Menantu Dientot Cobain Peler Papa Mertua

Menantu Dientot Cobain Peler Papa Mertua | Berdiri di depan pintu rumahku, Sarah mendekatkan kepalaku ke arahnya dan berbisik di telingaku, "papa boleh mendapatkanku jika ingin. " Dia memberiku sebuah kecupan ringan di pipi, dan berbalik lalu berjalan menyusul suami dan anaknya yaang sudah lebih dulu menuju ke mobil.

Jemmie menempatkan bayinya pada dudukan bayi itu, dan seperti biasanya, terlalu jauh untuk mendengar apa yaang dibisikkan istrinya terhadap papa nya. Sarah melenggang di jalan itu dgn riangnya seperti seorang gadis remaja yaang menggoda aja.

Jemmie ngga mengetahui ini jg, ini cuma untukku. Mungkin kamu mengira aku terlalu mengada-ada soal ini, tapi nyatanya apa yaang Sarah lakukan itu tidak cuma sekali aja. Dan sejak aku ngga terlalu terkejut lagii, aku jauh dari rasa bosan soal itu.

Aku merasa ada getaran pada peler ku, dan pikiran yaang wajar 'andaikan' berputar di benakku. Sarah adalah seorang wanita yaang mungil, tapi ukurannya itu ngga mampu menutupi daya tarik sex ualnya.

Sosoknya tampak tepat dallam ukurannya sendiri. Dia mempunyai rambut hitam pekat yaang dipotong sebahu, yaang dgn alasan tertentu dia biasanya mengikatnya dgn bandana. Dia memiliki energi dan keuletan yaang sepengetahuanku ngga dimiliki orang lain.

Cantiklah kalau ingin mendeskripsikannya. Dia selalu sibuk, selalu terburu-buru tapi selalu kelihatan manis. Dia masuk dallam kehidupan kami sejak dua tahun lalu, tapi dgn cepat sudah tampak sebagai anggota keluarga kami sekian lamanya.

Jemmie anakku bertemu dengannya saat dia masih di tahun pertamanya kuliah. Sarah baru aja lulus smu, mendaftar di kampus yaang sama dan ikut kegiatan penataran mahasiswa baru. Kebetulan Jemmie yaang bertugas sebagai pengawas dallam kelompoknya Sarah.

Seperti mereka bilang, cinta mereka adalah cinta pada pandangan pertama. Mereka menikah di usia yaang terbilang muda, Jemmie 23 tahun dan Sarah 19 tahun. Setahun kemudian bayi pertama mereka lahir.

Aku ingat waktu itu kebahagian terasa sangat menyelimuti keluarga kami. Suasana waktu itu makin mendekatkan kami semua. Sarah sangat jenaka, selalu tersenyum riang, dan jg menyukai bola. Dia sering menggoda Jemmie, mereka benar-benar pasangan serasi.

Dia selalu menyemangatinya. Jemmie memerlukan itu. Jemmie dan Sarah sering berkunjung kemari, membawa serta anak mereka. Mereka telah mengontrak rumah sendiri, meskipun ngga terlalu besar. Aku pikir mereka merasa aku membutuhkan seorang teman, karena aku seorang tua yaang akan merasa kesepian jika mereka ngga sering berkunjung.

Di samping itu, aku memang sendirian di rumah tuaku yaang besar, dan aku yakin mereka suka bila berada di sini, dibandingkan rumah kontrakannya yaang sempit. Ibu Jemmie telah meninggal karena kanker sebelum Sarah masuk dallam kehidupan kami.

Sebenarnya, tanpa mereka, aku benar-benar akan jadii orang tua yaang kesepian. Aku masih sangat merindukan isteriku, dan bila aku terlalu meratapi itu, aku pikir, kesepian itu akan memakanku. Tapi pekerjaanku di perkebunan dan kunjungan mereka, telah menyibukkanku.

Terlalu sibuk untuk sekedar patah hati, dan terlalu sibuk untuk mencari wanita dallam hidupku lagii. Aku ngga terlalu memusingkan kerinduanku pada sosok wanita. ngga terlalu. Bayi mereka lahir, dan menjadi penerus keturunan keluarga kami.

