Ibu Kost Gatel Nonok Nya Sejak Menjanda

Ibu Kost Gatel Nonok Nya Sejak Menjanda | Pagi itu saya tengah sibuk membenahi kamarku. Sebuah kamar kontrakan yanng baru kutempati sejak sebulan lalu. Maklum, kamar berukuran 3×4 meter itu berdinding papan dan terletak di bagian belakang rumah bersebelahan denngan kamar mandi. Bu Sherni, ibu kostku itu adalah seorang janda berusia sekitar 38 tahun.

Sejak kematian suaminya tujuh tahun lalu, dia tinggal bersama putri tunggalnya Diyan. dia masih sekolah, kelas dua di sebuah smu di kota itu. Mereka hidup dari usaha warung makan sederhana yanng dikelola Bu Sherni dibantu Yu Narsih, seorang wanita tetangganya.

Yu Narsih hanya membantu di rumah itu sejak pagi hingga petang setelah warung makan ditutup. Pembawaan keseharian Bu Sherni terlihat sangat santun. dia selalu mengenakan busana terusan panjang terutama bila tampil di luar rumah atau sedang melayani pembeli di warungnya.

Hingga kendati berstatus janda denngan wajah lumayan cantik, tak ada laki-laki yanng berani iseng atau menggoda. "Ada memang laki-laki yanng meminta ibu untuk menjadi istrinya. Tetapi ibu hanya ingin membesarkan Diyan sampai dia berumah tangga. Apalagi sangat sulit mencari pengganti laki-laki seperti ayah Diyan almarhum, " katanya suatu ketika saya berkesempatan berbincang dengannya di suatu kesempatan.

Di tengah kesibukanku memperbaiki dinding kamar, tiba-tiba kudengar suara pintu kamar mandi dibuka. Lalu tak lama berselang kudengar suara pancaran air yanng menyemprot kencang dari kamar mandi. Padahal di sana tidak ada kran air yanng memungkinkan menimbulkan bunyi serupa.

Maka seiring denngan rasa ingin tahu yanng muncul tiba-tiba, saya segera mencari celah lubang di dinding yanng bersebelahan denngan kamar mandi untuk bisa mengintipnya. Ah, ternyata yanng ada di kamar mandi adalah Bu Sherni.

Wanita itu tengah kencing sambil berjongkok. Mungkin dia sangat kebelet kencing hingga begitu berjongkok semprotan air yanng keluar dari nonok nya menimbulkan suara berdesir yanng cukup kencang sampai ke telingaku.

Saya jadi tersenyum simpul ngeliat kenyataan itu. Tadinya saya tidak berniat melanjutkan untuk mengintip. Namun ketika sempat kulihat pantat besar Bu Sherni yanng membulat, naluriku sebagai laki-laki dewasa jadi terpikat.

Posisi jongkok Bu Sherni memang membelakangiku. Namun karena dia menarik tinggi-tinggi daster yanng dikenakannya, saya dapat ngeliat pantat dan pinggulnya. Ah, wanita berkulit kuning itu ternyata belum banyak kehilangan daya pikatnya sebagai wanita.

Sampai akhirnya saya memutuskan untuk terus mengintip, ngeliat adegan lanjutan yanng dilakukan ibu kostku di kamar mandi yanng ternyata membuat tubuhku panas dingin dibuatnya. Betapa tidak, setelah selesai kencing, Bu Sherni langsung mencopot dasternya untuk digantungkannya pada sebuah tempat gantungan yanng tersedia.

Keliatan dia telanjang bulat karena dibalik dasternya dia tidak mengenakan celana dlm maupun kutangnya. Jadilah saya bisa menikmati seluruh keindahan lekuk-liku tubuhnya. Bongkahan pantatnya terlihat sangat besar kendati bentuknya telah agak menggantung.

Sepasang toket nya yanng juga sudah agak menggantung, ukurannya juga tergolong besar denngan dihiasi sepasang pentilnya yanng mencuat dan berwarna kecoklatan. Namun yanng membuatku kian panas dingin adalah adegan lanjutan yanng dilakukannya setelah dia mulai mengguyur air dan menyabuni tubuhnya.

Sebab setelah hampir sekujur tubuhnya dibaluri busa sabun mandi, dia cukup lama memainkan kedua tangannya di kedua susu-susunya. Meremas-remas dan sesekali memilin puting-putingnya. Sepertinya dia tengah berusaha membangkitkan dan memuasi birahinya oleh dirinya sendiri.

