Permainan Seks Janda Montok Memek Rapet

Permainan Seks Janda Montok Memek Rapet | Nama aku Vinnoy, usia aku 27 tahun. Sebelum aku ceritakan pengalaman aku dngn Mbak Yerni, perlu aku sampaikan juga bahwa (mungkin) aku mengidap suatu kelainan, yaitu aku lbh tertarik dngn wanita yaang usianya sebaya dngn aku ataupun lbh tua, meskipun aku nggak terlalu menolak dngn wanita yaang usianya dibawah aku.

Hampir semua (tapi nggak 100 persen), pacar-pacar aku ataupun teman-teman kencan aku biasanya memiliki usia sebaya ataupun lbh tua. Tetapi istri aku saat ini memang lbh muda dari aku 5 tahun.

Aku menyenangi wanita yaang lbh tua, karena aku merasa kalau bermain cinta dngn mereka, aku merasakan ada sensasi tersendiri. Terlebih kalau teman kencan aku seorang janda, aku akan semakin menikmati permainan-permainannya dngn baik.

Aku mempunyai seorang tetangga, sekaligus kawan bermain, tetapi usianya 3 tahun dibawah aku, sebut saja namanya Terjo (tentunya juga nama samaran). aku berkawan dan bersahabat dngn dia sudah sejak kecil.

Hubungan aku dngn Terjo sudah seperti kakak beradik. Kami saling bermain, aku ke rumahnya ataupun dia yaang ke rumahku. Makan dan terkadang tidur pun kami sering bersama. Terjo ini anak tertua dari 4 bersaudara.

Ayahnya meninggal dunia ketika dia berumur 15 tahun. Terjo ini mempunyai ibu, namanya Yerni. Meskipun Mbak Yerni ini ibu dari teman dekat aku, tetapi aku memanggilnya tetap dngn panggilan mbak, bukan tante (aku nggak tahu kenapa memanggilnya mbak, mungkin aku ikut-ikutan ibu aku).

Karena aku sudah terbiasa bergaul dngn keluarga Mbak Yerni, maka Mbak Yerni menganggap aku sudah seperti anaknya sendiri. Sehingga Mbak Yerni nggak merasa malu untuk bertingkah wajar di hadapanku, terutama sekali dia sudah terbiasa berpakaian minim, meskipun aku ada di depannya.

Apabila selesai mandi, dan keluar dari kamar mandi, Mbak Yerni tanpa malu-malu jalan di hadapan aku hanya dngn melilitkan handuk di tubuhnya. Sehingga dngn jelas sekali tampak kemolekan tubuhnya.

Warna kulitnya yaang kuning bersih, dngn bentuk pantat yaang bulat dan sintal, serta sepasang lengan yaang indah dngn bebasnya dapat dipandangi, meskipun aku pada saat itu masih sd ataupun smp, tetapi secara naluri, aku sudah ingin juga ngeliat kemolekan tubuh Mbak Yerni.

Hubungan dngn Terjo tetap baik, meskipun aku sudah pindah rumah (meskipun dalam satu kota) dan meskipun aku sudah kuliah ke lain kota, hubungan aku dngn keluarga Mbak Yerni juga tetap nggak berubah.

Kalau aku pulang ke rumah sebulan sekali, aku selalu sempatkan main ke rumah Terjo. Setelah kematian suaminya, Mbak Yerni selama kurang lbh 8 tahun tetap menjanda. Meskipun sebenarnya banyak laki-laki yaang tertarik padanya, karena Mbak Yerni ini orangnya cantik, sex i, kulitnya kuning, bicaranya ramah dan supel.

Penampilannya selalu nampak bersih (selalu bermake-up setiap saat). Tetapi semuanya ditolak, karena alasan Mbak Yerni pada saat itu katanya lbh berkonsentrasi untuk dia dalam mengasuh anak-anaknya. Tetapi setelah 8 tahun menjanda, akhirnya dia menikah dngn seorang duda tua yaang meskipun kaya raya tetapi sakit-sakitan (Mbak Yerni mau menikah dngn dia karena alasan ekonomi).

Tetapi perkawinan ini hanya bertahan kurang lbh 2 tahun, karena suaminya yaang baru ini akhirnya juga meninggal. Setelah aku Dewasa, rasa tertarik aku dngn Mbak Yerni semakin menggebu. Tubuh yaang sex i, pantat yaang padat, dan betis yaang kecil serta indah selalu menjadi sasaran mata aku.

