Nonok Dientot Papa Biar Aku Gak Nakal

Nonok Dientot Papa Biar Aku Gak Nakal | Aku adalah anak tunggal. mama aku adalah seorang wanita yang disiplin dan agak keras sedangkan papa aku kebalikannya bahkan bisa dikatakan bahwa papa di bawah bendera mama. Bisa dikatakan mama lah yang lebih mengatur segala-galanya dalam keluarga.

Namun, walaupun mama keras, di luar rumah aku termasuk cewek bandel dan sering tukar-tukar pacar, tentunya tanpa sepengetahuan mama aku. Tapi suatu saat, pada saat aku duduk di kelas 2 sma, mama aku pergi mengunjungi nenek yang sakit di kampung.

Dia akan tinggal di sana selama 2 minggu. Hatiku bersorak. Aku akan bisa bebas di rumah. Tak akan ada yang memaksa-maksa untuk belajar. Aku juga bebas pulang sore.

Kalau papa, dia selalu kerja sampai hampir malam. Pulang sekolah, aku mengajak pacarku, Andri, ke rumah. Aku sudah beberapa kali mengadakan hubungan kelamin dengannya. Tetapi hubungan tersebut tidak pernah betul-betul nikmat.

Selalu dilakukan buru-buru sehingga aku tidak pernah orgasme. Aku penasaran, bagaimana sih nikmatnya orgasme? Singkat cerita, aku dan Andri sudah berada di ruang tengah. Kami merasa bebas.

Jam masih menunjukkan angka 3:00 sedangkan papa selalu pulang pukul enam lewat. So, cukup waktu untuk memuaskan berahi. Kami duduk di sofa. Andri dengan segera melumat bibirku.

Kurasakan hangatnya bibirnya. "Ah. " kurangkul tanganku ke lehernya. Ciumannya semakin dalam. Kini lidahnya yang mempermainkan lidahku. Tangannya pun mulai bermain di kedua bukitku. Aku benar-benar terangsang.

Aku sudah bisa merasakan bahwa nonok ku sudah mulai basah. Segera kujulurkan tanganku ke perut bawahnya. Aku merasakan bahwa daerah itu sudah bengkak dan keras. Kucoba membuka reitsleting celananya tapi agak susah.

Dengan segera Andri membukakannya untukku. Bagai tak ingin membuang waktu, secara bersamaan, aku pun membuka kemeja sekolahku sekaligus bh-ku tapi tanpa mengalihkan perhatianku pada Andri. Kulihat segera sesudah cd Andri lepas, senjatanya sudah tegang, siap berperang.

Kami berpelukan lagi. Kali ini, tanganku bebas memegang burungnya. Tidak begitu besar, tapi cukup keras dan berdiri dengan tegangnya. Kuelus-elus sejenak. Kedua telurnya yang dibungkus kulit yang sangat lembut, sungguh menimbulkan sensasi tersendiri saat kuraba dengan lembut.

peler nya kemerah-merahan, dengan kepala seperti topi baja. Di ujungnya berlubang. Kukuakkan lubang kecil itu, lalu kujulurkan ujung lidahku ke dalam. Andri melenguh. Expresi wajahnya membuatku semakin bergairah.

"Ah. " kumasukkan saja batang itu ke mulutku. Andri melepaskan celana dalamku lalu mempermainkan nonok ku dengan jarinya. Terasa sentuhan jarinya diantara kedua bibir kemaluanku. Dikilik-kiliknya klitorisku.

Aku makin bernafsu. Kuhisap batangnya. Kujilati kepala peler nya, sambil tanganku mempermainkan telurnya dengan lembut. Kadang kugigit kulit telurnya dengan lembut. "Nit, pindah di lantai saja yuk, lebih bebas! " Tanpa menunggu jawabanku, dia sudah menggendongku dan membaringkanku di lantai berkarpet tebal dan bersih.

Dibukanya rok abu-abuku, yang tinggal satu-satunya melekat di tubuhku, demikian juga kemejanya. Sekarang aku dan dia betul-betul bugil. Aku makin menyukai suasana ini. Kutunggu, apa yang akan dilakukannya selanjutnya.

Cerita Sex Nonok Dientot Papa Biar Aku Gak Nakal

Ternyata Andri naik ke atas tubuhku dengan posisi terbalik, 69. Dikangkangkannya pahaku. Selanjutnya yang kurasakan adalah jilatan-jilatan lidahnya yang panas di permukaan nonok ku. Bukan itu saja, klitorisku dihisapnya, sesekali lidahnya ditenggelamkannya ke lubangku.

Sementara batangnya tetap kuhisap. Aku sudah tidak tahan lagi. "Andri, ayo masukin saja. " "Sebentar lagi Nitt. " "Ah. aku nggak tahan lagi, aku mau batangmu, please! " Andri memutar haluan.

