Horny Lihat Toket Ibu Nyusuin

Horny Lihat Toket Ibu Nyusuin | Namaku Fonta, umurku saat ini 18 tahun. Aku seorang laki-laki yangg biasa-biasa aja dan tidak terlalu populer dikalangan para gadis. Aku mempunyai nafsu seks yangg cukup tinggi tapi tentunya cuma bisa aku tuntaskan dengann onani sembari menonton film dewasa, menyedihkan.

Aku anak pertama dari keluargaku, adekku Selly baru aja lahir 5 bulan yangg lalu dan masih dallam tahap pemberian asi yangg rutin oleh mama ku. Kadang setiap ada kesempatan, aku dapat ngeliat toket mama ku yangg sedang asik menyusui adikku yangg masih bayi.

Mama ku bernama Risa masih berumur 33 tahun krna mama ku menikah muda waktu umurnya masih 17 tahun, sedangkan ayah ku saat ini berusia 41 tahun berbeda 8 tahun dari mama ku dan sedang sibuk-sibuknya dengann proyeknya sehingga kadang pulang larut malam atau bahkan tidak pulang krna ada kerjaan di luar kota.

Awalnya tidak ada perasaan apapun ngeliat mama ku yangg sedang menyusui, tetaapi sejak aku menonton film ataupun cerita porno tentang hubungan sedarah mama dan anak, aku mulai tertarik memperhatikan toket mama ku yangg putih mengkal penuh susu tersebut.

Bahkan kadang aku mulai berani beronani sembari membayangkan tubuh dan toket mama ku. Hari demi hari nafsuku semakin tinggi saja, intensitas onaniku semakin sering dan tentunya yangg menjadi target onaniku adalah mama kandungku sendiri.

Setiap mama menyusui adikku, aku selalu berusaha mencari kesempatan supaya mendapatkan posisi yangg pas ngeliat mama ku yangg sedang menyusui, baik ketika sedang menonton tv atau saat dikamarnya. Awalnya tidak ada kecurigaan apapun terhadapku tapi lama kelamaan mama mulai risih jugaa dengann kehadiranku setiap menyusui adikku.

"Sayang. kenapa sih liatin ibu terus? " katanya padaku sembari matanya ngeliat kearahku yangg sedang asik memperhatikan toket nya. "Eh, eh. gak ada apa-apa kok mah. " kataku gagap.

"Beneran? Tapi kok liatin ibu terus sih? Cemburu ya sama adikmu? " kata ibu menggodaku. "Kalau kamu mau susu bikin saja tuh di dapur, masih ada kok susu Prenag*n ibu dulu" katanya menggoda lagi.

"ahh. ibu becanda nih, masa Fonta disuruh minum susu mama hamil sih ma" kataku pura-pura ngambek, mamaku tertawa krna nya sehingga dadanya berguncang bahkan terlepas dari kuluman adikku sehingga memperlihatkan putingnya yangg coklat menggoda.

"Hihi, kamu sih, lagian kamu ngapain sih liatin ibu nyusuin adekmu? " tanya mamaku lagi. "Gak ada apa-apa kok mah" jawabku yangg masih agak takut ketahuan sedang horny ngebayangin mamaku.

"Hm. iya deh. kalau mau liat, liat aja. tapi inget yah. liatnya gak pakai nafsu, masa liat ibu sendiri nafsu juga" ujar mamaku yangg akhirnya membiarkan aja aku memperhatikan toket nya yangg sedang menyusui.

Aku tentu aja senang bukan main mendengarnya dan tidak menyiakan kesempatan utk ngeliat mamaku menyusui adikku tanpa perlu takut ditegur mamaku lagi. Aktifitas itu tidak berlangsung terlalu lama, adikku akhirnya tertidur stlah kenyang minum asi.

"Udah ya sayang. adikmu sdh tidur nih" kata mamaku sembari memasang kembali branya dan menutupnya dengann kemeja. Aku cukup kecewa krna nya, tapi mamaku cuek aja dan bangkit dari duduknya, sepertinya ingin mengantarkan adikku ke ranjang bawa di kamarnya.

Aku iseng mengikutinya ke kamar, stlah masuk ke kamar dan meletakkan adek bayi mamaku heran ngeliat aku jugaa masuk ke kamar. "sayang? Ada apa? " tanya mamaku. Aku berusaha tidak memandang matanya krna grogi, akhirnya aku memandang ke arah ranjang bayi.

"Gak ada kok mah, hanya mau liat adik aja. Selly cantik yah ma, imut-imut" kataku mengalihkan perhatian. "Iya donk, mamanya kan jugaa cantik, iyakan sayang? " kata mamaku bercanda menggodaku.