Terkadang aku sering mencuri pandang dngn Mbak Yerni, pada saat ngobrol dngn Terjo dankebetulan Mbak Yerni lewat. Apalagi kalau sedang ngobrol dngn Terjo dan Mbak Yerni ikut, wah rasanya jadi senang sekali.

Bahkan sering aku sengaja main ke rumah Terjo, dimana pada saat Terjo nggak ada di rumah, sehingga aku dngn leluasa dapat ngobrol berdua dngn Mbak Yerni. Meskipun keinginan untuk bercinta dngn Mbak Yerni selalu menggebu, tetapi aku masih kesulitan untuk mencari cara memulainya.

Terkadang rasa ragu dan malu selalu menghantui, takut kalau nanti Mbak Yerni menolak untuk diajak bercinta. Tetapi kalau kemauan sudah kuat, segala cara akan ditempuh demi tercapainya keinginan. Hal ini terjadi secara kebetulan, ketika suatu sore MBak Yerni minta tolong aku untuk mengantarkan ngeliat komplek perumahan yaang baru di pinggiran kota, karena dia bermaksud membeli rumah kecil di komplek perumahan tersebut.

Kami berdua berangkat dngn memakai mobil aku. Karena lokasinya masih baru dan masih dalam tahap pembangunan, sehingga sesampainya di lokasi, suasananya tampak sepi, nggak ada seorang pun di tempat itu.

Kami berdua berkeliling-keliling dngn berjalan kaki ngeliat -lihat rumah-rumah yaang baru dibangun. aku ajak Mbak Yerni masuk ke salah satu rumah yaang sedang dibangun, yaang tentunya masih kosong, kami ngeliat -lihat ke dalamnya.

Kami berjalan berdampingan, dan setelah masuk ke salah satu rumah yaang sedang dibangun. dngn tiba-tiba aku dekap pundaknya, aku rekatkan ke dada aku, perasaan aku pada saat itu nggak menentu, antara senang, takut kalau-kalau dia marah dan menampar aku, danperasaan birahi yaang sudah sangat menggebu.

Cerita Sex Permainan Seks Janda Montok Memek Rapet

Tetapi syukur, ternyata dia hanya tersenyum memandang aku. ngeliat nggak ada penolakan yaang berarti, aku mulai berani untuk mencium pipinya, lagi-lagi dia hanya tersenyum malu sambil pura-pura menjauhkan diri dan sambil berkata, "Ach. Vinnoy ini ada-ada saja. " aku berkata, "Mbak Yerni marah yaa. ? " Dia hanya menjawab dngn gelengan kepala dan sambil tersenyum terus menundukkan kepala.

Ngeliat bahasa tubuh yaang menunjukkan "lampu Hijau" , serangan aku semakin berani. aku mengejarnya dan mendekapnya, dan akhirnya aku berhasil mencium bibirnya yaang tipis, mungil dan berkilat oleh lipstick yaang selalu menghiasi bibirnya.

Sambil aku bersandar di dinding, aku dekap dngn erat tubuh Mbak Yerni. aku cium bibirnya, "Uhhmm. " dia bergumam dan balas memeluk dngn erat. Ternyata tanpa diduga, Mbak Yerni membalas ciuman aku dngn bergairah.

Aku kembali balas ciumannya yaang sangat bergairah dngn permainan lidah aku. Lidah kami sudah menari-nari. Kedua tangan aku sudah mencari sasaran-sasaran yaang sensitif. Bukit kembarnya yaang mungil tapi masih padat dan tampak sex i menjadi sasaran kedua tangan aku.

Kedua bukit kembar ini sudah lama kuidam-idamkan untuk menjamahnya. Kami berciuman agak lama. Nafas Mbak Yerni semakin memburu. Ciuman, aku alihkan dari bibirnya yaang mungil turun ke lehernya. Dia menengadahkan wajahnya sambil matanya terpejam.

Menikmati rangsangan kenikmatan yaang sudah lama nggak dia rasakan. "Uchmm. mm. " mulutnya selalu bergumam, tandanya dia menikmatinya. Kedua tanganku aku dekapkan ke pantatnya yaang bulat dan sex i.

