Lesbian Binal Pesta Seks (Part III)

Lesbian Binal Pesta Seks | bu Meylina nampak sangat binal. Dia berjongkok dngan sedikit mendongak menghadap celana dalam yg membungkus kemaluan Intan. Kemudian kulihat Bu Meylina terlihat seperti anak sapi yg menyusu puting induknya. Pasti hidungnya sedang berusaha menghirup sebanyak-banyaknya aromaa celana dalam tersebut.

Terdengar desahan dan rintihan dari mulut-mulut mereka. Tangan Intan mengelus rambut Bu Meylina. Mereka sedemikian asyiknya, seakan saya nggak hadir di ruangan itu. Adegan yg sekarang kulihat ini merupakan peristiwa pertama bagiku, dimana ada 2 perempuan bercumbu langsung di depan mataku.

saya ingin tahu, bagaimana kelanjutannya nanti. Dan merupakan hal yg sangat erotis bagiku untuk ngeliat dan mendengar desahan dan rintihan mereka dalam mengarungi lautan nikmat yg sedang melanda mereka saat ini.

Setelah cukup puas, Bu Meylina bangkit dan kembali menciumi leher dan melumat mulut Intan. Kemudian pelan-pelan mereka bergeser ke ranjang. Kemudian saya menepi. Saat tiba di tepi ranjang, Intan menjatuhkan diri telentang di ranjang.

Dia nampak bersikap pasif untuk melayani Bu Meylina selaku dominatornya. Kulihat bagaimana binalnya Bu Meylina merangsek selangkangan Intan. Seperti halnya serigala yg lapar, mulut sang putri ayu yg ningrat itu menggeram-geram karena khawatir makanannya di rebut serigala lain.

Dan Intan sendiri dngan cepat meraih bantal dan tepian ranjang untuk diremasnya dalam upaya menahan nikmat yg melandanya. saya semakin nggak tahan mendengar desahan dan rintihan pilu tapi sekaligus erotis mereka.

Kedengarannya mereka sedang tersiksa dan penuh derita. saya jadi tergoda untuk mendekati Intan. Kuperhatikan wajahnya membalik ke arah "back drop" tempat tidur sambil menyeringai mengeluarkan rintihannya. Lehernya yg jenjang itu, nampak bersih mulus mengundang bibirku.

saya menelan air liurku. buah dada nya yg bulat, besar dan sangat ranum tergoncang-goncang karena geliat blingsatannya dalam menahan kegatalan vagina nya dalam lumatan Bu Meylina. Kulihat tangan Bu Meylina menyingkap pinggiran celana dalam Intan dan lidahnya menjilati bibir nonok dan klitorisnya.

Begitu nikmat nampaknya. Dan saya sangat merinding ngeliat ulah Bu Meylina ini. saya mulai terseret dalam arus gelora birahi mereka. saya kembali ngeliat wajah Intan yg tengadah dngan bibirnya yg terus mengeluarkan desahan dan rintihan.

dngan ngeliat bibir yg menggairahkannya itu, saya terdorong untuk mendekatkan wajahku. Dan kuputuskan untuk ikut 'nimbrung' dngan mereka. Kujemput bibirnya dan segera kulumat. Intan langsung menerimanya dan merespons lumatanku dngan penuh kehausan.

Mungkin dia memang telah menunggunya dari tadi. saya kini ikut mengerang. Tanganku bertemu dngan tangan Bu Meylina yg sama-sama meremas payudara Intan. Jari-jariku, juga jari-jari Bu Meylina memainkan puting-puting buah dada Intan.

Kini ada 3 perempuan yg sama-sama mengayuh nafsu birahi di ranjang Bu Meylina. "Ludahi saya kak Astrid. , ludahi saya. , tolong kak Astrid. , saya haus. , tolong. " , Intan meracau kehausan birahi.

Bibirku bergeser melumat lehernya yg jenjang itu. Kepalanya yg masih mendongak ke "back drop" ranjang membuatnya lehernya yg jenjang demikian terbuka. Bibir dan lidahku menyisir seluruh lekukan dan lipatan-lipatan leher indah itu.

