Lesbian Binal Pesta Seks (part I)

Lesbian Binal Pesta Seks | Aku balikkan tubuhnya. Dia telah tengkurap. saya merangkaki punggungnya. Kujilati kuduknya hingga dia menjerit kecil. Kujilati punggung dan kedua belikatnya. Dia mengaduh. Kemudian kujilati pinggulnya hingga dngan liarnya dia menggelinjang. Dan saat kujilati bukit bokongnya serta kumasukkan lidahku ke belahan bokongnya, dia gak mampu lagi menahan diri.

Dia ingin agar saya menjilatinya lebih dalam lagi. dngan kepalanya yg masih bertumpu pada bantal, dia mengangkat pantatnya tinggi-tinggi hingga seluruh pantatnya terbenam ke wajahku. "kak Astrid. , jilati iniku kak. , jilati pantatku kak. , jilati lubangnya kak. , ayo kak. , jilati kak. , saya mohon kak".

Ah, Intan nampak sangat menderita. Sangat tersiksa. Dia merintih. Dia memohon padaku untuk menjilati pantatnya. Menjilati lubang duburnya, seperti saat dia menjilati lubang duburku tadi. Rupanya dia juga memintaku untukmelakukan hal yg sama sebagaimana dia telah melakukannya padaku.

saya segera memahaminya. Dan bagiku, hal itu adalah bentuk kepasrahan Intan yg dipercayakannya padaku. Intan ingin membagi kenikmatan birahi bersamaku. saya tenggelam dalam deritanya, dalam siksanya, dalam rintihnya.

saya larut dalam permohonannya. saya terseret dalam alun birahinya. Kujilati dubur Intan hingga birahiku langsung melonjak. Sambil kujilati pantatnya, tanganku meraih memek nya dan kuelus, sambil jari-jariku menusuk lubang memek nya.

Rupanya kombinasi kenikmatan yg kulimpahkan padanya membuat Intan benar-benar gak mampu bertahan. dngan serta merta dia berbalik bangkit, kemudian tangannya meraih dildo yg berkepala dua. "Ayoo kak. kak masukin ke memek kak. saya yg di sebelah sini".

Maksudnya adalah agar saya bersama dengannya menggunakan dildo untuk saling bermasturbasi. saya belum berfikir panjang saat dia langsung memeluk, melumatku dan dngan tangannya langsung memasukkan dildo itu ke vagina nya.

Dan berikutnya dia mendekatkan batang dildo yg sama ke vagina ku dari ujung yg lain. Ah, biarlah saya mencobanya. Kemudian seperti layaknya pasangan jantan dan betina, dia mulai memompa.

Dia melakukan gerakan memompa dngan dildo berkepala dua itu. Dan efeknya padaku sungguh mempesona. saya serasa mendapatkan pelukan yg demikian cantik dan lembut, sekaligus mendapatkan rasa peler yg besar dan panjang.

saya ikut mengayun. Kegatalan memek ku gak lagi mampu kubendung. saya ingin pipis yg teramat sangat. Nafasku memburu. Nafas Intan juga memburu. Pompa dan ayunan kami semakin cepat.

Akhirnya, saya dan Intan meraih orgasme bersamaan. Kami mengeluarkan air mata karena nikmat gak terkira ini. Kami masih saling berpelukan dan melumat hingga cairan-cairan kami betul-betul tuntas mengalir keluar.

Selera dan nafsu bisex ku semakin subur sejak bertemu Indri, tetanggaku yg istri pelaut itu. Dan saya sungguh merasakan kebahagiaan pada saat bertemu Intan ini. saya nggak sendiri.

saya ingin memenuhi harapan Indri. Suatu saat nanti, saya akan berkumpul bertiga untuk bersama-sama mengarungi kenikmatan ini. Akhirnya, seperti kebiasaan rutin di kantornya, Intan pulang tepat pada pukul 5 sore dari rumahku.

Kami memiliki banyak rencana untuk mengarungi kenikmatan bersama di hari-hari nanti. Seharian bersama Intan ini sangat menggairahkan dan merupakan kenangan indah yg gak akan pernah kulupakan. Sebelum beranjak pulang dia berpesan bahwa saya nggak perlu khawatir mengenai masalahku dngan Mas Dony.

