Memek Dijilat Om Om Gila Sex

Memek Dijilat Om Om Gila Sex | Aku adalah seorang gadis lajang. Saat ini usiaku 22 thn. dengan tinggi badan 167 dengann berat tubuh 54 membuat orang menganggapku sebagai gadis yanng seksi dan menggiurkan. Apalagi aku selalu menjaga kebugaran tubuhku dengann berlatih fitness secara rutin.

Orang bilang wajahku cantik. Padahal aku merasa biasa saja. mngkin ini krna kulitku yanng putih dan mulus. Rambutku hitam lurus sebahu. Sebut sajja namaku Vernni. Suatu hari tiga tahun yanng lalu saat itu aku sedang tidak kuliah jadi aku sendirian di rumah.

Bokap dan Nyokap seperti biasa ngantor dan baru sampai di rumah stlah jam 7 malam. Kakak-kakakku yanng semuanya udah menikah tinggal di rumah-masing-masing yanng tersebar di f* dan g*, jadi praktis tinggal aku sajja sebagai anak bungsu yanng masih ada di rumah.

Bokap dan Nyokapku selalu mendidik anak-anaknya agar mampu mandiri, dan mereka tidak pernah menggunakan jasa prt. Jadi aku selalu membersihkan rumah, mencuci dan menyetrika pakaian sendiri jika liburan. krn enggak ada kuliah aku masih malas-malasan di rumah.

Sehabis mandi, cuma memakai celana pendek mini dan kaos you can see aku duduk-duduk di depan tv smbil nonton acara kegemaranku sinetron telenovela. Rencananya aku mau mencuci dan memasak stlah hilang rasa malasku nanti.

Lg asyik-asyiknya nonton sinetron tiba-tiba aku dikejutkan bunyi bel pintu yanng ditekan berkali-kali. Ting-tong. Ting-tong. Ting-tong! "Sialan jugaa nih orang! Mengganggu aja! Siapa sih! " makiku dallam hati krna kesal keasyikanku terganggu.

Dengan malas aku berjalan ke pintu utk ngeliat siapa yanng datang. Kulihat di depan pintu ada seseorang yanng berpakaian tni sedang cengangas-cengenges. "Siapa pula orang ini! Keren juga" kataku dallam hati.

Aku terkejut setengah mati waktu kubuka pintu. Rupanya itu adik kandung bokapku yanng paling kecil! "Ooh om Minon kapan sampai di f*. ! Kirain siapa yanng nyasar ke sini" teriakku gembira smbil terus menyalaminya.

Rupanya bnr itu pamanku yanng udah lama sekali tidak datang ke rumah sejak dia ditugaskan ke daerah konflik. Oh iya aku hampir lupa, aku tinggal di f*. Oomku ini seorang perwira menengah yanng masih muda, dia berpangkat Kapten waktu itu.

Umurnya waktu itu baru 31 tahunan dan dia duda tanpa anak krna istrinya meninggal saat melahirkan anaknya satu tahun yanng lalu. Orangnya tinggi besar dan gagah seperti papaku. Tingginya mngkin sekitar 175 Cm dengann berat badan seimbang.

Kulitnya agak hitam krna bannyak terbakar matahari di daerah konflik sana. "Baru sajja nyampe! Terus mampir ke sini!. Lho Vernni. emang. Kamu enggak kuliah? Mana bapa dan Mamamu? " kulihat matanya jelalatan ngeliat pakaianku yanng minim ini.

Jakunnya naik turun seperti tercekik. "Brengsek jugaa rupanya! mngkin di nad sana enggak pernah lihat perempuan pakai rok mini kali! " kataku dallam hati. "Enggak om. Vernni enggak ada kuliah kok hari ini! papa sama ibu kan kerja! Entar sore baru pulang! " jawabku agak jengah jugaa ngeliat tatapan mata Oomku yanng jelalatan seolah-oleh hendak melumat dan menelan tubuhku.

" mmg om Minon sedang cuti? " tanyaku utk mencoba menghilangkan rasa jengahku. "Lho. Kamu enggak tahu ya? om Minon kan tugasnya udah selesai dan sekarang dikembalikan ke pasukan! Jadi mulai minggu depan om Minon udah masuk barak lagii di f* sini" Matanya makin jelalatan menelusuri seluruh tubuhku, sementara tanganku yanng menyalaminya masih digenggamnya erat-erat seolah dia enggan melepaskan tanganku.

Aku merasakan betapa tangannya bgitu kokoh dan kuat menggenggam jemariku. "Nah daripada nunggu di mess mending om Minon ke sini biar ada teman" katanya. Lalu kupersilahkan om Minon utk duduk di sofa ruang tengah dan kubuatkan minuman.

"om, Vernni siapin kamar tamu dulu ya? Silahkan diminum dulu tehnya! Entar keburu dingin enggak enak lho! " Aku pun membawa tasnya ke kamar yanng depan yanng biasa dipakai om Minon dulu kalau dia menginap di rumahku.

Saat aku sedang membungkuk membenahi seprei tempat tidur yanng dipakainya aku terkejut ketika tiba-tiba dua tangan kekar memelukku dari belakang. Aku tidak mampu meronta krna dekapan itu bgitu kuat.

Terasa ada dengusan napas hangat menerpa pipiku. Pipiku dicium sedangkan dua tangan kekar mendekapku dan kedua telapak tangannya saling menyilang di pinggang kanan-kiriku yanng ramping. Aku memberontak, tetapi apalah dayaku.

Tenaganya terlalu kuat utk kulawan. setelah kutengok ke belakang ternyata om Minon yanng sedang memelukku dan mencium pipiku. "om ngapain! Lepasin dong om! " Aku berteriak agar dilepaskannya. krn terus terang aku belum pernah yanng namanya dipeluk laki-laki! Apalagi pakai dicium segala! Tubuhku gemetar ketika tangan kokoh om Minon mulai bergerak ke atas dan mulai meremas toket ku dari luar kaos singletku.

Bukannya berhenti tetaapi justru om Minon semakin menggila! "Diam sayang. Dari dulu om sangat menyayangimu" bisiknya di telingaku membuat aku geli saat ada dengusan nafas hangat menyembur bagian sensitif di belakang telingaku.

Dekapannya semakin ketat sampai aku merasakan ada semacam benda keras menempel ketat di belahan pantatku. Aku semakin menggelinjang kegelian saat bagian belakang telingaku terasa digelitik oleh benda lunak hangat dan basah! Ooh.

Rupanya om Minon sedang menjilati bagian belakang telingaku. Tanpa sadar aku melenguh. Ada rasa aneh menjalar dallam diriku! Rupanya om Minon sangat piawai dallam menaklukkan perempuan. Ini terbukti bahwa aku yanng belum pernah bersentuhan dengann lelaki merasa bgitu nyaman dan merasakan kenikmatan diperlakukan seperti itu.

"Ja. jngan Oomhh! " Aku mendesis antara menolak dan enggan melepaskan diri. Bibir om Minon semakin menjalar ke depan hingga akhirnya bibirnya mulai melumat bibirku. Seprei yanng tadinya kupegang terlepas sudah.

Tanganku sekarang bertumpu memegang kedua punggung tangan om Minon yanng sedang sibuk meremas dan mendekap kedua toket ku. Napas om Minon semakin menggebu seperti kerbau. Lidahnya mulai bergerak-gerak liar menyelusup ke dallam rongga mulutku.

Akupun tak tahan lagi. Tubuhku seolah mengawang hingga ke awan. Kakiku limbung seolah tanpa pijakan. Sekarang tubuhku udah bersandar sepenuhnya bertumpu pada om Minon yanng terus mendekapku. Mataku terpejam merasakan sensasi yanng baru pertama kali ini aku alami.