Harum leher Intan yg alami dngan semburat parfumnya terus terbawa hingga tidurku selama ini. saya kemudian bergesar ke dadanya. Berebut dngan tangan Bu Meylina, saya mencium payudara Intan dngan penuh perasaan birahiku.

buah dada Intan juga menebarkan aroma alami serta berbaur lembut dngan aroma parfumnya. saya mengisap-isap setiap milimeter payudara ranum itu seakan ingin memindahkan sisa keringatnya ke lidahku.

saya kulum puting-putingnya. Intan terus meracau kehausan birahi. saya beringsut menuju ketiaknya yg terbuka karena tangannya ke atas dankepalanya meremasi bantal dan tepian ranjang. saya sangat ketagihan bau ketiak seperti ini.

Semburat bau bawang dari keringatnya bercampur dngan aroma pewangi di ketiaknya. saya serasa gak ingin pergi dari lembah indah nan sensual milik Intan ini. Bermenit-menit saya asyik masyuk dalam ciuman dan jilatan pada ketiaknya.

Kali ini tangan Intan dngan paksa meraih kepalaku untuk dipagutnya. saya mengikutinya dngan kepasrahan nikmat. Intan dngan penuh kehausan melumat dan mengisap ludahku. "kak Astrid, saya sangat haus kak. , tolong kak. " , dia berbisik padaku kemudian mengangakan mulutnya.

saya nggak tega akan permintaannya yg sedari tadi terus dia rintihkan. saya mengumpulkan air liurku ke bibirku. Kuludahi mulut Intan yg segera mengenyam-enyamnya dan menelannya. Dia benar-benar kehausan.

Beberapa gumpalan air liur dari bibirku kuludahkan ke mulutnya, hingga Intan tenang. Sementara itu rangsekan mulut Bu Meylina di kemaluan Intan belum kunjung berhenti juga. Intan menjakak rambut Bu Meylina dan menariknya ke mulutnya, kembali dia membisikkan hal yg sama seperti pada permintaannya padaku sebelumnya.

Mungkin Bu Meylina sudah terbiasa dngan permintaan Intan ini. Berkali-kali dia mengumpulkan ludah di bibirnya dan kemudian diludahkannya ke mulut Intan. saya ngeliat pemandangan yg sungguh luar biasa itu.

nggak tahu dari mana asalnya, tiba-tiba tangan Bu Meylina telah menggenggam dildo yg telah siap dimasukkannya ke lubang nonok Intan. saya dimintanya membantu mengarahkan tongkat kenikmatan itu ke lubangnya.

Wow, saya kini ngeliat sebuah "close up" dari nonok Intan yg telah memberikan kenikmatan baik padaku maupun Bu Meylina. dngan sedikit jembut di nonok nya, kemaluan Intan sungguh sangat ranum.

Bibir-bibirnya yg menggumpal padat saat dilanda birahi, nampak kencang dan getas hingga pasti akan membuat setiap lelaki ingin segera menyetubuhinya. Dan kelentitnya itu, sangat merangsang. Lidahku gak bosan-bosannya mengulum dan melumatnya.

Kini tanganku telah siap menusukkan dildo berkepala 2 itu ke kemaluan Intan. Kulekatkan salah ujung kepalanya ke bibir nonok Intan, kemudian kutekan. Intan menjerit nikmat, "Aacch, kak. , terusin, kak. ".

dngan berlumuran lendir lengket cairan birahi Intan, dildo di tanganku pelan-pelan amblas ditelan nonok Intan. Kemudian saya mencoba memompakannya. Kulihat mata Intan terpejam-pejam menikmati tusukan dan pompaanku sambil tangannya lebih meremas dan menjakak rambut Bu Meylina yg masih terus asyik melumat payudara Intan.

Nampaknya antara Bu Meylina dan saya sejalan seperasaan. Bu Meylina dan saya ingin agar Intan segera meraih kepuasan birahinya. Dan rasanya hal itu juga sangat diinginkan oleh Intan sendiri.

