Dientot Tiga Penis Sampe Dengkul Gue Lemes

Dientot Tiga Penis Sampe Dengkul Gue Lemes | Nama saya Anella dan saya adalah mahasiswa semester 5 di salah satu universitas swasta ternama , dan apa yang akan saya ceritakan disini adalah kisah yang terjadi sekitar beberapa tahun yang lalu. Hari Rabu adalah hari yang paling melelahkan bagiku ketika semester lima, bagaimana nggak, hari itu saya ada tiga mata kuliah, dua yang pertama mulai jam 9 sampai jam tiga dan yang terakhir mulai jam lima sampai jam 7 malam, belum lagi kalo ada tugas bisa lebih lama deh.

Waktu saya dan teman sekelompokku, si Kelvin selesai, di kelas masih tersisa enam orang dan Pak Didi , sang dosen. "Bareng yuk jalannya, parkir dimana Anella ? " ajak Kelvin "Jauh nih, di deket psikologi, rada telat sih tadi" Kelvin pulang berjalan kaki krn kostnya sangat dekat dngn kampus.

Sebenarnya kalo menemaniku dia harus memutar agak jauh dari jalan keluar yang menuju ke kostnya, mungkin dia ingin memperlihatkan naluri prianya dngn menemaniku ke tempat parkir yang kurang penerangan itu.

Dia adalah teman seangkatanku dan pernah terlibat one night stand denganku. Orangnya sih lumayan cakep dngn rambut agak gondrong dan selalu memakai pakaian bermerek ke kampus, juga terkenal sebagai buaya kampus.

Malam itu cuma tinggal beberapa kendaraan saja di tempat parkir itu. Terdengar bunyi sirine pendek saat kutekan remote mobilku. Akupun membuka pintu mobil dan berpamitan padanya. Ketika saya menutup pintu, tiba-tiba saya dikejutkan oleh Kelvin yang membuka pintu sebelah dan ikut masuk ke mobilku.

"Eeii. mau ngapain kamu ? " tanyaku sambil meronta krn Kelvin mencoba mendekapku. "Ayo dong Anella, kita kan sudah lama nggak ngentot nih, saya kangen sama vagina kamu nih" katanya sambil menangkap tanganku.

"Ihh. nggak mau ah, saya capek nih, lagian kita masih di tempat parkir gila ! " tolakku sambil berusaha lepas. krn kalah tenaga dia makin mendesakku hingga mepet ke pintu mobil dan tangan satunya berhasil meraih buah dada saya lalu meremasnya.

"Kelvin. jangan. nggak mmh! " dipotongnya kata-kataku dngn melumat bibirku. Jantungku berdetak makin kencang, apalagi Kelvin menyingkap kaos hitam ketatku yang gak berlengan dan tangannya mulai menelusup ke balik bh- saya.

Nafsuku terpancing, berangsur-angsur rontaanku pun melemah. Rangsangannya dngn menjilat dan menggigit pelan bibir bawahku memaksaku membuka mulut sehingga lidahnya langsung menerobos masuk dan menyapu telak rongga mulutku, mau nggak mau lidahku juga ikut bermain dngn lidahnya.

Nafasku makin memburu ketika dia menurunkan cup bh saya dan mulai memilin-milin putingku yang kemerahan. Teringat kembali ketika saya ml dengannya di kostnya dulu. Kini saya mulai menerima perlakuannya, tanganku kulingkarkan pada lehernya dan membalas ciumannya dngn penuh gairah.

Kira-kira setelah lima menitan kita French kiss, dia melepaskan mulutnya dan mengangkat kakiku dari jok kemudi membuat posisi tubuhku memanjang ke jok sebelah. Hari itu saya memakai bawahan berupa rok dari bahan jeans 5 cm diatas lutut, jadi begitu dia membuka kakiku, langsung keliatan olehnya pahaku yang putih mulus dan celana dalam merah-saya.