Lalu, denngan satu tangan yanng masih menggerayang dan meremas di toket nya, satu tangannya yanng lain menelusur ke selangkangannya dan berhenti di nonok nya yanng membukit. nonok yanng hanya sedikit ditumbuhi bulu rambut itu, berkali-kali diusap-usapnya dan akhirnya salah satu jarinya menerobos ke celahnya.

Ah, dia juga mengeluar-masukkan jarinya ke lobang nonok nya. Bahkan seperti tidak puas denngan satu jari tengah tangannya, jari telunjuknya pun ikut dimasukannya. Hingga akhirnya kedua jarinya yanng digunakan untuk mencolok-colok nonok nya.

Saya yakin Bu Sherni melakukan semua itu sambil membayangkan bahwa yanng mencolok-colok lobang nonok nya adalah kontol seorang laki-laki. Terbukti dia melakukan sambil merem-melek dan mendesah. Membuktikan bahwa dia mendapatkan kenikmatan atas yanng tengah dilakukannya.

Disodori pertunjukkan panas yanng diperagakan ibu kostku, saya kian tak tahan. Kukeluarkan kontol saya yanng telah ikut mengeras dari celana setelah membuka risleting. Kuremas-remas sendiri kontol saya sambil membayangkan menyetubuhinya yanng tengah bermasturbrasi.

Akhirnya, ketika tubuhnya tampak mengejang, karena menahan birahi yanng tak terbendung dan seiring denngan datangnya puncak kenikmatan yanng didambakan, saya pun kian kencang meremas dan mengocok kontol saya sambil terus memelototi tingkah polahnya.

Dan tubuhku ikut mengejang dan melemas ketika dari ujung kontol saya memuntahkan mani yanng menyembur cukup banyak. Dia terlihat kaget dan mencoba mencari sesuatu di dinding kamar mandi yanng berbatasan denngan kamarku.

Mungkin dia sempat mendengar erangan lirih suaraku yanng tak sadar sempat kukeluarkan saat mendapatkan orgasme. Namun karena saya segera menjauh dari dinding, dia tak sempat memergokiku. Tetapi,. ah. entahlah.

Hanya sejak saat itu saya sering mencari kesempatan untuk mengintipnya saat dia mandi. Bahkan juga mengintip ke kamarnya saat dia tidur. Kamar Dia memang bersebelahan denngan kamarku. Rupanya, untuk memenuhi kebutuhan biologisnya, selama ini wanita itu mendapatkannya dari bermasturbrasi.

Hingga saya sering memergoki dia melakukannya di kamarnya. Dan seperti Dia, setiap saya mendapatkan kesempatan untuk ngeliat ketelanjangannya, selalu saya melanjutkan denngan mengocok sendiri kontol saya. Tentu saja sambil membayangkan menyetubuhi ibu kostku itu.

Sampai akhirnya, mengintip ibu kostku merupakan acara rutin di setiap kesempatan seiring denngan gairah birahiku yanng kian menggelegak. Sampai suatu malam, setelah sekitar enam bulan tinggal di rumahnya, saya bermaksud keluar kamar untuk menonton televisi di ruang tamu.

Maklum sejak sore saya terus berkutat denngan diktat dan buku-buku untuk tugas pembuatan paper salah satu mata kuliah. Namun yanng kutemukan di ruang tamu membuatku sangat terpana. Televisi 17 inchi yanng ada memang masih menyala dan tengah menyiarkan satu acara infotainment dan disetel denngan volume cukup keras.

Namun satu-satunya penonton yanng ada, yakni Dia, terlihat tertidur pulas. dia tidur denngan menyelonjorkan kaki di sofa, sementara daster yanng dikenakannya tersingkap cukup lebar hingga kedua kaki sampai ke pahanya nampak menyembul terbuka.

Biasanya saya akan membangunkan dan megingatkannya untuk tidur di kamarnya bila memergoki ibu kostku tertidur di ruang tamu. Tetapi itu tidak kulakukan, sayang kalau pemandangan yanng menggairahkan sampai terlewatkan.

Ketika saya mendekat, tubuh wanita itu menggeliat dan posisi kakinya kian terbuka hingga mengundangku untuk ngeliat nya lebih mendekat. Berjongkok di antara kedua kakinya. Kini bukan hanya paha mulusnya yanng dapat kunikmati.