Kami sangat menyayanginya. Dan kehidupan terus berjalan, Jemmie melanjutkan pendidikannya untuk gelar mba, dan Sarah bekerja sebagai teller di sebuah bank swasta. Kunjungan mereka padaku ngga berubah sedikit pun, cuma bedanya sekarang mereka sering membawa beberapa bingkisan jg.

Tentu aja, di samping itu jg perlengkapan bayi, beberapa popok, mainan dan makanan bayi. Beberapa bulan lalu Sarah dan bayi mereka datang saat Jemmie masih di kelasnya. Dia duduk disana menggendong bayinya di lengannya.

Dia sedang berusaha untuk menidurkan bayinya. Aku ngga tahu bagaimana, tapi pemandangan itu entah bagaimana menggelitik kehidupan sex ualku. "jadii, papa, kapan papa akan segera menikah lagii? " dia bertanya dgn getaran pada suaranya.

"Aku ngga tahu. Aku kelihatannya belum terlalu membutuhkan kehadiran seorang wanita dallam hidupku. Lagipula, aku telah memiliki kalian yaang menemaniku. " "Aku tidak bicara tentang teman. Aku sedang bicara soal sex. " matanya mengedip ke arahku saat dia bicara.

"Apa? " "papa tahu, sex. " dia hampir aja tertawa sekarang. "Saat pria dan wanita telah telanjang dan memainkan bagiannya masing-masing? " "Ya, aku tahu sex , " aku membela diri.

"Lagipula kamu pikir darimana suamimu berasal? " "Yah, aku cuma khawatir papa sudah melupakannya. Maksudku, apa papa ngga merindukannya? " "Terima kasih atas perhatianmu, tapi aku sudah terlalu tua untuk hal seperti itu. " "Hei! Pria ngga pernah bosan dgn hal itu. Setidaknya begitulah dgn puteramu. " "Anakku jauh lebih muda dariku, dan dia mempunyai seorang istri yaang cantik. " "Terima kasih, tapi aku masih tetap menganggap papa membutuhkannya, " dia menekankan suaranya pada kata 'papa'.

"Terima kasih sudah ngobrol, " kataku, masih terdengar sengit. Ada sedikit jeda pada perbincangan itu, saat dia masih menekan kehidupan sex ualku. Aku pikir bukanlah urusannya untuk mencampuri hal itu meskipun kadang aku membayangkannya jg.

Dia pandang bayinya, yaang akhirnya tertidur, dan memberinya sebuah senyuman rahasia, sepertinya mereka berdua akan berbagi sebuah rahasia besar. Masih memandangnya, tapi dia berbicara padaku. "papa boleh memilikiku jika papa menginginkanku. " "Apa! ? " "Aku serius. " Sarah menatapku.

"papa boleh memilikiku. papa adalah seorang pria yaang tampan. papa membutuhkan sex. Di samping itu, aku bersedia, kan? " Aku pikir dia sedang bercanda. Tapi wanita yaang menggoda ini tidak sedang main-main.

Tapi tetap aja ngga mungkin aku melakukannya dgn isteri dari anakku. "Terima kasih atas tawarannya, tapi kupikir aku akan menolaknya. " suaraku terdengar penuh dgn keraguan saat mengucapkannya. Sarah mencibirkan bibir bawahnya, aku ngga bisa menduga apa yaang sedang dirasakannya.

Cerita Sex Menantu Dientot Cobain Peler Papa Mertua

Dia tetap tampak menawan, dan aku merasa Jemmie sangat beruntung. Dia bicara dgn pelan. "Lihatlah, Jemmie ngga akan tahu. Maksudku, aku ngga akan mengatakannya kalau papa jg begitu. Dan bukannya aku menawarkan diriku pada setiap lelaki yaang kutemui. Aku bukan wanita seperti itu dan aku bisa mengatur untuk sering berkunjung kemari. Dan aku tahu papa menganggapku cukup menggoda, kan, sebab aku sering ngeliat papa memandangi pantatku. " Aku ngga mungkin menyangkalnya.

Sarah mungkin ngga terlalu tinggi, tapi dia memiliki bongkahan pantat yaang indah di atas kedua kakinya. "Ya, pantatmu memang indah. Tapi itu bukan berarti kalau aku ingin berselingkuh dgn menantuku sendiri. " Dia berhenti sejenak, tapi Sarah ngga akan menyerah begitu aja.

