Pesta Seks Sama Tante Dan Pacar

Pesta Seks Sama Tante Dan Pacar | Di suatu pagi di puncak villa sebuah rumah besar Di sebuah sudut kamar terdapat tempat tidur yangg ukurannya 3 kali tempat tidur biasa. Di situ keliatan lah pemandangan yangg membuat darah kami naik. Di situ tergolek sepasang manusia di mabuk asmara, mereka berdua tergolek telanjang denngan posisi saling berangkulan.

Oh, begittu indahnya. Si cowok bernama Roman dan si perempuan bernama Donna. Roman adalah lelaki sejati denngan tubuh tinggi kekar 182 cm denngan berat 78 kg menjadikan ia "the real man".

Ditambah denngan ukuran peler nya yangg lumayan panjang sekitar 18 cm denngan diameter 12 cm. Dan perempuan nya Donna denngan tubuh seksi dan kulitnya seputih salju, tinggi 174 cm denngan berat 58 kg.

Terus ditambah wajahnya secantik Marimar, rambutnya yangg panjang dan indah tergerai, hidungnya semancung perempuan bule, bibirnya sensual, lehernya yangg jenjang, susunya yangg montok dan mancung itu kira kira 36C, perutnya yangg datar dan kencang, pinggangnya yangg langsing, pantatnya yangg semok, teruss.

Ohh. nonok nya keliatan lah daging nonok yangg memerah segar denngan bibirnya yangg sempit dikelilingi oleh bulu nonok yangg halus rapi membentuk segitiga. Daging nonok nya empuk dan terpelihara baik, bersih dan tidak ada bau apa apa.

Pahanya yangg putih mulus denngan ditumbuhi bulu bulu halus dan seterusnya pokoknya "uendaang". dech. Lalu 5 menit kemudian terdengarlah bunyi weker denngan nyaringnya. Roman mendadak terbangun dari tidurnya, ia ngeliat Donna tertidur pulas di sebelahnya.

Ia mengamati wajah pacarnya itu denngan seksama, lalu ia mencium kening pacarnya terus bibirnya yangg sensual itu. Donna terbangun jg dari tidurnya terus kaget ngeliat Roman memandangnya penuh arti.

Lalu. "Roman sayang, kenapa memandangku seperti itu? ". tanyanya penasaran smbil tangannya memilin puting Roman. "Tidak kok Sayang, aku hanya kagum denngan kecantikanmu yangg tiada duanya ini". jawab Roman smbil mencium mesra bibir Donna.

"Oh. Roman Sayang, aku tercipta emang untk kamu seorang, aku milikmu seutuhnya Roman, ". jawabnya smbil memeluk tubuh Roman. "Oh. Donna sayang kau emang bidadariku, ohh. I love you so much honey, ohh. my baby. my darling. ohh? ".

Mereka berdua saling dekap, peluk, peluk dan peluk lagi, oh sungguh indahnya. Tapi beberapa menit kemudian telepon berbunyi, mereka berdua sempat tersentak krna sedang asyik bertempur, eh. telpon berbunyi.

Telepon diangkat Donna, lalu. "Hallo". "Hallo bisa bicara denngan Roman! ". "Ini dari siapa ya? ". "Saya tantenya Roman, Tante Sefia". "Tunggu sebentar. ! ". Lalu. "Sayang, ada telepon dari tantemu".

"Tante siapa sayang? ". "Katanya sih Tante Sefia". "Oh. baiklah biar kuterima, sayang". Lalu. "Hallo, Roman disini". "Hallo Roman keponakanku sayang, bagaimana kabarmu sekarang dan tadi itu tadi siapa? Nah ketahuan ya, pasti perempuan mu ya. Tante bisa menebak pasti kalian berdua sekarang dlam keadaan bugil. hayo. ngaku. iya apa iya? ".

"Aduh Tante gimana sih, masa pagi pagi udah ngomong jorok. Roman baik baik sajja kok. dan terus terang perempuan tadi itu emang perempuan Roman". "Gimana Roman, nonok nya tentu lebih enak dari punya Tante iya khan? Tante senang keponakan Tante tersayang sekarang sudah berbahagia. ohh".

"Tante please, jngn ungkit masa lalu. ok. Oh ya, Tante ada perlu apa denngan Roman? ". "Oh. ya lupa aku sorry Roman. Tante kelepasan. Gini Roman, Tante mau minta tolong sama kamu. Tante mau pinjam tempat tinggal, sehari aja. blh khan? ".

"Untuk apa Tante, Roman jadi bingung? ". "Gini Roman, Tante denngan teman teman Tante ingin mengadakan pesta sesama anggota lesbian, blh khan? ". "Apa? e. tidak. Tante, Roman tidak mengijinkan Tante mengadakan pesta itu. Tante tahu khan sekarang Roman udah tidak sendirian lagi, gimana dong denngan Donna, ia akan merasa kecewa dan bisa bisa kita berdua akan berpisah selamanya. Padahal Roman sangat mencintai Donna".

"Roman ingat kejadian sewaktu kami berdua masih tinggal seatap dulu, kalau kamu tidak mau maka Tante akan menyerahkan kaset video tentang kami sama Oom kamu dan tentunya nanti akan sampai ke tangan mama dan ayah kamu. Bagaiman Roman kamu milih kehormatan atau mengijinkan usul Tante tadi? " "Jadi, Tante tidak adil sama Roman. Tante curang saya melakukannya khan Tante yangg mulai. Tapi. ok. ok. ok. dech, Tante menang kali ini. Roman akan pikirkan dulu, nanti Roman akan telpon lagi".

"Ingat Roman besok kamu hrs telepon Tante, soalnya acaranya akan dilaksanakan hari Minggu besok lusa dan tentunya kamu hrs ikut dlam pesta itu". "Ya. ya Tante, nanti Roman akan telpon, ok Tante Byee".

