanganku yanng terus mengalir.

Dia juga menekan-nekan kepalaku agar tenggelam lebih dalam ke lubang selangkangannya. Pantatnya juga ikut naik menjemput lidah dan bibirku. krn kasihan, dan juga krn tidak tahan, gue menghentikan hisapanku.

Kuganti dengan memindahkan dan mengangkat kaki cewek itu untuk kutumpangkan ke bahuku. Perutku yanng buncit hanya memungkinkan posisi seperti itu saat menikmati badan montok nya. Itulah posisi yanng paling mudah.

" Siap ya, mbak. Saya entot sekarang. " kutuntun peler ku dan kuarahkan secara tepat ke lubang memek nya yanng masih keliatan sempit dan indah. Hanya krn jilatanku lah, benda itu jadi agak terbuka sedikit.

" Jarang dipake ya, mbak? " gue mengomentari vagina nya. " Nggak juga sih. Tiap ketemu, kita pasti main. Memang itu yanng dicari pacar saya dari hubungan kami. Dia cuma mau tubuhku. Ah, saya memang bodoh. Kenapa tidak menyadari itu dari dulu. " dia melenguh, antara menyesali nasib dan gesekan ujung kontol ku pada bibir memek nya.

" Nggak semua laki-laki seperti itu, mbak. Saya yakin, mbak pasti bisa menemukan yanng lebih baik dari dia. Mbak cantik dan menarik, kalau saja saya masih muda, mbak pasti akan kunikahi. " gue sungguh sangat menunggu detik-detik ini.

Detik-detik dimana peler ku untuk pertama kalinya merambah dan menembusi vagina nya. " Terima kasih, pak. Ditemani seperti sekarang aja, saya udah senang kok. " sahutnya dengan badan kembali bergetar, saat gue mulai mendorong batang kontol ku.

" Ugh, " gue melenguh, tubuhku seakan terlempar ke-awang-awang. Sendi-sendiku bergetar. Nikmat sekali rasa perempuan itu. Campuran antara panas, lengket, sempit, dan menggigit. " Auw! " cewek itu menjerit kecil saat kepala tumpul yanng bulat gede milikku menyentuh dan menguak bibir vagina nya.

Rasa kejut saraf-saraf di bibir memek nya langsung bereaksi. Saraf-saraf itu menegang dan membuat lubangnya menjadi menyempit. Seakan tidak mengijinkan peler ku untuk menembusnya lenih jauh. Itu membuatku jadi penasaran.

" Santai aja, mbak. jgn tegang, " bisikku di tengah deru hawa nafsuku yanng menyala-nyala. " Ah. h-habisnya, peler bapak gede banget sih. Jauh sama punya pacar saya. Saya jadi takut. " Sahutnya terus terang.

gue tersenyum. "Kok takut, harusnya malah seneng dong? " terus kugesek-gesekkan kontol ku. Kalau dia memang belum siap, gue tidak akan memaksa. "Istri bapak pasti puas banget ya? " dia bertanya, dan menjerit kecil saat kugigit kembali puting susunya.

"Itulah kenapa dia tidak menolak kukasih anak 7 orang. " gue menjawab bangga, dan tertawa. "Hamili saya juga, pak. Keluarin air mani bapak di dalam. Nggak apa-apa, kalau pacar saya tidak mau ngasih anak, biar saya dapat dari bapak saja. " cewek itu meminta.

"Beneran, mbak? " bisa kurasakan, setelah berkata begitu, dia menjadi lebih rileks. Kepala kontol ku yanng tadi tertahan, tiba-tiba bisa meluncur masuk meski masih agak sulit. " Iya, pak. " dan dengan kata-kata itu, ia pun menyerahkan sepenuhnya tubuhnya kepadaku.