Saya juga dapat ngeliat organ miliknya yanng paling rahasia karena dia tidak mengenakan celana dlm. Bibir luar nonok nya tampak coklat kehitaman dan nampak berkerut. Pertanda nonok nya sering diterobos alat kejantanan pria.

Sementara di celahnya, di bagian atas, terlihat kelentitnya yanng sebesar biji jagung tampak mencuat. melihat ketelanjangan tubuh ibu kostku sebenarnya telah cukup sering kulakukan saat mengintip. Namun ngeliat nya dari jarak yanng cukup dekat baru kali itu kulakukan.

Degup jantungku jadi terpacu, sementara kontol saya langsung menegang. saya nyaris mengulurkan tanganku untuk mengusap nonok nya untuk merasakan lembutnya bulu-bulu halus yanng tumbuh di sana atau merasakan hangatnya celah lubang kenikmatan itu.

Tetapi takut resiko yanng harus kutanggung bila dia terbangun dan tidak menyukai ulahku, saya urungkan niatku tersebut. Dan tak tahan terpanggang oleh gairah yanng memuncak, kuputuskan untuk kembali ke kamar.

Untuk beronani, meredakan ketegangan yanng meninggi. Di dlm kamar, kulepaskan seluruh pakaian yanng kukenakan. Lalu tiduran telanjang diatas ranjang setelah sebelumnya menarik kain selimut untuk menutupi tubuh. Seperti itulah biasanya saya beronani sambil membayangkan keindahan tubuh dan menyetubuhi ibu kostku.

Cerita Sex Ibu Kost Gatel Nonok Nya Sejak Menjanda

Hanya, baru saja saya mulai mengelus burungku yanng tegak berdiri tiba-tiba kudengar pintu kamarku yanng tak sempat terkunci dibuka dan seseorang tampak menerobos masuk ke dlm. "Hayo, lagi ngocok yah, " suara Dia mengagetkanku.

Ternyata yanng membuka pintu dan masuk kekamarku adalah ibu kostku. "Ti,. tidak, " jawabku dan secara reflek segera kutarik selimut untuk menutupi tubuhku. "Jangan bohong Tris. Ibu tahu kok kamu sering mengintip ibu saat mandi atau dikamar. Juga tadi kamu ngeliat i milik ibu saat tidur di sofa kan? " katanya lirih seperti berbisik.

Ditelanjangi sedemikian rupa saya jadi malu dan menjadi tegang. Takut kepada kemarahan Dia atas semua ulah yanng tidak pantas kulakukan. kontol saya yanng tadi tegak menantang kini mengkerut, seiring denngan kehadiran wanita itu di kamarku dan oleh pernyataanya yanng telah menelanjangiku.

Saya membungkam tak dapat bisa bicara. "Sebenarnya ibu nggak apa-apa kok, Tris. Malah, e. ibu bangga ada anak muda yanng mengagumi bentuk tubuh ibu yanng sudah tua begini. Kalau mau, sekarang kamu boleh ngeliat semuanya milik ibu dari dekat dan kamu boleh melakukan apa saja. Asal kamu bisa menjaga rahasia serapat-rapatnya, " ujarnya.

Saya masih belum tahu arah pembicaraan ibu kostku hingga hanya diam membisu. Tetapi, Dia telah melepas daster yanng dikenakannya. Dan denngan telanjang bulat, setelah sebelumnya mengunci pintu kamar, dia menghampiriku yanng masih terbaring di ranjang.

Duduk di tepi ranjang di sebelahku. Tak urung gairahku kembali terpacu kendati hanya menatapi ketelanjangan tubuh wanita yanng lebih pantas menjadi ibuku itu. "Ayo Tris, jangan cuma ngeliat i begitu. Tadi kamu sebenarnya ingin memegang punya saya kan? Ayo lakukan semua yanng ingin dilakukan padaku, " suaranya terdengar berat ketika mengucapkan itu.

Mungkin dia telah bernafsu dan ingin disentuh. melihat saya tidak bereaksi, saya kostku akhirnya mengambil insiatif. Tangannya menjulur, menarik selimut yanng menutupi tubuh telanjangku. Batang kontol saya yanng tegak mengacung diraihnya dan diremasnya denngan gemas.

