Suster Cantik Obatin Kontol Tegang #2

Suster Cantik Obatin Kontol Tegang #2 | Tangan kananku mulai mengelus jembut dan turun ke bawah ke lipatan selangkangan sampai menemukan liang yanng mulai licin berlendir, jariku pun mengelus dan mengorek apa sajja yanng ada di sana. Karli merintih cukup keras, "Pah, lama nggak begini ya pah , ochh arggh. ".

T shirtku yanng masih kupakai dilepasnya, lalu dadaku yanng telah telanjang denngan rakusnya diciumi oleh Karli. Aku yanng gantian menggelinjang kegelian enak. "Aduh , kamu pinter merangsang. ". Tak kalah dengannya, dasternya pun kulepas melalui kepalanya, sehingga sekarang kita berdua telanjang bulat.

Pemandangan itu makin menaikkan birahi berlipat kali karna kita bercumbu persis di depan cermin rias, sehingga seperti nonton blue film. Rupanya Karli telah tak tahan lagii sehingga, tanpa permisi kontol ku yanng persis berada di depan memek nya segera dimasukkannya ke liangnya.

Aku yanng jugaa tak sabar karna telah begittu kangen denngan tempiknya, setuju saja. dngan masih duduk di atas meja rias, Karli sambill bertelekan denngan satu tangan di atas meja, tangan satunya menarik pantatku ke tubuhnya, sehingga cepat terbenamlah kontol ku dalamm dalam ke tempiknya yanng mmg sejak tadi telah siap.

"Aach pah enak. Goyang pah. Aku kangen ayo pah ". Karli mmg tak pernah menyembunyikan ekspresinya ketika bersetubuh. ia ucapkan semua yanng dirasakannya secara lepas bebas. Itulah yanng membuatku makin lengket padanya.

Sekarang kedua tangannya disandarkan pada meja, dadanya membusung denngan kepala agak terkulai ke belakang, bnr betul pemandangan yanng indah dan begittu seksi. Kocokan kontol ku kukontrol ritmenya, mundur sampai hampir terlepas, dan cepat kumasukkan lagii dalamm dalam, begittu di dalamm kuputar denngan pangkal pubis kugeserkan ke klitorisnya.

Bgitu berkali kali. Kurasakan enaknya gerakan ini, Karli pun merasakan hal yanng sama, ia makin mengerang dan merespons denngan memutar pinggulnya sambill menjepit pantatku denngan kedua kakinya. Keenakan, lebih lebih denngan adanya tambahan rangsangan bayangan di cermin, aku menjadi mendengus, "Karli kamu enak Karli. kami bikin anak di sini ya. Sssh ".

"Iya pah ach. Terus teruus pah ". Merasa mau orgasme, kuhentikan gerakanku, sebab aku nggak mau mendahului Karli yanng belum sampai (aku kasihan pada Karli kalau aku duluan selesai).

Karli kuminta turun dari meja, kontol kucabut, dan Karli kuminta berbalik menghadap cermin. Pemandangan menjadi makin indah. Kurenggangkan selangkangannya sambill sedikit membungkuk, dan kumasukkan kontol ku dari belakang. Karli agak malu ngeliat dirinya di cermin dalamm keadaan bugil disetubuhi seperti itu.

Wajahnya yanng malu malu denngan keadaan polos seperti itu makin manis dan meningkatkan birahiku, apalagi ngeliat kedua susunya yanng berukuran tak begittu besar itu menggantung bagus. sesudah kontol ku masuk, tubuhnya agak kutegakkan, kedua tanganku kubawa ke depan dan kedua susunya kuraba dan sedikit kuremas, lehernya kujilat dari belakang, sehingga Karli melenguh kembali, "Aaaduh pah kamu pintar pah aaku aakuu enak paah. ".

Tangan kiriku kuturunkan ke bawah mengocok kelentitnya, bersamaan denngan kocokan kontol ku di memek nya. Perlakuan itu kupertahankan beberapa lama sampai Karli bnr betul nggak tahan, geliatannya menjadi tak teratur, dan teriakannya (betul bnr teriak! ) makin keras, "Aaarrggh pah, aku mauu sampai pah, ayo teeruuss. " , mama jariku yanng ada di dadanya dibawanya ke mulut dan diempotnya.

Pemandangan di cermin makin asyik. Akhirnya, aku nggak tahan, "Aaayoo Karli, aku keluar " "Aakuu juuga pah ach och h h. bapa sayang. Oocch " , desahnya juga. peju ku menyemprot beberapa kali, diterima denngan denyutan otot memek Karli yanng nikmat.

Tubuhku dan tubuh Karli sama sama berkelojotan di depan cermin. Wajahnya kutolehkan agak ke samping dan kucium mesra bibirnya lama sekali Merasa capek, Karli kubawa berbaring ke tempat tidur, kuambil selimut dan kututupkan pada kedua tubuh kami, lalu kupeluk ia berhadapan sambill kucium.

Ia akhirnya tertidur dalamm dekapanku. Rupanya aku ikut tertidur. bgitu terbangun, kulihat jam di dinding menunjukkan pukul sembilan malam lebih. Lumayan lama aku tertidur. Karli kulihat masih pulas, suara napasnya halus denngan ritme yanng teratur.

Capek sekali rupanya ia stlah mengalami perjalanan jauh. Kucium pipinya dan kuelus rambutnya denngan rasa sayang. Wajahnya tetap manis. Aku pipis dan membersihkan diri ke kamar mandi, dan ketika kulihat meja makan, di sana telah tertata rapi makanan malam (pasti ditata oleh pak atau bu penjaga villa).

Pikirku, " jangaan jangaan penjaga villa mendengar keramaian di kamar tadi. Ah, biarin. ". Aku menyeduh kopi dan secangkir teh manis hangat utk Karli. Tiba tiba Karli telah ada di belakangku denngan berdaster.

Kuajak ia makan bersama, karna perut kita telah lapar. sesudah makan malam, kita duduk duduk di sofa kamar tamu sambill berangkulan, kepala Karli di sandarkan ke bahuku. Inilah pengalaman pertama kita bisa menikmati suasana sesantai ini.

