Lesbian Binal Pesta Seks (part II)

Lesbian Binal Pesta Seks | saya ngeliat Bu Meylina telentang, dan kuperhatikan juga bibirnya yg ranum dan sex i itu. saya merunduk ke wajahnya. Kujilat sesaat bibir itu, kemudian kukulum dngan sepenuh nafsu birahiku. Bu Meylina nggak merespons lumatan bibirku. Mungkin saking lelahnya.

Tetapi saya justru sangat menikmati kepasifan dan kepasrahannya itu. Kusedot mulutnya yg terus mengalirkan ludah yg gak habis-habisnya dari kelenjar air liurnya. Kemudian dngan leluasa, kuciumi tubuhnya yg sangat wangi alami itu.

Kucium dan kujilati ketiaknya yg berbulu lembut hingga kuyup oleh ludahku. Kusedot juga toket nya yg besar membukit. Seperti layaknya bayi, kuisap puting-putingnya. Kuciumi perutnya yg lembut, kusedot pusarnya.

Kuisap pula jembutnya yg samar-samar itu. Kemudian saya menyeruak ke selangkangannya. Kubuka lebar-lebar pahanya untuk kutenggelamkan wajahku ke selangkangannya. Kutemukan kelentitnya di antara bibir memek nya. Kelentit yg tumbuh menjepit liang memek nya itu sedemikian besar dan mengeras oleh tekanan darah yg naik ke urat-uratnya.

Bibir memek dan kelentit itu kukulum dan kuisap demi memuaskan kehausan bibir dan lidahku. Cairan memek nya yg membasah setelah orgasmenya tadi masih mengalir dari liang vagina nya.

saya gak tahan untuk gak menciuminya. Kubenamkan bibirku hingga kuyup oleh cairannya. Kujilat dan kunikmati rasa sedap dan gurihnya cairan Bu Meylina. saya semakin menggila. saya ingin menirukan apa yg telah dilakukan Bu Meylina kepadaku.

Kujepit paha kanannya dngan kedua pahaku. Kumasukkan jari-jari kakinya ke lubang kemaluanku. Kupompakan ke dalamnya. Kubayangkan jari-jari kaki Bu Meylina yg seakan kontol lelaki. Kubayangkan peler Basri yg sebesar pentungan itu sedang menembus vagina ku.

saya menjadi lupa diri. Sambil terus menjilati vagina berbulunya, pantatku naik turun semakin cepat mengentot jari-jari Bu Meylina. Makin cepat. Dan akhirnya datang juga. Rasa kencingku kemudian mendesak dan langsung meluap ke permukaan.

Cairan birahiku menyembur-nyembur membasahi kaki Bu Meylina. saya ngos-ngosan hingga tetes terakhir cairanku tumpah. saya langsung rebah ke samping tubuh Bu Meylina. Beberapa saat kami masih terlena , hingga terdengar ketukan halus di pintu.

Serta merta saya menarik seprei sutra ranjang itu untuk menutupi tubuhku. Bu Meylina sendiri bangun dngan tenangnya, masih dalam keadaan telanjang berjalan menghampiri pintu. Dia mengintai dari lubangnya.

Kemudian pelan-pelan dibukanya pintu. saya sungguh-sungguh terkejut. Intan. , dia adalah Sariku. Dia sempat ngeliat ku sekilas sebelum Bu Meylina membuatku lagi-lagi terkejut. , dia langsung memeluk dan menciumi leher serta bibir Intan.

Sekali lagi saya terkejut, ternyata Intan nampak telah terbiasa. saya akhirnya tahu. Daya analisisku dngan cepat menangkap makna apa yg kini sedang terjadi di depan mataku. Semua ini ternyata adalah sebuah konspirasi erotis antara Intan dngan Ibu Meylina.

