Ngintip Peler Besar Anak Dan Adik Ipar

Ngintip Peler Besar Anak Dan Adik Ipar | saya adalah seorang ibu rumah tangga yang baik, cantik dan sexy. Umur saya 39 tahun. saya memiliki dua orang anak keduanya laki-laki. Anak saya terbesar Jiggy berumur 18 tahun. Suami saya bekerja di suatu instansi pemerintah dan kami hidup normal dan bahagia.

Saya sendiri seorang sarjana dari perguruan tinggi ternama di negara ini tetapi memilih tidak bekerja. saya taat beragama dan mengenakan jilbab hingga sekarang. Tetapi sejak kejadian-kejadian ini, saya merasa sebagai wanita berdosa yang tidak lagi mampu menghindari dosa bersetubuh dgn laki-laki yang bukan suami sendiri.

Membayangkan kejadian-kejadian tersebut saya selalu ingin menangis tetapi pada saat yang sama saya juga didera oleh nafsu birahi membara yang tidak mampu saya atasi. Kejadiannya adalah sebagai berikut. Saat itu sore hari sekitar jam tiga dan saya baru saja bangun tidur dan Sandy masih tertidur di sebelah saya.

Sedangkan suami saya masih bekerja di kantor nya. Dari dlm kamar saya dapat mendengar suara komputer yang dimainkan anak saya Jiggy di ruang tengah yang berbatasan langsung dgn kamar tidur saya.

Kami berlangganan internet (saya sering juga browsing di internet dan mahir menggunakan komputer) dan sedangkan Jiggy sering sekali menggunakan komputer, tetapi saya tidak tahu persis apa yang dimainkan. saya kira dia hanya main game saja.

Pintu kamar saya agak terbuka. saya bermaksud untuk keluar dari kamar, tetapi ketika saya menarik pintu, apa yang keliatan membuat saya tertegun dan mengurungkan niat tersebut. Apa yang keliatan dari balik pintu membuat hati saya betul-betul terguncang.

Walau agak kurang jelas, saya masih dapat ngeliat di layar komputer terlihat sosok wanita kulit putih telanjang tanpa busana dgn posisi terlentang dan kaki terbuka dgn kemaluan yang terlihat jelas.

Saya menjadi kesal karena Jiggy yang masih anak-anak ngeliat hal-hal yang sangat terlarang tersebut. Tetapi yang kemudian membuat saya shock adalah setelah saya menyadari bahwa Jiggy sedang mengurut-urut peler nya.

Dari dlm kamar saya dapat ngeliat resleting celana Jiggy terbuka dan celananya agak turun. Jiggy sedang duduk ngeliat layar sambil mengusap-usap peler nya yang terlihat berdiri tegang dan kaku.

Sejak dia disunat lima tahun yang lalu saya, hampir tidak pernah lagi ngeliat anak saya itu telanjang. Jiggy sudah dapat mengurus dirinya sendiri. Tinggi Jiggy sekitar 178 cm dan sudah hampir sama dgn tinggi saya yang sekitar 162 cm.

Samar-samar saya dapat ngeliat rambut kemaluannya yang terlihat nya masih sedikit. saya betul-betul tercengang ngeliat semua ini. Kemaluannya memang tidak berukuran besar tetapi ngeliat demikian kakunya batang anak ini membuat saya tanpa sadar berdebar.

Batang kemaluannya terlihat berwarna coklat kemerahan dgn urat-urat yang menonjol kebiruan. Samar-samar saya dapat mendengar napasnya yang terengah. Jiggy sama sekali tidak menyadari bahwa saya sudah bangun dan ngeliat kelakuannya dari balik pintu.

Kejadian Jiggy membelai-belai kemaluannya ini berlangsung terus selama lebih kurang empat-lima menit lamanya. Yang mengagetkan adalah reaksi kewanitaan badan saya, ternyata jantung saya terasa berdebar keras menyaksikan batang kemaluan yang demikian kaku dan berwarna semakin merah, terutama bagian kepalanya.

Pandangan saya beralih-alih dari kemaluan wanita telanjang di layar komputer ke batang anak saya sendiri yang terus diusap-usapnya. Gerakan tangannya semakin cepat dan mencengkeram bagian kemaluannya dgn muka yang terlihat tegang memandangi layar monitor.

Kepala batang yang mengeras itu terlihat diremas-remasnya. Astaga. , dari lubang di kemaluannya berleleran keluar cairan bening. Cairan kental bening tersebut diusap-usap oleh jari Jiggy dan dioles-oleskan ke seluruh kemaluannya.

Kini dia juga menekan-nekan dan meremas kantung pelir dan dimainkannya bolanya. Kemaluan itu kini terlihat basah dan berkilap. Napas Jiggy terdengar sangat keras tetapi tertahan-tahan. saya merasa napsu birahi saya muncul, badan saya mulai gemetar dan darah mengalir di dlm badan dgn deras.

Napas sayapun mulai tak teratur dan saya berusaha agar napas saya tak terdengar oleh Jiggy. Apa yang saya lihat selanjutnya membuat saya sangat tergetar. badan Jiggy terlihat mengejang dgn kakinya agak terangkat lurus kaku, sementara tangannya mencengkeram batang kemaluan itu sekuat-kuatnya.

"Eeegh, heeggh. " , Jiggy mengerang agak keras, dan ya ampun. , yang tidak saya sangka-sangka akhirnya terjadi juga. Dari lubang di kepala batang kemaluannya terpancar cairan putih kental.

Jiggy yang saya anggap anak kecil itu memuncratkan sperma. Cairan kental itu memuncrat beberapa kali. Sebagian jatuh ke perutnya tetapi ada juga yang ke lantai dan malah sampai ke keyboard komputer.