Malam itu pula aku mendengar segala problema Karli yanng menyangkut kehidupan keluarganya. Ayah Karli ternyata telah beberapa lama, sejak Karli di smp, meninggalkan keluarganya tanpa kabar berita, sehingga Karli dan adik adiknya (Karli adalah sulung) kurang mendapatkan kasih sayang seorang ayah.

Katanya, dari diriku, selain mendapatkan kepuasan seks, ia sudah mendapatkan kasih sayang penuh, yanng selama ini didambakannya. Selain itu, aku dinilainya sebagai lelaki sejati yanng bisa memperlakukan cewek denngan baik.

Sikapku halus, galant dan menghormati cewek. ia selama ini jugaa memperhatikan bagaimana sikapku terhadap cewek cewek lain, seperti terhadap istriku, teman kantor, tetangga, atau pasien. Kepribadian dan perilaku suaminya, Bakdi, dinilai sangat jauh tak sebanding denganku.

Bakdi kekanak kanakan, dan sangat tergantung pada orangtuanya. Karli mengaku pernah mendapatkan perlakuan seksual secara semena mena dari suaminya. Misalnya, beberapa kali Bakdi, ketika sedang berhubungan seksual, memaksa memasukkan seluruh kepalan tangannya yanng besar ke dalamm memek Karli.

Aneh. Hal itu sangat menyakitkan baik secara fisik maupun mental, yaitu melecehkan harga dirinya sebagai cewek. Karli merasa diperlakukan seperti pelacur oleh suaminya sendiri. Perlakuan perlakuan semacam itu telah dialami Karli sejak beberapa bulan stlah menikah.

Namun, karna baktinya pada sang suami, Karli tidak bnyak memprotes, ia cuma menangis saja. ia telah pernah menceritakan keadaannya kepada ibunya, tetaapi ibunya meminta Karli utk tetap sabar. Demikian pula soal kehamilannya yanng tak kunjung tiba, padahal ia telah kawin lebih dari dua tahun.

Ketika Karli menceritakan semuanya itu, tak terasa air matanya meleleh, dan akhirnya tersedu. "Aku kepingin mempunyai suami seperti bapak Temmi. Istrimu sangat beruntung ya pa, mendapatkan suami seperti kamu. Tapi, aku nggak mau mengganggu kehidupan rumahtangga papa. Aku cuma ingin ikut merasakan kasih sayang bapak yanng tulus padaku. Tak lebih. " , katanya.

"Jujur aku katakan, Karli jugaa selalu ingin berhubungan seks yanng nikmat. Aku nggak pernah mendapatkan kepuasan sejati dari suamiku yanng kasar itu. mgkin aku hiperseks karna aku nggak pernah merasa puas. Terus terang, dulu sebelum ketemu bapak Temmi, aku sering mempermainkan kemaluanku sendiri utk mendapatkan kepuasan. Itu pun nggak selalu berhasil. Jadi pa, aku sangat berterima kasih padamu, karna setiap berhubungan denngan bapak aku selalu bisa orgasme. Terima kasih pa" , katanya lagii sambill mengusap air matanya dan merebahkan diri ke pangkuanku.

Sembari menghapus air matanya denngan tangan dan jilatan lidahku, aku menjawab: "Karli, kamu jangaan memujiku berlebihan. Rumput di halaman tetangga selalu kelihatan lebih hijau. " "Ah, nggak jugaa pa. Aku telah pernah berpacaran denngan orang lain, denngan teman sekolah ketika di sekolah perawat dulu, atau denngan mas Totok tetangga di depan rumah itu. Semuanya nggak ada yanng punya sikap seperti papa. Juga, maaf, aku mau terus terang lagi, aku telah pernah main seks ketika berpacaran denngan mas Totok beberapa kali, tapi toh aku belum pernah merasa puas seperti yanng kualami denngan papa. " , jawabnya.

Aduh, senangnya bukan main aku mendengar kata kata Karli seperti itu. Rambut Karli kuelus denngan lembut. Karli masih berbaring dipangkuanku di sofa. Malam makin larut dan dingin. Birahiku timbul kembali.

Dngan perlahan kuelus susu Karli dibalik daster yanng tak berBH itu. Karli pun menggeliat. Dadanya diangkat dan bibirnya direkahkan ingin kucium. Tak ayal kusambut bibirnya yanng basah itu, dan kulumat denngan penuh nafsu birahi.

Tali dasternya kembali kubuka dan susunya kuremas remas. Tanganku yanng lain menyusur kakinya ke atas dan ketika sampai di lipatan memek nya, jariku kuelus kedalam liangnya yanng telah kembali basah dan licin.

Sebaliknya Karli mulai mencari kontol ku dibalik celana kolor yanng kupakai. Tangannya dimasukkan ke balik kolor itu, dan kontol ku mulai dipermainkannya denngan trampil. Aku tak tahan, lehernya kucium.

Karli mengerang lagii seperti biasanya, "Aach pah ecch. ssh ". Mendengar itu aku makin panas, seluruh lehernya kujilat, dan kuberi cupang merah di bagian kiri lehernya. Aku berani memberi cupang, karna toh selama seminggu ini Karli pasti nggak akan ketemu suaminya.

Karli menarik kontol ku keluar dari kolor, kemudian diciumnya kontol ku dan dijilat jilat setengah dikulum. Kenikmatan mulai terasa. Karli mulai pintar mengulum kontol. Aku segera berputar mengarahkan mulutku ke memek Karli dan sambill kontol masih tetap dikulumnya.

Tanpa melepas dasternya lidahku kujulurkan ke tempik Karli, dan kuisap liangnya yanng berlendir itu. Karli melepas isapan pada kontol ku mengerang, "Pah, arggh pah enak pah. ". Tak kupedulikan erangannya, kucari kelentitnya dan kuisap pula, sambill satu jariku kumasukkan ke memek nya utk mengorek dinding dalamm depannya.

