Mama Nakal Dientot Nonok Dan Mulutnya

Mama Nakal Dientot Nonok Dan Mulutnya | Namaku Thomaz, umur 24 tahun. saya seorang lajang asal Semarang dan kuliah di Jakarta. saya akan menceritakan pengalamanku dngan mama. ketika saya pulang ke daerahku, untuk masa liburan kuliahku. saya tinggal dngan nenekku, sedangkan mama aku serta keluargaku tinggal di rumah yanng terpisah dngan nenekku.

Pagi itu saya ke rumah mama aku karena ditelepon olehnya. Kebetulan saat itu memang ulang tahunku. mama aku termasuk orang yanng cantik, walaupun umurnya sudah lebih dari 40 tapi dia pandai merawat tubuh dan wajahnya, sehingga msh keliatan sangat cantik samoai saat ini.

Saat sampai di rumah mama aku, dia langsung menyapaku dan memberi selamat ulang tahun kepadaku. Kemudian saya duduk di kursi ruang tamu. Kebetulan saat itu kakak dan ayahku sedang di Jakarta dan adikku kuliah di Bandung.

Kemudian mama aku menghampiriku dan duduk di dekatku. Lalu dngan wajah sedikit mengeluh dia meminta maaf bahwa pada saat ini tidak bisa memberikan hadiah ulang tahun kepadaku, karena krisis keuangan yanng ada di keluargaku.

"Thomaz, untuk ulang tahunmu hari ini mamah sepertinya tidak bisa memberikan kamu hadiah, karena saat ini kita sedang krisis keuangan" kata mama aku. Akupun mengangguk dan memahami perasaan mama aku.

" Tenang aja mah, bagi Thomaz ulang tahun sama seperti hari biasanya" Kulihat wajah mama aku msh ada rasa tidak enak kepadaku dan berkata, "tapi mamah tetap ga enak nih" "ga pa pa ko mah" jawabku.

Mama aku terus menunjukkan wajah yanng sedikit tidak enak padaku, dan entah ada pikiran apa yanng ada di kepalaku saat itu, saya memandang tubuh mama aku yanng semakin membuatku sedikit terangsang, kemudian muncul dalam pikiranku suatu ide.

"Begini aja mah, kalo mamah mau kasih hadiah sama Thomaz, gimana kalo selama satu hari ini mamah temenin Thomaz ya, mau kan" kataku sembari memelas ke mama aku. mama aku sempat berpikir sejenak, dan kemudian mengiyakan tanda setuju.

"Baik Thomaz, mamah setuju, asal kamu senang mamah ga keberatan ko" sahutnya. Akupun gembira dan tanpa basa basi berkata ke mama aku: "Benar mamah mau"? sahutku. "Benar Thomaz" jawabnya.

"Kalau begitu nanti mamah jangan protes dan ngeluh karena nemenin Thomaz seharian ya" sahutku. mama aku hanya mengiyakan kepalanya saja tanda setuju. "kalo begitu mamah duduknya sebelah Thomaz, jangan disitu" kemudian mama aku berpindah tempat duduk dan duduk di sampingku, kemudian kuberanikan tanganku untuk memegang pinggangnya, tapi mama aku diam saja.

Ngeliat reaksi mama aku, saya semakin berani dan mengelus-elus pingganggnya, sembari kepalaku di rebahkan di pundaknya. "Mah, Thomaz sayang baget sama mamah" kataku "Ii. h, anak mamah ko jadi manja gini sih", kamu udah mandi belum Thomaz? Tanya mama aku "belum mah".

" Mandi dulu gih sana" "boleh tapi temenin ya mah" sahutku. "Dasar manja, mandi sendiri aja" kata mama aku. "ayolah mah", kataku. Awalnya mama aku menolak, tapi karena saya merengek terus akhirnya mama aku mau juga.

"ya udah tutup pintu dulu sana, mamah sediain air mandinya dulu" sahutnya. Kemudian mama akupun bergegas ke kamar mandi sedang saya menutup pintu teras dan rumah, dan setelah itu saya menuju kamar mandi.

Saya ngeliat mama aku msh mengisi air untuk mandi, sembari membelakangiku, sehingga dia tidak sadar ketika saya masuk dan pintu kamar mandi kukunci. Kemudian saya mulai mendekatinya dan merangkulnya dari belakang, dan itu kontan membuat mama aku kaget.

"Ah. ! " Desahnya, " Thomaz kamu bikin kaget mamah aja deh, lekas mandi sana" "Mah, tolong bantu bukain celanaku saya" pintaku, kemudian sembari saya membuka bajuku mama aku membuka resleting celanaku dan melepaskannya.

Sehingga saya kinii hanya memakai cd saja. " Nah sekarang buka baju mamah, temani Thomaz mandi ya" sahutku, mama aku kaget mendengar permintaanku itu. Mungkin dia mengira hanya memandikanku saja dan tidak dalam artian mandi bersama.

"Mamah tadi udah mandi ko Thomaz tadi, masak mandi lagi" elaknya "Udahlah mah, katanya mamah janji bakal melayaniku seharian, gimana sih", sahutku dngan muka yanng sedikit kecewa. Kemudian karena merasa tidak enak mama langsung membuka bajunya, ngeliat itu akupun menahan tangannya untuk melepas bajunya.

"Biar Thomaz yanng buka baju mamah" kataku mama aku mempunyai pikiran yanng konservatif dan kolot, sehingga dia merasa sedikit risih ketika saya mulai membuka kancing bajunya satu per satu, kulihat mukanya sedikit merah menutupi rasa malunya, dan ketika kancingnya terlepas semua saya mulai melepas pakaiannya dan kugantungkan di gantungan baju.