Dia menjamin bahwa segalanya akan beres. saya sedang menonton tv saat Bu Meylina Anggoro, istri boss besar suamiku, meneleponku. saya agak terkejut, jangan-jangan ini masih juga berhubungan dngan affairku dngan suaminya kemarin di Hotel Grand Hyatt itu.

"Selamat malam Jeng Astrid, apa kabar, Jeng? " , "Baik Bu, apa kabar? " , "Begini Jeng, besok khan kita ada arisan ibu-ibu di rumah. Ingat, khan? ".

"Saya mau minta bantuan nih, kalau Jeng Astrid nggak ada acara. Untuk membantu mempersiapkan macam-macam untuk acara yg jam 4 sore besok. Kalau bisa, tolong Jeng Astrid ke rumah agak lebih awal. Maksudku sekitar jam 9 pagi gitu lho. Nanti makan siang di rumah saya saja. Bisa, khan, Jeng? ".

Wah, kalau istri boss besar yg minta tolong seperti itu, bagaimana saya akan bilang nggak. Ini adalah acara rutin. Untunglah, ini bukan soal suaminya yg selingkuh denganku.

Para istri dari kantor Mas Dony memang secara rutin sebulan sekali bertemu di rumah ibu boss untuk berbagai acara khas ibu-ibu antara lain, arisan, nonton demo alat masak, demo kosmetik dan berbagai acara yg sesuai dngan kegiatan ibu-ibu pada umumnya.

saya senang saja dan menikmati acara-acara seperti itu. Terutama saat berkumpul, ibu-ibu biasanya saling mengamati satu sama lain. saya merasa bahwa di antara mereka, akulah yg paling cantik.

Ibu-ibu banyak bertanya bagaimana caraku merawat tubuhku, apa merk kosmetikku, saya minum jamu apa dan sebagainya. Khususnya Bu Meylina. Beliau jika menanyakan hal-hal semacam itu sambil mengamati jawabanku dngan penuh antusias.

Dan setiap kami pulang, dia selalu memeluk dan mencium pipiku dngan penuh kesan, seakan saya adalah putrinya sendiri. Bu Meylina adalah putri Solo. Orang tuanya masih berdarah keraton.

Walaupun usianya sudah menjelang 48 tahun, tetapi kecantikan alami Bu Meylina ini rasanya gak akan pernah luntur. Beliau ini pantas memakai apa saja. Kebaya, ayu. Rok, cantik.

Seragam oleh raga, sangat sex i. Celana jeans, yg sesekali juga dipakainya saat santai, sangat sensual. Intinya, banyak ibu-ibu yg selalu berdecak kalau ngeliat Bu Meylina pada kesempatan apapun.

"Baik, Bu. Saya akan berusaha datang jam 9 pagi ke rumah Ibu" , saya menjawab permintaanya tanpa reserve. saya membayangkan akan bertemu Pak Anggoro lagi. Harus bagaimana nanti sikapku kalau bertemu Pak Anggoro.

Cerita Sex Lesbian Binal Pesta Seks

Bagaimana saya harus bersikap agar seolah-olah gak pernah terjadi apa-apa antara kami di depan istrinya nanti. Ah, nanti bagaimana sajalah. Besoknya, saat saya masuk ke rumahnya, seorang pembantu mempersilakanku untuk langsung masuk ke kamar Bu Meylina di lantai 2 rumahnya yg besar itu.

Bu Meylina telah menungguku. saya nggak berjumpa dngan Pak Anggoro. Mungkin dia telah berangkat ke kantornya. saya mengetuk pintunya yg masih tertutup. Beberapa detik kemudian pintu dibuka lalu Bu Meylina menyambutku dngan penuh kehangatan.

saya diajaknya duduk di sofa kamarnya yg besar. Kamar Bu Meylina terdiri dari 2 ruangan yaitu ruang kerja beliau dan kamar tidurnya yg saling terhubung. Kami duduk di ruang kerjanya.

