Ngentot Cewek Sexy Dikantor

Ngentot Cewek Sexy Dikantor | Cerita ini berawal ketika kantor saya mengadakan jalan-jalan dan saat itu tujuan kita adalah hotel di Puncak. Adalah salah satu teman bernama Susan yaang masih single juga sama seperti saya. Dia berumur satu tahun dibawah saya dan belum berkeluarga juga.

Terus terang saya heran ngeliat dia. Secara fisik Susan orangnya tergolong cantik, rambut panjang sebahu, wajah oval, kulit kuning langsat cenderung putih mulus, dgn payudara yaang besar menantang. Dan yaang paling membuat saya berdehem dalam hati kalau ngeliat pinggul dan pantatnya yaang besar dan membulat mencetak celana dalam ukuran mini yaang selalu dia pakai jika di kantor.

Itu selalu saya perhatikan setiap hari bahwa ukuran roknya selalu kekecilan dgn pinggul yaang indah jika sedang berjalan. Satu minggu sebelum berangkat jalan-jalan, kita sempat makan siang bersama disebuah restoran dalam gedung kantor kita.

Setelah ngobrol kesana kemari akhirnya subject pembicaraan mengarah ke jalan-jalan. saya bertanya, "Ntar jalan-jalan gimana kamu? ". Susan menjawab dgn wajah yaang lesu, "Ach, nggak tau juga Di, saya lagi bete nich, kayaknya kesana lumayan buat nyegerin pikiran saya. " "Lho emangnya ada apa"tanyaku menyelidik. "saya abis putus ama cowok ku soalnya dia selingkuh, maen belakang, lalu ketauan ama saya"celetuknya dgn muka sedikit memerah menahan marah.

"Ya udah, " sambungku "Ntar saya temenin kamu disana biar ngelupain dia. " Dia tersenyum sambil bilang, "Tapi saya lagi mo sendiri Ardi. " saya tak kalah gesit menjawab ucapannya, "Iya Susan, saya juga lagi mo sendiri saja en rencana ntar saya mo sewa kamar sendiri saja, kalau kamu mau gabung saja kita bisa ngobrol ampe malem keluarin semua unek-unek yaang ada dikepala kita masing-masing. " saya terus menjelaskan rencanaku minggu depan dihotel tersebut.

Dan tak diduga respon dari Susan, "Oleh juga tuh Di, saya emang butuh itu enak kali yah ngobrol ngobrol kita berdua sampe malem". "Iya, sekalian kalau kamu mau, saya juga nggak keberatan ngelonin kamu tidur, " candaku kepadanya.

"Ha, gila kamu" mata Susan memancarkan arti yaang tidak dapat saya cerna. Satu hari sebelum berangkat kita didata ulang oleh panitia, menyangkut pembagian kamar tidur. Sudah menjadi tradisi kantor kita, bahwa satu kamar berdua, dan diatur oleh nomor nomor kamar yaang ada.

Saya berdua dgn teman saya Hendra, dan Susan waktu itu terdata satu kamar bersama Wina. Dan tibalah waktunya bahwa kita satu kantor berangkat menuju hotel ada hari Sabtu bersama sama dgn menggunakan satu bis besar.

Kantor kita hanya berjumlah total 50 orang bersama orang asing juga. Rupanya dalam batas akhir sebelum naik ke bis, ada dua orang yaang batal ikut karena alasan keluarga, mereka adalah Tiara, dan Wina.

Wina? , bukannya Wina satu kamar dgn Susan, dan berarti nanti Susan sendirian dong dikamar. Pendulumku langsung bereaksi mendengar kabar tersebut. Sambil mengisi waktu, kita banyak bersenda gurau dalam perjalanan hingga akhirnya tiba tepat makan siang di hotel.

Setelah kita makan dgn lahap, kita diberikan kunci kamar oleh panitia dan langsung check-in ke dalam kamar masing masing. Sore harinya kita memanfaatkan kolam renang yaang ada di hotel untuk bermain main.