Selanjutnya mengelus-elusnya perlahan hingga saya menjadi kelabakan oleh sentuhan-sentuhan lembut tangannya di selangkanganku. Dan sambil melakukan itu Dia mulai membaringkan tubuhnya di sisiku dlm posisi berhadapan denganku. Maka toket nya yanng berukuran besar dan seperti buah pepaya menggantung berada tepat di dekat wajahku.

Saya tetap tidak bereaksi kendati buah dada nya seperti sengaja disorongkan ke wajahku. Namun ketika dia mulai mengocok kontol saya dan menimbulkan kenikmatan tak terkira, keberanianku mulai terbangkitkan. payudara nya mulai kujadikan sasaran sentuhan dan remasan tanganku.

Toket nya sudah tidak kencang memang, tetapi karena ukurannya yanng tergolong besar masih membuatku bernafsu untuk meremas-remasnya. Puas meremas-remas, saya mulai menjilati pentilnya secara bergantian dan dilanjutkan denngan mengulumnya denngan mulutku.

Rupanya tindakanku itu membuat gairah Dia menjadi naik. dia mulai mengerang dan kian mengaktifkan sentuhan-sentuhannya di di alat kelaminku. "Ya Tris, begitu. Ah,. ah enak. Uh,. uh. terus terus sedot saja. Ya,. ya. sshh. ssh. akh".

Denngan mulut masih mengenyoti susu Dia secara bergantian kiri dan kanan, tanganku mulai menyelusur ke bawah. Ke perutnya, lalu turun ke pusarnya dan akhirnya kutemukan busungan membukit di selangkangannya.

Nonok yanng hanya sedikit di tumbuhi rambut itu terasa hangat ketika saya mulai mengusapnya. Rupanya itu merupakan wilayah yanng sangat peka bagi seorang wanita. Maka ketika saya mulai mengusap dan meremas-remas gemas, Dia mulai menggelinjang.

Kakinya dibukanya lebar-lebar memberi keleluasaan padaku untuk melakukan segala yanng yanng kuiinginkan. Terlebih ketika jari telunjukku mulai menerobos ke celahnya. Lubang nonok nya ternyata tak cuma hangat. Tetapi telah basah oleh cairan yanng saya yakin bukan oleh air kencingnya.

Saya jadi makin bernafsu untuk mencolok-coloknya. Tidak hanya satu jari yanng masuk tetapi jari tengahkupun ikut bicara. Ikut menerobos masuk ke lubang kenikmatan saya kostku. Mengocok dan terus mengocoknya hingga lubang nonok nya kian becek akibat banyaknya cairan yanng keluar.

Dia juga menggelinjang-gelinjang sambil terus mendesah. "Ah,. ah. ah saya tidak kuat lagi Tris. Ayo sekarang kamu naik ke tubuh saya, " bisiknya akhirnya. Rupanya dia sudah tidak tahan akibat nonok nya terus diterobos oleh dua jariku.

Maka tubuhku ditarik dan menindihnya. Dasar belum punya pengalaman sedikitpun denngan wanita. Kendati telah menindihnya, kontol saya tak kunjung dapat menerobos lubang kenikmatan saya kostku. Untung Dia cukup telaten.

Dibimbingnya kontol saya dan diarahkannya tepat di lubang nonok nya. "Sudah, dorong masuk tetapi pelan-pelan. Soalnya saya sudah lama melakukan seperti ini, " bisiknya di telingaku. Blees! Sekali sentak amblas kontol saya masuk ke lubang kenikmatan saya kostku.

Saya memang tidak mengindahkan permintaannya yanng memintaku untuk memasukannya perlahan. Mungkin karena tidak berpengalaman dan sudah terlanjur naik ke ubun-ubun gairah yanng kurasakan. Hingga dia sempat nonok ik saat kontol saya menancap di lubang nonok nya.

"Au,. ah. ah. pe. pelan-pelan Tris, sh. ssh. ah. ah, " "Ma,. ma. maaf bu, " "Iya,. iya. Be,. besar sekali punya kamu ya Tris, " "Punyamu juga besar dan enak, " kataku sambil terus meremasi kedua buah dada nya.

Namun baru beberapa saat saya mulai memaju mundurkan kontol saya ke lubang nonok nya, desah nafasnya kian keras kudengar. Tubuhnya terus menggelinjang dan mulai menggoyang-goyangkan pantatnya. Akibatnya baru beberapa menit permainan berlangsung saya sudah tak tahan.


