Tubuh Ibu Jadi Fantasy Seks Anak

Tubuh Ibu Jadi Fantasy Seks Anak | Aku dilahirkan dlam keluarga pengusaha. bapa dan ibu aku adalah pengusaha. Usaha keluarga kita cukup menghasilkan. kami mampu membeli rumah dan beberapa rumah peristirahatan di luar kota. Keluarga kita terdiri dari Papaku berusia empat puluh tahun, ibu aku berusia tiga puluh enam tahun dan aku, sekarang usiaku delapan belas tahun.

Namaku Tommy, tapi sering dipanggil Koko. kami keturunan Tionghoa. Papaku keliatan seperti pengusaha biasa, dengaan rambut mulai membotak dan perut buncit. Mama, di lain pihak, adalah wanita yangg senang merawat diri.

Tubuh ibu tidak pernah gendut. ia keliatan langsing dan memiliki postur yangg tegap bagai peragawati. Walaupun dadanya tidak terlalu membusung, tetaapi tetap sajja tampak indah dan mancung di balik pakaiannya.

Kulit ibu yangg putih dengaan rambut panjang sebahu dan wajah yangg runcing dan cantik, seringkali membuat teman-temanku membicarakan ibu aku sebagai obyek seks. Hal yangg sering membuatku bertengkar dengaan teman-temanku.

Namun jujur saja, aku mengagumi kecantikan ibu aku. Pernah jg aku masturbasi membayangkan tubuh ibu aku tetaapi stlah itu aku merasa bersalah. Alasan aku pernah membayangkan tubuh ibu adalah kita punya kolam renang dan biasa berenang.

Biasanya ibu memakai baju renang one piece. Dan krn biasa aku jadi tidak terlalu memikirkannya, tetaapi suatu kali ibu memakai bikini kuning dan aku dapat ngeliat tubuh ibu yangg hampir telanjang.

Buah dada ibu mmg tidak besar, tetaapi gundukkan teteknya cukup jelas tampak dan bentuknya tegak bukan kendor, dengaan puting menyembul di kain penutup dadanya. Perut ibu bgitu rata dengaan pinggang ramping, tetaapi pantat sedikit besar.

Tinggi badannya 160 cm, lebih pendek dariku yangg bertinggi 170 cm. Kulitnya bgitu putih bagai pualam. Tiba-tiba sajja aku ngaceng dan akhirnya aku ke kamar mandi utk masturbasi. Kisahku dimulai tahun lalu.

Saat itu aku berusia tujuh belas tahun. Aku saat itu kelas 3 sma. Berhubung aku udh dewasa dan memiliki ktp, aku dihadiahkan mobil sedan yangg sering kupakai utk sekolah maupun jalan-jalan.

Pada saat itu, usaha bapa dan ibu mengalami kemunduran, kemunduran ini mulai semenjak tiga tahun belakangan. kami tertipu ratusan juta rupiah. Selain itu, bannyak jg rekan bisnis yangg memilih utk berbisnis dengaan saingan kami.

Juga ada investasi yangg tidak menguntungkan, maka makin lama, keuangan kita mulai menipis. Bahkan dua rumah peristirahatan kamipun dijual utk menutupi hutang-hutang. Segala hal udah dicoba, mulai dengaan menawarkan discount ke rekan bisnis ataupun customer, berhutang ke bank utk ditanam sebagai modal (yang membuat hutang semakin banyak) dan bahkan pergi ke orang pintar utk meminta bantuan.

Tetapi semuanya tidak berhasil mengangkat perekonomian keluarga kami. Suatu hari, teman dekat ibu aku datang berkunjung. Mereka asyik berbincang ngalor ngidul. Akhirnya sampai pada topic keuangan. Teman ibu aku itu jg memiliki bisnis keluarga yangg dibangun bersama suaminya.

Ibu bertanya kepada temannya mengenai kiat mereka sehingga dlam jaman susah begini usahanya makin maju. Sungguh terperanjat ibu ketika tahu, bahwa temannya itu pergi ke dukun di luar kota.

Mulanya ibu tidak percaya, tetaapi temannya tetap bersikukuh bahwa semua krn dukun itu. Akhirnya stlah bicara panjang lebar, ibu menjadi yakin dan ingin mencoba dukun itu. Anehnya, teman ibu berkata, "Tetapi, Ci. Ada syaratnya".

"Syarat? Apa syaratnya? " "Cici hrus berangkat berdua ke dukun itu. harus membawa teman lelaki, tetaapi tidak blh membawa suami". "Loh, kenapa? " "Itu mmg syaratnya. Pokoknya cici percaya saja. Saya udh membuktikan sendiri. Dan segala perkataan dukun itu udah terbukti".

"Terus hrus sama siapa? " "Pokoknya hrus lelaki dewasa yangg bukan suami sendiri. Cici kan punya sopir? Saya sarankan bawa sopir aja. Kan sekalian ada yangg ngatar juga. Nah, bgitu sampai, Cici dan supir Cici hrus menghadap dukun itu".

Tak lama kemudian teman ibu pulang stlah memberitahukan alamat dukun itu dengaan peta buram utk mencapai ke sana. Malamnya, ibu dan bapa berembuk. bapa yangg jg udh tak berdaya menghadapi keadaan akhirnya setuju.

"Tapi, Ma, " kata Papa, " bapa ga mau ibu dianter sopir ke tempat dukun itu di luar kota. bapa ga merasa nyaman". "Loh, Pak Mo itu kan udh lama jadi supir kita? Hampir sepuluh tahun".

"Papa tetap ga setuju". "Tapi syaratnya kan hrus ada lelaki yangg ngantar Mama". "Begini saja, deh. Si Koko itu kan udh besar, lagian ia jg udh bisa bawa mobil. Mending kalian berdua sajja yangg pergi. bapa merasa kalau Koko yangg nganter, maka lebih aman dan nyaman. Baik bagi ibu maupun bagi Papa".

Akhirnya mereka menyetujui hal ini. Aku jadi sopirnya Mama. Pada mulanya aku menolak, berhubung akhir minggu aku ada kencan dengaan pacarku. Tapi bapa malah marah dan mengatakan aku anak durhaka yangg tak mau menolong keluarga.

Akhirnya aku terpaksa menurut jg dengaan hati penuh rasa sebal dan marah. Malam Sabtu kita berangkat sore. Perjalanan ke tempat dukun itu memakan waktu sekitar lima jam. Sekitar pukul sepuluh kita sampai di tempat itu.

Keliatan bannyak pengunjung. Ada sekitar dua puluhan pasangan menunggu. setelah kamipun ada sekitar lima atau enam pasangan yangg datang. Dari kesemua pasien dukun itu, keliatan sepertinya adalah majikan dan sopir.

Tetapi ada jg yangg bagaikan suami isteri yangg sepantaran. mungkiin jg supir tapi ganteng, entahlah. ibu dan aku berpandangan. jangan - jngan hrus dengaan sopir. Wah bisa berabe nih.

Tetapi krn nasi udh menjadi bubur, maka kita tetap menunggu giliran kita dipanggil dukun itu. Akhirnya kita dipanggil masuk kamar dukun itu. Dukun itu keliatan sedikit terkejut. kami bersila di depannya dengaan tempat kemenyan yangg berasap di antara kita dan dukun itu.

Setelah jeda yangg agak lama dia berkata, "Maaf, Mama. ibu membawa siapa? " "Ini anak saya, Ki". Dukun itu mengangguk-angguk dan terdiam berfikir selama beberapa saat. Akhirnya dia berkata, "Biasanya yangg datang adalah pasien dengaan sopirnya atau temannya. Tapi ibu bawa anak sendiri. Bagus, bagus".

"Apanya yangg bagus, dok? " tanyaku penasaran. Tapi dukun itu tidak menjawab malah menerawang jauh seperti sedang memikirkan sesuatu yangg berat. Akhirnya dia berkata lagi, "Ada keinginan apa, sehingga ibu datang ke sini? " ibu aku menjawab, "Begini, Ki. kami sekeluarga memiliki usaha yangg besar. namun akhir-akhir ini terus merugi. kami udh melakukan segalanya utk memperbaiki usaha kami, tapi selalu gagal. Nah, menurut teman saya, Aki ini katanya pintar sekali dan manjur. Maka kita ke sini minta bantuan Aki agar usaha kita sukses".

Dukun itu manggut-manggut. setelah terdiam (lagi) beberapa saat dia berkata, "Bisa. Bisa. Tapi, syarat utk mencapai keinginan ini berat sekali. Kalian hrus bersumpah kepada Aki utk melakukan syaratnya. Bila syarat ini tidak dilakukan, maka hasilnya adalah harta kalian akan habis sekejap dan kalian akan jadi miskin".

"Syarat apa itu, Ki? Kalau tidak berat maka kita pasti akan melakukannya, " kata ibu aku. "Syarat ini jelas berat. Namun, Aki tidak blh membicarakan syarat sebelum kalian bersumpah dahulu. Ini adalah ke hrus an dari ilmu yangg Aki miliki".

"Maksudnya, kita hrus bersumpah tanpa tahu syaratnya apa? " Tanya Mama. "Betul". "Gimana, ya Ki? kami hrus tahu dulu agar kita bisa menentukan bisa atau tidaknya. Contoh, bila syaratnya membunuh orang, tentu kita tidak akan melakukannya".

"tidak perlu membunuh. Syarat ini tidak akan menyakiti orang lain malahan akan memberikan kebaikan pada diri sendiri". "Aki tidak akan bilang syaratnya sebelum kita bersumpah? " Dukun itu mengangguk-angguk lagi.

Ibu menatapku dan bertanya, "Gimana? " "Koko sih setuju saja bila tidak hrus menyakiti orang lain. Kan semua demi keluarga". Akhirnya kita setuju. Dan ritual sumpah itu dilakukan. kami bersumpah sendiri-sendiri dengaan sang dukun memegang jidat kita dan mengasapi dengaan kemenyan.

Anehnya, aku hnya bersumpah akan melakukan satu syarat, sementara ibu hrus bersumpah melakukan dua syarat. Barulah kemudian dia kembali duduk di tempat semula dan berkata, "Perlu diingat bahwa kalian udh bersumpah. Dan dlam sumpah itu, kalian jg menerima bahwa apabila menolak melakukan syarat-syarat, maka harta kalian akan hilang dari muka bumi".

Kami berdua mengangguk. "Sebenarnya syaratnya adalah kalian hrus melakukan ritual dlam sebulan tiga kali, utk membuat jin-jin membantu kalian mengumpulkan uang. Bila ritual ini tidak dijalankan, maka jin-jin itu akan menghabiskan uang kalian, alias akan merugikan kalian sendiri. Ritual itu hrus dilakukan kalian berdua sebagai pasangan yangg datang kemari minta bantuan".

