CLBK Enaknya Ngentot Dihotel

CLBK Enaknya Ngentot Dihotel | aku dan Rennata masih berhubungan dan banyak menghabiskan waktu dengan pacaran dan menikmati indahnya cinta kami. Banyak udah pengalaman seks kami mulai dalam kendaraan umum, di rumah temennya, tempat wisata, di hotel dan yang paling sering di rumahnya.

Pernah dalam kendaraan umum luar kota, kuremas toket montok Rennata dengan liar, tentunya ngga ada orang yang tahu dan tanganku sampai menyusup ke dalam celana dalamnya, dan yang paling hot adalah dia pernah karaoke dengan penis ku dalam bis itu hingga peju ku ditelan habis olehnya.

Bahkan di kawasan wisata Tangkuban Perahu aku pernah berhubungan seks dengannya di rumah-rumah singgah bila kami lelah berjalan, cuma dengan membuka sedikit resluiting celana panjangnya dan masih berpakaian lengkap, kususupkan penis ku dalam nonok nya, di tengah sejuknya udara Tangkuban Perahu.

Sebuah pengalaman eksotis saat kami berhubungan seks dalam suasana yang tergesa-gesa di tempat terbuka. Setelah aku lulus dari pt, hubunganku dengannya sedikit agak renggang, dia sering keluar kota ke tempat saudaranya dan aku yang kesepian dalam kesendirian gak tahu harus kemana, ini terjadi karena keluarganya kurang begitu bisa menerima diriku, hingga suatu hari aku yang udah bekerja di sebuah perusahaan, mendapat telepon darinya, dia mengatakan ingin ketemu denganku, setelah disepakati kami bertemu di tempat kostku yang gak jauh dari kantorku.

Di kamar itu sejadinya dia menangis dalam pelukanku, dua bulan kami gak ketemu kerinduan di hati kami terasa sangat berat buat kami. Yang lebih sakit dari itu semua dia mengatakan bahwa dia udah dilamar seseorang dan keluarganya udah menerima lamarannya tinggal menentukan hari pernikahan mereka.

Siang itu aku sangat menghargai dirinya, meski sebenarnya aku udah ingin melampiaskan hasrat seks yang udah lama terpendam, namun kesedihannya membuatku urung untuk melakukannya. kami cuma berciuman lama, dan saling memeluk dengan erat, kurasakan tubuhnya agak sedikit kurus dan pantatnya pun ngga begitu semontok dulu, tapi dengan rasa sayang aku tetap menguatkan dirinya dan kamipun memutuskan hubungan kami dengan baik-baik dan tetap menyimpan rasa cinta di hati kami masing-masing.

dia menikah dengan orang lain dan saat ini aku baru mendengar bahwa dia udah mempunyai seorang anak dan akupun udah menikah. Lewat telepon di kantor aku mengobrol banyak dengannya, mengenang masa lalu, kulihat ada kebahagiaan dalam dirinya, meskipun masih ada rasa rindu dalam hatinya, namun aku ikut berbahagia.

Suatu hari dia meneleponku di kantor dan menangis dalam telepon dia menceritakan ada masalah pribadi yang gak bisa ditanggungnya sendiri, aku cuma diam mendengarkan sembari sedikit memberikan advise buatnya, dua jam lebih kami ngobrol di telepon, hingga dia sedikit terhibur dan udah bisa tertawa mendengar gurauanku.

Mas, kami ketemu yuk, aku rindu sekali sama kamu, katanya pada akhir pembicaraan di telepon itu. Boleh, tapi ngga bisa sekarang aku lagi sibuk di kantor, nanti aku hubungi hp-mu ya, kami ketemu di b*-nya dimana? , saat ini aku ngga di kota b*, tapi udah bekerja di Jakarta.

Terserah kamu deh Mas, aku tersenyum sembari mengenang masa pacaran kami dulu. Saat itu kebetulan aku ada rapat di b*, jadwal tiga hari selesai cuma satu setengah hari, aku memutuskan berpisah dengan rombongan dan menginap di sebuah hotel di Jalan Setiabudi kota b*.