Ini bukanlah sebuah kebetulan. Kehadiran Intan di rumahku adalah awal skenario konspirasi mereka. Intan bertugas melakukan kondisioning. Intan mengkondisikan dan memastikan bahwa saya bisa digauli oleh istri bossnya, tempat dimana dia mengabdi.

saya kemudian dapat dngan jelas ngeliat "asap dan api" -nya. Ah, dasar serigala-serigala betina. Kini kulihat Bu Meylina dngan sangat tergesa-gesa mulai melucuti pakaian Intan. Dilemparkannya begitu saja pakaian Intan ke lantai.

Celana dalam dan bh Intan sengaja ditinggalkannya. Walaupun baru kemarin selama hampir seharian penuh saya menggumuli Intan, tetapi belum bosan-bosannya saya mengagumi indahnya tubuh Intan. Dadanya yg bidang dngan payudara nya yg sangat besar dan ranum itu sungguh mengundang birahi bagi siapapun yg ngeliat nya, bahkan untuk sesama wanita sekalipun.

Pantatnya yg sintal membukit terhubung dngan pahanya yg sangat kokoh sensual, hingga membuat khayalku terbang jauh ke langit kenikmatan birahi. Dan dngan ngeliat betisnya itu, saya gak bisa berhenti dari keinginanku untuk terus menjilatinya.

Dua hari lagi Mas Dony pulang. Pagi itu saya sedang menyirami bunga saat Intan, sekretaris Pak Anggoro meneleponku. Dia berkata bahwa dia sedang berbelanja di Carrefour dan dia ingin mampir ke rumahku pulangnya nanti, dan dia menawarkan sekedar oleh-oleh untukku.

Hubungan telepon yg singkat dari Intan tadi ternyata mengawali lengkapnya perselingkuhan sexualku selama ditinggal Mas Dony bertugas ke Kalimantan. Intan sering berhubungan dalam urusan pekerjaan dngan Mas Dony.

saya cukup dekat mengenalnya karena beberapa kali dia ke rumahku karena ada urusan dngan Mas Dony. Dia biasa memanggilku dngan "kak Astrid" atau "kak Astrid". Orangnya sangat anggun, cantik, sensual, ramah, jangkung dan atletis dngan tinggi hampir 180 cm, oleh karenanya dia termasuk yg terpilih sebagai pemain bola volley di kotanya, Salatiga, Jawa Tengah.

Intan berusia sekitar 28 tahunan, hampir sama dngan usiaku. Tetapi untuk gadis secantik itu, sampai sekarang dia belum juga menikah. Bahkan menurutnya pacar pun dia nggak punya.

Hobbynya mirip hobby lelaki. Naik gunung, terjun payung, arung jeram, menyelam di laut dan lain sebagainya. saya selalu merasa senang jika berada di dekatnya. Dia senang berseloroh denganku.

Dan biasanya dia juga suka memegang-megang bagian tubuhku, baik itu payudara , bokongku dan lain-lainnya. Dia selalu memuji kecantikanku. Dia bertanya tentang bagaimana caraku merawat muka, payudara maupun kelangsinganku.

Sedangkan dia sendiri sebenarnya sudah sedemikian cantik, langsing, pantatnya sex i dan indah. Ah, mungkinkah dia hanya tertarik dngan wanita? saya nggak ingin berfikir negatif. Akhirnya dia datang.

Kulihat mobil Intan diparkir di halaman rumah. Dia turun dngan kantong plastik besar dari Carrefour. payudara nya yg besar nampak berayun saat dia menggerakkan tubuhnya atau saat sedang berjalan.

Pahanya yg nampak kokoh sintal membayang dari celananya yg berbahan sifon lembut yg ketat. dngan memakai blus kembang-kembang warna ceria, Intan tampil layaknya seorang artis bintang sinetron yg sedang naik daun.

Berkesan "smart" , sex i dan sekaligus sangat sensual. Kujemput dia. Selintas parfumnya menerpa hidungku. Dia berikan oleh-oleh untukku. Ada buah-buahan, daging sirloin kesukaanku, makanan kecil dan sebagainya.

