Suster Cantik Obatin Kontol Tegang #1

Suster Cantik Obatin Kontol Tegang #1 | Aku, Temmi, adalah seorang dokter yangg beberapa tahun yangg lalu pernah bekerja di puskesmas kecil. Ketika bekerja menjadi dokter puskesmas itu lah aku terlibat perselingkuhan dgn perawat anak buahku sendiri di puskesmas itu. Waktu itu aku masih muda (sekitar 27 tahun), kata orang wajahku cakep dan macho, sedang perawatku itu manis terpaut sekitar 5 tahun lebih muda dariku.

Aku sendiri saat itu udh berkeluarga beranak satu berumur 2 tahun, demikian pula perawatku yangg bernama Karli udh bersuami tetaapi belum punya momongan. Ceritanya begini. Pada saat pertama kali datang ngeliat puskesmas tempat aku akan berdinas selama 5 tahun yangg terletak di suatu kecamatan yangg lumayan jauh dari kota kabupaten, aku datang sendirian.

Di sana aku ditemui oleh seorang perawat perempuan yangg udh bekerja di sana selama tiga tahun semenjak puskesmas itu selesai dibangun. "Karli" , bgitu ia memperkenalkan diri sambill menyodorkan tangannya.

Dlam hatiku, "Aduh, manis benar perawat ini". sambil bertanya tentang berbagai hal, yangg menyangkut kunjungan pasien, tentang pelaksanaan program kesehatan yangg selama ini dikerjakan olehnya (selama ini puskesmas dipimpin olehnya yangg merupakan satu-satunya perawat dgn dibantu oleh 2 orang petugas lain), tentang keadaan masyarakat sekitar puskesmas, dll, aku tak puas-puasnya memandangi wajahnya yangg manis itu.

Sebaliknya, si manis ini jg sering dgn berani menatapku balik sambill senyum agak menantang. Pikirku, "Gawat jg anak ini" , kelihatannya ia sangat tertarik secara seksual padaku. dia cerita kalau udh menikah selama 2 tahun dan belum berhasil hamil juga.

Aku bilang dgn sedikit menggoda: "Wah, jngn - jngn suamimu kurang hebat caranya. Kapan-kapan saya ajari ya". "Ya dok, tapi jngn suami saya sajja yangg diajari, saya jg dong" , ujarnya.

Beberapa minggu kemudian, aku benar-benar udh berdinas di puskesmas ini. Aku tinggal di rumah dinas di samping kantor yangg masih satu kompleks dgn puskesmas, demikian pula Karli tinggal di rumah dinas pada kompleks yangg sama tetaapi di sisi lainnya.

Istriku dari pagi sampai menjelang sore pergi ke kota s utk bekerja. Jadi sesiangan rumahku nyaris kosong. Pada hari pertama, aku mengajak Karli berboncengan memakai motor ke desa-desa tempat wilayah kerjaku utk orientasi dan berkenalan dgn beberapa kepala desa yangg kebetulan dilewati.

Perjalanan melalui jalan yangg sebagian besar masih berupa tanah yangg dikeraskan, dan di beberapa tempat berupa batu "makadam" yangg bergelombang. Tangan Karli yangg kubonceng di belakangku berkali-kali memegang paha atau pinggangku krna takut terjatuh.

Aku senang bukan main sambill berdebar. Berkali-kali pula toket nya yangg tidak terlalu besar tetaapi kenyal itu menyenggol di punggungku. Rupanya ia jg tak sungkan-sungkan utk menempelkannya. ngeliat sikapnya yangg seperti itu, aku meramal bahwa Karli suatu saat pasti bisa kuajak bergelut bugil di tempat tidur.

Tubuh Karli cukupan, tingginya sekitar 160 cm, badannya langsing, kakinya mempunyai bulu-bulu yangg cukup merangsang lelaki, walau pun kulitnya sedikit gelap. Wajahnya manis mirip Tony Braxton, si penyanyi negro itu.

Buah dada tidak besar, yah kira-kira setangkupan telapak tanganku. Itu pun kukira-kira saja, krna di waktu dinas tubuhnya di balut seragam dinas Pemda. Rambutnya sebahu. yangg jelas, wajahnya manis, seksi dan senyumnya menggoda.

Dlam perjalanan berboncengan Karli menceritakan perjalanan hidupnya sejak lulus sekolah dan langsung ditempatkan di puskesmas ini. Di sini mula-mula ia tinggal bersama adik wanita nya yangg sekolahnya dibiayainya. dia sempat berpacaran dgn seorang pemuda yangg tinggal di depan rumah dinasnya, tetaapi akhirnya justru tetangga lainnya yangg memintanya utk dijadikan menantu.

Akhirnya permintaan belakangan itulah yangg dipenuhinya sehingga Karli dinikahi oleh seorang pemuda putra seorang tokoh masyarakat desa (tetangga dekat tadi) dan cukup berada, tanpa melalui proses pacaran. Karli rupanya selama itu menjadi "bunga" di desa tempat puskesmas berada.

Dia menjadi inceran bnyk pemuda desa situ, jg orangtua-orangtua yangg menginginkannya menjadi menantunya. Tanpa sengaja, ketika Karli sedang asyik bercerita, motor saya melawati lubang yangg cukup membuat motor bergoyang keras, dan bibir Karli sempat menempel di leherku bagian belakang (aku sedikit geli, tetaapi tentu senang dong) dan krah bajuku terkena warna merah lipstiknya.

Dia segera membersihkan krah tersebut, kawatir dicurigai istriku macam-macam. Tapi aku tenang saja, bahkan aku bilang: "Nggak apa-apa koq, ditempeli sekali lagii jg nggak apa-apa, apalagi kalau nggak hanya di krah baju".

"Ih, pak Temmi macam-macam , nanti dimarahi mama lho. " , katanya agak genit. Beberapa minggu kemudian nggak ada kejadian istimewa, sampai suatu hari Karli sakit diare dan nggak bisa masuk kantor.

Pembantunya menyusul ke puskesmas, dititipi pesan agar kalau saya udh tidak terlalu sibuk bisa menengok dirinya, mungkiin bisa memberi advis mengenai pengobatannya. stlah pasien sepi dan tak ada pekerjaan kantor yangg berarti, aku menjenguknya ke rumahnya, dan diminta masuk kamar tidurnya.

Waktu itu suaminya nggak ada di rumah, krna sehari-hari suaminya bekerja di suatu pabrik di kecamatan sebelah. Aku ngeliat ia berbaring di ranjang, walau pun sedang sakit, tetaapi kulihat wajah dan tubuhnya justru makin merangsang dibalut baju tidur yangg cukup seksi.

Kawatir aku nggak bisa menahan diri di kamarnya, aku segera minta padanya, kalau masih bisa jalan (aku lihat sakitnya biasa saja), utk pergi ke rumahku sesudah jam kantor minta diantar pembantu.

Toh, jaraknya cukup dekat. Sementara itu ia kuberi obat seperlunya. Sepulang kantor, Karli datang ke rumah diantar pembantu, kemudian pembantunya disuruhnya pulang duluan, sehingga aku dan ia tinggal sendirian di rumahku.

Pembantuku (suami-istri) kalau siang seusai bekerja pulang ke rumahnya dan petangnya kembali lagi, sebab mereka adalah penduduk desa setempat. Karli kusuruh masuk ke kamar periksa, kemudian kuminta berbaring di tempat tidur periksa.

Aku memasang stetoskop, dan kuminta ia utk membuka sebagian kancing atasnya (Karli memakai pakaian rok dan kemeja blues yangg dikeluarkan). Aku mula-mula serius memeriksa dadanya dgn stetoskop, tetaapi bgitu ngeliat sembulan buahdadanya yangg nggak besar di balik BHnya, aku tiba-tiba berdebar dan bergetar.

Aku nggak pernah bergetar bila memeriksa pasien perempuan lain, tetaapi menghadapi Karli koq lain. dngan spontan tanpa meminta ijin dari empunya, buahdadanya kuraba halus dari luar dan kuelus-elus. Karli tak membuat gerakan penolakan, matanya justru terpejam sekan menikmati.

Seluruh kancing bluesnya langsung kucopoti, sehingga bh Karli itu tampak bebas menantang. Bibirnya kukulum dgn cepat, sambill tanganku masih mengelus-elus buahdadanya dari luar bh nya yangg belum kulepas. Seperti yangg udh kuduga, kuluman bibirku disambutnya dgn ciumannya yangg lembut tapi hebat.