Tanpa terasa lidahku ikut menyambut serangan lidah om Minon yanng bergerak-gerak liar. Selama beberapa saat lidahku dan lidah om Minon saling bergulat bak dua ekor naga langit yanng sedang bertarung.

Aku membuka mata, wajah om Minon sangat dekat dengann wajahku dan tangannya merangkul dan meremas kedua toket ku. Anehnya, stlah itu aku tidak berusaha menghindar. Aku merasakan ada sesuatu yanng mendesak-desak dan mesti tersalurkan.

Kubiarkan sajja tangan om Minon saat mulai menyusup ke balik singletku dari bagian bawah. Aku semakin menggelinjang saat tangannya mulai meraba perutku yanng masih rata. Perlahan tetapi pasti tangannya mulai merayap ke atas dan ke bawah.

Tangan kanan om Minon mulai menyentuh toket ku yanng terbungkus bh tipis itu, sementara tangan kirinya mulai menyusup ke balik celana pendek ketatku. Aku tak sadar tanganku bergerak ke belakang dan mulai meremas rambutnya.

Tubuh kita masih berhimpit berdiri menghadap searah. om Minon masih tetap mendekapku dari belakang. Bibirnya melumat bibirku sementara kedua tangannya mulai meraba dan meremas bagian-bagian sensitif tubuh perawanku. Akupun tak tinggal diam tanganku tetap meremas-remas rambutnya yanng cepak seperti "rambutan sopiyah" ( emang seperti lazimnya anggota tni mesti berambut cepak.

Kalau gondrong soalnya malah dikira preman kali! ) untk beberapa lama, om Minon masih melumat bibirku. Aku mesti jujur bahwa aku jugaa ikut menikmatinya. Bahkan beberapa saat secara tak sadar aku jugaa membalas melumat bibir om Minon.

Aku masih tetap belum menyadari atau mngkin terlena hingga tak menolak saat tangan om Minon mulai menyusup ke dallam bh-ku dan menyentuh apa yanng se mesti nya kujaga. Nafasku semakin memburu dan aku mulai merasakan bagian memek ku mulai basah.

Apalagi saat ibujari dan telunjuk om Minon mulai mempermainkan puting toket ku yanng udah semakin mengeras. Tubuhku semakin bergerak liar hingga benda keras yanng menempel ketat di belahan pantatku kurasakan semakin mengeras.

Desakan aneh semakin kuat mendorong di bagian bawah. Tubuhku semakin melayang saat tangan kiri om Minon dengann lembut mulai memijit-mijit dan meremas gundukan bukit di memek ku. (Namanya Bukit Berbulu! Kalau Uci Bing Slamet dulu nyanyinya Bukit Berbunga.

Mngkin waktu ngarang lagu itu terinspirasi saat bukit berbulunya kepegang lak-laki seperti aku ini! Ooh indah sekali! Lebih indah daripada bukit yanng berbunga! Tul enggak? Munafik kalau bilang enggak.

Cerita Sex Memek Dijilat Om Om Gila Sex

). Tubuhku semakin liar bergerak saat jari om Minon mulai menyentuh belahan hangat di memek ku. Jari-jarinya terasa licin bergerak menyusuri belahan hangat di memek ku. Rupanya aku udah bgitu basah.

Dan om Minon tahu kalu aku udah dallam genggamannya. Aku emang udah menyerah dallam nikmat sedari tadi. Apalagi aku emang jugaa mengagumi Oomku yanng keren ini. Tubuhku berkelejat liar seperti ikan kurang air saat jemari om Minon mempermainkan tonjolan kecil di bagian atas bukit memek ku.

Jarinya tak henti-hentinya menggocek dan berputar liar mempermainkan kelentitku. "Akhh. Oomphf. " desisanku terhenti krna bibirku keburu dikulum oleh bibir om Minon. Aku udah merasakan terbang mengawang. Desakan yanng menuntut pemenuhan semakin membuncah dan akhirnya dengann diiringi hentakan liar tubuhku aku merasakan ada sesuatu yanng menggelegak dan aku mengalami orgasme! Aku semula tak tahu apa itu orgasme, yanng jelas aku merasakan kenikmatan yanng amat sangat atas perlakuan om ku itu.

Tubuhku terasa ringan dan tak bertenaga setelah itu. "Gimana sayang? " bisik om Minon di telingaku. "Enak sayang? " lanjutnya. Aku cuma terdiam dan ada sebersit rasa malu. Se mesti nya ini tidak bolehh terjadi, kataku dallam hati menahan rasa malu dan sungkan yanng menggumpal dihatiku.

Tetapi rangsangan dan stimulus yanng diberikan om ku terlalu hebat utk kutahan. Akhirnya aku cuma pasrah sajja saat tangan om Minon mulai melucuti pakaianku satu per satu. Mula-mula kaos singletku dilepasnya hingga toket ku yanng masih kencang tampak terbungkus bh cream yanng seolah-olah tak mampu menampungnya.

Padahal ukurannya udah 36B. Tubuh bagian atasku udah setengah telanjang. Sementara aku yanng udah lemas tetap berdiri dipeluk om Minon dari belakang. Kembali tangannya mengelus perutku yanng putih rata itu.

Tanganku menutup bagian dadaku krna malu dan jengah mesti tampak laki-laki dallam keadaan begini. Lalu dengann terburu-buru om Minon melepaskan pakaian seragamnya hingga aku merasakan rambut dada om Minon yanng cukup lebat menempel punggungku yanng telanjang.

Lagi-lagi aku merasakan sensasi yanng lain-daripada yanng lain. Masih dengann setengah telanjang om Minon memelukku dari belakang. Aku terlalu malu utk membuka mataku. Aku cuma memejamkan mata smbil menikmati sensasi dipeluk laki-laki perkasa.

Dengan tangan mengelus perut dan dadaku om Minon kembali menciumi ku. Kali ini punggungku dijadikan sasaran serbuan bibirnya yanng panas. Kumisnya yanng tipis terasa geli saat menyapu-nyapu punggungku yanng terbuka.

Aku menggelinjang hebat. Apalagi saat lidah om Minon mulai merayap di tulang belakangku. Perlahan dari leher bibirnya merayap ke bawah hingga pengait bh-ku. Lalu tiba-tiba aku merasakan kekangan yanng mengekang toket ku melonggar.

Ternyata om Minon udah menggigit lepas pengait bra-ku. Aku tak sempat menutupi toket ku yanng terbebas krna dengann cepat kedua tangan om Minon udah mendekap kedua toket ku. Aku cuma pasrah dan membiarkan tangannya meremas dan mempermainkan toket ku sesukanya, krna aku emang menikmatinya juga.

Tiba-tiba ada sepercik perasaan liar menyerangku. Aku ingin lebih dari itu. Aku ingin merasakan kenikmatan yanng lebih. Godaan itu bgitu menggebu. Lalu tanpa sadar tanganku memegang tangan om Minon seolah-olah membantunya utk memuaskan dahagaku.

Dengan bibirnya om Minon menggigit tali bra-ku dan melepaskannya hingga jatuh. Kini tubuh bagian atasku udah telanjang sama sekali. cuma celana pendek mini dan celana dallam yanng masih menutupi tubuhku.

Setelah berhasil melepaskan tali bra-ku, bibir om Minon kembali menyerbu punggungku. Ditelusurinya tulang punggungku dengann lidahnya yanng panas. Ini membuat syarafku semakin terangsang heibat. Apalagi tangannya yanng kokoh tetap meremas kedua belah toket ku dengann gemasnya.

Ada rasa sakit sekaligus enak dengann remasannya itu. Lidahnya terus turun ke bawah hingga ke atas pinggulku. Hal ini membuatku semakin menggelinjang kegelian. "Ouchh. Oomm su. udah Oomh" aku merintih.