Digosok-gosokannya kepala peler nya sebentar lalu. "Bless. " batang itu masuk dengan mantap. Tak perlu diolesi ludah untuk memperlancar, nonok ku sudah banjir. Amboy, nikmat sekali. Disodok-sodok, maju mundur.

maju mundur. Aku tidak tinggal diam. Kugoyang-goyang juga pantatku. Kadang kakiku kulingkarkan ke pinggangnya. Tiba-tiba, "Ah. aku keluar. " Dicabutnya peler nya dan air mani nya berceceran di atas perutku.

"Shit! Sama saja, aku belum puas, dia sudah muntah, " rungutku dalam hati. Tapi aku berpikir, "Ah, tak mengapa, babak kedua pasti ada. " Dugaanku meleset. Andri berpakaian.

"Nit, sorry yah. aku baru ingat. Hari ini rupanya aku harus latihan band, udah agak telat nih, " dia berpakaian dengan buru-buru. Aku betul-betul kecewa. "Kurang ajar anak ini. Dasar egois, emangnya aku lonte, cuman memuaskan kamu saja. " Aku betul-betul kecewa dan berjanji dalam hati tak akan mau main lagi dengannya.

Karena kesal, kubiarkan dia pergi. Aku berbaring saja di sofa, tanpa mempedulikan kepergiannya, bahkan aku berbaring dengan membelakanginya, wajahku kuarahkan ke sandaran sofa. Kemudian aku mendengar suara langkah mendekat.

"Ngapain lagi si kurang ajar ini kembali, " pikirku. Tapi aku memasang gaya cuek. Kurasakan pundakku dicolek. Aku tetap cuek. "Nita! " Oh. ini bukan suara Andri.

Aku bagai disambar petir. Aku masih telanjang bulat. "papa! " aku sungguh-sungguh ketakutan, malu, cemas, pokoknya hampir mati. "Dasar pelacur, rupanya kamu sudah biasa main begituan ya? Jangan membantah. papa lihat kamu bersetubuh dengan lelaki itu. Biar kamu tahu, ini harus dilaporkan sama mama mu. " Aku makin ketakutan, kupeluk lutut papa aku, "Papa. jangan papa, aku mau dihukum apa saja, asal jangan diberitahu sama orang lain terutama Mama, " aku menangis memohon.

Tiba-tiba, papa mengangkatku ke sofa. Kulihat wajahnya makin melembut. "Nit, papa tahu kamu tidak puas barusan. Waktu papa masuk, papa dengar suara-suara desahan aneh, jadi papa jalan pelan-pelan saja, dan papa lihat dari balik pintu, kamu sedang dientoti lelaki itu, jadi papa intip aja sampai siap mainnya. " Aku diam aja tak menyahut.


Cerita seks Nonok Dientot Papa Biar Aku Gak Nakal
  • "Nit, kalau kamu mau papa puasin, maka rahasiamu tak akan terbongkar. " "Sungguh? " papa tak menjawab, tapi mulutnya sudah mencium susuku. Dijilatinya permukaan toket ku, digigitnya pelan-pelan putingku.
  • Sementara tangannya sudah menjelajahi bagian bawahku yang masih basah. papa segera membuka bajunya. Langsung seluruhnya. Aku terkejut. Kulihat peler papa aku jauh lebih besar, jauh lebih panjang dari peler si Andri.
  • Tak tahu aku berapa ukurannya, yang jelas panjang, besar, mendongak, keras, hitam, berurat, berbulu lebat. Bahkan antara pusat dan kemaluannya juga berbulu halus. Beda benar dengan Andri.
  • ngeliat ini saja aku sudah bergetar. Kemudian Aku didudukkannya di sofa. Pahaku dibukanya lebar-lebar. Dia berlutut di hadapanku lalu kepalanya berada diantara kedua pangkal pahaku. Tiba-tiba lidah hangat sudah menggesek ke dalam nonok ku.
Aduh, lidah papa aku menjilati nonok ku. Dia menjilat lebih lihai, lebih lembut. Jilatannya dari bawah ke atas berulang-ulang. Kadang hanya klitorisku saja yang dijilatinya. Dihisapinya, bahkan digigit-gigit kecil.

Dijilati lagi. Dijilati lagi. "Oh. oh. enak, Yah di situ Yah, enak, nikmat Yah, " tanpa sadar, aku tidak malu lagi mendesah jorok begitu di hadapan papa aku.

papa "memakan" nonok ku cukup lama. Tiba-tiba, aku merasakan nikmat yang sangat dahsyat, yang tak pernah kumiliki sebelumnya. "Oh. begini rupanya orgasme, nikmatnya, " aku tiba-tiba merasa lemas.

papa mungkin tahu kalau aku sudah orgasme, maka dihentikannya menjilat lubang kewanitaanku. Kini dia berdiri, tepat di hadapan hidungku, peler nya yang besar itu menengadah. Dengan posisi, papa berdiri dan aku duduk di sofa, kumasukkan batang papa aku ke mulutku.