Lalu keliatan lah toket yanng sangat montok dan diselimuti oleh bh yanng berwarna krem. ngeliat hal itu mama aku langsung menutupinya dngan kedua tangannya. "Sudah cukup Thomaz, begini saja" pinta mama aku, tapi saya menutup mulut mama aku dngan telunjukku.

"Kalau begini saja ga asik donk, itu namanya bukan mandi" kataku. Kemudian saya membalikkan badan mama aku sehingga mama aku membelakangiku sekarang, kutarik perlahan resleting celana rok mama aku, dan kuturunkan pelan-pelan.

Maka keliatan lah cd mama aku yanng berwarna merah muda, dan kulihat diantara selangkangannya menyembul bulu-bulu hitam halus yanng keluar sebagian dari cdnya, akupun terkesan ngeliat pemandangan itu. ngeliat hal itu mama aku semakin risih dan salah tingkah, "Thomaz sudah cukup begini aja, ah! kamu keterlaluan deh"! sahut ibuku.

Karena saya ngeliat mama aku yanng sedikit ketakutan dan tegang, maka saya mencoba untuk menenangkannya. "Ya udah deh, segitu aja dulu" kataku. Lalu saya menyalakan shower dan memegang tangan mama aku yanng msh menutupi bhnya.

"Sini mah kita mandi berdua" kemudian saya memeluk mama aku dari belakang. Ketika kuelus bagian perutnya mama aku semakin risih dngan gerakan tanganku itu. "Thomaz udah ah, biar mamah mandi sendiri aja" pintanya sembari kedua tangannya tetap melipat menutupi bhnya.

"e. ehh. ! mamahkan udah janji ama Thomaz ga bakal protes dan ngeluh" gimana sih mamah, ko ingkar janji kataku. Mendengar hal itu mama aku hanya bisa diam pasrah.

Kemudian tanganku mencoba untuk melepaskan lipatan tangan mama aku yanng msh menutupi bhnya. "Thomaz, tolong jangan begini, please. " lirihnya saya tidak memperdulikan ucapannya dan ketika lipatan tangannya terbuka, tanpa berpikir lagi saya meraih buah dada nya dngan kedua tanganku, kuremas-remas dan kuputar-putar buah dada nya ke kanan dan kiri.

"Ah. ! "Sudah hentikan Thomaz" sahut ibuku sembari menggerak-gerakkan badannya untuk menghindari gerakan tanganku. "Ok. ok. tenang donk mah, sini kita keluar dari shower, kemudian saya mengambil sabun cair dan mengusapnya ke bagian punggung mama aku.

"Maah, ko diam aja, sabunin Thomaz juga donk" pintaku lalu mama aku mengambil sabun cair dan mengusapnya ke bagian dadaku, sehingga kinii kami saling berhadapan dan saling mengusap, walaupun kulihat wajah mama aku semakin risih dan sedikit tegang, bahkan dari matanya keliatan linangan air matanya.

Ketika usapan tanganku sudah mencapai bagian dadanya, kucoba untuk menyusupkan tanganku di sekitar bagian samping tonjolan bhnya. "Akhh. Thomaz, tolong jangan begini" sahut ibuku sembari menahan laju tanganku yanng mencoba menerobos bagian samping bhnya.

"Ayolah mah, Thomaz janji, setelah melepas bh mamah, Thomaz ga bakal melepas apa-apa lagi, ini bagian yanng terakhir, gimana", yanng kumaksud adalah cd ibuku yanng msh terpasang rapih walau sudah basah terkena air shower.

Mendengar hal itu mama aku hanya bisa menangis dan melepas tangannya yanng mencoba menghalangi tanganku untuk merogoh bagian dalam bhnya, tanpa ragu lagi, kubalikkan badan mama aku sehingga membelakangiku, dan kuterobos kedua gundukan bhnya dngan tanganku menyusup dari bagian bawah bhnya kuraih putting susunya dan kuremas-remas.

"Argh. , sudah Thomaz jangan begini, tolong, mamah ga biasa"! pinta mama aku sembari sedikit menagis "Ahh. luar biasa banget mah, walaupun usia mamah udah 40 tahun lebih tapi susu mamah msh padet dan keras" kataku "Jangan begini Thomaz, Tolong, mamah mohon" kata mama aku sembari menangis.

Ngeliat hal itu saya mengeluarkan tanganku dari dalam bhnya, sementara tali bh mama aku sudah melorot kesamping akibat dari remasan tanganku tadi, sehingga ketika saya mengeluarkan tanganku dari dalam bh mama aku, secara otomatis kedua tonjolan bhnya langsung terurai ke bagian perutnya meninggalkan dadanya, karena kait bh bagian belakangnya belum kulepas.

Mama aku langsung menutupi dadanya dngan kedua tangannya, sedangkan tanganku terus mengusap dngan sabun ke bagian perut lalu ke bawah. Ketika tanganku sudah sampai bagian celana dalamnya kuusap bagian tengah celana dalamnya dan kuremas-remas dngan tangan kananku.

"Arkh. Thomaz tolong jangan begini, tolong jangan begini, mamah mohon" rintih mama aku kemudian saya menghentikan gerakan tanganku dan secara tiba-tiba tanganku langsung masuk menerobos bagian dalam cd mama aku, dan ketika tanganku sampai di belahan nonok nya, kurasakan banyak cairan-cairan yanng lengket di sekeliling mama aku, ternyata mama aku sudah terangsang.

