Mama Pamer Nonok Dientot Anak

Mama Pamer Nonok Dientot Anak | nggak ada yang bisa memaafkan dengan apa yang pernah aku lakukan. Yang pernah kami lakukan, lebih tepatnya. Suatu perbuatan yang nggak terpuji, maksud aku adalah pembenaran dari suatu hal yang buruk atau mungkin hal yang menjauh dari kesucian, dari tindakan buruk yang pernah kami lakukan.

Tapi pasti ada alalasan, pasti ada, pasti selalu ada konsekuensi dari suatu kelakuan yang buruk. aku nggak meminta simpati dari para pembaca, tapi jika anda mempunyai empati dari cerita yang aku buat, aku harap cerita ini bisa membuat anda mengerti.

Memang, alasan aku menulis cerita ini untuk mengklarifikasi dan sebagai motivasi dan kelemahan dan juga suatu kebutuhan yang didasari suatu kebodohan dan juga mungkin kesenangan dari sebuah hubungan sedarah kami, sewaktu aku ngentot anak laki – laki aku.

Jika cerita ini memang terdengar klise atau sudah pernah di tulis, itu hanya disebabkan oleh kesamaan suatu keadaan prilaku Manusia. Namun cerita ini berdasarkan dari kisah aku. Bonny (pacarnya memanggilnya Robert, teman2 nya memanggilnya Rob, tapi aku tetap memanggilnya Bonny, anak laki2 ku yang sangat ku sayang) sekali lagi dia mengganggu privasi aku, sewaktu aku mandi.

Yang ke-3 kalinya di dalam bulan ini. Dengan alasan sebelumnya bahwa adik perempuannya memakai kamar mandi kami yang lain, dan Bonny menjadi sangat benar2 cerdik dalam kenakalannya. (suatu alasan yang memang nggak bisa aku sanggah) Saat pertama dia hanya buang air kecil, tapi dia lakukan dengan waktu yang lama, menggoyangkan penis nya, memasukan ke celananya dan menutup retsleting celananya sebelum dia berlalu.

Memang seperti itu prosedurnya (kecuali memang karena harus melakukan sesuatu yang membutuhkan waktu yang panjang). Dia pernah menayakan kepadaku tentang sesuatu (tapi aku lupa tentang apa) dan pertanyaan itu membuat dia semakin lama untuk keluar dari kamar mandi, aku jadi curiga dia berusaha untuk ngeliat sekilas badan telanjangku dari balik kaca plastic yang buram, tetapi tetap bisa memperlihatkan lekuk tubuhku yang langsing diusiaku yang ke- 36 ini.

Aku harus mengakui dimana aku nggak bisa menyembunyikan diriku lebih jauh, sebagai anak laki – laki yang berumur 17 tahun dan sebagai remaja masa kini, pasti sudah ngeliat banyak sekali badan wanita yang sedang telanjang.

Sudah pasti saat dia sedang kencan (dan jika beruntung) dia akan mendapatkan semua kejujuran dan kebohongan apa yang disimpan wanita, tentang suatu rahasia yang berada diantara kaki wanita, secara pribadi.

Sebenarnya aku nggak berpikir lebih tentang niatnya untuk mengintip ku sampai nanti, setelah beberapa saat Bonny muncul waktu aku sedang menyabuni tubuhku. Saat itu juga aku langsung membilas tubuhku dari sabun, dan seketika itu juga aku tersadar dengan isyarat bahwa aku nggak sendirian dirumah.

Suamiku sudah pergi ke kantor pagi pagi sekali, lalu dimana Sally ? Aku berkata di dalam hati. " Maaf, Mam" , terdengar suara dari anak lakiku yang mempunyai badan lumayan atletis itu.

" Sally memakai kamar mandi yang lain dan aku sudah putus asa nggak tahan ingin buang air kecil, jadi aku masuk ke kamar mandi Mama". Kata Bonny kepadaku, sambil membalikan badan ke kloset, dan duduk di kloset, setelah itu aku ngeliat bayangannya dari balik kaca penghalang plastic dia menurunkan celana boxernya dengan sekali gerakan " Dia bilang mau buang air kecil, tapi kenapa dia duduk di kloset dan melepas semua celananya" , aku bergumam di dalam hati.