Lalu tubuh Roman jadi lunglai, ia ngeliat Donna denngan tubuh bugilnya tertidur lagi. Roman lalu duduk di tepi tempat tidurnya. Pikirannya melayang tentang kejadian saat ia dan tantenya melakukan hubungan yangg tidak se hrs nya.

Roman menyesal akan kejadian itu dan tanpa ia sadari Donna bangun dari tidurnya terus mendekap tubuh Roman dari belakang denngan penuh kelembutan, terus berkata, "Roman sayang ada apa kok kelihatannya sedih? ".

Donna memeluk denngan mesra smbil mencium pundak Roman denngan mesra. "Donna sayang, blh aku berterus terang sama kamu. Tapi aku mohon kamu jngn marah. Ingat cinta kami berdua, ok sayang".

Katanya smbil mencium tangan Donna. "Ya. tentu dong sayang, aku akan terima apapun yangg akan kau katakan, ". jawab Donna seraya menghibur Roman. "tadi itu Tante Sefia istrinya Oomku, kakak mama ku. Aku dulu sewaktu masih kuliah tinggal denngan Oom dan Tanteku itu. Kamu tahu kan aku dulu itu bagaimana kalau ngeliat body perempuan seksi sedikit aja aku pasti tertarik, walaupun ia udah kepala 4".

"Teruss". "Stop sayang, aku kayaknya udah tahu apa yangg terjadi selanjutnya. Kalau saya tidak salah tebak kamu pasti udh pernah ngentot sama Tante kamu ya khan? ". "Oh. Donna bagaimana kau bisa menebak jalan pikiranku. Aku menyesal sekali krna perbuatanku itu. Donna sayang apakah kamu masih mau jadi kekasihku? ".

"Roman sayang aku udah menyerahkan nonok ku padamu, tentu krna aku sangat mencintai kamu dan Donna ingin selamanya ada di samping kamu sayang". jawab Donna smbil berdiri di depan Roman.

Roman merasa menyesal, lalu ia memeluk tubuh Donna pas di pinggangnya. ia menyesal akan perbuatannya. Donna mengelus elus rambut Roman. "Sudah dong sayang! Donna tidak akan meninggalkan kamu". "Ohh. Donna sayang sungguh mulia hatimu sayang".

Roman menitikkan air matanya untk kedua kalinya. Lalu. "Tapi, Donna sayang masih ada lagii persoalan yangg lebih rumit dari ini". "Roman sayang, kan Donna udh bilang apapun persoalan tidak sulit bagi Donna. Ayo katakan aja sayang mgkin Donna bisa membantu! ".

Jawabnya tegas. "Eee. begini sayang, tadi Tante Sefia minta ijin untk mengadakan pesta di tempat kita". "Roman sayang, khan hanya pesta biasa, biarin sajja khan tidak apa apa, masa sama tantenya sendiri kok gitu? ".

"Donna sayang, itu bukan pesta biasa tapi pesta seks sesama anggota lesbian yangg mewajibkan semua orang yangg ikut hrs telanjang dan lagii nanti aku akan jadi barang mainan bagi mereka, jadi saya hrs melayani semua teman teman Tante sekitar 7 orang termasuk ia sendiri. Terus tadi sebetulnya udah saya tolak permintaannya tapi ia mengancam akan memberikan kaset video tentang hubungan kita dulu ke Oom ku, aduhh. mati aku. ! ".

"Roman sayang, benarkah kaset itu ada? ". "Benar sekali sayang, Tante orangnya emang agak licik, aduh gimana dong sayang. besok saya hrs mengambil keputusan". "Roman sayang, mgkin inilah ujian bagi Donna. kita berdua tidak bisa berbuat apa apa lagi. Tante kamu emang lihai, betul jg khan nasehat mama kamu, semakin cantik seorang perempuan maka perempuan itu semakin licik dan kejam".

"Terus. kami hrs bagaimana ini sayang? ". Roman memeluk tubuh Donna. "Kalau begittu , Donna terpaksa memberi ijin sama kamu. Donna tidak mau kamu putus hubungan denngan orang tua kamu dan jg Donna tidak ingin kehilangan kamu sayang".

"Ohh. sayang betapa mulianya cintamu, aku sangat bahagia punya pacar seperti kamu". "Tapi denngan syarat, Donna hrs ikut juga, krna Donna nanti akan merekam semua yangg terjadi, jadi nanti bila terjadi apa apa kami siap denngan pembelaan kita".

"Eee. sayang kamu licik jg rupanya, tapi blh jg usulmu. Jadi kamu rela punyaku diobok obok mereka". kata Roman smbil mengecup bibir Donna. "Roman sayang, Donna rela asalkan Roman bahagia, ".

Ucap Donna manja terus memeluk Roman denngan mesranya. "Terus bagaimana denngan pembantu pembantu kami sayang? ". "Besok kami suruh aja mereka untk pergi membersihkan rumah kami biar mereka sibuk di sana dan tidak mengganggu kita, ok. ! " "Wah. Donna sayang aku sungguh bahagia sekali punya pacar seperti kamu, kamu cerdas dan uhuuii".

Kata Roman smbil mengecup puting susu Donna yangg emang mancung itu. "Ahh. kamu nakal ya, awas aku gigit peler mu nanti". ancam Donna. "Gigit aja. siapa takut". tantang Roman smbil terus menjilati puting yangg mancung itu.

Lalu, denngan cepat Donna pegang peler Roman yangg udah tegang itu lalu digigitnya kepala peler yangg besar itu. "Auw. sakit sayang". "Katanya tadi mau digigit, apa mau lagii ayo".

"Kamu tega ya. aku nangis nih. ooeekk. ooeekk". "Aduh sayang. cup. cuup. cupp. jngn nangis ini minum susu dulu". kata Donna smbil merapatkan kepala Roman ke susunya yangg montok itu.