Saat pompaan dildo di tanganku menembus vagina nya, Intan mulai histeris mengangkat-angkat pantatnya menjemput batang nikmat itu. "Terus kak Astrid. , cepat lagi, kak. , teruusshh. " , Intan meracau.

saya mempercepat pompaanku. Seperti layaknya perempuan yg hendak melahirkan, tangan Intan memegang kisi-kisi ranjang di belakang kepalanya dngan wajahnya yg menyeringai menahan kenikmatan gatal birahi di seluruh tubuhnya.

Cerita Sex Lesbian Binal Pesta Seks

Bu Meylina terus secara intensif melumat-lumat payudara , puting dan mencengkeram ketiak Intan. Sementara pompaanku gak juga mengendor, bahkan semakin cepat. Dan gak ayal lagi, dngan teriakan tertahan karena takut akan kegaduhan yg ditimbulkannya, kulihat dalam jarak dekat, cairan nonok Intan menyemprot berceceran mengalir keluar terbawa oleh batang tongkat dildo yg keluar masuk kupompakan ke dalam nonok nya.

Bu Meylina dan saya langsung ikut terseret dalam arus birahi Intan. Kami ikut menyala terbakar. Bu Meylina menunjukkan kekuasaanya dalam ruangan sempit kamarnya itu. Direnggutnya dildo dari tanganku.

Dicabutnya dari lubang nonok Intan kemudian dikulum-kulumnya. Mulutnya menyedot lendir Intan yg masih menempel di batang nikmat itu. Kemudian disodorkannya kembali mulutnya ke nonok Intan yg sedang kebanjiran cairan birahinya.

dngan penuh kerakusan, Bu Meylina menjilat dan menyedot serta meminum seluruh cairan itu. saya sebenarnya juga sangat ingin bertindak seperti Bu Meylina. Sejak saya memompakan dildo ke kemaluan Intan tadi, saya sudah membayangkan menyedot cairan Intan langsung dari lubangnya.

Tetapi, Bu Meylina lebih berkuasa. saya hanya dapat menelan air liurku ngeliat kerakusannya. Tetapi sementara itu, justru saya merasa mendapat 'kompensasi' saat ngeliat pantat Bu Meylina yg menungging dngan indahnya.

Kulihat anusnya yg masih kuncup, dilingkari garis-garis tipis hingga ke titik pusatnya. Dan gak jauh dari itu, tepat di bawahnya, kulihat vagina nya yg merekah tembem di hiasi jembut-jembut tipisnya.

Seperti tertarik medan magnit yg sangat kuat, saya langsung menubruk pantat Bu Meylina. Kujilati anal, vagina dan sekelilingnya. Kupuas-puaskan lidah dan bibirku menciumi anal Bu Meylina yg wangi itu.

Hidungku mengendusi aroma yg khas dari analnya. Rupanya saya nggak dapat berlama-lama menggeluti anal Bu Meylina. "Tolong Jeng. , Jeng Astrid. , tolong. , masukin dildo ke vagina ku. , ayoo Jeng. " Sekali lagi saya gak bisa menolak permintaan nyonya boss besar ini.

Rupanya dalam keasyikan menyedot cairan birahi dari nonok Intan itu, nafsu Bu Meylina kembali melonjak. Kemudian jilatanku pada anal dan nonok nya bahkan mendongkraknya lebih jauh lagi.

saya harus puas dngan apa yg sudah kuraih. Kusambut dildo dari tangan Bu Meylina. dngan tetap menungging sambil tetap menjilati cairan nonok Intan, vagina Bu Meylina kutusuk dngan dildo besar panjang itu.

Dia menjerit kecil saat kepala dildo itu berhasil menembus gerbang nonok nya. Kemudian kupompa sedikit demi sedikit, hingga separuh dildo panjang itu terlahap habis ke mulut rahim dalam nonok Bu Meylina.