Setelah aku perhatikan, suatu perhatianku kepadanya yang nggak terlalu khusus, " Mmm. " , aku bergumam yang gumaman ku mungkin agak keras dan bisa terdengar diantara derasnya suara air pancuran, dan aku tetap melanjutkan membilas badanku.

Dan diluar ruangan shower, aku ngeliat dengan sudut mataku ada semacam rupa gerakan yang berirama, dan sudah bisa dipastikan itu adalah gerakan yang sangat familiar. " Sepertinya dia sedang menarik penis nya, benar gak ya. Hm" , aku jadi sedikit penasaran.

Aku nggak bisa menahan senyum kecilku, ternyata aku ngeliat anak lakiku secara diam-diam melakukan masturbasi di hadapan Mamanya yang sedang telanjang. Aku merasa seperti terngganggu tetapi juga merasa senang dalam waktu yang bersamaan, bingung sekali rasanya.

Yang membuat ku senang bukanlah sesuatu yang sedang dia lakukan. Tetapi badan ku ini, setelah aku lihat2, aku bangga mempunyai badan yang bisa menjadi inspirasi bagi dia, itu yang membuatku jadi agak tersenyum nakal.

Yang membuat ku merara terganggu dan risih adalah karena nggak ada tanggapan yang sesuai dari ku sebagai seorang Ibu, aku merasa bersalah karena aku nggak marah kepadanya. Tapi faktanya, malah membuatku seperti agak sedikit horny dan merasa berada di dalam keanehan yang eksotik, aku malah merasa sebagai penari striptis yang sedang tampil di dalam sebuah pelindung kaca.

Aku geser badanku dengan sedikit goyangan yang sexy, yang memperlihatkan lekuk tubuhku, dan aku mendengar meningkatnya tempo pergerakan genggaaman tangannya di penis nya. Di dalam sebuah gerakan tubuhku yang total tanpa aku merasa ragu untuk memperlihatkan bayangan lekuk tubuhku dari balik penghalang kaca platic yang buram itu, dan aku nggak tahu darimana ide ini datang seperti spontan saja mengikuti naluri, aku majukan perutku ke menghadap plastic pelindung yang tembus cahaya itu tepat disebelanya adalah muka Bonny yang sedang mengintipku secara langsung.

Dengan aku memajukan perutku agak menempel ke kaca tersebut, otomatis dia ngeliat bagian gelap di bawah perut Mamanya yang memperlihatkan seperti semak tipis yang gelap yang sedang disirami oleh siraman air dari shower, dengan gerakan badan ku yang naik dan turun perlahan secara berulang – ulang, dengan sangat benar-benar memprovokasinya.

Menurutku gerakan itu cukup memberikan dia serangan mendadak ke psikisnya dan membuat dirinya berpikir untuk mengambil tisu sebanyak-banyaknya untuk menahan semprotan derasnya aliran peju yang mengalir deras dari penis nya, agar nggak bercucuran di lantai.

Pikiran nakal yang ada di otakku adalah, menginginkan dengan sangat untuk menghisap bagian vital dari anak lakiku itu yang sedang dimainkan olehnya dan melakukan hisapan ketika peju nya keluar bagaikan air mancur.

" Tapi dia adalah anak laki mu" , protes hati nurani ku, sambil aku membalikan badanku menjauh dari wujud bayanganya yang sedang memuntahkan peju , tapi jariku sendiri malah menyentuh nonok ku secara spontan.

Menurutku, mungkin saat itu kami mempunyai pikiran yang sama, tentang ketidak senonohan/lancang mengenai diri kami masing2, berpikir dengan memutar imajinasi kami tentang keuntungan atau keburukan yang akan kita dapatkan.