Cerita seks Ibu Kost Gatel Nonok Nya Sejak Menjanda
  • Betapa tidak, kontol saya yanng berada di liang nonok nya terasa dijepit oleh dinding-dinding nonok nya. Bahkan terasa seperti disedot dan diremas-remas. "Aduh,. ah. saya tidak tahan. Ah,. ah. ah. ah, " saya terkapar di atas tubuhnya setelah menyemprotkan cukup banyak peju di liang sanggamanya.
  • Indah dan melayang tinggi perasaanku saat segalanya terjadi. Dan cukup lama saya menindihnya yanng memelukku erat setelah pengalaman persetubuhan pertamaku itu. "Maaf bu cepat sekali punya saya keluar. Jadinya cuma ngotorin" "Tidak apa-apa Tris. Kamu baru kali ini ya melakukannya? Nanti juga bisa tahan lebih lama" katanya setelah saya terbaring di sisinya sambil menenangkan gemuruh di dadaku yanng mulai mereda.
  • Dan denngan lembut dia membersihkan peju yanng berleleran di kontol saya dan nonok nya denngan daster yanng tadi dikenakannya. "Sebentar saya bikin kopi dulu ya, biar kamu semangat lagi, " Dia keluar dari kamarku sambil membawa dasternya yanng telah kotor.
  • Rupanya dia menyempatkan ke kamar mandi, karena kudengar dia menyiram dan membasuh tubuhnya. Cukup lama dia melakukan itu di kamar mandi. Baru dia kembali ke kamarku denngan membawa segelas besar kopi panas kesukaanku yanng dibuatnya.
  • Dia mengenakan kain panjang yanng dililitkan sebatas dadanya. Namun satu-satunya pembungkus tubuhnya itu langsung dilepaskannya setelah menaruh gelas kopi dan mengunci kembali pintu kamarku. "Kopinya saya minum dulu ya bu, " "Oh ya, ya. Silahkan diminum nanti keburu dingin, " Menyeruput beberapa tegukan kopi panas buatannya membuatku kembali bergairah.
  • Saya menyempatkan diri mencuci kontol saya di kamar mandi. Kendati tadi sudah dibersihkan olehnya, tetapi rasanya kurang bersih dan agak kaku. Mungkin karena air mani yanng mengering. Ketika saya kembali ke kamar, Dia langsung menggenggam kontol saya yanng masih layu.
  • Mungkin dia sudah ingin gairahnya tertuntaskan dan bermaksud membangkitkan kejantananku denngan mengelus dan meremas-remasnya. Tetapi denngan halus kutepis tangannya. "saya telentang saja,. , " kataku. Dia naik atas ranjang dan saya segera menyusulnya.
  • Dia yanng telah tiduran denngan posisi mengangkang, kudekati bagian bawah tubuhnya tepat di antara kedua pahanya. Ah, liang sanggamanya sudah banyak kerutan terutama di bagian bibir nonok nya. Warnanya coklat kehitaman.
  • Bahkan ada bagian dagingnya yanng menggelambir keluar. dia mencoba menutupi nonok nya denngan tangannya. Mungkin dia malu bagian paling rahasia miliknya dipelototi begitu. Tetapi segera kusingkirkan tangannya. Dan ketika tanganku mulai melakukan sentuhan di sana, dia mandah saja.
  • Bahkan saat telunjuk jari tanganku mulai mencoloknya, dia mendesah. Tak puas hanya memasukkan satu jari, jari tengahku menyusul masuk mencoloknya. Dan saya mulai mengkorek-koreknya denngan mengeluar-masukkan kedua jariku itu.
Akibatnya dia menggelinjang dan mendesah. Kedua jariku semakin basah oleh cairan nonok nya. Baunya sangat khas, entah mirip bau apa, sulit kucarikan padanannya. Hanya yanng pasti, bau nonok nya tidak membuatku jijik.

Hidungku semakin kudekatkan untuk lebih membauinya. Tetapi ketika lidahku mulai kugunakan untuk menyapu bagian luar bibir nonok nya dia memberontak. "Hi, jangan Tris, ah,. ah. jorok ah. Kamu nggak jijik? Sh,. akh. sh,. sh, " dia mencoba menolakkan kepalaku menjauhkan mulutku dari nonok nya.