Cerita Sex Mama Nakal Dientot Nonok Dan Mulutnya

"Ah. ahha. brengsek kamu Thomaz, kamukan udah janji ama mamah tadi" "tenang donk mah, Thomaz kan tadi janji ga bakal ngelepasin cd mamah, cd mamah msh kepasang ko" sahutku sembari terus mengocok bagian dalam nonok mama aku dngan tangan kananku.

Crkk. crk. crkk. cruk. bunyi kocokan tanganku di dalam cd mama aku mulai terdengar karena nonok mama aku sudah banyak mengeluarkan banyak air yanng lengket, yanng keluar dari nonok nya, sehingga banyak juga air dari nonok nya yanng menetes jatuh ke bawah sebagai akibat dari cd yanng dipakai oleh mama aku tidak dapat lagi menyerap limpahan air orgasme dari nonok mama aku yanng mengalir terus keluar bak air bah.

Busa sabun yanng ada di kedua tanganku saja sampai terbilas habis oleh sperma nonok mama aku "ah. uh. ahh. a. aah. ugh. hent ikan Thomaz", mamah mohon hent. ahh.

Ikan. ah. ukhh. sam bil kedua tangannya memegang tembok di depannya "Wah luar biasa banget mah, ternyata mamah ga kalah ama wanita umur 20an, bener-bener gila" sahutku. Karena pikiran mama aku yanng kolot dan konservatif, mama aku msh belum menyadari kalau dirinya sudah terangsang dan mau orgasme.

"ah. ah. ugh. ah. yahh. aduu.. h. akh. mamah udah ga tahan Thomaz, hentikann"! "Tunggu sebentar lagi mah, itu tandanya mamah mau keluar" sahutku sembari makin mempercepat kocokan tanganku di klitoris dan nonok mama aku, dan sperma mama aku yanng terakhir yanng menyembur paling dasyat dan keras.

Crot. crk. crtt. crtt. diikuti dngan terjatuhnya tubuh mama aku ke lantai, karena kakinya tidak bisa menopang tubuhnya lagi karena lemas, kemudian saya dngan sigap merangkul mama aku dari belakang agar tidak jatuh ke lantai.

Kulihat nafas ibuku sangat tersenggal-senggal dan tidak beraturan, air di sekujur tubuhnya lebih banyak ditutupi air keringat. Lalu perlahan-lahan kurebahkan tubuh mama aku ke lantai. Disana tubuh mama aku yanng putih mulus itu terkulai lemas dan mamah merintih sembari menangis.

Tak terasa sudah 45 menit saya berada di kamar mandi "bermain" dngan mama aku Lalu akupun duduk di lantai bak mandi merangkul mama aku dan mengusap air matanya serta membelai rambutnya.

"kamu anak brengsek Thomaz, mamah benci sama kamu"! sembari tangannya menepis tanganku yanng sedang membelainya, dan mencoba mendorongku, tapi saya kemudian memeluk mama aku. "Mah Thomaz sayang mamah, tolong jangan marah mah, Thomaz suka sama mamah" sembari kupeluk dngan erat mama aku.

Mama aku hanya menagis di dadaku sembari memukul-mukul dadaku. Kembali kubelai rambut mama aku, tapi kali ini mama aku tidak menepisnya, dan menyenderkan kepalanya di dadaku sembari tetap menangis! Lalu sembari membelai rambut mama aku, akupun mencium kening mama aku.

Sepertinya emosi mama aku sudah mulai mereda. "mah, sudah jangan menangis lagi, mamah jadi jelek kalau nangis! Sini Thomaz bersih kan air mata mamah" sahutku akupun mendekatkan wajahku ke wajah mama aku, lalu.

Srtt lidahku menjilat air mata mama aku yanng msh membekas di pipinya. mama aku ternyata diam saja ngeliat tindakanku itu. Lalu mama aku mulai menceritakan kepadaku mengapa dia kaget ketika saya mulai mengocok nonok nya tadi, ternyata kehidupan seknya selama ini dngan papahku hanya sebatas cium dan penetrasi yanng monoton saja tanpa adanya variasi lainnya.

Sehingga mama aku belum mengetahui apa itu oral sek ataupu istilah sex lainnya, karena kupikir mungkin pikiran mamah dan papahku mengenai sex sangat minim. Lalu mama aku ngeliat cairan nonok yanng tercecer di lantai dan mengusapnya dngan tangannya, dia memberi tahu padaku saat berhubungan dngan papahku cairan seperti ini hanya sedikit keluarnya.

"Mah, mungkin papah kurang variasi sehingga mamah kurang terangsang" "Kamu tahu Thomaz, kenapa mamah bisa banyak ngeluarin cairan ini"? tanya mama aku dngan emosi yanng sudah reda. "itu tandanya mamah udah terangsang dan mau orgasme, semakin banyak cairannya semakin mamah terangsang".

"tapi Thomaz kaget ternyata mamah bisa ngeluarin cairan sebanyak itu, luar biasa banget mah" sahutku "udah ah, kita mandi msh belum beres tau" kata mama aku sembari berdiri setelah sekian lama terkulai di lantai kemudian mama aku mulai mengusap punggung dan tubuhku dngan sabun dan akupun mulai kembali mengusap tubuh mama aku dngan sabun.

Ketika tanganku sampai di bagian cdnya. "Thomaz kamu lepas aja celana dalam mamah, sekalian tolong kamu bersihkan juga ya" kata ibuku saya kaget mendengarnya, pikiran mama aku tentang sex rupanya sudah mulai terbuka setelah tadi berbicara sebentar, tanpa basa-basi lagi kupelorotkan cd mama aku dan nampak banyak bulu yanng hitam lebat di bagian nonok mama aku, ternyata mama aku tidak pernah memotong bulu jembutnya.