Sang dukun berdehem dan kemudian melanjutkan pembicaraan, "Ritual ini adalah ritual seks". "Apa? ". kami berdua kaget setengah mati. "Ritual seks? ibu dan anak? ". "Tapi, Ki. kami ibu dan anak! " kata ibu aku.

"Justru disitulah kuncinya. Selama ini, Aki menganjurkan ritual dengaan lelaki yangg bukan suami. Demikian tuntutan ilmu itu. Berselingkuh dengaan lelaki lain membuat jin-jin itu akan datang menonton dan bekerja kepada pasangan tidak sah itu. Sedangkan bila ibu dengaan anak melakukan ritual, dapat dipastikan jin-jin yangg datang akan lebih banyak. krn selain berselingkuh itu adalah sesuatu yangg disukai jin-jin itu, maka berselingkuh dengaan anak sendiri adalah hal yangg paling disukai mereka. Dipastikan akan lebih bannyak Jin yangg datang".

"Tapi tapi". Sang Dukun memotong, "Yang perlu diingat sumpah si lelaki hnya satu syarat, tetaapi sumpah si wanita ada 2 syarat. yanng satu adalah melakukan ritual dengaan pasangan yangg di bawa ke sini, yangg satu adalah utk menghentikan hubungan seksual dengaan suami sendiri. Ini adalah kesenangan Jin yangg lain, ngeliat bahwa si suami tidak mendapatkan tubuh isterinya, sementara isterinya memberikan diri kepada orang lain".

Ibu tambah membelalakan matanya. Seks dengaan anak udh parah, kini tidak blh berhubungan seks dengaan suaminya. Rupanya dukun ini adalah dukun ilmu hitam. Ada rasa penyesalan yangg tampak di wajah Mama.

Aku pun kaget jadinya. Dukun ini berwajah angker dan berwibawa. ibu tidak berani menolak melainkan hnya mengangguk sajja utk memperlihatkan persetujuan. Akhirnya ibu membayar mahar sekitar sepuluh juta rupiah lalu kita pergi dari situ.

Sepanjang jalan ibu ngomel-ngomel. Untung sajja Pak Mo, supir kita tidak ikut. Pak Mo itu udh tua dan tampangnya jg jelek. ibu mana nafsu dengaan lelaki itu. Aku sepanjang jalan terdiam krn ketika mendengar syarat itu aku terkejut seperti Mama, tetaapi aku tidak semarah Mama, melainkan aku menjadi membayangkan tubuh ibu saat memakai bikini dan kontol ku langsung bangun.

Sungguh tak percaya aku mendengarnya. Aku malahan Bahagia. Moga-moga sajja ibu mau melakukannya ketika sampai rumah. Namun, dlam perjalanan kita itu, ibu menekankan bahwa kita tidak akan berhubungan seks.

Dukun itu mmg gila. Masa hrus bgitu an dengaan anak sendiri? Aku menjadi kecewa dan sedih, tetaapi aku berusaha tidak menunjukkannya. kami sampai keesokan paginya. Aku langsung tidur krn letih dan bgitu jg Mama.

Sampai beberapa minggu hal ini tidak pernah kita bicarakan. Tiga minggu kemudian, saat itu malam hari. ibu mengetuk pintu kamarku dan masuk ke kamarku. ibu memakai daster yangg panjang ke lutut tetaapi bagian atasnya merupakan gaun berleher rendah dengaan tali daster yangg tipis memeluk bahunya.

Sayangnya ibu pakai bh, dapat kulihat tali BHnya yangg ada di bawah tali dasternya dan sedikit cup bh yangg menyembul krn leher gaun yangg cukup rendah. Aku sedang nonton tv smbil tiduran dengaan hnya memakai celana boxer, krn mmg seperti itu kebiasaanku.

"Ko, kamu inget dukun yangg pernah kami datangi bersama-sama waktu itu? ". "Oh, yangg gila itu? " kataku smbil terus menonton tv utk menunjukkan aku tidak terlalu memikirkan hal itu, padahal selama ini aku selalu masturbasi membayangkan ibu semenjak pulang dari dukun itu.

"Begini, Ko. kamu inget ga, apa kata dukun itu bila kami tidak melakukan ritual? ". Aku belagak mendengus tak percaya, padahal aku ingat sekali semua perkataan dukun itu. Dukun itu bilang, kalau kita berdua tidak jg berhubungan seks, maka keluarga kita akan bangkrut.

Aku diam-diam berharap sekali bahwa usaha keluarga kita merugi agar aku bisa tidur dengaan Mama. "Dukun itu benar. tiga minggu ini, usaha kami rugi terus. hampir 1 m melayang selama tiga minggu ini. Dan bila ini terus terjadi, kami terpaksa hrus menjual hampir seluruh harta kita".

"Apa? " aku berkata dengaan memasang muka sedih, kecewa, kaget dan lain-lain. tetapi hatiku berbunga-bunga. Pucuk dicinta ulam tiba, kata orang tua. dlm hati aku bgitu bahagianya hingga aku susah payah menahan senyum di wajahku.

Rasanya ingin berteriak. Apakah ini berarti ibu aku mengajakku ml? ibu mendehem sekali. keliatan dia gugup. "Nah, ibu dan bapa tak pernah menyimpan rahasia. Dulu sewaktu pulang, Papamu udah ibu beritahu tentang dukun ini. Maka, sekarangpun Papamu tahu bahwa kami merugi krn ulah sumpah kami sendiri".

"Terus? " dlam hati aku berteriak kegirangan. keliatan nya, harapanku akan segera terwujud. "Mama dan bapa sepakat utk mengikuti ritual ini selama sebulan ini. Terus kami lihat apakah ada perubahan? Bila tidak ada, maka kita berdua mohon agar kamu melupakan semua ini dan memaafkan kita berdua".

"Bila ada perubahan dan usaha kami untung? " ibu hnya menggeleng, "Kita lihat sajja nanti". Kemudian ibu menghampiriku. Aku deg-degan sekali. ibu menarik boxerku sehingga lepas. Kaget jg dia ketika ngeliat kontol ku yangg besar udh tegak berdiri akibat pembicaraan ini.

Keliatan di raut mukanya bahwa dia kaget. "Mama agak bingung bagaimana se hrus nya kami melakukannya. Tapi ibu berpendapat, kami tidak blh melakukan hubungan seksual dengaan percintaan, krn kami ibu dan anak".

"Maksud Mama? ". "Kita tidak perlu ciuman, buka seluruh pakaian dan lain-lain seperti sepasang kekasih. ibu tetap akan pakai daster. Kamu tidak blh memegang Mama. Biar ibu di atas saja. Kamu diam sajja di bawah".

Maka aku berbaring diam. ibu aku menekan kontol ku sampai menempel di perutku dengaan tangan kirinya, lalu dia menduduki kontol ku. Ternyata di balik daster Mama, tidak ada celana dlam sehingga batang kontol ku merasakan bibir memek ibu menekan di batang kontol ku.

"Kemaluan wanita hrus basah dulu. Jadi, ibu akan gesek-gesek sebentar sampai memek ibu basah, lalu kami akan melanjutkan ke ritual". Lalu ibu menopang tubuhnya dengaan memegang dadaku, kemudian dia mulai menggesekkan memek nya di batang kontol ku.

Aku dapat merasakan bibir memek nya membuka dan kontol ku kini dijepit bibir itu, sementara bagian bawah batang kontol ku menekan bagian dlam memek Mama, tepatnya dinding di mana labium minoranya terletak.

Lama kelamaan keluar cairan pelumas. Aku dapat merasakan memek ibu perlahan mulai lembap dan licin lalu basah krn lendir yangg keluar dari memek nya. Selama proses ini ibu memejamkan matanya.

Akhirnya stlah beberapa menit, selangkangan ibu dan batang kontol ku udh licin krn lendir Mama. Pengalaman ini terus kuingat sepanjang hidupku. Walaupun ibu tidak membuka pakaiannya, tetaapi aku merasakan sensualitas yangg sangat tinggi menguasai tubuhku.

Saat memek ibu udh basah dan membasahi batang kontol ku, aku dapat mencium bau badan ibu aku yangg perlahan memasuki hidungku. Selain itu, tubuh ibu hari itu wangi krn keliatan nya baru sajja mandi.

Jadi, aku dapat mencium wangi sabun dan jg wangi memek ibu aku tercampur di udara. setelah yakin bahwa memek nya udah licin dan siap utk dimasuki kontol ku, ibu berlutut sebentar, tangannya memegang kontol ku dan diacungkan ke atas, lalu dia memposisikan kontol ku di depan lubang memek nya.

Setelah posisinya pas, maka dia duduk perlahan di kontol ku. Nikmatnya merasakan kontol ku perlahan menembus memek Mama. Pertama-tama lingkar luar lubang memek ibu dilewati oleh kepala kontol ku dengaan susah payah.

Untk beberapa saat ujung kontol ku tidak berhasil masuk lubang kecil itu, lalu plop! Tiba-tiba kepala kontol ku udh masuk ke dlam liang senggama Mama. Lubang memek ibu sempit sekali, kepala kontol ku bagai sedang dijepit tabung silinder yangg sempit.

Ibu mendesah bagai sedang makan cabe. Lalu perlahan menurunkan tubuhnya lg sampai tiga perempat kontol ku menggeleser lebih jauh dlam lubang kencingnya itu. Namun, tiba-tba sajja gerakan ibu berhenti krn kontol ku menancap di lingkaran lubang masuk ke rahim milik Mama.

"Punya kamu besar dan panjang. Belum masuk semua udh ada di ujung rahim Mama, " kata ibu dengaan nafas tersengal. Sementara itu, memek ibu berdenyut-denyut, dan menjepit kontol ku bgitu kuatnya.

Aku merasa linu di lututku dan aku mengerang nikmat sekali walaupun kontol ku berasa sedikit sakit krn sempitnya memek ibu aku. Desahan ibu makin jelas, lalu tiba-tiba ibu menghempaskan tubuhnya ke bawah sehingga kini kontol ku ambles ke dlam liang persenggamaan ibu aku.

Aku dapat merasakan kepala kontol ku melewati lubang masuk rahim ibu dan kini kepala kontol ku dan sedikit bagian batang kontol ku udh ada di dlam rahim Mama. ibu melenguh kecil, "Uuh Belum pernah ada yangg masuk sejauh ini tahan sebentar, ya".

Mata ibu terpejam erat. Wajahnya meringis. Nafas ibu memburu. Sementara itu, Aku menjadi serba salah. Ingin rasanya kupeluk ibu lalu kuentot dengaan buas tubuhnya, tetaapi aku takut dimarahi. Kepalaku pusing menahan birahi ini.

Dinding memek ibu yangg halus dan basah itu bgitu kuat menjepit kontol ku lg lubang itu seakan mengenyot batangku krn membuka dan menutup seiring irama nafas Mama. Beberapa saat kemudian barulah ibu mulai menaik turunkan pantatnya.