"Kamu tambah nafsuin aja Anella, saya sudah tegangan tinggi nih" katanya sambil menaruh tangannya dipahaku dan mulai mengelusnya. Ketika elusannya sampai di pangkal paha, diremasnya daerah itu dari luar celana dalamku sehingga saya merintih dan menggeliat.

Reaksiku membuat Kelvin makin bernafsu, jari- jarinya mulai menyusup ke pinggiran celana dalamku dan bergerak seperti ular di permukaannya yang berbulu. Mataku terpedam sambil mendesah nikmat saat jarinya menyentuh klistorisku.

Kemudian gigitan pelan pada pahaku, saya membuka mata dan ngeliat nya menundukkan badan menciumi pahaku. Jilatan itu terus merambat dan semakin jelas tujuannya, pangkal pahaku. Dia makin mendekatkan wajahnya ke sana sambil menaikkan sedikit demi sedikit rokku.

Dan. oohh. rasanya seperti tersengat waktu lidahnya menyentuh bibir vagina saya, tangan kanannya menahan celana dalamku yang disibakkan ke samping sementara tangan kirinya menjelajahi buah dada saya yang telah terbuka.

Saya telah lepas kontrol, yang bisa kulakukan cuma mendesah dan menggeliat, lupa bahwa ini tempat yang kurang tepat, goyangan mobil ini pasti keliatan oleh orang di luar sana. Namun nafsu membuat kita terlambat menyadari semuanya.

Di tengah gelombang birahi ini, tiba- tiba kita dikejutkan oleh sorotan senter beserta gedoran pada jendela di belakangku. Bukan main terkejutnya saya ketika menengok ke belakang dan ngeliat dua orang satpam sampai kepalaku kejeduk jendela, begitu juga Kelvin, dia langsung tersentak bangun dari selangkanganku.

Satu dari mereka menggedor lagi dan menyuruh kita turun dari mobil. Tadinya saya mau kabur, tapi sepertinya sudah nggak keburu, lagian takutnya kalo mereka mengejar dan memanggil yang lain akan semakin terbongkar skandal ini, maka kamipun memilih turun membicarakan masalah ini baik-baik dngn mereka setelah buru-buru kurapikan kembali pakaianku.

Mereka menuduh kita melakukan perbuatan mesum di areal kampus dan harus dilaporkan. Tentu saja kita nggak menginginkan hal itu terjadi sehingga terjadi perdebatan dan tawar-menawar di antara kita. Kemudian yang agak gemuk dan berkumis membisikkan sesuatu pada temannya, entah apa yang dibisikkan lalu keduanya mulai cengengesan ngeliat ke arahku.

Temannya yang tinggi dan berumur 40-an itu lalu berkata, "Gini saja, bagaimana kalo kita pinjam sebentar cewek kamu buat biaya tutup mulut ? " Huh, dasar pikirku semua laki-laki sama saja pikirannya gak jauh dari selangkangan.

Rupanya dalam hal ini Kelvin cukup gentleman juga, walaupun dia bukan pacarku, tapi dia tetap membelaku dngn menawarkan sejumlah uang dan berbicara agak keras pada mereka. Di tengah situasi yang mulai memanas itu akupun maju memegangi tangan Kelvin yang sudah terkepal kencang.

"Sudahlah Mas, nggak usah buang- buang duit sama tenaga, biar saya saja yang beresin" kataku "Ok, bapak-bapak saya turuti kemauan kalian tapi sesudahnya jangan coba ungkit-ungkit lagi masalah ini ! " Walaupun Kelvin keberatan dngn keputusanku, namun dia mau nggak mau menyerah juga.

Saya sendiri meskipun kesal tapi juga menginginkannya untuk menuntaskan libidoku yang tanggung tadi, lagipula bermain dngn orang-orang seperti mereka bukan pertama kalinya bagiku. Singkat cerita kamipun digiring mereka ke gedung psikologi yang sudah sepi dan gelap, di ujung koridor kita disuruh masuk ke suatu ruangan yang adalah toilet pria.