Kutelepon hp Rennata dan kami janjian ketemu di Gramedia Jln. Merdeka, kutunggu di lantai 2 sembari ngeliat -lihat buku. Lima belas menit berlalu, kulihat jam masih pukul 9.

15 pagi, kami janjian pukul 9 pagi. Tiba-tiba dari eskalator kulihat seorang perempuan yang gak asing buatku, namun wajahnya udah sangat berubah, rambutnya yang dulu panjang terurai, kini lebih pendek cuma sebatas bahu, mengenakan paduan rok dan baju senada warna kuning sungguh sangat cantik sekali bekas pacarku ini.

Kulitnya yang putih mulus masih terpelihara, badannya agak sedikit berisi dibanding dulu, dadanya kulihat lebih membusung, pantatnya masih montok seperti dulu, satu hal yang pasti betis indahnya masih putih dan sangat merangsang.

Apa kabar Mas? , katanya perlahan sembari tersenyum dan menjabat lembut tanganku Kabar baik, kamu kelihatan lebih cantik sekarang, kataku sembari tersenyum dan menjabat erat tangannya, hmm masih mulus seperti dulu, batinku.

Wangi tubuhnya gak berubah, sungguh aku seperti orang yang jatuh cinta lagi dan terbawa kembali ke masa lalu yang indah. kami makan dulu yuk? , ajakku kepadanya sembari memegang bahunya.

ok, dimana? Di sebelah aja, Hanamasa, ok? Iya deh, jawabnya ringan. Menuju ke tangga turun, kurangkul bahunya dan setelah jalan datar, kurangkul pinggangnya dan kulihat dia tersenyum malu menatapku, pinggangnya masih ramping seperti dulu.

Kamu rajin fitness ya? , tanyaku sembari jalan. Emangnya kenapa? ngga, badan kamu masih langsing dan berisi seperti dulu waktu pacaran, kataku sembari senyum. Ih, ingat lho kami udah punya anak! katanya sembari mencubit perutku, kupegang dan kuremas tangannya.

sembari makan, kami banyak bicara dan ngobrol tentang kehidupan kami masing-masing dan sesekali kami mengobrol tentang masa lalu kami yang indah. Mas kamu kelihatan lebih dewasa dan matang sekarang, aku jadi kagum dengan perubahan kamu Ah masa, kayaknya biasa aja, mungkin karena tuntutan pekerjaan harus seperti ini kali, yang pasti kayaknya aku lebih matang lagi di ranjang, he.

he. he. Ih, beraninya, kayaknya untuk urusan yang satu ini kamu ngga berubah deh, katanya sembari tersenyum galak. Sejujurnya, aku ngga ingin mengulangi masa lalu, namun kerinduan dan suasana romantis yang ada membuat kami jadi sama-sama lupa dengan status kami sekarang.

kami kemana nih? , tanyaku sembari bersiap-siap keluar dari Hanamasa. Terserah kamu aja deh, tapi aku masih ingin ngobrol banyak sama kamu soal kemarin di telepon, cuman aku cuma bisa sampai jam empat sore aja, katanya.

Cerita Sex CLBK Enaknya Ngentot Dihotel

ok, kami naik taksi aja ya? kita ke hotelku aja, ajakku. Kulihat dia agak bingung, antara ya dan ngga, tapi ada rasa ingin dalam dirinya. Dalam keraguannya kupeluk pinggangnya dan kuajak masuk ke taksi yang udah kustop di pinggir jalan.

Dalam taksi kami lebih banyak diam. Kuberanikan meremas tangannya dan tiba-tiba dia merapatkan duduknya mendekatiku dan menyenderkan kepalanya di dadaku. Sesudah kubayar taksi, kami masuk ke kamar hotel, lewat room service, kupesan dua jus alpukat kesukaan kami waktu masih pacaran dulu.

sembari duduk dan menonton tv, kami mengobrol seputar kehidupan kami sekarang, dan diapun menceritakan masalah keluarga yang dihadapinya. aku sangat memahami kesedihan dan kebingungannya, akhirnya di kamar hotel itu aku banyak memberikan nasehat untuknya dan diapun tiba-tiba duduk di sampingku dan memelukku sembari menangis.