Ibu aku mulai mengentoti aku dengaan perlahan-lahan. Kedua tanganku meremas seprai, sementara mataku berusaha ngeliat selangkangan kita berdua, tetaapi daster ibu menghalangi. Kupandangi wajah ibu yangg cantik itu. Dahi ibu mengerut seakan menahan sakit dan matanya terpejam rapat.

Nafasnya yangg mulai memburu mengeluarkan suara desahan nafas yangg ditahan. Semakin lama nafas ibu semakin cepat dan hembusannya makin terasa di wajahku. Nafas ibu bgitu segar dlam indera penciumanku.

Memek ibu masih mengocoki burungku. Selangkanganku kini udh basah oleh lendir memek ibu aku. Bau tubuh ibu yangg menguar dari dlam kemaluannya menjadi makin kuat, mengalahkan wangi sabun yangg merebak dari tubuhnya.

Bau tubuh ibu yangg sedang birahi, Bau yangg Belum pernah kucium sebelum malam ini, krn selama ini ibu selalu memakai parfum mahal, sehingga aku tidak pernah tahu bau tubuh ibu yangg sebenarnya.

Aku merasakan sesuatu yangg belum pernah kurasakan. kontol ku yangg tadinya perjaka kini udh mengalami hubungan seks dengaan wanita. memek ibu aku menyedot-nyedot kontol ku, mengirimkan sensasi sensual yangg menjalar dari burungku hingga ke seluruh ujung tubuhku.

Aku seakan berada di suatu tempat fantasi yangg indah, bukan lg di bumi. Suatu perasaan yangg bgitu nikmatnya sehingga barulah aku setuju dengaan orang-orang bahwa ngentot itu adalah pekerjaan yangg paling enak dilakukan.

Makin lama pantat ibu makin cepat digoyang. Selangkangan ibu menumbuki selangkanganku dengaan bunyi yangg terdengar makin keras. Mulut ibu mulai membuka dan desahan mulutnya mulai berubah menjadi erangan. Tiba-tiba ibu merebahkan diri di tubuhku dengaan mata masih terpejam.

Kedua tangannya memeluk pundakku dari luar kedua tanganku, sehingga menjepit kedua tanganku di samping tubuhku dengaan telapak tangan mengarah kedepan sehingga dia memegang pundakku dari belakang. Dapat kurasakan kedua toket ibu menekan dadaku dari balik daster dan BHnya.

Aku tidak tahu kekenyalan yangg kurasakan apakah krn busa bh ataukah krn tetek itu sendiri. Maklum, inilah pertama kalinya aku ngentot sehingga masih buta segala sesuatunya. Bau tubuh ibu yangg bgitu erotis dan sensual membuatku gila, Aku ingin sekali merengkuh tubuh ibu dan balas mengentotinya dengaan liar.

Aku pikir krn ibu udh memelukku, maka akupun tak apa memeluknya. Oleh krn itu, ku peluk ibu dengaan telapak tanganku memegang pantatnya. Ketika aku mulai meremasi pantat Mama, ibu kurasakan kaget krn menarik nafas tiba-tiba.

Kupikir dia akan marah, tetaapi ternyata dia melanjutkan erangannya. Pipi kita berdua kini menempel. Pelukan ibu makin erat saja, dan selangkangan kita kini udh basah kuyup oleh cairan memek Mama.

Suara selangkangan kita yangg beradu bgitu cepatnya dank eras memenuhi kamar tidurku. "plokplokplokplokplok. ". Ditingkahi erangan ibu yangg terus menerus mengatakan 'yeah' dan 'ah' diulang-ulang. Aku jg menjadi ikut terbawa suasana.

Aku memberanikan diri mengerang juga. Sengaja kupanggil ibu disela-sela eranganku krn hal ini membuat aku makin bernafsu. dngn mmg gil Mama, maka tersirat bahwa aku menyadari bahwa aku sedang bersetubuh dengaan ibu aku dan aku menyukai bersenggama dengaan ibu aku.

Entah apakah ibu menyadarinya tetapi reaksi ibu hnya terus mengerang, tetaapi pipinya kini diusap-usapkan ke pipiku. Sementara pelukan ibu kurasa kini udh erat sekali. Pantat Mamapun kini digerakkan naik turun bgitu cepat dan keras, untungnya spring bed ku mahal sehingga mengikuti gerakan tubuh kita sehingga aku tidak merasa sakit.

Tiba-tiba ibu menekan pantatnya dalam-dalam smbil memeluk erat sekali. Pipinya pun ditekan keras-keras jg di pipiku. Dan kini ibu tidak mengerang, melainkan berteriak keras-keras, Kurasakan selangkangannya dan terutama dinding memek nya bergetar bagaikan tubuh orang yangg kedinginan smbil menjepit kontol ku erat-erat.

Cerita Sex Tubuh Ibu Jadi Fantasy Seks Anak

Kejadian berikutnya berlangsung bgitu cepat. Aku tak kuasa menahan birahi yangg sedari tadi coba kutahan-tahan. Rasanya bgitu nikmat dijepit memek nya yangg hangat dan licin itu. Entah bagaimana, naluriku yangg mengambil alih, aku lepas kedua tangan dari pantat Mama, lalu kupeluk tubuhnya erat-erat, kemudian aku putar badan, bagaikan pegulat professional sehingga kini aku yangg ada di atas tubuh Mama.

Ibu masih orgasme tetaapi membalas dengaan merangkulku dengaan satu tangan mendekap belakang kepalaku sementara satu tangan memeluk bahuku, dan kedua kakinya kini merangkul bagian bawah tubuhku dengaan kedua tumit kaki ditekan ke pantatku.

Setelah ibu kutindih, dengaan secepat mungkiin dan sekuat mungkiin aku kocok lubang meki Mama. Kusedot leher ibu dengaan mulutku pula. ibu masih mengerang dengaan keras dan memelukku erat-erat. Kulit leher ibu bgitu halus di mulutku.

Kucupang leher itu dengaan mengenyotinya keras-keras. Sementara memek ibu yangg sempit itu kuhujami berkali-kali sekuatnya. Akhirnya aku sampai juga. Kutumpahkan maniku di dlam rahim Mama. kami terdiam beberapa lama.

Lalu tanpa bicara, ibu mendorong tubuhku sehingga tak lg menindihnya, lalu dia pergi ngeloyor keluar. Di antara perasaan kecewaku, ada perasaan Bahagia dan puas juga. Akhirnya, pikirku. Lalu aku tertidur.

Keesokan harinya, sarapan pagi dengaan kedua orangtuaku menjadi canggung. kami bertiga tidak bannyak bercakap-cakap seperti biasanya. ibu dan bapa hnya berbicara seperlunya saja. Aku sendiri malah hnya terdiam sajja smbil mengunyah.

Kami bertiga tahu apa yangg terjadi tadi malam, sehingga masing-masing terbelenggu dengaan fakta bahwa ibu dan anak tadi malam baru sajja melakukan perhubungan yangg tabu. bapa pergi bekerja, sementara ibu menyMamakkan diri di dapur utk cuci piring dan lainnya.

Aku tidak tahu apa yangg hrus aku lakukan sehingga memutuskan utk sekolah tanpa berbicara apa-apa lagi. Hubungan keluarga kita sekarang udh berbeda dan tidak dapat dirubah lagi. Entah aku ini senang atau tidak, tetaapi kini, tiap kali aku lihat ibu maka aku pasti ngaceng.

Ketika hari makin cepat berlalu, aku jadi semakin kecewa. krn ibu aku tidak pernah lg datang ke kamarku utk bgitu an. Apakah dukun itu gagal? Pikirku. Apakah bapa masih merugi walaupun aku dan ibu udah melakukan ritual? Aku menjadi sangat sedih ketika kulihat pada bulan ini, tinggal tersisa dua hari lagi.

Malam ini akan tampak apakah ibu akan meneruskan ritual itu, krn sesuai pesanan pak dukun, kita hrus melakukannya tiga kali dlam sebulan. Hari udah malam dan menunjukkan pukul sepuluh.

Aku duduk di kamar dengaan hnya memakai celana boxer saja. Jantungku berdetak kacau menunggu Mama. Di satu pihak aku berharap sangat ibu akan datang, di lain pihak aku ketakutan bila ibu tidak datang hari ini.

Tiba-tiba sajja pintu perlahan terbuka, dan ibu masuk ke dlam kamar dengaan memakai daster yangg sama. Aku merasa lega sekali. Perasaanku berbunga-bunga dan perlahan burungku mulai mengeras. Aku menanti-nanti dengaan jantung yangg berdebar-debar ketika ibu naik ke tempat tidur pelan-pelan tanpa mengeluarkan suara, matanya tak pernah menatap mataku, lalu dia memelorotkan celanaku sampai lepas dan menduduki kontol ku seperti sebelumnya.

Cuma saja, saat ini aku sedang duduk di tempat tidur dan bukan tiduran seperti sebelumnya. Kini posisinya ibu menduduki kedua pahaku dan kemaluannya menempel di batang kontol ku yangg kini mengacung ke atas terjepit antara memek ibu dan perutku sendiri, lalu ibu memeluk kepalaku sehingga jatuh di pundaknya.

Tetapi aku dapat ngeliat bahwa kini teteknya tidak ditutupi bh sehingga aku menjadi girang tak terkira. Apalagi saat dadaku merasakan tetek ibu yangg hnya berlapiskan daster utk pertama kalinya.

Tetek ibu bgitu empuk dan kenyal dengaan puting yangg menonjol bagaikan pensil. ibu tidak bau sabun. keliatan nya dia tidak mandi sebelum ke sini seperti sebelumnya, tapi aku tidak kecewa.

Malah aku senang jadinya. Aroma memek ibu yangg pernah kucium sedikit tercium dari ketiak Mama. ibu mulai menggesekkan kemaluannya di batang kontol ku. Namun, kali ini gesekkannya lebih cepat dan nafas ibu pun kali ini memburu lebih cepat dibandingkan sebelumnya dan lg pelukan ibu bgitu eratnya.

Akupun memeluk badan ibu dan ibu keliatan nya tidak marah. Apakah ibu udh horny duluan? Pikirku dlam hati. Ada kemungkinan bgitu , krn aku ingat bahwa dukun bilang ibu hnya blh bersenggama denganku, sementara udh duapuluh hari yangg lalu kita berdua melakukan hubungan seksual.

Kemungkinan selama ini ibu seringkali berhubungan seks dengaan Papa. Aku pun kalau menjadi bapa akan selalu ingin berhubungan seks dengaan isteri secantik Mama. Tak lama memek ibu udh basah sekali.

Kemudian ibu melepaskan pelukannya, lalu sedikit menaikan pantat, memegang kontol ku dan akhirnya memasukkan memek nya ke kontol ku yangg udh tegang dari tadi hingga kepala kontol ku memasuki liang senggamanya.