Dapat saya lihat Susan yaang sudah memakai pakaian renang yaang seksi. Uh, bukan main indahnya, saya betul betul terangsang ngeliat keadaan Susan seperti itu. Otak kotorku mulai bekerja supaya bagaimana dapat tidur dengannya malam ini.

Dalam kumpulan laki laki ada Pak Kardi yaang nyeletuk kepada teman laki laki berkata, "Waduh si Susan kalo abis berenang saya mau tuh mandiin dia. " Sambil matanya juga tak lepas dari gerakan pantat Susan yaang berlenggang lengok kekiri kekanan mengikuti irama langkahnya.

Ketika Susan sudah selesai bermain dikolam renang dan akan kembali ke kamarnya, akupun mengikutinya seakan akan akupun sudah selesai dan ingin mandi. Sambil berjalan dibelakangnya, saya ngeliat celana dalam mini berenda yaang dipakai Susan tercetak jelas oleh baju renang tipis yaang berwarna ungu.

"Waduh, kok cepet selesainya Susan, " celetukku sambil berjalan disampingnya. Susan menjawab, "Habis saya nggak tahan airnya terlalu dingin. " Sambil dia menyilangkan tangannya dikedua belah dadanya yaang padat montok tersebut.

"lalu kamu ngapain juga selesai, " tanya dia lanjut. "Akh, saya udah bosen mendingan mandi air hangat terus nunggu makan malam, khan enak tuh". Lalu pembicaraan kita terpisah ketika Susan harus mengambil arah kekiri dan saya kekanan sambil berucap, "Sampai nanti ,. dagg".

Waktu menunjukan pukul delapan, setelah perut saya isi dan kenyang sekali rasanya. Makan malam dihotel ini terasa nikmat sekali. saya ngeliat sudah beberapa kali Susan menguap dan kemudian pamit dari kerumunan anak anak untuk pamit ke kamar.

Dalam perjalanan ke kamarnya, dia ada ngeliat saya dan kemudian mengerdipkan mata seperti memberi tanda ke saya. dgn sedikit tegang saya berpura pura seolah saya pun capek setelah bermain seharian dgn teman kantor dan ingin tidur.

Pada sore hari saya sudah memberitahu ke Hendra (teman sekamar saya) bahwa mungkin saya akan begadang keluar hotel, jadi nanti dia tidak kawatir atau curiga kepada saya. Dalam perjalanan dari restoran ke cottage agak jauh.

Susan berjalan kecil sendiri dan saya dgn cepat mengejarnya, dan menyapanya, "Susan, udah ngantuk ya sayang, mau tidur. " Susan menyahut, "Iya nih, nggak tahu kenapa nich badan semua jadi pegel semua, mungkin tadi renangnya kebanyakan kali. " Sambil berkata begitu, dia mengusap usap belakang lehernya sambil kepala digelengkan kekiri lalu kekanan.

"Makanya kamu juga sih terlalu over berenangnya, kamu kebanyakan diliat ama temen temen cowok lagi pas kamu berenang, " sahutku. "Hm, saya tahu, justru karena mereka saya jadi lebih semangat, " kata Susan sambil masih tetap mengusap leher belakangnya.

"Kamu mau saya pijit pijit kecil Susan, " kataku sedikit berani. "Hhh, boleh juga, tapi cuman di leher sama sekitar pundak yah, " sahutnya sedikit lemah. Tak lama kita sudah tiba didepan pintu kamar Susan.

Setelah dia membuka pintu kita berdua langsung masuk, saya sempat ngeliat pada sudut mata Susan ketika dia tutup pintu, matanya seperti ngeliat kiri kanan takut takut kalau ada orang disekitar yaang ngeliat kita.

Dalam kamar Susan mempersilahkan saya duduk sambil dia permisi sebentar ke toilet. Sambil menunggu Susan saya menonton tv yaang ada dikamar. Tidak begitu lama, Susan sudah keluar dan telah berganti baju tidur daster.

Daster yaang dipakai berwarna kuning dgn ukuran yaang dapat saya katakan mini. Kenapa demikian? Daster tersebut hanya sebatas setengah pahanya saja dan berenda kuning juga, kemudian di pundaknya hanya mengenakan satu tali saja.