Lalu, denngan lidahnya Roman yangg udah menjulur keluar bagai ular menjilati ujung puting sensitif itu. "Uuuhh. oohh". Donna mulai mendesah desah smbil menggerinjal gerinjal. Sementara mulut Roman melumat puting susunya yangg sebelah kiri, tangannya memilin milin puting susunya yangg satu lagi.

Tubuh Donna itu semakin menggeliat geliat merasakan nikmat yangg tak terhingga. Tak ayal lagi, puting susu Donna langsung tertelan mulut Roman dan jg langsung digelitiki denngan buasnya oleh lidahnya, membuat mata Donna mendelik delik kenikmatan.

Dengaan kecupan dan sedotan yangg bertubi tubi, seluruh bagian ujung susu itu menjadi basah kuyup akibat lumatan mulut dan jilatan lidah Roman. Mulai dari puting susu yangg kiri sampai puting susu yangg sebelahnya lagi.

"Roman. auuhh". Donna mendesah dan menjerit keenakan tak terkendali. Sementara tubuhnya yangg tengah dilanda hawa nafsu menggeliat geliat tak tentu arah. Roman pun tidak mau kalah. ia jilati lembah di antara kedua bukit membusung di dada Donna.

Sementara itu, jari jemari kedua tangannya memainkan kedua puting susu di puncak bukit bukit tersebut. Ah! Betapa mengasyikkan sekali peristiwa seperti itu. Susu Donna begittu tinggi, mencuat, lagii pula cepat sekali mengeras.

Puting susu Donna yangg tinggi dan runcing kembali menjadi santapan yangg lezat mulut Roman. Bunyi kecepak kecepak dan seruput seruput terdengar dari mulut Roman yangg terus menerus asyik melumat dan menghisap hisap puting susu Donna kekasihnya itu.

Tubuh Donna pun dibuatnya melengkung ke atas, membuat toket nya semakin mencuat ke atas, yangg tentunya semakin membuat gairah birahinya membulak bulak. Sedotan sedotan Roman pada puting susu toket Donna pun semakin menjadi jadi.

Seakan akan Roman tidak mau melepaskan benda antik yangg begittu menggairahkan ini. Tak beberapa lama kemudian, Roman beralih ke bagian bawah tubuh Donna. Langsung aja Roman merasakan bau ke perempuan n yangg harum dan segar.

Donna selalu merawat nonok nya denngan telaten. Roman mendekatkan mulutnya pada bibir nonok Donna. Ah! Bau khas nonok perempuan denngan aromanya yangg tersendiri semakin menambah nafsu seksual Roman yangg emang udah nge "jozz".

Dari tadi. dengaan lembut dan penuh kasih sayang Roman menciumi permukaan selangkangan Donna itu yangg ditumbuhi bulu bulu halus kehitaman yangg mengelilingi bibir liang kenikmatannya. Kemudian denngan menjulurkan lidah dan dicucukkan sedikit ke lubang nonok Donna, udah cukup membuat Donna mengeluarkan sebuah jeritan kecil.

Cerita Sex Pesta Seks Sama Tante Dan Pacar

Roman tersenyum mendengarkannya. Terus dicucukkan lidahnya sekali lagi. Donna pun menjerit sekali. Jeritan kecil Donna berubah menjadi jeritan panjang saat ujung lidah Roman menyentuh daging kecil kemerahan, klitorisnya. Dan semakin bertambah panjang lagi, sewaktu lidahnya menjilati daging kecil yangg udah mulai membengkak tersebut.

Sekalipun jeritan Donna ini cukup membuat sakit telinga Roman, tetaapi ia tidak menghiraukannya. Berkali kali Roman jilati dan gelitiki klitoris Donna denngan garangnya tanpa ampun. "Ooouu. Roman. ! ".

Donna menjerit jerit dan menjerit lagi. "Crut. Sruput. Clrrppuut". Mulut Roman mulai melumat klitoris kemerahan yangg semakin bertambah bengkak. Sekali kali diseruputnya daging kecil nan sensitif itu seperti sedang menyeruput es lilin.

Gerinjalan gerinjal tubuh Donna makin menjadi jadi. "Aaauuw. ! ". Donna menjerit smbil menjambak rambut Roman cukup keras. Roman meringis kesakitan. tetaapi ini tidak menghalangi usahanya untk memasukkan lidahnya sedalam dalamnya ke dlam nonok Donna.

Roman merasakan rasa asin dan agak aneh emang ketika menjilati seluruh permukaan dinding lubang kenikmatan milik kekasihnya itu. Pemilik lubang itu terus meraung raung denngan bebasnya. Roman pun semakin tambah bernafsu.

Petualangan lidahnya di dlam nonok Donna bertambah membabi buta. blh dibilang, tak ada secuil bagianpun dari dinding nonok Donna yangg luput dari jilatan lidahnya yangg emang panjang dan runcing.

Bahkan, dinding liang nonok nya yangg licin dan udah dibanjiri oleh cairan bening kenikmatan berulang ulang menjadi korban rambahan lidahnya yangg tak kenal ampun itu. Tubuh Donna terus terlonjak lonjak kesana kesini saat dihujam hujamkan lidah Roman yangg lancip itu masuk keluar lobang nonok nya.

Sementara mulutnya terus mengeluarkan desahan desahan dan tak jarang dibarengi denngan jeritan jeritan kecil. Mata Donna terpejam, dan akhirnya. "Aaahh. crot. crit. cret". Donna sudah memperoleh puncak kepuasannya. Lalu.

"Donna sayang, sekarang giliranmu berlutut di ubin dan aku duduk di ranjang, terus" Kemudian Donna berlutut di lantai, sedangkan Roman duduk di hadapannya di atas kasur, sehingga selangkangannya tepat berada di depan kepalanya.

"Ayo dong, sayang, dimulai. ! ". Donna meraih peler Roman, lalu perlahan lahan Donna langsung mengelus elus peler Roman serta menciumi denngan lihai. Roman jadi tambah tidak sabar, langsung aja ia jejalkan peler nya kemulut Donna.