Tangan Jiggy mencengkeram penis yang memerah itu dan menariknya sekuatnya ke pangkal batang. Oh. , penis itu terlihat kaku, tegang, urat-urat menonjol keluar, mani muncrat keatas. melihat sperma muncrat seperti itu segera saja saya merasakan lonjakan birahi yang luar biasa di sekujur badan saya.

Memek saya terasa menjadi basah dan napas saya menjadi tersengal sengal saya berusaha mengendalikan diri dari rangsangan birahi sebisa-bisanya, ada semacam perasaan tidak enak dan bersalah yang tumbuh menyaksikan anak saya dan terutama atas reaksi badan saya seperti ini.

Jiggy masih terus mengurut-urut batang penis nya dan sperma yang tersisa terlihat mengalir sedikit-sedikit dari lubang kencing di kepala penis nya. Jiggy melumuri permukaan penis nya dgn sperma tadi dan terus menggosok-gosok penis nya.

Kini penis itu terlihat diselimuti oleh mani berwarna keputihan. Samar-samar saya dapat mencium bau mani yang bertumpahan karena jarak saya dgn Jiggy sebetulnya sangat dekat hanya dua meteran. Jiggy terlihat mulai tenang dan napasnya semakin teratur.

Penis yang berleleran sperma mulai mengendur. dia menghela napas panjang dan terlihat lega terpuaskan. penis itu sekarang terlihat terkulai kecil dan lemah berwarna kecoklatan, sangat berbeda dgn kejadian beberapa menit yang lalu.

Jiggy kemudian berdiri dan menuju ke kamar mandi. dia masuk ke kamar mandi dan menutup pintunya. Seolah-olah ada yang menuntun, saya berjingkat menuju komputer tanpa menimbulkan bunyi. saya memandang lekat ke layar komputer, mengagumi badan wanita muda bule yang telah mengundang nafsu anak saya.

Tanpa sadar saya menghela napas ngeliat kemaluannya. Rambut jembutnya berwarna kecoklatan terlihat tertata seperti pernah dicukur. Sesuatu yang tidak pernah saya lakukan pada rambut itil saya dan tak pernah terpikirkan untuk melakukannya.

Pandangan saya beralih ke tetesan-tetesan mani yang terlihat di dekat keyboard. saya mengusap mani tersebut dgn jari dan entah mengapa saya mencium dan menjilati jari tangan saya yang berleleran dgn mani.

Rasanya asin dan baunya terasa lekat, tetapi nafsu birahi saya terbangkit lagi. saya tidak ingin Jiggy curiga. Dari layar komputer saya ngeliat address internetnya dan saya catat saja di dlm hati.

Saya berjingkat masuk kamar dan membaringkan badan. Tak lama saya dengar Jiggy kembali ke komputernya dan saya kira dia sedang membersihkan sisa-sisa mani yang tadi dia muncratkan. Kemudian saya dengar dia bermain game.

Lima belas menit kemudian saya pura-pura baru saja terbangun dan keluar dari kamar. Sikap Jiggy terlihat agak canggung tetapi saya kira dia yakin bahwa kejadian tadi tidak saya ketahui.

Saya sendiri bersikap seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa. Sejak saat itu saya merasa ada perubahan luar biasa pada diri saya. Sebelumnya saya melakukan hubungan sex dgn suami hanyalah sebagai suatu hal yang rutin saja.

Kejadian Jiggy melakukan onani didepan computer membuat saya menemukan sesuatu yang baru dlm hal soal sex. Sesuatu yang menggairahkan, nafsu birahi yang menggelegak, tetapi sekaligus perasaan dosa, karena ini dibangkitkan oleh kejadian yang dilakukan anak saya sendiri.

Apa yang dilakukan anak saya membuat saya shock, tetapi yang juga mengerikan adalah justru anak saya sendiri membangkitkan nafsu birahi saya yang menyala-nyala. Jiggy yang selalu saya anggap anak masih kecil dan tidak mungkin berhubungan dgn hal hal yang berbau sex dan porno.

Selalu terbayang di mata saya wajah Jiggy dgn napas terengah engah dan muka tegang, kocokan tangannya, batang penis yang berwarna kemerahan sangat tegang dgn urat yang menonjol. peju yang memuncrat-muncrat dari lubang penis nya.

, penis itu adalah milik anak saya. Sejak kejadian itu saya sering terbayang peler Jiggy yang sedang memuncrat – muncratkan sperma nya. peler yang kaku itu tidak berukuran besar, menurut saya tidak terlalu panjang dan besar menurut usianya.

Tetapi yang tidak dapat saya lupakan adalah warnanya yang kemerahan dgn urat-urat hijau kebiruan yang menonjol. Saat itu peler itu begitu tegang berdiri hampir menyentuh perutnya. Jika mengingat dan membayangkan kejadian itu, birahi saya mendidih, terasa ada cairan merembes keluar dari lubang itil saya.

Hal lain yang memperparah keadaan adalah, sejak hari kejadian itu, saya mulai berkenalan dgn dunia baru yang tidak pernah saya datangi sebelumnya. saya sudah biasa browsing di Yahoo ataupun yang lain.

Tetapi sejak mengenal situs bokep aku mulai mengarungi dunia lain di internet. Sehari sesudah kejadian Jiggy onani, saya mulai membuka-buka situs bokep Tentu saja itu saya lakukan pada saat tidak ada orang di rumah.

Pembantu saya, setelah melakukan tugas didalam rumah, biasanya selalu mendekam dikamarnya. Jiggy belum pulang dari sekolahnya, sedangkan Suami saya masih di kantornya. saya hanya berdua dgn Sandy yang biasanya lebih senang bermain di kamar tidur.

Saat itulah saya mulai mencoba-coba http://cerita-dewasa- saya tidak menyangka ada suatu situs internet menyajikan cerita dan gambar pornografi yang seperti itu. saya membuka – buka gambar wanita-wanita telanjang yang terlihat tidak malu-malu memperagakan bagian kewanitaannya yang seharusnya ditutup rapat rapat.