"Hehe, iya mah, ibu yangg paling cantik di rumah ini" kataku membalas godaannya, mamaku tertawa kecil, sungguh tertawa yangg renyah dan menyenangkan mendengarnya. toket nya sekali lg ku liat naik turun krna tertawa, mamaku menyadari bahwa aku sedang memperhatikan toket nya lagi.

"Kamu ini. memang gak puas tadi liat susu mama? " katanya tenang tetaapi masih dengann senyum manis menghiasi wajahnya. Sebuah senyum yangg membuat hatiku berdebar apalagi mendengar kata-kata mamaku barusan.

"Eh. a. a. anuu" kataku gelagapan. "Dasar, ibu tahu kok usia seperti kamu saat ini sedang panas-panasnya, tapi masa sama ibu kamu sendiri nafsu juga, nakal yah. " kata mamaku.

"Kalau kamu horny banget, tuh nonton lg sana bokepmu itu, ibu tahu kok kamu sering nonton bokep di kamarmu" Dugh! Aku terkejut bukan main, ternyata ibu mengetahui aktifitasku yangg satu itu.

"Dan jugaa kalau onani di kamar mandi disiram dong sayang, masa dibiarkan gitu saja belepotan di dinding sama di lantai, kamu kelupaan yah nyiramnya? ibu deh yangg repot membersihkannya. jorok tahu. " sambung mamaku lg yangg semakin membuat aku terkejut.

Aku sadar kalau kadang aku lupa membersihkan peju yangg belepotan, aduh. malu bukan main ketahuan gini. "eh. eh. iya ma. sorry mah. Tapi gak apa-apa kan mah kalau Fonta onani dan nonton bokep? " tanyaku pada ibu tapi dengann agak malu dan takut.

"iya-iya. normal kok utk laki-laki seusiamu, tapi jngn keseringan" kata mamaku mengiayakan. Akhirnya sejak saat aku tidak perlu diam-diam lg onani atau nonton bokep, bahkan pintu kamarku ku buka saja.

– "Sayang. makan malam. " kata mamaku di depan pintu kamarku. Aku cukup terkejut krna nya krna sedang asik nonton bokep sembari mengelus barangku. "Ayo. lg ngapain? Nonton bokep yah? " tanya mamaku menggoda.

"Eh, i-iya mah" jawabku gagap. "ayo makan dulu, nanti sambung lagi. " kata mamaku lagi. Aku segera berusaha bangkit sembari mengeluarkan tanganku dari dallam celanaku. " mmg nonton apaan sayang? Bagus ceritanya? " goda mamaku sembari tertawa.

"Eh. iya mah, tentang mama dan anak mah, panas banget tadi mah, mereka gituan mulu setiap hari mah di rumah, hehe" kataku terus terang pada mamaku walaupun agak malu menceritakannya.

"Ckckc. kamu suka cerita begittu an? Ya sdh ayo makan dulu" ajak mamaku lagi. Kamipun makan malam berdua aja krna bapa belum pulang dan adikku telah tidur. stlah makan malam kita habiskan waktu menonton tv.

Mama saat itu cuma mengenakan baju tidur dengann kemeja dan celana panjang. tetapi tonjolan toket nya yangg besar tidak mampu disembunyikan dari balik kemejanya sehingga membangkitkan nafsuku. Lagi-lagi mamaku mengetahui aku yangg sedang memperhatikan toket nya.

"Ckckck, kamu ini. " katanya tetaapi membiarkan aja aku dan mataku yangg asik ngeliat ke arah dadanya. "Napa sayang? Mau liat lagi? " goda mamaku. Walaupun aku telah sering ngeliat nya apalagi semenjak diper bolehh kan ngeliat terang-terangan tetaapi aku tidak pernah puas dan selalu ketagihan.

"Iya mah, bolehh ? Hehe" jawabku s memang at. "Iya-iya. sini deh, dasar anak ibu satu ini nakal sama mamanya" kata mamaku. Mamaku mulai membuka kancing bajunya, dimulai dari yangg paling atas, lalu kancing kedua.

"Cepetan mah. " pintaku gak sabaran dengann dada yangg semakin berdebar, mamaku cuma tersenyum manis aja kepadaku. Baru kali ini ibu membuka bajunya yangg cuma ada aku di depannya, biasanya musti ada adik bayi dahulu supaya aku dapat ngeliat nya.

Mamapun membuka kancingnya yangg ketiga dan menyisakan kancing ke empat yangg masih melekat. Aku kini dapat ngeliat bra warna hitamnya yangg terlihat kontras dengann kulit toket nya yangg putih mulus dengann urat-urat biru disekitarnya.