Cerita Sex Mama Pamer Nonok Dientot Anak

"Ibu dan anak sama2 mempunyai nafsu sexual yang tinggi" , pikirku. Aku menunggunya sampai dia keluar dari kamar mandiku, dia terliahat seperti terburu-buru saat keluar dari pintu kamar mandi.

Aku nggak tahu, apakah dia sebenarnya tahu apa yang sedang terjadi, sehingga dia keluar cukup tergesa-gesa, atau dia takut diketahui oleh diriku, (jika memang aku nggak tahu, tapi mengapa tadi aku tempelkan tubuhku, agar dia bisa ngeliat ku di kaca plastik ini? ) Tapi sayangnya akibat ketergesa-gesaannya dia telah melewatkan pertunjukan besar dari ibunya, yang ternyata diriku juga merasakan orgasme, nggak lama kira kira nggak sampai 30 detik setelah dia keluar dari kamar mandi.

Dan menurutku itu sangat memalukan! Dan aku mengakuinya kepada diriku sendiri sesaat setelah aku pulih dari nikmatnya orgasme kecilku. JIka dia bukan anak ku, mungkin aku sudah tergoda. Aku mengingat kembali tetang aksi masturbasi kita antara aku dan Bonny yang saling berbalasan tapi secara sembunyi dan aku mengingatnya satu persatu, aku membayangkan jika aku jadi Bonny atau pada diriku sendiri, seperti kejadian yang terjadi begitu saja dan memang nggak terencana tapi memang sungguh nyata, meskipun diantara kita sekarang sudah nggak di ruangan yang sama.

Sampai pada suatu kesempatan, Sally anak perempuanku pergi keluar rumah pagi pagi sekali. Dimana menurut Bonny, Sally pergi untuk melakukan suatu kegiatan di luar rumah. Jadi kesempatan kali ini, bisa digunakan Bonny untuk mengintip lagi Ibu-nya yang sedang telanjang.

Apakah aksi Bonny sebelumnya, merupakan suatu kelicikan? Akankah dia melakukannya lagi, dan apakah tanggapanku yang harus aku buat kali ini? "Ah, nggak, Jangan" tapi pikiran nakalku berbisik, " Ayolah, sayang, biarkan inspirasi erotis itu datang dan ada diantara kalian berdua" , hal ini bisa membuatku nakal lebih jauh, dan libidoku yang tinggi ini ingin merasakan sisi gelap dari sebuah gairah yang terlarang.

Bagaikan seorang permaisuri di dalam novel-novel romantis yang tertarik kepada Pemuda2 nakal, dan membayangakan pemuda tersebut sebagai sumber obsesinya, dan gairah kupun kembali menyala. Aku mencoba untuk menempatkan diri dan berpikir, jika aku berada pada situasi itu, aku masih belum bisa menemukan jalan keluar mengenai masalah ini sampai dengan 8 hari kemudian, sekali lagi privasi ku diserang.

Tapi kali ini, sesaat setelah aku selasai mandi dan bersiap untuk keluar dari kamar mandi, sebelum Bonny menyelesaikan aksinya. " Ups. ! " , kataku. Bonny, berdiri diatara aku dan handuk besarku yang masih tergantung di gantungan pintu kamar mandi, dan aku kembali masuk kedalam ruangan shower , lalu aku berkata " Hey, sayang. tolong berikan handuk Mama, yang warna merah jambu, lempar saja handuk itu dari atas! " aku ngeliat gerakan bayangan penis nya dari bayangan kaca plastik pelindung, sewaktu dia melemparkan handuk kepadaku.

Aku segera memakai handuk dengan melilitkan kebadanku, dan aku segera keluar dari ruangan shower. Sewaktu aku keluar, perasaan ku seperti meleleh. Aku ngeliat Bonny dengan celana pendeknya, yang sudah siap dengan ujung penis yang sudah keliatan keluar dari celananya.

Handuk kecil yang ada ditanganya nggak terlalu lebar untuk menutupi penis nya, dari situ aku mulai mengerti. Anak laki – laki ku menatap dengan berani kearah badan ibunya. Dia menjulurkan tangannya ke penis untuk membetulkan posisi penis nya agar lebih nyaman.