Mulutku bilang tidak tetaapi nyatanya tubuhku menginginkannya. Penolakanku seolah tiada artinya. Lalu tiba-tiba celana pendek miniku digigitnya dan ditarik ke bawah hingga ke atas lutut. Separuh buah pantatku yanng bulat dan mulus terbuka sudah! Lidah om Minon terus menyerbu buah pantatku kanan dan kiri secara bergantian.

Tubuhku meliuk dan meregang merasakan rangsangan terhebat yanng baru kali ini kurasakan saat lidah om Minon yanng panas mulai menyusuri belahan pantatku dan mulai mengais-ngais analku! Luar biasa. Tanpa rasa jijik sedikitpun lidah om Minon menjilati lobang anusku.

Hal ini membuat tubuhku tergetar heibat. Selang beberapa saat, stlah puas bermain-main dengann lobang anusku tangan om Minon mulai menarik celana pendek sekaligus cd-ku hingga ke mata kaki. Lalu tanpa sadar aku membantunya dengann melepaskan cd-ku dari kedua kakiku.

Kini aku udah bugil. Gil! om Minon pun rupanya sedang sibuk melepaskan celananya. Hal ini kuketahui dari bunyi gesper yanng dilepas. Sekarang tubuhku yanng sintal dan putih udah benar-benar telanjang total dihadapan om Minon.

Sungguh, aku belum pernah sekalipun telanjang dihadapan laki-lakiorang lain, apalagi laki-laki. Aku tak menduga akan terjadi hal seperti ini. dengan Oomku sendiri pula. tetapi kini, om Minon berhasil memaksaku.

Sementara aku seperti pasrah tanpa daya. Tiba-tiba om Minon menarik tanganku sehingga aku terduduk dipangkuan om Minon yanng saat itu udah duduk ditepi tempat tidur. Tanpa berkata apa-apa ia langsung mencium bibirku.

Aku tidak sempat menghindar, bahkan aku jugaa membiarkan ketika bibir dan kumis halus om Minon menempel kebibirku hingga beberapa saat. Dadaku semakin berdegup kencang ketika kurasakan bibir halus om Minon melumat mulutku.


Cerita seks Memek Dijilat Om Om Gila Sex
  • Lidah om Minon menelusup kecelah bibirku dan menggelitik hampir semua rongga mulutku. Mendapat serangan mendadak itu darahku seperti berdesir, sementara bulu tengkukku merinding. Aku pun terkejut ternyata peler besar om Minon yanng udah sangat kencang terjepit antara perutku dan perutnya.
  • Aku merasakan betapa besar dan panjang benda keras yanng terjepit diantara kedua tubuh telanjang kami. Mengetahui besarnya peler om Minon aku jadi ingat saat aku masih tk waktu diajari menyanyi guru tk-ku "Aku seorang kapiten mempunyai pedang panjang, kalau berjalan prok-prok prok. Aku seorang kapiten! Tapi ini om ku seorang kapiten mempunyai penis (bahasa jawa peler besar ) panjang. " emang om ku itu pangkatnya waktu itu udah Kapten! Cocok bukan? "Akh. , ja. jngan oomhh. ! " kataku terbata-bata.
  • "Su. Sudah. Oomhh" desisku antara sadar dan tidak. om Minon emang melepas ciumannya dibibirku, tetaapi kedua tangannya yanng kekar dan kuat masih tetap memeluk pinggang rampaingku dengann erat. Aku masih terduduk dipangkuannya.
  • Tetapi dia malah mulai menjilati leherku. dia menjilati dan menciumi seluruh leherku lalu merambat turun ke dadaku. Aku emang pasif dan diam, tetapi nafsu birahi udah semakin kuat menguasaiku.
  • Musti kuakui, om Minon sangat pandai mengobarkan birahiku. Jilatan demi jilatan lidahnya keleher dan dadaku benar-benar udah membuatku terbakar dallam kenikmatan. Apalagi saat bibir om Minon dengann penuh nafsu melumat kedua puting toket ku yanng udah sangat keras bergantian.
  • Aku kembali melayang di awan saat dengann gemas om Minon menghisap kedua puting toket ku bergantian. Rangsangan yanng kuterima bgitu dahsyat utk kutahan. Apalagi benda keras di selangkangan om Minon yanng terjepit kedua tubuh telanjang kita mulai tersentuh bibir memek ku yanng udah sangat basah.
  • Gejolak liar yanng berkobar dallam diriku semakin menggila. Hingga tanpa sadar aku menggoyang pinggulku di atas pangkuan om Minon utk memperoleh sensasi gesekan antara bibir memek ku dengann peler besar nya.
  • Om Minon sendiri terlihat nya jugaa udah sangat terangsang. Aku dapat merasakan napasnya mulai terengah-engah dan peler besar nya mengedut-ngedut. Sementara aku semakin tak kuat utk menahan erangan. Maka aku pun mendesis-desis utk menahan kenikmatan yanng mulai membakar kesadaranku.
  • Setelah itu tiba-tiba tangan om Minon yanng kekar mengangkat tubuhku dari pangkuannya dan merebahkan di atas tempat tidur yanng sebenarnya belum selesai kurapihkan itu. Insting perawanku secara refleks masih coba berontak.
  • "Sudah Oomhh! jngan yanng satu. Vernni takut. " Kataku smbil meronta bangkit dari tempat tidur. "Takut kenapa sayang? om sayang Vernni, percayalah sayang. " Jawab om Minon dengann napas memburu.
"Jang. jngan. om. " protesku sengit. namun seperti tidak perduli dengann protesku, om Minon segera menarik kedua kakiku hingga menjuntai ke lantai. Meskipun aku berusaha meronta, tetapi tidak berguna sama sekali.

Sebab tubuh om Minon yanng tegap dan kuat itu mendekapku dengann sangat erat. Kini, dengann kedua kakiku yanng menjuntai ke lantai membuat om Minon dapat memandang seluruh tubuhku dengann leluasa.

"Kamu cantik dan seksi sekali sayang" katanya dengann suara parau tanda bahwa dia udah sangat terangsang. dengan tubuh telanjang bulat tanpa tertutup sehelai kainpun yanng menutupi tubuhku, aku merasa risih jugaa dipandang sedemikian rupa.

Memek Dijilat Om Om Gila Sex cerita hot bokep, kisah seks Memek Dijilat Om Om Gila Sex, cerita porno dewasa Memek Dijilat Om Om Gila Sex
Memek Dijilat Om Om Gila Sex

Aku berusaha menutupi dengann mendekapkan lengan didada dan celah pahaku, tetaapi dengann cepat tangan om Minon memegangi lenganku dan merentangkannya. setelah itu om Minon membentangkan kedua belah pahaku dan menundukkan wajahnya di memek ku.

Aku tak tahu apa yanng hendak dia lakukan. Tanpa membuang waktu, bibir om Minon mulai melumat bibir memek ku yanng udah sangat basah. Tubuhku menggelinjang hebat. Aku semakin salah tingkah dan tak tahu apa yanng mesti kulakukan.

Yg jelas aku kembali merasakan adanya desakan yanng semakin menggebu dan menuntut penyelesaian. Sementara kedua tangannya merayap ke atas dan langsung meremas-remas kedua payudara ku. Bagaikan seekor singa buas dia menjilati liang memek ku dan meremas payudara yanng kenyal dan putih ini.

Lidahnya yanng panas mulai menyusup ke dallam liang memek ku. Tubuhku terlonjak dan pantatku terangkat saat lidahnya mulai mengais-ngais bibir memek ku. "Akh. Oomh. Sud. Sudahh Oom. " bibirku menolak tetaapi tanganku malah menarik kepala om Minon lebih ketat agar lebih kuat menekan memek ku sedangkan pantatku selalu terangkat seolah menyambut wajah om Minon yanng tenggelam dallam memek ku.