Ibu lalu menaruh kedua tangannya di pundakku lalu perlahan-lahan merendahkan tubuhnya sehingga perlahan memek nya membungkus kontol ku. Sepanjang perjalanan masuknya kontol ku, ibu memejamkan matanya dan melenguh, "oh Yeah. ".

"Mamah. ". kataku tak mau kalah, " yeah Ma ". Ketika kontol ku sampai lg di ujung rahimnya, ibu melingkarkan tangannya di leherku dan dengaan satu tangan mendekap kepalaku.

Lalu tiba-tiba pantatnya dihenyakkan ke bawah sehingga kontol ku menghujam masuk rahimnya secara cepat. Reaksiku adalah memeluk ibu erat-erat krn kaget dan sedikit sakit. Rangkulan Mamapun jg makin erat.

Ibu mengerang-ngerang dan aku mendesah-desah merasakan sensasi kontol ku yangg dMamangkus dinding memek ibu sedang dipijat-pijat dinding memek itu. Lalu ibu mulai menggoyang pantatnya. Aku merasakan nikmat sekali. Apalagi kini kita dlam posisi duduk dan berpelukan.

Rasanya kita adalah dua pasang kekasih. Kuingat ibu tidak mau berciuman denganku, tetaapi aku tak tahan dengaan keintiman tanpa cinta ini. Aku ingin sekali menciumi tubuh ibu aku. Akhirnya aku masa bodo dan mulai mengenyot pundak ibu yangg telanjang.

Ibu mulai mendesis-desis seperti kepedesan. Aku kini menjilati pundak ibu dan mengarah ke lehernya. Kukecupi dan kujilati leher ibu yangg halus. Wajahku terbenam di lehernya, rambut ibu menutupi kepalaku.

Wangi shampoo ibu dan bau tubuh ibu bercampur di hidungku. Ini adalah bau surgawi, pikirku dlam hati. Mulutku tidak pernah tinggal diam. Leher ibu udh habis aku ciumi, jilati dan kenyoti.

Ibu makin keras mendesahnya. Semakin lama ibu mempercepat goyangannya pula. Kedua tanganku kugerakkan ke bawah sehingga meremas kedua pantat ibu yangg bahenol. Otot pantat ibu sungguh kenyal dan tidak lembek.

Ini mungkiin krn ibu rajin ke gym utk berolahraga. Sementara itu, kedua pantat ibu yangg masih ditutupi daster udah kuremas-remas smbil kutarik-tarik seirama dengaan goyangan pantat Mama. Suatu saat ketika aku meremas-remas pantat Mama, tak sengaja kain daster ibu udh tertarik ke atas.

Aku baru menyadari ketika ujung jari tangan kiriku menyentuh kulit Mama. Aku serentak mendapatkan ilham. Aku mulai meremasi pantat ibu smbil berusaha menyingkap daster ibu ke atas lagi. Usahaku perlahan berhasil.

Pada akhirnya kedua tanganku berhasil menggenggam kedua pantat ibu tanpa dihalangi kain daster itu. ibu masih sMamak menggoyangkan pantat dan mengerang-erang kenikmatan. Aku mengambil kesempatan dengaan menyusupkan tangan kananku ke atas sehingga kini tangan kananku udh berada dlam daster dan memegang punggung ibu aku secara langsung.

Tiba-tiba ibu memelukku bgitu eratnya aku sampai aku merasa sedikit sesak. Selangkangan ibu tiba-tiba berhenti bergerak. ibu menekan kontol ku keras sekali smbil berseru, "Yeah ibu sampai ". ibu aku orgasme duluan.

Akhirnya ibu melepaskan pelukannya beberapa saat kemudian. Aku kecewa bgitu ibu aku menarik kedua tanganku sampai lepas dari tubuhnya. ia menatapku lalu berkata, "Ko, kamu itu bandel ya. Kamu kok cium-cium leher ibu kayak gitu. Kan ibu udh bilang, kami ini bukan kekasih. kami ini ibu dan anak. jangan berperilaku ga sopan gitu donk".

Aku hnya menunduk sajja krn kecewa. Tapi setidaknya tanganku yangg menggerepe ia tidak diprotes. Artinya aku blh lg nanti. ibu meninggalkan pangkuanku, utk sementara aku kecewa sekali krn belum sampai orgasme, tetaapi ibu tidak keluar kamar melainkan dia merangkak di tempat tidur bagai anjing, hnya sajja sedikit nungging krn kepalanya dia taruh di bantal.

Ibu lalu menoleh ke arahku yangg berada di belakangnya dan berkata, "Kamu masukkin dari belakang sajja ya. Biar kamu ga cium-cium ibu lagi". Tanpa disuruh kedua kalinya, Aku segera memposisikan diri di belakang Mama, berhubung aku lebih tinggi dari Mama, maka aku hnya sedikit menekuk lutut agar kontol ku sejajar dengaan memek nya.

Aku menyingkap dasternya yangg saat itu menutup pantatnya. krn ibu tidak bilang apa-apa, aku beranikan diri menyingkap daster itu hingga tersingkap hingga setengah punggungnya. Aku belum berani terlalu jauh takut dimarahi.

Aku tekan kontol ku di depan lubang memek ibu dengaan dipandu tangan kananku, tangan kiriku menyibak pantatnya agar tampak lubang itu. setelah pas posisinya, aku dorong pantatku perlahan demi menikmati sensasi gesekan kontol ku yangg memasuki liang memek ibu aku, suatu sensasi gerakan menggeser di mana gesekkan antara dinding memek ibu dan batang kontol ku menyebabkan nafsu birahiku yangg udh tinggi menjadi semakin tinggi lagi.

Gerakanku terhenti ketika kontol ku udh di ujung lubang dlam memek ibu dan mencapai awal rahimnya. Kini kedua tanganku memegang kedua pinggul Mama. sambill menghentakkan pantatku ke depan, kedua tanganku menarik pinggulnya utk menambah tenaga tumbukkan.

Dngn suara plok tanda selangkanganku menampar pantat Mama, kepala kontol ku kini udh memasuki rahim Mama. "Ooh ". teriak ibu perlahan, " dlam banget rasanya ". dlm posisi seperti ini, aku rasakan seluruh kepala kontol ku masuk ke rahim Mama, sementara sebelumnya hnya tiga perempat sajja yangg masuk.

Posisi ini ternyata memberikan jarak penetrasi yangg lebih jauh. Aku terpaku pada pemandangan indah di bawahku. ibu aku yangg sedang setengah telanjang dengaan daster terbuka setengah punggung dan bagian bawah yangg telanjang, dlam posisi doggy style dengaan kontol ku ambles memasuki memek nya.

Aku tarik kedua pantatnya menggunakan kedua tanganku agar pemandangan ini lebih jelas. Kulihat anus ibu bgitu rapat tanda ibu sedang mengencangkan otot memek nya yangg membuat kontol ku merasa nikmat krn diremas otot memek nya itu.

Perlahan kutarik kontol ku hingga hnya setengah yangg keluar dari memek Mama, lalu kudorong lg sehingga seluruh kontol ku terbenam di sana. Kulakukan berulang-ulang masih dengaan gerakan pelan, krn pemandangan kontol ku keluar masuk lubang kehormatan ibu aku itu bgitu indah di mataku.

Begitu sucinya selangkangan Mama. begitu sucinya memek mama. memek yangg hnya pernah dijelajah oleh ayah ku dan kini aku yangg menjelajahi tiap jengkalnya. Bahkan Papaku itu belum pernah menjelajah sampai ke dlam rahim Mama.

Aku menjelajahi alat reproduksi ibu lebih jauh daripada siapapun di dunia ini! Saat itulah aku berketetapan dlam hati, bahwa ibu hrus menjadi milikku dan bukan milik orang lain. perempuan keturunan Tionghoa ini hrus menjadi milikku.

Seluruh jengkal tubuh wanita ini hrus jadi milikku. Aku hrus menjelajahi tiap senti tubuh seksi ini. Tubuh seorang bidadari yangg turun dari surga. Entah beberapa menit aku asyik menarik dan mendorong kontol ku utk menggeleser dlam lubang kenikmatan ibu aku, aku baru sadar ketika ibu aku mulai balas mendorong dan menarik pantatnya.

Selain itu, suara ibu mulai terdengar lagi, "Yeah yeah Lebih cepat lebih cepat yeah. ". Maka aku mulai mempercepat gerakanku. Di samping tempat tidurku ada lemari dengaan kaca besar di salah satu pintunya.

Aku ngeliat bayangan kita berdua di cermin itu. Cermin yangg menunjukkan seorang remaja sedang mengentot wanita dewasa dlam posisi doggy style. Kepala wanita itu bergerak-gerak dan di wajahnya keliatan kenikmatan dlam bersenggama.

Aku lihat dasternya yangg terbuka sampai setengah tubuh Mama. mungkiin kalau aku dorong sedikit-sedikit, aku dapat ngeliat tetek ibu dari cermin. Aku segera bertindak. Kedua tanganku yangg sedang memegang pantatnya mulai kugerakan utk meremas-remas pantat itu.

Ibu mulai memperkeras suaranya, kurasa ibu tidak sengaja melainkan kenikmatan ini udh menguasai pikirannya. "Yeah! Cepat. ! Terus Yeah ". Kedua tanganku kini mulai mengusap-usap pantatnya diselingi oleh remasan.

Makin lama kedua telapakku bergerak ke atas. Kini punggung bawahnya aku belai. Sebenarnya belai tidak tepat, melainkan aku mengusap-usap punggungnya. Akhirnya usapanku makin memanjang, dari bawah punggung ke bagian tengah punggung ibu tepat di kain dasternya yangg terlipat di sana.

Punggung ibu bgitu licin krn ibu udh keringatan. Kulit putihnya mengkilat dijilat oleh cahaya lampu kamar. begitu erotis, pikirku. Usapanku itu terus ku lakukan hingga jari tanganku mulai mendorongi daster ibu sedikit demi sedikit.

Tetapi agak susah mendorongnya krn daster itu terlipat. Aku mendapat ilham lg lalu aku mengusap ke atas lg tetaapi kali ini bukan mendorong daster melainkan tanganku menyusup. setelah setengah telapakku menyusup di balik daster di bagian tengah punggung di antara belikatnya, aku segera mengusap balik ke bawah dan menunggu reaksi Mama.

Ibu tetap hnya mengerang-ngerang. "Yeah terus! " Aku susupkan lg tanganku di bawah dasternya, tetaapi kali ini ketika jariku hendak masuk, aku menggerakkan kedua telunjukku ke atas dan aku mengkaitkan kain daster itu di kedua telunjukku, menyebabkan bagian bawah daster ibu terjepit antara telunjuk dan jari tengahku, lalu kuteruskan mengusap ke atas dengaan kedua tanganku, sehingga kini kain daster ibu ikut bergerak ke atas.