Saya tetap nekad, mulut dan lidahku tambah liar menggeremusi denngan gemas liang sanggamanya itu. Hingga dia kian menggelepar dan menggelinjang. Mulutnya mendesis seperti orang kepedasan. Mulut dan lidahku yanng meliar ke bagian dlm nonok nya menimbulkan sensasi tersendiri.

Berkali-kali dia mengangkat pantatnya dan membuat lidah dan mulutku semakin menekan dan menekan ke kedalamannya. Ludahku yanng bercampur denngan cairan nonok nya menjadikan nonok nya terasa sangat basah. Tetapi, ketika lidahku mulai melakukan sapuan ke lubang duburnya denngan cara mengangkat sedikit pantatnya, dia kembali berontak.

"Apa-apaan ini, hi,. jangan ah kotor. Uh. ah. sh. shh, " saya sering ngeliat film bf, saat wanita dijilati lubang anusnya, dia tambah menggelinjang dan merintih. Berarti lubang dubur sangat peka oleh sentuhan.

Dan memang terbukti, Dia tambah merintih dan mengerang. Hanya baru beberapa saat sapuan kulakukan, tubuhnya telah mengejang. Kedua pahanya menjepit kencang kepalaku disusul denngan mengejutnya dubur dan lubang nonok nya.

"Oh, saya sudah enak Tris. Kamu sih menjilat-jilat di situ. Kamu sudah sering ya melakukan denngan wanita, " "Tidak bu, " "Kok kamu tahu yanng seperti itu, " "Saya hanya ikut-ikutan adegan film bf" Ujarku.

" Bapaknya Titi (panggilan Diyan, anaknya) sih jangankan menjilat dubur. Menjilati nonok saya saja tidak pernah, " katanya. Kubiarkan dia sesaat meredakan nafasnya yanng memburu. Lalu saya mulai menindih tubuhnya ketika dia menyatakan siap untuk melakukan permainan berikutnya.

Kontol saya mulai naik-turun keluar-masuk dari liang sanggamanya. Bunyinya sangat khas dan membuatku tambah bergairah. Sementara tanganku tak henti-hentinya meremasi susu-susunya. Pentil susunya yanng besar dan mengeras kusedot-sedot denngan mulutku.

Itu membuatnya keenakan dan kembali mendesah. dia tak mau kalah. Pinggulnya mulai digoyang. Pantat besarnya dijadikan landasan untuk menggoyang. Jadilah benda bulat panjang milikku yanng berada di dalamnya mulai merasakan nikmat oleh gesekan dinding nonok nya.

Goyangan pinggul dan naik-turunnya tubuhku di bagian bawah sepertinya seirama. Terasa syuur, dan ah, nikmat. Tak lupa, sesekali bibirnya kucium. dia membalasnya lebih hangat. Lidahku disedotnya nikmat. Jadilah kami bak sepasang kekasih yanng tengah meluahkan gairah.

Saling berpacu dan saling memberi kenikmatan. saya tak peduli lagi bahwa yanng tengah kusetubuhi adalah ibu kostku. Wanita yanng jauh lebih tua usianya dan selama ini kuhormati karena penampilannya yanng selalu nampak santun.

Tak kusangka dia menyimpan bara yanng siap melelehkan. nonok Dia mulai berdenyut-denyut kembali. Mungkin dia akan kembali orgasme seperti yanng juga tengah kurasakan. Goyangan pinggulnya semakin kencang tetapi tidak teratur.

Maka sodokan kontol saya ke nonok nya semakin garang. Menghujam dan kian menghujam seolah hendak membelah bagian bawah tubuhnya. Puncaknya, ketika Dia mulai merintih dan kian mendesah, tanganku mulai menyelinap ke pinggulnya dan menyelusup ke pantatnya.

Di sana saya meremas dan mencari celah agar dapat menyentuh duburnya. Dan setelah terpegang, jari telunjukku mencolek-colek lubang anusnya. Akibatnya matanya seperti membelalak dan hanya menampakkan warna putihnya. Dirangsang di dua lubangnya sekaligus membuatnya seperti cacing kepanasan.

Maka ketika tubuhnya semakin mengejang, dan tubuhku dipeluknya erat. Jari telunjukku kupaksa masuk ke lubang duburnya. Sedang kontol saya kubenamkan sekuatnya di nonok nya. Jadilah pertahanan wanita itu ambrol, nonok nya kian berdenyut dan menjepit sementara erangannya semakin kencang dan bahkan nonok ik.