Ting-tong, bel kamar berbunyi, kubuka pintu dan kubawa masuk jus alpukat pesananku. Kutarik tangan Rennata, dan sembari berdiri kupeluk dirinya, diapun membalas pelukanku, kurasakan dadanya terasa hangat, perlahan kuangkat dagunya kukecup lembut bibirnya kemudian kening dan matanya yang terpejam kukecup juga, sesaat ujung hidungnya kukecup perlahan hingga bibirku kembali menyapu bibir lembutnya, ciuman bibir yang udah lama ngga kami lakukan, seolah ingin kami lampiaskan dengan penuh gelora siang itu, bibirnya kulumat habis dan lidah kamipun beradu dengan dahsyatnya, sedotan dan pagutan bibir kami mengingatkan saat kami berpacaran dulu.

Mas, kamu masih ingat kejadian November dulu? , katanya dengan mata sendu dan bibir yang merekah. Saputangan biru bekas kesucianmu masih kusimpan sampai hari ini, aku masih menyimpan tanda cinta kami, sayang.

aku merindukanmu siang malam mas, aku selalu teringat semua kenangan yang pernah kami jalani, tapi cuma untuk hari ini saja aku mohon padamu mas, sirami aku dengan cintamu mas, hilangkan sejenak haus cinta dan rinduku mas, hari ini aku milikmu mas, Rennata perlahan membuka baju yang kupakai, kancing kemejaku terlepas dan kupandangi Rennata dengan penuh rasa cinta, diusapnya dadaku.

Kamu kelihatan lebih seksi sekarang, mas. Perlahan pula kubuka baju kuning-nya, bahu itu masih sangat mulus dan tahi lalat kecil diatas toket nya masih tampak seperti dulu, tubuh putihnya perlahan kuusap, bh krem yang dikenakannya nampak begitu kecil untuk menahan toket montok-nya, sembulan toket nya yang begitu membangkitkan gairah.

Kuakui kamu sekarang keliatan lebih menarik dan lebih montok. Kukecup bahunya perlahan dan kususuri leher putihnya dan kucium belakang telinganya, Rennata nampak begitu pasrah, sembari tangannya memeluk pinggangku.

Tanpa tergesa-gesa, aku ingin memberikan foreplay yang menyenangkan baginya, sembari kucium bibirnya, tanganku meraba pantatnya dan kurasakan pantatnya yang lebih menantang dan pinggulnya kelihatan sekel dan berisi, rok yang dikenakannya perlahan kubuka, hingga Rennata cuma tersisa memakai sepasang bh dan celana dalam seksi yang cuma menutupi gundukan memek nya.

Perlahan kembali kujilati bahu dan belakang telinganya, menyusur ke bawah sembari perlahan kubuka pengait bh yang dipakainya, kelihatannya toket nya yang lebih besar dibandingkan dulu tapi masih kelihatan kencang dan tegak, mungkin karena fitness dan senam yang dilakukannya.

Tanpa kuremas terlebih dahulu, kujilati sekeliling toket montok-nya perlahan dengan sapuan lidahku, dari pinggir hingga memasuki ke area tengahnya, sebelum menjilati putingnya, kupindahkan sapuan lidahku ke toket sebelahnya, kulihat Rennata merem melek dan mendesis menikmati jilatanku.

sembari kujilati putingnya yang udah tegak, tanganku yang satunya meremas dan membelai toket nya yang terasa kenyal, hangat dan mengencang, Rennata kelihatan makin gak bertenaga, matanya meredup dan bola matanya nanar dan kelihatan berair.

sembari kujilati pentil dan kuremas toket nya, kuturunkan celana dalam Rennata dan kemudian pinggulnya kupeluk dan kugendong Rennata, pinggul montoknya kuangkat dan kupeluk pantatnya serta kubaringkan ke atas ranjang.