Untung sajja posisi ibu sedikit nungging, sehingga daster itu kini berjumbel di dada bagian atasnya dan tidak kembali jatuh ke bawah. Dari cermin kulihat payudara ibu yangg bulat dan mancung menjuntai.

Yanng menakjubkan adalah payudara itu keliatan lebih besar daripada yangg tersirat ketika ibu memakai baju. Aku ingin sekali meraba dada itu tetaapi takut dimarahi. Makanya aku kini kembali mengusap-usap punggung Mama.


Cerita seks Tubuh Ibu Jadi Fantasy Seks Anak
  • Tak terasa krn aku semakin bernafsu, aku kini mengentoti ibu dengaan kuat. Selangkanganku menumbuki pantat ibu dengaan mengeluarkan suara plok! plok! plok! yanng keras terdengar. "yeah ! " tahu-tahu kini suara ibu keras sekali.
  • Ibu udh berteriak dan suaranya memenuhi ruangan kamarku, " teruss kocok terus kocok memek ibu mama sampai. ". Aku kaget. Kemarin ibu tidak seliar ini. Entah apa yangg ada dipikirannya.
  • Aku menjadi gelap mata. Kuraih kedua toket nya dari belakang. Kurasakan bulatan toket ibu melebihi kapasitas genggamanku. Ternyata cukup lebar lingkar toket Mama. Aku remasi toket ibu yangg lembut dan kenyal itu.
  • Dan aku tiba-tiba sajja tak dapat menahan lg dan memuntahkan sperma di dlam rahim Mama. setelah beberapa saat aku merebahkan diri di samping Mama. Entah bagaimana aku merasa sangat puas dan tenteram sehingga tak lama kemudian aku tertidur.
  • Di sekolah aku tidak bisa konsen. Aku terus terbayang keindahan tubuh ibu aku dan nikmatnya mengentoti tubuh mulus itu. Kulit ibu bgitu halus dan lembut. Ototnya bgitu kenyal tanda berolahraga.
  • Aroma tubuhnya bgitu harum terasa menusuk hidung. tetapi aku belum puas. Aku ingin menciumi tiap jengkal tubuh Mama. Ingin kurasakan seluruh kulitnya di lidahku. Ingin aku mengecap tubuhnya yangg seksi itu.
  • Pikiranku mencoba mencari cara utk mendapatkan Mama. Bagaimana caranya agar dia mau dicumbu olehku. Sepanjang jam pelajaran otakku berputar-putar utk mendapatkan jalan keluar masalah ini. Bahkan, perempuan gebetanku selama ini yangg bernama Reeny tidak aku pedulikan.
  • Reeny berusaha mengajakku ngobrol waktu bel istirahat. tetapi aku hnya menjawab sekedarnya dan lalu keliatan nya dia mengerti aku sedang tidak mood sehingga akhirnya dia menyerah dan berlalu. Aku dikagetkan ketika sedang berjalan ke arah mobilku oleh Reeny.
  • Ia memojokkanku dan berkata, "Ken. Elo kok jadi pendiam akhir-akhir ini. Reeny lihat kamu sekarang suka menyendiri dan tidak mau bergaul? " Aku yangg sedang pusing memikirkan cara menaklukkan Mama, menjadi sedikit geram.
  • Reeny adalah perempuan Menado yangg tinggi semampai dan berbadan aduhai. ia adalah model paruh waktu yangg terkadang muncul di majalah remaja wanita. Walaupun bukan utk cover majalah, tetaapi ia terkadang suka difoto utk produk-produk baju remaja.
Cukup lama aku mengejar perempuan ini. tetapi ia suka jual mahal. kami hnya beberapa kali menonton film di bioskop dan makan di beberapa restoran terkenal. Akupun hnya mendapatkan cium pipi dan pegang-pegang tangan.

Selebihnya Reeny menolakku. Pernah aku mencoba menggerepe payudara nya, Reeny malah marah dan menamparku. kami tidak bertegur sapa selama sebulan. tetapi akhirnya aku minta maaf dan kita berteman lagi.

Setelah itu kita biasanya sms-an seperti orang yangg pacaran tetaapi tidak lebih dari itu. Jadi bisa dibilang ttm. melihat Reeny menghadangku bgitu aku berkata ketus, "Lo mau ngapain sih? " Reeny keliatan terpukul oleh perkataanku dan di matanya kulihat ada kilatan marah mengancam.

Katanya, "Elo udh punya perempuan baru ya? Ngaku deh! " " perempuan baru? mmg nya gue selama ini punya perempuan , apa? " "Oh bgitu ? Jadi hubungan kami selama ini elo anggap apa? " "Tau deh. yanng jelas bukan pacaran. Elo gue cium bibir saja nggak mau".

"oke. Gue ngerti. Jadi sekarang elo udh punya perempuan yangg mau elo cium-cium gitu? " "Apaan sih? Gue belum punya pacar sampai sekarang. Dari dulu jg enggak punya. Elo jngan belagak cemburu gitu deh. Pacar jg bukan. udah deh, gue mau pulang".

Aku bergegas meninggalkan Reeny. Namun, tiba-tiba Reeny memegang tanganku. "Elo marah ya? " tanyanya kepadaku. Aku tidak tahu hrus berkata apa. yanng jelas aku sedang pusing mikirin ibu aku dan kini Reeny yangg cantik itu sedang menggelayuti tangan kananku, dadanya ditekan sehingga aku merasakan toket kirinya menempel di lenganku itu.

"Sis. Gue udh cape. Tolong deh, jngan bikin gue frustasi begini. kami temenan aja. Bener-bener temenan. Bukan flirting-flirting kayak gini. Gue udh ga tahan". " mmg elo ga tahan mau ngapain? " tiba-tiba sajja suara Reeny terdengar manja sekali.

Kulihat wajah cantiknya, matanya yangg belo menatapku bgitu sayu, hidung mancungnya dikerutkan sementara mulutnya yangg manis dimajukan, keliatan menggoda sekali. Tiba-tiba sajja aku merasakan kontol ku ngaceng. Aku yangg sedang frustasi krn Mama, menjadi gelap mata dan berkata, "Gue mau perkosa aja, gimana? " Reeny terkejut mendengar kata-kata vulgarku.

Pegangannya mengendur. Aku pikir sekarang doi udh takut kepadaku. Aku sedikit lega lalu ku tarik lenganku dari pegangannya dan kemudian berjalan ke mobil tanpa berkata apa-apa. "Ken ". Reeny memanggilku.

Dngn malas aku menoleh. Aku mendapatkan matanya berkaca-kaca. "Lo kenapa Sis? " "Kok elo jahat gini sih? Ngaku saja deh kalo kamu udh dapet perempuan baru ". melihat Reeny ternyata ada hati kepadaku, aku merasa sayang kalo kesempatan ini berlalu bgitu saja.

Tubuh Ibu Jadi Fantasy Seks Anak cerita hot sex, kisah seks sedarah, Tubuh Ibu Jadi Fantasy Seks Anak, bacaan porno dewasa Tubuh Ibu Jadi Fantasy Seks Anak
Tubuh Ibu Jadi Fantasy Seks Anak

Maka kataku smbil mendekatinya, "Sis. Gue belum punya pacar. Titik. Gue dari dulu ngejar-ngejar elo, tapi ga ada hasil sampai sekarang". "Kan Elo yangg ga pernah nembak gue, Ken? " "Soalnya gue ga ngerasa elo sayang sama gue. Buktinya dicium saja enggak mau. Gue pegang-pegang jg ga mau. Gue ga merasa elo cinta kepada gue sebesar cinta gue ke elo, Sis".

Mulut Reeny perlahan menunjukkan senyum kecil. "Jadi elo cinta sama gue, gitu? " Aku merasa kalau udh basah ya nyebur saja sekalian. Maka aku menggombal dan bilang, "Banget". Perlahan Reeny berkata, "Aku jg cinta sama kamu ".

"Reeny, " kataku pelan, " kami ini hidup di jaman modern. Sekarang cinta bukan sekedar kata-kata. Kalo elo mmg sayang sama gue, elo hrus membuktikannya". Ada semburat rasa takut kulihat di matanya.

Reeny mengerti bahwa aku ingin make love dengaan dia. Maka aku menyambung, "Dan kalau ada keraguan di pihak elo, sebaiknya kami sampai di sini saja". Reeny keliatan shock mendengar perkataanku dan hnya termangu dengaan rasa takut di matanya.

Aku yangg ngeliat bahwa hasil dari percakapanku ini setidaknya berguna bagiku. Bila Reeny tidak mau, aku jadi bebas memikirkan hubunganku dengaan Mama, tetaapi bila Reeny mau aku akan mendapatkan tubuh perempuan remaja ini.

Siapa tahu ia masih perawan. Aku menjadi tertawa dlam hati. Beberapa saat tak ada tanggapan darinya, aku segera berjalan meninggalkan Reeny. Setidaknya tidak ada lg yangg mengganggu, pikirku. Aku bebas mencari cara utk mendapatkan Mama.

Namun, betapa kagetnya ketika aku mematikan alarm dan membuka pintu mobil, Reeny keliatan berjalan ke arah pintu yangg satu lg dan lalu membuka pintu itu dan duduk di sampingku.

Wajahnya menunduk tetaapi tak berkata apa-apa. "Bokap sama Nyokap Lo di rumah? " tanyaku. Reeny menggeleng. "Kak Sandra? " Reeny menggeleng lagi. Maka aku menjalankan mobilku menuju rumahnya. Sepanjang jalan tangan kiriku meraba-raba rok seragam sekolah Reeny.

Berhubung mobilku matic, maka tangan kiriku bebas berkelana. Kali ini Reeny tidak menolak, bahkan ketika tanganku dengaan bernafsu menarik rok itu ke atas dan menyusup ke dalam. Paha Reeny yangg putih dan halus kuraba-raba.

Reeny seperti belagak tidak tahu dan hnya menatap jalanan yangg kita lalui. Ketika tangan kiriku mulai naik, kulihat dada Reeny mulai naik turun lebih cepat. Entah krn horny atau sedang ketakutan aku tidak tahu.

Tetapi tidak ada penolakan dari Reeny. Reeny tetap diam sajja smbil ngeliat jalanan. Aku lalu mengobokkan tanganku ke selangkangannya. Celana dlam Reeny halus sekali. Aku membelai-belai memek nya yangg ada di balik CDnya itu.

Reeny mulai mendesah-desah. Aku ingin sekali menggagahinya saat itu juga, tetaapi dengaan sekuat tenaga kutahan birahiku itu. Akhirnya kita sampai di rumah Reeny. Celana dalamnya udh basah oleh cairan ke cewek annya.