"Yah, tapi jangan lupa, papa boleh mendapatkanku jika ingin. " Dan itulah awal dari semua ini. Seiring minggu yaang berlalu, entah di sengaja atau tidak, dia seakan selalu menggodaku, membuat puting susunya menyentuh dadaku saat dia menyerahkan bayinya padaku.

Atau dia masukkan jarinya di mulutnya saat Jemmie ngga ngeliat , dan menghisapnya dgn pandangan penuh kenikmatan padaku. Suatu waktu dia duduk di lantai dgn kaki menyilang dan sedang bermain dgn bayinya, dia memandangku tepat di mata, tersenyum, dan menyentuh pangkal pahanya di balik celana jeansnya.

Aku ngga akan melupakan itu. Dan dia entah bagaimana selalu menemukan cara untuk berduaan denganku walaupun sesaat, dan dia memberiku ciuman singkat yaang penuh gairah, tepat di bibir. Itu semua dilakukannya berulang-ulang.

"papa boleh mendapatkanku jika ingin, " dia berbisik di belakang Jemmie saat suaminya itu sedang memasukkan dvd pada player. "papa boleh mendapatkanku jika ingin, " dia berbisik saat mendekat untuk menyodorkan minuman padaku.

"papa boleh mendapatkanku jika ingin, " dan dia selalu kembali membisikkannya setiap kali dia berpamitan. Sekarang, aku bukanlah terbuat dari batu, dan aku ngga akan bilang tingkah lakunya itu tidak memberikan pengaruh terhadapku.

Sarah sangat manis dan mungil, dan melahirkan bayinya ngga membuatnya berubah seperti kebanyakan wanita. Dia tetap langsing, dan manis, dan dia menawarkan dirinya untuk kumiliki. Tapi aku ngga akan memulai tidur dgn menantuku sendiri, ngga peduli semudah apapun itu.

Setidaknya itulah yaang tetap kukatakan pada diriku sendiri. Beberapa minggu yaang lalu kami semua berkumpul di rumahku untuk ngeliat pertandingan bola. Aku mengambil beberapa kaleng minuman dan sedang berada di dapur untuk menyiapkan beberapa makanan ringan saat Sarah muncul dari balik pintu itu.

"Hai! " sapanya, membuka pintu dan masuk ke dapur. "papa sudah siap untuk pertandingan nanti? " "Hampir. Aku sedang membuat makanan untuk keluarga besar kita, dan aku punya beberapa wortel untuk cucuku. Aku pikir dia akan suka dan warnanya sama dgn kesebelasan yaang akan bertanding nanti, kan? " "Aku pikir dia ngga akan peduli. Di samping itu bukankah ada hal lebih baik yaang bisa papa kerjakan untukku? " Sarah tertawa.

"Jangan menggodaku. Aku seorang kakek dan aku akan lakukan apa yaang menurutku akan disukai oleh cucuku. " Aku memandangnya. Sarah berdiri di sana memakai bandana merah kesukaannya diatas rambutnya yaang sebahu.

Dia memakai kaos yaang sedikit ketat yaang ngga sampai ke pinggangnya, dan pusarnya mengedip padaku di balik kaosnya. Kancing jeansnya membuatnya kelihatan seperti anak-anak di era bunga tahun 60-an, dan dia memakai sandal dgn bagian bawah yaang tebal yaang mana menjadikannya lebih tinggi tiga inchi.

Kuku kakinya dicat merah senada dgn lipstiknya, dan itu menjadi mencolok dgn sangat menarik di balik denimnya. Dia selalu suka mengenakan perhiasan, dan dia memakainya pada leher, telinga, pergelangan tangan dan bahkan di jari kakinya.

Dia membuatku berandai-andai jika aja aku masih remaja, jadii aku dapat memacari gadis sepertinya. Mungkin suatu waktu nanti aku harus pergi ke kampus dan mencari gadis-gadis. Khayalanku terhenti saat menyadari kalau Jemmie dan bayinya ternyata tidak mengikutinya masuk.

"Mana anggota keluargamu yaang lainnya? " aku bertanya ingin tahu. "Mereka akan segera datang. Jemmie pergi ke toko perkakas untuk membeli peralatan mesin cuci yaang rusak. Dia ingin membawa serta anak kami. 'Perjalanan ke toko perkakas yaang pertama bersama papa', kurasa yaang dikatakannya padaku. " dia tersenyum.