Karli menggeliat tak teratur dan makin menjerit, "Pah telah pah aku nggak kuat. telah ". Rupanya ia terangsang hebat. Aku masih tak peduli. Korekan jariku kuteruskan ritmis, dan mulutku berpindah ke paha dalamnya, kujilat jilat menyusuri sepanjang paha ke atas bawah dan sedikit kugigit kecil.

Gelinjang Karli makin menghebat, kontol ku telah dilepas, dan tangannya meremas kuat kain pinggiran sofa, "Aaach pa, ayo pah masukkan saja, aku nggak tahan pah ". Kasihan jugaa mendengar erangannya itu, kuputar tubuhku sambill melepas t shirt dan kolorku (terasa sekali dinginnya hawa pegunungan), Karli pun membuang dasternya.

Di sofa itu pula kulebarkan paha Karli, kumasukkan kontol ku tanpa ampun ke tempiknya. Karli mendesah kenikmatan, jugaa aku, "Sssh, Karliaa ". "Pah aku jangaan ditinggal ya pah papah masih sayang Karli pah?. Ooch ichh " , desah Karli sambill pantatnya diangkat sehingga kontol ku makin tandas masuk ke dalamm tempiknya yanng sempit enak itu.

"Yaa, aakuu aakuu maakiin sayang kamuu kamu enak ". "Papah. ". Aku yakin erangan Karli terdengar di luar karna begittu kerasnya tak terkendali. Posisiku sedikit kuubah, aku agak duduk denngan satu kaki kutaruh di lantai dan kaki lain kutekuk lutunya, pantat Karli sedikit kuangkat dan kutahan denngan tangan.

Gerakan kontol kukontrol penuh denngan memaju mundurkannya dibantu tanganku yanng memaju mundurkan pantat Karli. Aku bisa ngeliat masuk keluarnya kontol ku di tempik Karli. krna sempitnya tempik Karli, maka ketika setiap kontol ku kutarik keluar, bibir depan memek Karli ikut tertarik keluar.

Bgitu seterusnya. Pemandangan asyik itu jelas makin menaikkan birahiku ke ubun ubun. Karli makin terengah engah. Jeritannya makin menjadi jadi, "Ooich pah, ayo cepet pah, goyang cepet pah. ".

Tangan Karli makin mencengkeram kuat pinggiran sofa menahan birahi. Tangan kiri kupakai meremas susunya yanng bergoyang goyang indah. Karli menggeliat dan merintih, mulutnya terus mendesis dan matanya terpejam. Kepalanya mulai bergoyang juga.

Aku kembali merebahkan dadaku padanya, dan kuhangatkan tubuhnya, kedua tangannya sekarang mencengkeram punggungku, tanganku ikut melingkari punggungnya. kontol ku terus kukocok sambill kugeserkan pangkalnya ke kelentit yanng terasa menegang.

Keringat kita mulai bercucuran, sehingga melicinkan gesekan kulit dari dada sampai ke pubis. "Aaadduh pah, kamuu enak. Pah ". "Kamu jugaa Karli ". "Aayo pah bikinkan anak pah. aku pingin anak pah ".

"Iya Karli kubikinkan anak Karli ". Karli memindahkan tangannya dari punggungku, ganti ia pegang kedua paha belakangnya denngan kedua lutut ditekuk, sehingga selangkangannya terbuka lebar lebar. ia rupanya telah begittu enak menikmati permainan itu.

Tempiknya terus digoyang goyang. "Pah. Aaaku enakk sekali. Terus pah. goyang Karli terus pah ochh Ya ampun. occh. " Tapi, kali ini kontol ku agak tahan, belum ada tanda tanda orgasme.

Masih di sofa, posisi Karli kubalik, ia di atas aku di bawah. dngan tertelungkup, kedua paha Karli kulebarkan, denngan satu kakinya menyentuh lantai. dngan lutut sedikit kutekuk aku masih sanggup mengontrol gerakan.

Dngan posisi itu rupanya Karli lebih enak. Buktinya gerakan kocokan memek nya makin cepat, aku pun menaik turunkan kontol ku sambill kedua tanganku memaju mundurkan pantat Karli. Karli makin cepat sajja bergoyang, "Aah pah aku mulai".

Sampai lagii pah. ". "Teruskan Karli, akuu jugaa enak. , desisku yanng mmg merasa enak juga. "Aayo pah pah aku sampai pah. " , bnr betul Karli telah sampai secepat itu stlah posisinya di atas.

Ia menggeliat dan merebahkan seluruh tubuhnya yanng berkeringat bnyak ke tubuhku, padahal udara sedingin ini. Sayang, aku belum orgasme. "Aaaduh pah, aku sampai duluan, padahal bapak belum apa apa. Nggak apa apa ya pah ? " "Nggak apa apa Karli, nanti jugaa kamu bakal kugarap habis habisan supaya aku bisa orgasme habis habisan juga".

"Ih, bapak jahat " , katanya tetap di atas tubuhku sambill mencubit pantatku, lalu ia mencium bibirku lembut. Agar tak kedinginan, kuajak Karli masuk kamar. Dan kita kembali berselimut sambill tetap bugil berpelukan berhadapan, sekali sekali berciuman mesra.

Tidurlah sayangku, tidurlah kami tertidur sampai pagi. Agar dingin tak terlalu menyengat, semua lampu kamar, yanng tadi malam hampir semua kumatikan, kali ini kunyalakan sehingga suasana terang benderang. Dari kamar mandi kita berpelukan rapat lagi, masih bertelanjang bulat di bawah selimut.

Hawa dingin menerobos masuk ke dalamm kamar. Hawa seperti ini, ditambah denngan pergesekan tubuh kita yanng telanjang, membuat nafsu birahi kembali menggelegak, apalagi pada permainan kedua tadi malam aku belum orgasme, sehingga aku berhasrat melampiaskan 'dendam' di subuh yanng sangat dingin ini.

Aku mulai menciumi bibir Karli sambill menggeser geserkan dada kita yanng telanjang, selangkangan kita saling bergesekan, kontol ku langsung bersentuhan denngan bibir memek nya, sehingga kontol ku terbangun kembali denngan sempurna.