Tubuh Rennata yang montok itu kuciumi lembut, mulai dari bahu turun ke toket agak lama, kuhisap pentil yang udah mengeras dan kuteruskan ke perut, pinggul dan kuputar serta kujilati pantatnya yang putih, mulus dan sangat sekel itu.


Cerita seks CLBK Enaknya Ngentot Dihotel
  • Sedikit kusibakkan jembut hitamnya dan kubuka pelan bibir memek nya, rupanya udah sangat basah sekali, pelan kusibakkan jembutnya dengan bibirku dan lidahku mulai menjelajah bukit venusnya, kelentitnya kujilat pelan dengan ujung lidahku.
  • Foreplay di titik ini kulakukan agak lama hingga pinggul dan pantat Rennata bergerak-gerak hot sekali. aku tiduran di sampingnya, sementara bibirku mencium bibirnya, kulumat habis dan kusedot bibirnya dengan pelan tapi mantap, Rennata pun membalas ciumanku dengan ganas.
  • Tanganku meraba dan meremas kedua toket montoknya dan selanjutnya kusedot pentilnya yang masih mengeras, sementara tanganku bergerilya ke arah memek nya dan kuraba kelentitnya dengan ujung jari telunjukku.
  • Mulutku masih bergerilya dengan lidah menjelajah bukit kembarnya dan menyedot pentilnya, sementara ujung telunjukku memutar perlahan membentuk lingkaran kecil mengelilingi kelentitnya. Rennata menggelepar dan mengangkangkan pahanya lebar-lebar hingga memek nya terkuak lebar, kepalanya menengadah keatas, tangannya ada disamping kepala dan meremas sprei tempat tidur, tiba-tiba kurasakan pahanya bergetar hebat dan sembari terpejam mulutnya mendesis.
  • Hhhss. maas enak sekali, rasanya mau pipis Mas. ohh, Mass, Mass. Mass. Ada sekitar tiga menitan Rennata menggelepar dengan hot dan berteriak merasakan kenikmatan pertamanya, hingga akhirnya terdiam dan mencium bibirku Mas, kurasakan dari awal, sentuhanmu begitu lembut dan jantan, setiap jengkal pori-poriku merasakan kenikmatan yang tiada tara, kamu sekarang lebih pandai dan jantan sayangku, katanya sembari mengusap rambut dan dadaku.
  • Sekarang giliranmu Mas, aku akan memberikan kenikmatan buatmu sayang, kata Rennata sembari bangun dari tidurnya. Oh, aku udah merasakan orgasme, tapi kamu masih pakai celana, kamu jahat ya.
, Kata Rennata sembari menarik ke bawah celana dalamku yang gak muat menutupi penis ku yang udah berdiri kaku dari tadi. Mas, perasaan penis mu sekarang lebih besar ya dulu aku masih ingat sepertinya etidak segede ini, katanya sembari membelai dan menarik penis ku yang udah mengeras dan kaku.

Sekarang kamu duduk bersender di sini Mas, kata Rennata sembari memasang bantal untuk senderan punggungku, aku duduk dengan membuka pahaku lebar-lebar, sementara penis ku udah berdiri tegak dan kokoh seperti tugu monas.

Memang kuakui penis ku agak lebih besar dibandingkan dulu, sembilan tahun yang lalu, banyak yang kulakukan untuk menguatkan otot-otot kemaluanku dan kekerasannyapun kurasakan lebih keras dibandingkan dulu.

Tangan lembut Rennata mulai menggenggam lembut penis ku, jari-jemarinya kemudian menari mengikuti urat-urat yang menonjol sepanjang batang kemaluanku, tiba-tiba pangkal kemaluanku ditekan dengan ibujarinya dan kurasakan darah mendesir di batang penis ku, serr.

serr. serr rasanya nikmat sekali, baru kali ini kurasakan pijatan wanita yang sangat nikmat. dengan posisi didepanku, Rennata mulai menjulurkan lidahnya mengikuti batang penis ku yang masih tegak menantang dan kemudian dihisapnya helm kepala kemaluanku yang merah mengkilat, perpaduan antara hisapan dan jilatan benar-benar merangsang dan memberian sensasi kenikmatan yang luar biasa.