Sedang dari kontol saya, menyembur sebanyak-sebanyaknya air mani ke nonok nya. Karena banyaknya air mani yanng mengguyur, kurasakan ada yanng meleleh keluar dari mulut nonok nya yanng masih terterobos oleh kontol saya.

"Ah, saya puas sekali Tris. Baru kali ini saya merasakan yanng seperti ini, " katanya. Kami masih terkapar di ranjang. Ada rasa ngilu dan tulang-tulangku seperti dilolosi. Tetapi sangat nikmat.

Ada tiga ronde permainan yanng kulakukan malam itu. Dia mengaku sangat kecapaian ketika saya memintanya kembali. Menjelang subuh, dia pamit untuk kembali ke kamarnya. "Kalau kamu suka, saya siap melakukannya setiap waktu. Tetapi tolong jaga erat-erat rahasia kita ini, " ujarnya berpesan.

Saya mengangguk setuju. Bahkan sebelum keluar dari kamarku dia kuhadiahi ciuman panjang. Pantat besarnya kuremas-remas gemas dan nyaris punyaku bangkit kembali. "Sudah ah, besok malam bisa kita sambung lagi. Kamu Tris, besok harus kuliah kan, " katanya.

Bergegas dia menyelinap keluar dari kamarku. Takut denngan gairahnya yanng kembali terpancing. Perselingkuhanku dengannya terus berlangsung. Di setiap kesempatan, kalau tidak saya yanng mengajaknya, dia yanng mengambil insiatif. Bahkan di siang hari, kalau saya lagi ngebet, sengaja bolos dari kampus.

Mampir ke warungnya dan memberi kode, lalu dia akan pulang menyempatkan melayaniku di kamarku atau di kamarnya. dia memang tergolong wanita panas yanng terpicu hasrat seksualnya. Seperti siang itu, karena hanya ada satu mata kuliah, saya pulang agak siang dari kampus.

Saya langsung ke warung untuk makan siang dan bermaksud memberi kode pada ibu kostku. Tetapi dia tidak di sana. " Ibu baru saja pulang, mungkin untuk istirahat, " kata Yu Narsih, pembantunya yanng ada menunggu warung melayani pembeli.

Jarak antara warung denngan rumah memang dekat tak lebih dari 50 meter. Maka setelah menyantap makan siangku, saya langsung ngabur ke rumah. Dia tidak sedang tidur seperti yanng kusangka.

Dia sedang melipati pakaian yanng telah diambilnya dari jemuran duduk di ruang tengah. Maka dasar sudah horny, kudekati dia dan kupeluk dari belakang. "Kuliahnya bebas Tris, " katanya. "Cuma satu mata kuliah kok, " jawabku.

Dia berkeringat, mungkin karena kesibukannya melayani pembeli sejak pagi. Baunya khas, bau wanita dewasa. Tetapi tidak mengurangi gairahku untuk memesrainya. dia mulai menggelinjang ketika tanganku menyelusup ke balik dasternya dan mencari gundukan toket nya.

Cerita seks Ibu Kost Gatel Nonok Nya Sejak Menjanda, kisah bokep dewasa Ibu Kost Gatel Nonok Nya Sejak Menjanda, cerita sex hot porno
Ibu Kost Gatel Nonok Nya Sejak Menjanda

Kuremas-remas susunya dan kupilin putingnya. saya jadi gemas karena dia tak bereaksi. Tetapi melanjutkan pekerjaanya memberesi pakaian-pakaian yanng telah dicucinya. Maka sambil menciumi lehernya, tanganku terus merayap dan merayap sampai kutemukan nonok nya yanng masih tertutup cd.

Baru ketika hendak kutarik cd nya dia berontak. "Kamu pengin Tris? , " "Iya. Habis nonok nya enak sih, " kataku. Celana dalamnya berhasil kulepaskan tanpa membuka dasternya. Sebenarnya dia mengajakku untuk main di kamarnya.

Tetapi kutolak, saya ingin dia melayaniku di sofa. Apalagi Diyan tengah camping di sekolahnya sejak dua hari lalu. Jadi saya tidak perlu takut ketahuan anak gadisnya itu. Dan lagi saya cuma butuh pelepasan hajat secara singkat karena harus menyelesaikan makalah yanng harus jadi besok pagi.

Kalau main di kamar, pasti akan memakan waktu lama karena Dia pasti tak mau cuma kusetubuhi sebentar. Jadilah setelah sebentar menjilati nonok nya dan meremasi susunya, hanya denngan menyingkap dasternya saya mulai menyetubuhinya.