Dan dia mulai mengocok penis nya di depan diriku, namun itu hanya asumsi ku saja mungkin apa yang ku lihat adalah salah, dan aku akan mencoba memikirkannya nanti. Saat pertama kali kami menggunakan kamar mandi bersama, mungkin dia keliatan seperti kejadian yang nggak disengaja, tapi lama kelamaan dan kali ini, dia lebih berani dan mempunyai maksud tersembunyi, dan sekarang, dia melakukannya secara nyata di depanku.

" Sudah keterlaluan, menurutku" dan spontan aku langsung menampar mukanya dengan keras. Akibat tamparanku, Bonny sangat kaget, dan akupun juga kaget, mengapa aku menampar Dia, aku agak sedikit merasa bersalah.

Tampak dari muka Bonny yang sangat kebingungan dan sangat sedih. Aku tahu bahwa mungkin aku telah salah bertindak, dengan nggak ngeliat situasi dan kondisi. melihat kebingungan dan ketakutannya, sikap keibuanku pun mulai keluar, dan aku jadi nggak memperhatikan mengenai keadaanku sekarang yang sudah mendekati telanjang, hanya berbalut handuk merah jambu, tapi aku tetap acuh dan melupakan keadaan ku sekarang yang hanya berbalutkan handuk, aku langsung memeluknya dengan pelukan erat seorang ibu yang sangat sayang kepada anak laki-laki nya.

Penis nya yang tadi berdiri tegak dan keras, menjadi agak lembek beberapa saat, tapi mukanya secara nggak langsung menempel pada toket ku, karena dekapan pelukanku yang erat kepada dirinya.

Aku merasa menjadi sangat buruk di mata Bonny, dan aku ingin memberikanya suatu ganti rugi untuknya. "Oohh Bonny anaku sayang, maafkanlah Mama sayang, Mama nggak bermaksud untuk menyakitimu, soalnya Mama sangat kaget ketika membuka pintu shower, kamu sedang bermasturbasi dengan mengintip Mama, dengan ngeliat badan Mama yang sudah tua ini".