Bau kelamin Reeny mulai tercium di kabin mobil. Bau tubuh Reeny berbeda dengaan Mama, tetaapi keduanya bagiku sungguh harum dan memabukkan. Kepalaku udh pusing tujuh keliling dan waktu bergerak cepat sekali.

Kami tahu-tahu udh ada di kamarnya. Pembantu-pembantu Reeny sedang asyik mengurus rumah. Reeny adalah anak kedua dari dua bersaudara. Kakak wanita yangg sulung udh kuliah semester empat dan jarang di rumah krn aktif di kampusnya.

Bapa ibu Reeny adalah tipikal orang kaya yangg jarang di rumah pula. Sehingga menjadikan rumah Reeny tempat yangg tepat utk memadu kasih. Apalagi hari itu bapa dan Mamanya sedang ke Singapura.

Reeny berdiri menghadapku dengaan seragam sekolahnya. Tinggi badannya 168 cm. sedikit lebih pendek dariku. Tubuhnya proporsional. Dadanya tidak besar, bahkan tampak lebih kecil dari ibu aku. tetapi tetap sajja cukup mancung di balik bajunya.

Entah krn bh atau tidak, aku akan segera mengetahuinya. Aku merengkuhnya dlam pelukanku. Kucium bibirnya. Kurasakan dia memberikan perlawanan dengaan bibirnya walaupun dlam pengamatanku perlawanannya itu tidak bgitu hot.

Entah krn Reeny malu atau mmg tidak bgitu berpengalaman. Perlahan tangannya mulai merangkulku. Kumainkan lidahku perlahan utk menyapu bibirnya. Tak lama lidah Reeny ikut bermain pula. kami asyik bertukaran ludah selama beberapa saat.

Aku melepaskan rangkulanku dan menarik tangannya sehingga rangkulannyapun terlepas juga. dngn perlahan aku membuka kancing seragam sekolahnya. Reeny memejamkan matanya. Perlahan-lahan kemejanya terlepas. Aku dapat ngeliat bh putihnya. Lembah antara kedua dadanya tampak menyembul di balik kemeja yangg kancingnya udah terlepas.

Kulitnya bgitu putih. Aku melepaskan kemeja sekolahnya dan melemparnya ke lantai. Kini Reeny hnya memakai bh putih yangg menutupi tubuh atasnya. Kedua toket nya bgitu bulat dan menonjol keliatan naik turun seiring nafasnya.

Aku kemudian merangkul tubuhnya utk melepaskan pengait roknya yangg berada di belakang. Kubuka resletingnya, lalu dengaan tarikan perlahan akhirnya rok seragam abu-abu itu jatuh ke lantai. Kini gadis tercantik di sekolahku berdiri hnya menggunakan bh dan cd putih.

Perlahan aku membuka BHnya. Kulempar bh itu stlah pengaitnya terlepas. Aku menahan nafas ngeliat kedua toket putihnya yangg bulat tegak dengaan puting yangg masih rata dengaan areolanya menghiasi kedua gunung kembarnya dengaan sempurna.

Letak pentilnya hampir tempat di tengah-tengah. Berhubung toket nya tidak besar maka tidak tampak turun seperti halnya wanita yangg memiliki payudara gede. buah dada ini keliatan bgitu tegak menantang.

Buah dada yangg belum pernah diremas oleh lelaki. Aku mencium tetek Reeny yangg sebelah kiri dengaan perlahan, tepat di bulatan bagian atasnya. Reeny mendesah perlahan. Kulitnya bgitu halus dan kenyal.

Bau parfum Davidoff bgitu manis tercium dari kulitnya. Aku menciumi sekujur payudara Reeny yangg bulat itu dengaan gerakan searah jarum jam, menghindari pentilnya yangg merah muda. Reeny memeluk kepalaku.

Lalu stlah puas menciumi sekujur payudara kirinya, aku mulai menjilati gundukan kenikmatan itu. "mh. ". Reeny menggumam-gumam kenakan saat lidahku mulai menjilati bukitnya itu. Lidahku bagaikan menari di atas kain sutera yangg bgitu halus dan harum.

Mulutku tak sabar mulai menyedoti gundukan itu. Kusedot dan kuhisapi toket kiri Reeny hingga tak lama bekas cupanganku tercetak di sana-sini. Sementara, tanganku mulai menarik tali celana dalamnya ke bawah.

Dngn bantuan kaki kananku, aku menginjak celana dlam Reeny saat cd itu udh di lututnya. Kemudian aku melepaskan rangkulanku dan mundur selangkah utk ngeliat pemandangan indah di hadapanku. Reeny telanjang bulat di depanku dengaan wajah yangg malu-malu ditundukkan.

Kulihat jembut Reeny tidak selebat jembut Mama. tetapi keliatan jembut itu dicukur rapi segitiga. Bibir luar memek nya atau labium majoranya keliatan tampak rapat tertutup di bawah jembutnya yangg keriting itu.

Birahiku udh tinggi sekali. Aku segera melepaskan bajuku secara tergesa-gesa. Pakaianku kulempar dengaan cepat sehingga berjatuhan di lantai di sana-sini. Aku gendong Reeny smbil kuserang bibirnya, lalu aku setengah terjun ke tempat tidurnya.

Aku udh mabuk oleh birahi, sehingga nafsuku menjadi liar. Kujilati seluruh wajah Reeny mulai dari kepala sampai dagu. Bahkan lubang hidung Reeny beberapa saat ku rogoh dengaan lidahku. Aku ingin merasakan seluruh jengkal wajah cantik gadis ini.

Aku sungguh merasa beruntung, krn gadis model ini mau disetubuhiku. Mulutku mulai bergerak menjelajahi lehernya. Tak lama leher Reeny udh bau mulutku dan dipenuhi ludahku. Cupanganku mendarat di berbagai tempat di lehernya dan meninggalkan bekas di sana-sini.

Tubuh ini adalah milikku dan cupanganku adalah tanda bahwa lahan ini udh dimiliki. Bukan lahan pribumi tentunya, krn aku keturunan Tionghoa. Hahahah. Lalu mulutku mulai menggarap dadanya. Lembah antara kedua bukit kembarnya bgitu seksi krn tampak bgitu dlam disebabkan toket nya yangg bgitu mancung dan agak berjauhan.

Ada tahi lalat kecil di lembah toket nya. Tak lama lembah itu penuh dengaan liur dan bekas cupangan. Reeny mulai mengerang kecil smbil menyebutkan namaku. "ah Ken Aah" Kemudian mulutku mulai mengembara di toket yangg sebelah kanan.

Berhubung payudara kirinya udh penuh cupanganku. Kujilati gundukannya terlebih dahulu, krn inilah kesukaanku. Aku suka menjilati gundukan terlebih dahulu sebelum akhirnya bercokol di pentil wanita. Kukenyot-kenyot tetek kanan Reeny dengaan penuh nafsu sementara Reeny memeluk erat kepalaku smbil meremas-remas rambutku.

Setelah cukup mencupangi dada kanannya itu, aku mulai menyedoti pentil Reeny. yanng menggemaskan adalah krn pentil itu masih kecil sehingga kini walaupun udh kusedot-sedot, pentil itu hnya sedikit sajja menonjol.

Cukup lama aku mengenyoti toket Reeny yangg imut itu. Akhirnya aku mulai menjilati perut gadis itu. Aku mengenyoti pusarnya yangg keliatan menggairahkan. Pusarnya bagaikan celah yangg sempurna. Kusodoki celah itu dengaan lidahku, kukenyoti celah itu, sementara bau tubuh Reeny mulai memenuhi ruangan.

Kugerakkan mulutku ke bawah lagi, dan lidahku mengenai bulu kemaluannya. Kusedoti jembut Reeny yangg jarang dan keriting itu sementara Reeny mulai bertambah keras erangannya. Atau bisa sajja dibilang bahwa sekarang Reeny mulai melenguh.

Memek Reeny kini mengeluarkan bau badannya dengaan hebat sekali hingga hidungku seakan dipenuhi bau tubuhnya itu. Aku beringsut duduk dan membuka pahanya lebar-lebar. Bibir luar memek nya masih rapat sekali.

Dngn kedua jempolku kubuka bibir luar itu dan ngeliat kemaluan Reeny yangg merah muda dan basah mengkilat. aku menerjunkan lidahku ke dlam memek Reeny yangg mengeluarkan bau menggiurkan. Reeny melenguh keras, "Uuh Enak Say. ".

Baru kali ini kudengar kata-kata 'say' keluar dari bibir Reeny. Aku kini paham bahwa gadis ini udh jadi milikku sepenuhnya hari ini. Apalagi bila aku udah menyetubuhi Reeny, tentu akulah yangg akan menjadi satu-satunya lelaki di dlam hidupnya.

Kunikmati air kemaluan Reeny. Lubang memek nya bgitu lembek, hangat dan basah. Mulutku kini udh basah oleh cairan memek Reeny. Bau tubuh Reeny bgitu kerasnya sehingga walaupun udh bercampur dengaan air liurku, bau mulutku tidak tercium sama-sekali di kemaluannya.

Cuma bau tubuh Reeny yangg dapat tercium di hidungku. Inilah mengapa aku suka sekali menjilati kemaluan wanita. Aku tidak hrus terganggu dengaan bau mulutku sendiri. Maka cukup lama aku menjilati dan menyedoti memek Reeny hingga Reeny mulai berteriak kecil dan pinggulnya mulai bergerak utk menekan memek nya ke mulutku.

Aku pikir udh saatnya menuntaskan rasa hausku akan tubuh Reeny. Maka aku segera mengarahkan kontol ku ke lubang memek nya dengaan tangan kananku, sementara tangan kiriku menopang badanku yangg udah kugerakkan sehingga berada di atas tubuh Reeny.

Aku sodok pantatku sehingga tahu-tahu kepala kontol ku melesak ke dalam. memek Reeny sangat sempit. Dinding memek nya menjepit kepala kontol ku dengaan bgitu kuatnya sehingga ada rasa linu yangg kurasakan.

Tetapi dipihak lain, kemaluan Reeny demikian hangatnya dan lembab sehingga menimbulkan sensasi yangg bgitu nikmat. Reeny menjerit kecil lalu merangkulku erat-erat. "Sakit say ". Aku menindih Reeny dengaan kedua tangan di samping sehingga sedikit membagi beban agar Reeny tidak menopang tubuhku seratus persen.

Kucium bibirnya dengaan rakus. Reeny meremas-remas rambutku smbil membalas ciumanku jg dengaan penuh nafus. Kusodok lg kontol ku, tetaapi kontol ku tertahan oleh selaput daranya. Reeny melepaskan ciumannya dan berteriak kecil lagi, "Sakkit. ".

Dngn suara perlahan aku bujuk dia, "Sayangku Nanti aku sodok kuat-kuat supaya keperawanan kamu jebol. Pasti akan sakit. Tapi aku janji nanti akan jadi enak. Oke? " krn udh tumbuh cintaku pada Reeny yangg selama ini terpendam, aku mulai mengganti elo gue menjadi aku kamu.