"Mau minum apa, Jeng? " , "Sudah Bu, jangan repot-repot. Biar nanti saya ambil sendiri". "Oo, baiklah. Ini lengkap lho, Jeng. Ada teh celup, coklat instant, orange juice dingin. Bebas ya, Jeng. Pilih saja sendiri, ya" , ujar Bu Meylina sambil menunjukkan lemari es dan meja minumnya.

Setiap kali saya berhadapan dngan wajah Bu Meylina ini, saya selalu teringat dngan Michele Yeoh, bintang laga yg cantik dan sangat cerdas dari Malaysia itu. Hari ini Bu Meylina tampil dngan pakaian santainya yg sangat menunjukkan kecantikan alaminya.

dngan celana pendek "hot pan" cossy-nya, paha dan betisnya nampak sangat sensual dan indah. dngan blus "u can see" -nya sesekali Bu Meylina menunjukkan pesona ketiaknya yg berbulu tipis itu saat beliau menunjukkan sesuatu hal atau berbicara sambil memberikan contoh-contoh yg mengharuskan tangannya bergerak lebih tinggi dari kepalanya.

Bahunya yg bidang, yg mulai nampak sejak pada batas blusnya, begitu mempesona pula. Bagian ini sering menjadi obyek sentuhan awal saat seseorang yg dekat padanya ingin mengungkapkan hal-hal yg hanya perlu dibisikkan dalam suara yg lembut yg sangat pribadi sifatnya.

Dan nggak jarang pula, bahu seseorang juga seakan mencerminkan tingkat inteligensinya. Dari akhir bahu itu, nampak awal lengan tangannya yg bersih mulus, padat sintal dan sangat terawat pula.

Jari-jari tangannya yg lentik dngan kuku-kukunya yg gak pernah absen dari salon perawatan manicure langganannya mengingatkanku pada keindahan dewi Aphrodite dari Yunani. Rambutnya yg panjang dan lurus lebih sering di lepas ke bawah, dalam ikatan bando di kepalanya, layaknya seorang model yg sedang memperagakan shampoo.

Sepintas, mungkin orang akan menebak bahwa usia Bu Meylina masih berusia 35 tahunan, beberapa belas tahun di bawah usia sebenarnya. "Jeng Astrid" , begitu duduk Bu Meylina langsung mulai bicara.

Tentunya untuk rencana acara nanti sore, begitu pikirku. "Saya tahu, Jeng Astrid bersama Bapak di Grand Hyatt hari Sabtu dan Minggu kemarin". Dia ngeliat ku dngan tenang berikut semburat senyum manis di bibirnya.

saya langsung serasa seakan disambar geledek. Pandanganku nanar. saya gak kuasa menahan diri. Seketika saya limbung. saya jatuh ke pangkuannya. saya menangis dalam perasaan malu, ketakutan, kekhawatiran dan penyesalan.

saya merasa berdosa pada Bu Meylina yg selama ini selalu baik padaku. Kurasakan tangannya yg mengelus rambutku. "Sudah, Jeng, sudah. Saya nggak apa-apa, kok. Bahkan saya senang kalau Bapak bisa mendapatkan kesenangan dari Jeng Astrid. Dia telah banyak berbuat untuk keluarga. Dia berhak untuk mencari kesenangan di luar rumah. Saya sangat rela. Sudah, Jeng, jangan khawatir".

Akhirnya dia mengambil minuman untukku. Kuminum sedikit untuk menenangkan diri. Mataku masih terasa merah berkaca-kaca oleh air mataku. Bu Meylina meraihku agar bersandar di dadanya. Duh, baiknya ibu ini.

saya yg telah berselingkuh dngan suaminya nggak membuatnya marah atau benci. Dia menghapus air mataku dan kembali mengelus rambutku. "Saya Jeng, sebenarnya nggak khawatir dngan Bapak. Justru yg saya khawatirkan adalah saat Pak Dony nanti pulang dari tugasnya di Kalimantan. Jeng Astrid tahu khan kalau karyawan Bapak ini baik-baik semua, termasuk Pak Dony".