Ternyata Donna menyambutnya dan denngan canggih sekali Donna mulai memainkan peler itu di mulutnya. Roman betul benar mengakui kalau permainan mulut Donna emang super hebat. Donna demikian ahli mengombinasikan antara hisapan, gigitan serta jilatan.

Roman merasakan sangat kenikmatan yangg luar biasa. Dan Donna terlihat nya semakin bers memang at ketika Roman jg merespon denngan menggenjot peler nya di mulutnya. Bahkan ketika Roman mencoba untk mencabutnya, Donna berusaha mencegahnya, sehingga peler nya tidak bisa lepas dari mulutnya.

Bukan cuma peler aja yangg dimainkan. biji peler nya pun kadang kadang dikulum kulum smbil sesekali digigit gigit. sambill jari telunjuknya ditusukan ke anus Roman. "Oohh. enakk". Akh, sangat luar biasa sekali.

Sambill menggigit biji peler , peler Roman dielus elus serta diremas remas. Dan ketika Roman udah tidak tahan lagi, terlihat nya Donna tahu, dan langsung peler Roman kembali dimasukkan ke mulutnya dan memperhebat kuluman serta sedotannya.

Akhirnya Roman betul benar tidak tahan, dan bermaksud mencabut dari mulutnya. Tapi rupanya Donna tidak rela peler itu keluar dari mulutnya, sehingga sperma Roman keluar di mulutnya "Ahh". betul benar Roman merasakan nikmat ketika sperma nya tertumpah keluar.

Donna terlihat gembira sekali denngan keluarnya sperma Roman. Donna sedot semua sperma Roman seakan akan tidak rela mani kekasihnya itu tumpah denngan percuma. namun krna Roman mengeluarkan sperma cukup bannyak sehingga sebagian keluar menetes di mulutnya.

Donna mengusap sperma Roman yangg keluar dari mulutnya denngan tangannya, kemudian menjilati tangannya yangg belepotan air sperma itu. "Ah. Roman sayang punyamu enak sekali". sambill mengecup kepala peler yangg udah menyusut itu.

Lalu Donna mulai segera beraksi lagi, didorongnya Roman di kasur agar kembali terlentang. Kemudian Donna ikut naik ke atas ranjang, tubuhnya yangg "uhui". itu menindih tubuh Roman. Terus Donna menyodorkan susunya yangg besar dan menantang itu denngan indahnya dari atas.

Roman pun segera mencambut susu itu denngan riangnya. Roman mulai menjilati puting susu Donna yangg masih tetap tinggi dan mengeras seperti tadi. Donna mengeram kecil sewaktu Roman gigit gigit kecil puting susu yangg menggiurkan itu.

Setelah itu Donna turun lebih ke bawah. Kini Donna menindih perut Roman. Donna mulai mengepit kedua belah susu yangg montok itu denngan lengannya. Lalu Donna menjepit peler Roman denngan belahan di antara susunya itu.

Kemudian Donna menggeser geserkan peler Roman di lembah tersebut. Gesekan gesekan yangg terjadi antara peler itu denngan lereng lereng dua buah bukit menjulang yangg mengapit lembah tersebut ternyata emang ampuh, peler Roman kini mulai bangkit lagi.

Melihat usahanya mulai menunjukkan hasil, Donna semakin menambah cepat gerakannya. Dan betul saja. Tak lama kemudian, peler Roman sudah kembali "siap tempur". seperti semula. Tanpa mau membuang kesempatan emas, Donna langsung mengangkangi selangkangan Roman.

Setelah mengarahkan peler Roman tepat di bawah lobang nonok nya, Donna mulai beraksi. Bertepatan denngan anjloknya tubuhnya ke bawah, peler Roman pun langsung tertelan seluruhnya dlam liang nonok nya.

Mereka berdua sama sama melenguh cukup keras. Roman tidak mau berdiam diri saja. Segera diputar putar peler nya di dlam lubang nonok Donna. Sementara itu Donna ikut mengimbangi denngan menaik turunkan sambill memutar mutar pantatnya yangg semok itu.

Mereka berdua semakin lama semakin mempercepat tempo gerakannya. Tangan Roman pun ikut ambil bagian, meremas remas susu Donna denngan gemasnya. Roman menjepit kedua puting susunya yangg mengeras, sehingga tak ayal lagi, kedua puting susu itu melejit denngan indahnya di antara jepitan jari jari Roman.

Seiring denngan gerakan persetubuhan mereka yangg makin menggila, nafsu birahi mereka berdua pun semakin menjadi jadi. Dan denngan nafsu yangg semakin membulak bulak ini, mereka pun jg makin memperganas persetubuhan mereka.

Tak terasa secara keseluruhan udah hampir satu jam lamanya Roman dan Donna memulai permainan cinta mereka. Beberapa menit kemudian, bersamaan denngan mendekatnya waktu satu jam itu, Roman dan Donna mengalami orgasme berbarengan.

Peler Roman memuntahkan air sperma masuk ke dlam lobang nonok kekasihnya itu semuanya. Sebagian malah ada yangg berlelehan keluar akibat tidak mampunya lobang nonok nya menampung cairan kenikmatan Roman itu yangg kali ini jauh lebih bannyak daripada orgasme yangg pertama tadi.

Akhirnya denngan tubuh bermandikan keringat yangg mengalir deras, Roman dan Donna jatuh tertidur berdampingan di ranjang yangg nyaman itu. peler Roman masih menancap di dlam lobang nonok kekasihnya itu, sedangkan tangan Roman masih menungkupi salah satu susunya yangg ranum.

Singkat cerita, pada keesokan hari Roman menelepon tantenya untk memberitahu kalau mereka berdua setuju aja bila tantenya ingin mengadakan pesta tapi denngan syarat Donna ikut dlam pesta itu. Tantenya tidak keberatan bahkan malah senang Donna ikut.