Dngn dahi berkerut menahan sakit dan mulut bawah yangg digigit Reeny mengangguk. Pelukannya bgitu erat kurasakan. Aku segera menyusupkan tanganku di kedua pantatnya, lalu dengaan sekuat tenaga aku menghantamkan pantatku ke depan sehingga robeklah selaput daranya dan seluruh kontol ku amblas masuk ke liang memek Reeny.

Reeny berteriak smbil memelukku dengaan kedua tangan dan kakinya. Kakinya merangkul paha belakangku erat-erat. Kurasakan memek sempit Reeny menggenggam kontol ku erat sekali. kontol ku senat-senut jadinya. "Kalau udh reda sakitnya, kamu goyang pantatmu maju mundur, ya Say? " Reeny hnya mengangguk smbil tetap meringis dan memejamkan matanya.

Aku memeluknya dan mencium bibirnya. Reeny membalas pagutanku dan utk beberapa lama kita berciuman dengaan perlahan. Makin lama, ciuman Reeny makin hot. Lidahnya mulai menyapu-nyapu dengaan cepat. Dan nafasnya mendengus-dengus di hidungku.

Akhirnya kurasakan pantat Reeny mulai bergoyang. Pertama kalinya perlahan, dan makin lama makin terasa sodokan pantatnya. memek Reeny pun mulai mengeluarkan pelumas lg sehingga kontol ku mulai licin terkena cairan kemaluannya.

Maka aku mulai membalas goyangan pantatnya dengaan tusukan pantatku sendiri. krn Reeny baru pertama kali ini ngentot, maka mula-mula susah jg utk menyeragamkan gerakan kita berdua, tetaapi lama kelamaan kita berdua mulai menemukan irama ngentot yangg tepat.

Kontol ku mengocoki memek nya yangg sempit dan hangat itu berkali-kali. Selangkangan kita terus beradu mengeluarkan bunyi tamparan yangg semakin lama semakin keras terdengar. Reeny mulai terbiasa ngentot, bahkan kini mulutnya tak mau tinggal diam dan mengimbangi jilatan dan hisapanku.

Bahkan kala aku mengenyoti leher dan pundaknya, Reeny menciumi dan menjilat pipi dan jidatku. Reeny mulai melepaskan nafsu binatang yangg dimiliki manusia tanpa malu-malu lagi. "Enak yang? " tanyaku.

"he-eh". jawabnya. " memek kamu rapet banget ". "Ih ngomong jorok burung kamu saja yangg gede, yang". "Burung apaan? kontol Bilang saja kontol. ". "Ih jorok! " "Aku marah nih aku pulang nih ".

"Ah kamu jahat ". "Bilang dong kontol. ". " penis. ". "Gitu baru pacarku ". Lalu aku kembali mencium bibirnya sambil mengentoti tubuh Reeny yangg sintal dan hangat itu.

Kedua tubuh kita udh mengeluarkan keringat walaupun di kamar yangg ber ac. Keringat kita bersatu padu, sementara di selangkangan kami, kedua keringat kita udah bercampur dengaan cairan memek Reeny dan darah dari selaput daranya.

Lama-kelamaan kita mulai mencapai puncak kenikmatan. Selangkangan kita mulai berbenturan dengaan keras krn gerakan pantat kita yangg makin cepat dan kuat. "Yang Tommy sayang Aku mau pipis ". "Bukan pipis, neng itu mau sampe aku jg ".

Tiba-tiba Reeny mencengkram tubuhku kuat-kuat dan kurasakan kemaluannya yangg sempit itu bagaikan bergetar bagaikan orang yangg sedang kedinginan. Dinding memek Reeny bagaikan bernafas cepat yangg menyedot-nyedot kontol ku. Jebol udh birahiku, aku akhirnya ejakulasi berkali-kali di dlam memek pacarku yangg cantik itu.

Untk beberapa saat kita bertindihan lemas stlah masing-masing mencapai klimaksnya. Aku segera berbaring di sebelah tubuh telanjang Reeny agar tidak menindihnya terlalu lama. Beberapa saat kita terdiam hingga akhirnya Reeny berkata, "Kalau aku hamil, gimana? " Aku hnya tersenyum dan berkata, "Ya kami nikah saja. Gitu saja kok repot. ".

Reeny menyergapku tiba-tiba dan memelukku. "Oh Suamiku. ". kami asyik berpelukan dan bercanda sehingga tidak terasa udh jam empat sore ketika Sandra menelpon Reeny. Ternyata Sandra ada kegiatan kampus sehingga baru pulang besok.

Kebetulan sekali, pikirku. Maka kita merayakan keberuntungan kita dengaan melakukan hubungan seks lagi. Hari itu tiga kali kita berhubungan badan. kami hnya break sebentar waktu maghrib utk makan lalu kita kembali bergumulan di ranjang Reeny.

Tidak hnya seks, tapi kita jg bercanda dan membicarakan bannyak hal layaknya orang pacaran. Ketika itu udh pukul delapan malam kala kita baru sajja selesai berhubungan seks kali ketiganya saat tiba-tiba HPku bordering.

Reeny yangg cepat-cepat mengambil HPku smbil berkata curiga, "siapa sih yangg telpon malem-malem? " tetapi saat Reeny ngeliat nama yangg muncul di layar hp, dia segera memberikannya kepadaku lalu berkata, "Mamamu Aku mandi dulu ya, Say ".

Lalu Reeny bergegas ke kamar mandi yangg ada di dlam kamarnya. "Halo, " Kataku. "Koko kamu di mana? " "Di rumah teman. ". "Kok belum pulang sih? " "Tanggung nih, Ma ".

"Kamu di rumah siapa? " Aku menimbang-nimbang apakah akan jujur atau tidak. tetapi ide brillian tiba-tiba sajja muncul di kepalaku. Lalu aku menjawab, "Di rumah Reeny ". "Reeny? Siapa itu? Pacar kamu? " "Iya, Ma. mmg kenapa? " "Kok wakuncar bukan di week end? Ini kan hari sekolah mmg nya orangtua Reeny ga marah? " "Enggak lah, Ma. Orangtuanya kan di singapura".

"Di sana ada siapa? Ada Kakaknya? " "Ya enggak lah. yanng ada cuma Reeny, Koko sama pembantu-pembantunya Reeny". "Apa? Kamu lg ngapain? " "Koko lg tiduran" "Tiduran? " "Iya, di kamarnya Reeny".

"Apa? " "Udah lah, Ma. Koko kan bukan anak kecil lagi. udah dewasa. Biasa saja kali, Ma". "Koko kamu berhubungan seks sama dia? " "Iya, dong. Ma. Kan Reeny pacar Koko".

"Kamu itu! Kamu masih kecil! Gimana kalo ia hamil? " "Masih kecil? Koko udh dewasa Ma. Koko udh pernah gituan sama Mama, kan? " ibu terdiam. mungkiin sedang bingung hrus ngomong apaan.

Akhirnya ibu berkata, "Pokoknya kamu sekarang hrus pulang". "ga mau ah Koko mau nginep di sini aja". "Apa? Kamu ga mau pulang? " "enggak". "Koko! Kamu hrus bantu di rumah! Kamu mau jadi orang miskin? " "Bantu apa, Ma? " " jangan belagak bodoh, Ko! kami hrus melakukan ritual kalau ga mau sengsara! " "Maksud Mama, Koko hrus ngentot sama Mama, kan? " "Anak kurang ajar! Ini ibu kamu, masak ngomong bgitu ? " "Ritualnya kan ngentot, Ma. mmg nya ngapain? " "Kamu jadi bandel begini Ko! " "Pokoknya Koko ga mau ngentot sama Mama! Ga mau! " ibu terdiam.

Ada jeda beberapa saat sebelum ibu berteriak lagi, "bagus! Kamu anak durhaka! Kamu senang ya kalau kami jadi melarat? ! " Aku belagak terdiam sebentar lalu menarik nafas. "Sebenarnya Koko ga mau kami melarat, Ma, " kataku pelan, " tapi utk ngentot sama Mama, koko rasanya ga enak saja" "Maksud kamu? " "Abis, setiap kali kami ngentot masa pakai baju, terus ga blh cium lah ga blh beginilah bgitu lah, Koko ga merasa nyaman".

"Habis mau kamu apa? " "Koko kalau ngentot sama Reeny ngerasa asyik sekali. krn bisa ciuman dan pegang-pegang sebebasnya. Tapi kalau sama ibu kayaknya gimana gitu. Ga ada kebebasan ".

Ibu terdiam agak lama. Lalu ibu berkata perlahan, "Ya udah, kamu pulang sekarang. Terserah deh kamu mau ngapain. ". Lalu ibu menutup telpon. Aku bersorak kegirangan. Akhirnya aku buru-buru berpakaian.

Aku pamit pada Reeny yangg sedang mandi. Reeny pikir bahwa ibu aku concern dan ingin anak kesayangannya pulang sehingga akhirnya membiarkan aku pulang. Aku segera bergegas pulang ke rumah dengaan memacu mobilku secepatnya.

Aku sampai di rumah pukul setengah sepuluh. Kamar tamu udh gelap. Aku bergegas ke kamarku. Kulihat kamar bapa dan ibu masih menyala lampunya. Aku buka pintu kamarku dan kaget ngeliat ibu aku sedang tidur tanpa selimut di tempat tidurku dengaan memakai gaun tidur mahal berenda yangg mini dan sedikit transparan.

Ibu mematikan ac sehingga tidak kedinginan dan dapat tidur nyaman tanpa kedinginan. Bahkan, aku rasa udara di kamar cukup panas krn aku mulai sedikit berkeringat. Gaun tidur ibu keliatan nya sebatas setengah paha, tetaapi krn posisi tidurnya miring maka bagian hemnya tertarik sampai di bawah pinggul.

Sedikit pantatnya menyembul menunjukkan dia tidak memakai apa-apa. Dari pintu masuk aku hnya bisa ngeliat bagian belakang tubuh Mama. Aku segera menutup pintu lalu membuka seluruh bajuku. setelah telanjang, aku beringsut menghampiri ibu di tempat tidur.

"Baru datang? " Tanya ibu perlahan. Ternyata beliau belum tidur. Aku tidak menjawab melainkan memeluk ibu dari belakang. Walaupun belum berhubungan seks, tetaapi badan ibu udh mengeluarkan bau tubuh tanpa ada campuran sabun maupun parfum.

Kontol ku ku tekan di belahan pantatnya. ibu menengok ke belakang. "Kamu mau cium Mama? " tanyanya smbil mengangkat tangannya dan berbalik hingga kini tidur telentang menghadapku yangg sedang tidur miring.