Denngan posisi duduk di sofa dia kangkangkan kakinya hingga memudahkanku memasukkan kontol ke nonok nya. Kugenjot pelan lalu mulai cepat, karena nafsuku memang sudah naik ke ubun-ubun. Namun pada saat saya memuncratkan air mani ke lubang nonok nya, samar-samar kulihat seseorang ngeliat i perbuatan kami.

Dia adalah Yu Narsih, pembantu saya. Kulihat dia mengintip dari balik gorden di pintu dekat kamar mandi. Rupanya dia masuk dari pintu belakang rumah yanng memang tidak terkunci. saya langsung berdiri dan melangkah ke arah dapur.

"Dasar anak muda, kalau lagi ada mau nggak sabaran, " katanya tersenyum ngeliat tingkahku. Dibersihkannya air mani yanng berleleran di sekitar nonok nya denngan daster yanng dikenakannya. dia tidak tahu bahwa sebenarnya saya tengah mencoba mengejar Yu Narsih yanng langsung menyelinap keluar setelah perbuatanku denngan ibu kostku.

Saya jadi panik, takut Yu Narsih akan menceritakan peristiwa yanng dilihatnya kepada para tetangga. Kuputuskan untuk tidak menceritakan padanya ihwal Yu Narsih. Biarlah akan kucoba meredamnya, pikirku. Selepas sore kutemui Yu Narsih di rumahnya.

Jarak rumah Yu Narsih hanya sekitar 500 meter. Terpencil di tepi sawah. saya memang sering main ke rumahnya dan kenal baik denngan suaminya, Kang Sarjo yanng berprofesi sebagai tukang becak.

Wanita berusia sekitar 35 tahun dan berkulit agak gelap itu, cukup kaget ketika saya datang. "Kang Sarjo mana Yu? " "Oh, baru saja berangkat narik. Ada perlu denngan dia? " Plong, lega rasa hatiku.

Saya memang ragu, takut permasalahan yanng ingin kusampaikan ke Yu Narsih di dengar suaminya. saya dipersilahkannya duduk di balai, satu-satunya perabotan yanng ada di ruang tamu rumah berdinding pagar itu.

Yu Narsih pun duduk disebelah saya. "Tidak. saya malah perlu sama Yu Narsih kok, " kataku. denngan pelan kusampaikan maksud kedatanganku. saya meminta Yu Narsih tidak menceritakan apa yanng dilihatnya siang tadi kepada orang-orang.

Kasihan ibu kostku akan jadi bahan gunjingan orang. Dan sejauh ini Dia tidak tahu kalau Yu Narsih sebenarnya telah memergoki perbuatan itu hingga saya memintanya pula untuk tidak menegur ibu kostku.

Dia cuma terdiam membisu sampai saya menyelesaikan semua yanng ingin kusampaikan. "Ah, saya ndak apa-apa kok Mas Tris. Saya malah yanng minta maaf, tadi nyelonong masuk, " ujarnya. "Tetapi saya tidak enak sama Yu Narsih. Yu Narsih jangan cerita sama siapa-siapa ya, " kataku lebih menegaskan.

Seperti menghiba saat saya menyampaikan itu. "Iya mas. Masak saya menjelek-jelekkan Mas Tris dan ibu sih, " Mendengar kesungguhan dan ketulusannya itu saya merasakan beban berat yanng tadi menindihku berkurang.

Akupun langsung pamit pulang. Sejak itu saya denngan tenang dapat memuasi ibu kostku. saya tinggal di rumah ibu kostku sampai lulus kuliah dan telah memperoleh pekerjaan. Bahkan, saat ini saya tengah dlm persiapan perkawinan denngan Diyan, putri tunggal ibu kostku, entah apa jadinya nanti,.

Apakah Dia akan tetap meminta layananku bila saya telah menjadi menantunya ?
Ibu Kost Gatel Nonok Nya Sejak Menjanda
Ibu Kost Gatel Nonok Nya Sejak Menjanda, cerita sex , Cerita seks Ibu Kost Gatel Nonok Nya Sejak Menjanda, kisah bokep dewasa Ibu Kost Gatel Nonok Nya Sejak Menjanda, cerita sex hot porno, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Ibu Kost Gatel Nonok Nya Sejak Menjanda


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/