Cerita seks Pesta Seks Sama Tante Dan Pacar
  • Hari Minggu, seperti yangg dijanjikan sudah tiba. Rumah Roman sudah sepi tinggal mereka berdua krna seluruh pembantunya sudah pergi ke kota untk membersihkan rumah Roman yangg ada di situ.
  • Roman dan Donna sedang santai menonton tv di ruang keluarga. Lima menit kemudian terdengar bel pintu di depan berbunyi. Roman menduga pasti ini rombongan tante denngan teman temannya. ia melangkah keluar dan emang betul rombongan tantenya sudah datang.
  • Tante Sefia naik mobil Kijang denngan teman temannya. Mereka semuanya sekitar 7 orang turun dari mobil itu. Tante Sefia turun dari mobil, kakinya yangg seksi dan putih itu keliatan aduhai.
  • Sementara 6 temannya yangg lain jg sama mereka semua memiliki kaki yangg seksi turun dari mobil. Lalu, "Roman sayang, Tante datang, ehmm. ahh. kamu tambah cakep sajja dan oh. itu anu kamu tambah besar aja, ".
  • Ucap tantenya smbil diciumnya pipi Roman denngan tangannya memegang selangkangan Roman. "Tante, jngn ah. ada Donna tuuh. Oh ya kenalkan ini Donna, Tante? " "Saya Donna Tante, selamat datang di rumah kami, ".
  • Ucap Donna smbil menjabat tangan Tante. "Oh. ini yangg namanya Donna. wuih blh jg Roman, kamu pintar pilih pacar. Ehh. Donna gimana keponakan Tante ok tidak anu nya, ayo jngn malu malu, jujur sajja sama Tante? ".
  • "Ahh. Tante ada ada saja, Donna jadi malu". ucapnya agak kaget sedikit. "Alaa. gitu sajja pakai malu segala, terbuka sajja udah. toh nanti kami semua khan main buka bukaan".
  • Ucapnya lagi. "Udahlah. soal itu jngn dibahas, Donna jadi salah tingkah tuu. Tante ini gimana sih, ". bela Roman. "Roman, ini semua teman teman Tante, cantik cantik bukan? Oh ya, mereka semua belum punya anak lho. jadi kamu jngn kuatir pasti nonok mereka ditanggung sempit dan endanng. Oh. ya teman teman, ini lho keponakanku yangg pernah aku ceritakan kemarin. Pokoknya ditanggung ok dech, ayo kenalan dong. dan itu pacar Roman, Donna namanya, ok jg khan? " "Oh. ini yangg namanya Roman. Wuih jozz sekali, udh tinggi, gagah, ganteng lagii dan itu ohh. betul benar wuih , meskipun cuma kelihatan menyembul dari balik celana. Roman! saya Tania umur 30 tahun, susuku 36C dan terowongan ku masih ok lho Roman".
  • Ucapnya smbil mengecup bibir Roman. "Roman! saya Ratih umur 30 tahun, susuku kamu bisa lihat sendiri. bagaimana ok kan dan nonok ku jg masih rapet dan legit lho Roman".
  • Ucapnya smbil mengecup bibirnya. "Roman! saya Cindy umur 31 tahun, susuku jg gede dan putingnya panjang lho, dan nonok ku masih ok lho Roman". ucapnya smbil mengecup bibirnya juga.
"Roman! saya Isana umur 30 tahun, susuku gede jg lho dan terowongan ku jg masih ok lho Roman". ucapnya smbil mengecup bibirnya juga. "Roman! saya Cerry umur 30 tahun, susuku 36C dan nonok ku jg masih ok lho Roman".

Ucapnya smbil mengecup bibirnya. "Roman! saya Linna umur 32 tahun, susuku jg 36C dan nonok ku jg masih ok lho Roman". ucapnya smbil mengecup bibir Roman. Roman mempersilakan semua tamunya untk masuk rumah.

Setelah semuanya masuk, betapa kagetnya Roman dan Donna semua tante tante itu langsung membuka seluruh pakaian mereka satu persatu hingga polos. perempuan perempuan itu semuanya tidak mempunyai bulu nonok di nonok nya jadi kelihatan "garis".

Nonok nya yangg emang kelihatan masih "ok". setelah itu mereka semua menuju ke kolam renang. Tante Sefia jg udah dlam keadaan bugil. Terus, "Roman ayo cepat buka bajumu dan Donna jg ayo sini Tante bantu lepasin bajumu. ! ".

Katanya smbil membantu membuka baju Donna. Seketika itu jg Donna ikut telanjang juga. "Wow. susumu jauh lebih besar dari kami semua dan nonok mu yangg indah itu wuih. Roman emang hebat. Ayo Donna kami ke kolam renang".

Katanya smbil mengajak lari Donna menuju ke kolam renang. Sementara itu Roman memandangi tubuh Tante dan Donna pacarnya yangg telanjang berlari menuju kolam. setelah itu ia buka baju dan celananya, terus ia menuju ke kamar sebentar untk mengambil "Obat Perkasa".

Dari negeri China yangg konon ceritanya, dipakai oleh kaisar China sebelum bersetubuh denngan selirnya yangg berjumlah puluhan orang. Dioleskannya obat itu pada peler nya, 1 menit kemudian peler itu membesar, membesar dan membesar.

Jadi kini peler Roman yangg tadinya tidur sekarang bangun dan keras sekali persis "tiang listrik". setelah itu, Roman turun dan langsung berjalan denngan santai menuju kolam, peler nya tetap mengacung ke depan denngan telur kembarnya saling goyang sana, goyang sini.

Ia ngeliat perempuan perempuan itu sedang asyik denngan kegiatannya masing masing. ia mencari dimana Donna berada. Oh. di situ rupanya. Donna sedang asyik menjilati nonok tantenya denngan keadaan menungging, sementara dari belakang Tante Tania menjilati nonok Donna.