Aku pun mulai mengelus nonok mama aku dngan tangan yanng penuh sabun. Mama ku pun terus mengelus tubuhku dan ketika sampai di cd yanng kupakai mama aku msh belum berani memegang penis ku, hanya mengelus di bagian depan cd yanng kupakai, aku pun maklum karena mama akupun belum begitu tahu banyak variasi sex.

"mah tangan mamah masukin aja ke dalam celana dalam saya" sahutku awalnya mama aku sedikit risih tapi ketika kutuntun tangan kanannya masuk ke dalam cdku ternyata dia menurut saja, "nah sekarang giliran mamah kocok Thomaz punya" kataku aku pun mulai mengajari mama aku bagaimana cara mengocok penis ku sesuai dngan film-film bf yanng sering kutonton "ah. " kali ini giliran saya yanng tak tahan dngan kocokan tangan mama aku, kemudian dia membuka cd saya dan berlutut serta mulai mengocok penis ku dngan penuh semangat "mah. ah. pelan-pelan mahh" sahutku mama aku hanya sedikit tersenyum ngeliat saya menahan rangsangan akibat kocokan tangan mama aku.

"Rasain luh, mamah bales sekarang" kata mamahk sembari tersenyum. Kemudian saya menahan tangan mama aku yanng mengocok. "Mah kocoknya jangan pake tangan mah, pake mulut mamah aja, mamah juga pasti menikmatinya loh" "ngaco kamu, jorok tau"! lagian gimana caranya ngocok pake mulut" jangan aneh-aneh ah kamu Thomaz" "karena itu, makanya Thomaz ajarin" sahutku, seperti biasa mulanya mama aku menolak dngan keras mengoralku, tapi dngan rengekanku dan mukaku yanng sedikit memelas, akhirnya mama aku mau juga "mamah ga tau caranya, ini gimana" katanya "tenang aja mah, pertama mamah cium pake bibir mamah kepala penis ku ini" sahutku kemudian mamah mulai mengikuti kata-kataku dan mulai mencium kepala penis saya.

" bagus mah, cium terus jilat pake lidah mamah sekarang" kataku kemudian mama aku mulai menjilat peler ku dan menciumnya. "Ok mah sekarang batangnya juga mah" sahutku Setelah beberapa saat saya melepaskan penis ku dari ciuman bibir mama aku.

"Mah sekarang mamah mulai oral ya, pejamkan mata mamah terus keluarin lidah mamah sekarang, mah" pintaku kemudian mama aku menjulurkan lidahnya keluar dan saya menaruh batang penis ku ke atas lidahnya.

"Ok sekarang mamah bawa masuk penis Thomaz pake lidah mamah ke mulut mamah" sahutku mama akupun hanya menuruti omonganku dan Hup. setengah batang penis ku sudah mulai masuk ke mulut mama aku.

"ok sekarang lemesin badan mamah dan mamah ikutin aja gerakan tangan Thomaz ya" kataku Lalu saya mulai menjambak rambut mama aku dan menekannya ke depan, sehingga penis ku hampir masuk seluruhnya ke mulut mama aku kemudia mengeluarkannya sebagian dan memasukkan lagi dalam-dalam ke mulut mama aku.


Cerita seks Mama Nakal Dientot Nonok Dan Mulutnya
  • "Ok mah sekarang, pake gerakan mamah sendiri, ga usah dituntun tanganku lagikan" sahutku dan seolah mulai mengerti mama aku mulai mengulum penis ku dngan gerakan kepalanya sendiri, dan akupun tidak lagi menjambak rambut mama aku karena dia sudah mengerti, dan mengubahnya menjadi membelainya.
  • Setelah sekian lama saya mulai ga tahan "Mah saya mau keluar mah" sahutku kemudian mama aku dngan sigap mengeluarkan penis ku dari mulutnya dan mengocok dngan tangannya, an crot.
  • Crot. crot sperma ku membasahi muka mama aku "Mmh, banyak banget Thomaz" kamu punya Thomaz, kemudian saya membersihkan wajah mama aku dan menyuruh mama aku duduk di pinggiran bak.
  • "kamu mau ngapain Thomaz" jawab mama aku "udah pokonya mamah turutin kata Thomaz aja deh" mama akupun menuruti kataku dan duduk di pinggiran bak. "sekarang buka selangkangan mamah donk" "jangan Thomaz, kamu mau ngapain sih emenagnya" "nanti juga mamah bakal tau" sahutku ketika selangkangannya terbuka lebar, maka.
  • Hup mulutku langsung mencium bagian tengah nonok mama aku "argh. gila kamu Thomaz, jangan lakukan itu, hentikan ah. ah. Thomaz, berhenti Thomaz, kurasakan di mulutku nonok mama aku sudah mulai berair lagi. mama aku berusaha dngan keras untuk menarik kepalaku dari lubang nonok nya, tapi saya semakin membenamkan kepalaku ke nonok nya, lama kelamaan , tarikan tangan mama aku di kepalaku menjadi elusan halus yanng mulai membenamkan kepalaku ke dalam nonok nya! Rupanya mama aku sudah mulai terangsang lagi "ah.
  • Sh. ah. akh. enak Thomaz. Terusin, akh mulutku terus menjilat menggigit, dan bahkan menghisap semua jeroan nonok mama aku "uah. yeah. terus. terus. terusin sayang. "ah. Ya. ya. yah.
  • Ah. mamah udah mau keluar lagi Thomaz", saya terus makin menghisap dan menjilati nonok mama aku "ah. akhirnya mama aku orgasme untuk kedua kalinya "gimana mah? Enakkan? " tanyaku mama aku hanya diam saja dan sedikit mengangguk.
  • Lalu setelah itu kamupun membersihkan badan kami masing-masing dan saling mengelap dngan handuk tubuh mamah dan saya, karena mama aku keliatan lelah banget, karena hampir satu setengah jam saya berada di kamar mandi.
  • Akupun kemudian menggendong tubuh mama aku keluar kamar mandi dan membaringkan di ranjangnya "mah, tau ga kado ulang tahunku tahun ini benar-benar sangat spesial yanng mamah kasih buat saya" mama aku hanya tersenyum saja.
  • Saya ngeliat jam menunjukkan pukul 12 siang, saya berpikir sayang sekali kalau 1 hari ini disia-siakan begitu saja, saya teringat seorang temanku yanng bernama Ronald, dimana dia mempunyai beberapa alat sex seperti vibrator dan sejenisnya, kulihat mama aku sudah mulai tertidur, mungkin karena kelelahan setelah bermain selama 1 setengah jam di kamar mandi.
Lalu timbul suatu ide gila yanng sedikit merasuki pikiranku. "Mah, mamah istirahat dulu ya, saya mau jeluar dulu sebentar, paling hanya setengah jam-an" kataku mama aku mencoba untuk bangun dngan tubuh yanng lemas dan msh dalam keadaan telanjang.