Karli jugaa telah terangsang, lidahnya mulai mencari langit langit mulutku. Tanpa sadar selimut kita telah terjatuh sehingga tubuh tubuh bugil kita tak tertutup apa apa lagi. Ketika kulihat cermin besar di sepanjang lemari dinding, makin menggelegaklah nafsuku, ngeliat tubuh tubuh bugil kita yanng saling berpelukan tertampang jelas di cermin itu.

Karli ngeliat itu agak tersipu, tapi rupanya ia jugaa makin terangsang, buktinya, lipatan selangkangannya makin digesekkan pada selangkanganku yanng kontol nya telah ngaceng. Aku menindihnya kembali sambill terus menggesekkan bagian tubuh kami, rasanya enak, apalagi udara begittu dingin.

Karli telah mengangkangkan pahanya lebar lebar. Aku gesekkan terus kontol ku ke permukaan bibir tempiknya. Cukup lama. Karli telah merintih. "Pah. Masukkan sajja pah. ". Tanpa kulakukan manipulasi lagii pada susu, tempik dan kelentit, birahi Karli telah sampai di puncak.

Udara dingin itulah rupanya yanng menyebabkannya. Segera sajja kumasukkan kontol ku pelan pelan ke dalamm tempiknya yanng telah basah (betul juga, Karli telah terangsang berat). Dan agar agak sensasional, aku bergeser sambill memegangi pantat Karli agar kontol ku tak terlepas dari memek nya, lalu kusandarkan punggungku pada pinggir bagian kepala tempat tidur sedikit terduduk, kakiku kuselonjorkan, sehingga Karli duduk di pangkuanku denngan kontol ku terbenam pada tempiknya.

Cerita Sex Suster Cantik Obatin Kontol Tegang #2

Karli kuminta bergerak maju mundur yanng kubantu denngan gerakan tanganku pada pantatnya. Sementara mulutku menjilati kedua puting susunya yanng persis ada di depan wajahku. Karli, lagii lagi mulai mendesis, "Ooh pah. Aaduh. ".

Sementara kita bergoyang maju mundur, kulirik cermin besar di lemari dinding. Aduh, menggairahkan sekali. Kira kira kalau adegan ini difilmkan, rasanya akan laku keras, sebab si cewek nya manis dan begittu seksi denngan tubuh yanng merangsang nafsu lelaki mana pun.

Gerakannya pun pasti membuat siapa pun akan tidak tahan lama utk segera ejakulasi. "Karli, lihat itu di cermin, kamu seksi banget " , kataku. Karli ngeliat cermin, dan tanpa kuduga, ia melenguh dan mempercepat gerakan maju mundurnya yanng disertai gerakan memutar permukaan pubis atasnya agar kelentitnya langsung bergesekan denngan pangkal kontol ku, tangannya makin erat merangkul leherku, "Aah pah ah. Iich pah ".

Mgkin akibat ngeliat bayangan menggairahkan di cermin itu, Karli tambah bernafsu. Aku ikut memutar pinggulku sehingga pangkal kontol ku bisa bergesekan langsung denngan permukaan kemaluan Karli bagian atas. Aku merasakan betapa nikmatnya posisi ini.

Tanpa sadar aku sudah mencupang beberapa tempat di sekitar pentil susu Karli, baik susu kanan mau pun kiri. Biarin, pikirku. Beberapa cupang merah biru di tubuh Karli makin membuat nafsuku meninggi.

Tambah seksi dan hot. "Aaah, Karli. Kamu hebat! ". "Papah yanng hebat oh pah. " , erang Karli. Posisi ini tak bertahan terlalu lama, karna membutuhkan enersi yanng cukup besar.

Karli kubaringkan kembali miring membelakangiku menghadap cermin lemari dinding. Lalu, selangkangannya kurenggangkan lebar, dan kontol ku kumasukkan dari belakang. Bayangan di cermin makin membuatku bernafsu, sebab dari cermin itu kita bisa ngeliat keluar masuknya kontol ku ke tempik Karli.

Tanganku yanng bebas kupakai utk meraba dan menggesek gesek kelentit Karli, sedang mulutku melumat leher samping dan telinganya. Merasakan perlakuan yanng makin merangsangnya itu, Karli tanpa sungkan berteriak keras di pagi subuh itu, "Ooih pah, aku enak pah pah enak. masukkan semuanyaa pah. semua ".

"Karli aaku cinta kamu Karli. Hh heh " , bibirku mendesis keenakan. "Iiiya pah. Aaku cinta papah aku cinta och pah". Dari leher, lidahku turun ke punggung, kujilati dan kugigit yanng bisa kugigit.

Punggungnya menjadi merah merah juga. Kali ini hampir seluruh bagian tubuh Karli terlukis bekas gigitan dan cupangku merah biru. Di leher ada cupang di bagian depan dan samping , di daerah susu kanan dan kiri, di pangkal paha bagian dalam, di punggung atas dan tengah.

Saya nggak tahu bagaimana nanti Karli menyembunyikan cupang yanng ada di lehernya dari penglihatan teman teman sepelatihannya. "Pah, aku sampai laagi pah. Ooh ah paapah " , tiba tiba ia mendesah keras sambill menggelinjang meregang.

Lemas. Oh, Karli telah orgasme duluan, padahal rasanya aku hampir juga. Aku tidak mau kehilangan momentum lagii utk orgasme, aku ingin secepatnya orgasme juga. Maka, tak peduli Karli telah lemas karna orgasmenya, ia kuangkat dan kubaringkan telentang ke atas tubuhku dalamm posisi membelakangiku.

Kontol ku yanng masih tegang tetap menerobos tempiknya dari belakang. Karli yanng telah lemas itu kukocok tempiknya denngan kontol ku yanng makin liar. Aku lihat bayangan di cermin, makin asyik adegan itu, keliatan betapa indahnya tubuh Karli di atas tubuhku telentang sambill susunya kuremas dari belakang dan kontol ku masuk maju mundur dari belakang, kepala Karli terkulai ke belakang denngan jari jari meremas seprei kasur, sambill mulutnya kulumat denngan mulutku dari samping.