Cerita seks Mama Pamer Nonok Dientot Anak
  • Bonny hanya terdiam, dengan mengeluarkan sedikit air mata, dengan tetap meneruskan pelukannya pada tubuhku dan terus menyandarkan kepalanya di Dadaku. Aku coba mengatakan kepadanya, agar kejadian ini nggak dianggap sebagai hal yang serius, dengan mengatakan, " Adakah yang Mama bisa lakukan untuk mu, agar kamu bisa melupakan kejadian ini, sayang? " , " Apa yang bisa mama dapakan untuk bayi Mama ini, apakah kamu mau yang special dari Mama? Ayo, bilang ke Mama, Sayang! " Sewaktu aku sedang membujuknya, aku merasakan Puting susuku yang sebelah kiri seperti dihisap.
  • Ternyata setelah aku ngeliat kearah payudara ku, Bonny telah berkata dengan tersirat melalui aksi mulutnya, apa yang dia inginkan dariku. Apa yang bisa dilakukan lebih, dari seorang ibu kepada anaknya kecuali menyusuinya, meskipun anaknya sudah berumur 16 Tahun.
  • Hati dan perasaan ku seperti menabur rasa kemurnian kasih sayang dari seorang ibu untuk anaknya melalui bagian badan yang sangat intim, yaitu putting susu ku ke Bibir Bonny. Rasanya aku ingin memelihara kedekatan fisik, badan kami antara aku dan anak ku, sebagai moment yang manis.
  • Sama seperti saat Bonny masih bayi. Tapi dengan bertumbuhnya kedewasaan diantara kami, pasti akan menimbulkan image yang buruk. Aku merasakan penis nya mulai mengeras dan berdiri tegak kembali, dan artinya hisapan di Puting susuku terasa bukan hisapan yang kekanak kanakan, tetapi dengan mengerasnya Batang penis Bonny, memperlihatkan bahwa dia sedang berada di dalam samudra gairah yang tak tertahankan! Gelombang gairah itu pun akhirnya juga menerpa dan mulai merasuki ku, dan aku mulai terangsang sangat hebat, sikapku pada saat itu mulai berubah dari seorang wanita yang sangat keibuan menjadi seorang Ibu yang sangat menginginkan bercinta dengan seorang pemuda yang umurnya terpaut jauh lebih muda dariku (milf).
  • Aku mulai merasakan telapak tangan Bonny, meluncur turun kebawah perutku dan jari2nya menuju kearah lipatan vertikal ku yang ditumbuhi bulu halus, yang memang sangat aku rawat, dan sekarang nonok ku sudah mulai basah oleh cairan kewanitaanku, karena rangsangan yang hebat yang aku rasakan dari rabaan jari – jari Bonny.
  • Dia pasti tahu dengan apa yang dia lakukan kepadaku dan akan membuatku menggeliat, dimana tangan kanannya meyeruak masuk kedalam nonok ku dan jarinya memainkan bagian yang paling tervital di tubuhku, jarinya mulai memelintir dengan halus klitorisku, dan aku merasakan aliran darahku yang deras berdesir ke seluruh tubuhku, suatu kenikmatan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata, aku merasa seperti melayang jauh tinggi ke awan.
  • Yang kurasakan ini mungkin karena, Anaku sendiri yang membuatku jadi begini, memang rasanya terasa sangat jauh berbeda , saat aku melakukan ini dengan suamiku. Tanpa sadar aku terus memajukan pinggulku untuk penetrasi ke dalam sentuhannya jari2nya, kami lakukan ini dengan sanagt perlahan, dan aku sangat menikmatinya.
Bonny memindahkan mulutnya untuk menghisap puting ku yang satu lagi, dan jari dari tangan kirinya tetep menusuk kedalam liang nonok ku, sambil kadang memencet klitorisku dengan lembut, dan aku rasakan sisa jarinya yang masih diluar liang nonok ku meraba bibir anusku dengan nakal, kadang dimasukan atau menggesek gesek bibir anusku.

Aku mulai merasa kehilangan kontrol terhadap situasi yang terjadi saat itu, aku sangat yakin bahwa aku nggak mempunyai kehendak untuk menghentikan cekramaan dari rangsangan gairah nafsu yang sedang membakar kami berdua.

Yang terjadi malah aku mencengkram Bantang penis anaku yang mengacung tinggi dan keras, yang selama ini anaku pamerkan kepadaku tapi aku acuh tak acuh, dan aku merasakan kekuatan dari seorang lelaki yang mempunyai nafsu seperti binatang.

Semakin aku berpikir liar, dan aku semakin terangsang sangat hebat. Sentakan dari desiran darah di dalam adrenalinku merasuki sistem pertahanan tubuhku, dan aku dibuat sangat lemah karenanya, aku sudah melupakan kejadian saat aku menamparnya tadi.

Dan aku merasakan lututku mulai melemah. Bonny mengetahui bahwa memang pertahananku sudah runtuh, dan dia juga tahu bahwa ibunya sudah pasrah dengan rangsangan dari kenikmatan siksaan yang dia berikan dan dengan mudah dia membaringkan tubuhku ke lantai.

Karpet berwarna merah muda pekat, dengan bahan kain sedikit berbulu, melapisi lantai kamar mandi utama kami, dan menjadi bantalan yang empuk dah halus yang memang tepat sekali untuk alas bercinta yang sangat indah, aku merasa badanku seperti perlahan melayang jatuh saat badan telanjangku terbaring, lebih tepatnya dibaringkan diatas bulu2 halus di karpet itu dengan dibantu oleh Anak lakiku tercinta yang kuat dan sangat tampan.