Buah dada yaang ranum menantang sekali dgn dua puting yaang mencuat. Gila bukan main, dia sudah tidak memakai bh, tapi masih memakai celana dalam. Celana dalam itu jelas tercetak menerawang tembus pandang dari daster kuning tersebut.

Celana dalam Susan juga dalam ukuran yaang sexy, mini cd warna putih, kontras dgn daster yaang dipakai. Sebelum saya memberi komentar, Susan sudah berbicara, "Ardi, kamu jangan salah sangka dulu, saya pakai ini supaya kamu mudah pijat leher dan pundak saya, lagi pula saya juga tidak bawa baju tidur lain selain yaang ini, mudah-mudahan kamu tidak keberatan. " "Oh, tentu tidak dong Susan, suka suka kamu saja, yaang penting bajunya jangan menggangu pijat memijat, " kataku sambil menelan ludah beberapa kali.

Susan tersenyum lagi dan berkata, "Kamu pijet saya pake kaos lengan panjang apa tidak mengganggu, apa lagi nanti kamu naik ke ranjang kalau perlu, terlihat nya celana panjang kamu juga ganggu, apa nggak lebih baik ganti yaang pendek atau dilepas sekalian? " saya bengong atas ucapannya, lalu saya katakan, "Betul juga Susan, saya buka kaos saja deh, " sambil saya mengangkat koas saya sehingga saya sudah bertelanjang dada, dan kemudian Susan ngeliat ke celana panjang saya sambil mulutnya sedikit dimonyongkan.

Cerita Sex Ngentot Cewek Sexy Dikantor

Saya pun membuka celana panjang saya, dan hanya tertinggal celana boxer saya. Susan tersenyum puas setelah ngeliat saya akan mudah nanti memijitnya. Dia langsung naik ke ranjang dan berbaring terlungkup, sambil memanggil nama saya, "Di, ayo dong mulai, badan Susan makin pegel nih".

Mendengar rengekan Susan saya langsung naik ke ranjang dan memulai aktivitas dgn memijit Susan. Sungguh sempurna tubuh Susan dari belakang. Mimpi apa saya semalam sehingga Susan begitu pasrah memberikan sajian gratis seindah ini.

Kulit yaang mulus dgn pinggang ramping, pinggul yaang besar dgn buah pantat yaang membulat mumbul tinggi. Dapat kulihat dgn jelas belahan pantat Susan yaang dibalut dgn cd mininya. Sebentar saja tangan saya sudah memijat bagian leher yaang tegang, dan seeskali kebawah meijat pundaknya.

Susan terkadang bersuara mendesah ketika tangan saya sedikit keras memijitnya, "Uh, oh, hmm, " desahnya putus putus, membuat saya makain panas saja. Adik kecil dibalik celana boxerku sudah mengacung keras siap tempur, entah apa yaang sedang dipikir Susan sekarang.

Kemudian setelah kurang lebih 4 menit, Susan minta dipijit agak kebawah. dgn yakin tangan saya kedua duanya merayap ke bawah, dari arah ketiak terus turun kebawah. Sambil sekali kali jari jemari saya dgn nakalnya menyentuh dari samping kedua bukit ranum yaang mengembung keluar kesamping karena tertindih tubuhnya.

Saya terus terang sudah tidak ada pikiran positif, otak ngeres saya terus bermain main fantasi, hingga suatu ketika, "Di, pijatan kamu enak deh sekarang Susan minta dipijat bagian depan ya sayang, " sahut Susan sambil membalikan tubuhnya kedepan.

Waduh mak bukan main saat itu saya betul betul tidak tahan saya langsung meraba kedua belah susunya yaang tegak menjulang, hal yaang membuat Susan langsung kaget. "Sandi,. ! saya minta tolong kamu untuk pijat saya kenapa kamu memanfaatkan itu dgn meraba tubuh saya, " hardiknya.