Kini aku tidak bisa berbuat apa-apa lagii selain megap-megap dan mengerang krna kenikmatan yanng amat sangat dan sulit dilukiskan dengann kata-kata. Aku menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan krna rasa geli dan nikmat ketika bibir dan lidah om Minon menjilat dan melumat bibir memek ku.

Aku semakin melayang dan seolah-olah terhempas ke tempat kosong. Tubuhku bergetar dan mengejang bagaikan tersengat aliran listrik. Aku mengejat-ngejat dan menggelepar saat bibir om Minon menyedot kelentitku dan lidahnya mengais-ngais dan menggelitik kelentitku.

"Akh. Akh. Oh. " dengann diiringi jeritan panjang aku merasakan orgasme yanng ke sekian kalinya. Benar-benar pandai menaklukan perempuan om ku ini. Pantatku secara otomatis terangkat hingga wajah om Minon semakin ketat membenam di antara memek ku yanng terkangkang lebar.

Napasku tersengal-sengal stlah mengalami beberapa kali orgasme tanpa ada coitus. "Vernni sayang. Sekarang giliran Vernni menyenangkan om ya. " bisiknya stlah napasku mulai teratur. Aku cuma pasrah dan tak mampu berkata-kata.

Antara malu dan mau aku cuma merintih pelan. "Mmh. " om Minon yanng udah pengalaman rupanya menyadari keadaanku yanng masih hijau dallam hal urusan bawah perut ini. dia pun lalu membaringkan diri di sisiku.

Tangannya sekarang membimbing tanganku dan diarahkannya ke bawah. dengan mata terpejam krna jengah aku ikuti sajja apa kemauannya. Hatiku berdesir saat tanganku dipegangkannya pada benda keras berbentuk bulat dan panjang.

Benda itu terasa hangat sekali dallam genggamanku. Ooh betapa besarnya peler itu. Tanganku hampir tak muat menggenggamnya. setelah terpegang tanganku pun digerak-gerakkan ke atas dan ke bawah utk mengocok benda itu.

Om Minon pun kemudian menarik tubuhku hingga aku berbaring miring menghadapnya. Kepalaku ditariknya dan diciumnya bibirku dengann penuh nafsu. Lidahnya mencari-cari lidahku dan tangannya bergerilya lagii meremas-remas toket ku.

Aku pun tak sadar ikut mengimbanginya. Lidahku bergerak liar menyambut lidahnya dan tanganku dengann agak kaku mengocok peler besar nya. Aku belum berani ngeliat seperti apa peler besar laki-laki.

Aku masih terlalu malu utk itu"Mphh jngan keras-keras sayang. Sakit itunya" bisik om ku. Rupanya aku terlalu keras mengocok peler besar nya sehingga om Minon merasa kurang nyaman. Kemudian stlah beberapa saat berciuman, didorongnya kepalaku ke bawah. Diarahkannya kepalaku ke dadanya yanng bidang. Masih dengann mata terpejam aku mencoba menirukan apa yanng dilakukan om Minon padaku. Lidahku mulai menjilat puting dadanya kiri dan kanan bergantian. "Oohh.

Teruss sayangh. " om Minon rupanya merasa nyaman dengann perlakuanku itu. Terus didorongnya kepalaku ke bawah lagi. Kini bibirku mulai menciumi perut dan pusar om Minon. Hal ini membuatnya semakin meradang. Mulutnya tak henti-hentinya mendesis seperti kepedasan. Tangannya terus mendorong kepalaku ke bawah lagi. Kini aku merasa daguku menyentuh benda keras yanng sedang ku kocok, sementara bibir dan lidahku tak henti-hentinya menciumi perut bagian bawahnya. Kemudian ditekannya lagii kepalaku ke bawah. Rupanya dia menyuruhku menciumi peler besar nya! dengan malu-malu kupegang kontll yanng besar dan berotot itu. Lalu aku memberanikan diri utk membuka mataku. Lagi-lagi aku berdebar-debar dan darahku berdesir ketika mataku ngeliat peler besar om Minon. Gila! Kataku dallam hati besar sekali. Bentuknya coklat kehitaman dengann kepala mengkilat persis topi baja tentara! Sementara itu kantong penis nya terlihat menggantung gagah dan penuh! Seperti ini rupanya peler besar laki-laki. Sejenak aku sempat membayangkan bagaimana nikmatnya jika peler besar yanng besar dan keras itu dimasukkan ke lubang kemaluan cewek , apalagi jika cewek itu aku. Gejolak liar kembali mengusikku. Lamunanku terputus saat tangan om Minon yanng kekar menekan kepalaku dan didekatkannya ke arah peler besar nya. dengan canggung bibirku mulai mencium peler besar nya. Aku sengaja membuang pikiran jijikku dengann membayangkan bahwa aku sedang menjilat"Magnum" (Es Krim yanng terkenal besar dan enaknya itu! ).

Dan ternyata aku berhasil! dengan membayangkan aku sedang menikmati 'magnum'ku tanpa rasa jijik sekalipun aku mulai menjilati peler besar om Minon. Dari ujung kepala kemaluan yanng mengkilat hingga kantung biji penis yanng menggantung penuh tak luput dari jilatan lidahku. smbil berjongkok di lantai aku terus menjilati menyusuri seluruh peler besar om Minon yanng besar dan panjang itu. Sesekali dengann nakal kusedot biji penis bergantian membuat pantat om Minon terangkat. Sementara kedua kaki om Minon menjuntai ke lantai seperti posisiku tadi waktu memek ku dijilati om Minon. Sesekali aku melirik bagaimana reaksinya. Ku lihat mulut om Minon terus menceracau tak karuan. "Terushh sayang.

Oohh nah. Terushh ough" bagai orang gila om Minon terus menceracau. Kemudian om Minon bangun dan diangkatnya tubuhku. Kali ini aku dibaringkannya dengann berhadap-hadapan. Kakiku masih menjuntai ke lantai. dia berdiri di antara kedua belah pahaku. Kemudian tangannya membimbing peler besar nya yanng udah berlendir dan dicucukannya ke celah hangat di tengah bukit memek ku. Aku tersadar. Antara nafsu dan ketakutan aku menangis. Aku memohon. "Ja.

Jngan Oommhh. Ja. jngan yanng itu". Rupanya superegoku memenangkan pertarungan antara id dan superegoku. Ego ku mampu menekan gejolak liar ide ku. "Kenapa sayang. ? " tanya om Minon dengann suara parau. "Vernni.

Takut Oomhh. To. Tolong jngan yanng itu. " kataku memohon. "Ok. Okay sayang. " kata Oomku smbil menghela nafas. "om tak akan masukkan sayang. cuma diluar. om janji deh" lanjutnya dengann suara parau krna udah dikuasai oleh nafsu birahinya. "Jang.

Jngan Oomhh, " aku tetap menolak, "Vernni enggak ingin kehilangan satu-satunya yanng paling berharga om" aku merintih antara nafsu dan takut. Saat dia mulai mencucukkan ujung kepala kemaluannya di celah memek ku yanng udah sangat basah. "Vernni sayang.