Setelah tubuhku terbaring di lantai, Bonny langsung memeluku, aku berada di bawahnya yang juga menyambut pelukan itu dengan langsung mencium bibirnya dengan penuh gairah yang tertahan untuk diledakan, aku merasakan mulut Bonny dan merasa anaku ini juga ingin di explor olehku, lidahnya menelusuri tiap inci dalam mulutku, baru kali ini aku merasakan tentang Bonny anak laki2 ku yang ternyata sangat hebat dalam bercinta.

Aku sempat terpikir, dengan apa yang sedang terjadi sekarang, dan dampak apa yang terjadi setelah kejadian ini, dan lama kelamaan bersama dengan desiran angin asmara diantara aku dan Anakku, pikiran itu hilang terbawa gelombang kenikmatan surga yang datang menerpa diriku dan aku merasa seperti tubuhku sedang melayang terbang jauh menuju sebuah Bintang yang memberikan harapan tentang kenikmatan suatu keintiman Seks yang indah yang mungkin akan aku rasakan dan diberikan oleh anaku sendiri.

Diriku semakin haus akan kepuasan, bukan saja haus melainkan aku sudah sangat merasakan lapar akan kenikmatan Bercinta, aku sudah sangat basah, aku sempat berpikir biarlah aku Hamil dari anaku sediri, semua sudah kepalang basah, yang penting aku hanya mau kenikmatan itu, aku arahkan agar Bonny untuk segera memasukan batang penis nya yang lumayan besar itu untuk segera menerobos masuk ke dalam nonok ibunya yang merah merona dan merekah yang sudah sangat banjir akan cairan2 kewanitaan.

Aku mulai menggenggam lengan atas Bonny, dan merasakan otot bisep dan trisepnya yang semakin membuatku bergelora, dengan ketelanjangan kami berdua, aku merasakan bersatunya badan kami antara ibu dan anak, dengan sensasi yang benar-benar luar biasa, merasakan kulit ku bersentuhan langsung secara penuh dengan kulitnya tanpa adanya batasan dan halangan dan kami lakukan dengan tanpa ada rasa tabu diantara kami.

Tubuhku sudah mendekap erat tubuhnya dan memperlihatkan suatu buaian – buaian kasih sayang dengan penuh nafsu dan rongrongan birahi. Aku menjadi birahi kepada anak lakiku, sangat dan teramat sangat, sehinggap Bonny dapat dengan mudah membuat serapat mungkin tubuhnya kepadaku agar dia dapat lebih leluasa untuk menentukan posisi yang nyaman untuk ngentot ibu kandungnya sendiri, yang mungkin terkesan kuno tapi klasik dengan cara bercinta lelaki diatas perempuan.

Mama Pamer Nonok Dientot Anak cerita ngewe mama kandung, anak incest, seks sedarah Mama Pamer Nonok Dientot Anak, kisah dewasa porno

Mama Pamer Nonok Dientot Anak


Dalam situasi berciuman kami yang penuh dengan hasrat dan birahi, aku bisa merasakan penis nya mulai menyodok dan mulai mendorong mencari lubang nonok ibunya sendiri yang memang sudah basah, banjir oleh cairan yang licin dan lengket yang sudah siap untuk diterobos masuk, pintu kenikmatan surgaku seperti diketuk sudah siap kubuka, kenikmatan surga duniawi yang penuh dengan dosa, tapi sangat indah dan luar biasa, Surga duniawi sudah menunggu kami, dan kami berdua siap melayang terbang kesana menggapai kenikmatan yang terbalut dengan indahnya dosa.

Birahi kami sudah sangat nggak bisa kami tolerir. Tiba-tiba aku merasakan suatu sensasi yang sangat sulit untuk diungkapan, tanpa tuntunan tangan ku ternyata penis nya telah menyeruak menerobos masuk dengan hentakan nafsu binatang seorang anak Laki2 dan terus mendesak terpompa semakin dalam dan semakin dalam ke liang nonok ku, dengan ukuran besar dan panjangnya penis anaku aku sedikit merasakan agak ngilu pada bibir nonok ku, tapi rasa sakit dan ngilu itu terhapuskan oleh buaian gelombang nafsu birahiku yang sedang berkobar, dan aku merasakan suatu sensasi nikmatya dari suatu hujaman yang bisa menggapai rahimku, dimana kesucianku sebagai seorang ibu telah terengut dan dirampas oleh anak kandungku, yang selama ini hanya aku khususkan untuk suami ku tersayang, dengan jujur aku katakan aku menikmati terengutnya dan terampasnya kesucian ini, kesucian dari sebuah nonok , sebuah rahim seorang ibu yang bisa menghasilkan sumber kehidupan dan benih dari suatu kehidupan baru.