Dia berkata bahwa di kantor sedang suntuk. Banyak urusan yg nggak selesai-selesai. Dia ingin membolos dulu. Dia hanya telepon ke kantornya bahwa ia sedang terkena infuenza dan akan ke dokter.

Setelah kubuatkan minuman untuknya, kami duduk mengobrol di ruang tamu. Tiba-tiba ekspresinya nampak serius. "kak Astrid, udah 3 hari ini temen-temen deket Pak Dony membicarakan kak lho. Mereka bilang telah tidur sama kak di villanya Pak Anggoro di Bogor. Tadinya saya pikir pasti fitnah. Tetapi hari Sabtu kemarin, ketika tanpa sengaja saya mendengar telepon Pak Anggoro ke kak, kemudian karena sifatku yg ingin tahu, saya mengintip Pak Anggoro ke Dome untuk menemui kak, dan berikutnya saya mengintip kak Astrid bersama Pak Anggoro memasuki President Suite di Grand Hyatt, maka saya jadi berpikir kalau ternyata bener juga kata temen-temen kantor itu".

Sampai di sini dia berhenti, memandangku dngan penuh selidik. Terus terang informasi ini membuatku takut, gelisah dan khawatir. Khususnya yg berkaitan dngan hubunganku dngan Mas Dony. Dan lebih dari itu adalah harga diri Mas Dony.

saya berpikir, siapa sebenarnya yg jadi biang keladi dari semua ini. Mau apa dia setelah menerima kenikmatan dariku? "saya sih nggak terlalu menganggap serius, kak. Ah, hal seperti itu khan biasa dalam kehidupan ini. Satu naksir yg lain. Kemudian mengayuh kenikmatan bareng. Ya khan, kak".

Intan memberi kesan bahwa baginya, itu sama sekali bukan hal perlu dikhawatirkan. "Masalahnya kak, kalau Pak Dony nanti datang, dan denger yg macem-macem itu, terus bertanya kepadaku, lalu apa yg mesti kujawab. Di kantor dia hanya mempercayaiku untuk masalah-masalah begini. saya memang biasa polos apa adanya".

saya masih juga belum mengerti arah dan tujuan Intan menceritakan hal ini. Sampai saat ketika dia mendekat padaku. , Dia menyentuh toket ku, mengelusnya, kemudian jari-jarinya meraih putingnya, memainkannya sambil berbicara.

Cerita Sex Lesbian Binal Pesta Seks

"Tapi jangan khawatir kak, saya akan membantu kak agar Pak Dony nggak mempercayai gosip-gosip itu". Oh, rupanya persoalan masih belum selesai. saya jadi tahu sekarang, rupanya di kantor Mas Dony juga ada serigala betina yg kelaparan.

Dan saya gak punya pilihan. saya percaya hanya Intan yg bisa menolongku. Dia akan mengusahakan setiap orang, dalam hal ini Rendi, Burhan, Wijaya dan Basri agar tutup mulut.

Intan cukup disegani karena posisinya sebagai sekretaris Pak Anggoro. "kak, saya sungguh naksir kak deh. Sudah lama saya naksir kak. kak cakep banget sih". Selama ini ternyata dia memendam birahi padaku.

Dan dngan adanya kasus villa Bogor itu, dia ngeliat kesempatan. saya masih bengong dan belum bisa berpikir jauh saat dia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Makin dekat, makin dekat.

Dan tahu-tahu bibirnya dngan lembut telah menyentuh bibirku. "kak" , Intan mencium bibirku. Tangannya mendorongku ke sandaran sofa dan bibirnya mulai melumat bibirku. Selintas parfumnya menyergap hidungku.

Terus terang saya nggak siap dngan apa yg sedang berlangsung ini. Intan yg sangat cantik ini tiba-tiba datang dan menceritakan kasusku di villa Bogor, dan sekarang bibirnya telah melumat bibirku.

Dan saya masih bengong saat libidoku kembali mendesak bibir dan lidahku untuk membalas lumatan Intan. Begitu saya membalas lumatannya, Intan mendesah. "kak. , ooh. " saya jadi tergetar.