"Sini biar mamah antar kamu keluar" sahutnya "tidak perlu mah, saya hanya keluar sebentar ko" kataku "memangnya kamu mau kemana Thomaz" "cari angin di luar sebentar, mamah istirahat aja dulu disini ok, ga perlu temenin Thomaz ko" kataku sembari membelai kepala mama aku "Ya udah, kebetulan mamah juga sedikit cape nih, mau istirahat dulu sebentar" sahutnya akupun bergegas keluar mengenakan pakaianku dan menuju rumah temanku itu.

Agar dia tidak langsung curiga, saya sengaja bermain sebentar di rumahnya, mungking sekitar 1 jam, dan begitu saya lihat sudah cukup saya bermain dengannya sembari mengobrol, maka akupun langsung berbicara ke maksud tujuanku datang ke Ronald "Hai Nald, kamu msh mempunyai vibrator yanng kamu pakai untuk bermain dngan kekasihmu dulukan"? kataku ketika sudah sampai di rumah temanku "ada sih, memangnya ada cw yanng lo mau permaenin ya, gila juga luh, ga gua sangka lo ngomong kaya begini, memangnya cewe lo cakep ya Ton" kata Ronald "udah lah, sn gua pinjem dulu" "Ya udah lo tunggu di sini bentar ya" katanya "Oh ya nald, sekalian saya pinjam beberapa film bokep juga donk" kataku Ronald hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala mendengar ucapanku itu.

Tak lama kemudian Ronald muncul sembari membawa alat-alat yanng kuminta "nih Thomaz, lo pake aja yanng puas ok, katanya" "Oh ya, sekalian lo juga bawa ini nih" sahutnya sembari menyodorkan satu dus kondom.

Akupun pamit untuk pulang dan bergegas ke rumah mama aku. Setelah sampai di rumah mama aku, ternyata dia sudah ada di ruang tamu dan mengenakan pakaian model korea yanng dia sukai dimana modelnya selalu mempres badannya, sehingga tonjo;an dadanya semakin mencolok.

"darimana kamu Thomaz" tanya mama aku "Oh, saya tadi di jalan ketemu teman mah, jadi saya ngobrol sebentar" kataku kutaruh alat sex yanng kubawa dalam tas di bawah meja agar mama aku tidak terlalu curiga, kemudian saya pura-pura bergegas menghampiri mama aku.

"ah, pegal juga nih badanku" kataku "Sini biar mamah pijit kamu" kata mama aku lalu mama aku mulai memijiti punggungku. "Wah disini kayanya sempit ya mah, saya ga leluasa untuk terlentang nich" kataku.

Hal ini kukatakan agar mama aku memindahkannya ke area lain yanng lebih luas. "Ya udah, mamah pijitin kamunya di kamar mamah aja yah" kata mama aku "Wah boleh juga tuh" kataku.

Ini dia yanng kuingini kataku dalam hati kemudian kamipun berpindah ke kamar mama aku akhirnya mama saya memijiti punggungku di dalam kamarnya, selang 15 menit kulihat keringat sudah keluar di kening mama aku, mungkin karena cuaca hari itu memang sedikit panas, dan mama aku juga keliatan sedikit lelah.

Pada saat itu sembari dipijit saya mengobrol dngan mama aku. Dan lama-lama kuteruskan obrolanku yanng mengarah kepada sex "mah, mamah jarang melakukan hubungan intim dngan papah ya" kataku mama aku diam sejenak mendengar ucapanku itu "kamu ini, memangnya kalo jarang kenapa" kata mama aku "mamah memang udah 10 tahun ini tidak melakukan hubungan intin lagi, karena mamah merasa sudah tua, itukan buat anak yanng msh usia muda" kata mama aku Akhirnya saya menyadari mengapa mama aku tidak terlalu mengerti dngan variasi sex.

"Wah, kalo gitu mamah salah, buktinya tadi aja mamah luar biasa di kamar mandi" kataku "mamah benar-benar ga kalah sama anak muda yanng baru kawin" timpalku "mah, walaupun mamah udah berumur 40 tahun lebih, taoi gairah muda mamah msh bergejolak, sayang kalau dilewatkan" kataku lagi "sudah ah, kamu jangan menggoda mamah lagi" kata mama aku "mah, saya berkata benar ko, mamah msh punya gairah yanng luar biasa, sayang kalau dilewatkan" kataku sembari membalikkan badanku dan mengelus pipinya.