Cerita Sex Dientot Tiga Penis Sampe Dengkul Gue Lemes

Salah seorang menekan sakelar hingga lampu menyala, cukup bersih juga dibanding toilet pria di fakultas lainnya pikirku. "Nah, sekarang kamu berdiri di pojok sana, perhatiin baik-baik kita ngerjain cewek kamu ! " perintah yang tinggi itu pada Kelvin.

Di sudut lain mereka berdiri di sebelah kanan dan kiriku menatapi tubuhku dalam pakaian ketat itu. Sorot mata mereka membuatku nervous dan jantungku berdetak lebih cepat, kakiku serasa lemas bak kehilangan pijakan sehingga saya menyandarkan punggungku ke tembok.

Kini saya dapat ngeliat nama-nama mereka yang tertera di atas kantong dadanya. Yang tinggi dan berusia sekitar pertengahan 40 itu namanya Bobby , dan temannya yang berkumis itu bernama Steven.

Pak Bobby mengelusi pipiku sambil menyeringai mesum. "Hehehe. cantik, mulus. wah beruntung banget kita malam ini ! " katanya "Kenalan dulu dong non, namanya siapa sih ? " tanya Pak Steven sambil menyalami tanganku dan membelainya dari telapak hingga pangkalnya, otomatis bulu-buluku merinding dan darahku berdesir dielus seperti itu.

"Anella" jawabku dngn agak bergetar. "Wah Anella yah, nama yang indah kaya orangnya, pasti dalemnya juga indah" Pak Bobby menimpali dan disambut gelak tawa mereka. "Non Anella coba sun saya dong, boleh kan ? " pinta Pak Steven memajukan wajahnya saya tahu itu bukan permintaan tapi keharusan, maka kuberikan satu kecupan pada wajahnya yang nggak tampan itu.

"Ahh. non Anella ini di mobil lebih berani masak di sini cuma ngecup aja sih, gini dong harusnya" Kata Pak Bobby seraya menarik wajahku dan melumat bibirku. saya memejamkan mata mencoba meresapinya, dia makin ganas menciumiku ditambah lagi tangannya sudah mulai meremas-remas buah dada saya dari luar.

Lidahnya masuk bertemu lidahku, saling menjilat dan berpilin, bara birahi yang sempat padam kini mulai terbakar lagi, bahkan lebih dahsyat daripada sebelumnya. saya makin berani dan memeluk Pak Bobby, rambutnya kuremas sehingga topi satpamnya terjatuh.

Sementara dibawah sana kurasakan sebuah tangan yang kasar meraba pahaku. saya membuka mata dan ngeliat nya, disana Pak Steven mulai menyingkap rokku dan merabai pahaku. Pak Bobby melepas ciumannya dan beralih ke sasaran berikutnya, dadaku.

Kaos ketatku disingkapnya sehingga keliatan lah buah dada saya yang masih terbungkus bh merah, itupun juga langsung diturunkan. "Wow susu nya montok banget non, putih lagi" komentarnya sambil meremas buah dada kananku yang pas di tangannya.

Pak Steven juga langsung kesengsem dngn buah dada saya, dngn gemas dia melumat yang kiri. Mereka kini semakin liar menggerayangiku. Putingku makin mengeras krn terus dipencet-pencet dan dipelintir Pak Bobby sambil mencupangi leher jenjangku, dia melakukannya cukup lembut dibandingkan Pak Steven yang memperlakukan buah dada kiriku dngn kasar, dia menyedot kuat- kuat dan kadang disertai gigitan sehingga saya sering merintih kalo gigitannya keras.

Namun perpaduan antara kasar dan lembut ini justru menimbulkan sensasi yang khas. gak kusadari rokku sudah terangkat sehingga angin malam menerpa kulit pahaku, celana dalamku pun tersingkap dngn jelas.

Pak Steven menyelipkan tangannya ke balik celana dalamku sehingga celana dalamku kelihatan menggembung. Tangan Pak Bobby yang lainnya mengelusi belakang pahaku hingga pantatku. Nafasku makin memburu, saya cuma memejamkan mata dan mengeluarkan desahan-desahan menggoda.