Ah, menggairahkan sekali Karli cuma bisa bergumam lirih, "Hheh h shh. Pah pah aku nggak kuat pah. ". Kurasakan tempiknya berdenyut denyut, sehingga kontol ku pun merasakan enaknya dipijat pijat.

Remasan tangannya pada seprei makin menguat, sampai seprei itu tertarik. dalam hatiku, apakah Karli mulai bernafsu kembali? Ternyata benar, pantatnya digerakkan maju mundur sehingga kontol ku seperti diperas peras, "Ooh enak. btl begittu. ".

Karli makin bergoyang tidak cuma maju mundur, jugaa berputar putar. Sementara kontol ku bergerak dari belakang, tanganku mengucek klitorisnya lagii dari depan. Terus kuucek. Karli menggelinjang kembali denngan kerasnya, seprei makin tertarik.

"Ooh pah kamu jahat pah. Eenak pah. Ooh. ". Aku telah mulai tak tahan. Rasa geli telah melanda sekujur tubuhku. Akhirnya aku mendesah keras ketika sperma ku memuncrat ke dalamm tempik Karli, "Karli aaku keluar. heh h. ".

Karli jugaa ikutan meregang dan mendesah, "Pah. Aaku jugaa. Ooh. Terima kasih pah. ". Kedua tubuh kita melemas tak bertenaga lagi. kontol ku lepas denngan sendirinya dari tempik Karli, sementara masih memuncratkan peju nya di luar sehingga membasahi jembut dan paha Karli, jugaa meleleh di seprei.

Segera Karli kubaringkan ke sampingku dan kupeluk lagii erat erat sambill kuciumi dahi, pipi dan bibirnya denngan rasa sayang yanng tak terhingga. Semalaman ini aku sudah merasakan kenikmatan yanng tak ada taranya.

Hari telah mulai terang Sepagian kita bercengkerama dan bercumbu sambill menikmati pemandangan alam sekitar lewat jendela kamar yanng kubuka lebar lebar. Beberapa kali di hari itu kita bergelut memadu cinta sepuasnya.

Dan siangnya, stlah matahari mulai turun, Karli denngan berat hati kuantar ke terminal. Sejak tahun ketiga masa dinasku di puskesmas itu, aku tinggal sendirian di rumah dinas, keluargaku (istri dan anak) tinggal di rumah yanng kita beli di s, agar istri tidak kecapekan pulang pergi ke kantornya yanng berada di s.

Sebelumnya, anakku lebih bnyak dibawa neneknya yanng tinggal di j. Selama sisa masa dinasku itu, aku jadikan Karli sebagai pengganti istriku. Selama ini perselingkuhanku aman aman saja, meski ada staf priaku yanng agak agak curiga, karna ia hampir memergokiku menggeluti Karli di kamar tidur rumahku pagi hari sebelum jam kantor buka.

Di pagi hari itu, seperti biasanya, ketika suami Karli telah pergi ke pabrik, pembantuku belum datang (biasanya pukul 7), seperti hari hari sebelumnya Karli ke rumahku menemuiku utk meminta 'jatah peju pagi' , tetaapi agar tidak mencurigakan ia membawa makanan utk sarapan buat, sebab pembantu rumahtangganya mmg diminta istriku utk menyediakan sarapan pagi buatku setiap hari.

Biasanya ia datang ke rumah telah memakai baju dinas melalui pintu belakang. Pagi itu, begittu datang langsung kuajak masuk ke kamar tidur (ada dua tempat yanng biasa kita pakai ngeseks, yaitu kamar tidur atau kamar periksa).

Kedua pintu rumah, belakang dan depan, tak pernah kututup kalau Karli ke rumah, agar tidak membawa kecurigaan orang lain. utk kegiatan ' seks harian' seperti ini kita tak bnyak melakukan foreplay, sebab waktunya sempit dan situasinya tak aman benar.

Bgitu masuk ke kamar tidur, pintu kamar kukunci, dan langsung Karli kupeluk dan kuajak tiduran di ranjang, rok bawahnya kusingkap jauh jauh ke atas, sehingga tempik Karli terpampang indah (seperti biasanya, Karli datang tanpa bercelana dalam, celana dalamm di simpannya di saku rok, dan baru dipakai menjelang pulang).

Hari itu aku cuma memakai sarung dan kaos oblong. Sarungku dan celana dalamku kulepas, sedang kaos oblongku kusingkap sajja sampai ke leher, kemudian kutindih Karli yanng telah merenggangkan selangkangannya lebar, lalu kontol ku yanng telah siap menunggu, tanpa berlama lama kumasukkan ke dalamm liangnya.

Kancing kemeja dan bh Karli kubuka tanpa kulepas, kuremas tetekya dan kulumat bibirnya, sampai ia merintih lirih, "Aacch pah cepet kocok yanng. Cepet ". kontol ku kugerakkan denngan irama beraturan sementara nafasku memburu.

Krna terburu waktu, aku dan Karli tak terlalu lama mencapai orgasme (menurut pengalamanku, stress, misalnya akibat desakan waktu, ternyata bisa berperan dalamm mempercepat datangnya orgasme, tapi pada penyebab stress lain kadang kadang justru sebaliknya), kurang lebih stlah sepuluh menit.

"Aah Karli, aku keeluar " , desisku lirih. Badanku mengejang, yanng diikuti denngan mengejangnya tubuh Karli. "Aaku jugaa pah. Hh h shh icch. ". Aku menciumnya kembali, dan sejenak kubiarkan semprotan sperma ku beberapa lama di memek nya.

Denyutan otot tempiknya terasa di ujung kontol. Aku hampir selalu puas denngan Karli, sebab Karli cepat orgasme, padahal menurut pengakuannya ia sukar terpuaskan oleh suaminya, sehingga dulu aku cukup cemas bakal sukar memuaskannya.