Mereka terlihat nya menikmati apa yang mereka lakukan dgn mempertontonkan bagian tubuhnya yang terlarang. Pada hari itu saya mulai juga menemukan situs-situs lain yang lebih porno. Ada sekitar 3 jam saya berpindah-pindah dan mempelajari dunia sexual penuh nafsu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.

Laki-laki dan perempuan bersetubuh dgn berbagai macam cara yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya dan yang tidak pernah saya praktekkan sebelumnya dgn suami. Ada perempuan yang menghisap peler berukuran sangat besar (kelihatannya lebih besar dari peler suami saya) hingga peler itu memuntahkan sperma nya.

Astaga, perempuan itu membiarkan mani itu muncrat sampai membasahi wajahnya, berleleran, dan bahkan meminumnya tanpa ada rasa jijik. Sejak saat itu setiap hari saya menjelajahi internet. saya mempelajari semua bentuk sex yang ada di situs-situs itu.

Peler orang negro yang hitam legam dan panjang agak mengerikan bagi saya, tetapi juga membangkitkan birahi saya. Membayangkan peler hitam panjang itu menembus kemaluan wanita, panas dingin saya membayangkannya.

Yang betul-betul baru buat saya adalah anal-sex. saya meraba-raba dubur saya dan berpikir apakah tidak menyakitkan. Tetapi wanita-wanita dgn lubang dubur yang menganga dan tertembus peler itu terlihat nya keliatan nikmat nikmat saja.

Tetapi yang paling membangkitkan birahi saya adalah persetubuhan orang Jepang. Mungkin karena mereka sama-sama orang Asia, jadi terlihat lebih real dibandingkan dgn wanita kulit putih. Dan mungkin ada kesan surprise juga bagi saya, bahwa orang-orang Jepang yang terlihat sopan itu dapat begitu bernafsu di dlm sex.

Saya memang bukan orang keturunan Chinese, tetapi kulit saya cukup putih untuk ukuran orang Indonesia. Jadi saya ngeliat semacam ada kesamaan antara diri saya dgn wanita Jepang itu walau tentunya kulit saya tidak seputih mereka.

Cerita Sex Ngintip Peler Besar Anak Dan Adik Ipar

Yang agak surprise adalah rambut kemaluan wanita wanita Jepang yang cenderung hitam lebat, tidak dicukur seperti kebanyakan orang kulit putih. Wanita Jepang juga memiliki kulit kemaluan, bibir-bibir memek yang berwarna gelap kecoklatan, mirip seperti itil saya sendiri.

Saya juga mendapatkan suatu situs di mana wanita-wanita muda Jepang mengisap peler hingga muncrat dan sperma yang sangat banyak berleleran di mukanya yang berkulit putih. saya selalu panas dingin ngeliat itu, dan tanpa sadar saya membayangkan lagi peler kecil Jiggy yang tegang dan memuncratkan sperma nya.

Kehidupan sex internet yang paling memabukkan saya adalah cerita-cerita seks dan melebihi segala suguhan gambar sex yang ada. saya sangat terangsang membaca cerita-cerita menakjubkan itu. Tidak saya sangka bahwa kehidupan sex orang-orang Indonesia dapat seliar dan juga seindah itu.

Yang paling merangsang dan membuat saya agak histeris adalah cerita sex antara orang yang masih sedarah, seperti antara tante dgn keponakan, antara sepupu, saudara ipar, atau malah antara anak dan mertua.

Mungkin ini karena perasaan saya terhadap Jiggy anak saya. Di situs lain, saya pernah membaca cerita sexual antara anak dgn ibunya. saya sampai menangis membaca cerita itu, tetapi juga sekaligus merasakan birahi yang luar biasa.

Ini tidak berarti bahwa saya berniat menyetubuhi anak saya sendiri, saya takut atas dosanya. Namun tidak dapat saya pungkiri, bahwa saya terkadang membayangkan penis Jiggy yang sangat kaku itu masuk ke dlm memek saya.

Saya selalu mohon ampun di tiap doa dan sembahyang, tetapi pada saat sama saya juga tak berdaya. saya mulai membayangkan laki-laki dari keluarga dekat saya, ipar-ipar saya. saya kira kejadian berikutnya yang akan saya ceritakan adalah takdir yang tidak dapat saya hindarkan.

Saya begitu lemah dari godaan setan dan sangat menikmati apa yang saya perbuat. Kejadian itu adalah pada sore hari sekitar jam setengah empat, beberapa minggu setelah kejadian saya memergoki Jiggy beronani, kalau tidak salah dua atau tiga hari menjelang bulan puasa Ramadhan.

Saya baru saja selesai Ashar. Sebelumnya saya baru menutup internet, membaca cerita-cerita dgn saya merasa agak tenang. Pada saat itu akan selesai, saya mendengar ada ketukan pintu, ada tamu.

Apa boleh buat, si tamu harus menunggu saya selesai. Sesudah selesai saya intip dari dlm, ternyata dia adalah Senndy. dia adalah suami dari ipar (adik suami) saya. saya sangat dekat dgn Dian, istri Senndy.

Saya juga mempunyai hubungan baik dgn Senndy. dia berumur kira-kira 36 tahun, berwajah tampan dgn kulit putih dan kuakui lebih tampan dari suami saya. Perawakannya tidak tinggi, hanya sekitar 164 cm, hampir sama dgn tinggi saya.

Dia bekerja di instansi yang sama dgn suami saya melihat Senndy di luar saya jadi agak terburu-buru. Biasanya saya menemui orang yang bukan suami dan anak (atau wanita) selalu dgn mengenakan pakaian wanita rapi dan tertutup rapat.