Apa. Kamu. Nggak kasihan padaku sayang. aku udah terlanjur bernafsu. aku nggak kuat lagii sayang, please aku. Mohon, " kata om Minon masih dengann terbata-bata dan wajah yanng memelas. "Sudah 2 tahun om mesti menahan ini sejak tantemu meninggal" Tiba-tiba om Minon beranjak dan dengann cepat mencucukkan peler besar nya yanng udah sangat kencang di sela-sela bukit memek ku. Kini tubuh telanjang om Minon mendekapku. Darahku seperti terkesiap ketika merasakan dada bidang om Minon menempel erat dadaku. Ada sensasi hebat yanng melandaku, ketika dada yanng kekar itu merapat dengann tubuhku. Ohh, baru kali ini kurasakan dekapan lelaki. dia masih meciumi sekujur tubuhku, sementara tangannya jugaa tidak kenal lelah meremas-remas payudara ku yanng semakin kenyal. Sekali lagi, sebelumnya tidak pernah kurasakan sensasi dan rangsangan sedahsyat ini. Aku tersentak ketika kurasakan ada benda yanng menggesek-gesek bibir memek ku. Ternyata om Minon menggesek-gesekkan peler besar nya di sela-sela bibir memek ku yanng udah sangat licin. dia memutar-mutar dan menggocek-gocekkan peler besar nya di sela-sela bibir memek ku. Sehingga aku benar-benar hampir tidak kuat lagii menahan kenikmatan yanng menderaku. Mendapat serangan yanng luar biasa nikmat itu, secara refleks aku memutar-muatarkan pantatku. Toh, aku masih mampu bertahan agar benda itu tidak benar-benar memasuki liang memek ku. "om, jngan sampai masuk.

, diluar saja. ! " pintaku. om Minon cuma mendengus dan tetap menggosok-gosokkan peler besar nya di pintu memek ku yanng semakin licin oleh cairan. Aku bgitu terangsang. Aku tergetar hebat mendapatkan rangsangan ini. Tidak kuat lagii menahan kenimatan itu, tanpa sadar tanganku menjambak rambut om Minon yanng masih terengah-engah. Kini aku udah benar-benar tenggelam dallam birahi. Napasku semakin memburu dan tubuhku kembali berkelejat menahan kenikmatan. Aku mesti mengakui kehebatan om Minon utk yanng kesekian kalinya. krn tanpa penetrasi pun dia udah sanggup membuatku orgasme berkali-kali. "Akhh.

Oomhh. Shh. Ouchh. " tanpa sadar aku menjerit ketika kurasakan kelentitku berdenyut-denyut dan ada sesuatu yanng menggelegak di dallam sana. Mataku terbeliak dan tanpa malu-malu lagii aku mengangkat pantatku menyambut gocekan peler besar om Minon di bibir memek ku agar lebih ketat menekan kelentitku. Aku berkelejotan, sementara napasku semakin memburu. Gerakanku semakin liar saat liang memek ku berdenyut-denyut. Lalu aku terdiam tubuhku terasa lemas sekali. Aku tak peduli lagii pada apa yanng hendak dilakukan om Minon pada tubuhku. Tulang-belulangku serasa lepas semua. setelah itu om Minon bangkit dan mengambil body lotion yanng ada di meja rias kamar tamu dan dengann cepat dia menindihku. Dikangkanginya tubuhku. Kali ini dia benar-benar menguasaiku. Dari kaca meja rias disamping tempat tidur, aku bisa ngeliat tubuh rampingku seperti tenggelam dikasur busa ketika tubuh om Minon yanng tinggi besar mulai menindihku. Lalu om Minon membalur kedua toket ku dengann lotion dan melemparkan botol itu stlah ditutupnya kembali. Aku merasa lega krna setidak-tidaknya dia udah menepati janjinya utk tidak memasukkan peler besar nya ke dallam liang memek ku. om Minon kembali melumat bibirku. Kali ini teramat lembut. Gilanya lagi, aku tanpa malu lagii membalas ciumannya. Lidahku kujulurkan utk menggelitik rongga mulut om Minon. om Minon terpejam merasakan seranganku, sementara tanganku kekarnya masih erat memelukku, seperti tidak akan dilepas lagi. Bermenit-menit kita terus berpagutan hingga akhirnya om Minon melepaskan bibirnya dari pagutanku. dia lalu menempatkan peler besar nya di belahan kedua toket ku yanng udah dilumuri body lotion. Kedua tangannya yanng kekar lalu memegang kedua buah toket ku dan dijepitkannya pada peler besar nya. Aku pun ikut membantunya dengann memegang lembut peler besar nya. setelah peler besar nya terjepit kedua toket ku, dia mulai mengayunkan pantatnya maju mundur hingga peler besar nya yanng terjepit toket ku bergerak maju mundur. peler besar nya yanng bgitu panjang membuat ujung kemaluannya menyentuh-nyentuh bibirku. Lalu utk membantunya menuntaskan nafsunya akupun membuka mulutku dan menjilati ujung kemaluan itu setiap kali terdorong ke atas. Hal itu berlangsung beberapa lama hingga kurasakan ayunan pantat om Minon mulai makin cepat. Gesekan peler besar nya yanng terjepit ke dua buah toket ku pun semakin kencang. Nafasnya semakin mendengus dan kulihat matanya terpejam seolah sedang menahan sesuatu. Peluh udah membasahi kedua tubuh telanjang kita hingga kelihatan mengkilap dan licin. Semakin lama gerakannya semakin cepat disertai dengus nafas yanng semakin menderu. Tiba-tiba dia seolah tersentak kurasakan peler besar nya yanng terjepit dadaku mulai mengedut-ngedut. Tubuhnya mengejat-ngejat seperti tersengat arus listrik dan dari mulutnya keluar geraman dahsyat. "Ugh.

Ugh. Argh. Akh". Cratt. Crat. Cratt. Cratt. Cratt. Akhirnya dari lubang di ujung kemaluannya menyemburlah cairan putih kental yanng bannyak sekali. Sialnya cairan itu sebagian besar tumpah ke mulutku yanng sedang terbuka krna menjilati peler besar itu. "Glk.

Uhuk. Uhuk. Uhuk" aku hampir muntah krna tersedak cairan itu. Rupanya sebagian ikut tertelan. "om Minon jahat. Uhuk. Uhuk" smbil masih terbatuk-batuk aku menangis. Ini merupakan pengalamanku yanng pertama kali. Bau cairan peju sajja udah membuatku mual. Apalagi tertelan! Pembaca bisa membayangkan bagaimana rasanya. "Sorry sayang.

Om tidak sengaja. " bisiknya menghiba seolah merasa bersalah. Kemudian dengann tanpa rasa jijik dilumatnya bibirku yanng masih penuh cairan sperma nya itu sehingga rasa jijikku sedikit hilang. Lama kita berciuman sampai akhirnya diambilnya ujung seprei dan dibersihkannya bibirku dari sisa-sisa ceceran sperma nya itu. Aku merasa terharu akan perlakuannya dan rasa sayangku padanya pun mulai bertambah. Bukan kasih sayang antara kepenakan. Eh keponakan dan paman melainkan rasa sayang sebagaimana layaknya cewek terhadap laki-laki. Aku yanng udah merasa lemas akhirnya tak mampu bergerak lagi. Aku lega sejauh ini aku masih mampu mempertahankan mahkota keperawananku. Aku langsung tertidur. mngkin om Minon jugaa ikut tertidur. krn aku udah tidak ingat apa-apa lagi. Aku bangun ketika aku merasakan geli saat toket ku ada yanng menjilati. Aku membuka mata dan kulihat om Minon sedang sibuk menyedot kedua toket ku secara bergantian. Kembali aku mesti menggelinjang dan nafsuku perlahan mulai bangkit. Tubuh telanjang om Minon menindihku. Tubuhnya yanng tinggi besar membuat tubuhku seolah-olah tenggelam dallam spring bed. Tanpa kusadari tanganku pun mulai bergerak meremas-remas rambut om Heu yanng sedang sibuk melumat kedua puting toket ku bergantian. Tubuh kita udah mulai basah oleh peluh kita yanng mulai mengucur deras. dalam posisi seperti itu tiba-tiba kurasakan ada benda yanng kenyal mengganjal diatas perutku. Semakin lama benda yanng terjepit di antara perut kita itu makin mengeras dan terasa panas. Ohh, ternyata benda yanng mengganjal itu adalah peler besar om Minon yanng mulai mengeras. Perlahan tetapi pasti lidah om Minon mulai menelusuri setiap lekuk liku tubuhku. Tanpa rasa jijik dijilatinya ketiakku yanng bersih mulus, krna aku emang rajin mencabuti bulu ketiakku. Rasanya geli luar biasa diperlakukan seperti itu. Lidahnya yanng basah dan panas seolah-olah menggelitik ketiakku. setelah puas menjilati kedua ketiakku bergantian, lidah om Minon mulai menelusuri tubuhku bagian samping ke aras bawah. Sekarang pinggangku dijadikannya sasaran jilatannya. Aku semakin tak mampu menahan diri. "Osh.