Bibir vagina nya menyerah dan merekah, menyilahkan peler ku untuk menembusnya. Bahkan kini vagina nya lah yanng aktif menyedot agar seluruh batang peler ku bisa dilahapnya. Tanpa perlu usaha yanng berarti, peler itu pun berhasil masuk menguak vagina nya.

" Uuggh. " gue merasakan geli yanng amat sangat saat batangku yanng kaku dan keras memasuki lubang memek nya. Terasa sesak, penuh, hingga tak ada ruang dan celah yanng tersisa, terasa begitu nikmat.

gue terus mendesaknya masuk hingga mentok di mulut rahimnya. " Ugh, pak. Terus terang, seumur-umur belum pernah rahimku ngrasain disentuh peler seperti sekarang. peler pacar saya paling-paling menembus sampai tengahnya saja, masih banyak sisa ruang yanng longgar. " rintihnya mesum.

Tanpa diberitahu pun, gue udah tahu. vagina cewek itu memang sangat sempit, seperti perawan saja layaknya. Benar-benar beruntung gue bisa mendapatkannya. " Saat dia tarik maupun dorong pun, saya tidak merasakan sesak atau penuh seperti sesak dan penuhnya peler bapak mengisi rongga vagina ku saat ini. " katanya saat gue mulai melakukan pompaan.

" Nikmati aja, mbak. Akan kupuaskan mbak malam ini. " dengan pelan dan berirama, gue terus menarik pelan pinggulku kemudian mendorongnya lagi. Begitu berulang-ulang dengan frekuensi yanng makin sering dan semakin cepat.

" Ah. iya, pak. Enak banget! Terus. " dan cewek itu mengimbanginya dengan pintar. Secara reflek, pantatnya bergerak ke atas ke bawah, mengejar dorongan dan tusukanku. Sesekali dia juga bergerak memutar, sedikit ngebor apabila gue bergoyang pelan.

Tak lupa juga ia menggoyangkan kegelnya untuk makin memanjakanku. " Ugh. enak banget, mbak. " gue mendengus. Untuk membalasnya, secara beruntun kukocok vagina nya dengan sangat cepat dan dalam.

Ia langsung berteriak keenakan. " Aah. pak, aargh. " buah dada nya bergoncang-goncang, rambutnya terburai, keringatku dan keringatnya mengalir berjatuhan di sprei. Goyangan itu juga membuat ranjang kokoh yanng kami pakai sampai berderak-derak tak karuan.

Segera kuremas-remas buah dada nya sebagai pelampiasan rasa nikmat yanng semakin dominan. Kami udah hilang kontrol. gue terus bergerak cepat, sementara cewek itu udah tidak mengeluh sakit lagi.

Seluruh gerak, suara, nafas, bunyi, desah dan rintih hanyalah nikmat saja isinya. Posisi nikmat ini berlangsung kurang dari lima menit. Kulihat badan montok cewek cantik itu udah berkilatan oleh keringatnya, makin menambah kesex iannya.

Dengan gemas terus kupermainkan puting susunya yanng mencuat mungil. Kugigit, kujilat dan kupilin-pilin penuh nafsu. Sodokan peler ku makin lama juga makin kencang. Pada akhirnya, setelah hampir sepuluh menit bercinta, bisa kuhantarkan cewek itu ke orgasmenya yanng ke dua.

" Oh. bapak memang hebat. Hanya dari Bapak, saya bisa meraih orgasme seperti ini. Terima kasih, pak. Terima kasih! " ucapnya disertai semprotan keras di vagina nya.

Kuhentikan goyanganku. Kuberikan dia kesempatan untuk menikmati puncak kenikmatan itu. " Saya juga puas, bisa bercinta dengan orang secantik mbak. " gue berkata. " Puas apa? Bapak kan masih belum keluar? " terengah-engah, cewek itu kelihatan makin cantik.

" Sekarang giliran saya untuk memuaskan bapak. " Sehabis berkata begitu, kurasakan vagina cewek cantik itu berdenyut begitu keras, meremas dan mencekik kontol ku begitu rupa. gue kelojotan.