Kuhisap, kujilat dan kugigit pelan. Kusedot dan kuhisap lagi. Begitu kulakukan berulang-ulang. papa ikut menggoyangkan pantatnya, sehingga batangnya terkadang masuk terlalu dalam, sehingga bisa kurasakan kepala peler nya menyentuh kerongkonganku.

Aku kembali sangat bergairah merasakan keras dan besarnya batang itu di dalam mulutku. Aku ingin segera papa memasuki lubangku, tapi aku malu memintanya. Lubangku sudah betul-betul ingin "menelan" batang yang besar dan panjang.

Tiba-tiba papa menyeruhku berdiri. "Mau main berdiri ini, " pikirku. Rupanya tidak. papa berbaring di sofa dan mengangkatku ke atasnya. "Masukkan Nit! " ujar papa. Kuraih batang itu lalu kuarahkan ke nonok ku.

Ah. sedikit sakit dan agak susah masuknya, tapi papa menyodokkan pantatnya ke depan. "Aduh pelan-pelan, papa. " Lalu berhenti sejenak, tapi batang itu sudah tenggelam setengah akibat sodokan papa tadi.

Kugoyang perlahan. Dengan perlahan pula batang itu semakin masuk dan semakin masuk. Ajaibnya semakin masuk, semakin nikmat. Lubang nonok ku betul-betul terasa penuh. Nikmat rasanya. Karena dikuasai nafsu, rasa maluku sudah hilang.

Kusetubuhi papa aku dengan rakus. Ekspresi papa aku makin menambah nafsuku. Remasan tangan papa aku di kedua toket ku semakin menimbulkan rasa nikmat. Kogoyang pantatku dengan irama keras dan cepat.

Nonok Dientot Papa Biar Aku Gak Nakal, cerita sex dewasa, nonok anak, nonok dientot papa, cerita seks porno bacaan dewasa
Nonok Dientot Papa Biar Aku Gak Nakal

Tiba-tiba, aku mau orgasme, tapi papa berkata, "Stop! Kita ganti posisi. Kamu nungging dulu. " "Mau apa ini? " pikirku. Tiba-tiba kurasakan gesekan kepala peler di permukaan lubangku kemudian.

"Bless. " batang itu masuk ke lubangku. Yang begini belum pernah kurasakan. Andri tak pernah memperlakukanku begini, begitu juga Muklis, lelaki yang mengambil perawanku. Tapi yang begini ini rasanya selangit.

Tak terkatakan nikmatnya. Hujaman-hujaman batang itu terasa menggesek seluruh liang kewanitaanku, bahkan hantaman kepala peler itupun terasa membentur dasar nonok ku, yang membuatku merasa semakin nikmat. Kurasakan sodokan papa makin keras dan makin cepat.

Perasaan yang kudapat pun makin lama makin nikmat. Makin nikmat, makin nikmat, dan makin nikmat. Tiba-tiba, "Auh. oh. oh. ! " kenikmatan itu meladak. Aku orgasme untuk yang kedua kalinya.

Hentakan papa makin cepat saja, tiba-tiba kudengar desahan panjangnya. Seiring dengan itu dicabutnya peler nya dari lubang nonok ku. Dengan gerakan cepat, papa sudah berada di depanku.

Disodorkannya batangnya ke mulutku. Dengan cepat kutangkap, kukulum dan kumaju-mundurkan mulutku dengan cepat. Tiba-tiba kurasakan semburan air mani panas di dalam mulutku. Aku tak peduli. Terus kuhisap dan kuhisap.

Sebagian air mani tertelan olehku, sebagian lagi kukeluarkan, lalu jatuh dan meleleh memenuhi daguku. papa memelukku dan menciumku, "Nit, kapan-kapan, kalau nggak ada Mama, kita main lagi yah. " Aku tak menjawab.

Sebagai jawaban, aku menggelayut dalam pelukan papa aku. Yang jelas aku pasti mau. Dengan pacarku aku tak pernah merasakan orgasme. Dengan papa, sekali main orgasme dua kali.

Siapa yang mau menolak? Sesudah itu asal ada kesempatan, kami melakukannya lagi. Sementara mama masih sering marah, dengan nada tinggi, berusaha mengajarkan disiplin. Biasanya aku diam saja, pura-pura patuh.

Padahal suaminya, yang menjadi papa aku itu, sering kugeluti dan kunikmati. Beginilah kisah permainanku dengan papa aku yang pendiam, tetapi sangat pintar di atas ranjang.
Nonok Dientot Papa Biar Aku Gak Nakal
Nonok Dientot Papa Biar Aku Gak Nakal, cerita sex , Nonok Dientot Papa Biar Aku Gak Nakal, cerita sex dewasa, nonok anak, nonok dientot papa, cerita seks porno bacaan dewasa, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Nonok Dientot Papa Biar Aku Gak Nakal


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/