Langsung saya kaget, saya kira dia minta lanjut dalam permainan tersebut ternyata dia memang betul betul minta dipijit. Langsung saya minta maaf kepadanya, "Waduh maaf deh Susan, saya kelepasan, maklum deh tubuh kamu ranum sekali, sexy apalagi dgn itu (sambil menunjuk kedua payudara Susan) yaang mancung bikin saya jadi geregetan mau iseng. " "Maaf ya sekali lagi Maaf, " kataku dgn penyesalan.

Susan yaang ngeliat saya begitu agak melunak tapi kemudian dia menangis sambil berkata, "uhh, hh, hg hg hg,. emang setiap laki laki yaang mau sama Susan cuman mau tubuh Susan saja, ini juga terjadi dgn cowok Susan yaang dulu, maunya making love terus sama Susan, nggak ada perasaan sama sekali. " saya terhenyak, ternyata wanita didepan saya ini memang sudah pernah melakukan hubungan suami istri sebelum menikah, dan pendulumku kembali kontak.

Dgn gaya yaang gentle saya memeluk dia dari belakang dalam posisi duduk, tangan saya berada di perutnya sambil berkata, "Susan, saya tuh memang udah salah, kamu Maafin ya, saya janji pokoknya malem ini kita cuman sayang sayangan saja deh nggak sampe kelewatan, " kataku menenangkannya.

Dia menengok ke belakang hingga wajahnya dekat sekali denganku dan berucap, "Bener ya janji, kamu cuman kelonin saya saja nggak sampe kebablasan? ". saya mengiyakan dgn anggukan kepala sambil mencium kecil pipi kanannya.

Dia tersenyum, kemudian membalas mencium kecil bibirku. saya pun serta merta tangan kanan mulai naik dari perut meraba payudara yaang menggantung tersebut. Susan menutup mata merasakan kenikmatan tersebut, kemudian dgn itu juga saya mencium bibirnya yaang sensual, sambil sesekali kuhisap bibir bawahnya dan lidahku menjelajah ke rongga giginya dan menghisap lidahnya.

Susan benar benar menikmatinya, maka setelah ngeliat lampu hijau seperti itu, kedua tanganku sudah berada pada dua payudara ranumnya. Oh alangkah nikmatnya tanganku bermain disana, meremas remas sambil kupelintir kedua puting susunya dgn ibu jari dan telunjukku.

Susan terkadang bergetar tubuhnya ketika kombinasi yaang kulakukan yaitu meremas sambil memuntir puting susunya. "Ah, Ardi kamu pinter bikin saya terangsang ya, ingat lho kita nggak boleh lebih jauh dari ini, " kata Susan mengingatkanku.

"Iya dong sayang saya pasti inget, khan ada kamu juga yaang ngingetin! " Sambil berkata begitu saya membaringkan tubuhnya diranjang dan saya dari belakang langsung ke depan menindihnya sambih terus melanjutkan meremas dan mencium bibir sensual nan menggairahkan tersebut.

Susan masih terus mengingatkan, tapi bahasa tubuhnya lain. Alat kelamin kita sudah bersentuhan, dimana batang kemaluanku yaang sudah keras menggesek bibir luar kemaluannya dan gerakan kita seperti orang yaang sedang bersenggama.

Saya mendorong kebawah, Susan mendorong pula pantatnya yaang tembem keatas, saya tarik pinggang saya, dia pun demikian. Ketika mulut saya sudah mulai menjalar kedadanya dia mulai protes. "Sandi, kamu nggak boleh kesana sayang, ohh, hh! " desah Susan tapi tangannya sama sekali tidak menutupi dadanya.

Saya menjawab dgn lembut, "Susan sayang, kalau peting cium atau jilatin nenen saja boleh dong, khan nggak kenapa napa? " saya mencoba tawar menawar dengannya. "Ohh, kamu katanya kelonin saya, kok sekarang kita peting sih? " rajuknya dgn muka bersemu merah menahan birahi yaang terpancar keluar dari tubuhnya.

Tanpa menunggu alasan lagi dari si cantik itu langsung mulutku menjilat puting susu yaang memerah muda, karena birahi sambil saya menyedot putingnya bagaikan anak kecil yaang sedang netek keibunya.