Mamaku mulai membuka branya yangg mempunyai kait di depan supaya mempermudahnya menyusui adikku. Akhirnya kedua toket ibu yangg mengkal padat berisi terpampang bebas di hadapan anak laki-laki sulungnya tanpa ada kepala bayi lg menghalangi, membuat kontol ku langsung tegang di balik celanaku.

"Ma, kancing bajunya dibuka semua dong. " pintaku lagi. "Iya-iya, dasar kamu abg mesum" setuju mamaku. Akhirnya ibu membuka seluruh kancing kemejanya sehingga kini kemejanya menggantung di tubuhnya memperlihatkan belahan toket hingga pusarnya utk bebas aku nikmati.

"Udah? Puas? Dasar kamu. terus mau ngapain lagi? " tanya mamaku menggoda sembari tersenyum. Aku yangg tidak tahan segera memasukkan tanganku ke dallam celanaku dan mengelus-ngelus kontol ku, mamaku cuma tersenyum ngeliat tingkahku dan membiarkanku menikmati pemandangan yangg ada di depan mataku.

Cerita Sex Horny Lihat Toket Ibu Nyusuin

"Ma. bolehh Fonta peluk mama? " pintaku kali ini. "Ya bolehh dong. masa anak sendiri gak bolehh meluk mamanya. " jawab mamaku. Aku senang sekali, aku segera mendekatinya dan merangkul tanganku memeluk tubuh mamaku dari depan sehingga toket nya yangg padat tanpa halangan berhimpitan dengann dadaku.

Nikmat sekali rasanya merasakan himpitan toket mamaku yangg menekan dadaku. Aku memeluknya sembari membelai punggung dan rambutnya begittu jugaa mamaku. Cukup lama kita berpelukan seperti itu, hingga aku melepaskan pelukanku.

Mamaku tersenyum kepadaku sembari melepaskan pula pelukanku. "Kenapa sayang? Berdebar gitu dadanya? Hihi" tanya mamaku menggoda. "hehe, iya mah. gimana gak berdebar mah, pemandangannya enak gini, terus susu ibu tadi nekan-nekan dada Fonta lagi. " Jawabku cengengesan.

"Ma, bolehh gak Fonta lepasin baju sama celana Fonta juga? " Pintaku. "mau apa sih kamu memang nya? Iya deh, buka aja. sekalian saja dengann celana dalammu, bebasin saja tuh burungmu. tegang gitu, nafsu ya? " jawab mamaku.

Aku yangg senang mendangar jawaban mamaku segera berdiri dan membuka baju dan celanaku menyisakan celana dalamku. "Itu kolornya mau ibu yangg bukain? " tawar mamaku. "hehe, bolehh mah. " kataku sembari memajukan pinggulku ke arah mamaku.

Dia segera menyeipkan jari lentiknya di sela celana dalamku dan menariknya perlahan ke bawah, memperlihatkan kontol ku yangg udh mengacung tegak dihadapannya. "wah. sdh tegang yah kontol nya, gitu amat nafsunya ke mama kandung kamu sendiri. " ujarnya menggoda.

Aku cengengesan sendiri. "Mau nyusu lg gak seperti waktu kamu kecil dulu? " goda mamaku. "Eh. eh, mau mah. mau banget. hehe" tentu aja aku mau, itu adalah sesuatu yangg aku impi-impikan.

"Ya sdh sini dekat-dekat ke mama" ajak mamaku. Aku mendekatinya dan duduk di sampingnya sembari bertelanjang bulat sedangkan mamaku cuma mengenakan celana panjang dengann kemeja yangg terbuka didepannya, memperlihatkan kedua bukit toket nya yangg montok berisi penuh susu.

Aku dekatkan wajahku ke pucuk toket nya dan menempelkan bibirku ke putingnya. Aku mulai mengulum putingnya dan mengenyotnya sehingga air susunya yangg hangat mulai keluar dan masuk dengann nikmat ke kerongkonganku.

"Dasar kamu, sdh gede masih nyusu ke mamanya. Tuh lihat burung kamu negang gitu" ujar mamaku, aku cuma senyum-senyum aja mendengarnya sembari masih asik mengenyot susu mama. Tiba-tiba terdengar suara pagar digeser, papaku pulang.

Dngn segera aku melepaskan kulumanku dan memungut pakaianku yangg berserakan di lantai dan berlari ke kamarku. Mamaku jugaa segera memakai bra nya dan memasang kembali kemejanya. Sial. nanggung banget, gerutuku.