Sesudah beristirahat sejenak denngan kontol yanng kubiarkan tetap berada di liang tempiknya, kubantu ia membersihkan tempiknya dari lelehan peju ku denngan tissue. Karli segera merapikan pakaiannya, tetaapi toh tampilan wajahnya tidak sempurna bnr karna ada bekas jilatan lidahku.

Kemudian kita keluar dari kamar. Tapi, astaga begittu aku mengantarkan Karli ke luar dari pintu belakang, kita ketemu salah satu staf priaku Joko. "Oh, mbak Karli " , katanya, sedikit curiga karna ngeliat Karli ada di rumahku sepagi itu denngan rias wajah yanng tak sempurna, apalagi ngeliat ku di rumah cuma pakai kaos dan sarung yanng tak terpakai rapi.

Sembari gelagapan, Karli menjawab, "Oh. eh, dik Joko eh saya mengantar sarapannya pak dokter. Biasa tiap pagi dik Perintah mama boss hihihi. " , sambill ketawa kecut. Karli bergegas meninggalkan rumahku.

Ternyata Joko kebetulan pagi itu ke rumah guna minta bantuanku mengobati ayahnya yanng sakit cukup parah di rumahnya. Untungnya, Joko nggak datang ketika aku masih asyik bergelut denngan Karli di dalamm kamar.

Juga, cukup beruntung bahwa yanng curiga adalah Joko, sebab seorang lelaki biasanya tidak mudah mengobral rumor seperti halnya cewek (maaf ya buat kaum cewek ). Sejak itu aku lebih berhati hati ketika bergelut denngan Karli di rumah.

Aku lebih sering menggunakan kamar periksa dan menyetubuhinya di atas bed periksa yanng walau sempit dan tinggi, tetaapi sedikit lebih aman. yangg terang, aku nggak pernah menghentikan kebiasaanku bercinta di pagi hari, kecuali kalau ada halangan yanng berarti, misalnya sedang menstruasi, atau keadaan tak memungkinkan karna misalnya suaminya ada di rumah.


Cerita seks Suster Cantik Obatin Kontol Tegang #2
  • Itu menjadi tugas rutinku, selain karna aku menginginkannya, itu jugaa kebutuhan Karli sendiri. Pokoknya kita berdua telah bak suami istri dalamm persoalan seks. Menurut pengakuan Karli, ia pusing kalau tak sempat bersetubuh denganku, sekali pun malam harinya ia telah disetubuhi suaminya habis habisan.
  • Di kemudian hari, yanng membuat kebiasaan rutin kita bersetubuh di rumah bisa berlangsung denngan lebih mulus, adalah karna bantuan pembantu Karli. Pembantu Karli bernama mbok Nah, seorang janda yanng telah agak tua, antara 55 60 tahun.
  • Bgitu dekatnya Karli denngan mbok Nah (dia telah ikut sejak Karli masih gadis, ketika baru tinggal di rumah dinasnya), sehingga hampir tidak ada rahasia Karli yanng tidak diceritakannya ke mbok Nah, termasuk perselingkuhannya denganku.
  • Mbok Nah senang dan menyetujui perselingkuhan itu, dan ia sangat membantu kita utk melampiaskan hasrat seksual di hampir setiap pagi itu, denngan cara menunggui kita yanng sedang bersetubuh di luar kamar dan sekaligus mengawasi dan menyamarkan kita kalau kalau ada orang datang ke rumah.
  • Sulit dipercaya, tapi nyatanya begittu. Cuma, mmg , persetubuhan di rumah tak pernah memuaskanku 100 persen, sebab situasinya tak bebas, sehingga kita tetap mencari peluang utk bercinta di tempat lain yanng jauh lebih aman.
  • Anehnya lagi, Karli tak kunjung hamil, padahal telah milyaran peju tozoaku yanng normal menyerbu rahim dan ovariumnya. Tak adakah peju tozoa yanng mampu menembus ovumnya? Padahal, aku dan Karli sangat menginginkan seorang anak, buah cinta kami.
  • Pernah Karli kuminta memeriksakan diri ke seorang dokter obgyn, dan ia dinyatakan normal. Ada beberapa kali pengalaman menarik yanng berhubungan denngan ' seks radio'. Aku dan Karli masing masing memiliki radio komunikasi handy talky (ht).
  • Di suatu siang, stlah makan dan sholat, sambill bersarung tanpa baju, aku berbaring di tempat tidurku. Aku melamun. Tiba tiba muncul ide di benakku utk bermain seks jarak jauh denngan Karli (jadi, sejak dulu aku telah memelopori semacam 'cybersex' itu jauh sebelum aktifitas ini populer).
  • Kuhidupkan ht ku, aku menuju frekuensi tempatku biasa mojok denngan Karli (pada frekuensi yanng sangat rendah), tanpa antena terpasang. Kupanggil panggil Karli. sesudah beberapa lama, Karli merespons panggilanku. Aku tanya dia, apakah suaminya telah datang.
  • Ternyata belum. Lalu kuminta Karli membawa ht nya ke kamarnya dan menguncinya dari dalam. "Karli, mau nggak kamu membuka pakaian sekarang sampai telanjang? " , mintaku. "He, apa apaan pa? Sinting kamu pa. " , sahutnya.
"Sudahlah, mau apa enggak? Kalau mau, ayo, buka sajja semua pakaianmu, dan tiduran di ranjang, sambill terus memonitorku. Aku di sini telah telanjang lho. " , kataku sambill melepas sarungku sampai aku telanjang bulat sendirian di tempat tidur.

"Iya deh, aku buka baju ya. " , sahutnya lagii di seberang sana. "Sudah pa, aku telah telanjang bulat lat Malu, ah, pa" , katanya genit, "Terus ngapain? ".

"Nah, kalau sudah, raba dan remas susumu denngan tangan satumu seolah olah yanng meremas itu adalah tanganku. Pokoknya anggap aku ada di sampingmu sekarang ini, dan anggaplah aku lagii menggumuli kamu. Aku jugaa anggap kamu ada di bawahku kutindih dan kugeluti. Ayo, Karli. Hhh shh heh. " , aku mulai mendesis sambill tanganku yanng satu mengelus kontol ku sendiri.