Mereka menjerit dan menjerit keenakan. Sementara itu Tante Sefia asyik menjilati nonok Tante Ratih yangg berada di atas mulutnya. Tante Ratih merintih, "Ohh". Mereka semua tidak tahu akan kedatangan Roman.

"Hai. perempuan ! Siapa yangg mau peler ? ayo ke sini. ! ". teriak Roman smbil memegangi peler nya yangg berdiri denngan kokoh. Lalu semua mata tertuju ke peler Roman yangg emang luar biasa.

Terus mereka menghentikan kegiatan mereka, lalu berlarian ke arah Roman. Rupanya mereka ingin merasakan peler itu. Kekasihnya sendiri pun si Donna sampai tidak percaya bagaimana peler Roman "Yayang". nya bisa 2 kali lipat besarnya dari biasanya, padahal denngan ukuran biasa aja Donna dibikin "ko", apalagi sekarang.

Lalu ia berjalan menghampiri Roman yangg sedang dikeroyok oleh bannyak perempuan itu. "ok. ok. semuanya nanti akan dapat, ayo sekarang Tante Tante berbaris sejajar denngan posisi nungging, ok". teriaknya.

"Roman sayang! kamu makai obat ya. peler mu jadi besar 2 kali lipat dari biasanya, ". bisik Donna. "Donna sayang, kamu ikut baris ya. nanti kamu dapat giliran pertama. Eee. Donna sayang, kamu hrs tahan ya sakitnya. ok! ".

Bisik Roman smbil dikecupnya bibir pacarnya itu. Jadi begittu lah mereka semua baris sejajar denngan posisi nungging denngan yangg paling ujung Donna disusul Tante Sefia dan seterusnya. dengaan perlahan Roman menghampiri Donna.

"Ma af Tante Tante, Roman mulai dari pacar Roman sendiri. ok". ucapnya. "Huu. huu. kkn. nich yee". teriak mereka semua. Tapi tak digubris oleh Roman. Pada saat Roman mulai beraksi Donna tidak menolah, lalu tiba tiba ia merasakan peler Roman dipukul pukulkan pada pantatnya yangg membuat ia kegelian.

Lalu, diserudukkan peler nya ke liang nonok nya tapi sulit sekali, ia coba lagii dan gagal. "Aaah. seret sekali ya kayak perawan, ". kata Roman. Donna menjerit, "Auw". terus Donna berbalik membantu Roman denngan mengelomohi peler nya denngan air ludahnya tapi masih jg tidak berhasil menembus liang nonok nya.

Donna ngeliat Roman berusaha lagi, dan perlahan masuk pada lubang nonok Donna yangg kecil, Donna merasakan agak sedikit pedih. "Roman sayang, udh ah. peler kamu tidak bisa masuk lho, terlalu besar sih, ".

Pinta Donna. "Sebentar sayang, tahan dulu ya. ini udh masuk kepalanya, tahan ya sayang". jawabnya smbil didesaknya lubang nonok Donna denngan peler nya itu dan. "Sreet. sret. sreett Aauuw".

Donna menjerit merasakan peler Roman terasa tembus di kerongkongannya, digerak gerakkan pantatnya Donna kegelian. Meskipun cuma setengah yangg masuk tapi akhirnya banjir jg liang nonok nya dan ia merasakan kenikmatan saat peler Roman maju mundur di lobang nonok nya.

Sesekali pantat Donna ditepuknya untk menambah s memang atnya menggenjot peler nya, susu Donna dibiarkan bergelantungan bergerak bebas sementara tangan Roman sibuk memegang pinggul Donna memaju mundurkan pantatnya. Saat peler masuk badan, Donna terasa tertusuk geli tak karuan.

Sesekali jg Roman menciumi punggung Donna yangg ditumbuhi bulu bulu halus, smbil peler nya terus bergerak keluar masuk di lobang nonok nya. Donna jg berusaha denngan menggerakkan pantatnya kiri kanan dan peler Roman yangg hanya setengah masuk itu seakan terjepit kuat.

Roman semakin cepat memaju mundurkan peler nya, dan. "Ohh. oohh. Donna. udh mau keluar nih. ohh. Roman. sshh. aahh". Goyangannya sekarang udah tidak beraturan. "Ohh. Roman. kau sungguh perkasa. aahh".

Roman mempercepat goyangan. "Aahh. Donna. keluar sayang. oohh". Donna menggelinjang denngan hebat, Roman merasakan cairan hangat keluar membasahi pahanya. Roman cuma butuh 10 menit untk meng "ko". Donna, padahal biasanya sampai berjam jam.

Kemudian giliran Tante Sefia. terlihat oleh Roman nonok tantenya denngan bibir kenyal yangg udah agak menggelambir itu demikian basah dan mulai membengkak. Lalu Roman mendorong sedikit tubuh tantenya ke depan sehingga pantatnya agak naik ke atas, yangg lebih memudahkan peler nya untk melakukan tusukan ke dlam lobang nonok nya.

Setelah itu langsung disodoknya peler nya ke lobang nonok yangg menganga itu. Tubuh Tante Sefia terhenyak hingga hampir terjungkal ke depan akibat kerasnya sodokan Roman, sementara mulutnya menjerit kecil.

Pesta Seks Sama Tante Dan Pacar cerita hot sex party gangbang, kisah dewasa Pesta Seks Sama Tante Dan Pacar, bacaan porno bokep Pesta Seks Sama Tante Dan Pacar
Pesta Seks Sama Tante Dan Pacar

Dlam sekejap, peler Roman yangg besar itu masuk seluruhnya ditelan oleh lobang nonok itu yangg langsung menjepitnya. Jepitan lobang nonok tantenya yangg berdenyut denyut menambah gairah birahinya yangg emang udah menggelora.