Lidahku kujulurkan dalam-dalam ke langit-langit mulutnya, sebaliknya lidahnya segera membalas dgn memilin lidahku. Aku ngeliat Karli terengah-engah menahan emosinya, sambill mengerang: "Ssh, pak Temmi, pak, ah arggh sh". Tanpa menunggu lama, sambill Karli masih tetap terbaring dan mulutnya masih kubungkam dgn bibirku, cup bh nya kuangkat ke atas tanpa kucopot kancingnya terlebih dulu.

Susunya langsung tersembul keluar dgn indahnya. betul dugaanku susunya tak besar, tetaapi bagus dan kencang dgn puting susu kemerahan yangg tak terlalu menonjol. Itulah susu Karli yangg udh kubayangkan beberapa lama dan ingin kukulum.

Itulah sepasang toket Karli yangg masih kenyal belum sempat mengeluarkan asi krna belum sempat hamil. Tangan kananku segera meraba-raba pentilnya bergantian kanan dan kiri dgn gerakan memutar yangg halus.

Karli makin menggigil dan tambah mengerang: "Pak, Karli malu paak sh aarggh shh ". Aku terus menjilati bibir dan wajahnya sambill berdiri, dan tanganku memijat-mijat susunya yangg ranum. Tangan Karli merangkul leherku, matanya berkejap-kejap, sambill mulutnya terus mendesah di tengah-tengah kuluman lidahku.

Stlah puas menjilati wajah dan bibirnya, mulutku beralih ke leher dan belakang telinganya. dia makin menggelinjang sambill setengah menegakkan kepalanya. Aku masih terus berdiri, stetoskopku udh kulempar jauh-jauh. Segera kemudian, mulutku udh berada di puting susu kirinya.

Aku jilat sepuasnya. Dada Karli menggeliat dan sekali-kali membusung, sehingga susunya makin tampak indah dan menggairahkan. Desisan Karli makin menghebat, "Aaargh, pak, aku nggak tahan pak ". Tanganku pelan-pelan menelusuri pahanya yangg mulus walau pun berkulit agak sedikit gelap.

Tapi warna kulit seperti ini justru sangat merangsang diriku. kontol di balik celanaku udh menegang sejak tadi ketika aku mulai pertama kali ngeliat bh nya. Aku mulai menelusuri pahanya pelan-pelan ke atas menuju selangkangannya di balik rok yangg masih dipakainya, sambill aku masih terus menggelomohi kedua puting susunya.

Kulirik wajah manis perawatku ini. Ah, betapa makin merangsangnya keliatan an wajahnya, yangg sambill sedikit merem-melek matanya menahan nafsu birahi, mulutnya mendesis mengerang terus menerus walau pun tidak dgn suara yangg keras, "Aaarghh, paakk, aku aku nggak tahan lagii paak. " Tetapi, bgitu tanganku sampai di pinggir celana dalamnya, tiba-tiba ia tersadar dan langsung bilang, "Ah, pak, jngn sekarang pak. ".

Aku agak kaget, "Mengapa Karli? Aku udh nggak tahan Karli, kepingin menelanjangi kamu. " Karli menjawab: "Kapan-kapan pak utk yangg itu. ". Aku tak berani nekat meneruskan, tapi wajah, bibir, dan susunya masih terus kujilati bergantian.

Aku berciuman seperti itu sambill pakaianku masih lengkap dan masih tetap berdiri, sedang Karli udh setengah bugil sambill tetap tergolek di ruang periksa, kurang lebih setengah jam. Akhirnya, krna aku kawatir kalau istriku datang dari kantor, maka perbuatan kita yangg udh kerasukan nafsu birahi yangg menggelegak itu kuhentikan, dan Karli kusuruh berpakaian kembali dan kuminta segera pulang.

Aku sempat berciuman sekali lagi. Mesra, seperti sepasang kekasih yangg baru dilanda asmara. Beberapa hari kemudian, sesudah kantor tutup, Karli yangg udh sembuh dari diarenya, kuminta datang ke rumah.

Dia datang masih memakai seragam dinas. Demikian pula aku. Kusuruh ia duduk di sampingku di sofa ruang tamu. Ruang tamuku tetap kubiarkan terbuka pintunya, toh aku tetap bisa mengontrol situasi luar rumah dari kaca besar berkorden dari dalam.

Orang luar tak bisa ngeliat ke dalam, sebab pencahayaan dari luar jauh lebih terang. ngeliat situasi luar yangg cukup aman, dan saat itu di rumah dinasku cuma ada aku dan Karli, maka kuberanikan mencoba melanjutkan apa yangg udh kumulai beberapa hari sebelumnya.

Karli yangg berada di samping kananku langsung kupeluk mesra, kuelus rambutnya dan kucium bibirnya dgn rasa sayang. tetaapi tanpa kuduga, dgn ganas (Karli sepintas kuperkirakan adalah perempuan yangg hiperseks, dan di kemudian hari ia mmg mengakuinya kalau ia nggak pernah puas ketika berhubungan seksual dgn suaminya, walau pun menurut ukurannya suaminya mempunyai kemampuan seksual yangg sangat hebat), ia menyambut ciumanku dgn jilatan-jilatan lidahnya yangg memilin-milin lidahku.

Tangannya dgn berani meraba selangkanganku yangg tertutup celana dinas dan meraba kontol ku yangg udh menegang ketika mulai berciuman tadi. kontol ku dikocoknya dari luar dgn trampil dan membuatku keenakan (jujur saja, istriku tidak bisa seperti itu).

Secara cepat dan trengginas, krna nafsu yangg udh berkobar-kobar, aku pun langsung membuka kancing seragam atasnya, dan dgn lahap kukeluarkan seluruh toket nya yangg ranum dari cup bh tanpa membuka kancing yangg terletak di belakangnya.

Susunya langsung kuremas dgn lembut, pentilnya yangg imut kupilin-pilin sampai menegang, dan aku terus menciumi bibir dan kadang menciumi wajah dan belakang telinganya. Karli meregang, dan kali ini ia mmg gilku tidak lagii pak atau dok, tetaapi udh berubah menjadi `papa? , "Ehmmpph, sshh pah, aku sayang kamu pah, Karli sayang papah arghh. ".

Aku pun berganti menjawab sekenanya dan seberaninya, "Aku jg sayang Karli, bener aku sayang kamu, hari ini aku ingin memasukkan kontol ku ke tubuhmu, sayang, blh ? " Karli langsung menjawab, " bolehh yang, blh arrgh sshhshh cepatan ya yangg argrh. ".

Mendengar jawaban itu, tanpa ragu, aku segera memasukkan jari kedua tanganku ke selangkangannya yangg masih tertutup seragam dinas, dan dgn bernafsu kucari celana dalamnya, dan bgitu ketemu, tanpa ba-bi-bu lagii langsung kupelorot dan kusimpan di saku celanaku.

Demikian pula Karli, dgn terengah-engah, langsung ia membuka resleting celanaku dgn sebelumnya melepaskan ikat pinggangku yangg kemudian ia lempar jauh-jauh, dan tangannya dgn cepat menyergap kontol ku yangg berukuran panjang 14 cm dgn diameter yangg cukup besar.

Aku ikut memelorotkan celanaku walau pun nggak sampai kulepas sama sekali. Tangannya dgn cekatan mengelus kontol ku, mengocoknya, smbil tubuhnya menggelinjang krna jariku udh mengelus tempik nonok nya yangg basah.

Sebagian jariku pelan-pelan kumasukkan ke dlam lubang tempiknya, dan kugeser-geser melingkari lubang sempit itu. Jempolku mencari kelentitnya, bgitu ketemu kuelus dgn permukaan dlam jempol. "Ah, pah, aku nggak tahan pah agh,. pah. ennak pah " , ia mengerang setengah berteriak, tetaapi mulutnya segera kubungkam dgn mulutku, kukulum agar suaranya tidak terdengar oleh orang-orang yangg mungkiin ada di luar, kemudian kujilati bibir dan seluruh permukaan wajahnya sampai basah terkena ludahku.

Sambil setengah bergumul, mataku selalu waspada ngeliat keadaan luar rumah melalui kaca berkorden utk berjaga-jaga kalau-kalau ada orang yangg mau masuk ke rumah. krna situasi yangg tidak terlalu aman itu, aku tidak berani melakukan adegan birahi kita ini dgn berbugil total.