Dan saya sendiri sejak merasakan nikmatnya berhubungan sexual antar sesama perempuan dngan Indri tetanggaku itu, saya sering atau bahkan hampir selalu juga mengagumi sesama perempuan secara erotis, khususnya yg jangkung, sintal dan sex i seperti Intan ini.

Dan saat Intan kembali memelukku dngan erat, saya pun meresponsnya. saya juga mengelus punggungnya, saya juga membelai rambutnya. Kemudian Intan melepas pelukanku. "Oocch. , kak. , saya bahagia sekali kak Dony mau menerimaku".

Dia menunjukkan ekspresi betapa bahagia dan gembiranya bahwa obsesi birahinya padaku akhirnya kesampaian juga. Kemudian selekasnya pula Intan kembali memelukku. Bibirnya mendekat. Tepian bibirku digigitnya dngan lembut.

Kemudian dilumatnya seluruh bibirku. Ahh. , alangkah bedanya ciuman lelaki dngan ciuman sesama perempuan. Perempuan mencium perempuan lain dngan penuh kedalaman perasaan. Lumatannya mengalirkan ludahnya yg kurasakan seperti madu di lidahku.

saya membalasnya. Kami saling bertukar lidah. saya melenguh pelan. Kemudian Intan mendadak menjadi liar. Dia menghujaniku dngan ciuman-ciumannya di telinga, di leher dan di bahuku yg terbuka.

Dia merangkul pinggangku dngan penuh nafsu. Dimasukkannya tangannya ke balik blusku dan meraba-raba dan meremas-remas punggung, belikatku dan pinggulku. saya menggelinjang. Didorongnya saya hingga tergolek ke sofa.

Dia berlutut ke lantai. Dibukanya kancing blusku. Dia benamkan wajahnya ke toket ku. Dia keluarkan toket ku dari balik bh. Dia sedot puting-putingku. saya mendesah. Dia lepaskan rok bawahku hingga tinggal tersisa celana dalamku.

Dia elus lembut pahaku dngan tangannya. Dia benamkan wajahnya ke perut dan pusarku. Bibir dan lidahnya terus menyedot dan menjilati bagian-bagian sensitifku. saya merintih. Sambil memeluk pahaku, dia terus bergerak ke arah selangkanganku.

Dia benamkan wajahnya ke selangkanganku. Hidungnya mengendus celana dalamku kemudian mendesak ke tepiannya. Lidahnya menjilat-jilat mencari bibir memek ku. saya menjerit kecil sambil meraih kepalanya dan menjakak rambutnya.

Nafasku menyesak. Aliran darahku memacu dngan cepat. Intan beringsut kembali ke arah dadaku. Dilepasnya bh-ku. Kemudian tanganku diraih dan dibawanya ke atas kepalaku. Kini ketiakku terbuka. Dibenamkannya wajahnya ke lembah ketiakku.

Bibir dan lidahnya mengecup dan menjilati seluruh sudut-sudut sensual ketiakku. dngan tangan-tangannya yg seolah berlaku sebagai kemudi, bibir dan lidah Intan merambah seluruh tubuh bagian atasku, baik sebelah kiri maupun kanan.

Kemudian dia kembali memagut bibirku. Lumatannya menjadi sangat memabukkanku. saya gak mampu lagi menahan desahan maupun rintihanku sendiri. Kenikmatan birahi telah menenggelamkanku dalam gelombang nafsu yg dahsyat.

saya menikmati kepasrahanku padanya. Kubiarkan Intan menumpahkan obsesinya dan memuaskan birahinya atas tubuhku. saya menjadi sandera dan tawanannya karena perilaku teman-teman kantor Mas Dony. saya hanya dapat melenguh dan sesekali merintih menanggung siksa yg sangat nikmat.

Intan berbisik di telingaku, "kak, ke ranjang saja, yuk". Ah, ide yg menarik, pikirku. saya bangkit dan menuntun Intan menuju peraduanku. Selama 6 hari terakhir, saya telah melakukan selingkuh dngan melayani 3 orang teman Mas Dony di peraduanku ini.