Aku dapat mendengar percakapan mereka samar0samar dari kamarku. "Udah pulang pa? " "nggak, baru pergi. ya iyalah baru pulang" kata papaku tertawa diikuti mamaku. Tapi. duh gawat, celana dalamku tertinggal di sana.

Aku panik. "Dasar kamu, sdh gede masih nyusu ke mamanya. Tuh lihat burung kamu negang gitu" Ujarku menggoda anakku yangg nakal ini. dia masih dengann enaknya menyusu ke mamanya dengann kontol yangg tegang dan menempel di celana tidurku.

Tiba-tiba terdengar suara pagar digeser, suamiku pulang. dngn segera Fonta melepaskan kulumannya dan memungut pakaiannya yangg berserakan di lantai dan berlari ke kamarnya. Aku jugaa segera memakai bra dan memasang kembali kancing kemejaku.

"Udah pulang pa? " tanyaku cukup panik. "nggak, baru pergi. ya iyalah baru pulang" katanya tertawa diikuti tawaku. Tunggu. apa itu, celana dalamnya Fonta, gawat. sdh barusan mesumin mamanya terus celana dalamnya pake ketinggalan lagi.

"Gimana di rumah? Baik-baik saja kan? " katanya menuju tempat aku dan Fonta melakukan kemesuman barusan. "iya pa, baik-baik saja kok" kataku tenang. Aku berusaha menutupi pandangan suamiku dari arah sofa dimana di bawahnya masih tergeletak mayat, maksudku celana dallam Fonta.

"mandi dulu gih pa, bau tuh papanya seharian gak mandi. Mau dibuatin kopi? " anjurku padanya. Tentu aja supaya ia cepat beranjak dari sana sehingga aku bisa membereskan celana dallam itu.

Dia mengiyakan dan segera beranjak ke kamar dan mandi. Aku segera memungut celana dallam anakku. Ku lihat bagian tengahnya agak basah tapi tidak lengket. Sepertinya ia emang susah horny dari tadi.

– Aku ketuk pintu kamarnya, ia segera membukanya. dia udh mengenakan baju dan celananya sendiri tapi aku tidak yakin ia pakai kolor. "Nih celana dallam kamu ketinggalan, untung gak nampak sama papamu, lain kali hati-hati dong sayang, nihh. " kataku sembari menyerahkan celana dalamnya.

"Iya mah, sorry buru-buru. " Jawabnya sekenanya. "tapi tanggung nih, gak enak banget rasanya" sambungnya. "ya gimana lg dong sayang, papamu sdh pulang tuh. " jawabku cuek. "papa lg mandi kan mah. bisa tuh ma sebentar, ayo mah" katanya menarik tanganku masuk ke dallam kamarnya dan menutup pintu.

" duh, aduh sayang. iya-iya tapi pelan-pelan dong nariknya, sakit tangan mama" kataku pura-pura manja. dia yangg kayanya telah tidak tahan apalagi tadi benar-benar tanggung baginya segera meloloskan pakaiannya memperlihatkan kontol nya lg dihadapan mama kandungnya.

Aku lagi-lagi terpana ngeliat ukuran kontol nya yangg cukup besar yangg tidak kalah dari papanya. "terus ibu musti telanjang dada lg nih di depan anak ibu satu ini? " kataku menggodanya.

"iya dong mah, masa nggak. kalau bolehh sih gak hnya telanjang dada saja mah" ujarnya nakal. "terus telanjang apa? ayo. kamu kepingin lihat ibu telanjang di depanmu ya? Anak ibu nakal yah. " kataku menggodanya lagi.