"sudah ah, kamu ini gombal terus" kata mama aku "saya ga gombal ko, mah, gini aja kasih saya waktu 5 menit dari sekarang, kalo mamah tidak terangsang oleh gerakan Thomaz, maka Thomaz percaya kalau gairah sex mamah sudah menurun, gimana? " Tawarku "ah gila kamu" kata mama aku "Kenapa mah, ko mamah jadi ga berani, apa mamah takut kalau kata-kata Thomaz itu bener? " mendengar kata-kataku itu mama aku menjadi panas dan sedikit emosi.

"Huh, memangnya siapa yanng takut, baiklah tapi inget Cuma 5 menit aja ya" kata mama aku "ok, Cuma 5 menit, kalau dam waktu 5 menit mamah ga terangsang, Thomaz janji ga bakal godain mamah lagi hari ini, tapi kalo dalam waktu 5 menit mamah terangsang, mamah mesti nerima permintaan Thomaz yanng lain ya" kataku.

Saat itu mama aku hanya diam saja. "nah karena mamah diam berarti Thomaz anggap setuju ya" kataku Lalu akupun bergegas mendekati wajah mama aku dan menciun pipinya, lalu kuteruskan ke bagian telinganya, kucium dan kujilat bagian telinga dalamnya, sembari tangan kananku mengelus pahanya, sehingga rok yanng dipakainya tersingkap, sedang tangan kiriku meremas buah dada kiri mama aku.

Ngeliat permainanku itu, mama aku yanng sejak tadi berusaha untuk menahan rangsangan tanpa sadar mengeluarkan sedikit desahan. "mmh. uh. ukhh. hha. h, Thomaz, sudah ah hentikan" sahut mama aku "tenang aja donk mah, inikan baru 1 menit lebih" kataku sembari terus kucium dan kujilati bagian pipi, telinga dan kuping, dan tanganku kinii sudah diam di bagian tengah nonok nya, sembari kuelus dan kuputar-putar tanganku di bagian tengah nonok nya.

Dan saat itu kurasakan adanya bagian celana dalam mama aku yanng mulai basah. "Akh. ugh. ahahh. udah Thomaz, please, mamah nyerah deh, msh banyak kerjaan nih" kata mama aku.

Kemudian mama aku bergegas berdiri dan merapikan pakaiannya yanng sedikit berantakan karena terkena remasan-remasan tangan nakalku, dan pergi untuk menyetrika pakaian-pakaian yanng belum digosok. sembari mama aku menyetrika kuhampiri mama aku.

"nah, sekarang berarti mamah mesti menuruti permintaan Thomaz yanng laennya ya, kan tadi mamah udah kalah" kataku. "memangnya kamu mau apa lagi Thomaz" sahut mama aku. "sekarang terbukti kan omongan Thomaz kalau gairah sex mamah ternyata msh meledak-ledak, sayang kalau dibiarkan begitu saja mah" sahutku.

"Ah, dasar nakal kamu" kata mama aku. "nah maksud Thomaz, Thomaz ingin penampilan mamah untuk hari ini aja, sesuai yanng Thomaz mau" sahutku. "maksudmu"? "Thomaz rasa Bh dan cd yanng mamah gunakan tidak cocok untuk mamah, seperti benar-benar orang yanng sudah tua, apalagi cd mamah seperti cd anak kecil" kataku.

"semakin lama, semakin ngaco kamu Thomaz" kata mama aku. "ayolah mah, untuk hari ini aja" pintaku. "jadi kamu mau apa" sahut mama aku. "nanti kita ke luar, n kita pilih bh dan cd yanng sesuai buat mamah" kataku.

"mau ya mah. " pintaku, dngan sedikit manja. "tterserah kamulah" kata mama aku setelah selesai menyetrika saya dan mama aku keluar menuju sebuah mal di daerahku, dan menghampiri bagian pakaian dalam untuk wanita.

"yanng mana yanng kamu suka Thomaz" kata ibuku kemudian saya ngeliat bh berwarba hitam dngan sedikit obrasan bunga di kedua tonjolannya, serta cd berwarna hitam yanng terbuat dari bagan parasut dngan dilapisi bagian busa yanng tipis di lengkungan untuk nonok perempuan, dngan model g-string.

"nah yanng ini aja, mah" kataku "kamu yakin, mamah cocok dngan yanng seperti ini" kata ibuku "pasti cocok, mah" kataku akhirnya ibukupun membeli bh dan cd yanng kutunjuk tadi, dan tidak lupa akupun mengambil stoking berwarna hitam yanng msh berada di tempat yanng sama.

"Itu buat apa Thomaz" tanya mama aku "nanti juga mamah tau" kataku setelah membayar, saya baru teringat kalau mama aku tidak mempunyai celana rok yanng pendek. "oh ya mah, sekalian kita beli celana rok buat mamah juga ya" kataku "buat ngapain lagi sih" sahut ibukyu dngan sedikit emosi "ayolah mah, pokonya Thomaz ingin hari ini mamah tampak cantik banget di hari ultah Thomaz ini" kataku mama aku pun hanya bisa pasrah menuruti permintaanku, dan singkat cerita saya telah membelikan celana rok yanng pendek untuk mama aku dan setelah itu kamipun pulang ke rumah.