Karena terburu-buru dan tanpa saya sadari, saya hanya mengenakan baju tidur berkain halus warna putih sebatas lutut berlengan pendek dgn kancing-kancing di depan. Untung saya masih sempat mengenakan secarik kain selendang warna hitam untuk menutup kepala, bukan jilbab, tetapi seperti selendang tradisional yang diselempangkan di kepala hanya untuk menutup rambut.

Leher saya terbuka dan telinga saya keliatan jelas. Apa boleh buat saya tidak dapat membiarkan Senndy menunggu saya didepan rumah terlalu lama. saya membuka pintu. Senndy tersenyum ngeliat saya walaupun saya tahu dia agak heran ngeliat saya tidak berpakaian seperti biasanya.

"Apa kabar kak Win", sapanya, "saya membawakan titipan pakaian dari Dian, untuk Sandy ". "Eh, ayo masuk Senndy, baru dari kantor ya ? " , dan saya persilakan dia masuk.

Saya lalu mengambil barang yang dibawa Senndy dan meletakkannya di meja makan. Meja makan terletak di ruang tengah tidak jauh dari meja komputer. Ruang tengah berhubungan langsung tanpa pembatas dgn ruang tamu di bagian depan dan dapur di bagian kiri.

Dapur dapat keliatan jelas dari ruang tamu. Sambil duduk di sofa ruang tamu, Senndy mengatakan "saya tadi ketemu kak Kamal di kantor katanya baru pulang jam enam nanti". Kamal adalah suami saya.

"Mana anak-anak, Win ? " , kata Senndy lagi. "Jiggy sedang main ke rumah teman dari siang tadi dan katanya mungkin baru pulang agak malam" kata saya. Tiba-tiba saya menyadari bahwa kami hanya berdua saja.

Terus terang, Senndy dan Dian adalah kerabat yang paling saya sukai karena perangai mereka berdua yang sopan dan terbuka. saya duduk di sofa di seberang agak ke samping dari kursi sofa yang diduduki Senndy.

Pada saat saya mulai duduk saya baru menyadari agak sulit untuk duduk dgn rapi dan tertutup dgn pakaian yang saya kenakan. Posisi alas duduk sofa cukup rendah sehingga pada saat duduk lutut terasa tinggi dibandingkan dgn pantat.

Jadi bagian bawah paha saya agak terangkat sedikit dan agak sulit tertutup sempurna dgn pakaian seperti yang saya kenakan dan pada saat duduk ujung pakaian tertarik sedikit ke atas lutut.

Senndy terlihat agak terkesiap ngeliat saya. Sekilas dia melirik ke lutut dan paha saya yang memang putih dan tidak pernah kena sinar matahari (saya selalu berpakaian muslim ke luar rumah).

Saya agak malu dan canggung (saya kira Senndy juga terlihat agak canggung). Tetapi kami sudah bukan remaja lagi dan dapat menguasai diri. "Apa kabar Dian, Senndy", tanya saya. "Dian beberapa hari ini kurang sehat, kira-kira sudah semingguan lah", kata Senndy.

"Bagaimana Jiggy, Win ? , apa enggak ada pelajaran yang tertinggal ? " , Senndy balik bertanya. "Yah, si Jiggy sudah mulai oke koq dgn pelajarannya. Mudah-mudahan saja sih prestasinya terus-terusan bagus", saya jawab.

Tiba-tiba Senndy bilang " Wah, kayak-kayaknya Jiggy semakin getol main komputernya yah Win, kan sudah hampir sma". Deg perasaan saya, semua pengalaman internet jadi terbayang kembali. Terutama terbayang pada Jiggy saat dia beronani di depan komputernya.

"Eh, kenapa kak Win, koq kaya seperti orang bingung sih ? " , Senndy ngeliat perubahan sikap saya. "Ah, tidak apa-apa kok. Tapi si Jiggy memang sering sekali main komputer. " kata saya.

Saya mendadak merasakan keberduaan yang mendalam di ruangan itu. saya merasa semakin canggung dan ada perasaan berdebar. Untuk menghindar dari perasaan itu saya menawarkan minum pada Senndy, "Wah lupa, kamu mau minum apa Senndy ? ".

"Kalau tidak merepotkan, saya minta kopi saja deh", kata Senndy. saya tahu, Senndy memang paling suka minum kopi. saya bangkit berdiri dari sofa. Tanpa saya sengaja, paha dan kaki saya sedikit terbuka pada saat saya bangun berdiri.

Walaupun sekilas, saya ngeliat pandangan mata Senndy melirik lagi ke paha saya, dan terlihat agak gugup. Apakah dia sempat ngeliat bagian dlm paha saya, pikir saya di dlm hati.

"Tunggu sebentar ya. " , kata saya ke Senndy. Sebelum membuat kopi untuk Senndy, saya ke kamar tidur dulu untuk menengok Sandy. Sambil menuju ke kamar saya melirik sebentar ke arah Senndy.

Senndy terlihat tertunduk tetapi terlihat dia mencuri pandang ke arah saya. saya tersadar bahwa penampilan pakaian saya yang tidak biasanya telah menarik perhatiannya. Terutama sekali mungkin karena posisi duduk saya tadi yang sedikit menyingkap bagian bawah pakaian saya.