Cerita seks Horny Lihat Toket Ibu Nyusuin
  • "lain kali yah sayang, kalau kelamaan entar ketahuan papamu" kataku, ku lihat wajahnya cukup kecewa tapi ya ku biarkan aja walau agak gak tega. Ku buka bra dan kancing kemejaku lagi, kali ini kololoskan seluruh kemeja dari tubuhku sehingga bagian atas tubuhku kini benar-benar polos di depan anak kandung laki-lakiku.
  • "mama cantik. " katanya terpesona ngeliat tubuh atasku, yangg terpampang bebas dihadapan matanya utk ia nikmati. Aku jugaa merasakan perasaan lain telanjang dada didepan anak kandung laki-lakiku sendiri apalagi suamiku ada dirumah dan kita bisa ketahuan kapanpun, hal ini membuat jantungku berdebar tidak karuan, ku rasa air susuku makin bertambah dan memenuhi toket ku krna perasaan ini.
  • "ayo cepetan sayang" kataku padanya supaya mempercepat aktifitas mesum ini. dia segera mendekatiku dan mengulum lg toket ku, air susuku kembali masuk ke mulutnya dengann derasnya. Tangannya yangg satu lg meremas toket ku yangg satunya sehingga air susuku menyemprot-nyemprot melumuri tangannya dan lantai kamarnya.
  • Kita melakukan ini sembari berdiri. Di sela-sela aktifitas nakalnya ku lihat dilaptopnya menayangkan adegan porno, sepertinya sebelum ini ia yangg merasa tanggung itu menuntaskan birahinya dengann menonton bokep. Ku lihat air susuku mengalir disela mulutnya dan sampai kedagunya yangg telah ditumbuhi janggut tipis.
  • Anakku benar-benar telah besar sekarang. Kadang ia melepaskan kulumannya dan memainkan putingku dengann lidahnya, tidak cuma putingku, tapi seluruh permukaan kulit toket ku jugaa mulai dijilatinya sehingga permukaan toket ku basah dan tanpak mengkilap.
  • Aku senyum-senyum saja, kubiarkan aja aktifitasnya mesumnya ini. Tidak lama kemudian wajahnya mulai mengerut, sepertinya ia mau keluar. "Keluarin saja sayang, tumpahin saja ke mamamu ini" ujarku padanya. dia tidak menjawab dan semakin kencang mengulum dan menjilat toket mama kandungnya ini.
  • "Crot crot. " akhirnya peju nya keluar, krna posisi kita yangg seperti itu peju nya jadi mengenai celana panjang piyamaku tepat di depan daerah ke cewek anku. "udah sayang? Puaskan? " ia mengangguk.
  • Akhirnya ia melepaskan kulumannya dan menarik diri menjauh dari sisiku. Aku segera mengenakan kembali bra dan kemejaku. Kulihat ia masih keenakan sembari duduk di ranjangnya. Aku segera keluar dari kamarnya.
  • "Besok lg yah ma. hehe" pintanya nakal. "hm. liat saja deh besok, dasar kamu. " aku keluar dan menutup pintu kamarku dan segera menuju ke kamarku. Ku lihat suamiku udh selesai mandi.
  • Krn tadi aku jugaa sempat horny krna kelakuanku dengann anakku aku mengajak suamiku melakukannya. kita melakukan hubungan suami-istri yangg panas malam itu hingga akhirnya kita tertidur (gak perlu diceritakan deh detailnya, soalnya biasa dan pembaca jugaa tahu apa yangg terjadi).
Esok harinya aku bangun pagi seperti biasanya. Beres-beres rumah dan menyiapkan sarapan utk suami dan anakku. Saat sedang sibuk memasak di dapur, sepasang tangan merangkul pinggangku, ku lihat ke belakang ternyata Fonta anakku dengann tubuh telanjang cuma membawa handuk yangg di kalungkan di lehernya.

Horny Lihat Toket Ibu Nyusuin cerita incest seks sedarah, kisah hot bokep Horny Lihat Toket Ibu Nyusuin, cerita sex porno Horny Lihat Toket Ibu Nyusuin
Horny Lihat Toket Ibu Nyusuin

" sayang, apaan sih, bukannya mandi. ntar kamu terlambat ke sekolahnya" kataku sembari berusaha melepas pelukan tangannya. "bentar mah, abis bangun pagi ngaceng nih, apalagi liat ibu gini. ibu lanjutin saja deh masaknya, Fonta gak ganggu kok" jawabnya.

Saat ini aku menggunakan daster dengann celemek utk masak. Aku biarkan aja ia memelukku dari belakang sembari aku masih terus memasak. Lama-kelamaan ia mulai meraba toket ku dari balik celemek dan dasterku, jugaa masih aku biarkan saja.

Selanjutnya ia mulai menggoyangkan pinggulnya, menggesek-gesekkan kontol tegangnya di belahan pantat mama kandungnya ini yangg masih tertutup kain. "sayang, kamu mulai nakal yah. masa gesek-gesikin itunya kamu ke ibu sih" kataku tapi tidak berusaha melepaskan diriku darinya.

Dianya ketawa-ketawa saja. "itu apa mah? ngomong yangg jelas dong mah" katanya pura-pura bodoh menggodaku. "itu kamu. burung kamu" kataku dengann agak sebal krna nya, hentakan kontol nya makin keras dan kencang aja di belahan pantatku.

"itu bukan burung mah, tapi kontol mah. coba ibu bilang lagi" katanya kurang ajar mempermainkan mamanya. "iya. kontol. Masa kontol kamu digesekin di pantat ibu gitu sih sayang" kataku menuruti kemauannya.