Tanpa menunggu lama lagi, krna darah birahi yangg udh sampai ke ubun-ubun, tubuh Karli kutarik ke depan tubuhku, sambill ia tetap duduk menghadap ke depan membelakangiku, dan aku bersandar setengah duduk di sofa, dgn perlahan tapi pasti, rok bawahannya kusingkap dan kuangkat, pantatnya kupegang, selangkangannya yangg udh tak bercelana dlam kurenggangkan lebar-lebar, pahaku kurapatkan dgn kontol yangg mengacung ke atas, kemudian tangan kiriku memegang kontol dan kubimbing masukkan ke nonok tempik ( nonok )-nya.

Karli ikut membantu memegang kontol ku dgn tangan kanannya, dan perlahan-lahan pantatnya diturunkan ke bawah. memek nya terasa sempit jg (mungkin krna belum pernah melahirkan bayi), tetaapi berkat bantuan lendir nonok nya yangg udh banyak, tanpa kesulitan yangg cukup berarti kontol ku akhirnya berhasil masuk jg ke sebagian nonok depannya.

Karli sambill menghadap ke depan terus mengerang, pantatnya mulai bergoyang-goyang, dinaik turunkan, agar kontol ku bisa lebih masuk ke dalam. "Aduh pah, enak pah. Sssh arggh , aaduh pah " , erangnya.

Aku jg mulai mendesis merasakan enaknya tempik perawatku yangg sangat manis dan hot ini, sambill benakku berseliweran membayangkan keberanianku menyetubuhi istri orang. Ah, persetan, salahnya punya istri manis disia-siakan, sehingga masih mencari nonok atasannya.

Betul-betul nonok yangg nikmat, nggak salah aku ditempatkan di puskesmas ini, aku bisa menikmati sepuasnya nonok Karli yangg sedap. Kepunyaan istriku sendiri tidak senikmat ini. "Karli, kamu mmg enaak, Karli " bgitu desisku.

Sambil aku jg ikut menggerakkan pantatku naik turun seirama dgn naik turunnya pantat Karli, aku mengocok kelentit Karli yangg ada di depan dgn tangan kananku. Tangan kiriku terus meraba habis susunya yangg terasa kenyal di depan.

Karli makin menggelinjang seperti cacing kepanasan, krna kocokan jariku pada kelentitnya yangg makin menonjol. Pantatnya makin ia goyangkan selain naik turun jg ke kanan kiri. Rasanya bukan main enak, tak terkirakan.

Beginilah rupanya rasa tempik Karliku, Karliku yangg bisa menggantikan tugas istriku di siang hari, Karliku yangg mempunyai gerakan tubuh yangg hebat dan nikmat. "Karli, kamu sayang bapak beneran nggak, aku enak Karli. ! " "Aaduh pah, Karli sayang paapah, eennak jg aku pah, koq bisa enak gini ya pah? Aarggh. shh argh. Pah " Aku makin cepatkan kocokanku naik turun, demikian pula Karli, ia makin menggeliatkan tubuhnya ke sana kemari.

Sayang, aku nggak bisa ngeliat tubuh indahnya sambill berbugil, krna situasinya yangg tak memungkinkan. Tiba-tiba Karli, setengah berteriak bergetar-getar tubuhnya, "Aaargh pah, aku nggak tahan pah, aku mau orgasme pah, pah ".

Aku sendiri hampir nggak tahan jg merasakan denyutan tempiknya yangg asyik. Sekali lagi, betul-betul tempik yangg enak dan nikmat "Nggak apa-apa Karli, kalau mau orgasme, nggak usah ditahan Karli, bapak jg mau keluar, aargh ".

Gerakan kontol ku makin kupercepat walau pun tidak terlalu bebas, krna posisiku yangg di bawah, sambill tanganku mengocok susu dan bibir Karli kucari dan kumasukkan jempolku ke mulutnya dan segera diempotnya seperti bayi sambill terus mendesah.

Cerita Sex Suster Cantik Obatin Kontol Tegang #1

Tak lama kemudian, Karli mengejang, "Argh pah. Argh " , badannya bergetar, rupanya Karli sudah orgasme hebat. kontol ku terasa dijepit berdenyut-denyut. krna proses orgasme tubuhnya menggeliat seksi ke belakang sehingga keliatan makin menggairahkan.

Pemandangan itu, walau cukup kulihat dari belakang, membuat aku jg udh merasa nggak tahan lagi, geli hebat mulai terasa di ujung kontol yangg masih berada di tempik Karli. Goyanganku kupercepat lagi, Karli kupeluk erat-erat, dan "Aarhgh aku jg keluar Karli eenak Karli. ".

Pantat Karli kutarik keras-keras ke bawah agar seluruh kontol ku terbenam di tempiknya, dan kusemprotkan keras-keras peju ku ke dlam nonok nya, sambill berharap agar ada peju tozoa yangg bisa menyerbu ovumnya sehingga menghasilkan pembuahan, krna mendadak hari ini aku merasa mencintai Karli, tidak sekedar mencari kepuasan seksual saja.

"Ooh pah, aku cinta kamu pah. , Karli sayang kamu pah. Aku kepingin anak dari kamu pah " kata Karli sambill terus memutar-mutarkan dan menekan pantatnya menjadikan kontol ku seperti diperas-peras isinya, dan beberapa kali menyemprotkan mani sampai ludas.

"Aku jg sayang kamu, Karli kapan-kapan aku ingin mengajakmu main seks sambill betulan telanjang bulat, mau ya Karli ? " Karli langsung menjawab dgn manja: "Tentu Karli mau sekali paah, minggu depan ya paah, kami cari tempat enak utk bikin anak yangg nikmat ya paah? " sambil tubuh Karli masih terduduk di atasku yangg jg separuh duduk, lehernya agak kuputar kesamping, dan bibirnya kucium sayang, mesra sekali, sementara kontol ku masih tetap berada di dlam jepitan tempik- nonok nya yangg masih jg terus berdenyut nikmat.

Stlah persetubuhanku yangg pertama dgn Karli perawatku, di hari-hari berikutnya di kantor setiap hari kita selalu menyempatkan berciuman dan bercumbu. Kadang-kadang kita melakukannya di gudang obat di siang hari menjelang puskesmas tutup, kalau pas semua petugas lainnya udh pada pulang.

Di gudang, aku melampiaskan nafsuku dgn menciuminya dan mengangkat rok seragam dinasnya, meremas susunya dgn sedikit membuka beberapa kancing kemeja, meraba tempik dan kelentitnya sampai Karli menggelinjang panas, menggeser-geserkan kontol ku ke tempiknya tanpa melepas celana dlam masing-masing, sampai kita berdua orgasme tanpa bersetubuh.

Bagaimana pun, kita tak berani bersetubuh di kantor, sebab kawatir ketahuan orang. Pernah, ketika Karli sedang merawat pasien, membersihkan luka ringan di kepala bagian belakang pasien (pasiennya menelungkup di tempat tidur periksa), aku masuk kamar, pintu kamar perawatan kukunci, kemudian Karli kudekati dari belakang dan pelan-pelan kuciumi lehernya yangg jenjang, roknya kusingkap ke atas sampai pantatnya jelas keliatan tampak indah, lalu celana dalamnya sedikit kupelorot, dan jariku kumasukkan ke sela-sela tempiknya.

Kumainkan jariku di dlam tempiknya yangg basah sambill sekali-kali kumanipulasi kelentitnya yangg menegang, sampai Karli menggelinjang kenikmatan dgn sedikit terengah-mendesah hampir tak terdengar " Sssh h" (berabe dong kalau pasien lelaki itu sampai mendengar desahan perawatnya) dan beberapa kali tangannya yangg memakai sarung tangan plastik melepaskan kapas beralkohol atau Betadine yangg digunakannya utk membersihkan kepala pasien.

Kemudian kontol ku yangg masih tertutup celana kugeser-geserkan ke sela-sela pantat Karli yangg celana dalamnya udh kupelorot ke bawah tanpa kulepas. Sampai akhirnya aku orgasme keenakan sesudah sekitar seperempat jam menggeserkannya ke pantat Karli yangg kenyal padat itu.