Cerita seks Ngintip Peler Besar Anak Dan Adik Ipar
  • Saya yang terbiasa berpakaian muslim tertutup rapat, ternyata dgn pakaian seperti ini, yang sebenarnya masih terbilang sopan, telah mengganggu dan menggugah (sepertinya) perhatian Senndy. Menyadari ini saya merasa berdebar-debar kembali, dan badan saya terasa seperti dialiri perasaan hangat.
  • Anak saya Sandy masih tertidur nyenyak dgn damainya. Tanpa sengaja saya ngeliat cermin lemari pakaian dan menyaksikan penampilan saya di kaca yang membuat saya terkesiap. Ternyata pakaian yang saya kenakan tidak dapat menyembunyikan pola pakaian dlm (bra dan celana dlm) yang saya kenakan.
  • Celana dlm yang saya pakai terbuat dari bahan (agak tipis) berwarna putih sedangkan kutangnya berwarna hitam. Karena pakaian yang saya kenakan berwarna putih dan terbuat dari bahan yang agak halus maka celana dlm dan bh tadi terlihat terbayang dari luar.
  • Ya ampun. , saya tidak menyadari, dan tentunya Senndy dapat ngeliat dgn leluasa. saya menjadi merasa agak jengah. Tetapi entah mengapa ada perasaan lain yang muncul, saya merasa sexy dan ada perasaan puas bahwa Senndy memperhatikan penampilan saya yang sudah cukup umur ini.
  • Badan saya terlihat masih ramping dgn kulit yang putih. Kecuali bagian perut saya terlihat ada sedikit berlemak. Senndy yang saya anggap sopan dan ramah itu ternyata memperhatikan badan dan penampilan saya yang sebetulnya sudah tidak muda lagi.
  • Saya merasa nakal dan tiba-tiba perasaan birahi itu muncul sedikit demi sedikit. Bayang-bayang persetubuhan dan sex di internet melingkupi saya. Oh. , bagaimana ini. Aduh. , birahi ini, apa yang harus dilakukan.
  • Saya jadi tidak bisa berpikir lurus. saya berusaha menenangkan diri tetapi tidak berhasil. Akhirnya saya putuskan, saya akan melakukan sedikit permainan, dan kita lihat saja apa nanti yang akan terjadi.
  • Saya merasa jatuh ke dlm takdir. dgn dada berdebar, perasaan malu, perasaan nakal, dan tangan agak gemetar, saya membuka kancing baju saya yang paling bawah. Bagian bawah dari baju saya sekarang tersibak hingga 17 cm di atas lutut.
  • Mungkin bukan seberapa, tetapi bagi saya sudah lebih dari cukup untuk merasakan kenakalan birahi. Satu lagi kancing baju yang paling atas saya buka sehingga bagian atas yang mulai menggunduk dari susu saya mulai keliatan.
  • Payudara saya tidak besar, berukuran sedang-sedang saja. Sambil berdebar-debar saya keluar kamar menuju dapur. "Wah maaf ya Senndy, agak lama, sekarang saya buat dulu kopinya. " kata saya. saya dapat merasakan Senndy memandang saya dgn perhatian yang lebih walaupun tetap sangat sopan.
Dia tersenyum, tetapi lagi-lagi pandangannya menyambar bagian bawah badan saya. saya tahu bahwa untuk setiap langkah saya, pakaian bawah saya tersibak, sehingga dia dapat ngeliat bagian paha saya yang mulai sangat memutih, kira-kira 20 cm di atas lutut.

Saya merasa sangat sexy dan nakal, dibarengi dgn birahi. Saat itu saya tidak ingat lagi akan suami dan anak. Pikiran saya sudah mulai diselimuti oleh nafsu berahi. saya berpikir untuk menggoda Senndy.

Saya membuka lemari dapur dan membungkuk untuk mengambil tempat kopi dan gula. saya sengaja membungkukkan pinggang ke depan dgn menjaga kaki tetap lurus. Baju saya bagian belakang tertarik ke atas sekitar 20 cm di atas lipatan lutut dan celana dlm tercetak pada baju karena ketatnya.

Saya dapat merasakan Senndy memandangi badan saya terutama pantat dan paha saya. Kepuasan melanda saya yang dapat menarik perhatian Senndy. saya merasa Senndy selalu melirik-lirik saya ke dapur selama saya menyiapkan kopi.

Secangkir kopi yang masih panas saya bawa ke ruang tamu. Tepat di depan sofa ada meja pendek untuk meletakkan penganan kecil atau pun minuman. saya berjongkok persis di seberang Senndy untuk meletakkan kopi.

Saya berjongkok dgn satu lutut di lantai sehingga posisi kaki agak terbuka. Samar-samar saya mendengar Senndy mendesis. Sambil meletakkan kopi saya lirik dia, dan ternyata dia mencuri pandang ke arah paha-paha saya.

Saya yakin dia dapat ngeliat nyaris ke pangkal paha saya yang tertutup celana dlm putih. Sambil berjongkok seperti itu saya ajak dia ngobrol. "Ayo di minum kopinya Senndy, nanti keburu dingin", kata saya.

"Oh, ya, ya, terima kasih", kata Senndy sambil mengambil kopi yang memang masih panas, sambil kembali pandangannya menyambar ke arah bagian dlm paha saya. "Apa tidak berbahaya terlalu banyak minum kopi, nanti ginjalnya kena", tanya saya untuk mengisi pembicaraan.

"Memang sih, tetapi saya sudah kebiasaan", kata Senndy. Sekitar tiga menitan saya ngobrol dgn Senndy membicarakan masalah kopi, sambil tetap menjaga posisi saya. saya lihat Senndy mulai gelisah dan mukanya agak pucat.

Apakah dia terangsang, tanya saya dlm hati. saya kemudian bangkit dan duduk di sofa di tempat semula saya duduk. saya duduk dgn menyilangkan kaki dan menumpangkan paha yang satu ke atas paha yang lain.

Saya ngeliat lagi Senndy sekilas melirik ke bagian badan saya. "Hemmh. " , saya mendengar Senndy menghela napas. Bagian bawah baju saya tertarik jauh ke atas hingga setengah paha, dan saya yakin Senndy dapat ngeliat paha saya yang terangkat (di atas paha yang lain) hingga dekat ke pantat saya.

Kami terdiam beberapa saat. Secara perlahan saya merasakan nonok saya mulai berdenyut. Suasana ini membuat saya mulai terangsang. Pandangan saya tanpa terasa menyaksikan sesuatu yang mengguncang dada. saya ngeliat mulai ada tonjolan di celana Senndy di bagian dekat pangkal paha.