"Digesekin gimana mah? " katanya pura-pura bodoh lagi, kali ini makin kencang aja gesekannya di belahan pantatku, bahkan menyelip di pahaku sehingga kain dasterku ikut terlipat di antara pahaku.

Selanjutnya ia melepaskan pelukannya tapi kini malah meraih bokongku dan memegangnya, ia lanjutkan kembali aktifitas mesumnya terhadapku. Kini posisiku seperti sedang disetubuhi olehnya dari belakang. "kainnya menghalangi saja nih mah" katanya.

Aku diamkan aja perkataannya sembari ia masih asik dengann aktifitasnya. "Ma, temenin Fonta mandi dong mah. sdh lama nih gak rasain dimandiin mama" pintanya terhadapku. Sebenarnya itu adalah permintaan yangg biasa dari seorang anak pada ibunya, tetaapi tidak bila anaknya telah sebesar ini, dengann bulu yangg telah tumbuh disekitar kemaluannya.

"kamu ini ada-ada aja, mandi sendiri sana. lagian papamu bentar lg bangun, sdh sana mandi, terlambat nanti sekolahmu" jawabku menolak permintaanya. " yah. mama, tapi nanti habis pulang sekolah Fonta tagih ya ma, hehe" pintanya.

Akhirnya ia masuk ke kamar mandi di samping dapur dan segera mandi. dia sempat membuka pintu kamar mandi dan menunjukkan kontol nya di hadapanku. "Ma. liat nih. " katanya sembari mengocok kontol nya yangg berlumuran busa sabun dihadapanku.

Sungguh perbuatan yangg cabul terhadap mama kandungnya sendiri. "kamu apa-apaan sih, tutup pintunya" suruhku padanya tapi tanpa menunjukkan kemarahan. Akhirnya ia menutup pintu dan melanjutkan mandinya. kita pagi itu serapan bersama seperti biasa, aku sarapan sembari menyusui bayiku dan Aku dan Fonta duduk berhadap-hadapan, sehingga ia serapan sembari jugaa memandang toket ku yangg sedang menyusui adiknya.

Suamiku sih menganggap biasa aku yangg menyusui di hadapan Fonta. Sedang asik-asiknya serapan kaki Fonta mengelus-ngelus kakiku dari bawah meja sehingga perbuatannya ini tidak tampak oleh suamiku. Aku cuma melototkan mataku kepadanya sebagai isyarat agar ia berheti, tetaapi ia hanya senyum-senyum kecil saja.

Dasar anak nakal, kataku dallam hati. dia lakukan kemesuman itu sampai kita selesai sarapan. Lalu diapun berangkat ke sekolah dengann motornya begittu jugaa suamiku yangg jugaa berangkat kerja. – "Tok-tok" Terdengar suara ketukan pintu depan.

"ma. Fonta pulang. " ternyata Fonta anakku yangg telah pulang. Siang itu aku sedang mencuci baju, segera ku bangkit dan menuju pintu depan. "Lama amat sih ma" sembari masuk dan melepaskan sepatunya.

"iya. ibu lg nyuci dibelakang, tumben kamu cepat pulang biasanya keluyuran dulu? " tanyaku. "kan mau nagih janji mandi bareng mama" jawabnya cengengesan. "dasar kamu, memang ada ibu janji? Hmm. yaudah letakkan tas kamu dulu ke kamar, ibu tunggu di belakang. " Kataku sembari menuju kamar mandi belakang yangg mana jugaa tempat mencuci, ia jugaa menuju kamarnya.

Stlah beberapa saat ia udh kembali dengann cuma mengenakan celana dalamnya. "dasar kamu. sdh gak tahan yah. ? " godaku. "Hehe. iya nih ma" jawabnya. Aku segera mengajaknya masuk kedalam kamar mandi.

" Masa sdh gede gini masih dimandikan mamanya sih? Sini ibu yangg bukain kolor kamu" kataku tersenyum manis sembari membuka celana dalamnya dan menaruhnya ke tempat cucian. kontol tegangnya mencuat di hadapanku, mama kandungnya.

"Mama musti ikutan mandi jugaa nih? " kataku menggoda padanya. "Iya dong mah. " jawabnya penuh mesum. " dasar kamu. ibu sendiri dimesumin" kataku tersenyum menatap matanya. "Mama sih. cantik, seksi, terus gak nolak di mesumin anak kandungnya. hehe" ujarnya kurang ajar padaku, aku cuma tersenyum aja mendengar jawabannya.