"Ahh. Roman. kamu lebih perkasa dari dulu. ohh. yaa. teruskan. ohh". rintihnya. dengaan cepat, Roman menarik peler nya sampai hampir keluar dari dlam nonok tantenya. Lalu ngentot lagii kembali denngan cepat.

Kemudian ditarik dan disodokkan lagi, seterusnya berulang ulang tanpa henti. Dorongan yangg keras ditambah denngan sensasi kenikmatan yangg luar biasa membuat tantenya itu beberapa kali nyaris terjerembab. Donna yangg tadi terkapar pun tidak mau ketinggalan beraksi.

Roman ngeliat nya duduk mengangkang di hadapan tantenya, memamerkan lobang nonok nya yangg sudah kembali basah. Tante Sefia langsung aja menyambar lobang nonok yangg mulai berdenyut denyut keras itu.

"Iiihh. Tante. aahh". Donna menjerit sekeras kerasnya. Tante Sefia mencucukkan lidahnya masuk ke dlam lubang nonok Donna yangg bertambah banjir saja. Semakin lama semakin dlam merambah seluruh dinding lorong kenikmatan yangg begittu licin.

Setiap sentuhan lidahnya pada permukaan dinding yangg basah dan mengkilap itu ibarat tegangan listrik jutaan volt yangg menyetrum Donna. Seketika itu juga, tubuh Donna mengejang ke belakang. Susu montok yangg menggantung kencang di dadanya kelihatan semakin membusung.

Tangan Roman yangg menggapai gapai untk memegang kedua bukit kembar yangg menggairahkan itu tidak berhasil mencapainya. Jaraknya terlalu jauh, sementara Roman masih denngan kegiatan menyetubuhi Tante Sefia. dengaan sedikit mengejang Roman menggenjot peler nya kembali ke dlam lobang nonok tantenya sekuat kuatnya.

Tantenya pun makin memperganas "serangan". lidah dan mulutnya pada nonok Donna, kekasihnya. Akhirnya, dlam waktu lima menit, perjuangan Roman membuahkan hasil. Tantenya melenguh panjang itu tandanya bahwa dia udah mencapai klimaksnya.

Bersamaan itu jg Donna jg sudah mencapai klimaksnya, lalu ia kembali terkapar. Cairan tantenya yangg agak bening dari Donna itu muncrat ke pahanya. Wuihh. betul benar hebat Roman, udah 2 orang korbannya yangg terkapar.

Sekarang giliran Tante Tania yangg udah nungging, dan terlihat jelas sekali lobang nonok nya, jg lubang anusnya, Roman tidak langsung memasukkan peler nya yangg dari tadi masih berdiri tegak itu, tapi mempermainkan lidahnya di sekitar nonok dan kedua pantatnya, samar samar terdengar desahan suara Tante Tania, segera peler nya ditempelkan di permukaan lobang nonok nya.

Terdengar desahan Tante Tania, dan Roman mulai menggerakkan peler nya maju mundur, nikmat sekali meskipun tidak bisa masuk semua krna peler Roman terlalu panjang dan Tante Tania terlihat menikmati denngan menggerakkan pinggulnya ke kanan dan ke kiri.

Kurang lebih 10 menit Tante Tania menjerit dan. "Crot. crit. cret". lendir hangat kembali membasahi peler Roman. Lalu pelan pelan Roman kembali menggerakkan peler nya maju mundur, Roman iseng ngeliat lubang dubur Tante Tania yangg agak mencuat keluar, lalu dicobanya memasukkan jari telunjuknya ke dlam duburnya yangg basah itu, terdengar sedikit rintihan, "Ssstt. ah Roman pelan pelan dong! ".

Rintihan yangg membuat Roman semakin nafsu. Tiba tiba Roman ingin sekali mencoba untk menikmati lubang duburnya yangg kelihatannya masih "perawan". itu. Ditariknya pelan peler nya yangg masih basah dan licin itu akibat lendir dari lobang nonok Tante Tania.

Ditempelkannya kepala peler nya yangg mengeras di permukaan duburnya, dipegangnya peler nya sehingga kepalanya mengeras, lalu Roman mencoba menekan peler nya, krna licin oleh cairan tadi maka kepala peler ku segera melesak ke dalam, ia pun mengeluh, "Akhh. aduh Roman. sstt ohh".

Roman berhenti sesaat, dan ia bertanya, "Kok dimasukin di situ Roman. sakit? ". Lalu ditariknya peler nya dari lubang dubur itu. Roman beralih ke Tante Ratih dan terlihat lah pantat dan nonok nya keliatan merekah dan basah.

Sebelum Roman memasukkan peler nya, ia jilat dulu nonok nya dan lubang pantatnya. Cairan dari lobang nonok nya mulai membasahi bibir nonok nya ditambah denngan ludah Roman. Diarahkannya peler nya ke lobang nonok nya dan menekan ke dlam denngan pelan pelan, smbil merasakan gesekan daging mereka berdua.

Suara becek terdengar dari peler dan lobang nonok dan cukup lama Roman memompanya. Lalu 5 menit kemudian, "Ohh. Roman. aku. keluuaarr. ahh. yeess". muncratlah cairan membasahi paha Roman untk ke 4 kalinya.

"Oh. Roman kau sungguh hebat. aduhh. nikmatnya". Sampai saat ini Roman masih tetap perkasa, lalu ia menghampiri Tante Cindy yangg lebih "semok". krna gumpalan pantatnya itu yangg begittu montok.

Langsung diremas remas pantat Tante Cindy itu denngan bers memang at. "Auuh". Tante Cindy mendesah kecil dibuatnya. Kemudian kaki Tante Cindy direnggangkannya sedikit, sampai keliatan lobang nonok nya dari bawah.