"Apa papa mempermasalahkan saat pertama kalinya mengajak Jemmie ke toko perkakas? " "Aku ngga ingat, " aku berkata dgn garing. Sarah mendekat padaku, dan menaruh tangannya melingkari leherku. "Ini kesempatan papa. papa boleh mendapatkanku jika ingin. " Sarah memandangku tepat di mata dan mengangkat tubuhnya dan menciumku panjang dan keras.


Cerita seks Menantu Dientot Cobain Peler Papa Mertua
  • Aku ingin mendorongnya, tapi aku ngga tahu dimana aku harus menaruh tanganku. Aku ngga mau menyentuh pinggang telanjang itu, dan jika aku menaruh tanganku di dadanya aku pasti akan menyentuh puting susunya.

  • Saat aku terkejut dan bingung, aku temukan diriku menikmati ciumannya. Ini sudah terlalu lama, dan aku merasa telah lupa akan rasa lapar yaang mulai tumbuh dallam diriku. Akhirnya aku menghentikan ciuman itu, mundur dan melepaskan tangannya dari leherku.

  • "Kita ngga boleh melakukannya. " aku mencoba menyampaikannya dgn lembut, tapi aku takut itu kedengaran seperti rajukan. "Ya kita boleh. " Sarah kembali menaruh lengannya di leherku dan mendorong bibirku ke arahnya.

  • Ada gairah yaang lebih lagii di ciuman kali ini, dan akhirnya penerimaanku. Kali ini saat kami berhenti, ada sedikit kekurangan udara di antara kami berdua, dan aku makin merasa sedikit bimbang.

  • Sarah memandangku dgn binar di matanya dan sebuah senyuman di bibirnya. "papa menginginkanku. Aku bisa merasakannya. papa ngga mendapatkan wanita setahun belakangan ini, dan papa ngga mempunyai tempat untuk melampiaskannya. Dan aku menginginkan papa. jadii ambillah aku. " Pada sisi ini aku ngga mampu berkomentar.

  • Aku menginginkannya. Tapi aku ngga dapat meniduri menantuku, bisakah aku? Tapi aku menginginkan dia. Aku merasa pertahananku melemah, dan saat Sarah menciumku lagii, aku jadii sedikit terkejut saat menyadari diriku membalas ciumannya dgn rakus.

  • "Mm. Itu lebih baik, " katanya saat kami berhenti untuk mengambil nafas. Sarah menarik tangannya dari leherku dan mulai melepaskan kancing celanaku saat menciumku kembali. Lalu dia mundur jadii dia bisa ngeliat saat dia melepaskan kancing jeansku, menurunkan resletingnya, dan merogoh ke dallam untuk mengeluarkan barangku.
Aku terkejut saat ngeliat itu jadii terlihat lebih besar di genggaman tangannya yaang kecil. Itu sudah ngga disentuh wanita selama setahun, dan bereaksi dgn cepat, menjadi keras dan cairan precumnya keluar saat dia mengocoknya dgn lembut.

Sarah mundur dan duduk pada pantatnya. Saat kepalanya turun, dia menempatkan bibirnya di pangkal peler ku yaang basah. "Aku rasa aku menyukai bentuknya, " bisiknya. Lalu kemudian dia membuka mulutnya dan dgn perlahan memasukkan peler ku ke dallam mulutnya.

Ke dallam dan lebih dallam lagii peler ku masuk dallam mulutnya yaang lembut, hangat dan basah, dan aku merasa berada di dallam nonok yaang basah dan kenyal saat lidahnya menari di peler ku.

Akhirnya aku merasa telah berada sedalam yaang kumampu, bibirnya menyentuh rambut kemaluanku dan kepala peler ku berada entah di mana jauh di tenggorokannya. peler ku tanpa terasa mengejang, dan pinggangku bergerak berlawanan arah dengannya, dan bersiap untuk menyetubuhi wajahnya.

Tapi Sarah perlahan menjauhkan mulutnya dariku, menimbulkan suara seperti sedang mengemut permen. Saat dia bangkit untuk menciumku lagii, aku mengarahkan tanganku di antara pahanya. Aku gosok jeansnya dan dia menggeliat karenanya.