Saya merasakan vagina saya semakin basah saja krn gesekan- gesekan dari jari Pak Steven, bahkan suatu ketika saya sempat tersentak pelan ketika dua jarinya menemukan lalu mencubit pelan biji klitorisku.

Reaksiku ini membuat mereka semakin bergairah. Pak Steven meraih tangan kiriku dan menuntunnya ke penis nya yang entah kapan dia keluarkan. "Waw. keras banget, mana diamaternya lebar lagi" kataku dalam hati "bisa mati orgasme nih saya" saya mengocoknya perlahan sesuai perintahnya, semakin kukocok benda itu makin membengkak saja.

Pak Steven menarik tangannya keluar dari celana dalamku, jari-jarinya basah oleh cairan vagina saya yang langsung dijilatinya seperti menjilat madu. Kemudian saya disuruh berdiri menghadap tembok dan menunggingkan pantatku pada mereka, kusandarkan kedua tanganku di tembok untuk menyangga tubuhku.

"Asyik nih, malam ini kita bisa ngerasain pantat si non yang putih mulus ini" celoteh Pak Steven sambil meremasi bongkahan pantatku yang sekal. saya menoleh ke belakang ngeliat dia mulai menurunkan celana dalamku, disuruhnya saya mengangkat kaki kiri agar bisa meloloskan celana dalam.


Cerita seks Dientot Tiga Penis Sampe Dengkul Gue Lemes
  • Akhirnya pantatku yang sudah telanjang menungging dngn celana dalamku masih menggantung di kaki kanan. "Pak masukin sekarang dong" pintaku yang sudah nggak sabar marasakan batang-batang besar itu menjejali vagina saya.
  • "Sabar non, bentar lagi, bapak suka banget nih sama vagina non, wangi sih ! " kata Pak Steven yang sedang menjilati vagina saya yang terawat baik. pak Usep mendorong penis nya pada vagina saya, walaupun sudah becek oleh lendirku dan ludahnya, saya masih merasa nyeri krn penis nya yang tebal nggak sebanding ukurannya dngn liang senggamaku.
  • Saya merintih kesakitan merasakan penis itu melesak hingga amblas seluruhnya. Tanpa memberiku waktu beradaptasi, dia langsung menyodok- nyodokkan penis nya dngn kecepatan yang semakin lama semakin tinggi. Pak Bobby sejak posisiku ditunggingkan masih betah berjongkok diantara tembok dan tubuhku sambil mengenyot dan meremas buah dada saya yang tergantung persis anak sapi yang sedang menyusu dari induknya.
  • Pak Steven terus menggenjotku dari belakang sambil sesekali tangannya menampar pantatku dan meninggalkan bercak merah di kulitnya yang putih. Genjotannya semakin mambawaku ke puncak birahi hingga akupun gak dapat menahan erangan panjang yang bersamaan dngn mengejangnya tubuhku.
  • Gak sampai lima menit dia pun mulai menyusul, penis nya yang terasa makin besar dan berdenyut-denyut menggesek makin cepat pada vagina saya yang sudah licin oleh cairan orgasme. "Ooohh. oohh. di dalam yah non. sudah mau nih" bujuknya dngn terus mendesah "Ahh. iyahh. di dalam aja. ahh" jawabku terengah- engah di tengah sisa-sisa orgasme panjang barusan.
  • Akhirnya diiringi erangan nikmat dia hentikan genjotannya dngn penis menancap hingga pangkalnya pada vagina saya, tangannya meremas erat- erat pinggulku. Terasa olehku cairan hangat itu mengalir memenuhi rahimku, dia baru melepaskannya setelah semprotannya selesai.
  • Tubuhku mungkin sudah ambruk kalo saja mereka nggak menyangganya kuhimpun kembali tenaga dan nafasku yang tercerai- berai. Setelah mereka melepaskan pegangannya, saya langsung bersandar pada tembok dan merosot hingga terduduk di lantai.
Kuseka dahiku yang berkeringat dan menghimpun kembali tenaga dan nafasku yang tercerai- berai, kedua pahaku mengangkang dan vagina saya belepotan cairan putih seperti susu kental manis. "Hehehe. liat nih, air air mani saya ada di dalam vagina wanita kamu" kata Pak Steven pada Kelvin sambil membentangkan bibir vagina saya dngn jarinya, seolah ingin memamerkan cairan air mani nya pada Kelvin yang mereka kira pacarku.