Denyutan satu disusul dengan denyutan lain yanng lebih nikmat. gue jadi tak tahan. Apalagi dalam tiap denyutan selalu diiringi empotan keras di ujung kontol ku. Tanpa perlu digoyang pun, gue menyerah.

peju ku muntah tak lama kemudian. Crott. crott. crott. " Ah, banyak sekali, pak. " cewek itu menggelinjang geli saat vagina nya kusembur dengan kawah panasku berkali-kali.

" Uhh. " gue jadi lemes sekali. Lemas tapi puas. " udah lama ya nggak dikeluarin? " cewek itu bertanya. gue mengangguk. " Istri saya udah manopause, mbak. Cuma cinta kasih yanng menyatukan rumah tangga kami, nafsunya udah lama hilang. " " Bapak seneng dong sekarang? " dia membelai rambutku.

" Seneng banget. Sekali-kalinya ngentot, sama orang secantik mbak. " kucium bibirnya ringan. Di bawah sana, kurasakan kontol ku mulai mengkerut dan mengecil dan akhirnya lepas dengan sendirinya.

Cerita seks, Cewek Ini Tiap Ketemu Minta Ngentot, cerita ngewe cewek ini tiap ketemu ngentot, bacaan dewasa bispak kantor dientot, sexy pantat bahenol
Cewek Ini Tiap Ketemu Minta Ngentot

Sementara vagina cewek itu masih terus bergetar dan berkedut-kedut. " Mau sampai kapan, mbak, begini terus? " kutusuk lubang sempit itu dengan jari telunjukku, kucolek peju dan air cintanya yanng terbenam di dalam, lalu kuoleskan ke ujung putingnya.

" Sampai besok juga bisa. " cewek itu menjawab santai dan meratakan cairan pemberianku ke seluruh permukaan buah dada nya. Benda itu jadi kelihatan makin mengkilap karenanya.

Tersenyum penuh kepuasan, kami berbaring telentang di ranjang hotel yanng kini udah acak-acakan. Sesungguhnya gue ingin tinggal lebih lama lagi di tempat penuh birahi ini, siapa juga yanng rela meninggalkan cewek secantik dan semolek dia yanng rela tubuhnya kutiduri sepanjang malam, namun jarum jam di dinding yanng menunjuk angka 2 menyuruhku untuk pulang.

Istriku yanng sedang menunggu di rumah pasti resah, gue pulang terlambat tanpa memberi kabar apapun. " Bapak mau pulang ya? " cewek itu bertanya, seperti mengetahui apa yanng kupikirkan.

" Iya, istri saya pasti udah menunggu. " begitu jawabku. Setelah meremas buah dada nya sebentar, gue bangkit dan mulai mengenakan kembali bajuku. " Terima kasih, mbak, udah mengajak saya melakukan ini. Jarang-jarang saya nemuin orang seperti mbak. " kataku.

" Sama-sama, pak. Saya juga terima kasih. Bapak rela pulang telat demi saya. " jawabnya sambil ikut memunguti pakaiannya yanng berserakan. " Siapapun orangnya, pasti tidak akan menolak, mbak. Mbak begitu cantik dan sex i. " kupandang wajah tirusnya yanng pucat, dan kembali kulumat bibir tipisnya.

" Bapak puas nggak tadi? " dia bertanya. " Bukan main, mbak. Saya sungguh sangat puas" , begitu jawabku. Suatu jawaban jujur dari lubuk hatiku yanng paling dalam.

" Tapi ini kok masih melendung? " cewek itu meraba gundukan di balik celanaku yanng masih menggunung. " Iya, mbak. peler ku memang masih ngaceng. Tapi bener, saya sangat puas kok. " tapi tidak kutepi tangannya, kubiarkan dia terus meraba selangkanganku.