Rupanya, dari raut wajah dan engahannya, walau aku tak tahu pasti, Karli pun akhirnya orgasme krna kocokan jariku di dlam liang nonok dan kelentitnya itu. Perbuatanku merangsang Karli dan diriku ketika sedang merawat pasien cuma sekali itu sajja kulakukan, sebab selain aku takut ketahuan pasien atau orang lain (sebab di luar kamar periksa ada beberapa anak buahku, yangg mungkiin sajja tiba-tiba ingin masuk), jg bisa mengganggu proses perawatan pasien.

Seminggu sesudah persetubuhanku yangg pertama dgn Karli, ketika itu hari Selasa (setiap minggu dua kali ada perawat perempuan lain yangg membantu datang ke puskesmasku, Selasa dan Kamis) aku janjian dgn Karli utk ketemu di suatu tempat di kota kabupaten, krna kebetulan aku saat itu mengurus sesuatu di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten.

Hari itu aku ingin mengajak Karli bergelut bugil total di suatu tempat yangg aman. stlah urusanku pagi itu di kantor dinkes selesai, aku langsung menuju ke tempat janjian dgn Karli.

Aku tunggu di mobil sekitar setengah jam, Karli akhirnya memenuhi janjinya datang. "Siapa yangg ada di puskesmas, Karli? " , tanyaku utk memastikan bahwa ada petugas perawat yangg tinggal di puskesmas, supaya tidak mengganggu pelayanan kesehatan.

"Oh, ada mbak Amani yangg tugas koq pa. " , jawabnya. stlah memastikan semuanya beres, langung kutanya lagii Karli: "Mau kamu kuajak ke s jalan-jalan? ". Jawab Karli: "Mau pa. Tapi, ayo cepat, biar nggak kesorean pulangnya, sebab aku bilang kepada pembantu kalau aku pulang sebentar menengok mama ku".

Emang mama Karli bertempat tinggal di kabupaten yangg sama, tetaapi di kecamatan yangg agak jauh dari rumah Karli sekarang. Langsung mobilku kupacu cepat ke kota s, sebab saat itu udh pukul setengah sepuluh pagi, dan kuperkirakan paling lambat pukul 4 sore udh musti sampai kembali di rumah.

Waktu itu aku belum tahu apakah di kota kabupaten ini ada hotel yangg bisa dipakai kencan pendek atau tidak, makanya kuputuskan sajja ke kota s, yangg pasti ada tempat utk bgitu an.

Di tengah jalan, Karli ingin berhenti utk membeli celana dlam baru, aku jg nggak tahu apa alasannya membeli baru itu. Tapi nggak kupikirin. Perjalanan ke s kurang lebih 1 jam.

Di tengah jalan kemeja seragam dinasku kucopot dan kuganti dgn kemeja lain, sedang Karli kemeja dinasnya ditutupi dgn jaket. stlah sampai di s, aku tawari Karli utk ke pantai yangg mempunyai motel-motel yangg bisa dipakai kencan gelap.

Karli setuju saja. Sampai di pantai, aku pesan kamar yangg cukup besar. Kamar-kamar di sini tak terlalu bagus, tapi lumayanlah utk kencan singkat. Toh yangg diperlukan hanya kasur dan air cukup utk mandi.

Waktu itu di s belum ada hotel atau motel bagus yangg sekarang bertebaran bisa digunakan utk keperluan seperti itu. begittu masuk kamar, Karli langsung kupeluk dan kuciumi, dan segera kupreteli jaket, kemeja dan roknya sampai tinggal celana dalamnya.

Begittu hampir telanjang seperti itu, aku terpesona dgn tubuhnya yangg ternyata sangat indah dgn kulit yangg agak gelap. Baru hari itu aku ngeliat tubuh indahnya hampir bugil total. Sebelum bertindak lebih jauh, Karli minta pause utk pipis dulu di kamar mandi.

Sementara ia di kamar mandi, aku segera melucuti pakaianku sendiri sehingga tinggal celana dlam sajja dgn kontol yangg keliatan menyembul tegang di dalamnya. Aku susul Karli ke kamar mandi, ia udh selesai pipis, celana dalamnya udh dipasang lagi.

Tanpa ayal di kamar mandi, ia kupepet ke dinding, dan kugelomohi seluruh tubuh setengah bugilnya dgn lidahku. dngan ganasnya Karli jg berbalik menciumi diriku. Habis-habisan susu ranumnya kujilat dan kugigit halus di sekitar pentilnya, sebab aku tak berani menggigitnya keras-keras (nyupang), takut ketahuan suaminya nanti.

Kemudian, lidah kita saling bertaut dan saling memilin. Pokoknya kita keluarkan semua hasrat seksual ini tanpa hambatan, dan kesempatan bebas ini udh kita tunggu beberapa hari. Tak sabar, celana dlam Karli kupelorot dan kulempar jauh-jauh ke sudut kamar mandi.

Dngan posisi Karli yangg masih berdiri, jilatan lidahku kuturunkan pelan-pelan dari bibir, leher, susu, perut, sampai akhirnya ke lipatan selangkangannya. Tanpa memandangi isi lipatan itu, lidahku kujulurkan ke sela-sela jembutnya yangg tak terlalu lebat.

Mula-mula Karli merapatkan pahanya, katanya geli "Ah, pah aku geli, jngn pah ". Tapi aku nggak peduli, dgn Karli yangg masih berdiri dgn punggung menempel rapat di dinding kamar mandi, kukangkangkan selangkangannya lebar-lebar.

Aduh, kulihat pemandangan cantik dari tempiknya yangg merah kehitaman dgn liang yangg sempit. Nafsuku makin berkobar, kontol ku makin tegang tidak karuan. Mulutku langsung kudekatkan ke tempik Karli, dan kujilat tepi liangnya pelan-pelan.

"Aach. Ngkr aarrgh pah, papah. " , teriaknya keras. Karli kelihatan menggeliat keras sambill spontan merapatkan selangkangannya sehingga kepalaku terjepit pahanya. Lidahku makin menggila saja, kumasukkan jauh-jauh ke dlam liang tempik Karli yangg baunya membuatku makin bergairah.

Beberapa kali kugigit ringan labia minor dan mayornya. Tak lupa kelentitnya yangg menonjol indah jg kukulum habis-habisan. Karli makin menggelinjang nggak karuan. "Pah, Karli nggak tahan pah, ayo pah ke tempat tidur saja. " , katanya terengah-engah setengah lemas.

Krna aku tak kuat menggendongnya, aku bimbing cepat ia keluar kamar mandi menuju ke tempat tidur. Di tempat tidur, segera kutindih tubuh bugilnya yangg kenyal itu sambill kuciumi bibir dan langit-langit mulutnya.

Karli rupanya udh terangsang hebat, ia melenguh, "Aachh pah. ". Celana dalamku yangg masih kupakai sejak tadi langsung kupelorot saja, sehingga akhirnya kita berdua bergumul dan bergelut dlam keadaan telanjang bulat.

"Pah, ayao pah masukkan saja, nggak usah lama-lama. " , Karli setengah memohon. Padahal aku sendiri sebetulnya masih ingin lebih lama menjilat-jilat dulu sebelum memasukkan kontol ke tempiknya. Mendengar permohonannya itu, kontol ku yangg sedari tadi udh mengacung tegang, mulai mencari tempiknya.

Karli yangg telentang, sudah mengangkangkan pahanya terlebih dulu tanpa disuruh. dngan dibantu tangan Karli, kontol ku perlahan dimasukkan ke liang tempiknya. "Aduh enaknya" , kata hatiku. Ternyata tempik Karli cukup dahsyat rasanya, bgitu masuk, pelan-pelan kugoyangkan pantatku ke kanan-kiri agar dgn mantap kontol ku ambles ke dasar tempik Karli.

Hari ini jelas lebih enak dari pada seminggu yangg lalu ketika aku memasukkan kontol ku dari belakang sambill duduk. Karli tidak tinggal diam. dia bgitu aktif menaikturunkan pantatnya. kontol ku serasa dikulum.

Tempik Karli mmg masih sempit, walau pun udh dimasuki berkali-kali oleh kontol suaminya selama dua tahun (dan aku dengar dari tetanggaku jg udh pernah disetubuhi oleh pacarnya sebelum suaminya sekarang ini).

Sambil melumat pentil susunya yangg sangat indah bergoyang ketika Karli menggelinjang kesana kemari, aku jg melirik ke bawah ngeliat gerakan tempiknya yangg naik turun. Oh, betapa asyik pemandangan ini.