"nah sekarang Thomaz mau mamah memakai semua yanng kita beli tadi, kataku, kecuali baju mamah, yanng lain mesti diganti" kataku. Model baju mama aku adalah model baju korea dimana bisa mempres badan ketika dipakai, dan bisa melar ketika ditarik oleh tangan, seperti terbuat dari karet, walupun itu sebenarnya dari kain, karena kulihat mama aku sangat sexy jika memakai pakain seperti itu.

Lalu mama akupun bergegas ke kamar untuk mengganti bagian dalamnya dngan yanng baru dibeli, sedang saya menunggu di luar. Ketika mama aku selesai dan keluar kamar dngan menggunakan rok yanng pendek disertai stoking panjang berwarna hitam akupun terpana ngeliat nya, apalagi bagian dadanya yanng kurasa sudah memakai bh yanng tadi dibeli, karena mama aku memakai baju korea dan mempres badannya, sehingga keliatan ada sedikit ukiran bunga yanng sedikit timbul dari bajunya yanng berasal dari bhnya.

"wuaw, mamah sexy banget n cantik banget" kataku sembari menghampiri mama aku. Kubimbing mama aku ke kursi tamu dan di situ tak habis-habisnya saya terpana ngeliat kecantikan dan ke sexyan mama aku sembari tanganku mengelus-elus pahanya 'Sudah ah Thomaz, mamah sedikit risih nih" sahut ibuku lalu kudekatkan wajahku ke wajah ibuku dan kucium pipinya, ibuku berusaha untuk mengelak ciuman itu, tapi karena tanganku memegang wajahnya mama akupun hanya bersikap pasrah, setelah itu ciumanku kuteruskan ke bibir ibuku yanng sedikit basah dan mungil, kucium dan kujilati semua bagian bibir mama aku, lalu sejenak saya melepaskan ciumanku pada ibuku.

"mah mulutnya jangan ditutup terus donk" pintaku "sudah ah Thomaz, hent. " belum sempat selesai bicara kembali kucium bibir mama aku, tangan kananku sudah mulai meremas-remas susu kanannya, kupaksa memasukkan lidahku ke dalam mulutnya, dan kujilat lidah mama aku serta semua ronnga-rogga mulutnya.

"Mmmh. " Hanya itu suara yanng keluar dari mama aku, lalu akupun kembali melepaskan ciumanku. "mah ada sesuatu yanng spesial buat mamah loh" "apa itu" kata mama aku "eit, mata mamah mesti ditutup dulu" kataku""Sudah ah, kamu ini dari tadi macam-macam" sahut ibuku "Ayolah mah" kataku seraya mulai menutup mata mama aku dngan kain dan mengikatnya.

Lalu akupun pergi mengambil vibrator yanng kupinjam dari temanku dan kembali menghampiri ibuku. "kesini mah ikut Thomaz" seraya mengambil tangan ibuku dan menuntunnya ke kamarnya. Setela itu kududukkan ibuku di ranjangnya dan kutaruh vibrator di pinggir ranjangnya.

Setelah itu saya kembali mencium bibir mama aku, sembari kurebahkan dia di ranjang, dan tangan kananku berusaha untuk membuka pahanya dan mengelus elus bagian tengah selangkangannya yanng msh ditutupi cd berwarna hitam, sedang tangan kiriku menyusup ke balik bajunya dan meremas-remas susu kanannya, setelah kurasakan mulai sedikit lembab, saya mengambil vibrator dan menyalakannya.

"Bunyi apa itu Thomaz" sahut mama aku sembari melepaskan ciuman bibirku "sudah lah, diam dan nikmati aja ya mah" sahutku akupun langsung menggesek-gesekkan vibrator itu ke bagian tengah celana dalam mama aku secara lembut dan pelan "Ah. uh. ukh. geli sekali. apa itu Thomaz" tanya mama aku saya hanya diam saja dan supaya mama aku tak terlalu berisik kembali kucium bibir mama aku untuk meredam suara mama aku agar jangan terlalu kencang, kutaruh vibrator di samping mama aku dan kulepas rok yanng dipakai oleh mama aku, lalu kueluskan kembali vibrator tadi ke bagian tengah nonok mama aku yanng msh memakai cd, dan ternyata cd mama aku sudah semakin basah oleh air dari nonok nya.

Mama Nakal Dientot Nonok Dan Mulutnya cerita seks, cerita incest sex, bacaan seks porno Mama Nakal Dientot Nonok Dan Mulutnya
Mama Nakal Dientot Nonok Dan Mulutnya

"Ummh. ukhh. h. emh hh. desah mama aku dngan mulut yanng msh kucium dngan bibirku. Kutarik lengan kiriku dari dada mama aku, lalu saya mulai membuka baju dan celanaku dngan tangan kiriku, sehingga saya hanya memakai cd saja. Lalu kulepas dan kulucuti pakaian mama aku, sehingga saat ini mama saya hanya mengenakan bh dan cd yanng dibalut dngan stoking berwarna hitam. Kutaruh vibrator yanng kupakai tadi, dan kuposisikan mama aku untuk duduk bersandar pada pinggiran ranjang, kubentangkan dngan lebar kedua kaki mama aku, dan"ah. ahah. " desah mama aku ketika saya mulai mencium bagian tengah nonok nya yanng msh tertutup cd.

Kujilat dan kuhisap celana dalam mama aku. mama saya hanya menggeliat-geliatkan tubuhnya sembari kedua tangannya bertumpu di belakangnya, dan mencengkram sprei kasurnya dngan kuat. "ah. ukh. mmh. geli. auh. g eli banget. Thomaz. mmh. nikmat. ah" desah mama aku.