Sehingga tubuhnya semakin marapat ke tubuh aku. Dekapan kedua tangannya ke leher aku semakin diperkuat, seiring dngn lenguhan bibirnya yaang semakin panjang, "Uuucchmm. mm. " Batang kejantanan yaang tegang sejak berangkat dari rumahnya Mbak Yerni, kini ditekan dngn kencang oleh tubuh Mbak Yerni yaang bergoyang-goyang.

Rasa nikmat menjalar dari batang kejantananku mengalir naik ke ubun-ubun. Ciumanku terus turun setelah beberapa lama singgah di lehernya, turun menuruni celah bukit kembarnya. Kedua bh-nya yaang berwarna merah muda, serasi dngn kulitnya yaang langsat, semakin menambah indahnya susu Mbak Yerni.

Karena tubuh Mbak Yerni agak kecil, aku agak sedikit berjongkok, agar mampu mencium kedua susunya yaang sudah mengeras. Kedua tangan aku pergunakan untuk menahan punggungnya yaang mulai melengkung atas sensasi ciuman aku ke susunya.

Deru nafas Mbak Yerni semakin memburu. Gesekan tubuhnya ke batang keperkasaan aku semakin cepat frekuensinya, dan akhirnya, "Udach acch Alvii. jangan disini, nggak enak kalau nanti ketahuan. " sambil berusaha melepaskan tubuhnya dari dekapan aku.

"Sebentar Mmmbbak. ! " jawab aku dngn mulut nggak bergeser dari susunya. "Vinnoy, nanti kita lannjuttkan saja di llain ttemmpat. " suranya terputus-putus karena tersengal oleh nafasnya yaang memburu.

"Oke dech Mbak Yerni, tapi Mbak Yerni harus janji dulu, kapan dilanjutkannya dan dimana. ? " tanyaku sambil masih mendekap dngn erat tubuh Mbak Yerni. "Besok pagi saja di rumahku jam sepuluh. Karena kalau pagi rumahku sepi. " "Oke dech, besok pagi jam sepuluh aku datang lagi. " "Yuk kita pulang, anter aku dulu ke rumah, anak nakaall. ! " pinta Mbak Yerni manja sambil mencubit hidungku.


Cerita seks Permainan Seks Janda Montok Memek Rapet
  • "Aku antar ke rumah, tapi kasih dulu uang muka untuk besok pagi. " sambil mengarahkan ciuman aku ke bibirnya sekali lagi sebagai uang muka untuk besok pagi. Dia belum sempat tersenyum karena bibirnya sudah kukulum dngn mesranya.
  • Hari mulai gelap dan gerimis mengiringi kepulangan kami. Kami berjalan pulang ke rumah Mbak Yerni, tetapi suasana dalam perjalanan pulang sudah jauh berbeda dngn suasana ketika kami berangkat tadi.
  • Karena ketika kami berangkat tadi, perilaku kami sebagai seorang tante dngn "keponakannya" , tapi sekarang sudah berubah menjadi perjalanan seorang tante dngn "keenakannya". Selama perjalanan, Mbak Yerni menggoda aku, "Waduh. , ternyata selama ini aku salah, aku kirain Vinnoy itu orangnya alim, tapi ternyata. " "Ternyata enak khan. ? " goda aku sambil mencubit dagunya yaang menggemaskan.
  • Kami berdua tertawa berderai. "Kalau tahu gitu, mending dari dulu yaa. ? " kata Mbak Yerni menggoda. "Iya kalau dari dulu, nonok Mbak Yerni mungkin nggak karatan ya. ? " balasku menggoda.
  • "Emangnya besi tua. ! " jawab Mbak Yerni bersungut. "Bukan besi tua, tapi besi pusaka. " jawab aku. Selama perjalanan, tangan Mbak Yerni nggak henti-hentinya selalu meremas tangan aku yaang sebelah kiri (sebelah kanan untuk pegang setir).
  • Tangan aku baru dilepaskan ketika aku pergunakan untuk pindah gigi saja. Selebihnya selalu dipegang dan diremas-remas oleh Mbak Yerni. "Mbak. , jangan tanganku aja donk yaang diremas-remas. ! " pinta aku dngn manja.
"Lha yaang mana lagi yaang minta diremas. ? " "Ya yaang nggak ada tulangnya donk yaang diremas. " "Dasar anak nakal. " Mbak Yerni tersenyum, tapi tangannya beralih untuk meremas rudal yaang masih tegang belum tersalurkan.