Lalu Roman langsung aja menusukkan dua jarinya sekaligus ke dlam lobang nonok nya itu. Semua jarinya itu dapat denngan mudah masuk begittu aja ke dlam nonok itu. Pada usia sekarang, nonok Tante Cindy emang udah agak lebar dibandingkan dulu, namun tetap masih cukup sempit dan masih lentur.

Dipermainkannya jari jarinya itu di dlam lobang nonok nya. "Iiih. Roman. uuhh". jerit Tante Cindy yangg liar. Apalagi sesudah Roman mulai menjilati nonok nya denngan lidahnya. "Aaahh. Roman". Tante Cindy menjerit panjang.

Roman menyodokkan peler nya ke dlam lobang nonok nya. Sementara itu tangannya mulai berpetualang di susunya. Diremas remas susu yangg kenyal itu, terasa pas di tangan. Roman jadi ingat saat ia sedang main bola volly, bolanya pas di tangannya.

Tak ketinggalan pula puting susunya yangg begittu cepat menegang turut menjadi korban keganasan tangannya. Roman terus memompa peler nya masuk keluar di dlam lobang nonok Tante Cindy denngan cepat.

Makin lama makin cepat lagi. Sampai sampai bunyi kecipak kecipak akibat selangkangannya yangg berbenturan cukup keras denngan pantatnya terdengar jelas. Tiba tiba dirasakan lobang nonok nya menjepit peler Roman denngan sangat kuat.

Tubuh Tante Cindy mulai menggelinjang, nafasnya mulai tak karuan, dan tangannya meremas remas toket nya sendiri. "Ohh. oohh. Tante udh mau keluar nih. sshh. aahh" "Aahh. jancuk tenan. Tante keluar Roman. oohh" ia menggelinjang denngan hebat, dirasakan cairan hangat keluar membasahi paha Roman.

Ia langsung terkapar denngan lobang nonok nya yangg kelihatan masih mengeluarkan cairan terus. Roman berpindah ke Tante Linna yangg udah dlam menungging pasrah. Dari belakang Tante Linna merasakan Roman mulai menggila menjilati nonok nya yangg kelihatan merekah.

Roman menjauh dan Tante Linna merasakan desahan nafasnya membesar. Tante Linna terkejut lobang nonok nya digeser geser oleh peler Roman yangg besar itu. Tante Linna mengarahkan pantatnya ke belakang dan Roman menjauhkan peler nya dari lobang nonok nya, Roman menggoda dan Tante Linna jadi penasaran ingin merasakan peler nya lagi.

Tante Linna merasakan peler Roman kini mulai mendesak liang nonok nya lagii dan terpeleset, ia merasakan Roman kesulitan mengepas peler nya di lobang nonok nya. Kini ujung peler itu sudah tepat pada lobang nonok nya, perlahan dan pasti gerakan Roman maju sedikit demi sedikit menuju dinding nonok nya.

Tante Linna menunggu dan merasakan gesekan perlahan itu menimbulkan sensasi yangg hebat pada tubuhnya. Saat peler Roman udah seluruhnya mengisi liang nonok nya. Roman diam sesaat smbil membelai belai pinggangnya yangg bulat.

Tante Linna merasakan semuanya, dicengekeramnya pinggangnya kuat kuat dan Roman mulai bergerak maju mundur membelah nonok nya. Tante Linna mengimbangi denngan memutar mutar pantatnya seperti penari perut, Roman mengimbangi denngan sodokan sodokan gilanya.

Pinggulnya dipakainya sebagai setir, jika ingin gerakan lambat, ditariknya pinggulnya kuat kuat sehingga Tante Linna tidak bisa bergerak, demikian pula sebaliknya. Tante Linna merasakan biji peler Roman menghantam pantatnya sebelah bawah saat peler nya masuk total pada nonok nya.

Pantat Tante Linna terus bergerak dan peler Roman tidak tinggal diam, semua tenaga sudah dikerahkan oleh Tante Linna untk memperolah kepuasan maksimum, tapi 5 menit kemudian. "Ahh. Roman". "Crot. cret".

Muntahlah cairan Roman membasahi peler nya dan paha Roman. Roman masih perkasa, terus ia menghampiri Tante Isana yangg menunggingkan pantatnya dan minta di entot, Roman mulai mengarahkan peler nya ke lobang nonok Tante Isana yangg terlihat menganga berwarna merah jambu.

Roman terus memegang pinggul Tante Isana dan mengayun pinggulnya denngan irama yangg teratur. Sesekali Roman pindahkan tangannya untk meremas susu yangg montok. Beberapa lama kemudian nafas Tante Isana mulai memburu dan makin menderu seirama denngan makin kerasnya hentakan dari Roman.

Kemudian Tante Isana mulai mengerang, "Oohh. aku. ohh. keluarr. ahh". "Crot. crit. cret". Roman langsung menuju ke korban terakhir, Tante Cerry yangg jg sedang menungging. lobang nonok nya yangg berwarna merah muda agak merekah.

Roman pelan pelan menusukkan peler nya, masuk sepertiga. Tangan kiri Roman smbil meremas remas susunya yangg mulai mengeras itu. Tante Cerry menekankan badannya ke belakang sehingga peler Roman amblas masuk ke dlam lobang nonok nya.

Roman mulai melakukan aksi tarik dorong. Nafasnya mulai tak teratur dan cengkeraman tangannya di tangan Roman semakin kuat. "Hhh. Roman aku mau keluar ahhs". Muncratlah semua cairan Tante Cerry.

Demikianlah kisahku tentang pesta seks yangg berlangsung beberapa hari tsb. Sungguh menyenangkan.
Pesta Seks Sama Tante Dan Pacar
Pesta Seks Sama Tante Dan Pacar, cerita sex , Pesta Seks Sama Tante Dan Pacar cerita hot sex party gangbang, kisah dewasa Pesta Seks Sama Tante Dan Pacar, bacaan porno bokep Pesta Seks Sama Tante Dan Pacar, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Pesta Seks Sama Tante Dan Pacar


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/