Sementara tanganku gak tinggal diam, kuremas dan kuraba toket montoknya, sesekali remasanku agak keras hingga tubuh Rennata menggelinjang. Kenikmatan oral seks yang disuguhkan Rennata benar-benar membuat darahku berdesir-desir, sedikit ngilu namun enak sekali, jilatan lidahnya masih menari-nari dengan lincah, dan yang paling sensasional adalah saat lidahnya menjilat antara pangkal kemaluanku dan anus, dimana ada gAris yang agak jelas, disitu titik yang sangat memberikan sensasi kenikmatan, dijilatinya sepanjang garis penghubung itu dengan ujung lidahnya dan efeknya kemaluanku seperti melonjak-lonjak dan mengeras tegang sekali.

Kuperkirakan sekitar lima belas menit aku merasakan kenikmatan seperti jika kami naik jetcoaster naik turun dan berdesir merasakan kenikmatan. Rennata kemudian terduduk dan pinggulnya kuangkat hingga posisinya duduk berhadapan denganku, dan kuposisikan penis ku yang udah tegak berdiri keras sekali ke mulut memek nya yang udah membasah, dan akhirnya perlahan-lahan Bless.

, turun sedikit demi sedikit, seinchi demi seinchi batang penis ku ditelan nonok nya yang legit, berlendir, hangat dan memcengkeram batang penis ku yang membesar, hingga akhirnya seluruh batang penis ku tenggelam dalam remasan nonok legitnya.

Rennata mendiamkan sejenak batang penis ku di nonok nya, tiba-tiba kurasakan empot-empot dari nonok nya mencengkeram batang kemaluanku, sungguh nikmat sekali, kurasakan darah mendesir di batang kemaluanku.

Mas, penis mu enak sekali, kurasakan ada yang mengalir di batangmu, seperti air mengalir, Kata Rennata sembari duduk di atas batang penis ku. Akhirnya Rennata mulai menaikkan dan menurunkan pantatnya, hingga batang penis ku seperti dilingkari gelang-gelang yang hangat dan mencengkeram batang penis ku.

Kadang perlahan, kadang cepat dan dilain waktu didiamkan diempot-empot nonok nya. Ada kurang lebih duapuluh menit Rennata naik dan bermain di atas penis ku, sementara tanganku meraba dan meremas toket nya yang terasa makin keras dan kenyal sekali dengan putingnya yang mengeras.

Tiba-tiba, Rennata bergerak naik turun sangat cepat sekali, batang penis ku seperti diremas-remas dan dibenamkannya hingga tenggelam habis seluruh batang penis ku dalam nonok nya. Ohh. ohh.

ohh, Mmmaass akuu keluaar lagi sayaang, Rennata memelukku erat sekali, kepalanya menyender di bahuku dan kurasakan batang penis ku seperti diremas-remas dengan keras sekali dan kurasakan ada kehangatan di dalam nonok nya.

Mas, kamu sungguh hebat sekali, dua kali aku merasakan orgasme yang nikmat sekali, aku mencintaimu sayang, aku sayang kamu Mas, kata Rennata sembari terkulai memelukku erat sekali, sementara aku belum merasakan tanda-tanda akan orgasme, dan penis ku masih tegak berdiri keras di dalam nonok legitnya.

Kamu capek ya? , tanyaku. Sekarang kamu dibawah ya, aku akan membawamu kembali ke puncak kenikmatan sayang, kataku sembari mengangkat pantatnya dan menidurkan Rennata diatas ranjang itu.

Kubuka paha Rennata, dan kelihatan bibir memek nya kelihatan sedikit terkuak dan membengkak kemerahan setelah kumasuki dengan batang kemaluanku. Perlahan pahanya kubuka dan Rennata mengangkangkan pahanya keatas hingga tampak lubang nonok nya menggunung menantang seperti serabi imut.