Ranjang yg semestinya hanya untuk saya dan Mas Dony, telah kunodai. Hari ini, Intan yg kutuntun ke ranjang ini, dia dngan ganasnya langsung menggelutiku. Dia perosotkan celana sifonnya yg lembut hingga lepas dari tubuhnya.


Cerita seks Lesbian Binal Pesta Seks
  • Badan Intan yg jangkung dan kini setengah telanjang terpampang di depanku. Kecantikan dan sensualitas terpancar dari semua detail-detail tubuhnya yg sintal dan atletis itu. Rupanya inilah hasil dari hobbynya memanjat gunung dan mengarungi jeram riam.
  • saya terpesona. saya tergolek di ranjang menunggu dngan pasrah. Intan melemparkan celananya begitu saja ke lantai, kemudian merangkaki tubuhku. Kami kembali saling melumat. Kudengar kini desahannya. "kak Astrid, saya sudah lama sekali mengimpikan saat-saat seperti ini".
  • Kembali dia membenamkan diri di ketiak, dada, toket , puting toket , perut bahkan pusarku. Dia buka celana dalamku. Dia cium dngan lembut bulu-bulu halusku. Dia jilat vagina ku.
  • Digigitnya dngan lembut bibir memek dan kelentitku. saya menjerit karena nikmat. Kemudian dia merangkaki kembali tubuhku dan kembali bibirnya menjemput bibirku. Kali ini dia melumat-lumatku sambil tangan kanannya mengelus memek ku.
  • Dia mainkan jari-jarinya pada bibir memek dan kelentitku. Kemudian jari-jarinya mulai berusaha menembus lubang kemaluanku. saya tahu, ini akan menghasilkan kenikmatan bersama yg gak terperikan. Saat jari-jarinya telah masuk menusuk, memek ku di putar-putarnya.
  • g-spotku yg merupakan titik pusat saraf-saraf peka birahi dalam lubang memek ku menerima sentuhan jari-jari indah Intan. saya gak kuasa untuk nggak menggelinjang. Pantatku menjadi gelisah dan meliar.
  • Kunaik-naikkan pinggul dan pantatku untuk menyongsong jari-jari Intan. ku mulai dapat merasa akan timbulnya "pipis enak". Dari dalam memek ku, keinginan kencing ini mendesak-desak keluar. Kutarik kepala Intan yg masih terus menggeluti bibirku.
  • Kudorongnya ke bawah, ke vagina ku. saya ingin agar Intan memainkan jari-jarinya dalam kemaluanku di barengi dngan ciuman dan jilatannya pada bibir memek ku. Intan cepat memahami.
  • Tanpa melepaskan jari-jarinya dari lubang memek ku, Intan melepas bibirnya dari bibirku untuk kemudian meluncur ke dada, perut, ke pusar ke jembut dan akhirnya menuju memek ku.
  • dngan meluruskan badannya agar berada di antara pahaku, dan dngan jari-jarinya yg terus menari-nari merangsangG spot-ku, Intan mendaratkan bibirnya ke memek ku. Dia menciumi, menyedot dan menjilat-jilat bagian atas memek ku.
Rasa ingin kencingku akhirnya meledak. saya mendapatkan orgasme dari perilaku Intan yg sangat obsessive dan liar itu. Banyak sekali cairan birahi yg tumpah dari dalam memek ku dan mengalir keluar.

Untuk melampiaskan emosi birahiku, kutangkap kepala Intan, kuremas-remas rambutnya hingga dandanan rambutnya berantakan. Intan menjadi semakin liar saat menyedot cairan birahiku. Kepalanya digeleng-gelengkan dan ditekan-tekannya ke selangkanganku.

Sedemikian bernafsunya bibirnya menyambut cairan kemaluanku. Seperti orang makan buah semangka yg merah ranum hingga kudengar mulut Intan mengeluarkan bunyi. Mulutnya yg indah menjilati dan meminum semua cairan birahiku yg meleleh keluar.