Cerita seks Lesbian Binal Pesta Seks
  • "Mereka kalau pulang dari mana-mana biasanya gak lupa kemari, membawa sekedar tanda mata atau oleh-oleh. ". "Saya mesti bicara bagaimana seandainya Pak Dony menanyakan berbagai hal yg dia dengar tentang Jeng Astrid, termasuk hal-hal yg saya dengar juga dari Samin penjaga villa kami di Bogor itu".
  • Matilah saya. Bu Meylina ini ternyata telah tahu semuanya. Jadi, apakah dia memanggilku supaya datang lebih awal dari jadwal acara bersama ibu-ibu nanti sore ini hanya untuk menyampaikan masalah ini padaku? saya mencoba berfikir keras, tetapi air mataku kembali merebak dikarenakan berbagai hal yg sangat krusial ini.
  • saya kehabisan nalar untuk menghadapi hal ini. saya jadi teringat para serigala itu. yg telah menikmati tubuhku tetapi nggak berusaha membelaku. Kurasakan tangan Bu Meylina makin mendekapku.
  • saya mendengar suara jantungnya yg berdegup semakin kencang. saya menerawang ke kejauhan. Ke awang-awang. ngeliat kemungkinan apa yg akan terjadi. yg kurasakan hanya tangan Bu Meylina yg kembali mengusap air mataku.
  • Dan tiba-tiba terasa ada seperti tiupan nafas yg halus dan ada sesuatu yg lembut sekali menyentuh bibirku. Bukan, bahkan bukan sekedar sentuhan. Sentuhan lembut itu berlanjut dngan lumatan pada bibirku dngan cara yg lebih lembut lagi.
  • Dan lumatan itu gak kunjung berhenti. Kurasakan lumatan itu disertai dngan sedotan yg halus pula. saya jadi terhanyut. Refleksku merespons lumatan itu. saya merasakan betapa menyejukkannya. saya merasakan betapa teduh dan nikmatnya.
  • Nikmat yg sungguh gak terperi manakala paduan aroma alami dari bibir seseorang yg menerpa hidung dan lidahku merasakan sesuatu yg manis dari bibir lembut yg melumat bibirku itu.
  • saya baru tersadar saat kudengar pula suara desahan halus. saya membuka mataku. saya ngeliat dari dekat. saya ngeliat wajah Bu Meylina dngan sangat jelas. Ternyata Bu Meylina telah sepenuhnya memelukku dan mencium serta melumat bibirku.
"Jeng Astrid. , oohh Jeng. , Jeng Astrid, kamu cantik sekali. , saya sangat merindukanmu Jeng. , saya selalu merindukan Jeng Astrid". saya kini baru sadar sepenuhnya.

Rupanya kungkungan serigala-serigala lapar dari kantor suamiku gak kunjung habis-habisnya. Dan kini saya berada di pangkuan serigala betina tua yg sangat kelaparan. yg mampu memainkan peranannya dngan sedemikian hebat hingga saya terjatuh di pangkuannya sebagaimana yg sedang berlangsung saat ini.

Dan tiba-tiba saya kembali merasakan getaran libidoku yg gak mampu kutahan. saya sangat menikmati lumatan bibir Bu Meylina yg sangat lembut ini. Bu Meylina, dekaplah saya lebih erat lagi.

saya juga selalu mengagumimu selama ini. saya selalu terpesona akan kecantikan dan kelembutanmu. dngan penuh kesadaran, kini tanganku meraih kepala Bu Meylina dan menekan lebih lekat bibirnya ke bibirku.

saya membalas lumatannya dngan penuh birahi. Dan bermenit-menit kemudian kami saling melumat dan mendesah-desah. gak ada lagi air mata. gak ada lagi rasa malu, kekhawatiran dan ketakutan.

Kini yg ada adalah dua anak manusia berjenis kelamin perempuan yg sedang bersama-sama mengayuh kenikmatan birahi sesaat untuk mendapatkan kepuasan biologis sexualitasnya. "Bu Meylina, saya juga selalu mengimpikan saat-saat seperti ini bersama Ibu. saya selalu memendam birahi pada Bu Meylina yg selalu tampil cantik, Bu".