Karli mmg hebat dlam bercinta, ia betul-betul wanita yangg hiperseks dan menggairahkan. Mulutnya terus berbunyi, "Ooh, acch. Pah. Papah och Argh ih pah ! " stlah beberapa saat, Karli menginginkan aku yangg mengangkang, dan ia yangg merapatkan selangkangannya, "Pah, aku yangg merapatkan paha ya ? " , dia memohon.

" bolehh " , kataku. stlah merapatkan pahanya, aku dimintanya menggoyang naik turun, "Ayo pah, goyang, pah". Aku turuti semuanya, aku goyangkan naik turun kontol ku ke tempiknya yangg merapat.

Emang aku agak kesulitan, krna gerakan ini aku tak terlalu enak bagiku krna terhalang sempitnya nonok Karli yangg dirapatkan, tapi demi sayangku pada Karli ya nggak apa-apa. Karli rupanya menikmati posisi seperti itu.


Cerita seks Suster Cantik Obatin Kontol Tegang #1
  • Erangannya makin menjadi-jadi, "Ooh. Ooch paahh, aku nggak kuat lagii pah, aarcgh ". dia makin menggelinjang, tempiknya ikut ia geser-geserkan tutup buka yangg tak terlalu lebar. Aku jg mulai menikmati gerakan ini, walau pun rangsangannya bagiku tak terlalu hebat.
  • Lidahku terus mengenyot puting susunya yangg terus bergoyang-goyang, tanpa sadar timbul cupang kecil di sisi sebelah dlam dari pentil susu kanannya krna gigitanku, ah sebodo amat, pikirku. Akhirnya, dgn erangan yangg cukup keras dan mengagetkan, "Aachh pah, aku mau sampai pah och. " , ia menggelinjang dan segera membuka tempiknya lebar-lebar, dan kusambut dgn kakiku yangg ganti merapat dan menghunjamkan kontol ku dalam-dalam de dasar tempiknya yangg lezat itu.
  • Karli menggeliat, dgn dada yangg dibusungkan ke atas yangg makin memperindah keliatan an pasangan susunya, dan "Aach pah, aku. ach sampai paah oich ". Karli bergetar sebentar dan lemas, ia sudah orgasme.
  • Kontol ku di dlam terasa berdenyut-denyut dikenyot oleh otot dlam tempiknya. Nikmat rasanya. Tapi aku belum sampai, walau pun kalau digoyang sedikit saja, pasti udh orgasme juga. Kubiarkan Karli beristirahat krna kelihatan energinya terkuras dgn datangnya orgasme dahsyat barusan.
  • Kuteruskan jilatan lidahku pada bibir dan dadanya. Aku tidak mau melepaskan kontol ku dari tempiknya. Kasihan dia. stlah pause sejenak, aku mulai mencopot kontol ku dari tempik Karli yangg basah.
  • Aku berputar dgn wajahku di bawah dan kontol ku di wajah Karli. Karli tetap terlentang. Mulai kuserbu lagii tempik Karli dgn jilatan lidahku. Karli pun demikian, ia mulai mengulum permukaan kontol ku, tapi sayang, kulumannya tidak terlalu enak, bahkan agak geli, dan sekali-sekali tergigit, sehingga kenyamananku terganggu.
  • Rupanya Karli belum pandai mengulum kontol. mungkin suaminya tidak pernah mengajarinya utk mengulum kontol dgn benar, atau suaminya mmg tidak suka dikulum-kulum kontol nya. Posisiku kuubah kembali, aku melorot ke bawah di antara kedua pahanya, dan tetap memainkan lidahku di kelentitnya.
  • Sekali-sekali kupandangi tempik Karli. Ternyata dari jarak dekat ini, tempik Karli sangat bagus, dikelilingi jembut yangg tipis tetaapi melingkari sisi atas kanan dan kiri tempik secara teratur. Kelentitnya cukup menonjol.
  • Lendir tempik tidak berlebihan, baunya pun merangsang gairah nafsuku. Lubang anus di bawah jg sempit, bersih, dan jelas tidak pernah dimasuki benda apa pun. Lubang anusnya pun kujilati yangg membuat Karli mendesis sambill mengangkat pantatnya, sehingga tempiknya pun makin menganga lebar.
  • Kupindahkan lagii lidahku dari anus, dan kusergap lubang tempiknya, kujilati lagi, dan Karli kembali mengerang, rupanya gairahnya sesudah orgasme pertama udh pulih lagii , "Ayo pah, dimasukkan lagii papah kan belum och pah ".
Aku kembali merayap ke atas dan kembali Karli kutindih, dan kontol ku siap kumasukkan lagii ke liang tempiknya yangg tetap menganga lebar. Karli menggeliat-geliat tak beraturan. Aku dgn setengah duduk, menghunjamkan kontol ku ke dlam tempiknya dalam-dalam, secara teratur kukeluar-masukkan.

"Aaach acch, pah ". Karli menyambut gerakanku dgn memutar-mutar pantatnya, sehingga kontol ku terasa diperas-peras. "Aduh, Karli, enak Karli ". Karli pun menjawab dgn mengerang pula, "Yaa, sayang, aku sayang papah, och papah aku cinta papah Wawan ".

Dia mengerang terus dan terus, sambill geliatannya makin menghebat, ditingkahi gerakan susunya yangg makin merangsangku. Mata Karli terpejam, dgn bibir indah yangg menggumam namaku sekali-sekali. Oh, kamu manis sekali Karliku.

Kamu bidadariku. Kamu asyik-menggairahkan sekali. Kamu tak akan kulepas sampai kapan pun. Akan kusuburkan benih rahimmu dgn peju ku. Akhirnya rasa geli yangg memuncak di kontol ku tak tertahankan lagi.

Juga Karli makin mengelojot. "Karli, aku mau keluar Karli. , aku masukkan semuanya ke tubuhmu Karli ". "Yah, pah, tolong aku dibikinkan anak pah och pah". peju ku tak tertahankan lagii menyemprot beberapa kali ke dlam liang tempik Karli yangg kusayangi ini.

"Acch Karli. ". "Semprot yangg kuat pah, aku sayang kamu pah, och ". Langsung Karli kudekap erat-erat, kedua kakinya dilingkarkan ke pinggangku erat-erat, seperti nggak mau dipisahkan lagi. kontol ku dikenyot-kenyot oleh tempiknya yangg berdenyut-denyut menerima peju ku.

Rasanya aku makin sayang Karli. Tak terasa jam terus bergulir. Tapi masih ada waktu. Kusuruh Karli membersihkan tempiknya, dan pipis, aku pun demikian. Aku masih ingin melanjutkan permainan ke babak berikutnya.

Stlah ngomong-omong ringan sambill berbaring, kontol ku di pijat-pijat oleh jari-jari Karli yangg lentik. dia cukup pintar memijat kontol (walau pun tidak bisa mengulum kontol ), sehingga kontol ku bangun kembali.

Karli tersenyum manis. Rupanya ia menginginkan hari itu diakhiri dgn kehangatan sekali lagi. Aku pun merespons dgn menciumi bibir, hidung, leher, telinga, dan seluruh wajahnya, sehingga semuanya basah mandi ludahku.

Dia senang dgn gelomohan lidahku itu. sambil jari-jariku kembali mengobok-obok tempik- nonok dan kelentitnya. krna waktu yangg tak mau berkompromi, sehingga kita musti cepat-cepat pulang, maka permainan musti cepat diselesaikan.

Karli kuminta utk membalik badan, dan sedikit mengangkat pantat atau menungging. Tanganku kujelajahkan pada seluruh permukaan tempiknya dari belakang. Pemandangan dari belakang ternyata tak kalah indahnya, kelihatan tempik yangg merekah merah kehitaman dgn liang yangg menggoda.

Gairahku langsung ke puncak ubun-ubun ngeliat pemandangan seperti itu. Tanpa lama-lama, kontol ku dgn bantuan tangan kanan Karli kuserobotkan masuk ke dlam tempiknya dari belakang. "Aduh pah, eenak pah" , gumam Karli.

Satu tanganku kulingkarkan ke depan dan meremas-remas susunya yangg menggantung indah. Karli makin mendesis kenikmatan, aku pun jg nikmat. Tapi Karli tak bertahan lama menungging, mungkiin kelelahan, ia segera merebahkan pantatnya ke ranjang tetap sambill tengkurap.