Agar dapat lebih banyak menyedot cairan lendir itu, lidahnya menyeruak mengorek seluruh isi liang memek ku. Setelah orgasme, saya merasa lemas sekali. Seakan otot-ototku dilolosi dari tubuhku.

saya lunglai. Sebaliknya dngan Intan, yg dngan meminum semua cairan birahi dari lubang memek ku, nafsunya bahkan semakin memuncak. Dia membiarkanku lunglai di ranjang, tetapi dia sendiri nggak menghentikan serangan nafsunya pada tubuhku.

Ciuman dan lidahnya merambati seluruh permukaan pahaku. Dia tinggalkan cupang-cupang sedotannya pada pahaku. Sedotan-sedotannya terasa pedih pada kulitku, hingga terkadang kuangkat kepalanya dan menariknya untuk melepaskan bibirnya yg terasa seperti vacuum cleaner yg menancap di pahaku.

Kemudian tanpa ayal dibalikkannya tubuhku agar tengkurap. Dia benamkan mukanya ke celah bokongku. Dia cium habis-habisan bokongku. Dia masukkan lidahnya ke celah belahan pantatku. Dia berusaha menjilati duburku hingga saya sangat kegelian.

Rasa lunglaiku jadi hilang. Birahiku pelan-pelan kembali timbul. Dia angkat pantatku hingga saya tertungging. dngan posisi itu, di hadapan Intan kini telah terpampang pantatku dngan analnya yg menguak terbuka.

Kubayangkan lubang pantatku yg kuncup dilingkari garis-garis lembut kemerahan menuju titik pusat lubang duburku. gak ayal lagi hidung, bibir dan lidah Intan langsung merangsek pantatku untuk meraih kenikmatan.

saya bergetar dan merinding. Nafsu Intan menjadi sangat binal. Dia mendesah dan mendengus-dengus seperti anjing yg rakus saat menghadapi makanannya hingga nggak mau ada anjing lain yg mendekat karena khawatir akan merebut makanannya itu.

Sementara itu saya mulai kembali terbakar birahi. Lidah Intan yg terus menjilat duburku dan menusuk lubangnya membuatku diserang kegatalan erotis yg amat sangat di seluruh tubuhku. Intan sangat pintar mendongkrak libidoku.

dngan menggerakkan tanganku ke belakang, saya berusaha meraih kepalanya. Saat akhirnya kudapat, kuremas kembali rambutnya yg memang sudah teracak-acak olehku sejak tadi. Kutekankan wajahnya ke analku. saya ingin agar Intan lebih dalam lagi melahap duburku.

Rupanya saat ini dia sedang menapaki puncak birahinya, racauan mulutnya gak henti-henti. "Oohh. , oh, ohh, enakk. , enhakk. , kak Astrid. ". Kulihat, entah dari mana, tangan kirinya telah menggenggam plastik bening panjang, semacam pipa padat.

Itu adalah dildo. Dia tusukkan dildo itu pada lubang memek nya. Dia mencium dan menjilat analku sambil membayangkan peler lelaki yg menusuk vagina nya. Nampak tangannya mengocok-ngocokkan dildo yg besar dan panjang itu ke memek nya sendiri.

Rintihan dan desahan erotis yg menandakan derita dan siksa nikmat sedang melanda sanubari Intan. saya nggak bisa berbuat banyak untuk membantunya, kecuali dngan ikut mengerang dngan suaraku yg histeris.

"Teruss Intan. , teruuss. , Intan". Saat puncak itu datang, Intan menjepitkan dildonya di antara kedua kakinya yg dirapatkan. Kemudian seakan sedang menyetubuhi peler lelaki yg telentang di ranjang, dia naik turunkan pantatnya untuk membenamkan dildo ke vagina nya.

Sementara itu tangannya merengkuh erat-erat pinggangku untuk memantapkan posisi wajahnya hingga bibir dan lidahnya terus menciumi dan menjilati duburku. Dia meremas dan menancapkan kuku-kukunya ke bukit pinggulku ketika orgasmenya datang.