"Ampun nikmatnya Jeng. , nikmat sekali Jeng. , terushh. " Kini Bu Meylina menghentikan jilatan pada nonok Intan. dngan kedua tangannya yg bertumpu pada kasur, dia gerakkan maju mundur pantatnya dalam upaya menjemput dildo di tanganku yg memompa nonok nya.

Mendengar rintihan haus dan pilu serta erotis dari mulut Bu Meylina, Intan yg baru saja meraih orgasmenya bangkit membantu Bu Meylina dalam bisikan erotis di telinganya. "Enak ya, Bu. , seperti peler Basri ya Bu. " , saya lebih terkejut lagi.

Tenyata serigala-serigala betina ini juga telah menikmati besarnya peler Basri si Satpam itu. Kurang ajar. Tetapibiarlah, terbukti bahwa saya nggak sendirian kini, saya bahkan kini tersenyum. Dan gak urung saya juga mulai kegatalan lagi.

melihat apa yg tengah berlangsung, Bu Meylina begitu menghayati dildonya dan membayangkan peler Basri, nafasku kini memburu. saya ingin berkesempatan sekali lagi meraih orgasmeku. Kukocok-kocokkan jari-jariku ke lubang kemaluanku hingga mulutku mendesah dan meracau ramai.

"Iya Buu. , peler Basri itu gedee dan enak Bu. ". Mungkin karena desahan dan racauanku, Bu Meylina semakin mempercepat gerakan pantatnya untuk menjemput dildo di tanganku.

Dan ngeliat ku yg juga telah ikut terseret dalam nafsu menggebu, Intan segera mengambil alih. Pompaan dildo di kemaluan Bu Meylina dipercepatnya hingga Bu Meylina menggelepar-gelepar, memegang keras-keras tangan Intan agar lebih mempercepat dan memperdalam tusukan dildonya dan akhirnya Bu Meylina kembali mendapatkan orgasmenya, demikian pula saya.

Begitu Bu Meylina menumpahkan cairannya yg mengalir keluar dari vagina nya, dan begitu dipikirnya tugas dildo dalam nonok nya telah usai, Intan melepasnya keluar. Dildo yg basah kuyup oleh cairan nonok Bu Meylina itu disumpalkannya ke mulutku.

Kudapatkan sensasi birahi yg bukan main hebatnya. Kujilati dildo bekas vagina Bu Meylina. Cairan birahi yg masih menempel pada batang itu kutelan habis membasahi tenggorokanku. Kemudian oleh Intan, dildo itu dimasukkannya lagi ke vagina ku.


Cerita seks Lesbian Binal Pesta Seks
  • Dia pompakan ke dalamnya menggantikan kocokan jari-jariku. Kemudian nafsuku mendorongku untuk meraih vagina Bu Meylina. saya menyedot seluruh cairan birahinya. yg meleleh keluar dan jatuh ke seprei sutra ranjang, kusedot hingga bersih.
  • Dan dngan sensasi birahi yg melandaku dngan hebat, keinginan kencingku kembali mendesak untuk tumpah keluar. saya menggelinjang mengangkat pantatku menjemput dildo di tangan Intan. Dan di saat yg paling puncak, kutarik wajah Intan.
  • saya minta 'imbalan' yg sama atas apa yg telah kuberikan padanya. "Intan, ludahi mulutku, ayyo Intan. " Ternyata bukan hanya Intan, melainkan Bu Meylina juga langsung merunduk ke wajahku.
  • Gumpalan-gumpalan liurnya yg terkumpul di bibirnya diludahkannya ke mulutku, bergantian dngan ludah Intan yg juga terus menghujaniku. saya merasa sangat tersanjung. Sepertinya mereka berdua memanjakanku. Mereka berdua melayaniku untuk meraih kepuasan nafsu birahiku.
  • Dan akibatnya rasa kencingku serasa meledak, tumpah ruah. Kulihat Bu Meylina dan Intan berebut untuk mengisap vagina ku. Suara-suara geraman mereka seperti serigala-serigala yg berebut makanan. Serigala-sergala betina yg kelaparan.
  • Dan kini, saya sendiri telah mengalami "metamorphose" , telah berubah menjadi salah satu kawanan mereka. Beberapa saat kemudian kami terlena di kamar tidur Bu Meylina yg ber-ac dingin itu.
  • Kami baru terbangun saat pelayan Bu Meylina memberi tahu bahwa makan siang sudah terhidang di ruang makan. Kami sepakat untuk mandi sebentar, merapikan pakaian dan bersama-sama turun.
  • Jam telah menunjukkan pukul 12. 20 siang. Di meja makan, Bu Meylina mengingatkan beberapa "point" materi yg perlu disampaikan dalam pertemuan bersama ibu-ibu pada pukul 4 sore nanti.
  • Semua point itu menjadi catatan Intan selaku sekretaris boss, untuk menjadi perhatiannya. Dan saya ternyata nggak perlu melakukan apa-apa, karena semua masalah sudah dapat diselesaikan oleh pengurus yg lain.
Setelah selesai makan siang, Bu Meylina mengisyaratkan pada pelayan yg juga merangkap sebagai kepala rumah tangganya agar nggak menerima telepon sampai dngan pukul 3 sore nanti. Pesannya, kami bertiga harus segera menyelesaikan tugas-tugas penting di kamar Bu Meylina.