Cerita seks Ngentot Cewek Sexy Dikantor
  • Susan menggigit bibir sendiri menahan luapan emosinya yaang meletup letup kian besar. Oh nikmatnya tiada tara menjilati dan menyedot susu seorang Susan. Kaki Susan sudah menyepak kesana kemari membuat daster yaang dikenakan tidak bisa menutupi bagian bawahnya.
  • Terus terang sambil menjilat, saya memperhatikan gundukan yaang tembem di bawah pusar yaang bagai kue apem mumbul dgn sedikit bulu bulu kemaluannya yaang menyembul keluar menambah indahnya pemandangan tersebut.
  • Pinggulnya bergerak tak menentu membuat indahnya pemilik gundukan tersebut. "Hhh, Sandi. hh enak sayang", erang Susan. Mendapat respon seperti tangan saya secara reflek mulai turun menjelajah dari payudara nya ke bawah perut, mengusap daerah pusar yaang rata nan halus, kemudian turun lagi dibawah pusar yaang ditumbuhi bulu bulu halus, kemudian meraba daerah selangkangan Susan yaang wow bukan main empuknya.
  • Saya tekan sekali sekali sambil kuremas secara acak. Hal ini menyebabkan gerakan pinggul Susan yaang makin panas. Suasana alam puncak pada malam hari yaang dingin, tidak dapat membuat tubuh kita berdua kedinginan malah justru sebaliknya.
  • Saya dapat ngeliat butiran butiran keringat birahi yaang menetes dari dahi Susan yaang sedang membasahi rambut panjang dan indah itu. Oh. saya benar benar makin terbawa emosi birahi yaang menggebu.
  • Susan antara sadar dan tidak masih mengingatkan saya, " Di, kamu nggak boleh buka cd saya yah. kita khan udah janji cuman peting saja, " katanya sambil menahan sesuatu dalam tubuh yaang bergelora.
  • "Oke Susan, saya buka daster kamu saja yah, liat tuh udah nggak karuan bentuknya sayang, " sahutku mencoba menawar. Dan berhasil. Susan sendiri yaang meloloskan dasternya, dia angkat dari bawah dan dinaikkan lewat lehernya.
  • Berarti keadaan kita sekarang hanya masing masing tinggal celana dalam saja. kita langsung berpelukan sambil berciuman panjang, oh nikmatnya dapat memeluk Susan dalam keadaan begini. Kulit kita langsung bersinggungan tanpa ada pemisah lagi.
  • Setelah pelukan plus ciuman saya rasa cukup, tanganku mulai bermain ke arah selangkangan Susan dgn mengusap lembut naik turun melewati belahan memek nya. Dari luar celananya saya bisa merasakan bahwa didalam sudah lembab sekali, tentu banyak cairan yaang sudah keluar dari lubang memek nya.
Vagina Susan benar benar tembem saya rasa kalau saya benamkan milikku ke dalamnya pasti nikmat sekali. Karena Susan menggunakan cd mini yaang memang kurang bahan untuk menutupi kemaluannya, jari saya dgn mudahnya dapat melesat masuk melalui samping selangkangan dan bermain di sana, sebentar kemudian keluar lagi tanpa sempat Susan protes pada saya untuk tidak boleh melakukannya.

Sesekali jari saya bermain pada bibir memek nya agak lama setelah dia membuka suara, "Di, jangan nanti saya keterusan. ohh, " sambil meliukan pinggangnya bergoyang goyang. saya tetap tenang mengelus bahkan saat tangannya ingin mengeluarkan tanganku dari dalam CDnya seluruh jariku masuk dan meremas memek Susan dgn lembut.

Hal ini membuat Susan melenguh keras, dan lupa untuk melarang saya. Sambil tangan-tangan meremas memek Susan, tangan kiri masih terus aktif memerah susu ranum baik yaang kiri maupun yaang kanan sambil dibantu oleh mulutku untuk mengisap bibir dan salah satu puting susu yaang nganggur.