Enak sih rasanya. " Masih pengin ya, pak? " tanyanya dengan tangan terus memijiti gundukanku, membuatnya semakin membesar dan mengeras tak terkendali. " bapak masih mau lagi ya? " dia menaruh kembali celana dalam yanng ia kenakan dan menggiringku naik ke atas ranjang.

" Tapi, mbak. " gue ingin menolak, tapi remasan tangannya yanng nikmat mustahil untuk kuabaikan begitu saja. " Sebentar saja, pak. Sebagai salam perpisahan kita. " sahutnya nakal sambil melempar senyum serta melirikkan matanya kepadaku, seperti menanti reaksiku.

Sementara tangannya terus meremasi dan mengurut-urut batang kontol ku. gue terdiam, bingung antara mau menolak atau pengen nambah lagi. " Ehm, mbak. " Tapi kalimatku udah dia potong.

" gue buka lagi ya, pak. gue pengin lihat lagi nih peler bapak. " dan tanpa menunggu persetujuanku, cewek itu dengan sigap mengendorkan ikat pinggangku dan membuka kancing utamanya.

Selanjutnya ia meraih resluitingnya dan memelorotkannya ke bawah, menampakkan nampak celana dalamku yanng hitam kebiruan. Di balik celana dalam itu, membayang alur daging sebesar pisang tanduk yanng mengarah ke kanan.

" Oouu. ini kali ya, pak, yanng namanya stir kanan. Kalau stir kiri, mengarahnya ke kiri, hehehe. " cewek itu menatapnya kagum sambil membelainya dnegan sayang. udah kepalang tanggung, gue pun menyuruhnya untuk meneruskan.

" Buka, mbak. Kita lakukan sekali lagi. " " Nah, gitu dong, pak. Itu namanya bapak benar-benar muasin saya. " dengan tidak sabar, cewek itu segera membetot peler ku dari sarangnya.

Melalui pinggiran kanan celana dalamku, batang itu mencuat keluar. Gede, panjang, kepalanya yanng bulat berkilatan penuh nafsu. Pada ujungnya ada secercah titik bening. Rupanya cairan precumku telah terbit akibat remasan tangannya tadi.

" Hisap, mbak. " kuminta dia untuk mengulumnya krn kulihat dia begitu mengagumi benda itu. Tanpa menjawab, cewek itu segera merunduk dan mendekatkan wajahnya. Bibirnya yanng tipis terasa hangat saat menempel di ujung peler ku.

Dia menyentuh, menjilat dan merasakan lendir lembut dan bening milikku. " Ugh. mbak, telan. Masukkan dalam mulutmu. " gue meminta. Dia mengangguk, dan melakukannya. cewek itu menghisap dan mengulum dengan begitu sempurna.

Batangku ia sapu dengan lidah, ujungnya ia jilat pelan-pelan, buah zakarnya ia remas-remas sambil sesekali diciumi juga, sementara jembutnya yanng lebat ia sibak agar tidak mengganggu. " Mbak. Uh, enak banget sih. " kuelus-elus kepalanya.

" Tahu gini, gue minta emut dari tadi. Mbak pinter banget. Uuh. " kugerakkan kepalanya maju mundur, kupompa dengan lembut agar dia makin lancar mengulumnya. Saat gue udah tak tahan, segera kurebahkan badan montoknya dan kutindih kembali.

Tanpa membuang waktu, kami pun mendayung untuk mengarungi ronde yanng ke dua yanng sempat tertunda.
Cewek Ini Tiap Ketemu Minta Ngentot
Cewek Ini Tiap Ketemu Minta Ngentot, cerita sex , Cerita seks, Cewek Ini Tiap Ketemu Minta Ngentot, cerita ngewe cewek ini tiap ketemu ngentot, bacaan dewasa bispak kantor dientot, sexy pantat bahenol, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Cewek Ini Tiap Ketemu Minta Ngentot


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/