Ah, ternyata belum juga kenyang makan siang para serigala betina ini. Sebelum beranjak kembali ke kamar beliau, Bu Meylina memberikanku minuman sehat dalam kemasan botol seperti minuman sehat yg banyak beredar itu.

"Jeng, ini buatan Amerika, minumlah. saya secara rutin minum ini untuk menjaga staminaku. saya juga sudah memberikannya pada Intan. Kalau Jeng Astrid suka, nanti akan selalu kusediakan buat Jeng".

"Tapi jangan kaget Jeng, kalau nanti sehabis minum ini Jeng Astrid merasa ngantuk sekali. Tetapi itu hanya sebentar. Sesudah itu Jeng Astrid akan segar kembali, bahkan akan merasa sangat bergairah".

"Dan Jeng, nanti Jeng Astrid akan pipis banyak sekali. Itu berarti ginjal Jeng berfungsi dngan baik, mencuci segala kotoran untuk dibuang menjadi air seni yg banyak itu".

saya percaya saja dngan perkataan Bu Meylina. Kuterima pemberian Bu Meylina. Kuamati sebentar kemasannya sebelum kuminum habis hingga tetes terakhir. Bu Meylina secara konsisten dan konsekuen tetap sedemikian memperhatikanku sebagaimana yg telah terjadi selama ini.

Hal-hal yg telah terjadi pada hari ini sama sekali gak mempengaruhinya. Sementara itu Intan menyenggolku dan bertanya. "saya kok nggak dikasih tahu sih, kapan si Satpam itu kontrol rumah kak Astrid? ".

Dia mulai dngan tersenyum dan mengakhirinya dngan terbahak. Bu Meylina yg mendengarnya dari seberang meja melepas senyum manisnya. Selesai makan siang, Bu Meylina mengajak kami untuk duduk di taman beranda kamarnya di lantai 2.

Ternyata taman itu sangat luas dan indah. Dibangun di atas beton di lantai 2, taman itu diisi tanaman yg indah penuh bunga. Masuk ke taman itu serasa berada di pedesaan.

Ada air gemericik yg jatuh dari bebatuan, ada kolam ikan mas. Dan di taman itu Bu Meylina bisa berjemur matahari dngan telanjang tanpa harus khawatir dilihat orang.

Di sekeliling taman dibangun tembok tinggi. Tetapi berkat penutup tanaman rambat yg subur, tembok itu nggak terasa membatasi pandangan. Kami memilih duduk di bawah payung taman itu.