Kuikuti sajja posisinya, sambill terus menghunjamkan keluar masukkan kontol ku. Karli makin mengerang, mama jariku kumasukkan ke mulutnya, dan ia isap keras-keras. Aku terus menggoyangkan kontol , disambut dgn gerakan ringan dari Karli yangg jg memaju-mundurkan pantatnya.

Tapi rupanya ia agak lelah, sehingga gerakannya tidak sedahsyat tadi. Kujilati punggungnya dari belakang. Rupanya ia sangat terangsang dgn jilatan itu, sehingga erangan dan desahannya kerasnya muncul kembali. "Aaaduuh pah, nggak kuat pah, geeli ".

Suster Cantik Obatin Kontol Tegang cerita seks dewasa, Suster Cantik Obatin Kontol Tegang bacaan bokep porno, Suster Cantik Obatin Kontol Tegang
Suster Cantik Obatin Kontol Tegang #1

Aku sodokkan terus kontol ku sambill menjilati punggung dan meremas susu dari belakang. Lehernya kutolehkan ke samping, mulutnya kucari dan kugelomoh dgn bibirku, aduh, rupanya ia sangat terangsang, mulutku dibalas dgn jilatan bibirnya dari samping dgn ganasnya.

Aku tiba-tiba merasa akan sampai. dngan cepat kubalikkan badannya, dan kontol ku yangg terlepas kembali kuhunjamkan dalam-dalam ke tempiknya yangg udh telentang kembali. Karli jg merespons dgn melingkarkan lagii kakinya rapat-rapat ke pinggangku sambill menaikturunkan pantatnya.

Kontol ku seakan-akan diisap-isap. "Pah, ayo cepet keluar pah, aku mau keluar pah. Ooc icch " , teriak Karli. Mendengar erangannya, aku makin terangsang, kenikmatanku mulai sampai ke ujung kontol , dan segera kumuntahkan peju ku utk kedua kalinya hari itu jauh-jauh ke dlam rahimnya, "Aach Karli, aku keluar. ".

"Sama pah, aku sampai jg. Ooch paapah sayang. ich ". Kupeluk Karli erat-erat dgn kontol yangg jg masih terkulum erat-erat oleh tempiknya, seakan-akan besok akan kiamat. Karli, aku sayang kamu stlah persetubuhanku dgn Karli di pantai kota s, hubunganku dgn Karli makin intim dan liar.

Setiap ada kesempatan aku menggumulinya, di mana pun tempatnya, kecuali di kantor. Aku bisa menyetubuhi Karli di rumah (tapi tak pernah di rumah Karli), di dlam mobil di pinggir jalan raya, di pinggir hutan, atau di pinggir pantai, di motel atau hotel di beberapa kota (di antaranya kota s, p, Md, Ml, atau j).

Malah aku pernah menyetubuhinya dlam keadaan menstruasi. Itu pun tidak terasa mengganggu, tetap terasa nyaman bagi kita berdua, sebab bagi kita prinsipnya semuanya dilakukan dlam kondisi kemaluan yangg bersih.

Suatu saat, siang hari pukul satu, aku musti ke teman sejawatku di puskesmas lain se kabupaten yangg cukup jauh dari puskesmasku utk suatu keperluan yangg berkaitan dgn pekerjaan. Aku mengajak Karli krna mmg aku perlu bantuannya.

Perjalanan itu melewati hutan jati yangg berbukit-bukit dan berliku tetaapi aspalnya cukup mulus. Jarang sekali kendaraan atau orang yangg melintasi daerah itu. Persis ketika mobilku melintas hutan yangg sepi itu, aku mulai tergoda ngeliat Karli yangg ada di sisiku.

Dngan tangan kananku tetap menyetir, tangan kiriku mulai bergerilya mengelus-elus paha Karli yangg ada di balik roknya. Roknya kusingkap ke atas, sehingga pahanya yangg mulus sedikit gelap terpampang jelas di mata ku.

Karli kuminta utk mencopot celana dalamnya. "Pa, hayo apa-apaan ini, koq main-main di jalan raya? " katanya. "Sudahlah Karli, aku udh ngaceng lho. " , jawabku. "Hati-hati pa, lihat jalan, atau kami berhenti saja. " , ia memperingatkanku.

Krna aku musti segera sampai ke tujuan, aku jawab: "Nggak usah, berhentinya nanti sajja sepulang dari sana, nanti keburu ditinggal pergi oleh dokter Herman, kan rugi kalau udh jauh-jauh tapi gagal ketemu. " Karli diam sajja mendengar jawabanku itu, dan pelan-pelan dicopotnya celana dalamnya dan dimasukkan ke dlam tas tangannya.

Begittu Karli tak lagii memakai celana dalam, segera tangan kiriku makin naik menyusuri pahanya dan menyerobot masuk ke selangkangannya, kucari nonok nya, dan mulai kugeser-geser bibir tempiknya. Mulai terangsang, tangan kanan Karli berpindah ke kontol ku yangg masih tertutup celana dinas.

Merasakan tangannya yangg mulai mengelus-elus kontol , aku bilang: "Karli, buka sajja celanaku, sabuknya dilepas dulu, ayo ". Karli mulai melepaskan ikat pinggang dan resleting celanaku, sesudah itu tangannya langsung menyelusup ke balik celana dalamku tanpa dilepasnya.

Aku merasakan nikmatnya kontol yangg dipijat halus oleh tangannya. Jari-jariku sendiri makin liar mengubek-ubek tempik Karli, sampai ia mulai mendesis seperti biasanya: "Aaah pah, kamu nakal pah ". Karli mulai menggeliat kenikmatan, dan tempiknya makin basah dan licin, sehingga jari telunjukku makin bebas menerobos masuk liangnya.

Kelentitnya pun berhasil kumanipulasi dgn jari tengahku. Karli makin menggeliat, "Pah, aku nggak kuuaat lho pah. Berhenti sajja di pinggir pah, aku nggak kuat pah" , ia memohon tanpa sadar tangan kanannya memeras kontol ku kuat-kuat, sehingga aku terkaget.

Sebetulnya aku ingin menuruti permintaannya agar berhenti di tepi jalan, dan ngeseks di situ, tapi mengingat waktu, permintaannya sementara tak kuhiraukan. Mobil tetap kujalankan pelan, sekali-sekali berpapasan dgn motor atau truk.

Dngan kadang-kadang kupakai utk mengoper persneling, tangan kiriku tetap mengubek-ubek nonok nya yangg makin basah. Karli makin mengerang, sehingga akhirnya tangan kanannya melepas kontol ku, dan kursi yangg didudukinya direbahkannya sehingga Karli berposisi agak berbaring, dan pantatnya dinaikkan krna rangsangan yangg tak kuat ditahannya, "Aaccrhh pah, kamu menyiksa aku pah, aku udh kepingin pah, ayo pah, sekarang sajja kami main pah. " , rintihnya.

Rok luar dan dlam bagian depan kusingkap makin ke atas, sehingga tempik Karli langsung keliatan menyembul merekah, dgn tangan kiriku masih mengubek-ubek di dalamnya. Karli terpejam menahan birahinya yangg kelihatan makin menggelegak Aku udh paham benar bagaimana raut wajah Karli ketika terangsang kuat oleh birahi.

Dia makin mendesah. ngeliat wajah seperti itu aku pun makin bernafsu, sayang, tangan Karli udh dilepaskannya dari kontol ku yangg sebetulnya menghendaki kocokan agar aku pun bisa merasakan nikmatnya permainan ini sampai orgasme.

Tempik Karli makin basah dan makin basah saja. Tanganku tak berhenti memutar-mutar ujung kelentitnya, "Pah, aduh pah, aku nggak tahan pah, aku. aku. hampir sampai pah occh pah ".

Pantat Karli makin naik, tempiknya makin merekah, dan tiba-tiba tubuhnya bergetar, dan pantatnya jatuh ke jok dan lemas. Orgasmelah dia, "Aacch sh. hheh pah. occh. ". Dan wajahnya kemudian direbahkan ke kedua pahaku dan pipinya ditempelkan ke kontol ku yangg masih ngaceng.

Tanganku pun kulepaskan dari tempiknya. Kubiarkan Karli terengah-engah lemas di pangkuanku. Kuelus-elus sayang rambutnya yangg sebahu itu. Kupercepat laju mobilku. Mendekati tujuan, aku merapikan baju dan celanaku, tetaapi Karli nggak sempat memasang kembali celana dalamnya, krna ia kelelahan dan agak tertidur di pangkuanku.