Opps. omong-omong tentang Kelvin, saya hampir saja melupakannya krn terlalu sibuk melayani kedua satpam ini, ternyata sejak tadi dia menikmati liveshow ini di sudut ruangan sambil mengocok-ngocok penis nya sendiri.

Kasihan juga dia pikirku cuma bisa ngeliat tapi nggak boleh menikmati, dasar buaya sih, begitu pikirku. Sekarang, Pak Steven menarik rambutku dan menyuruhku berlutut dan membersihkan penis nya, Pak Bobby yang sudah membuka celananya juga berdiri di sebelahku menyuruhku mengocok penis nya.

Hhm. nikmat sekali rasanya menjilati penis nya yang berlumuran cairan kewanitaanku yang bercampur dngn air mani itu, kusapukan lidahku ke seluruh permukaannya hingga bersih mengkilap, setelah itu juga kuemut-emut daerah helmnya sambil tetap mengocok milik Pak Bobby dngn tanganku.

Saya melirik ke atas ngeliat reaksinya yang menggeram nikmat waktu kugelikitik lubang kencingnya dngn lidahku. "Hei, sudah dong saya juga mau disepongin sama si non ini" potong Pak Bobby ketika saya masih asyik memain-mainkan penis Pak Steven.

Pak Bobby meraih kepalaku dan dibawanya ke penis nya yang langsung dijejali ke mulutku. Miliknya memang nggak sebesar Pak Steven, tapi saya suka dngn bentuknya lebih berurat dan lebih keras, ukurannya pun pas dimulutku yang mungil krn nggak setebal Pak Steven, tapi tetap saja nggak bisa masuk seluruhnya ke mulut krn cukup panjang.

Saya mengeluarkan segala teknik menyepongku mulai dari mengulumnya hingga mengisap kuat-kuat sampai orangnya bergetar hebat dan menekan kepalaku lebih dalam lagi. Waktu sedang enak-enak menyepong, tiba- tiba Kelvin mengerang, memancingku menggerakkan mata padanya yang sedang orgasme swalayan, air mani nya muncrat berceceran di lantai.

Pasti dia sudah horny banget ngeliat adegan-adegan panasku. Merasa cukup dngn pelayanan mulutku, Pak Bobby mengangkat tubuhku hingga berdiri, lalu dihimpitnya tubuhku ke tembok dngn tubuhnya, kaki kananku diangkat sampai ke pinggangnya.

Dari bawah saya merasakan penis nya melesak ke dalamku, maka mulailah dia mengaduk-aduk vagina saya dalam posisi berdiri. Berulang-ulang benda itu keluar-masuk pada vagina saya, yang paling kusuka adalah saat-saat ketika hentakan badan kita berlawanan arah, sehingga penis nya menghujam vagina saya lebih dalam, apalagi kalo dngn tenaga penuh, kalo sudah begitu wuihh.

Seperti terbang ke surga tingkat tujuh rasanya, saya cuma bisa mengekspresikannya dngn menjerit sejadi-jadinya dan mempererat pelukanku, untung gedung ini sudah kosong, kalo nggak bisa berabe nih. Sementara mulutnya terus melumat leher, mulut, dan telingaku, tanganya juga menjelajahi buah dada , pantat, dan pahaku.

Gelombang orgasme kini mulai melandaku lagi, terasa sekali darahku bergolak, akupun kembali menggelinjang dalam pelukannya. Saat itu dia sedang melumat bibirku sehingga yang keluar dari mulutku cuma erangan- erangan tertahan, air ludah belepotan di sekitar mulut kita.