"Mm, itu nikmat, " katanya. "Tapi biar aku membuatnya jadii lebih mudah. " , lanjutnya. Sarah melepaskan kancing celananya dan menurunkan resletingnya, memperlihatkan celana dallam katunnya yaang bergambar beruang kecil.

Menantu Dientot Cobain Peler Papa Mertua kisah sex, cerita selingkuh, ngentot papa mertua, bokep seks Menantu Dientot Cobain Peler Papa Mertua

Diturunkannya celananya dan melepaskannya dari tubuhnya. tampak dibawah di area gelap dimana nonok nya bersembunyi, dan kemudian aku sentuh perutnya yaang kencang dan terus menurunkan celana dalamnya. Sarah mengerang dallam kenikmatan saat tanganku mencapai sasarannya dibalik celana dalamnya.

Nonok nya serasa selembut pantat bayi, dan aku sadar kalau dia pasti telah mencukurnya sebelum kemari. Terasa basah dan licin oleh cairan nonok nya dan membuatku kagum bahwa itu ngga menimbulkan bekas basah di luar jeansnya.

Saat tanganku menyelinap ke balik bibir nonok nya dan menyentuh klitorisnya yaang mengeras, dia memejamkan matanya dan menekan berlawanan arah dgn jariku. Sarah menaruh salah satu tangannya di leherku dan mendorong kami untuk ciuman intensif berikutnya saat tangannya yaang lain mengocok peler ku dan tanganku terus bergerak dallam nonok nya.

Saat kami berhenti untuk bernafas, Sarah mundur dan mengatakan sesuatu yaang mengejutkan. "Jemmie datang! " Aku segera melepasnya dan menuju jendela. Ya, mobil Jemmie tampak di jalan sedang menuju kemari.

Sarah pasti ngeliat nya melewati bahuku saat kami saling mencumbui leher. Tiba-tiba perasaan bersalah datang menerkam karena hampir aja ketahuan. Aku ngga percaya apa yaang hampir aja kami lakukan.

Dgn tergesa-gesa aku kenakan kemabali celanaku, tapi Sarah menghentikanku dan menangkap tanganku dan melanjutkan kocokannya. "Hei, tidak boleh. ngga semudah itu papa boleh mengakhirinya. Aku telah menunggu terlalu lama untuk ini. " "Tapi Jemmie hampir datang! Dia akan ngeliat kita! " Sarah mengeluarkan peler ku dan berjalan ke arah meja dapur.

"Ini perjanjiannya, " katanya. "Aku ngga akan mengadu pada Jemmie tentang apa yaang baru aja kita lakukan kalau papa dapat dapat mengeluarkan seluruh air mani papa yaang panas dallam nonok ku sebelum dia sampai kemari. " Sambil berkata begitu, dia menurunkan celananya hingga lutut dan membungkuk di meja itu.

"Dia segera datang! " hampir aja aku teriak. "Tidak. " Sarah membentangkan kakinya sejauh celananya memungkinkan dan dia memandangku lewat bahunya. "Dia harus menggendong bayi dan mengeluarkan semua barangnya. Biasanya dia memerlukan beberapa menit. Sekarang kemarilah dan setubuhi aku. " Sarah telah telanjang dari pinggang hingga kaki, dan dia memohon padaku agar segera memasukkan diriku dallam tubuhnya.

Aku menatap dua lubang yaang mengundang itu. Pantatnya begitu kencang dan aku ngga terusik saat ngeliat lubang anusnya yaang berkerut kemerahan, dan di bawahnya, bibir nonok nya yaang merah, tampak mengkilap basah.

Kakinya ngga sejenjang model, tapi lebih kecil dan terasa pas, dan aku membayangkan bercinta dengannya beberapa jam. Tanggannya bergerak ke belakang di antara pahanya dan menempatkan tangannya pada nonok nya.

Dgn dua jarinya dilebarkannya bibir nonok nya hingga terbuka, dan aku dapat ngeliat lubang merah mudanya mengundang peler ku agar segera masuk. "Ayo, " katanya. "Ambil aku. " Aku ngga tahu apa dia sedang bercanda saat mengatakannya.