Penetrasi demi penetrasi kami lakukan bersama, suatu dorongan, desakan dan hujaman demi hujaman penis anak ku kedalam Rahim tempat dimana dulu dia dikandung. Entotan itu menimbulkan setruman setruman, yang secara intensif dari setiap gerakan didalam persetubuhan fisik kami dalam suatu hubungan sedarah, yang termotivasi lebih dari suatu pengorbanan ungakapan cinta dari sepasang manusia.

Hujaman penis nya keluar dan masuk seperti itu berturut turut kedalam nonok ku, dan aku dengan sangat senang menerima hujaman tersebut ke dalam nonok ku, pasti kami merasakan rasa persetubuhan yang sama indahnya, suatu sensasi kepuasan yang belum tentu bisa di gapai oleh orang lain.

Kenikmatan dari persetubuhan ini bagaikan binatang yang terpenting adalah kepuasan, aku merasa menjadi seorang yang mama yang nakal dan menggoda untuk penis anak ku, nonok ku bisa memberikan penis anak ku kepuasan tanpa batas, erangan demi erangan kita lakukan, jeritan jeritan kecil dan kata-kata kotor yang ku ungkapan ke telinga Bonny membuatnya semakin Liar.

"entot nonok mama yang nakal ini Rob. jangan berhenti penis mu sayang. " dia makin menghujamkan penis besar dan panjangnya itu sedalam dalamnya kedalam liang nonok ku sehingga aku merasakan sodokan pada rahimku.

Basahan dari keringat kami berdua yang membasahi sekujur badan kami, menimbulkan suara tepukan yang terdengar sangat dramatis, setiap tepukan dari bagian badan kami dari kulit yang basah oleh keringat, pertemuan antara selangkangan ku dengan selakangan Bonny yang menimbulkan suara tepukan dipadukan dengan nikmatnya Sodokan, dan jeritan, sangat sulit diungkapkan.

Yang pasti sangat nikmat. badan kami terkunci dalam suat dekapan erat yang tak terlepaskan, dadanya medekap dadaku sehingga toket ku tergencet dan tertumpah menyembul ke samping diantara badanku dan dia, pinggul dan pahanya menghantam pinggul dan pahaku naik turun dengan sangat perlahan tapi pasti dengan nafsu birahinya kepadaku, dengan erat aku cengkram kedua pantat sexy anak ku, membantu mendorong membuat hujaman2 keras dan sedikit kasar untuk nonok ku, gerakan yang sangat bermanfaat dan membuat kami seperti terbang bersama sesaat, merasakan hujaman demi hujaman yang dia lakukan terhadapku.

Aku mulai menantikan dengan waswas dan hati berdebar tapi sangat menginginkannya juga, aku sangat menyukai disaat saat seperti ini dimana aku rasakan sebuah penis yang besar keras dan panjang akan menyemprotkan peju di dalam nonok ku, penis nya sudah mulai berdenyut dengan hebat, dengan denyutan penis nya itu pun aku juga mulai merasakan hal yang tak akan pernah kurasakan di di dalam hidupku, bahwa nafsu birahiku terpuaskan oleh anak kandung ku sendiri, Suatu sensasi yang memang sangat luar biasa, sepertinya aku juga akan mengalami oragasme.