Aku mulai membuka pakaianku dimulai dari kaos, kemudian celana, bra dan terakhir celana dalamku. Kini aku benar-benar bugil dihadapannya, ia menjadi orang kedua yangg ngeliat ku bugil stlah suamiku.

Jantungku berdegup kencang, apa aku musti melakukan ini? Mandi bersama anak laki-lakiku yangg sedang horny berat terhadap mama kandungnya sendiri. Tapi sisi lain diriku ingin mencoba hal yangg nakal seperti ini, menyadari hubungan kita mama dan anak kandung makin membangkitkan gairahku menjadi meluap-luap, pastinya Fonta anakku jugaa merasakan hal yangg sama.

Dia mulai mendekati tubuhku yangg telanjang didepannya. "Mama cantik banget" katanya mulai meraba toket ku dan mengusap-ngusap punggung dan pinggangku. "Aduh. kamu ini mau mandi atau grepe-grepe ibu sih sayang? " tanyaku tapi tidak berusaha menepis tangannya.

Dia dekatkan mulutnya ke putingku, kembali air susuku yangg telah memenuhi toket ku memenuhi mulutnya dan dengann nikmat masuk ke kerongkongannya. Air susuku dihisap habis-habisan olehnya. "Hisap yangg kiri jugaa dong sayang, masa yangg kanan mulu" ujarku padanya.

Diapun memindahkan kulumannya ke dada kiriku. Cukup lama ia hisap susuku sembari berdiri, kedua dadaku ia hisap bergantian. kontol nya yangg tegang kadang menyentuh pangkal pahaku, menggesek-gesek disana disekitar nonok dan paha atasku, ku biarkan aja aksinya tersebut.

"Hmm. sayang, kontol kamu nyentil-nyentil ibu tuh. " kataku tapi ia masih asik meminum susuku. "Ma. kontol Fonta diselipin di dada ibu dong. " pintanya. Sepertinya ia telah horny berat.

Aku yangg jugaa telah mulai horny mengiyakan permintaannya. Aku jongkok di depannya, ia letakkan kontol nya diantara kedua payudara ku dan mulai memompanya maju mundur. Aku jugaa ikut membangkitkan gairahnya dengann ikut mengayunkan tubuhku naik-turun dan meremas kedua toket ku sendiri sehingga air susuku muncrat mengenai pahanya dan melumuri kontol nya yangg sedang nikmat menggesek-gesek disela payudara mama kandungnya.

Kita keluar dari kamar mandi dengann masih bertelanjang bulat. dia terduduk di ranjang sembari ngeliat aku yangg sedang mengeringkan rambutku. Ku lihat kontol nya bangkit lg ngeliat tubuhku. "Ayo. kamu mikirin apa? Tuh tegang lg kontol mu" godaku.

"Hehe. iya nih ma. Fonta liatin ibu sembari ngebayangin Fonta lg ngentotin mama, pasti enak tu mah. " katanya vulgar kurang ajar kepada mama kandungnya. "Hushh. kamu ngomongnya kurang ajar amat sama mama" kataku tersenyum dan tertawa kecil mendengarnya.

"Ma. ngentot yukk" ajak anakku ini. "Yuk ma. sdh gak tahan nih pengen ngentotin mama, apalagi diranjang ibu sama papa" katanya makin kurang ajar saja. Aku tentu aja keberatan dengann permintaannya tersebut, itu telah terlalu jauh, tapi aku yangg tidak tega dan jugaa horny akhirnya memberi ia keringanan.

"Kamu gesek-gesekin kontol kamu di nonok ibu saja yah sayang. tapi jngn dimasukin, dosa loh kalau bohong" anjurku, ia yangg telah horny mengiyakan aja ajakanku. "Yuk, sayang naik ke ranjang mama" ajakku.

Kita berdua naik ke atas ranjang, ranjang dimana biasanya cuma ada aku dan suamiku diatasnya utk tidur ataupun bercinta, kini di atasnya udh berada aku dan anakku yangg udh bertelanjang bulat, yangg telah terbawa nafsu sedarah yangg menggebu-gebu.

Dia mulai merangkak diatas badanku dan mulai menggesek-gesekkan kontol nya di permukaan nonok ku. "Inget ya sayang, jngn sampai masuk, punya papamu lo itu. " kataku mengingatkannya kembali. dia cuma mengangguk aja sembari tersenyum dan melanjutkan aksinya menggesek-gesekkan kontol nya dipermukaan nonok ku.

"Ma, masukin dikit bolehh yah ma. kepalanya saja kok, plis. " pintanya memelas. "Kan tadi janjinya hanya gesek-gesekin aja, gimana sih? Ya sdh deh. tapi janji ya hanya kepalanya" kataku menyetujui permintaan mesumnya.