Posisi kepalaku tepat di hadapan ketek Mama. Kini aku dapat ngeliat ketek ibu ditumbuhi bulu-bulu halus keriting, sesuatu yangg tidak pernah kusadari sebelumnya krn hubungan kita berdua selama ini hnya seks tanpa eksplorasi.

Dari ketiak itu tersebar aroma tubuh Mama. Apalagi ketiak itu kini lumayan basah, krn ibu yangg biasanya di ruangan ac kini tidur di kamarku yangg panas. Kulihat sekujur tubuh ibu jg udh berkeringat sehingga membuat kulitnya mengkilat bak batu intan yangg indah.

Aku mendekatkan hidungku ke ketek Mama. "Terserah kamu mau ngapain. Tapi ibu kasih tahu ya, ibu hari ini belum mandi. Gosok gigi cuma tadi pagi aja". Rupanya ibu berusaha membuatku mengurungkan niatku utk mencumbu ibu dengaan cara ini.

Tetapi anehnya, aku menjadi kepincut bau tubuh ibu yangg belum mandi ini. Aku tidak menjawab ibu melainkan segera menubruk ibu dari samping dan membenamkan wajahku ke ketek ibu yangg berbulu itu.

Aroma tubuh ibu yangg tajam memasuki hidungku hingga memenuhi benakku. Keteknya yangg lembat membasahi ujung hidungku. Bulu ketek halusnya menggelitik indera penciumanku ini. ibu keliatan kaget dan menarik nafas.

Aku segera menjilati ketek ibu yangg keringetan itu. Sementara, tanganku mulai menyusup dari bawah gaunnya dan merayap ke atas. Tangan kananku itu menemukan toket kanan ibu stlah menyusup dan membuat gaun itu terangkat sampai ke tengah tubuhnya.

Ibu jg membantu dengaan sedikit mengangkat tubuh sehingga gaun tidurnya secara mudah tertarik ke atas. setelah asyik menjilati ketek kanan Mama, aku segera duduk dan menarik gaun tidur ibu ke atas sampai terbuka.

Ibu duduk agar memudahkanku melucuti gaun tidurnya. cerita-dewasa- Kini kita berdua telanjang bulat dan saling duduk berhadapan. Tubuh ibu yangg berkeringat dan mengeluarkan aroma wanita yangg tajam membuatku tak dapat menahan diri.

Aku tomplok ibu dengaan buas sehingga kini aku menindihnya lalu aku sergap bibirnya. Awalnya aku menyerang bibir ibu dengaan bibirku tanpa ada perlawanan. Aku terus menjilat, mengecup dan menyedoti bibir ibu dengaan rakus sementara kedua tanganku memeluk tubuhnya yangg telanjang dan basah itu.

Kedua kaki ibu yangg tadinya rapat aku buat mengangkang dengaan kedua kakiku sehingga kini kedua kakiku di dlam kedua kaki ibu yangg mengangkang. Tangan kananku kutarik dan kini aku mengelusi paha kiri ibu dengaan tangan itu.

Ibu belum membalas ciumanku, maka aku menyedoti bibirnya agar bibir itu membuka. Suatu kali aku berhasil mengenyoti bibir atas ibu sehingga kedua bibirnya terbuka, aku segera memutar kepalaku lalu mulai menjilati dlam mulut ibu yangg sedikit terbuka.

Sementara tangan kananku mulai mengelusi pantat ibu yangg sedikit kutarik ke atas. dngn tangan kiri yangg memeluk ibu aku ubah posisi kita sehingga sedikit menyamping dengaan kaki kananku di antara kedua kaki Mama.

Kutarik pantat ibu dan aku tekuk lutut kananku sehingga pahaku menempel di selangkangan ibu dengaan kaki kiri ibu di atas pahaku sehingga akhirnya ibu posisinya miring menghadapku. ibu belum membalas ciumanku.

Aku tetap menjelajahi mulutnya kini dengaan lidahku. Kujilati bibirnya yangg diam itu sementara aku meremasi pantat kiri ibu dengaan tangan kananku sambil pahaku ku gesek-gesek di bibir memek Mama.

Lama kelamaan memek ibu basah. Tangan kiriku tetap memeluk badan Mama, sementara kedua tangan ibu hnya memegangi lenganku perlahan. Kemudian aku mulai mendorong pantat ibu ke bawah smbil terus meremas pantat itu sehingga gesekan memek ibu dan pahaku bertambah keras.

Memek ibu makin basah dan akhirnya ibu membuka mulutnya utk mendesah sementara pegangan tangannya menguat di lenganku. "Aah. ". mulut ibu membuka dan dengaan sigap aku menjulurkan lidahku memasuki mulut ibu yangg terbuka.

Serta merta lidahku menempel di lidah Mama. Aku jilati lidah ibu smbil sesekali mengecupi bibirnya yangg sensual. ibu memejamkan matanya. Aku lalu menciumi leher Mama. ibu tetap hnya mendesah.

Kucupangi lehernya dan kujilati juga. Lalu aku kembali mengarahkan mulutku ke bibir Mama. Ternyata kedua bibir ibu tidak tertutup melainkan terbuka walau tidak terlalu lebar. Aku menjilati mulutnya dan mengenai giginya.

Ketika lidahku masuk di giginya, ibu mendesah lg yangg menyebabkan mulutnya terbuka lg sehingga kini lidahku menjilati lidah ibu lagi. Kemudian aku mengecupi pipi ibu smbil menjilati sekali-kali. Kuselomoti jg seluruh wajah ibu yangg cantik khas oriental itu lalu kembali aku menjilati bibirnya.

Ibu mendesah lg dan membuka mulutnya. Aku kembali dapat menjilati lidahnya. Kemudian aku menarik kepalaku lalu sedikit mendorong tubuh ibu dengaan kedua tanganku sehingga kini aku dapat ngeliat kedua tetek ibu yangg berukuran sedang tetaapi dengaan bulatan yangg lebih besar dibanding miliknya Reeny.

Dngn cepat aku mulai menciumi dada kiri Mama. Seperti biasa, aku menyelomoti seluruh gundukannya dulu sebelum beralih ke pentilnya yangg udh mengeras dan mancung. Pentil dan areola ibu lebih besar dibanding Reeny.

Aku berikan cupangan disekeliling payudara kiri itu, terkadang aku lama jg mengenyoti satu tempat sebelum pindah ke tempat berikutnya. payudara ibu lebih lembut dibanding Reeny yangg memiliki payudara dengaan otot yangg lebih keras.

Tetapi payudara ibu menawarkan sensasi bola yangg memantul, atau bisa dibilang sofa yangg empuk tetaapi memantul sehingga memiliki cita rasa yangg berbeda dengaan toket Reeny. setelah toket itu penuh dengaan liur dan cupanganku, aku mulai mengenyot-ngenyot pentil ibu yangg besar itu.

Kunikmati rasa menjepit pentil di antara langit-langit mulut dan lidahku. Lidahku membelai-belai pentil itu kadang dengaan gerakan memutar kadang dengaan gerakan menjilat. Saat ini ibu mulai mendekap kepalaku dengaan kedua tangannya smbil mendesah.

Aku ingin mengetes Mama, maka aku kini kembali menjilati bibir Mama. ibu membuka mulutnya dan aku mulai menjilati lidahnya lagi. "Julurin lidah ibu kurang nih. ". kataku diselingi desahan penuh nafsu.

Ibu tetap memejamkan mata tetaapi perlahan lidahnya keluar. Aku mulai mengenyoti dan menjilati lidah Mama. Kupegang kepala ibu sehingga agak tegak, lalu aku mulai meludah tepat ke lidah ibu yangg terjulur.

Ibu membuka matanya dan ngeliat ketika aku meludah kedua kalinya ke lidahnya. "Telan ludah Koko, Mah ". ibu menatapku dengaan tatapan aneh lalu menutup mulutnya. keliatan sejenak ibu mengulum-ngulum lalu menelan ludahku.

Aku menjilati bibir ibu lg dan ibu otomatis membuka mulutnya dan menjulurkan lidahnya. Sementara, memek ibu udh basah kuyup jadinya. Aku menghentikan aksiku utk sejenak. Kuposisikan ibu tidur dan aku menaruh kontol ku di depan lubang memek nya.

Kemudian aku memasuki ibu aku. ibu mengerang-erang. Ketika aku peluk tubuh Mama, ibu balas mendekapku. Aku mulai mengocok memek ibu dengaan kontol ku. ibu terus mengerang-erang kenikmatan. Aku mencium bibir ibu dan kali ini ibu membalas! dngn gembiranya aku menciumi bibir ibu dengaan penuh nafsu dan ibu pun mengimbangi dengaan ciuman yangg ganas pula.

Akhirnya pertahanan Mamapun jebol! Kamar tidurku kini dipenuhi suara selangkangan beradu ditingkahi dengaan suara kecipak kecipuk ciuman dan jg terkadang erangan dan desahan. Bau tubuh kita berpadu menjadi satu mengisi segenap penjuru kamar.

Keringat pada tubuh kita udh tidak jelas lg dari pihak yangg mana krn udh menyatu seperti halnya tubuh kita yangg udh bersatu di alat kelamin kami. dngn jeritan kecil ibu mencapai orgasme yangg disambut dengaan muntahan peju ku yangg memenuhi rahimnya.

Kami berciuman lama stlah nya. Si dukun berkata bahwa kita hrus melakukan ritual tiga kali dlam sebulan, tetaapi pada kenyataannya, kita melakukannya hampir tiap hari dengaan pengecualian malam minggu aku hrus memuaskan pacarku, Reeny.

Ibu hamil anak kita tiga bulan kemudian, sementara Reeny untungnya tidak hamil ketika kita melakukannya pertama kali tanpa kondom. untk selanjutnya dengaan Reeny, aku selalu memakai kondom. Usaha Papaku semakin maju.

Bapa mengambil isteri kedua dan tinggal di rumah yangg berbeda dengaan kami. Kehidupanku, singkatnya sangat Bahagia. cuma saja, aku masih bingung utk ke depannya. Pada akhirnya aku pasti akan menikahi Reeny dan tinggal dengannya.

Bagaimanakah caranya agar hubunganku dengaan ibu dapat berlanjut seterusnya? ibu adalah cinta pertamaku, tentunya. Aku masih belum kepikiran bagaimana se hrus nya nanti ketika aku udh berumah tangga. Tapi biarlah aku nikmati sajja dahulu kehidupanku dengaan dua kekasih dlam hidupku.

Tubuh Ibu Jadi Fantasy Seks Anak
Tubuh Ibu Jadi Fantasy Seks Anak, cerita sex , Tubuh Ibu Jadi Fantasy Seks Anak cerita hot sex, kisah seks sedarah, Tubuh Ibu Jadi Fantasy Seks Anak, bacaan porno dewasa Tubuh Ibu Jadi Fantasy Seks Anak, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Tubuh Ibu Jadi Fantasy Seks Anak


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/