Bu Meylina nggak menjawabnya dalam kata-kata. Tangannya langsung menyusup ke blusku, meremas toket ku dan memainkan jari-jarinya pada putingku. saya menggelinjang menerima kenikmatan darinya. saya cenderung menyerahkan diriku sepenuhnya untuk memenuhi kehausan birahi Bu Meylina.

"Jeng, ampuun nikmatnya Jeng Astrid. , oohh. " , Racau Bu Meylina sambil tangannya seakan dikejar setan mulai melucuti seluruh blusku. Dan secepatnya pula dibenamkannya wajahnya ke dadaku.

Bibir dan lidahnya menyedot dan menjilati toket ku beserta putingnya yg kemudian juga merambah terus hingga ke lembah ketiakku. "Jeng Astrid, kamu cantik sekali. , saya rasanya bersedia jadi budakmu Jeng Astrid. , biarkan saya memandikan Jeng Astrid dngan lidahku. saya akan sangat menikmati keringat-keringatmu Jeng. Oooh. ".

Cerita seks, Lesbian Binal Pesta Seks, cerita dewasa ngentot lesbian binal pesta seks, kisah birahi lesbian binal pesta sex, cerita hot lesbian binal
Lesbian Binal Pesta Seks (part I)

"saya bersedia menceboki memek dan pantat Jeng Astrid setiap hari selesai membuang beban pagimu, sayang. ". Begitulah Bu Meylina meracau gak karuan sambil terus menjilati putingku. Tangan kanannya bergerilya ke pahaku.

Dielusnya pahaku dngan penuh kegemasan. Kemudian berpindah ke selangkanganku. Dicari-carinya celana dalamku. Dielusnya celana dalamku yg lembab oleh keringat. Dia gosokan tangannya seakan hendak memindahkan lembab celana dalamku ke tangannya itu.

Kemudian dia cari tepiannya. Dia susupkan jari-jarinya agar menjangkau kemaluanku. saya tergetar dngan hebat saat jari-jarinya menyentuh bibir memek ku. saya mendesah. "Bu Meylinaoo, saya merinding. ".

Bu Meylina memandangku nanar penuh arti. "Jeng, kita pindah ke ranjang, yuk". Dia membimbingku untuk pindah ke ranjangnya yg indah itu. saya didorongnya hingga tergolek diatas seprei sutra yg sangat lembut di ranjangnya yg besar.

Bu Meylina langsung menindihku. Kembali dia melumat bibir, leher, dada, puting dan bahkan ketiakku. Birahiku menyala terbakar berkobar-kobar. saya menikmati kepasrahanku untuk melayani hausnya nafsu Bu Meylina.

Kenikmatan ini membawaku melayang terlempar dalam alun birahi samudra lepas. saya menutup mataku sambil merasakan Bu Meylina yg sedang melucuti rok, bh maupun celana dalamku hingga saya benar-benar telanjang bulat.

Kemudian Bu Meylina juga melucuti pakaiannya sendiri. Kami saling memeluk dan bergulingan tanpa pakaian selembarpun yg menghambat. Saling sedot, saling gigit, saling cakar dan saling menjilat. Kurasakan betapa rakus dan binalnya perempuan ini.

Umurnya yg hampir 2 kali umurku sama sekali nggak mempengaruhi semangat birahinya untuk meraih kepuasan sexualnya. Dia sekarang merosot ke selangkanganku. Dia sangat obsessive dalam mencium dan menjilati memek ku.

Lidahnya berusaha agar sejauh-jauhnya menjilat ke dalam memek ku. Diangkatnya pantatku hingga pahaku terlipat menempel di dadaku. Kemudian dibenamkannya kembali lidahnya ke liang memek ku sambil sesekali menyapu bibir kemaluanku dan mengisap kelentitku.

ngeliat anusku yg merah ranum, lidahnya pun berusaha menjangkaunya. Agar lebih memudahkannya, kuangkat lebih tinggi lipatan bokongku. Bu Meylina ingin agar saya mengubah posisi. Dia berbisik dngan penuh getar birahi.