Di sudut lain saya ngeliat Pak Steven sedang beristirahat sambil merokok dan mengobrol dngn Kelvin. Pak Bobby demikian bersemangatnya menyetubuhiku, bahkan ketika saya orgasmepun dia bukannya berhenti atau paling nggak memberiku istirahat tapi malah makin kencang.

Kakiku yang satu diangkatnya sehingga saya nggak lagi berpijak di tanah disangga kedua tangan kekar itu. Tusukan-tusukannya terasa makin dalam saja membuat tubuhku makin tertekan ke tembok. Sungguh kagum saya dibuatnya krn dia masih mampu menggenjotku selama hampir setengah jam bahkan dngn intensitas genjotan yang stabil dan belum menunjukkan tanda-tanda akan klimaks.

Sesaat kemudian dia menghentikan genjotannya, dngn penis tetap menancap di vagina saya, dia bawa tubuhku yang masih digendongnya ke arah kloset. Disana barulah dia turunkan saya, lalu dia sendiri duduk di atas tutup kloset.

"Huh. capek non, ayo sekarang gantian non yang goyang dong" perintahnya Akupun dngn senang hati menurutinya, dalam posisi seperti ini saya dapat lebih mendominasi permainan dngn goyangan-goyang an mautku.

Tanpa disuruh lagi saya menurunkan pantatku di pangkuannya, kuraih penis yang sudah licin itu dan kutuntun memasuki vagina saya. Setelah menduduki penis nya, saya terlebih dahulu melepaskan baju dan bra-saya yang masih menggantung supaya lebih lega, soalnya badanku sudah panas dan bemandikan keringat, yang masih tersisa di tubuhku cuma rokku yang sudah tersingkap hingga pinggang dan sepasang sepatu hak di kakiku.

Saya menggoyangkan tubuhku dngn gencar dngn gerakan naik- turun, sesekali saya melakukan gerakan meliuk sehingga Pak Bobby mengerang krn penis nya terasa diplintir. Kedua tangannya meremasi buah dada saya dari belakang, mulutnya juga aktif mencupangi pundak dan leherku.

Tiba-tiba saya dikejutkan oleh tangan besar yang menjambak rambutku dan mendongakkan wajahku ke atas. Dari atas wajah Pak Steven mendekat dan langsung melumat bibirku. Kelvin yang sudah tidah bercelana juga mendekatiku, sepertinya dia sudah mendapat ijin untuk bergabung, dia menarik tanganku dan menggenggamkannya pada batang penis nya.

"Mmpphh. mhh ! " desahku ditengah keroyokan ketiga orang itu. Toilet yang sempit itu menjadi penuh sesak sehingga udara terasa makin panas dan pengap. "Ayo dong Anella. emut, sepongan kamu kan mantep banget" Kelvin menyodorkan penis nya kemulutku yang langsung kusambut dngn kuluman dan jilatanku, saya merasakan aroma air mani pada benda itu, lidahku terus menjelajah ke kepala penis nya dimana masih tersisa sedikit cairan itu, kupakai ujung lidah untuk menyeruput cairan yang tertinggal di lubang kencingnya.

Cerita sex porno, kisah sex indonesia, cerita dientot tiga penis, sex gangbang threesome, Dientot Tiga Penis Sampe Dengkul Gue Lemes
Dientot Tiga Penis Sampe Dengkul Gue Lemes

Ini tentu saja membuat Kelvin blingsatan sambil meremas-remas rambutku. saya melakukannya sambil terus bergoyang di pangkuan Pak Bobby dan mengocok penis nya Pak Steven, sibuk sekali saya dibuatnya. Sesaat kemudian penis nya makin membesar dan berdenyuk-denyut, lalu dia menepuk punggungku dan menyuruhku turun dari pangkuannya.

Benar juga dugaanku, ternyata dia ingin melepaskan maninya di mulutku. Sekarang dngn posisi berlutut saya memainkan lidahku pada penis nya, dia mulai merem- melek dan menggumam gak jelas. Seseorang menarik pinggangku dari belakang membuat posisiku merangkak, saya nggak tahu siapa krn kepalaku dipegangi Pak Bobby sehingga nggak bisa menengok belakang.