Oh Omm. Ohh" aku cuma mampu merintih. krn bukan cuma itu rangsangan yanng diberikannya. Tangannya yanng nakal ternyata tak tinggal diam. Ditangkupkannya telapak tangannya yanng besar ke bukit memek ku lalu dengann gerakan lembut diremas-remasnya bukit memek ku. Beberapa saat kemudian smbil bibirnya menjilati perut bagian bawahku, jari jari om Minon mulai bergerak menyusuri celah hangat di antara bibir memek ku yanng udah sangat basah. Jarinya bergerak sepanjang celah itu dari atas ke bawah hingga menyentuh lubang analku. dengan dibantu cairan yanng keluar dari liang memek ku jarinya mulai dimasuk-masukkan ke dallam lubang analku hingga lubang analku kurasakan mengedut-ngedut. Tiba-tiba om Minon membalik posisi tubuhnya. Wajahnya sekarang menghadap ke memek ku dan selangkangannya pun dihadapkannya ke wajahku. Sekarang aku dapat ngeliat tanpa malu-malu lagii bentuk kemaluan laki-laki. peler besar om Minon yanng udah sangat keras menggantung di atas wajahku. Uratnya yanng seperti tali kelihatan menonjol sepanjang peler besar nya yanng berwarna hitam kecoklatan. Gagah sekali bentuknya seperti meriam kecil antik yanng bannyak kulihat dijual di sekitar candi Borobudur sana. Aku tidak sempat mengagumi benda itu berlama-lama, krna tiba-tiba kurasakan peler besar itu mengganjal tepat di bibirku. Rupanya om Minon menginginkan peler besar nya kujilati seperti tadi. Aku pun membuka bibirku dan dengann lembut mulai menjilati ujung peler besar nya yanng mengkilat. Tubuhku pun tersentak dan tanpa sadar pantatku terangkat ke atas saat bibir om Minon mulai menciumi bukit memek ku. Bibirnya dengann gemas menyedot labia mayoraku lalu disisipkannya lidahnya ke dallam bibir memek ku. Saking gelinya tanpa sadar kedua kakiku menjepit kepala om Minon utk lebih menekankan wajahnya ke bukit memek ku. om Minon pun menekan pantatnya ke bawah hingga peler besar nya lebih dallam memasuki mulutku. Aku hampir tersedak dan susah bernapas krna peler besar om Minon yanng besar itu menyumpal mulutku dan ujungnya hampir menyentuh kerongkonganku, sementara rambut kemaluannya yanng sangat lebat menutupi hidungku! Aku gelagapan hingga tanpa sadar kucengkeram pantat om Minon agar mengangkat pantatnya. Rupanya tindakanku berhasil krna om Minon mengangkat pantatnya sedikit hingga aku dapat bernapas lega. (Pembaca dapat membayangkan bagaimana rasanya hidung pembaca tersumpal jembut. Eh rambut kemaluan laki-laki! udah baunya apek. Ting kruntel lagii kayak indomie pula! Sedangkan mulut tersumpal peler besar ! ) Tubuhku semakin menggeliat liar saat lidah om Minon mulai menggesek-gesek kelentitku. Kelentitku rasanya membengkak dan berdenyut-denyut seolah mau pecah. Mataku udah membeliak hampir terbalik. Aku merasa hampir mengalami orgasme lagi. namun saat desakan di bagian bawah perutku hampir meledak tiba-tiba om Minon menjauhkan bibirnya dari memek ku. Aku kecewa sekali rasanya. Orgasme yanng hampir kuperoleh ternyata menjauh lagi. Ternyata ini emang taktik om Minon agar aku penasaran. om Minon mengubah posisi lagi. Kini wajahnya menghadap ke wajahku lagi. Tubuhnya ditempatkannya di antara kedua pahaku yanng emang udah terbuka lebar. Kemudian bibirnya mencium bibirku dengann lembut. Akupun membalasnya. Lidah kita saling berkutat. Sementara itu tubuh bagian bawah om Minon mulai menekan memek ku. Hal ini kurasakan dari tekanan peler besar om Minon yanng terjepit bibir keamaluanku, walaupun belum masuk ke dallam liang memek ku tentunya! Hangat sekali rasanya peler besar itu. Nikmat sekali rasanya gesekan-gesekan yanng ditimbulkannya saat pantatnya bergerak maju-mundur. "Oomhh.

Ja. jngan dimasukkan. ! " kataku smbil tersengal-sengal menahan nikmat. Aku tidak tahu apakah permintaan aku itu tulus atau tidak, sebab sejujurnya aku jugaa ingin merasakan betapa nikmatnya ketika peler besar yanng besar itu masuk ke lubang memek ku. "Oke.

Sayang. Kalau nggak bolehh dimasukkan, om gesek-gesekkan di bibirnya sajja ya. ? " jawab om Minon jugaa dengann napas yanng terengah-engah. Kemudian om Minon kembali memasang ujung peler besar nya tepat di celah-celah bibir memek ku. Aku merasa gemetar luar biasa ketika merasakan kepala batang peler besar itu mulai menyentuh bibir memek ku. Lalu dengann perlahan digoyangkanya pantatnya hingga peler besar nya mulai menggesek celah bibir memek ku. Hal ini berlangsung beberapa saat dengann irama yanng teratur seperti pemain biola yanng menggesek biolanya dengann khidmat. Rupanya om Minon tidak puas dengann cara seperti itu (Aku pun jugaa kurang puas sebenarnya. ! Tapi gengsi dong masak perempuan minta duluan! ). "om masukkin dikit ya sayang.

" bisik om Minon dengann napasnya mendengus-dengus, tanda kalau nafsunya udah semakin meningkat. Aku sendiri yanng jugaa udah sangat terangsang dan tidak berdaya krna udah terbakar birahi cuma diam saja. krn aku cuma diam, om Minon lalu memegang peler besar nya dan dicucukannya ke celah-celah bibir memek ku yanng udah sangat licin. dengan pelan didorongnya pantatnya hingga akhirnya ujung kemaluan om Minon berhasil menerobos bibir memek ku. Aku menggeliat hebat ketika ujung peler besar yanng besar itu mulai menyeruak masuk. Walaupun mulanya sedikit perih, tetaapi perlahan tetapi pasti ada rasa nikmat yanng baru kali ini kurasakan mulai mengalahkan perihnya memek ku. Seperti janji om Minon, peler besar nya yanng seperti lengan bayi itu cuma dimasukkan sebatas ujungnya saja. Meskipun cuma bgitu , kenikmatan yanng kurasa betul-betul membuatku hampir berteriak histeris. Sungguh peler besar om Minon itu luar biasa nikmatnya. Liang memek ku serasa berdenyut-denyut saat menjepit ujung topi baja peler besar om Minon yanng bergerak maju-mundur secara pelahan. om Minon terus menerus mengayunkan pantatnya Mamaju-mundurkan batang peler besar sebatas ujungnya sajja yanng terjepit dallam liang memek ku. Keringat kita berdua semakin deras mengalir, sementara mulut kita masih terus berpagutan. "Sakkith.