Ah, biar saja, siapa sih yangg tahu Karli nggak pakai celana dalam, kecuali kalau ia menyingkapkan roknya. Aku cukup lama di rumah dinas sejawatku tadi, ngobrol kesana-kemari, krna ia dulu adalah seniorku di fakultas kedokteran.

Stlah keperluanku selesai, aku pamit pulang. Hari udh sore, pukul empat. Di tengah perjalanan pulang, jalan di tengah hutan makin sepi krna udh senja. Birahiku timbul kembali ngeliat suasana senja yangg indah di hutan yangg sejuk itu.

Aku mulai merangsang Karli kembali dgn membuka kancing-kancing baju dinasnya (sejak mulai berangkat pulang Karli udh merebahkan jok depan, ia dlam posisi setengah berbaring sambill memejamkan mata, krna ngantuk).

Karli tersadar akibat gerakan tanganku yangg mulai meraba-raba bh nya. "Hayo mulai lagii nakal ih" , katanya. Aku nggak peduli, kontol ku mulai ngaceng lagi. Di tempat yangg agak datar dan cukup aman, mobil kutepikan agak menjorok ke arah hutan.

Kemudian dgn cepat celanaku kubuka. bh Karli kusingkap ke atas, sehingga susunya menyembul dgn indahnya, langsung kuisap dgn lembut puting kanannya. Karli mulai mendesah lagi, "Pah ach ". Rok luar-dalam Karli yangg tak bercelana dlam kusingkap sama sekali ke atas sampai tampak pusarnya, lidahku berpindah dari pentil susu ke paha Karli, kujilati dan kugigit-gigit sampai Karli sedikit menjerit, "Pah. ".

Selangkangannya kurenggangkan, pelan-pelan bibirku kuarahkan ke nonok nya yangg udh terpampang indah bagai bunga merekah di depan mataku. Birahiku makin memuncak. Kulumat habis-habisan liang tempik Karli, sehingga ia makin mengerang setengah berteriak, "Aaduh pah cepet pah, main sajja yuk och. ".

Aku tak menggubris erangannya, klitorisnya kusergap dgn lidahku dan kupilin-pilin, Karli merespons gerakan lidahku dgn makin mengangkat pantatnya sambill terus mengerang. sdh nggak tahan lagi, aku berpindah tempat dari jok kanan ke jok kiri dan menindih tubuh Karli yangg setengah bugil dan mengangkang itu.

Celana dalamku langsung kupelorot tanpa kulepas, dan dibantu dgn tangan Karli yangg udh nggak sabar, kontol ku kumasukkan pelan-pelan ke tempiknya yangg udh licin tapi kenyal itu. "Aach pah. papa sayang Karli pah? " ia bertanya.

"Mengapa kamu tanya itu jelas sayang dong. ah enak Karli " aku menjawab sambill mendesis keenakan. kontol ku kumaju mundurkan dgn teratur, tanpa peduli pada beberapa kendaraan yangg melintas di jalan itu.

Bibirku melumat bibir Karli yangg mendesah-desah dan tubuhnya terus menggeliat. Agar aku mudah bermanuver, jok kurebahkan dan kumundurkan posisinya maksimal ke belakang. Hebatnya, walau pun dlam posisi yangg tak terlalu menguntungkan krna sempit, Karli tetap bisa membuat gerakan yangg lumayan.

Kedua kakinya dilingkarkannya ke pinggangku sehingga kontol ku bisa tandas membenam ke dasar nonok nya. Enak jg posisi ini, dan suasana di tepi hutan lumayan romantis. Asyik dan unik.

Agar lebih nyaman, kancing-kancing baju atasku kucopot walau pun baju tidak kulepas, demikian pula kulepas kaitan belakang bh Karli dan kemudian bh nya kucopot sama sekali, sehingga dada telanjang kita bisa bersentuhan langsung.

Kedua tangan Karli dilingkarkan erat ke punggungku melalui sela-sela bajuku. kita betul-betul bersatu, menjadi satu tubuh, bersetubuh, walau pun tidak bugil total. Kunikmati persetubuhanku kali ini dgn rasa sayang.

Kuciumi rambutnya, belakang telinganya yangg membuat Karli terhentak-hentak mengelinjangkan pantatnya sehingga kontol ku makin terkenyot oleh tempiknya yangg melebar maksimal. "Aku makin sayang kamu bapak aku nggak mau dipisahkan dari kamu pah, aku cinta kamu pah kamu enak pah acch pah, " erangnya sambill memejamkan mata.

Tangannya makin erat merangkulku. Punggungku dicengkeramnya kuat. Keringat mulai bercucuran dari dada tubuh kami. Dada kita makin licin, sehingga gesekan antara dadaku dgn kedua susu Karli yangg kenyal itu makin terasa enak dan merangsang.

Kontol ku makin kupercepat gerakannya. Karli makin menggelinjang dan dadanya dibusungkan sehingga kepalanya terkulai ke belakang. Posisi tubuhnya makin tampak seksi. "Aayo pah, aku hampir orgasme lagii pah. ".

Lingkaran kakinya makin dipererat sehingga pinggangku terjepit kuat, kontol ku makin terbenam dalam. Aku pun terangsang hebat, rasa geli udh pula mulai menjalar di seluruh tubuhku dan berakhir di ujung kontol.

"Aku jg mau keluar Karli. Ayo Karli goyang pantatmu Karli, kocok yangg keras Karli. ". Karli menggeliatkan pantatnya kesana kemari sambill kedua tangan dan kakinya makin menjepitku erat. Aku makin merasakan keindahan percintaan dan persetubuhanku dgn Karli.

Sebentar kemudian, Karli berteriak hampir bersamaan dgn lenguhanku juga, "Ooich pah Karli enak pah. , sampai pah. ". Aku merasakan cakaran kuku-kuku jari tangannya di punggungku. "Akuu jg Karli, ayo Karli rapatkan dan tekan lagi, arrgh. h. Hh " , aku pun menyemprotkan peju ku kuat-kuat ke dlam nonok Karli.

"Semprot keras-keras pah, aku sa sayang papah. Oohh ". Keringat kita membasahi seluruh tubuh, dada kita yangg bersatu seperti diberi pelumas oleh peluh kita berdua. Angin berdesir dari luar mobil masuk ke sela-sela ke empat jendela mobil yangg sedikit kubuka agar terasa sejuk.

Oh indahnya persetubuhanku kali ini di tengah hutan jati yangg lebat di atas bukit. Aku tidak segera melepas kontol ku dari tempik Karli. Tangan Karli udh terkulai ke pinggir jok, demikian pula kakinya udh berselonjor ke lantai mobil sambill mengangkang lemas.

Sekali-sekali kuelus rambut dan dahi kekasih gelapku ini. Sekali-sekali kuciumi bibir dan wajahnya yangg berkeringat deras. Demikian pula toket nya yangg licin mengkilat oleh peluh sekali-sekali kubelai dan kucium lembut.

Karli tersenyum manis. dia keliatan sangat puas memadu cinta denganku meski bukan di tempat yangg wajar. stlah berkemas, kita pulang dgn pikiran yangg nyaman. Sesampai di rumah istriku mau pun suami Karli tak mencurigai apa sajja yangg sudah kita perbuat hari itu.

Dari hari ke hari, menurut pandanganku, Karli makin seksi, makin manis dan makin menggairahkan. betul kata orang, bahwa biasanya seorang perempuan yangg sedang jatuh cinta akan lebih cantik dan ceria, Karli pun bgitu , saat itu ia kan sedang jatuh cinta berat padaku.

Aku pun makin sayang padanya, sampai-sampai aku sering 'cemburu' bila saat dibonceng motor suaminya kulihat ia melingkarkan tangan ke pinggang sang suami. stlah kukatakan padanya bahwa aku 'cemburu' ngeliat pemandangan seperti itu, maka ia tak lagii pernah melingkarkan tangan ke pinggang suaminya bila melewati depan rumahku.

Lucu jg jadinya. Rupanya ia lebih mencintaiku daripada suaminya. Buktinya, Karli selalu menuruti setiap keinginanku, termasuk menghentikan kebiasaannya mandi bareng dgn suaminya, krna aku tidak suka itu. Aku tidak pernah ingin merusak rumah tangganya (hubunganku dgn suaminya sangat baik, kita biasa saling membantu pada saat-saat diperlukan), sebab aku pun tidak ingin rumahtanggaku rusak gara-gara perselingkuhanku dgn Karli.