Jari tengahku mulai memainkan aksinya dgn mengilik klitoris Susan. Benar saja, klitoris itu sudah membesar dan basah. Susan menggeliat tak tentu arah sambil mendesah, "Oh. Sandi enak sekali sayang, nghh. kamu udah nggak boleh lebih dari itu ya. " Ternyata alam sadar Susan masih ada, dia masih ingat bahwa kita hanya boleh peting.

Saya berkata sambil berbisik ditelinganya. "Susan sayang. CDnya dibuka ya biar kamu nggak kegencet, liat tuh cd kamu kekecilan nggak bisa nampung pantat kamu yaang bulat besar sama memek kamu yaang tembem, lagian kamu juga udah basah, khan sayang ntar CDnya jadi lengket. " Awalnya dia tidak mau, tapi saya katakan lagi.

"Susan. nggak kenapa napa deh sayang. khan saya masih pake boxerku, jadi cuman kamu saja yaang telanjang, kalau saya tidak. " Akhirnya Susan setuju, saya loloskan cd mini putih berenda itu, dan kali ini saya benar benar ngeliat Susan dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun, dgn keadaan birahi tinggi.

Bukan main indahnya bentuk memek Susan, dia mempunyai bulu memek yaang lebat denga bulu-bulu halus semua warna hitam. Bulu-bulu tersebut nampak rapih, karena dalam keadaan lurus tidak keriting seperti wanita kebanyakan.

Mulutku mulai menjalankan aksinya, saya mulai menyusuri ke arah pusarnya terus turun dan berhenti tepat dibawah memek nya. Susan sedikit jengah dan berkata, "Oh, kamu jangan liat punya kayak gitu dong. saya kan malu" sambil tangannya mencoba menutupi.

Tapi dgn cepat tanganku menahannya dan langsung bibirku mencium bibir luar memek nya sambil kuhisap-hisap kedua belah bibir memek Susan. Dia benar benar kelojotan, " Ah Sandi, gila kamu, oh. enak banget, hmm. oh iya bener gitu sayang. ohh. " saya makin berani kusapukan lidahku naik turun sambil tak lupa klitoris yaang sebesar kacang tanah itu saya emut emut dan didalam bibirku saya kedut kedutkan.

Lidahku mulai merangsek masuk ke dalam lubang memek Susan yaang memang benar benar sudah basah. Wangi semerbak yaang tercipta karena napsu biharinya membuat saya makin berlipat ganda untuk keinginan menyetubuhinya.

Dalam keadaan yaang gamang tersebut kepala Susan tersentak kekiri dan kekanan menahan luapan cinta yaang tak kunjung reda, saya diam-diam melepas celana boxerku sambil bibir tak lepas dari memek nya.

Cukup mudah untuk melepas celan boxerku karena memang celana dalam dgn kondisi longgar. Satu kali tarik dgn tangan kiri, lolos sudah dan saya sudah telanjang bulat bersama Susan, tanpa dia sadari.

Saya bisa ngeliat dan merasakan Susan hampir sampai titik orgasme, dan saya mulai dgn menuntun batang kemaluanku yaang sudah siap tempur dgn topi baja yaang mengkilap. Kedua belah kaki Susan saya lebarkan sambil tangan kiriku mempermainkan klitorisnya dgn ibu jari dan tangan kananku mengarahkan batang kemaluanku ke lubang memek Susan.

Susan masih antara sadar dan tidak ketika kepala kontol ku bertemu dgn lubang depan yaang merah menganga. Kepala kontol langsung seperti kena hisap alat yaang kuat oleh lubang memek Susan.

Susan mulai merasa aneh karena dia merasakan lain, bukan jari tanganku dan bukan bibirku yaang bermain di kemaluannya. dgn sedikit membuka mata dia ngeliat ku. saya tidak mau dia nanti memberontak menolak keadaan ini, langsung saya peluk dia sambil sedikit saya goyangkan tanpa saya mendorong masuk ke dalamnya.