Oomhh. ? " Aku menjerit pelan saat kurasakan betapa peler besar om Minon menyeruak semakin dalam. namun rasa perih itu perlahan-lahan mulai menghilang saat om Minon menghentikan gerakan peler besar nya yanng bgitu sesak memenuhi liang memek ku. Rasa sakit itu mulai berubah menjadi nikmat krna peler besar nya kurasakan berdenyut-denyut dallam jepitan liang memek ku. Lalu aku semakin mengawang lagii saat lidah om Minon yanng panas mulai menyapu-nyapu seluruh leherku dengann ganasnya. Bulu kudukku serasa merinding dibuatnya. Aku tak sadar lagii saat om Minon kembali mendorong pantatnya hingga peler besar nya yanng terjepit erat dallam laing memek ku semakin menyeruak masuk. Aku yanng udah sangat terangsang pun tak sadar akhirnya menggoyangkan pantatku seolah-olah memperlancar gerakan peler besar om Minon dallam liang memek ku. Kepalaku tanpa sadar bergerak-gerak liar merasakan sensasi hebat yanng baru kali ini kurasakan. Liang memek ku semakin berdenyut-denyut dan ada semacam gejolak yanng meletup-letup hendak pecah di dallam diriku. Aku tak tahu entah bagaimana, tiba-tiba kurasakan peler besar yanng besar itu udah amblas semua ke memek ku. Bless. Perlahan tapi pasti peler besar yanng besar itu melesak ke dallam libang memek ku. memek ku terasa penuh sesak oleh batang peler besar om Minon yanng sangat-sangat besar itu. Ada rasa pedih menghunjam di perut bagian bawahku. Ooh rupanya mahkotaku udah terenggut. "Akhh.

Sakk. Kitthh. Oomhh. " aku merintih dan tanpa sadar air mataku menetes. Ada sebersit rasa penyesalan dallam diriku, mengapa aku bgitu mudah menyerahkan mahkotaku yanng paling berharga. "Oomh. Kok dimaassuukiin seemmua.

Ah. ? " tanyaku. "Maafkan om saayang. om nggak tahhan. ! " ujarnya dengann lembut. dia pun menghentikan gerakan pantatnya. Air mataku mengalir tanpa dapat kutahan lagi. " jngan menangis sayang.

" bisik om Minon di telingaku, "om sayang kamu" Ada secercah rasa bahagia saat kudengar bisikan mesranya di telingaku. Aku pun terdiam dan dia pun terdiam. kami terdiam beberapa saat. Ooh betapa indahnya. dalam diam itu aku dapat merasakan kehangatan peler besar nya yanng hangat dallam jepitan liang memek ku. Kembali rasa nikmat menggantikan rasa sakit yanng tadi menghentakku. Kurasakan peler besar nya mengedut-ngedut dallam jepitan liang memek ku. Kemudian dengann perlahan sekali om Minon mulai mengayunkan pantatnya hingga kurasakan peler besar nya menyusuri setiap inci liang memek ku. Nikmat sekali rasanya. Aku tak sempat mengerang krna tiba-tiba bibir om Minon udah melumat bibirku. Lidahnya menyeruak masuk mulutku dan mencari-cari lidahku. Aku pun membalasnya. "H emang ghh" Kudengar om Minon mendengus tanda birahinya udah mulai meningkat. Gerakan peler besar nya semakin mantap di dallam jepitan liang memek ku. Aku merasakan betapa peler besar ya yanng keras menggesek-gesek kelentitku. Aku pun mengerang dan tubuhku bergerak liar menyambut gesekan peler besar nya. Pantatku mengangkat ke atas seolah-olah mengikuti gerakan om Minon yanng menarik peler besar nya dengann cara menyendal seperti orang memancing hingga cuma ujung peler besar nya yanng masih terjepit dallam liang memek ku. Lalu stlah itu didorongnya peler besar nya dengann pelahan hingga ujungnya seolah menumbuk perutku. Dilakukannya hal itu berulang-ulang. Aku merasa ada semacam sentakan dan kedutan hebat saat om Minon menarik peler besar nya dengann cepat! (Belakangan aku baru tahu kalau itu namanya teknik sendal pancing stlah om Minon menceritakannya! Intinya teknik ini adalah mendorong secara pelan hingga peler besar nya masuk seluruhnya lalu menarik dengann cepat seperti orang menyendal saat memancing hingga cuma ujung peler besar nya yanng masih tertinggal! Wow. Ternyata teknik inilah yanng kurasakan paling nikmat dan menjadi teknik favoritku! Pembaca bisa mencobanya dan perempuan ditanggung akan ketagihan deh! ). Napasku semakin terengah-engah dan merasakan kenikmatan yanng kini semakin tak tertahankan. begitu besarnya peler om Minon, sehingga lubang memek ku terasa sangat sempit. Sementara krn tubuhnya yanng berat, peler besar om Minon semakin menyeruak ke dallam liang memek ku dan melesak hingga ke dasarnya. Sangat terasa sekali bagaimana rasanya peler besar om Minon menggesek-gesek dinding liang memek ku. Tanpa sadar aku pun mengimbangi genjotan om Minon dengann menggoyang pantatku. Semakin lama, genjotan om Minon semakin cepat dan keras, sehingga tubuhku tersentak-sentak dengann hebat. Slep. slep. slep. sleep. bunyi gesekan peler besar om Minon yanng terus memompa liang memek ku. "Akhh.

! Aakhh. Oomhh. ! " erangku berulang-ulang. Benar-benar luar biasa sensasi yanng kurasakan. om Minon benar-benar udah menyeretku menuju sorga kenikmatan. Persetan dengann keperawananku. Aku udah tak peduli apapun. Tidak berapa lama kemudian, aku merasakan nikmat yanng luar biasa dari ujung kepala hingga ujung memek ku! Tubuhku mengelepar-gelepar di bawah genjotan tubuh om Minon. Seperti tidak sadar, aku dengann lebih berani menyedot lidah om Minon dan kupeluk erat-erat tubuhnya seolah takut terlepas. "Ooh.

Oomh. Akhh. ! " akhirnya aku menjerit panjang ketika hampir mencapai puncak kenikmatan. Tahu aku hampir orgasme, om Minon semakin kencang menyendal-nyendal peler besar nya dari jepitan liang memek ku. Saat itu tubuhku semakin menggelinjang liar di bawah tubuh om Minon yanng kuat. Tidak lama kemudian aku benar-benar mencapai klimaks. "Ooh.

Aauuhh. Oomh. ! " Jeritku tanpa sadar. Seketika dengann refleks jari-jariku mencengkeram punggung om Minon. Pantatku kunaikkan ke atas menyongsong peler besar om Minon agar dapat masuk sedalam-dalamnya. Lalu kurasakan liang memek ku berdenyut-denyut dan akhirnya aku seolah merasakan melayang. Tubuhku serasa seringan kapas. Aku benar-benar orgasme! Gerakanku semakin melemah stlah kenikmatan puncak itu. om Minon menghentikan sendalannya. "Bagaimana rasanya sayang.