Ternyata Mbak Yerni nggak hanya meremas rudal aku saja, melainkan juga menciuminya. "Mbak. , bebas aja lho Mbak, jangan sungkan-sungkan, anggap aja milik sendiri. " goda aku sambil tersenyum.

"Terus minta diapakan lagi. ? " pancing Mbak Yerni. "Yaa. , kalau mau dikulum juga boleh. " jawab aku. "Emangnya nggak kelihatan orang. ? " tanyanya ragu. "Khan udah malem, lagian hujan, pasti nggak kelihatan. " Tanpa menunggu jawaban, tangan Mbak Yerni sudah mulai membuka resluiting celana dan mengeluarkan rudal aku.

Aku geser kursi aku agak ke belakang, agar Mbak Yerni dapat leluasa mempermainkan rudal indah milik aku. Dirabanya rudal itu dan diciuminya, akhirnya bibirnya yaang mungil mengulum dan menjilatinya.

Terasa mendapat aliran listrik yaang menggetarkan ketika lidah Mbak Yerni menjilati kepala rudal aku. Dan terasa hangat dan basah ketika mulutnya mengulum batang kejantanan aku yaang semakin menegang. Dua perasaan yaang penuh sensasi berganti-ganti aku rasakan.

Antara getaran karena jilatan lidah dan hangatnya kuluman saling berganti. Kedua kaki terasa tegang, dan pantat aku nggak terasa terangkat karena sensasi yaang ditimbulkan oleh kuluman bibir Mbak Yerni yaang ternyata sangat ahli.

Untuk menghindari konsentrasi yaang terpecah, terpaksa aku meminggirkan mobil ke jalur lambat, dan memberhentikan mobil. Keadaan sangat mendukung, karena pada saat itu tepat dngn turunnya hujan, dan lalu lintas kendaraan agak sepi, sehingga kami berdua nggak merasa terganggu untuk melanjutkan permainan di dalam mobil.

Permainan Seks Janda Montok Memek Rapet cerita bokep, wanita stw, cerita seks, kisah porno, Permainan Seks Janda Montok Memek Rapet
Permainan Seks Janda Montok Memek Rapet

Mbak Yerni mengulum kemaluan aku dngn semangat. Kepalanya tampak turun naik-turun naik yaang terkadang cepat, terkadang lambat. Mulutnya terus bergumam, sebagai tanda bahwa dia juga menikmatinya. Kedua tangan aku memegang kepala Mbak Yerni naik-turun mengikuti gerakannya.

Kaki semakin kejang dngn pantat aku yaang naik turun akibat rasa sensasi yaang luar biasa. Untuk mengimbangi permainannya, pantat Mbak Yerni yaang tampak nungging, aku remas dngn tangan kiri, sementara tangan kanan masih membelai susu Mbak Yerni, aku remas dngn pelan kedua susunya bergantian dngn tangan kanan.

Resluiting rok bawahnya yaang ada di pantat, mulai aku buka, tampak cd-nya yaang berwarna merah muda. aku masukkan tangan kiri ke dalam cd-nya dan meremas dngn gemas pantatnya yaang padat berisi.

Tangan aku bergerak turun menelusuri celah pantatnya, dan sekarang menuju liang kemaluannya. Kemaluannya aku sentuh dari belakang, dan terasa sudah sangat basah dan merekah. aku belai-belai bibir luar kewanitaannya dan akhirnya aku belai-belai klitnya.

Merasa klitnya tersentuh oleh jari aku, pantat Mbak Yerni semakin dinaikkan, dan terasa tegang, kuluman ke batang kejantanan aku semakin kencang. Tangan kanan aku masih meremas-remas susunya yaang semakin tegak.

Ngeliat perpaduan antara belaian klitoris, remasan susu dan kuluman rudal, suara kami jadi semakin maracau. Pantat kami semakin naik turun. Erangan kenikmatan dan sensasi aliran listrik menjalar ke sekujur tubuh kami.