Dia arahkan ujung kontol nya tepat di depan nonok ku, mencoba memasukkan kepala kontol nya diantara bibir kemaluanku. Perlahan ujungnya mulai masuk dan akhirnya kepala kontol nya masuk ke dallam kemaluanku.

Dia mulai mengayunkan badannya maju mundur dengann kepala kontol yangg udh masuk ke dallam nonok ibunya. "Ouuh. enak mah" racaunya. Nafsu telah meyelimuti kami, membakar birahi kita mama dan anak.

Walau cuma kepalanya aja yangg masuk tetaapi sepertinya telah memberikan kenikmatan yangg luar biasa baginya. Kadang kontol nya masuk lebih dallam tapi tidak seluruhnya, aku yangg menyadarinya membiarkannya saja.

Ngeliat aku yangg tidak melawan, ia lanjutkan kembali aksinya memasukkan kontol nya lebih dallam ke nonok ku. Hingga akhirnya ku sadari bahwa ia udh memasukkan kontol nya seluruhnya, maju-mundur di nonok ibunya.

"ogh. terus sayang, kamu nakal. menyetubuhi mama kandungmu sendiri. diatas ranjang ibu dan papamu lagi. ogh. yah. enak sayang. terus anakku. setubuhi ibumu" kataku kesetanan. kita semakin menggila, ia makin cepat memompa diriku.

"Ma. mau keluar mah. " erangnya. Ranjangku betul-betul bergoyang kencang, bahkan dengann suamiku kita tidak pernah bersetubuh sehebat ini. Tubuh kita bermandikan keringat. Membayangkan hubungan kita mama dan anak makin membuat nafsuku tak terkendali, apalagi membayangkan kalau aku hamil oleh anak laki-lakiku sendiri.

"Keluarin didalam aja sayang. hamili mamamu ini" kataku yangg udh dibanjiri nafsu yangg tak terbendung. "Crot. crot" ia menyemprotkan peju nya berkali-kali berbarangan dengann orgasmeku, memenuhi rahim mama kandungnya sendiri.

Dia kelihatan sangat puas. sesudah itu sepanjang sore hingga malam kita lanjutkan ronde-ronde selanjutnya, kita bahkan lupa utk makan, bahkan bayiku yangg sedang menangis-nangis sampai terabaikan olehku. Kini yangg ada dipikiran kita cuma persetubuhan sedarah.

Genangan peju dan air susuku yangg tidak berhenti menyemprot ada dimana-mana, belepotan diatas ranjang aku dan suamiku ini, bahkan ditubuhku telah belepotan peju nya yangg tidak pernah puas menyiram di dallam maupun diluar tubuh mama kandungnya ini.

Sedangkan ia sangat kenyang meminum air susuku yangg sepertinya tidak ada habisnya, melumuri kontol dan tubuhnya dengann susuku. Aku bahkan melakukan apa yangg belum pernah ku lakukan pada suamiku, yaitu menjilati dan mengulum kontol nya serta menelan peju nya yangg kini aku lakukan terhadap anakku tanpa rasa keberatan.

Aku jugaa menjilati lubang anusnya dan menyodok lubang anusnya dengann lidahku sedalam yangg ku bisa, selain itu aku jugaa membenamkan toket ku dengann putting yangg mencuat tegak ke sekitaran lubang anusnya, membasahi selangkanngannya dengann air susuku, yangg semakin membuatnya merasa kenikmatan.

Sebuah kenikmatan yangg diperolehnya dari ibunya sendiri. kita melakukan ini sampai lupa waktu, entah telah jam berapa ini. Bisa aja suamiku pulang kapanpun itu, tetaapi membayangkan suamiku memergoki kita sedang melakukan perbuatan tidak bermoral ini, antara istri dan anak kandungnya sendiri, di dallam kamar kita dan diatas ranjangku dan suamiku, malah membuat sisi binalku semakin gila menjadi-jadi.

"terus sayang. setubuhi mama. jngn berhenti. siram air mani mu ke rahim ibu sepuas-puasmu. hamili mama. ibu disini sebagai pemuas nafsumu anakku. "Racauku kesetanan.
Horny Lihat Toket Ibu Nyusuin
Horny Lihat Toket Ibu Nyusuin, cerita sex , Horny Lihat Toket Ibu Nyusuin cerita incest seks sedarah, kisah hot bokep Horny Lihat Toket Ibu Nyusuin, cerita sex porno Horny Lihat Toket Ibu Nyusuin, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Horny Lihat Toket Ibu Nyusuin


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/