Sebesar apa pun cintaku pada Karli, aku masih tetap mencintai istri, anak, dan keluargaku. Bagiku cinta sebetulnya bisa dibagi, dgn kualitas yangg sama penuhnya. Aku tetap ingin keluargaku utuh, sementara aku tetap bisa menyetubuhi kekasihku Karli kapan sajja aku ingin.

Di samping itu, perselingkuhan antara aku sebagai pimpinan puskesmas dgn Karli yangg perawat bawahanku tidak blh mengganggu pekerjaan kantor yangg berhubungan dgn pelayanan kesehatan masyarakat. Kalau pun kita 'terpaksa' musti meninggalkan kantor utk melampiaskan hasrat seksual di tempat lain pada saat jam kantor, terlebih dulu kupastikan bahwa ada petugas pengganti yangg standby sehingga pelayanan tidak terganggu.

Biasanya aku meninggalkan kantor pada jam-jam saat pasien udh sedikit, atau pada hari-hari aku sedang tidak ada kegiatan ke lapangan. Semua kegiatanku termasuk bercinta dgn Karli selalu kurencanakan rapi jauh sebelumnya (paling cepat 4-5 hari sebelumnya), sehingga semuanya beres.

Pekerjaan beres, percintaan beres, dan, yangg penting, tidak seorang pun mencurigai hubungan gelap kami. untk komunikasi, kita masing-masing kebetulan memiliki ht (handy talky) 2 meteran orari (waktu itu belum ada telepon di daerahku, apalagi handphone), sehingga kapan pun aku bisa menghubunginya dgn mudah.

Suatu saat Karli musti mengikuti pelatihan keperawatan berkelanjutan di kota Mg yangg sangat jauh dari rumah selama satu bulan. Bisa dibayangkan bagaimana kangenku padanya (saya kira Karli jg mempunyai perasaan yangg sama).

Emang sih, ia setiap Sabtu sore pulang ke rumah dan Minggu sore balik. Tapi saat ia pulang jelas tidak mungkiin kugunakan utk bertemu memadu cinta. Kesempatan kita bertemu selama ini cuma pada hari kerja.

Tapi aku tak kurang akal. Ketika kebetulan istriku punya rencana mengantar anakku ke neneknya yangg ada di kota j selama seminggu pada minggu depan, aku membuat janji dgn Karli yangg ada di Mg melalui telekomunikasi radio (ht), agar bilang pada suami utk tidak pulang pada Sabtu-Minggu depan dgn dalih ada acara di pelatihan itu.

Nah, pada saat itu aku bikin janji utk menjemputnya di suatu tempat utk kuajak menginap semalam di p, kota kecil di pegunungan yangg sejuk. dia setuju dgn rencana itu.

Tepat pada hari perjanjian itu, istriku udh tiga hari di j dan baru pulang empat hari lagi, sore hari aku meluncur ke tempat rendezvous dan menunggu Karli datang dgn bus dari Mg.

Sekitar dua jam aku menunggu, benarlah Karli datang dgn celana jin dan t-shirt ketat yangg menambah keseksian dan kemanisannya. Ternyata tak salah aku mempunyai kekasih Karli yangg bisa dipamerkan (Tapi akan dipamerkan kepada siapa? Karli pun bukan milikku.

). Selama ini, tampak jelas bnyk lelaki yangg memandang Karli dgn kagum (mungkin sambill menelan ludah), terutama kalau ia sedang tak berseragam dinas hansip. Karli berpenampilan cukup modis dan serasi dlam berpakaian, ditunjang pula oleh bentuk tubuh dan wajah yangg menarik.

Walau pun Karli tinggal di desa kecamatan, ia tak kalah dgn ' perempuan kota' , jg tak kalah dgn istriku yangg lumayan cantik. Bedanya Karli manis, istriku kuning ayu.

Tapi Karli mempunyai kelebihan, yaitu lebih seksi dan jauh lebih panas (tentu, lebih memuaskan) di tempat tidur. Soal intelejensia kukira Karli tidak kalah dgn istriku ( keliatan dari cara mengemukakan pendapat dan apa isi pendapatnya), kekurangannya dibandingkan istriku tentu sajja adalah tingkat pendidikannya.

Karli langsung masuk ke mobil, dan kita segera meluncur ke p yangg sejuk. Di jalan, tak henti-hentinya Karli menyandarkan kepalanya di bahuku dan sekali-sekali mencium pipi dan telinga kiriku dgn mesra.

"Aku kangen pa, kami lama ya nggak ketemu, dua minggu lebih. Di Mg aku selalu memimpikan kamu pa. Anehnya Karli sama sekali nggak pernah kangen pada Bakdi suamiku, apalagi mimpi dia. " , katanya.

"Kalau bgitu , sama dong kangennya" , ujarku senang. Nakalnya, Karli kadang-kadang secara tiba-tiba menyentuh dan meremas kontol ku ketika aku lagii konsentrasi nyetir di jalan yangg berkelok-kelok itu sampai aku terkaget-kaget.

Menjelang magrib, kita sampai di p dan kita mulai mencari-cari villa yangg bisa disewa. Akhirnya ketemu sebuah villa yangg cukup besar dan berpemandangan indah di sekitarnya, dgn harga sewa yangg tak terlalu mahal.

Halamannya cukup luas dgn garasi terpisah dari rumah cukup utk dua mobil. Villa itu mempunyai 3 kamar tidur, salah satunya adalah kamar tidur utama dgn ukuran cukup luas 7 x 5 meter dgn kamar mandi dlam yangg mempunyai bath tub dan shower dgn air panas-dingin.

Di dlam kamar tidur utama terdapat lemari besar memanjang dgn cermin sepanjang salah satu dinding sejajar dgn sebuah ranjang besar. Dapur kering, ruang makan dan ruang tamu tidak dipisahkan oleh sekat apa pun.

Pokoknya villa dgn kondisi yangg lebih dari cukup utk memadu cinta bersama kekasih sehari semalam. Petang itu penjaga villa (suami-istri menjaga rumah itu di kamar belakang yangg terpisah dgn rumah induk) kuminta membelikan makan malam dan makanan kecil, agar malam itu kita tak terganggu oleh tetek-bengek apa pun, sebab aku merencanakan menghabiskan akhir pekan ini dgn kenangan indah yangg dahsyat tak terlupakan.

Saat magrib tiba, sesudah mandi, Di petang yangg dingin itu kita mulai bercengkerama bebas, saling memeluk, mencium dan menggoda di kamar. Lama-lama aku mulai tak tahan, krna udh beberapa minggu tak ketemu, aku cepat beranjak panas.

Di depan cermin rias, Karli yangg berdaster motif kembang dgn tali penutup dada di depan tanpa celana dlam dan tanpa bh dgn ganas sambill berdiri mulai kupeluk dari depan.

Bibirnya kulumat dgn nafsu yangg berkobar, Karli pun membalas tak kalah panasnya. sambil memilin lidahku, celana kolorku dipelorotnya cepat, dan mengacunglah kontol ku dgn gagahnya, sebab aku tak memakai celana dalam.

Aku pun melolosi tali depan daster Karli, dan tersibaklah toket nya yangg memungkal indah itu. Kedua pentil susunya segera kuserbu dgn jilatan lidahku, seluruh pentil dgn areolanya kukenyot dgn kuluman lidahku tanpa ampun.

Karli mengimbanginya dgn mengelus kontol ku dgn pijatan-pijatan halus. Tubuh Karli pun mulai menggelinjang tak teratur, sambill menggumam, "Aku kangen pah. ". Nafsuku memuncak tatkala mendengar gumamannya itu. Karli kududukkan ke atas meja rias membelakangi cermin.

Bagian bawah dasternya kusingkap jauh ke atas sampai kelihatan jembutnya yangg tipis, dan pahanya kurenggangkan selebar mungkiin dan perutku yangg udh telanjang kutaruh di sela-sela selangkangannya. Bersambung.
Suster Cantik Obatin Kontol Tegang #1
Suster Cantik Obatin Kontol Tegang #1, cerita sex , Suster Cantik Obatin Kontol Tegang cerita seks dewasa, Suster Cantik Obatin Kontol Tegang bacaan bokep porno, Suster Cantik Obatin Kontol Tegang, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Suster Cantik Obatin Kontol Tegang #1


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/