Orang itu mendorongkan penis nya ke vagina saya dan mulai menggoyangnya perlahan. kalo dirasakan dari ukurannya sih sepertinya si Kelvin krn yang ini ukurannya pas dan nggak menyesakkan seperti milik Pak Steven.

Ketika sedang enak-enaknya menikmati genjotan Kelvin penis di mulutku mulai bergetar "Aahhkk. saya mau keluar. non" Pak Bobby kelabakan sambil menjambaki rambutku dan creett. creett, beberapa kali semprotan menerpa menerpa langit-langit mulutku, sebagian masuk ke tenggorokan, sebagian lainnya meleleh di pinggir bibirku krn banyaknya sehingga saya gak sanggup menampungnya lagi.

Saya terus menghisapnya kuat-kuat membuatnya berkelejotan dan mendesah gak karuan, sesudah semprotannya berhenti saya melepaskannya dan menjilati cairan yang masih tersisa di batangnya. dngn klimaksnya Pak Bobby, saya bisa lebih berkonsentrasi pada serangan Kelvin yang semakin mengganas.

Tangannya merayap ke bawah menggerayangi buah dada saya. Kelvin sangat pandai mengkombinasikan serangan halus dan keras, sehingga saya dibuatnya melayang-layang. Gelombang orgasme sudah diambang batas, saya merasa sudah mau sampai, namun Kelvin menyuruhku bertahan sebentar agar bisa keluar bersama.

Sampai akhirnya dia meremas pantatku erat-erat dan memberitahuku akan segera keluar, perasaan yang kutahan-tahan itu pun kucurahkan juga. kita orgasme bersamaan dan dia menumpahkan air mani nya di dalam vagina saya.

Vagina saya serasa banjir oleh cairannya yang hangat dan kental itu, air mani yang nggak tertampung meleleh keluar di daerah selangakanganku. saya langsung terkulai lemas di lantai dngn badan bersimbah peluh, untung lantainya kering sehingga nggak begitu jorok untuk berbaring di sana.

Vagina saya rasanya panas sekali setelah bergesekan selama itu, dngn 3 macam penis lagi. Lututku juga terasa pegal krn dari tadi bertumpu di lantai. Setelah merasa cukup tenaga, saya berusaha bangkit dibantu Kelvin.

Dngn langkah gontai saya menuju wastafel untuk membasuh wajahku, lalu kuambil sisir dari tasku untuk membetulkan rambutku yang sudah kusut. saya memunguti pakaianku yang berserakan dan memakainya kembali. kita bersiap meninggalkan tempat itu.

"Lain kali kalo melakukan hubungan badan hati-hati, kalo ketangkap kan harus bagi-bagi" begitu kata Pak Bobby sebagai salam perpisahan disertai tepukan pada pantatku. "Anella. Anella. sori dong, kamu marah ya ! " kata Kelvin yang mengikutiku dari belakang dalam perjalananku menuju tempat parkir.

Dngn cueknya saya terus berjalan dan menepis tangannya ketika menangkap lenganku, dia jadi tambah bingung dan memohon terus. Setelah membuka pintu mobil barulah saya membalikkan badanku dan memberi sebuah kecupan di pipinya seraya berkata "Saya nggak marah kok, malah enjoy banget, lain kali kita coba yang lebih gila yah, see you, good night" Kelvin cuma bisa terbengong di tengah lapangan parkir itu menyaksikan mobilku yang makin menjauh darinya.

Dientot Tiga Penis Sampe Dengkul Gue Lemes
Dientot Tiga Penis Sampe Dengkul Gue Lemes, cerita sex , Cerita sex porno, kisah sex indonesia, cerita dientot tiga penis, sex gangbang threesome, Dientot Tiga Penis Sampe Dengkul Gue Lemes, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Dientot Tiga Penis Sampe Dengkul Gue Lemes


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/