Dia menjerit dngan keras. Tanganku memperkeras jakakan pada rambutnya untuk membantu mendorong birahinya ke puncak yg paling tinggi. Kemudian Intan rubuh, demikian juga denganku. saya telentang menghela nafas.

Untuk beberapa menit kami saling diam. Sunyi. "Terima kasih kak Astrid. kak cantik sekali". Masih dalam keadaan telentang, Intan mengeluarkan suara sambil melepas senyumnya dan menengok ke arahku.

saya sambut dngan tanganku yg meraih tangannya. Kami saling bersentuhan dan saling meremas. "saya lapar, kak" , kata Intan. saya berusaha bangun. saya sendiri juga lapar dan haus.

Kami bersama-sama bangkit dari ranjangku. dngan kain dan handuk seadanya yg kusambar dari kamarku untuk menutupi tubuh kami, kami menuju dapur dan membuka lemari es. Kuambil juice orange dingin.

Kutuangkan segelas untuk Intan dan segelas untukku sendiri. Kami beristirahat dan minum. Intan lalu mengeluarkan bungkusan dari kantong plastik Carrefour yg dibawanya. Ada kue kering yg siap saji.

Lesbian Binal Pesta Seks (part II)

Dia buka dan kami melahapnya. Pada kesempatan itu kamu kembali saling pandang dan saling melempar senyum. Kulihat Intan mengamati bagian-bagian tubuhku. Dan saya juga mengamati bagian-bagian tubuhnya.

Kami saling mengagumi. Kami saling meraba bagian-bagian tubuh pasangan kami dngan penuh semangat birahi. saya sangat mengagumi pahanya yg sangat sintal itu. Sebelum bergerak terlalu jauh dan menyadari bahwa badan kami harus tetap tampil segar, kami sepakat untuk makan dulu.

Kami beranjak ngeliat bahan makanan yg tersedia. melihat oleh-oleh Intan, kami sepakat untuk membuat sirloin steak kesukaanku. Kunyalakan kompor untuk menumis bumbu dan sayuran pelengkapnya. Intan merendamnya dalam saus daging steak kemudian mekakarnya.

dngan 2 gelas red wine, 2 gelas juice apple yg kutemukan masih tersedia di lemari es, kami melahap sirloin steak 200 gram kami hingga kenyang. Sebagai penutup kusediakan irisan buah mangga dingin seporsi besar.

Kami tertawa, mengingat betapa rakusnya kami di ranjang maupun di meja makan. Intan mengatakan kalau dirinya makan banyak masih masuk akal. Tetapi kalau dia ngeliat ku juga makan sebanyak yg dia makan, dia merasa heran, kemana saja makanan yg telah kutelan hingga perutku tetap langsing? "Atau di sini, ya? " , kelakarnya sampil tangannya meraup vagina ku yg memang montok menggembung.

saya tertawa. Kami saling berseloroh. Usai makan dan puas berseloroh, Intan berdiri dari kursinya menuju ke belakang kursiku dan kurasakan saat hidungnya mencium kepalaku. "Sayang, saya ingin lagi, sayang. " , sambil tangannya turun ke dadaku meremas toket ku dan terus memilin-milin puting-putingku.

saya melenguh pelan. saya mendongakkan wajahku ke belakang hingga menghadap wajahnya. Wajahnya langsung menjemput wajahku hingga bibirku bertemu bibirnya. Kami saling mencium. Tangan kanannya turun ke selangkanganku untuk meremas vagina ku yg menggunung itu, sementara tangan kirinya tetap meremas toket ku.

saya menggelinjang kembali. Birahiku terbit kembali. Ciuman Intan yg semakin penuh perasaan dan mendalam semakin mendongkrak libidoku. Suara desahan kami saling bersahutan. Kini saya ingin mengekspresikan diriku.

saya ingin mengekspresikan obsesiku. saya ingin meraih sendiri kenikmatan madunya Intan. saya ingin menciumi payudara nya yg nampak sangat ranum di balik blusnya itu. saya juga ingin menciumi ketiak, perut, pahanya yg sangat sintal, selangkangan, celana, kelentit maupun memek nya.

saya jadi terbakar. saya berdiri dari kursiku. Kembali kubimbing Intan ke peraduanku. saya gak tahan lagi menahan gejolak libidoku sendiri. saya ingin menumpahkan seluruh obsesiku. Kodorong dia agar telentang di tempat tidur.