CLBK Enaknya Ngentot Dihotel, cerita seks clbk, ngentot dihotel, sama cewek sexy, cerita dewasa seks CLBK ngentot
CLBK Enaknya Ngentot Dihotel

Kuarahkan batang penis ku ke arah nonok nya dan kelihatannya batang penis ku membelah bibir nonok nya yang kelihatan sempit menjepit batang penis ku. Bless. , perlahan kumasukkan batang penis ku, dengan vAriasi irama kadang masuk setengah, keluar, masuk penuh, keluar dan seterusnya mengikuti irama yang konstan sekitar sepuluh menitan lamanya.

Tiba-tiba Rennata menurunkan kangkangan pahanya ternyata dia menjepit pinggulku dengan kedua kakinya, seakan meminta penis ku untuk dimasukkan sedalam-dalamnya. Kurasakan penis ku berdenyut-denyut seperti akan memuntahkan peju , kudorong dengan geRakan yang agak cepat, ada sekitar sepuluh sampai duabelas keluar masuk, tiba-tiba croot.

croot. croot. Ooohh. Mass. akku. keluuaar. laggii. , Rennata berteriak keras sekali sembari meremas sprei dan menutup matanya. aku mendaratkan tubuhku memeluk tubuh Rennata yang terlentang dan kurasakan tetesan peju ku masih mengalir di dalam nonok nya, sungguh kenikmatan rruarr biasa, bersamaan kami merasakan orgasme, aku baru yang pertama dan Rennata udah ketiga kalinya.

Kulepaskan batang penis ku dari dalam nonok nya, kulihat banyak sekali cairan menempel di batang penis ku, campuran antara peju ku dan cairan memek nya. sembari berbaring, Rennata menyenderkan kepala di dadaku, rambutnya kubelai perlahan, sembari kupeluk erat hangat tubuhnya, keringat di badan kami mulai membasahi sprei dan ranjang tempat tidur berantakan seperti kapal pecah.

Kuambil jus alpukat di meja, kuminum setengahnya dan setengahnya kuberikan buat Rennata, bibirnya kelihatan berkumis jus alpukat, sembari kupeluk, kumis jus alpukatnya kulumat habis dan Rennata tersenyum memandangku.

Mas, aku benar-benar makin kagum padamu, perpaduan antara kelembutan dan kejantanan yang kau berikan sungguh gak terbayangkan, emang bener kamu sekarang lebih matang di ranjang, katanya sembari melap batang penis ku yang basah.

Kamu juga hebat, nonok nya masih legit dan jurus empot ayam yang kamu punya, sungguh istimewa sekali, belum lagi ilmu karaokemu yang makin merdu saja he he he, kataku sembari memencet hidung kecilnya.

kami mandi yok? , kata Rennata sembari memeluk perutku. ok, kami mandi bersama di bathtub seperti dulu, ajakku sembari menggendong tubuh seksinya menuju kamar mandi hotel. Siang menjelang sore itu, kami mandi bersama dalam bathtub.

Kusabuni dan kumandikan tubuh mulusnya dan diapun menyabuni seluruh tubuhku dengan lembut. aku sedikit terangsang, batang penis ku kembali tegak berdiri dan dengan sabun tangannya mengocok batang penis ku, hingga aku mengalami orgasme sekali lagi.

Selesai mandi, kami keringkan badan kami, cuma dengan balutan handuk kami masih melanjutkan obrolan kami hingga waktu udah menunjukkan jam 3 sore. Setelah berpakaian, kuantarkan Rennata dengan taksi sampai dekat rumahnya, sebelum turun dia mengecup bibirku dan berbisik perlahan, aku sayang kamu.

Diapun turun dan melambaikan tangan padaku, kubalas, dan taksipun kembali ke hotel. Sore itu juga aku berkemas dan menuju stasiun pulang ke Jakarta, hari yang indah telah kulalui.

CLBK Enaknya Ngentot Dihotel
CLBK Enaknya Ngentot Dihotel, cerita sex , CLBK Enaknya Ngentot Dihotel, cerita seks clbk, ngentot dihotel, sama cewek sexy, cerita dewasa seks CLBK ngentot, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, CLBK Enaknya Ngentot Dihotel


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/