Dada saya berdebar-debar dan darah terasa mendesir. saya tidak sanggup mengalihkan pandangan saya dari paha Senndy. Astaga, tonjolan itu semakin nyata dan membesar hingga tercetaklah bentuk seperti batang pipa.

Oh. , ukuran tonjolan itu membuat saya mengejang. saya merasa malu tetapi juga dicengkeram perasaan birahi. Muka saya terasa memerah. saya yakin Senndy pasti menyaksikan saya memandangi tonjolan penis nya.

Untuk memecahkan suasana diam saya berusaha mencari omongan. Sebelumnya saya agak menyandar pada sofa dan menurunkan kaki saya dari kaki yang lain. Sekarang saya duduk biasa dgn paha sejajar agak terbuka.

Bagian bawah baju saya tertarik ke atas. "Ehehh", terdengar desah Senndy. Kini dia dapat melirik dan menyaksikan dgn leluasa kedua belah paha saya hingga bagian atas. Sebagai seorang ibu yang sudah beranak, paha saya cukup berisi dgn sedikit lemak dan berwarna putih.

Senndy seolah tidak dapat mengalihkan pandangannya dari paha saya. Oh. , saya lihat tonjolan di celananya terlihat berdenyut. saya merasakan nafsu yang menggejolak dan pumya keinginan untuk meremas tonjolan itu.

"Eh. Senndy, kenapa kamu? Kamu kok kayaknya pucat lho", astaga suara saya terdengar gemetar. "Ah. , kak Win. , enggak. apa-apa kok", suara Senndy terputus-putus, wajahnya agak tersipu, merah dan terlihat pucat.

"Itu kok ada tonjolan, memangnya kamu kenapa? " , kata saya sambil menggangukkan kepala ke tonjolan di celananya. Ahh, saya malu sekali waktu mengucapkan itu, tapi nafsu saya mengalahkan semua pikiran normal.

"Ehh. , euh. , oh yahh. , ini lho, penampilan kak win beda sekali dgn biasanya" kata Senndy jujur sambil terbata-bata. saya paksakan diri untuk mengatakan. "Apa Senndy tertarik. terangsang. ngeliat kak Win? ".

"Ahh, saya nggak bisa bohong, penampilan kak Win. eh. tidak biasanya. Kak Win mesti sudah bisa lihat kalau saya terangsang. Kita kan sudah bukan anak kecil lagi" kata Senndy.

Tiba-tiba saja Senndy berdiri dan duduk di sebelah saya. "Kak Win,. eh saya mohon mohon maaf, tapi saya tidak sanggup menahan perasaan. Kak Win jangan marah. " begitu saja meluncur kata-kata itu dari Senndy.

Dia mengucapkan dgn sangat perasaan dan sopan. saya terlongong-longong saja mendengar kata – katanya. "Ahh. Senndy. " , hanya itu kata yang terucap dari mulut saya. dgn beraninya Senndy mulai memegang tangan kanan saya dan mengusap-usapnya dgn lembut.

Diangkatnya tangan saya dan diciumi dgn lembut. Dan yang menggairahkan saya, jari-jari tangan saya dijilat dan dihisapnya. saya terbuai dan terangsang oleh perbuatannya. Tiba-tiba saja diletakkannya tangan saya tepat di atas penis nya yang menonjol.

Tangan saya terasa mengejang menyentuh benda yang keras dan liat tersebut. Terasa penis Senndy bergerak-gerak menggeliat akibat sentuhan dan remasan tangan saya. "Eehhmm. " Senndy mendesah. Tanpa terasa saya mulai meremas-remas tonjolan itu, dan penis batang Senndy terasa semakin bergerak-gerak.

"Oooh kak Win, ehm. ohhgg, nikmaat sekali. " , Senndy mengerang. "Eeeh. jangan terlalu keras kak meremasnya, ahh. diusap-usap saja, saya takut tidak kuat nahannya", bisik Senndy dgn suara gemetar.

Senndy mulai membelai kepala saya dgn kedua tangannya. "Kak Win lehernya putih sekali", katanya lagi. saya merasa senang mendengar ucapannya. Dibelainya rambut saya dgn lembut sambil menatap muka saya.

Saya bergetar memandang tatapannya dan tidak mampu melawan pandangannya. Senndy mulai menciumi pipi saya. Dikecupnya kedua mata saya mesra. Digesek-gesekkannya hidungnya ke hidung saya ke bibir saya berlama-lama bergantian.

Saat itu tidak hanya birahi yang melanda saya. tetapi juga perasaan sayang yang muncul. Ditempelkannya bibirnya ke bibir saya dan digesek-gesekkan. Rasa geli dan panas terasa menjalar merambat dari bibir saya ke seluruh badan dan bermuara ke daerah selangkangan.

Saya benar-benar terbuai. saya tidak lagi mengusap-usap penis nya dari balik celana, tetapi kedua lengan saya sudah melingkari lehernya tanpa sadar. Mata saya terpejam erat-erat menikmati cumbuannya. Tiba-tiba terasa lidahnya menerobos masuk mulut saya dan dijulurkannya menyentuh ujung lidah saya.

Dijilatinya lidah saya dgn lidahnya. "Eenghh. " Tanpa sadar saya menjulurkan lidah saya juga. Kini kami saling menjilat dan napas saya tersengal-sengal menikmati kelezatan rangsangan pada mulut saya. Air ludah saya yang mengalir dijilati oleh Senndy.

Seperti orang kehausan, dia menjilati lidah dan daerah bibir saya. "Aaauungghh. oh. " , saya mulai mengerang-erang. Napas Senndy juga terdengar memburu, "Heghh. hhnghh", dia mulai mendesah-desah. Muka kami sekarang berlepotan ludah, bau ludah tercium tetapi sangat saya nikmati.