Ungkapannya dalam kata-kata yg sangat "erotis, seronok, jorok, gak senonoh" , merupakan ungkapan betapa dorongan birahinya telah didominasi oleh bentuk kenikmatan nafsu birahi hewaniah yg telah sedemikian rupa merendahkan martabat, harga diri serta penampilan kesehariannya yg istri boss besar dan putri ningrat yg cantik dan ayu.

Bisikan itu diucapkannya dngan sedemikian gamblangnya walaupun masih terdengar terbata dalam suara yg serak karena gelora birahinya. "Jeng, nungging, yahh. , a. ku p. , penasaran dngan lubang tt. , tai Jeng Astrid. saya pengin menciumi sepuas-puasku. saya ingin mengendus tai Jeng Astrid. , lidahku ingin merasakannya. Kk. kalau Jeng mauu, saya juga mauma. kan tt. , ta. ".

saya sudah nggak lagi mendengar lanjutannya. Betapa vulgar dan gak senonohnya. Di telingaku, kata-kata Bu Meylina menjadi sensasi erotik yg langsung mendongkrak birahiku. saya sedemikian terhanyut dan meliar mendengar kata-kata yg di keluarkan dari bibir putri ningrat yg cantik dan ayu itu.

saya mengikuti keinginannya. saya menungging setinggi-tingginya. Dan kini saya benar-benar menjadi obyek Bu Meylina untuk menyalurkan naluri dan sifat hewaniahnya. Lidahnya mencuci habis-habisan lubang pembuanganku yg sangat ranum ini.

saya sungguh tenggelam dalam gairah dari kata-kata pujaan seronok Bu Meylina tadi. Pada kesempatan berikutnya, kulihat bagaimana dngan sangat histeris, jari-jari tangannya di masukkannya ke liang memek nya sendiri dan dikocoknya.

Rupanya Bu Meylina benar-benar sedang tersiksa oleh gejolak birahinya sendiri. "Enak, Jeng. Enak. " , racau histerisnya. Kemudian dia berubah menjadi sangat liar. Di gulingkannya tubuhku. Ditelentangkannya saya.

Dia kembali menyeruak ke tengah selangkanganku. Kembali disedotnya memek ku. Kembali digigitnya bibir memek dan kelentitku. Kedua pahanya menjepit paha kananku. Jempol dan jari-jari kakiku yg berada tepat di bibir memek nya dia bayangkan seolah kontol lelaki.

Dia gosok-gosokkannya memek nya ke jempol jari kakiku. Dan kemudian dimasukkannya ke lubang memek nya sendiri. Bu Meylina mengentot jempol kakiku, benar-benar seperti serigala betina yg kelaparan.

"Enak, Jeng. Enak sekali Jeng". Kemudian kulihat tubuhnya mulai meregang seakan dialiri listrik ribuan watt. Tubuhnya mengejang. Pahaku dicakarnya dan kukunya seakan hendak ditanamkannya ke daging pahaku.

Saat itu juga saya langsung meraih rambutnya. Kujakak dan kuelus secara berbarengan. Akhirnya Bu Meylina memperoleh orgasmenya. Dia berteriak histeris tanpa mempedulikan kemungkinan bahwa suaranya akan terdengar oleh para pembantunya.

Nafasnya terus memburu saat kurasakan kedutan-kedutan memek nya yg beruntun disertai cairan hangat dari lubang memek nya yg menyirami jari-jari kakiku. Akhirnya tubuhnya rebah. Dia lepas semua pegangan tangannya dari tubuhku.

Dia tergolek kelelahan. Tetapi dari wajahnya nampak senyum penuh kepuasan. Kini ganti saya yg blingsatan. Serbuan histeris Bu Meylina telah membuatku terjerat tanpa mampu lagi menghindar dari seretan nafsu birahiku.

Lesbian Binal Pesta Seks (part I)
Lesbian Binal Pesta Seks (part I), cerita sex , Cerita seks, Lesbian Binal Pesta Seks, cerita dewasa ngentot lesbian binal pesta seks, kisah birahi lesbian binal pesta sex, cerita hot lesbian binal, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Lesbian Binal Pesta Seks (part I)


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/