Cukup kepala kontol saja yaang terjepit di dalam memek Susan. Susan melotot kearahku dan dia berbicara dgn suara serak, "Sandi. kok kamu masukin, khan kita udah janji sayang cuman peting, nggak boleh begini dong. " tapi dalam bahasa tubuhnya pinggul dia tetap mengimbangi gerakanku yaang naik turun menggesek memek nya.

"Susan. saya cuman masukin kepalanya saja sayang, kamu juga ngerasainkan? " Tambahku, "Itu juga udah cukup buat kita, lagi nggak usah dimasukin semua. kamu enak khan diginiin? " sambil saya goyang kekiri dan kekanan.

Kepala kontol ku benar benar dijepit erat oleh memek Susan. Susan merem melek keenakan, dan tangan Susan akhirnya memelukku dan mengimbangi gerakanku. Baru saya tahu kalau dalam keadaan begini Susan benar benar dapat berkata vulgar, karena tiba tiba dia berkata, "Di, kontol kamu enak banget sih hangat kena memek Susan. " "Oh, Susan ini mah nggak seberapa sayang, " kataku.

Setelah kurang lebih tiga menit kita seperti itu, saya merasakan pantat Susan menaik lebih tinggi, seakan akan ingin merasakan lebih batangku. Maka akupun mulai sedikit demi sedikit mendorong lebih dalam, ternyata makin panas gerakan kita berdua, dan walhasil seluruh batangku terbenam di dalam memek Susan.

Dan saya rasa Susan pun mengetahui hal itu, dan dia mulai meracau lagi, "Oh Ardi. enak banget kontol kamu masuk semua ke dalem memek ku sayang. hh" "Ohh, Di. dorong lagi biar makin dalem sayang. " Bukan main, saya makin nafsu saja mendengar erangan dan kata-kata vulgarnya.

Saya pun tidak mau kalah sambil memompa saya bertanya, " Susan. kontol Sandi lagi ngapain memek nya Susan sayang? " "Hhh, skh. hh kontol kamu lagi ngentotin memek saya sayang, " sambil Susan meremas pantatku gemas.

Saya pura pura tidak mendengar ingin dia mengulang lagi kata katanya, "Ha. lagi ngapain sayang? " "Lagi dientot sayang. ohh nikmatnya. " saya bertanya lagi, "Emang Susan mau dientot ama Sandi? " Susan menyahut "Iya sayang Susan ketagihan nih mengentot sama kamu, abis kontol kamu mantap, nikmat, enak rasanya. " Sambil begitu saya benar-benar merasakan jepitan-jepitan halus dari dinding memek Susan.

Benar benar wanita yaang tercipta sempurna untuk bersenggama. Lubang memek nya mempunyai jepitan yaang kuat dgn variasi batang kemaluanku di dalam seperti dirayapi oleh jutaan semut, jadi seperti terkena setrum kecil, tapi hangat dgn sebentar-bentar memek tersebut mencucup kembang kempis menyedot seluruh batang kemaluanku.

Setelah lebih 20 menit kita bersenggama dgn ucapan ucapan vulgar, Susan sudah hampir mendekati klimaksnya. "Ayo Sandi, saya udah mau keluar, entot terus saya iya teken biar kena klitorisku oh. benar begitu sayang. aduh, enak bener ngentot ama kamu. " Gila juga nih perempuan, kalo dalam keadaan birahi begini omongannya jadi vulgar seperi ini.

Akupun merasakan intensitas kedutan memek Susan makin tinggi, dan sepertinya akupun ingin melepaskan kenikmatan bersama Susan sayangku. "Oh, Susan. enak banget memek kamu ada empot ayamnya sayang, rasanya legit, rapet, peret, oh, saya mau klimak sayang, gimana nih didalam atau diluar, " kataku dalam keadaan yaang kejang kejang nikmat.

Lalu dijawab oleh Susan, "Didalem saja Sandi biar enak, saya juga mau ngerasain disemprot ama kontol kamu, dan mungkin besok lusa ada dapet haid, jadi aman, " desah Susan yaang juga menahan amukan dalam gelora birahi yaang siap meledak beberapa saat lagi.