Sembari tetap menghisap selangkangannya, kedua tanganku mulai meremas-remas kedua gundukan dada mama saya yanng msh tertutup bhnya, dan akupun membuka pengait bh yanng ada di bagian depan bh mama saya, sehingga kinii mama saya hanya mengenakan cd dan stocking hitam yanng msh menempel ketat di sepasang kakinya.

Lalu kulepas ciumanku dari selangkangan mama saya, dan kutarik cd mama saya yanng sudah basah akibat dari air liurku dan bercampur juga dngan air dari nonok mama saya. Sesaat saya terdiam ngeliat bulu-bulu hitam mama saya yanng begitu lebat yanng berada di sekitar selangkangannya.

Lalu kubuka kembali kedua kaki mama saya lebar-lebar dan kucium, kujilat dan kuhisap bagian dalam nonok mama saya. "akhh. uh. ge. l. ii. akhh. h. geli banget Thomaz. oh"rintih mama saya. Lalu kulepas isapan mulutku dari liang nonok mama saya, dan membuka bibir nonok mama saya lebar-lebar dngan kedua jempolku, kukeluarkan air liurku dan kumasukkan ke dalam lubang nonok mama saya, setelah lubang di dalam nonok mama saya penuh air liur, kembali kuhisap dan kujilat nonok mama saya. "aoh.

Akh. mh. ukhkh. geli. suda. h. hent. t ika"rintih mama saya sembari menggeliat-geliatkan badannya dngan sangat kuat. Kali ini kulepaskan mulutku dari nonok mama saya, dan saya mulai membuka cd yanng kupakai, akupun mulai menggesek-gesekkan penis ku yanng sudah tegang di bibir nonok mama saya, setelah sekian lama, akupun mulai memasukkan penis ku ke dalam nonok mama saya.

Kali ini penis ku sangat lancar masuk ke dalam nonok mama saya. Bles. bles. bless, kupompa terus mama saya dngan gerakan yanng semakin lama semakin cepat. "akh. ah. uh. ah. oh. mmh. " rintihan dan desahan mama saya semakin kuat, kedua tanganku mulai meremas-remas kedua buah dada nya, sembari mulai kucium bibirnya, dan mamakupun membalas ciumanku dngan tidak kalah ganasnya, lidah kami saling bertautan di dalam mulut mama saya.

Karena saya sudah mau keluar, kuhentikan penetrasiku di dalam nonok mama saya, sembari msh tetap berciuman, kulepaskan penis ku dari dalam nonok mama saya, dan akupun menggantinya dngan tangan kananku.

Mula-mula kumasukkan 1 jariku ke dalam nonok nya, karena ngeliat reaksi mama saya msh biasa-biasa saja akupun menambah memasukkan 2 jariku lagi ke dalam nonok nya, sehingga kinii tiga jari tengah kananku mulai mengocok bagian dalam nonok mama saya.

"akh. ah. ah. Thomaz. mmh. emhh. adu.. hh. Thomaz. Thomaz. mama udah ga kuat Thomaz. ahh. " Desah mama saya sembari menggeliat-geliatkan badannya menahan rasa nikmat yanng luar biasa, namun saya tak memperdulikan desahan mama saya.

"sabar ya ma, hari ini Thomaz mau bawa mama ke puncak kenikmatan yanng paling tinggi" sahutku, sembari terus mengocok nonok mama saya dngan cepat. "Thomaz. ahh. ah. auh. oh. Thomaz. udah. ud ah. ma. mama. mama uda. h. ga kuat lagi. aoh. akh. " mama saya mengerang dan mencapai orgasmenya.

Untuk sementara waktu, kubiarkan mama saya untuk mengambil nafas dan beristirahat sejenak. Setelah beberapa saat, akupun mulai kembali membuka selangkangan mama saya, dan mulai memasukkan penis ku yanng sudah tegang sejak tadi.

"Thomaz, sudah ah. Mama udah cape nich, Mama udah tua Thomaz, stamina mama juga sudah. akh, belum sempat mama saya selesai bicara saya sudah kembali menghujamkan penis ku ke liang nonok nya, kali ini kumasukkan dngan tempo yanng sedikit cepat, kuangkat kaki kiri mama saya, dan kutaruh di pundakku sembari terus kugenjot. "Akh.

Emh. emh. ah. oh. akh. uhh. ahh. mama. mama udah mulai ga kuat Thomaz, Thomaz. " desah mama saya "Sabar. sabar ya Ma, Thomaz. Thomaz juga udah mau ke luar ah.

Ah. ah. bentar lagi Ma" sahutku sembari makin kupercepat pompaanku di dalam nonok nya "Thomaz. Thomaz. Thomaz. udah. udah Son. akh" mama saya menjerit sekerasnya, dan disaat yanng bersamaan saya juga berteriak, dan mengeluarkan banyak peju ku di dalam nonok mama saya. Kulihat kali ini seluruh tubuh mama saya banjir oleh keringat, demikianpun dngan saya, dan akupun terkulai lemas di sebelah mama saya. Dan sejak saat itu, saat saya ada kesempatan berdua dngan mama saya (khususnya di siang hari), saya kembali melakukan hubungan sex dngan mama saya, dan mama saya selalu berusaha dngan baik untuk memenuhi kebutuhan seks ku itu.
Mama Nakal Dientot Nonok Dan Mulutnya
Mama Nakal Dientot Nonok Dan Mulutnya, cerita sex , Mama Nakal Dientot Nonok Dan Mulutnya cerita seks, cerita incest sex, bacaan seks porno Mama Nakal Dientot Nonok Dan Mulutnya, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Mama Nakal Dientot Nonok Dan Mulutnya


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/