! " bisik om Minon lembut smbil mengecup pipiku. Aku pun cuma terdiam dan wajahku merona krna malu. "Istirahat dulu ya sayang" bisiknya lagi. om Minon yanng belum orgasme membiarkan sajja peler besar nya terjepit dallam liang memek ku. kami kembali terdiam. mngkin om Minon sengaja membiarkan aku utk menikmati saat-saat kenikmatan itu. Aku kembali mengatur napasku sementara kurasakan peler besar om Minon terus mengedut-ngedut dallam jepitan liang memek ku. cerita-dewasa- Tubuh kita udah mengkilat krna basah oleh keringat. mmg udara saat itu panas sekali, apalagi kita jugaa habis bergumul hebat ditambah kamar itu tidak ber ac, cuma kipas angin yanng membantu menyejukkan ruangan yanng udah berbau mesum itu. setelah beberapa saat om Minon yanng belum orgasme itu mulai menggerak-gerakkan peler besar nya maju mundur. Kali ini ia bergerak tidak menyendal-nyendal lagi. Masih dengann posisi seperti tadi, yaitu kakiku menjuntai ke lantai dan pantatku terletak di tepi pembaringan. Sedangkan om Minon tetap posisi setengah berdiri krna kakinya masih di lantai. Kembali gejolak birahiku terbangkit. dengan sukarela aku menggoyangkan pinggulku seirama dengann gerakan pantat om Minon. Rasa nikmat kembali naik ke ubun-ubunku saat kedua tulang kemaluan kita saling beradu. Gerakan peler besar om Minon semakin lancar dallam jepitan liang memek ku. Meskipun masih ada rasa sedikit ngilu, kubiarkan om Minon memompa terus lubang memek ku. Aku yanng udah cukup lelah cuma bergerak mengimbangi ayunan peler besar om Minon yanng terus memompaku. peler besar nya yanng hitam kecoklatan dan udah berkilat krna basah oleh cairan licin yanng keluar dari memek ku tanpa ampun menghajar liang memek ku. Edan tenan! Liang memek ku dimasuki peler besar sebesar itu. Kalau akau tak malu ingin rasanya aku menjerit meneriakkan kata-kata om Timbul dallam iklan jamu yanng terkenal "Uenak tenann! ". mmg enak, bagi yanng belum pernah merasakan bolehh coba! Ditanggung ketagihan. mmg kupikir-pikir mendingan enak ngeseks begini daripada ikut-ikutan teman kuliahku yanng sok idealis berdemo panas-panasan! mmg bannyak teman yanng ngajak aku berdemo, tapi aku emoh! Ngapain toh enggak ada untungnya! Paling-paling kami cuman diperalat sama pemimpin demo! (Rupanya ada benarnya jugaa pilihan yanng kuambil utk tidak ikut-ikutan berdemo! Soalnya ternyata ketahuan ada beberapa rekan yanng terima duit dari demo itu! ) om Minon semakin lama semakin kencang memompakan peler besar nya. Sementara mulutnya tidak henti-hentinya menciumi pipi dan leherku dan kedua tangannya meremas kedua payudara ku. Mendapat rangsangan tanpa henti seperti itu nafsuku semakin memuncak kembali. Kurasakan kenikmatan mulai menjalar lagi. Bermula dari memek ku kenikmatan itu menjalar ke putingku lalu ke ubun-ubunku. Aku lalu balik membalas ciuman om Minon, pantatku bergerak memutar mengimbangi peler besar om Minon yanng dengann perkasa menusuk-nusuk lubang memek ku. Gerakan om Minon mulai semakin liar. Napasnya mendengus seperti kerbau gila! (Mungkin kerbau kalau lagii gila begini kali ya? ) Pantatku kuputar-putar, kiri-kanan semakin liar utk menggerus batang peler besar om Minon yanng terjepit erat dallam lubang memek ku. Aku pun semakin tak mampu menahan diri. Kusedot lidah om Minon yanng menyelusup ke dallam mulutku. Tubuh om Minon mengejat-ngejat seperti orang tersengat listrik krna kenikmatan. Lalu di saat aku menjerit panjang saat merasakan orgasme utk yanng ke sekian kalinya. om Minon pun mengejat-ngejat. "Ough.

Ugh. Ugh" dengann napas yanng terengah-engah, om Minon yanng berada diatas tubuhku semakin cepat menghunjamkan peler besar nya. Lalu Crrtt. Crrtt. Crrt. Crt. Crt. Aku merasakan betapa peler besar om Minon menyemprotkan sperma nya dallam kehangatan liang memek ku. Matanya membeliak dan tubuhnya terguncang hebat. peler besar nya mengedut-ngedut hebat saat menyemburkan sperma nya. Aku merasakan ada semprotan hangat di dallam sana, nikmat sekali rasanya. Rupanya kita mencapai orgasme yanng bersamaan. "Teruss.

Teruss. putar sayangh. ! " dengus om Minon. Aku pun membantunya dengann semakin liar memutar pinggulku. Beberapa saat kemudian tubuhnya ambruk hingga menindih tubuhku. peler besar nya tetap terjepit dallam liang memek ku. Sementara aku merasakan ada aliran cairan yanng mengalir keluar dari liang memek ku. Napas kita menderu selama beberapa saat stlah pergumulan nikmat yanng melelahkan itu. Gila, sperma om Minon luar biasa banyaknya, sehingga seluruh lubang memek ku terasa kebanjiran. Bahkan krn bgitu banyaknya, sperma om Minon belepotan hingga ke bibir memek ku. Berangsur-angsur gelora kenikmatan itu reda. untk beberapa saat om Minon masih menindihku, keringat kita pun masih bercucuran. peler besar nya yanng udah mulai melemas secara perlahan terdorong keluar oleh kontraksi otot liang memek ku. Hingga tiba-tiba tubuh kita berdua seperti tersentak saat peler besar itu terlepas dari jepitan memek ku. Plop. Seperti tutup botol yanng terlepas saat peler besar itu terlepas dari jepitan liang memek ku. kami tersenyum. "Enak sayang? " bisiknya mesra. "Kamu sungguh hebat Vernni.

Om sayang sekali sama Vernni" dia merayu lagii stlah memperoleh kenikmatan dariku. setelah itu dia menggulingkan tubuhnya berguling kesampingku. Mataku menerawang menatap langit-langit kamar. Ada sesal yanng mengendap dihatiku. Tapi nasi udah menjadi bubur! sperma udah terlanjur mengucur! Biarin deh! Apa yanng terjadi terjadilah. Que sera sera! Demikian pembenaranku. "Maafkan om, Vernni.

Om udah khilaf" bisik om Minon lirih. Aku tidak menjawab, aku duduk dan bermaksud membersihkan ceceran sperma om Minon yanng berceceran di bibir memek ku. Aku kembali tercenung ngeliat betapa cairan mani yanng mengalir keluar dari liang memek ku sedikit kemerahan krna darah perawanku. Ya perawanku udah terenggut oleh Oomku! Adik kandung ayah ku sendiri! untk beberapa saat tak ada sepatah kata pun yanng keluar dari mulut kita berdua. namun rupanya penyesalanku tidak berlangsung lama. Kenikmatan mengalahkan rasa sesalku. Hari itu kita melakukannya lagii berulang-ulang seperti layaknya pengantin baru. om Minon mengajariku berbagai gaya yanng aneh-aneh! mmg keadaan sangat mendukung krna kedua orangtuaku baru pulang stlah petang. Jadi siang itu kita benar-benar mereguk kenikmatan sebebas-bebasnya. Dari beberapa gaya yanng diperkenalkan om Minon, cuma gaya "sendal pancing" itulah yanng paling berkesan bagiku dan menjadi gaya favoritku. Sejak saat itu aku menjadi kekasih om ku sendiri. Tentunya tanpa sepengetahuan ayah ku. Dan setiap ada kesempatan kita selalu melakukannya di manapun dan kapanpun! betul pembaca aku menjadi tergila-gila dengann yanng namanya seks! I become addicted to cock since then!
Memek Dijilat Om Om Gila Sex
Memek Dijilat Om Om Gila Sex, cerita sex , Memek Dijilat Om Om Gila Sex cerita hot bokep, kisah seks Memek Dijilat Om Om Gila Sex, cerita porno dewasa Memek Dijilat Om Om Gila Sex, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Memek Dijilat Om Om Gila Sex


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/