Kepalaku terasa ringan melayang. saya ingat minuman buatan Amerika tadi. Rupanya efeknya sedang berproses dalam tubuhku. saya mengantuk sekali dan saya juga merasakan keinginan akan adanya seseorang yg memeluk dan membelaiku.

saya jadi teringat akan semua kenikmatan yg baru saja kualami bersama Bu Meylina dan Intan. saya ingat betapa nikmatnya saat tangan-tangan mereka menjamah payudara ku. saya ingat betapa nikmatnya lidah-lidah mereka menjilati ketiakku.

saya ingat betapa nikmatnya saat dildo itu menyodok saraf-saraf peka di nonok ku. saya juga ingat betapa nikmatnya saat-saat menjelang orgasme. saya ingat wajah Intan yg menyeringai dilanda kenikmatan birahi yg diperoleh dari jilatan Bu Meylina di vagina nya.

saya juga teringat saat saya menjilati anus Bu Meylina dan mencium aromanya. Ahh. , saya sedikit limbung. Sekarang, tiba-tiba saya telah dalam keadaan telanjang bulat. Tetapi saya nggak ingat, sejak kapan saya telanjang.

saya juga nggak ingat siapa yg telah melepas pakaianku. saya juga nggak ingat, bagaimana bisa saya berada dan telentang di bangku taman yg tipis ini, dngan kedua kakiku yg mengangkang ke kanan dan ke kiri pada dudukan bangku yg tipis itu, terjuntai ke tanah.

yg kini dapat kurasakan hanyalah lumatan-lumatan lembut di bibirku. saya juga merasakan ada lidah yg sedang menjilati vagina ku. Kurasakan kenikmatan yg gak terkira. saya merasa seakan terbang jauh.

saya sepertinya terbang tinggi. Kurasakan saraf-sarafku menggelinjang di sekujur tubuhku. saya merasakan keinginan yg amat sangat akan adanya seseorang yg bersedia menciumi seluruh pori-pori tubuhku. saya tahu mataku agak berat untuk dibuka.

Tetapi saya memang gak ada keinginan untuk membuka mataku. Kenikmatan lumatan di bibir dan jilatan di kemaluanku akan terasa lebih nikmat kurasakan dalam keadaan mataku yg setengah tertutup ini.

Cerita ngentot, Lesbian Binal Pesta Seks, lesbian ngewe memek basah, kisah lesbian binal pesta seks, cerita dewasa porno, bacaan bokep hot sex
Lesbian Binal Pesta Seks (Part III)

saya mendengar suara desahan, kucoba mengingat suara siapa itu. Kemudian saya juga mendengar suara rintihan, saya mencoba mengingat siapa yg merintih itu. Kini, pelan-pelan kurasakan ada cahaya.

saya mulai ingat. saya bersama Bu Meylina dan Intan pergi ke taman ini. Dimanakah mereka saat ini? Apakah mereka yg kini sedang melumati bibir dan menjilati vagina ku? Apakah desahan itu desahan Intan.

Dan rintihan itu rintihan Bu Meylina? Rasa gatalku memusat ke selangkanganku di mana seseorang tengah asyik menjilat vagina ku. Kegatalan itu coba kutepis dngan mengangkat-angkat pantatku. saya ingin agar jilatan lidah itu lebih merasuk ke dalam lagi.

saya ingin agar jilatan itu menyentuh hingga dinding nonok ku. Kemudian saya juga merasakan tenggorokanku yg sangat kering. Dan saya dilanda rasa haus yg sangat. saya berusaha menguranginya.

saya coba membalas lumatan lembut di bibirku. saya berusaha menyedot air liur dari bibir yg tengah melumatku itu. Kemudian saat seluruh tubuhku akhirnya gak mampu lagi menahan kehausan yg amat sangat tersebut, kucoba meringankannya dngan merintih dan mendesah.

saya mencoba terus merintih dan mendesah. Kini, saya semakin dapat mengingat. Desahan itu adalah desahan Intan yg sedang melumat bibirku. Dan di bawah sana adalah rintihan Bu Meylina yg sedang menjilati kemaluanku.

Ah, rupanya mereka sedang berpesta menikmati tubuhku. Rasa kantuk yg sangat berat itu rupanya hanya gejala awal dari minuman pemberian Bu Meylina yg mempengaruhi tubuhku. Kini saya merasakan hal yg lain.