"Yah pah, aku telah meremas susuku pah. Ssh. " , desah Karli. "Terus Karli, kalau mendesah, mendesahlah yanng keras. Aah, mulai eenak ". "Aku jugaa pah, aku enak pah , shh. Aaaku masukkan ke lubang Karli yanng Eeenak. " , mulai terdengar rintih Karli.

Walau tanpa ngeliat , aku yakin Karli mulai menggosokkan jarinya sendiri ke tempiknya, sebab dulu sebelum ketemu aku, ia mengaku sering bermasturbasi. Membayangkan hal itu dan membayangkan bagaimana tubuh bugil Karli yanng indah menggeliat, aku makin terangsang, "Hh sh s , aku terangsang terus. ".

"Iii iya pah. aakuu terus Kaamuu juuga terus pah acch. " , sahutnya di sana. "Terus. kontol ku terasa enak. ". "Aah papa, aaku pingiin kontol mu pah maasukkan pah. aaku suudah basaah pah sh pah " , Karli terus mengerang.

Birahiku makin terangkat ke atas ubun ubun, "ooh akuu tambah eenak. Kumasukkan dalamm dalam ke lubangmu ya. ". "Iiya pah. Aaakuu. akuu telah nggak tahan pah masukkan pah. ".

Aku membayangkan kontol ku mengocok liang memek Karli, " , kukocok teruus ya. Kaamu enak ". "Pah kamu jugaa eenak pah. Aargh pah kocok pah. Aaaku mau sampai pah kocok laagi. och " , kudengar teriak Karli di telingaku.

Mendengar desahan dan rintihan yanng merangsang seperti itu, aku telah merasa nggak tahan, aliran nikmat di ujung kontol ku mulai terasa memuncak, "Aah aku hampir. ". Di seberang sana Karli merintih juga, "Aaku juuga pah aayo sama samaa pah och sayang ".

"Aaaduh aaku keluar. Hh sh h. " , tiba tiba sperma ku memuncrat muncrat ke atas, membasahi tanganku, perutku, dan sebagian ada yanng memuncrat jauh ke seprei kasur. "Ooich yanng Karli jugaa pah pah enak. aku sampai h oich. ".

Dan, suara Karli menghilang, rupanya ht nya terlepas dari tangannya. Tanganku terus mengocok dan memijat mijat kontol ku yanng masih berdenyut dan mengeluarkan sisa sisa peju ku. Aku puas.

Tiba tiba, suara Karli mmg gil di ht ku, "Pa, terima kasih, aku puas sampai lemes pa. Ini pengalaman pertama bagiku. Kamu jugaa puas pa? " "Ya,. Aku sangat puas. Kamu pintar merangsangku di ht ini. Tapi kamu pura pura mainnya atau betulan ? " , selidikku, sambill masih terengah engah.

"Ah, bapak koq nggak percaya sih, aku sampai lemes. Tanganku basah semua ini lho. Kalau nggak percaya bapak ke sini. Kalau perlu kami lanjutkan mainnya di tempat tidurku. Ayo ke sini. " , godanya centil.

"Kalau begittu , terima kasih ya Karli, kapan kapan kami coba lagi. Selamat tidur siang ya sayang ". Aku tertidur kecapean, masih telanjang bulat sendirian di ranjang. Selama hampir lima tahun aku dinas di puskesmas itu, tak terbilang lagi, telah ratusan adegan cinta super panas antara aku dan Karli.

Aku tak pernah bosan padanya. Karli selalu bisa menyediakan 'menu baru' dalamm bermain seks. Aku jugaa bnyak mengkreasi berbagai posisi dalamm bersetubuh. kami adalah tim yanng kompak dan inovatif dalamm bercinta.

Aku selalu kangen dia. Hubungan intim yanng panas antar aku dan Karli kekasihku yanng kusayangi ini justru berhasil meningkatkan kualitas hubunganku denngan istri. dalam seminggu aku dua kali pulang ke s berkumpul denngan keluargaku.

Kehidupan dalamm keluargaku makin harmonis. Aneh? Aku berhasil menambah seorang bayi cantik yanng lahir dari rahim istriku. Sebaliknya Karli tidak kunjung hamil. Suatu hari, menjelang masa dinasku habis di puskesmas itu, aku punya janji denngan Karli, tanpa sepengetahuan suaminya, utk mengantarkan salah seorang adik cewek nya, Ningsih, yanng akan mengikuti ujian masuk universitas di m.

Sabtu sore Karli denngan adiknya kujemput di rumah teman adiknya, dan kita bertiga langsung meluncur ke m. Sampai di m telah malam, kita mencari hotel dan memesan satu kamar ber ac denngan sebuah tempat tidur besar utk kita gunakan bertiga.

Sesudah makan, kita tidur. Besok kita musti berangkat mengantar Ningsih ngeliat tempat ujian. Posisi tidur: aku di sisi luar, Karli di tengah, dan adiknya di sisi dalamm dekat dinding.

Dini hari aku terbangun, kulihat Karli dan Ningsih telah pulas membelakangiku. Merasakan tubuh Karli bersinggungan denngan tubuhku, birahiku timbul. Tanganku kananku rupanya tadi secara sengaja ditaruh Karli di bawah lehernya dan jari jariku digenggamnya.

Jari jari tangan itu kulepas dari genggamannya pelan pelan, lalu kurabakan ke permukaan dada Karli yanng tanpa bh. Lehernya mulai kuciumi. Pelan pelan bagian belakang baju tidurnya kusingkap ke atas sampai kelihatan pantatnya.