Jemmie atau bukan, rangsangan ini lebih dari cukup untuk mereguk birahinya. Aku melangkah ke belakang menantuku dan menempatkan peler ku di nonok nya. Saat aku mendorong peler ku melewati nonok nya yaang sempit, aku dapat merasakan jari Sarah menahannya agar tetap terbuka, dan dia melenguh saat aku memegang pinggangnya dan memasukkan peler ku padanya.

Sarah telah sangat basah hingga aku dgn mudah melewati nonok mudanya yaang sempit. Aku mulai mengayunkan barangku di dalamnya, sebagian didorong oleh nafsu akan tubuh menggairahkannya dan sebagian oleh rasa takut jika Jemmie memergoki kami.

Sarah mengerang, dan aku dapat merasakan jarinya menggosok kelentit dan bibir nonok nya sendiri. Nafasnya mulai tersengal, dan setelah beberapa goyangan dariku, dia segera orgasme. Suara rengekan pelan keluar dari bibirnya saat dia mencengkeram pinggiran meja dgn kuat, dan letupan orgasmenya menggoncang kami berdua saat aku menghentaknya.

Itu cukup untuk menghantarku. Aku ngga berhubungan dgn wanita dallam setahun ini, dan aku belum pernah mendapatkan yaang sepanas Sarah. Aku menahan nafas dan mendorong seluruh kelaki-lakianku ke dallam dirinya.

Kami mematung, dan kemudian air mani ku menyemprot dgn hebat jauh di dalamnya. Serasa aku telah mengguyurnya dgn air mani yaang panas. Dia mengerang dallam nikmat, menggetarkan pantatnya di seputar peler ku saat aku mengosongkan persediaan benihku.

Dia melemah seiring dgn habisnya air mani ku, dan kami akhirnya berhenti bergerak, kecuali untuk mengambil nafas. Takut Jemmie akan datang sebelum kami sempat melepaskan diri, aku keluarkan diriku darinya dgn bunyi plop yaang basah, lalu mundur menjauh dan mengenakan celanaku.

Sarah masih tetap berbaring tertelungkup di atas meja merasakan kehangatan air mani , pantat telanjangnya masih tetap memanggilku. Aku lihat air mani ku dan cairannya mulai meleleh keluar dari nonok nya.

Aku palingkan muka dan ngeliat Jemmie hampir sampai di pintu belakang, bayi di tangan yaang satu dan belanjaan di tangan lainnya. Aku berbalik dan memohon pada Sarah. "Ayolah! " kataku.

"Kamu telah dapatkan keinginanmu. Dia hampir sampai kemari. " Sarah bangkit, tatapan matanya masih kelihatan linglung. Dia bergerak ke depanku, menjadikanku sebagai penghalang dari pandangan suaminya saat dia dgn tergesa-gesa memakai celananya.

"Apa kalian sudah siap untuk pertandingannya? " tanya Jemmie sambil membuka pintu. "Ya, " aku menjawab dari balik punggungku saat aku diam untuk menghalangi Sarah yaang menaikkan resletingnya. Setelah dia selesai, aku segera berbalik untuk menyambut Jemmie.

"Ini, " katanya, menyodorkan bayinya padaku dan meletakkan belanjaannya di atas meja dapur. "Urus ini, aku akan mengambil popok bayi. " Jemmie melangkah ke pintu yaang masih terbuka, dan aku menghampiri Sarah.

Dia masih tampak sedikit linglung. "Tadi hampir aja, " kataku. "Mari, biar aku yaang menggendongnya. " Aku berikan bayinya. Sarah memberiku pemandangan seraut wajah dari seorang wanita yaang puas sehabis bercinta, dan memberiku ciuman yaang basah.

"Masih ada satu hal lagii yaang harus kuketahui, " katanya. "Apa itu? " "Kalau aku ingin lagii, bisakah aku mendapatkannya besok? " Dan dia melenggang begitu aja tanpa menunggu jawabanku yaang cuma melongo bengong.

Dia yakin kalau aku akan bersedia.
Menantu Dientot Cobain Peler Papa Mertua
Menantu Dientot Cobain Peler Papa Mertua, cerita sex , Menantu Dientot Cobain Peler Papa Mertua kisah sex, cerita selingkuh, ngentot papa mertua, bokep seks Menantu Dientot Cobain Peler Papa Mertua, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Menantu Dientot Cobain Peler Papa Mertua


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/