Tiba-tiba Mbak Yerni melepaskan kulumannya. Dia kembali ke posisi duduk dan telentang sambil matanya tetap terpejam oleh kenikmatan yaang sudah bertahun-tahun nggak dirasakan. aku tahu maksudnya, bahwa dia minta gantian agar kewanitaannya dijilati.

Aku singkapkan roknya, dan Mbak Yerni dngn tergesa-gesa melepaskan sendiri cd-nya, seakan nggak sabar dan nggak ingin ada waktu luang yaang terputus. Kedua kakinya sudah ditelentangkan, kemaluannya yaang mungil dngn bulu-bulu halus dan terawat sudah kelihatan merekah.

Aku dekatkan mulut aku ke liang senggamanya, tetapi aku baru akan menjilati kedua selangkangannya terlebih dahulu. Dia meremas-remas rambut aku. Kedua kakinya mengejang-ngejang dan bergerak-gerak nggak terkontrol. Pantatnya digerak-gerakkan naik turun.

Ini artinya Mbak Yerni sudah sangat penasaran dan sangat gemas agar kemaluannya ingin dijilati. Dia kelihatan penasaran sekali. aku jilati bibir kemaluannya. Harumnya yaang khas kemaluan wanita semakin merangsang aku.

Remasan-remasan di kepala aku semakin kuat. Akhirnya aku buka bibir kemaluannya, aku jilati klitorisnya. Ketika lidah aku menyentuh klitorisnya, nafas lega dan erangan kenikmatan keluar dari mulutnya. "Uuuhh. uhh. uughh. ! " terus menerus keluar dari mulutnya.

Kepalanya selalu bergoyang-goyang ke kanan dan ke kiri. Remasan remasan tangan kirinya sekarang beralih ke punggung aku, sedangkan tangan kanannya berusaha mencari batang keperkasaan aku dan akhirnya meremas-remas dan mengocoknya.

Tangan yaang lembut dngn kocokan dan remasan yaang halus, memijat-mijat batang kejantanan aku, memberikan sensasi tersendiri pada rudal kebanggaan milik aku. Lidah aku berputar-putar di klitorisnya, usapan-usapan lidah di dinding memek , terkadang aku selingi dngn isapan dan gigitan halus di klitorisnya, membuat dia semakin marancu, "Uuugghh. geellii banggeett. ! Uuuff. , ggellii bannget. ! Uuff ggllii. " Dan secara tiba-tiba kedua tangannya mencakar punggung aku, kedua kakinya menegang, dadanya membusung naik diikuti dngn getaran tubuh yaang hebat sambil mengerang, "Uuugghhff Aaallvii. , uuff aku mmauu kkeelluua. aarr. " Nafasnya tersengal dan memburu, tandanya dia sudah sampai di puncak kenikmatan seorang wanita.

"Aaallvii. , kamu belum yaa. ? Sini kukulum biar cepet nyampai. " suara Mbak Yerni sambil nafasnya masih memburu. Dia membungkuk di pangkuan aku, aku telentang di jok. Dia kembali mengulum batang kejantanan aku.

Bibir yaang manis dan mungil kembali mengocok-ngocok rudal aku. Lidahnya dngn lembut menyapu kepala kemaluan aku. Sensasi yaang tadi sempat terputus, kembali dapat aku rasakan. Kaki aku menegang, pantatku terangkat, tangan aku meremas-remas kedua pipinya.

Aliran listrik menjalar dari kepala kejantanan aku, naik ke ubun-ubun dan sekujur tubuh. Aliran tersebut kembali lagi bersama-sama mengarah ke ujung rudal aku, ke kepala kemaluan aku, dan akhirnya keluar bersama-sama dngn cairan putih dan kental ke mulut Mbak Yerni, ke bibir Mbak Yerni, ke hidungnya dan ke pipinya, banyak sekali.

Seakan-akan habis sudah cairan yaang ada di tubuh ini, lemas kedua tubuh kami. Untuk sejenak kami berdua berdiam diri, untuk menikmati sensasi kami, untuk mengatur nafas kami dan untuk menenangkan emosi kami.

Permainan Seks Janda Montok Memek Rapet
Permainan Seks Janda Montok Memek Rapet, cerita sex , Permainan Seks Janda Montok Memek Rapet cerita bokep, wanita stw, cerita seks, kisah porno, Permainan Seks Janda Montok Memek Rapet, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Permainan Seks Janda Montok Memek Rapet


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/