Suster Cantik Obatin Kontol Tegang kisah bokep hot, Suster Cantik Obatin Kontol Tegang cerita porno, Suster Cantik Obatin Kontol Tegang bacaan sex dewasa
Suster Cantik Obatin Kontol Tegang #2
Perlahan mulutku menyusur ke bawah menuju pusarnya, dan kujilati lubang dangkal pusar itu. Karli mendesah, "Oocch yanng geeli. Ooch ". Mukaku terus turun ke bawah, kulewati sajja selangkangannya yanng tertutup pembalut dan kujilati sisi dalamm pahanya.
Kontol ku kugesek gesekkan ke kedua tetek Karli. Enak rasanya. Dibantu tangan Karli, sambill dielus elus, ujung kontol ku digosok gosokkannya ke pentil susunya. Aku merasa nikmat, aku ingin orgasme denngan cara begittu.

"Teerus Karli gosok teruus seperti itu ya yanng " , pintaku. Sementara jilatan dan kenyotan ringanku pada paha mendekati lipatan selangkangannya jugaa makin menghebat. Akibat perlakuanku itu, Karli menjerit, "Pah. Aaaku nggak kuuat. ".

Tak tahan karna manipulasiku lidahku di sekitar selangkangannya, Karli akhirnya minta, "Pah, aku ditindih sajja pah ayo pah. Cepet ". Kuturuti permintaannya, Karli kutindih, dan selangkangannya kurenggangkan agar kontol ku bisa berada di lipatan paha atas itu.

Kucium Karli denngan penuh nafsu. Karli menggeliat, denngan menggesek gesekkan selangkangannya yanng berpembalut itu ke kontol ku, "Aaaku nggak tahan yanng ". Birahiku telah tak terkontrol lagi, kontol ku kucoba kumasukkan melalui sela sela celana dalamm Karli, agar bisa menyentuh bibir memek nya.

Agak sulit masuk ke sana. Karli rupanya jugaa ingin aku bertindak lebih dari itu, tiba tiba tangannya masuk ke celana dalamnya dan disingkirkannya pembalut cewek penutup memek nya yanng berfungsi mencegah mengalirnya darah menstruasi keluar.

"Ayoo pah, masuukkan saaja pah ". bgitu penghalang itu tak ada. Celana dalamm Karli kusibak dari sisi kanan tanpa kulepas, dan kucoba masukkan kontol ku ke memek Karli. Pelan tapi pasti denngan bantuan dorongan pinggulku, kontol ku masuk ke memek nya.

Terasa agak becek mmg , tetaapi tetap enak. "Nggaak apa apa. ? Aku telah masuk ". "Terus sajja pah nggak apa apa. Ooch. " , jawabnya sambill mengerang. Mendengar jawaban itu, kukayuh kontol ku dalamm dalam.

Becek becek enak. Karli makin meregang dan menggeliat, "Terus pah. Goyang. Aargh. och ". Lidahku menjilati bagian leher samping Karli, sehingga makin menggeliatlah ia tanpa beraturan. "Aayo pah. Terus sh. Ooch aaku cinta papaah Wawan occh. ".

Cukup sensasional jugaa rasa memek yanng becek seperti ini. Denyutan otot dalamm memek Karli mulai terasa. Ujung kontol ku seperti dipijat nikmat. "Eenak sayaang akuu sayang kamuu Karli. kamu enak " , lenguhku, sambill makin keras mengocok dan memutar kontol ku di dalamm tempiknya.

Kedua jari tangannya yanng berada di kasur kugenggam sayang. Makin menghebatlah gerakan Karli, dadanya menggeliat membusung, pantatnya diangkat angkatnya sehingga ujung kontol ku makin terasa ditekan tekan enak. Satu tangannya melapas genggamanku dan ganti meremas seprei kasur, matanya terpejam denngan mulut yanng merekah komat kamit sekali sekali merintih.

Sungguh pemandangan yanng menggairahkan darah lelaki mana pun. Akhirnya waktunya tiba, hampir bersamaan kita berdua meregang dan menggelinjang, dibarengi semprotan sperma ku berkali kali ke dalamm memek Karli yanng basah oleh darah menstruasi, "Aaah Karli aaku keeluaar ".

"Ooch ich. Pah. argh. " , teriak Karli sambill tangan satunya mencakar punggungku kuat kuat, dan kemudian lemas terengah engah. Oh, enaknya, terasa sekali denyutan ritmis otot tempik Karli yanng memijat mijat kontol ku.

Kuciumi Karli, dari toket nya yanng basah oleh peluh kita berdua, sampai leher dan seluruh wajahnya. Seprei tempat tidur basah oleh darah menstruasi bercampur denngan sperma ku yanng meleleh keluar.

Jg celana dalamnya. Ah, aku sayang kamu Karli Itulah beberapa adegan persetubuhan liar yanng mengesankan antara aku dan Karli yanng penuh kasih sayang. Ratusan adegan lain yanng pernah kita lakukan tentu tak mungkiin cukup diceritakan di sini.

Sekarang aku telah tak lagii pernah bertemu denngan Karli. Aku dengar akhirnya ia cerai dari Bakdi suaminya, dan tetap tidak punya anak. Ada kabar dari seorang teman, bahwa Karli sudah menikah lagii denngan seorang duda yanng beranak tiga.

Katanya, Karli hidup cukup berbahagia denngan suaminya yanng sekarang. Tempat dinasnya pun telah pindah dari puskesmas itu. Sampai saat ini aku masih mengenangnya. Aku tetap merasa bahwa cinta Karli tulus padaku.

Sebaliknya juga, rasa sayangku tulus padanya. Sayang, kita tak mungkiin bersatu. Di samping Karli, aku tetap mencintai istri dan anak anakku denngan sepenuh hati.
Suster Cantik Obatin Kontol Tegang #2
Suster Cantik Obatin Kontol Tegang #2, cerita sex , Suster Cantik Obatin Kontol Tegang kisah bokep hot, Suster Cantik Obatin Kontol Tegang cerita porno, Suster Cantik Obatin Kontol Tegang bacaan sex dewasa, bacaan porno, kisah seks, cerita bokep cerita dewasa, Suster Cantik Obatin Kontol Tegang #2


Aktifkan javascript tekan (F5), untuk membuka halaman
klik link cerita
serta membuka gambar lebih besar.
Cerita seks dewasa update setiap hari.
http://foto-video-cerita-dewasa.blogspot.com/