Dikenyot-kenyotnya lidah saya kini sambil menjelajahkan lidahnya di rongga mulut saya. saya membuka mulut saya selebar-lebarnya untuk memudahkan Senndy. Sekali-kali dia menghirup cairan ludah saya. saya tidak menyangka, laki-laki yang sehari-hari terlihat sopan ini sangat menggila di dlm sex.

Dijilat-jilatnya juga leher saya. Sekali-kali leher saya digigit-gigit. Oh. , alangkah nikmatnya, saya sangat menikmati yang dia lakukan pada saya. Tiba-tiba Senndy menghentikan aktivitasnya, "Kak Win, pakaiannya saya buka yaahh".

Tanpa menunggu jawaban saya, dia mulai membuka kancing-kancing baju dari atas hingga ke bawah. Dilepaskannya baju saya. Sekarang saya tergolek bersandar di sofa hanya dgn bh dan celana dlm saja beralaskan baju yang sudah terlepas.

"Indah sekali badan kak Win. Putih sekali", katanya. Diusap-usapnya perut saya. "Ahh, kak Win sudah tua dan tidak langsing lagi kok Senndy", kata saya agak sedikit malu, karena perut saya sudah agak gemuk dan mulai membusung dgn adanya lemak-lemak.

Tetapi Senndy terlihat tidak perduli. Diciumnya lembut perut saya dan dijilatnya sedikit pusar saya. Rasa geli dan nikmat menjalar dari pusar dan kembali bermuara di daerah itil saya. Senndy mengalihkan perhatiannya ke susu saya.

Diusap-usapnya susu saya dari balik bh. Perasaan geli tetapi nyaman terasa pada susu saya. Tanpa diminta saya buka bh saya. Kini kedua susu saya terpampang tanpa penutup. Bayu memandangi kedua gundukan di dada saya dgn muka serius.

Susu saya tidaklah besar dan kini sudah agak menggantung dgn pentil berwarna coklat muda. Kemudian dia mulai membelai-belai kedua susu saya. Merinding nikmat terasa susu saya. Semakin lama belaiannya berubah menjadi pijitan-pijitan penuh nafsu.

Kenikmatan terasa menerjang kedua susu saya. saya mengerang-erang menahan rasa nikmat ini. Kini dijilatinya pentil susu yang sebelah kanan. Tidak puas dgn itu dikenyotnya pentil tadi dlm-dlm sambil meremas-remas susu.

Saya tidak dapat menahan nikmat dan tanpa terasa badan saya menggeliat-geliat liar. Cairan terasa merembes keluar memek saya dan membasahi celana dlm yang saya kenakan. Kini Senndy berpindah ke susu dan pentil saya yang sebelah kiri dan melakukan hal yang sama.

Dikenyutnya pentil saya sambil digigit-gigit, dan diremas-remasnya pula kedua susu saya. Perasaan nikmat membakar susu saya dan semakin lama rasa nikmat itu menjalar ke lubang memek saya. memek saya terasa basah kuyup oleh cairan yang keluar.

Saya mengerang-erang dan mengaduh-aduh menahan nikmat, "Oohh Senndy. ". Tangan Senndy sekarang menjalar ke bagian celana dlm saya. "Ah, kak Win celananya sudah basah sekali", kata Senndy. "Enghh, iya Senndy. , kak Win sudah sangat terangsang, oh, nikmat sekali", kata saya.

Tepat di bagian depan memek saya, jari-jarinya membelai-belai bibir memek melalui celana dlm. Rasa geli bercampur nimat yang luar biasa menerjang memek saya. saya tidak dapat menahan rasa nikmat ini, dan mengerang -erang.

Ngintip Peler Besar Anak Dan Adik Ipar, cerita seks incest, cerita istri selingkuh, Ngintip Peler Besar Anak Dan Adik Ipar, kisah bokep dewasa Ngintip Peler Besar Anak Dan Adik Ipar
Ngintip Peler Besar Anak Dan Adik Ipar

Kemudian Senndy menarik dan melepas celana saya. Kini saya tergeletak menyandar di sofa tanpa busana sama sekali. "Ohh, indah sekali", kata Senndy. Diusap-usapnya rambut jembut saya yang hitam lebat.

"Lebat sekali kak, sangat merangsang", kata Senndy. Dibukanya kedua belah paha saya, dan didorong hingga lutut saya menempel di perut dan dada. Bibir-bibir memek saya kini terbuka lebar dan dapat saya rasakan lubang memek saya terbuka.

Saya merasa ada cairan merembes keluar dari dlm lubang memek. saya sudah sangat terangsang. Tiba-tiba saja Senndy berlutut di lantai dan oh, diciumnya memek saya. "Ahh, jangan Senndy, malu. , di situ kan bau", kata saya kagok.

"Bau nikmat kak", kata Senndy tidak perduli. Dijilatinya memek saya. Perasaan nikmat menyerbu daerah selangkangan saya. saya tidak dapat berkata apa-apa lagi dan hanya menikmati yang dia lakukan. Dijilatinya kelentit saya, dan sekali-sekali dijulurkannya lidahnya masuk ke lubang memek yang sudah sangat basah itu.

Ujung lidah Senndy keluar masuk lubang kenikmatan saya, kemudian berpindah ke kelentit, terus berganti-ganti. Tangan Senndy meremas-remas susu saya dgn bernafsu. Slerp, slerp. , bunyi lidah dan mulutnya di memek saya.

Kenikmatan semakin memuncak di memek saya, dan terasa menembus masuk hingga ke perut dan otak saya. saya tidak mampu lagi menahannya. Kedua kaki saya mengejang-ngejang, saya menjepit kepala Senndy dgn tangan dan saya tarik sekuat-kuatnya ke memek saya.