Sengaja aku tahan oragasme ku agar Aku dan Bonny dapat bersama menikmati Nikmatnya ngentot hubungan sedarah antara ibu kandung dengan anak kandungnya. Bonny memiliki penis dengan batang dan kepala yang cukup besar, saat dia melakukan hujaman yang kali ini cukup terasa keras bagiku, tiba-tiba Bonny diam mematung seperti membeku, badannya bergetar menahan suatu kenikmatan yang selama ini dia impi-impikan, Aku rasakan penis nya seperti terkunci tertelan sangat dalam di nonok ku dengan kepala penis berada jauh di dalam rahimku, aku ngeliat wajahnya yang tampan dan kedewasaan mulai tergambar dari raut wajahnya yang mungkin nanti menjadi Ayah dari anak yang akan ku kandung ini.

Akhirnya hal yang kutakutkan terjadi aku terlambat mencabut batang penis nya dari dalam nonok ku, tapi disatu sisi aku merasakan sensasi nakal yang menjalar di tubuhku yang ingin merasakan rasanya jika dibuahi oleh anak kandung ku sendiri, Bonny melenguh dan mendesah hebat penis nya menyemburkan peju di Rahimku tempat dimana aku mengandungnya, semburannya berkali kali sangat kencang terasa, dan saat itu pula aku merasakan nonok ku juga berdenyut keras dan aku menjerit histeris karena merasakan Orgasme yang selama ini belum pernah aku rasakan, karena sensasi persetubuhan sedarah ini, aku merasa seperti terbebas terbang, aku orgasme sangat panjang dan lama seiring dengan keluarnya peju Bonny yang menyembur di dalam nonok ku.

Terasa hangat basah, gemericik, sedikit lengket pada selangkangan kami yang menempel terkunci satu sama lain, dengan aku menyilangkan kakiku pada pinggang Bonny. " Mam, aku mengeluarkannya di dalam. maaf" , ucapnya dengan nada datar, takut aku hamil, tapi dia puas tanpa ada penyesalan.

"Ya Tuhan, Bonny. Kamu membuat orgasme terpanjang dan terbaik dalam hidup Mama, dan Mama sangat menikmatinya" , itu yang aku katakan kepadanya. Kami mengalami klimax persetubuhan sedarah yang sangat indah, terdengar tabu tapi faktanya indah dan luar biasa.

Peju nya perlahan lahan mengalir keluar dari dalam nonok ku, bercampur dengan cairan kewanitaan ku, peju nya sangat banyak, dan aku yakin dia sehat dan pasti peju nya juga sehat.

Hamilkah diriku? Apa yang terjadi, menjadikan kami ketagihan akan hubungan rahasia yang sangat penuh dengan dosa, aku akan menjalani hubungan ini dengan caraku, dan aku nggak akan pernah menyerah.

Memang seperti yang aku katakan di awal cerita ini, perbuatan ini pasti nggak bisa di maafkan, apa yang kami lakukan pasti akan ada kosekwensinya, aku tahu itu dan aku mengerti. Tapi disaat Bonny ada disebelahku, dan waktu kami melakukan Dooggie style, atau jika aku berada diatasnya layaknya wanita penunggang kuda, atau di manapun kami menumpahkan cairan kenikmatan itu, semuanya mengandung resiko yang sangat tinggi, ketahuan oleh suami atau orang lain tentang hubungan sedarah kami, atau aku hamil. Tapi aku, kami bersuha secantik mungkin agar semua itu tertutup dengan rapih, dan sepintar mungkin agar aku nggak mengandung benih dari anak ku sendiri. Singkat kata, " Waktu aku tahu Anak lakiku masuk kedalam kamar mandi, untuk mengintip Mamanya yang sedang Mandi, dan menawarkan suatu permainan yang beresiko tinggi, aku nggak bisa menolaknya" !
Mama Pamer Nonok Dientot Anak
Mama Pamer Nonok Dientot Anak, cerita sex , Mama Pamer Nonok Dientot Anak cerita ngewe mama kandung, anak incest, seks sedarah Mama Pamer Nonok Dientot Anak, kisah dewasa porno, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Mama Pamer Nonok Dientot Anak


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/