Kantukku pelan-pelan menghilang. Kini saya juga ingin berpesta bersama mereka. Kini saya ingin berpesta menjilati vagina Bu Meylina dan melumati payudara Intan. saya mencoba untuk bangun. Tetapi saya belum bisa.

Intan mulai melumat payudara dan puting buah dada ku. Tangannya memeluk dan mengelus-elus pinggulku. Desahannya makin terdengar jelas di telingaku. "Duh, kak Astrid, buah dada mu sangat nikmat. ".

Bu Meylina meninggalkan cupang-cupang di sekujur pahaku. Tangannya mengelus bokongku. Rintihannya makin jelas di telingaku, "Jeng Astrid. , saya sudah lama mengimpikan seperti ini. , sudah lama ingin menjilati nonok mu. , sudah lama saya ingin agar kamu pasrah padaku, untuk kujilati. , untuk kulumat. , untuk kukecup seluruh tubuhmu".

Seharusnya saya yg berkata begitu, karena saya juga sudah lama menginginkan saat-saat seperti ini. Kucoba untuk menggerakkan tanganku. Kuraih kepala Bu Meylina di selangkanganku. Kutarik rambutnya dan kuremas.

Pantatku terus menggelinjang naik turun. Rupanya dngan mengangkang di bangku taman yg tipis dan dngan kakiku yg berjuntai ke tanah membuat lubang vagina ku terkuak merekah. Lidah Bu Meylina gak perlu bersusah payah lagi untuk menembus ke dalamnya.

Sedari tadi Bu Meylina belum bergeser dari lubang yg terkuak itu. Dia ingin mengeringkan dngan lidahnya semua cairan dan lendir birahiku yg kurasakan mulai hadir di nonok ku.

Tanganku yg lain kucoba untuk mengelus kepala Intan yg kini tengah berada di atas bukit payudara ku. Ciuman dan jilatannya pada buah dada ku dan puting-putingnya membuat saraf-saraf peka di sekujur tubuhku seakan mendapat giliran terkena aliran stroom ribuan watt.

saya menggelinjang dngan hebat. saya berontak dari ketidakberdayaanku. saya kembali memiliki kekuatanku. saya kembali memiliki keinginan-keinginanku. saya kembali merasakan sepenuhnya gelegak birahiku. saya kembali ingin meraih kepuasan orgasmeku.

saya kembali ingin menyetubuhi perempuan-perempuan ini. Kutolak tubuh Intan dari payudara ku dan kutarik kembali agar dia mengangkang di atas tubuhku yg masih telentang di bangku tipis ini.

Intan melangkahkan paha kanannya menyeberangi tubuhku. Kini dia berposisi setengah berdiri dngan vagina nya berada tepat dia atas wajahku. gak ayal lagi saya bergetar menyambutnya. Kubenamkam mulutku ke vagina nya yg terkuak merekah lebar itu dan kusedot isinya.

Cairan birahinya kujilati dngan penuh kerakusan. Kini tangan-tangan Intan berganti meraih kepalaku, menariknya agar jilatanku lebih meruyak dalam ke liang nonok nya. saya dan Intan bersama-sama menjadi histeris.

saya mendesah liar sementara Intan merintih dan mengaduh-aduh gak terkendali. Pantatnya dinaik-turunkan layaknya sedang memperkosa mulutku. saya meremas dan menghunjamkan kuku-kukuku ke daging pahanya. saya menggeleng-gelengkan kepalaku agar dapat meraih lebih banyak lendir nonok di selangkangannya.

saya diburu nafsuku. saya diburu ledakan birahiku. Kenikmatan yg teramat sangat dahsyat.
Lesbian Binal Pesta Seks (Part III)
Lesbian Binal Pesta Seks (Part III), cerita sex , Cerita ngentot, Lesbian Binal Pesta Seks, lesbian ngewe memek basah, kisah lesbian binal pesta seks, cerita dewasa porno, bacaan bokep hot sex, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Lesbian Binal Pesta Seks (Part III)


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/