Saya gosok-gosokkan mukanya ke memek saya. "Oooh, Senndy, kak Win keluar, oh. , nikmat sekali, ooh" saya menjerit dan mengerang tanpa saya tahan lagi. Rasa nikmat yang tajam seolah menusuk-nusuk memek dan menjalar ke seluruh badan.

Terpaan nikmat itu melanda, dan badan saya terasa mengejang beberapa saat. Sesudah kenikmatan itu lewat, badan saya terasa lemah tetapi lega dan ringan. Kaki saya terjuntai lemah. Senndy sudah berdiri.

Dia kini melepas seluruh bajunya. Celana panjang dipelorotkannya ke bawah dan dilepas bersama dgn celana dalamnya. Ooh, terlihat pemandangan yang luar biasa. Senndy ternyata memiliki penis yang besar, tidak sesuai dgn badannya yang sedang-sedang ukurannya.

Penis itu berwarna coklat kemerahan. Suami saya bertubuh lebih besar dari Senndy, tetapi penis Senndy ternyata luar biasa. Astaga, dia mengocok-kocok penis itu yang berdiri kaku dan keliatan mengkedut – kedut.

Kepala penis nya terlihat basah karena cairan dari lubang kencingnya. Tanpa saya sadari, tangan saya menjulur maju dan membelai penis itu. Oggh besarnya, dan alangkah kerasnya. saya remas kepalanya, ooh.

Keras sekali, saya peras-peras kepalanya. Senndy mengejang-ngejang dan keluar cairan bening menetes-netes dari lubang di kepala penis nya. "Ah, jangan kak Win, saya nggak tahan, nanti saya muncrat keluar", bisiknya sambil mengerang.

"saya mau keluarkan di dlm memek kak Win saja, boleh yah Kak ? " , kata Senndy lagi. "Ahh, iya, Senndy. , cepetan masukin ke memek kak Win, ayoohh", kata saya.

Penis yang keras itu saya tarik dan tempelkan persis di depan lubang memek saya yang basah kuyup oleh cairan memek dan ludah Senndy. Tidak sabar saya rangkul pantat Senndy, saya jepit pula dgn kedua kaki saya, dan saya paksa tekan pinggulnya.

Ah, lubang memek saya terasa terdesak oleh benda yang sangat besar, oh dinding-dinding memek saya terasa meregang. Kenikmatan mendera memek saya kembali. penis itu terus masuk menembus sedalam-dalamnya. Dasar lubang memek saya sudah tercapai, tetapi penis itu masih lebih panjang lagi.

Belum pernah saya merasakan sensasi kenikmatan seperti ini. saya hanya tergolek menikmati kebesaran penis itu. Senndy mulai meremas-remas susu saya dgn kedua tangannya. Tiba-tiba penis itu mengenjot memek saya keluar masuk dgn cepatnya.

Saya tidak mampu menahannya lagi, orgasme kembali melanda, sementara penis itu tetap keluar masuk dipompa dgn cepat dan bertenaga oleh Senndy. "Aduhh, Senndy, nikmat sekali. , saya nggak kuat lagi. ".

Saya merengek-rengek karena nikmatnya. "Hheeheh, sebentar lagi saya keluar kaak. " , kata Senndy. Kocokannya semakin menjadi-jadi. Tiba-tiba terasa tubuhnya menegang. "Ahuggh, saya keluar kak. " , erang Senndy tertahan-tahan.

Penis Senndy terbernam sedalam-dalamnya. Crut. cruutt. crutt, saya merasakan ada cairan hangat menyemprot jauh di dlm memek saya seolah tanpa henti. Senndy memeluk saya erat-erat sambil menyemprotkan cairan maninya didalam memek ku.

Mukanya terlihat menegang menahan kenikmatan. Ada sekitar satu menit dia meregang nikmat sambil memeluk saya.
istri alim tergoda nikmat selingkuh seks nonok istri dientot penis besar ngewe itil istri solehah, saya jadi istri nakal suka menggoda penis adik dan orang lain
Klik foto untuk memperbesar gambar
Sesudah itu Senndy menghela napas panjang. "saya tidak tahu apakah saya menyesal atau tidak,.

Tapi yang tadi sangat nikmat. Terima kasih kak Win". Diciuminya muka saya. saya tidak dapat berkata apa-apa. Air mata saya menetes keluar. saya sangat menyesali yang telah terjadi, tetapi saya juga menikmatinya sangat mendalam. Saat itu saya juga merasakan penyesalan Senndy. saya tahu dia sangat menyayangi Dian istrinya. Tetapi nasi sudah menjadi bubur. Sejak kejadian itu, kami hanya pernah mengulangi berzina satu kali. Itu kami lakukan kira-kira di minggu ketiga bulan puasa, pada malam hari. Yang kedua itu kami melakukannya juga dgn menggebu-gebu. Sejak itu kami tidak pernah melakukannya lagi hingga kini. Kami masih sering bertemu, dan berpandangan penuh arti. Tetapi kami tidak pernah sungguh-sungguh untuk mencari kesempatan melakukannya. Senndy sangat sibuk dan saya harus mengurusi Ilham yang masih kecil. saya masih terus didera nafsu sex setiap hari. saya masih terus bermain dgn internet dan menjelajahi dunia sex internet. saya terus berusaha menekan birahi, tetapi saya merasa tidak mampu. Mungkin suatu saat saya nanti saya akan melakukannya lagi dgn Senndy, dgn segala dosa yang menyertai.
Ngintip Peler Besar Anak Dan Adik Ipar
Ngintip Peler Besar Anak Dan Adik Ipar, cerita sex , Ngintip Peler Besar Anak Dan Adik Ipar, cerita seks incest, cerita istri selingkuh, Ngintip Peler Besar Anak Dan Adik Ipar, kisah bokep dewasa Ngintip Peler Besar Anak Dan Adik Ipar, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Ngintip Peler Besar Anak Dan Adik Ipar


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/