Certia ngentot seks, Ngentot Cewek Sexy Dikantor, cerita hot bokep baru, cerita seks, Ngentot Cewek Sexy Dikantor, kisah dewasa porno
Ngentot Cewek Sexy Dikantor

Akhirnya saya merasakan batang kemaluanku diremas kuat sekali oleh otot memek nya, gerakan pinggul Susan terhenti, sambil pantatnya ditinggikan saya mengocok sedikit memberikan nuansa lain dalam memek nya, lagi Susan menggeram dan.

"Oh sayang saya klimaks, ouh. ahh. nggh ahh enak. enak hh. " saya pun tak tahan kontol ku diremas dan disedot oleh memek Susan, dgn satu dan dua kali sentakan kontol ku menyemportkan peju jauh langsung masuk kedalam rahim Susan, dan yaang semportan kedua tak kalah nikmatnya.

Gerakan kita seperti begitu kompak, ketika saya menyemprotkan peju , memek Susan menyedot kencang hingga kita berdua merasakan nikmat senggama yaang sangat indah. Puas saya selesai klimaks dan begitu juga Susan, ketika saya ingin melepas kontol ku, Susan mencegahnya.

"Biarin didalam dulu sampe ngecil dan keluar sendiri yah. " Akhirnya kita berbaring menyamping dgn keadaan kemaluan kita masing-masing masih menyatu, masih dapat saya rasakan kedutan dalam memek Susan tapi sudah melemah, dan batangku mulai berangsur-angsur mengecil dan akhirnya lepas dgn sendirinya dari memek Susan.

Waktu sudah menunjukan pukul 1 pagi, setelah kita selesai mandi berdua di dalam bathup, dan ketika saya mau kembali ke kamarku Susan menahannya, dan dia minta sekali lagi untuk bermain cinta.

Akupun melayaninya. Katanya mumpung ada waktu. Ronde kedua kita lakukan lebih hot lagi karena yaang kedua dilakukan tanpa takut-takut seperti yaang pertama, dan kita akhiri dgn klimaks bareng dgn sempurna.

Sepulangnya dari puncak, hubunganku dgn Susan makin hangat, tapi kita selalu menutupi di kantor dgn berpura pura bahwa antara kita tidak ada hubungan apa-apa hanya sebatas teman kerja. Padahal kalau ada waktu di kantorpun kita peting.

Saya berkerja di bagian komputer, Susan bagian Settlement. Kalau salah satu dari kita ingin dipeluk, maka kita memberikan kode untuk menuju ruang komputer yaang tidak ada orang, kemudian kita ketempat yaang paling pojok supaya aman dan berpelukan.

Biasanya kita berpelukan sambil mengusap usap apa yaang perlu diusap, biasanya saya meremas gemas pantatnya, dan meremas lembut payudara nya, sambil dibarengi dgn ciuman bibir dgn sedikit panas. Setelah kita puas, Susan biasanya keluar lebih dulu dari ruang komputer, dan tidak lama kemudian baru saya.

Rasa ingin bersenggama dgn Susan demikian besar, begitu juga Susan yaang ingin sekali bercinta dgn saya. Akhirnya saya mencari kost-kostan yaang dekat dgn kantor yaang fungsinya kalau istirahat makan siang kita dapat mencuri waktu berdua kekostan saya dan kita berdua saling melepas hasrat terpendam dan setelah selesai kita dapat dgn cepat kembali ke kantor, dan untuk makan siang kita membiasakan ngemil di kantor, jadi tidak begitu lapar.

Demikianlah cerita saya, yaang sekarang Susan sudah meninggalkan saya karena dia mendapat pekerjaan baru dan sudah menikah dgn pilihannya yaang tepat. saya masih ngekost tapi sudah tidak ada Susan yaang menemani.

Ngentot Cewek Sexy Dikantor
Ngentot Cewek Sexy Dikantor, cerita sex , Certia ngentot seks, Ngentot Cewek Sexy Dikantor, cerita hot bokep baru, cerita seks, Ngentot Cewek Sexy Dikantor, kisah dewasa porno, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Ngentot Cewek Sexy Dikantor


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/