Dia langsung memahami keinginanku. Dia menunggu. Tanganku menarik lembaran handuk yg membungkus tubuhnya. Tubuh jangkung indah itu kini telanjang bulat di hadapanku. saya meneguk air liurku. saya merangkaki tubuhnya.

Kulumat bibirnya sepenuh perasaan. Kunyanyikan "gita cinta" dari gebu birahiku. Kutenggelamkan wajahku ke payudara nya yg besar. Lidah dan bibirku dngan liar mengecup dan menjilat bukit-bukit sensual milik Intan itu.

Kuhisap-hisap puting toket nya. Dia kini mendesah dan menjerit kecil. Dia angkat kedua tangannya ke atas hingga nampak ketiaknya yg terbuka. Dia menginginkanku agar menjilati ketiaknya. saya menyambutnya dngan sepenuh geloraku.

Kubenamkan wajahku ke lembah ketiaknya. Bau kecut alami ketiaknya seketika menyergap hidungku. Intan mengeluarkan desah dan rintih yg sangat mengundang birahi. Kemudian saya mulai merayap ke bawah.

Kujilat perutnya yg langsing. Pusarnya kuhisap-hisap. Ludahku kuyup menutupi dataran perutnya yg lembut itu. saya turun lagi hingga kurasakan jembut halusnya pada lidahku. saya turun lagi kemudian bangkit.

saya ingin memulainya dari yg paling bawah. saya turun ke lantai. Kuraih kakinya. Inilah kesukaanku. Kujilati kaki-kakinya, jari kakinya, telapak kakinya. Kemudian saya merayap naik menjilati betisnya.

Kusedot pori-porinya. Kubuat agar kuyup dngan ludahku. saya terus naik ke pahanya. saya serasa menghadapi lapangan luas untuk bibir dan lidahku bermain. Paha si jangkung yg sangat sintal kini terpampang bebas di hadapanku.

saya merebahkan diri di situ. saya mulai mencium dan menjilatinya. saya gak ingin satu titikpun terlewat dari kecupan dan jilatanku. saya bergetar dan menggigil. saya menikmati lembah birahi yg sangat kudakakan.

Saat wajahku sampai di selangkangannya, aroma dan semerbak wangi memek nya demikian menusuk hidungku. saya terus menjilat dan mengendusnya. Kini kutemukan kemaluannya yg menggelembung indah di antara selangkangannya.

Bibirku langsung merasakan demikian getas kemaluannya. Bibir-bibirnya merekah keras menahan darah yg mengalir di sana. Kelentit atau Itil nya juga mengeras. Itil nya yg besar dan kencang itu kukulum.

Lidahku menembus lubang memek nya. Kembali Intan mendesah dan merintih dngan sangat menggairahkan. Dia menggelinjang. Tubuhnya menggeliat kuat-kuat hingga saya sering terlempar. Pantatnya terangkat menjemput lidahku agar menjilat lebih dalam lagi ke vagina nya.

Tangannya meremasi bantal. "Ampun kak Astrid. , ampun kak Astrid. " , hanya itu yg dia racaukan berulang-ulang.
Lesbian Binal Pesta Seks (part II)
Lesbian Binal Pesta Seks (part II), cerita sex , Cerita hot, Lesbian Binal Pesta Seks, cerita dewasa lesbian binal pesta seks, sex party, lesbian, cerita porno bokep lesbian binal pesta seks hot ngecrot, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Lesbian Binal Pesta Seks (part II)


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/